Kategori: Event

  • Donasi Terus Dibuka, IKA Sadaya Unpad Targetkan Bantuan Tambahan bagi Korban Banjir

    Donasi Terus Dibuka, IKA Sadaya Unpad Targetkan Bantuan Tambahan bagi Korban Banjir

    VISTA NUSANTARA – Sejumlah wilayah di Indonesia kembali dilanda bencana banjir dalam beberapa pekan terakhir, termasuk Kabupaten Bandung dan Aceh Tamiang. Bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur dan memutus aktivitas ekonomi, tetapi juga menelan korban lebih dari seribu jiwa, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Kondisi tersebut mendorong Ikatan Alumni Sastra dan Budaya Universitas Padjadjaran (IKA Sadaya Unpad) menginisiasi gerakan kepedulian bagi para penyintas.

    Sebagai wujud konkret dari inisiatif tersebut, IKA Sadaya Unpad menyelenggarakan acara kemanusiaan bertajuk “Charity Night: Konser Amal & Lelang” pada Sabtu, 27 Desember 2025, di Roemah Kentang 1908, Jl. Banda No. 18, Bandung. Acara ini bertujuan menggalang dana untuk membantu proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dan Kabupaten Bandung.

    Ketua IKA Sadaya Unpad, Nuning Hallett, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa solidaritas yang tulus, bukan sekadar momentum sesaat. “Kegiatan ini bukan sekadar FOMO. Ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami terhadap saudara-saudara yang terdampak banjir, khususnya di Aceh. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri dan banyak pihak di Jawa yang memikirkan nasib mereka,” ujar Nuning.

    Acara yang dikemas sederhana tersebut berlangsung meriah dengan kehadiran komedian dan MC Joe P-Project, alumnus Fakultas Sastra Unpad, serta penampilan Irsya, finalis KDI, dan grup band D&G. Puncak acara diwarnai lelang barang donasi dari alumni dan sponsor, yang berhasil menarik antusiasme tinggi dari para peserta.

    Ketua Panitia Pelaksana, Wenang, menuturkan bahwa dukungan peserta amat luar biasa. “Sesi lelang berlangsung sangat interaktif dan penuh partisipasi. Berbagai barang bernilai berhasil dilelang dengan harga terbaik. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah ambil bagian dan mohon maaf jika terdapat kekurangan teknis selama acara berlangsung,” ujarnya.

    Hingga akhir acara, panitia mengumumkan bahwa donasi yang terkumpul mencapai Rp25 juta. Jumlah ini diperkirakan meningkat mengingat pintu donasi masih dibuka hingga 31 Desember 2025. Nuning menegaskan bahwa seluruh hasil penggalangan dana akan disalurkan sepenuhnya kepada para korban tanpa potongan operasional. “Fundraising ini murni 100 persen untuk korban bencana. Kami tidak mengambil biaya operasional sedikit pun. Bahkan hasil lelang dan kontribusi tambahan dari venue juga akan kami serahkan kepada para penyintas,” tambahnya.

    Manajemen Roemah Kentang 1908 turut memberikan dukungan dengan mendonasikan sebagian keuntungan dari seluruh penjualan makanan dan minuman selama acara berlangsung. Kolaborasi lintas fakultas dan dukungan dari Pengurus Pusat IKA Unpad juga menjadi faktor penting terselenggaranya kegiatan ini.

    Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan mendesak para korban banjir, termasuk logistik, peralatan sanitasi, serta dukungan pemulihan psikososial. IKA Sadaya Unpad menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran bantuan dilakukan tepat sasaran dan transparan.

    Dengan terselenggaranya Charity Night, IKA Sadaya Unpad berharap gerakan ini dapat memperkuat solidaritas di kalangan alumni dan masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa aksi kemanusiaan selalu relevan dan diperlukan di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di Indonesia.

     

    (Red)

  • Musisi Lokal Bersinar, Solois Austria Nono Runo Curi Perhatian di Connect Festival 2025

    Musisi Lokal Bersinar, Solois Austria Nono Runo Curi Perhatian di Connect Festival 2025

    VISTA NUSANTARA – Bandung kembali semarak menjelang penghujung tahun melalui gelaran Connect Festival 2025 atau ConFest yang diselenggarakan oleh Event Organizer Bandung di Kopiluvium Bandung pada Sabtu, 20 Desember 2025. Acara ini menjadi ajang penutup tahun yang menghadirkan ragam pertunjukan musik dari musisi lokal hingga internasional.

    Sejumlah penampil lokal mengisi panggung ConFest 2025, di antaranya R Beat, 51 Esvara, Kinanti, serta solo gitaris jebolan ajang pencarian bakat Ale Funky yang tampil dengan energi penuh dan berhasil memikat para pengunjung. Kehadiran mereka memperkuat karakter ConFest sebagai wadah apresiasi bagi talenta musik Bandung.

    Tidak hanya menghadirkan musisi lokal, festival ini turut dimeriahkan oleh penampilan solois internasional asal Austria, Nono Runo, yang sukses mencuri perhatian penonton melalui performanya yang komunikatif dan penuh warna.

    Enk selaku founder Event Organizer Bandung menyampaikan harapannya agar ConFest dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang lebih luas bagi musisi internasional untuk tampil di Bandung. Menurutnya, kota Bandung memiliki potensi kuat sebagai barometer penyelenggaraan event musik di Indonesia.

    “Dengan event perdana ini, diharapkan bisa menjadi salah satu langkah awal pembuka bagi musisi-musisi internasional melihat bahwa Kota Bandung dapat menjadi barometer event musik di Indonesia,” ujar Enk.

    Gelaran Connect Festival 2025 menutup tahun dengan optimisme baru bagi ekosistem musik lokal, sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif yang konsisten menghadirkan ruang bagi karya dan kolaborasi lintas negara.

     

    (Red)

  • Sumedang Short Film Festival 2025 Jadi Ajang Diplomasi Budaya Lewat Film Pendek

    Sumedang Short Film Festival 2025 Jadi Ajang Diplomasi Budaya Lewat Film Pendek

    VISTA NUSANTARA – Sumedang Short Film Festival (SSFF) kembali digelar untuk kelima kalinya pada tahun 2025. Tahun ini, festival mengangkat tema besar “Southeast Solidarity”, yang menyoroti semangat kolaborasi dan persaudaraan lintas negara di kawasan ASEAN, Timor Leste dan Autralia melalui medium film pendek.

    Dalam edisi kali ini, SSFF25 tidak hanya membuka ruang bagi sineas muda Indonesia, tetapi juga menghadirkan kesempatan bagi para pembuat film dari 12 negara ASEAN, Timor Leste dan Australia untuk menampilkan karya mereka di kancah internasional.

    Festival ini berlangsung dari Oktober hingga Desember 2025, dengan rangkaian kegiatan utama meliputi:

    Launching Festival — 1 Oktober 2025
    Submission Film — 1 Oktober s.d. 08 November 2025
    Screening Week — 1– 4 Desember 2025
    Awarding Night — 6 Desember 2025

    Hanya dalam satu minggu sejak pembukaan submisi, SSFF25 telah menerima lebih dari 100 karya film pendek dari berbagai negara, menandakan antusiasme besar komunitas film ASEAN, Timor Leste dan Autralia terhadap platform ini.

    Festival ini berupaya memperkuat diplomasi budaya dan pertukaran nilai melalui film, menghadirkan karya-karya yang mengangkat isu sosial, identitas, dan kemanusiaan di ASEAN, Timor Leste dan Autralia.

    “SSFF25 bukan sekadar festival film, tetapi sebuah perayaan solidaritas. Dari Sumedang, kita ingin mengirim pesan bahwa film pendek bisa menjadi jembatan untuk persahabatan, pemahaman, dan kolaborasi regional,” ujar Khrisna, Festival Director SSFF25.

    Selain kompetisi film, SSFF25 juga menghadirkan berbagai program pendukung seperti Southeast Solidarity Talks, Film Screening & Discussion, serta Cultural Exhibition yang menampilkan kekayaan budaya dan kolaborasi komunitas kreatif lintas negara.

    Dalam pelaksanaannya, SSFF25 turut bekerja sama dengan berbagai pihak dari sektor akademik, media, dan komunitas film baik di Indonesia maupun kawasan ASEAN.

    Beberapa media, institusi pendidikan, dan komunitas film telah berpartisipasi sebagai mitra dalam penyelenggaraan festival ini, mencakup jaringan lokal, nasional, hingga internasional di kawasan Asia Tenggara dan Australia. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi SSFF sebagai ruang sinema yang terbuka bagi pertukaran gagasan lintas budaya.

    “Kami percaya bahwa solidaritas tidak hanya hadir di layar, tetapi juga melalui kolaborasi nyata antar komunitas film. Dukungan dari para mitra menjadi jembatan penting untuk memperluas ekosistem film independen di kawasan ini,” tambah Anggun Gunara, Project Leader SSFF25.

    SSFF25 berkomitmen menjadi wadah bagi para sineas muda untuk memperkenalkan karya mereka ke khalayak yang lebih luas.
    Festival ini terbuka bagi seluruh genre film pendek baik fiksi, dokumenter, maupun eksperimental dengan durasi maksimal 20 menit.
    Pendaftaran dan pengiriman film dilakukan secara daring melalui tautan resmi di www.sumedangsff.com, dan tidak dikenakan biaya pendaftaran.

    Sumedang Short Film Festival (SSFF) merupakan festival film tahunan yang berdiri sejak tahun 2019.

    Festival ini diinisiasi oleh sekelompok pelaku dan pegiat lintas komunitas di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dengan tujuan membangun ruang apresiasi pendidikan dan kebudayaan melalui media film di tingkat lokal, sekaligus menjadi jembatan bagi sineas muda untuk terhubung dengan jejaring internasional.

    Sejak edisi pertamanya, SSFF telah menayangkan berbagai film pendek dari dalam dan luar negeri, dan menjadi salah satu festival film independen dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

    Kepada seluruh sineas, pelajar, mahasiswa, dan pembuat film di ASEAN, Timor Leste dan Autralia: Submisi SSFF25 masih dibuka hingga 08 November 2025.

    Film dapat dikirimkan secara daring melalui tautan yang tersedia di bio Instagram resmi festival:

    Untuk Informasi Lebih Lanjut
    Email: contact@sumedangsff.com
    Instagram: @festivalfilmpendeksmd
    Website: www.sumedangsff.com
    Lokasi: Sumedang, Jawa Barat, Indonesia

     

    (Red)

  • Mia Ismi Tampilkan “Main Cantik” dengan Nuansa Dark Pop di Main-Main Cipete Vol. 26

    Mia Ismi Tampilkan “Main Cantik” dengan Nuansa Dark Pop di Main-Main Cipete Vol. 26

    VISRA NUSANTARA – Gelaran musik mingguan Main-Main di Cipete kembali digelar pada Senin malam, 15 September 2025, di Casatopia Cafe, Cipete. Memasuki edisi ke-26, acara ini menghadirkan lima musisi dengan karakter musikal yang beragam, mulai dari pop alternatif hingga eksperimental.

    Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, dua figur yang telah menjadi host tetap sejak awal penyelenggaraan. Tanpa tiket masuk dan terbuka untuk umum, Main-Main di Cipete terus menjadi ruang ekspresi bagi musisi independen dan komunitas penikmat musik lokal.

    Penampilan dibuka oleh Reza Miranda, musisi asal Pontianak yang dikenal lewat lagu-lagu bertema relasi dan pencarian makna seperti “HTS” dan “Wajar” yang diambil dari EP terbaru berjudul “1994”.

    Keriaan makin semarak saat solois Sabarian kemudian tampil membawakan “Detik Menit”, sebuah lagu reflektif tentang waktu dan kebersamaan yang sempat viral di media sosial.

    Sujar Band, grup asal Ciledug, membawakan sejumlah lagu nostalgia seperti “Ku Akui”, “Malaikat Tak Bersayap”, serta karya orisinal mereka “Memilih Dimiliki”.

    Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari penonton yang sebagian besar mengenal lagu-lagu tersebut dari era awal 2000-an.

    Tirta Adilla, mantan vokalis Drive, hadir dalam format solo dan tampil dengan lagu “Reinkarnasi” yang mengangkat tema kehilangan dan harapan akan pertemuan kembali.

    Lagu tersebut menjadi penanda kembalinya Tirta ke dunia musik dengan pendekatan yang lebih personal dan kontemplatif.

    Penutup malam diisi oleh Mia Ismi, satu-satunya wakil Indonesia dalam proyek global The World Album. Ia membawakan “Main Cantik (Dangerous Game),” lagu bilingual yang mengangkat isu manipulasi dalam hubungan.

    Dengan aransemen dark pop dan penggunaan biola bambu, Mia menghadirkan nuansa eksperimental yang berbeda dari penampil lainnya.

    Main-Main di Cipete Vol. 26 kembali membuktikan eksistensinya sebagai wadah penting bagi musisi alternatif di Jakarta. Dengan atmosfer yang intim dan dukungan komunitas yang solid, acara ini terus menjadi ruang tumbuh bagi karya-karya yang jujur dan berani.

  • Formasi Baru, Wen & the Wknders Sukses Hipnotis Penonton di Rancaekek

    Formasi Baru, Wen & the Wknders Sukses Hipnotis Penonton di Rancaekek

    VISTA NUSANTARA – Band pop-rock asal Bandung, Wen & the Wknders, sukses menghadirkan atmosfer meriah saat tampil di Twentyone Fest Vol.2 yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Cipasir Rancaekek RW 21, Minggu (17/08/2025).

    Penampilan ini menjadi semakin spesial karena sekaligus menandai formasi baru mereka dengan bergabungnya Hilman sebagai drummer. Dari semula beranggotakan empat orang, kini band ini tampil dengan kekuatan penuh lima personel di atas panggung.

    Membawakan lima lagu andalan — Rindu Sesaat, Jumpa Mentari, Too Far Away, Tak Mungkin Kembali — serta satu lagu terbaru yang rencananya akan dirilis pada September mendatang, Wen & the Wknders sukses membakar semangat penonton dalam malam penuh euforia tersebut.

    “Pani­tianya keren, meskipun ini acara Karang Taruna tapi LO-nya bisa meng­handle kami dengan baik,” ungkap Wenang, vokalis Wen & the Wknders, usai tampil di atas panggung.

    Sementara itu, Hilman yang tampil perdana sebagai drummer juga menyampaikan antusiasmenya. “Crowd-nya luar biasa, seru banget. Undang kami lagi tahun depan, ya!”

    Penampilan di Twentyone Fest Vol.2 sekaligus menjadi penanda babak baru Wen & the Wknders, yang kini tengah menyiapkan single terbaru serta peluncuran album perdana mereka dalam waktu dekat.

    (Red)

  • Generasi Milenial RW 21 Desa Jelegong Kobarkan Semangat Pahlawan Lewat Twentyone Fest Vol.2

    Generasi Milenial RW 21 Desa Jelegong Kobarkan Semangat Pahlawan Lewat Twentyone Fest Vol.2

    VISTA NUSANTARA – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 terasa kuat di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, melalui gelaran Twentyone Fest Vol.2 yang digagas oleh Karang Taruna RW 21 Cipasir, Minggu (17/08/2025).

    Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak dan sukses menghadirkan panggung hiburan rakyat yang sarat makna serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Jelegong, Anen Rumdani, dan Babinsa Desa Jelegong, Raji.

    Mengusung tema “Korbankan Semangat Pejuang untuk Generasi Milenial”, kegiatan ini menghadirkan serangkaian penampilan seni musik dan tari sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para pahlawan, sekaligus momentum menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi generasi muda.

    Acara secara resmi dibuka dengan sambutan dari; Anen Rumdani selaku Kepala Desa Jelegong, Raji selaku Babinsa Desa Jelegong, Mumun Munandar mewakili Ketua RW 21 dan Erfan Hendriansyah selaku Ketua Pelaksana.

    Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Erfan Hendriansyah menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum bagi generasi muda untuk meneruskan semangat juang para pahlawan melalui aksi nyata, pengabdian, dan kontribusi untuk desa, bangsa, dan negara.

    “Generasi milenial bukan sekadar penikmat digital, tetapi pewaris tangguh dari cita-cita nasional,” ujar Erfan di akhir sambutannya.

    Sejumlah band lokal turut meramaikan panggung kemerdekaan, di antaranya; Wen & the Wknders, Cloud9, RegeLoan x Steady Monday, Wulan x Abay Rock dan Project KPK Musik

    Khusus bagi Wen & the Wknders, penampilan ini menjadi semakin spesial karena menandai hadirnya formasi baru dengan bergabungnya Hilman sebagai drummer, serta sekaligus menjadi pembuka menuju peluncuran single dan album terbaru mereka.

    Tidak hanya musik, ragam tarian tradisional dan kreasi modern juga ditampilkan, antara lain; Tari Sayonara, Tari Velocity, Tari Dongklak, Tari Duda Araban, Kreasi tari oleh Deki, Tari Barbie, Tari Biri-biri dan Tari Jaipongan.

    Penampilan tersebut menghadirkan perpaduan antara semangat tradisi dan kreativitas modern yang mencerminkan dinamika budaya generasi muda di Desa Jelegong.

    Acara Twentyone Fest Vol.2 mendapat apresiasi serta dukungan dari berbagai media nasional, regional, dan lokal yang turut mengabarkan semangat kemerdekaan ini ke seluruh Indonesia.

    (Red)

  • Main-Main di Cipete Kembali Hangatkan Komunitas Musik Jakarta Selatan

    Main-Main di Cipete Kembali Hangatkan Komunitas Musik Jakarta Selatan

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan, Main-Main di Cipete Volume 23 kembali digelar pada Senin malam, 4 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB di Casatopia Cafe, Jakarta Selatan.

    Acara yang telah menjadi ruang ekspresi bagi musisi independen ini menghadirkan empat penampil dengan karakter musikal yang beragam, mereka adalah The Oldest, More Ink, Gen Brothers, dan LJF Band.

    Dipandu oleh dua host yang sudah akrab dengan dunia musik alternatif, Eno Suratno Wongsodimedjo dan Andree Stroo, Volume 23 berlangsung hangat dan penuh energi.

    LJF Band membuka malam dengan performa yang kuat, membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, “Kehadiran”, termasuk “Tiada Berubah” dan “Kesan Pertama” yang berhasil menyentuh hati para penonton.

    Gen Brothers, trio yang terdiri dari Jazzy Yudhistira, Yovidiaz Syakti Tiptony, dan Abimanyu Vivaldi Kurniawan, hadir membawakan lagu-lagu seperti “Jika Bersama” dan “Hapus Rasa” dengan sentuhan pop modern yang berpadu dengan elemen jazz dan soul.

    Disusul oleh More Ink, band asal Tangerang Selatan yang tampil dengan gaya alternative rock melankolis. Lagu-lagu mereka seperti “Not Your Favorite Tale” dan “Amber” membawa suasana menjadi lebih intim dan emosional.

    The Oldest menutup malam dengan nuansa pop yang reflektif. Meski belum banyak dikenal secara luas, penampilan mereka membawakan lagu-lagu semisal “Stay”, menunjukkan kedalaman musikalitas yang menjanjikan.

    Main-Main di Cipete, yang digagas oleh Reallist Management, terus menjadi wadah penting bagi musisi lokal untuk menampilkan karya orisinal mereka. Tanpa tiket masuk dan dengan atmosfer yang inklusif, acara ini memperkuat komunitas musik independen di Jakarta Selatan, menjadikan Casatopia Cafe sebagai titik temu antara musisi dan penikmat musik yang mencari kejujuran dalam karya.

    (Red)

  • Komunitas Bandung Merapat! Karaoke Night Bareng Rooftop Coffee Hadir Tiap Rabu

    Komunitas Bandung Merapat! Karaoke Night Bareng Rooftop Coffee Hadir Tiap Rabu

    VISTA NUSANTARA – Rooftop Coffee siap menghidupkan kembali semangat komunitas dan kreativitas malam hari lewat event seru bertajuk Rooftop Karaoke Night Session. Acara ini akan digelar setiap hari Rabu, mulai 6 Agustus hingga 3 September 2025, di empat titik Rooftop Coffee: Dago, Uber, BTM, dan Padjajaran.

    Dengan total hadiah senilai Rp15.500.000, acara ini mengajak berbagai komunitas untuk saling beradu seru dalam rangkaian kompetisi karaoke, mulai dari tebak lirik, tebak judul lagu, hingga sambung lagu bareng tim! Tidak hanya kompetitif, acara ini dirancang untuk membangun kebersamaan, tawa, dan momen yang tak terlupakan.

    Format Kompetisi:

    1. Guess the Lyric
    Tebak lirik lagu yang hilang – seberapa hafal kamu dengan lagu hits zaman now?

    2. Guess the Title
    Dengarkan potongan lagu dan jawab secepatnya judul lagunya.

    3. Dare to Celebrate
    Tantangan sambung lagu berantai – uji kekompakan tim kamu!

    Syarat Partisipasi Komunitas:

    Minimal 20 anggota komunitas hadir di lokasi
    Mengikuti seluruh sesi kompetisi secara aktif
    Wajib membuat dokumentasi acara via Instagram Story (foto/video) oleh masing-masing peserta
    Tidak menyebutkan atau menampilkan brand kompetitor
    Dilarang menggunakan bahasa kasar atau unsur SARA

    Total Hadiah & Benefit:

    Total Hadiah Rp15.500.000
    ️ Voucher F\&B
    Merchandise eksklusif (kaos, lanyard, totebag)
    Bonus tambahan untuk komunitas paling aktif & interaktif

    Format Dokumentasi Instagram Story:

    Format video vertikal, durasi max 60 detik
    Gunakan lagu/sound viral, pencahayaan cukup
    Tag: @rooftopcoffee.event dan @nomadscollective
    Gunakan hashtag: #sampaimasukangin

    ️ GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM!

    Slot komunitas terbatas – segera daftarkan komunitasmu dan jadilah bagian dari malam Rabu paling heboh di Bandung!

    Info & Registrasi:
    Instagram: [@rooftopcoffee.event](https://instagram.com/rooftopcoffee.event)
    Kontak: Rohman – (+62) 856-5588-9616

    (Red)

  • ELFEST 2024 Mengubah Lapangan Brigif Cimahi Menjadi Ruang Perayaan Musik dan Kebersamaan

    ELFEST 2024 Mengubah Lapangan Brigif Cimahi Menjadi Ruang Perayaan Musik dan Kebersamaan

    VISTA NUSANTARA – Sejak sore hingga larut malam, Lapangan Brigif Cimahi tak lagi sekadar ruang terbuka. Pada 18 Mei 2024, tempat tersebut menjelma menjadi titik temu ribuan orang yang datang dengan satu tujuan: merayakan musik di ELFEST 2024.

    Festival ini menghadirkan pengalaman yang padat dan berlapis. Dentuman musik dari panggung utama berpadu dengan koor penonton yang bernyanyi bersama, menciptakan suasana kolektif yang jarang ditemui di event musik kota. Sekitar 12.000 penonton tumpah ruah, mengisi setiap sudut area hingga acara berakhir.

    ELFEST 2024 menyuguhkan kurasi penampil yang mencerminkan keberagaman selera musik. Maliq & D’Essentials membawa nuansa hangat dan romantis, Juicy Luicy mengajak penonton tenggelam dalam lagu-lagu galau, sementara For Revenge memantik energi lewat hentakan alternatif rock. Warna semakin lengkap lewat Vieratale, YakezaRasta, The Chancuters, The Latifa, hingga Club Dangdut Racun yang mengubah area festival menjadi lantai joget massal.

    Namun, ELFEST 2024 tidak hanya hidup di atas panggung. Di sekeliling area konser, 30 tenant UMKM lokal menjadi denyut lain dari festival ini—menawarkan kuliner, produk kreatif, hingga ruang interaksi antarpenonton. Kehadiran lebih dari tujuh sponsor turut memperkuat ekosistem festival yang terorganisir dan berkelanjutan.