?>

Kategori: Olahraga

  • Menpora Tinjau Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025

    Menpora Tinjau Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, meninjau pelaksanaan Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025 di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/3).

    Kehadiran Menpora Dito disambut Kabid Organisasi PB Percasi, Laksamana Muda Rifai Ras yang menemani Menpora meninjau beberapa meja peserta yang tengah mengikuti turnamen. Tampak keduanya saling berdiskusi.

    “Kategorinya apa aja pak. GM nya ada berapa?. Mungkin esok saya akan datang lagi,” kata Menpora Dito mengakhiri tinjauannya.

    Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025 ini berlangsung pada 15-16 Maret 2025 yang dipusatkan di Auditorium Wisma Menpora, memperebutkan total hadiah hingga Rp 70 juta.

    Kabid Organisasi Percasi Laksamana Muda Rifai Ras menyebut, turnamen ini sudah berlangsung rutin sejak dua dekade lalu. “Kegiatan ini sudah memasuki tahun ke-22 dan cukup lama diadakan setiap tahun di bulan Ramadhan,” ujar Rifai.

    Turnamen ini lanjutnya, untuk mengundang pecatur yang ingin mengembangkan prestasi dan bakat agar bisa menjadi master atau grand master di masa depan. “Kami terus melakukan pembinaan. Semoga ada pecatur yang berprestasi yang bisa muncul dari kejuaraan ini,” imbuhnya.

    Turnamen ini diikuti 450 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori Open, kategori U-16, dan kategori U-12. “Para peserta berasal dari 22 provinsi. Grand Master (GM) dua orang dan master internasional ada 11 orang,” kata Ketua Panitia Hardianto Kenneth.

    Pada kategori Open, hadiah pertama yang disediakan sebesar Rp 10 juta, dengan total 41 peringkat terbaik yang akan mendapatkan hadiah. Untuk kategori U-16, hadiah pertama senilai Rp 1,5 juta akan diberikan kepada pemenang, dan total 15 pecatur terbaik akan mendapatkan hadiah.

    Sementara itu, pada kategori U-12, hadiah pertama sebesar Rp 1 juta, dengan 15 peringkat terbaik yang akan menerima hadiah uang. Turnamen ini menggunakan peraturan FIDE terbaru dan menerapkan sistem Swiss 9 babak dengan waktu pikir 15 menit + 5 detik. Pemain yang memegang buah catur putih diwajibkan untuk menyediakan papan dan jam catur.

    (Red)

  • Pemulihan Anggaran Olahraga, Pelatnas Siap Hadapi SEA Games Hingga Olimpiade

    Pemulihan Anggaran Olahraga, Pelatnas Siap Hadapi SEA Games Hingga Olimpiade

    VISTA NUSANTARA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan pemulihan anggaran khususnya untuk bidang olahraga. Setelah sebelumnya anggaran olahraga di Kemenpora mengalami penyesuaian berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025.

    Pemulihan anggaran ini disampaikan Menpora Dito Ariotedjo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Akuatik Indonesia 2025 di Hotel JS Luwansa Jakarta, Sabtu (15/3) pagi.

    Kata Menpora, pemulihan anggaran ini berkaitan dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk multievent olahraga yang akan diikuti Indonesia ke depan.

    “Alhamdulillah tiga hari belakangan ini Kemenpora bersama Kemenkeu sudah melakukan pemulihan anggaran khususnya untuk olahraga. Jadi insyaallah pelatnas-pelatnas tidak akan terganggu, malah insyaallah programnya makin banyak,” terang Menpora Dito.

    Dikatakan, sebelumnya anggaran pelatnas dilakukan penyesuaian dengan target utamanya untuk Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang dan Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Pada pemulihan anggaran ini, juga akan mencakup pelatnas untuk persiapan SEA Games 2025 di Thailand.

    “Ini untuk persiapan SEA Games khususnya, karena olahraga itu tidak bisa jangka pendek. Ini untuk persiapan dari SEA Games melompat ke Asian Games dan Olimpiade,” jelas Menpora.

    Menurut Menpora Dito, pemulihan anggaran yang dilakukan ini sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yaitu memperkuat pembangunan prestasi olahraga. Di mana Indonesia punya target berprestasi maksimal dalam Asian Games dan Olimpiade.

    Karena itu saat ini Kemenpora bersama pihak-pihak terkait tengah melakukan proses bagaimana supaya pelatnas-pelatnas menuju penyelenggaraan multievent ini makin kuat.

    “Masyarakat juga harus tahu bahwa saat ini kita ada target untuk Asian Games dan Olimpiade. Jika sebelumnya SEA Games juga merupakan target utama, tetapi saat ini bagaimana kita bisa makin kuat di Olimpiade, jadi kita harus mengubah skala prioritas,” tegas Menpora Dito.

    (Red)

  • Menpora Dito Buka Munas Akuatik Indonesia 2025, Dorong Target Olimpiade 2028

    Menpora Dito Buka Munas Akuatik Indonesia 2025, Dorong Target Olimpiade 2028

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia 2025 di Hotel JS Luwansa Jakarta, Sabtu (15/3) pagi. Munas ini bertema “Meningkatkan Prestasi Atlet Menuju Youth Olympic 2026 dan Olympic 2028”.

    “Dengan ini saya resmi membuka Musyawarah Nasional PB Akuatik Indonesia 2025,” tutur Menpora dilanjutkan memukul gong tanda dimulainya Munas.

    Dalam sambutannya, Menpora Dito menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada kepengurusan PB Akuatik Indonesia periode 2020-2024 di bahwa kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Anindya Bakrie. Pasalnya pada periode ini, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang kini berubah nama menjadi Akuatik Indonesia telah berkontribusi besar dalam perkembangan olahraga akuatik Tanah Air.

    Apalagi Ketum Akuatik Indonesia Anindya Bakrie dalam kiprahnya sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu di ajang Olimpiade Paris 2024 silam.

    “Saya juga mengapresiasi untuk tema yang diambil hari ini adalah Youth Olympic 2026 dan juga Olimpiade 2028. Karena memang sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, target utama adalah Asian Games dan juga Olimpiade,” tutur Menpora.

    “Jadi tema ini sudah tepat dan tahun ini kebetulan juga ada Asian Youth Games di Bahrain pada bulan Oktober. Ini juga memerlukan seleksi,” sambung Menpora Dito.

    Karenanya pada kepengurusan baru PB Akuatik Indonesia nanti, Menpora berharap bisa meloloskan minimal dua atlet ke dalam Olimpiade 2028 melalui jalur seleksi, bukan wild card. Sementara pencapaian Youth Olympic terakhir Indonesia dengan empat atlet meliputi dua atlet seleksi dan dua atlet wild card, diharapkan bisa bertambah dalam edisi 2026 mendatang.

    “Bagaimana ke depan, program-program Akuatik Indonesia juga sesuai tagline-nya menuju Olimpiade, jadi harus benar-benar terukur dan efektif efisien. Karena kita ditarget bagaimana bisa menambah jumlah atlet dan medali di Olimpiade 2028,” tegas Menpora.

    Adapun dalam pembukaan Munas ini diberikan penghargaan Akuatik Award kepada para pelaku olahraga akuatik berprestasi. Menpora Dito turut didaulat memberikan penghargaan kepada pelatih loncat indah Indonesia Harli Ramayani yang mendapat lifetime achievement award.

    Diketahui, Munas Akuatik Indonesia yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 30 pengurus provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia. Dengan salah satu agendanya yaitu memilih ketua umum PB Akuatik Indonesia periode 2025-2029.

    Hadir dalam pembukaan Munas di antaranya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tubagus Ade Lukman Djajadikusuma, Ketum National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari, dan Ketum PB Akuatik Indonesia Anindya Bakrie.

    (Red)

  • Menpora Dito Terima Penghargaan Senior HMI Pada Dies Natalis Ke-78

    Menpora Dito Terima Penghargaan Senior HMI Pada Dies Natalis Ke-78

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menerima penghargaan sebagai Senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat perayaan Dies Natalis ke-78 HMI di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta, Jumat (14/3) malam.

    Penghargaan tersebut disematkan langsung kepada Menpora Dito melalui pemakaian peci khas HMI dan penyematan medali HMI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Menpora Dito dalam membangun bangsa, saat masih aktif di HMI.

    Dalam kesempatan tersebut, Menpora Dito, memberikan apresiasi tinggi kepada HMI yang merayakan Dies Natalis ke-78.

    “Atas nama Menpora dan  pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-78 kepada HMI. Semoga terus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter dan intelektualitas pemuda Indonesia,” ucap Menpora Dito.

    Bukan hanya Menpora Dito, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, juga mendapat penghargaan di acara tersebut.
    Menurutnya, HMI telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan pembangunan negara.

    “Selama 78 tahun, HMI telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa dan terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, baik di masa kini maupun di masa depan,” ujar Yusril di hadapan para kader dan tokoh HMI yang hadir.

    Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, juga menyampaikan komitmennya agar HMI tetap menjadi pelopor dalam perjuangan intelektual dan kebangsaan.

    “HMI terus menjadi garda terdepan dalam perjuangan intelektual dan kebangsaan. Kini, saatnya para kader HMI mengambil peran lebih besar dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaya saing,” tegas Bagas.

    Perayaan Dies Natalis ke-78 HMI tahun ini mengusung tema ‘HMI untuk Kedaulatan Bangsa’, yang menegaskan posisi organisasi ini sebagai nadi perjuangan bangsa.

    PB HMI menggagas tema tersebut agar HMI semakin solid dalam memperjuangkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan nilai-nilai Islam.

     

    (Red)

  • Kemenpora Apresiasi Talkshow Cipayung Plus Bertema AI Dan Kepemimpinan Perempuan

    Kemenpora Apresiasi Talkshow Cipayung Plus Bertema AI Dan Kepemimpinan Perempuan

    VISTA NUSANTARA – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi kegiatan talkshow “International Women’s Day: AI For Future Women Leadership” yang digelar oleh Cipayung Plus di Gedung Teater Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (14/3) siang.

    Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menpora Bidang Inovasi dan Tata Kelola Birokrasi, Chaerany Putri yang hadir sekaligus membacakan sambutan Menpora Dito Ariotedjo.

    “Kami mengapresiasi inisiatif dari kelompok Cipayung Plus yang telah mengangkat tema ini, karena sejalan dengan upaya global dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberdayakan perempuan dalam teknologi dan kepemimpinan,” ujarnya.

    Perempuan yang akrab dipanggil Uti ini juga menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar momentum seremonial, tetapi juga bisa menjadi refleksi bersama tentang bagaimana perempuan dapat semakin berdaya dan mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang, termasuk dalam era digital dan kecerdasan buatan (AI).

    Menurut Uti, teknologi, khususnya AI, telah mengubah banyak aspek kehidupan, dari ekonomi, sosial, hingga politik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi inovator, pemimpin, dan pengambil keputusan dalam perkembangan AI.

    “Pemerintah, melalui berbagai kebijakan, terus berkomitmen untuk mendorong kesetaraan gender di semua sektor, termasuk dalam bidang sains, teknologi, dan kepemimpinan. Kami percaya bahwa dengan akses yang setara terhadap pendidikan, pelatihan, serta kesempatan yang adil, perempuan dapat berkontribusi secara maksimal dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini,” katanya.

    “Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan Indonesia untuk terus maju, berani bermimpi, dan mengambil peran penting dalam perubahan zaman. Karena sejatinya, kemajuan bangsa ini tidak dapat dicapai tanpa kontribusi penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para perempuan hebat di negeri ini. Semoga diskusi dan kegiatan yang dilakukan hari ini membawa manfaat yang besar bagi kita semua,” harapnya.

     

    (Red)

  • Indonesia Raih Prestasi Gemilang Di Special Olympics Winter World Games 2025

    Indonesia Raih Prestasi Gemilang Di Special Olympics Winter World Games 2025

    VISTA NUSANTARA – Indonesia kembali mengukir prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Anastasia Aresyenan Bwariat dari DKI Jakarta, Siti Naswa dari Kalimantan Selatan, dan Muhammad Aden Aryadippa dari DKI Jakarta, berhasil meraih kemenangan dalam sesi final cabang olahraga Dance Sport kategori Solo-traditional dance di ajang Special Olympics Winter World Games 2025, yang digelar di Palazzo delle Feste, Bardonecchia, Italia.

    Aden memperoleh peringkat empat, sementara Anastasia (Tasya) memenangkan medali perunggu dan Naswa mendapatkan medali emas pada kategori specialty solo.

    Penampilan Tasya dengan tarian Ondel-Ondel berhasil memukau juri dan penonton dengan menampilkan keindahan budaya Betawi dengan gerakan yang lincah dan penuh energi.

    Sementara itu, Siti Naswa membawakan Tari Dayak Modern berjudul “Flying High”, yang menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan kontemporer yang inovatif. Aden dalam kesempatan ini, membawakan tarian Kicir-kicir dengan gerakan yang dinamis dan ceria.

    Ketiganya tidak hanya menampilkan ketrampilan luar biasa, tetapi juga membawa semangat keberagaman budaya Indonesia ke panggung dunia.

    Kemenangan ini turut disaksikan langsung oleh Charge d’Affaires KBRI Roma, Tika Wihanasari, yang hadir untuk memberikan dukungan kepada seluruh atlet Indonesia. Tidak hanya menjadi saksi dari penampilan luar biasa para atlet, Ibu Tika juga mendapat kehormatan dari Panitia untuk menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para pemenang.

    Dalam komentarnya, Ibu Tika menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas prestasi yang diraih Tasya, Naswa dan Aden.”Kemenangan ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang semangat pantang menyerah, keberanian, dan tekad untuk terus melampaui batas. Mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Setiap individu, tanpa terkecuali, berhak untuk bermimpi, berusaha, dan mencapai kesuksesan,” ujar Tika.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Delegasi, Mugaera Djohar Yusuf, menyampaikan rasa bangganya terhadap tim yang dibawanya. “Meskipun tim ini kecil, hanya terdiri dari 4 atlet, 2 pelatih, 1 dokter, dan 1 Ketua Delegasi, namun kami adalah tim yang solid. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dari negara lain dan mampu mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujar Mugaera.

    Beliau juga menyampaikan harapannya agar tim Indonesia kembali meraih medali dalam pertandingan kategori Duo dan Beregu yang akan berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025. “Perjuangan masih berlanjut, dan kami akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia!” tambahnya dengan penuh semangat.

    Sementara Head Coach, Eva Susanti menjelaskan penampilan para atlet secara keseluruhan baik. Mereka tampil dengan semangat tinggi dengan mengenakan kustum tradisional dan lagu daerah dan menari dengan paduan elemen tari daerah dan gerakan wajib dance sport.

    “Performance mereka baik dengan penguasaan panggung yang baik, dengan gerakan yang dinamis hingga terkesan mereka bisa menguasai panggung,” ujarnya.

     

    (Red)

  • Menpora Dito Pastikan Review Dan Skala Prioritas Atlet Jelang SEA Games, Asian Games, Dan Olimpiade

    Menpora Dito Pastikan Review Dan Skala Prioritas Atlet Jelang SEA Games, Asian Games, Dan Olimpiade

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memastikan telah melakukan review dengan seluruh cabang olahraga terkait dengan penyesuaian dan skala prioritas untuk persiapan atlet menuju SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

    Hal itu disampaikan Menpora Dito usai menghadiri acara Merah Putih Gala “73rd NOC Indonesia Anniversary di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Selasa (11/3) malam.

    “Saat ini sudah dilakukan review bersama seluruh cabang olahraga terkait dengan penyesuaian dan skala prioritas. Kita sebelumnya sudah memiliki rencana awal, dan ini kita sesuaikan,” kata Menpora Dito.

    Terkait dukungan terhadap cabang olahraga, Menpora Dito mengatakan Kemenpora akan terus memberikan dukungan. “Alhamdulilah kita mendapatkan dukungan dari Bapak Presiden dan juga Kementerian Keuangan yang secara pasti sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo bagaimana fokus utama untuk Asian Games dan Olimpiade,” tambahnya.

    Terkait persiapan SEA Games, Kemenpora pasti akan mendukung dan harus dilihat skala prioritas dimana cabang olahraga yang berkaitan erat dengan SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

    “Yang pasti per hari ini, Insyaallah semua cabang olahraga tidak ada yang terganggu untuk persiapan tersebut. Tapi yang namanya penyesuaian pasti ada. Jadi kita lihat bagaimana nanti hasil final dukungan untuk persiapan SEA Games menuju Asian Games dan Olimpiade,” kata Menpora Dito.

     

    (Red)

  • Menpora Dito Dan Wamenpora Taufik Hadiri Merah Putih Gala: Apresiasi 73 Tahun Kiprah NOC Indonesia Di Kancah Internasional

    Menpora Dito Dan Wamenpora Taufik Hadiri Merah Putih Gala: Apresiasi 73 Tahun Kiprah NOC Indonesia Di Kancah Internasional

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo dan Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri acara Merah Putih Gala “73rd NOC Indonesia Anniversary di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Selasa (11/3) malam.

    Pada acara tersebut Menpora Dito menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada NOC Indonesia yang telah berperan dan dan memberikan kontribusinya dalam memajukan olahraga Indonesia di kancah internasional.

    “Perjalanan panjang NOC Indonesia selama 73 tahun adalah bukti dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dalam mengembangkan olahraga Indonesia. Namun, tantangan ke depan semakin berat. Dunia olahraga semakin kompetitif, dan kita harus terus beradaptasi serta meningkatkan pembinaan agar mampu bersaing di tingkat global,” kata Menpora Dito.

    Menurut Menpora Dito di bawah kepemimpinan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, telah lahir berbagai prestasi membanggakan yang mengharumkan nama bangsa, mulai dari keberhasilan di SEA Games, Asian Games, hingga kiprah atlet-atlet kita di Olimpiade.

    “Melalui kolaborasi antara pemerintah, NOC Indonesia, federasi cabang olahraga, pelatih, dan atlet, kita optimis dapat meraih lebih banyak medali dan mengibarkan Merah Putih di berbagai ajang internasional,” tambahnya.

    Menpora Dito juga menyampaikan bahwa Kemenpora memiliki komitmen untuk terus mendukung kemajuan olahraga Indonesia. Kemenpora terbuka untuk memperjuangkan cabang olahraga agar sesuai target dan bisa dipertanggungjawabkan.

    “Peran NOC Indonesia sangat penting untuk memperkuat diplomasi olahraga Indonesia di kancah dunia. Semoga Indonesia bisa menyetak sejarah-sejarah baru untuk olahraga Indonesia di era kepemimpinan Presiden Prabowo dan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari,” ujar Menpora Dito.

    Sementara Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tokoh dan stakeholder olahraga yang sudah memberikan kontribusi yang cukup besar untuk olahraga Indonesia.

    “Kita punya mimpi besar untuk menjadi tuan rumah Olimpiade. Kami saat ini juga terus memperjuangkan Indonesia untuk bisa menjadi tuan rumah Youth Olympic 2030. Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu semua yang sudah memberikan kontribusi untuk olahraga Indonesia,” ujar Raja Sapta Oktohari.

    Acara Merah Putih Gala “73rd NOC Indonesia Anniversary sendiri berlangsung cukup meriah. Puncak acara ditandai dengan adanya pemotongan tumpeng yang dilakukan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan diberikan kepada Mantan Ketua KOI Rita Subowo, Menpora Dito, dan atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo yang malam itu juga merayakan ulang tahun.

     

    (Red)

  • Menpora Apresiasi Pocari Sweat Run Lombok 2025, Dorong Ajang Jadi Wadah Talent Scouting Atlet Lari Nasional

    Menpora Apresiasi Pocari Sweat Run Lombok 2025, Dorong Ajang Jadi Wadah Talent Scouting Atlet Lari Nasional

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2025 di Sirkuit Mandalika, NTB. Menpora berharap ajang itu sekaligus sebagai ajang pencarian bakat atlet lari tanah air.

    “Saya apresiasi untuk Pocari yang sudah konsisten selama 12 tahun mengadakan acara yang utamanya lari,” kata Menpora Dito usai menghadiri Press Conference Pocari Sweat Run Lombok 2025 di Plataran Hutan Kota, Komplek GBK Senayan, Jakarta, Selasa (11/3).

    “Jadi, event ini nantinya akan bagus juga untuk talent scouting dari potensi atlet yang ikut dan bagus juga untuk para pelari kita mengasah kemampuannya,” imbuh Menpora Dito.

    Menurut Menpora Dito pelaksanaan event lari yang menyediakan tiket 7.000 pelari khusus di Lombok ini akan menjadi pengalaman yang unik serta iconik karena akan melewati lintasan terbaik yakni Sirkuit Mandalika.

    “Tahun ini saya tambah apresiasi lagi karena Pocari kembali mengadakan even lari dan tambah lokasi. Dan ini merupakan lokasi yang saya rasa sangat iconik dimana runers akan mendapatkan pengalaman yang berbeda,” ujarnya.

    “Para pelari ini nantinya akan melewati dan merasakan berlari di atas salah satu lintasan aspal sirkuit terbaik di dunia yakni di Sirkuit Mandalika dan di Mandalika sendiri maupun Lombok memiliki kontur ketinggian dan cuaca yang menantang,” urainya.

    Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, menyampaikan terima kasih atas kontribusi Pocari Sweat yang mendukung perkembangan sporttourism Indonesia khususnya olahraga lari.

    “Terima kasih kepada Pocari Sweat atas kontribusinya untuk sport tourism Indonesia dimana menjadi salah satu event terbesar lari dan memiliki komunitas lari yang luar biasa,” ujarnya.

    “Pocari Sweat selama 12 tahun ini telah melakukan berbagai hal yang sangat luar biasa untuk menerapkan gaya hidup sehat untuk generasi muda Indonesia,” imbuhnya.

    Pocari Sweat Run 2025 lanjutnya, pihaknya juga berkolaborasi dengan Kemenpora, Kemenpar, Injourney untuk membuat Indonesia lebih harum di kancah dunia.

    “Kita berkolaborasi dengan Kemenpora, Kemenpar, Injourney dan UKP lainnya ingin membuat nama Lombok dan Indonesia lebih harum dan luar biasa dikancah dunia dimasa depan,” pungkasnya.

    Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) Puspita Winawati mengatakan, Pocari Sweat Run 2025 selain di Bandung tahun ini akan ditambahkan satu kota lagi yakni Lombok, NTB.

    “Saya sangat berterima kasih karena acara ini didukung oleh Kemenpora, Kemenpar, para UKP, Injourney dan RANS. Ini moment luar biasa untuk bersama-sama mendukung Pocari Sweat Run Lombok ini jadi sesuatu yang baru,” katanya pada acara yang juga dihadiri UKP Bidang Pariwisata Zita Anjani, Deputi Kemenpar Vinsen Jemadu, Dirut Injourney Maya Watono dan CEO RANS Nagita Slavina.

    Pocari Sweat Run Lombok 2025 akan dilaksanakan pada 14 September 2025. Pendaftaran terbuka untuk 7.000 peserta pada 15 April 2025. Kategori yang disediakan Marathon 42K, Half Marathon, 10K, dan 4,3K.

     

    (Red)

  • Wamenpora Taufik Terima Audiensi Redaksi Kompas Bahas Dukungan Terhadap Dunia Olahraga

    Wamenpora Taufik Terima Audiensi Redaksi Kompas Bahas Dukungan Terhadap Dunia Olahraga

    VISTA NUSANTARA – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat menerima audiensi Redaksi Kompas di kantor Kemenpora, Jakarta, pada Selasa (11/3).

    Dalam pertemuan tersebut, redaksi Kompas dipimpin oleh Wakil Pemimpin Redaksi Haryo Darmandono, yang menyampaikan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia olahraga di Indonesia.

    “Kehadiran kami di sini adalah bagian dari silaturahmi sekaligus bentuk dukungan kami terhadap event-event olahraga nasional. Kami ingin turut serta dalam memajukan olahraga di Indonesia,” ujar Haryo Darmandono.

    “Salah satu bentuk nyata dukungan kami adalah penyelenggaraan Liga Kompas U-14, dimana pemain terbaiknya akan mengikuti pelatihan dan seleksi guna berkompetisi pada Piala Gothia di Swedia pada Juli mendatang,” sambungnya.

    Wamenpora Taufik menyambut baik inisiatif dari Kompas dan mengapresiasi peran media dalam menyebarluaskan informasi terkait olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan media sangat penting untuk meningkatkan  prestasi atlet Indonesia.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan media dalam mempromosikan olahraga Indonesia. Sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat adalah kunci dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih baik,” jelas Wamenpora Taufik.

     

    (Red)

?>