Kategori: Pendidikan

  • Apresiasi Guru Se-Jawa Barat, Penghargaan Istimewa di Hari Guru Nasional

    BANDUNG, VISTA NUSANTARARatusan guru se-Jawa Barat menerima penghargaan dalam acara “Bagimu Guru Hari Guru Nasional”! Momen istimewa ini untuk mengapresiasi guru dan tenaga kependidkan (GTK) dalam menyambut Hari Guru Nasional Tahun 2024.


    Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Wahyu Mijaya pun memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para guru di Jabar. “Saya sampaikan apresiasi atas kinerja dan kiprah baik Bapak/Ibu Guru sehingga mendapatkan apresiasi dari pemerintah provinsi maupun pusat. Karena Bapak dan Ibulah nama Jabar tetap harum di Indonesia,” ungkap Kadisdik di Trans Studio Bandung, Senin (4/11/2024).

    Selanjutnya, tambah Kadisdik, ke depan dunia pendidikan memiliki berbagai tantangan. “Perubahan yang terjadi merupakan tantangan dan peluang bagi kita semua. Kita harus jadikan mereka sanggup menempa diri, bisa bergaul tidak hanya di lingkungan internal (Indonesia), tapi juga di kancah global. Saya percaya di tangan Bapak/Ibu, itu bisa dilakukan,” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman pun memotivasi seluruh GTK yang hadir. la mencontohkan kegigihan seorang guru inspiratif, Bu Een yang masih terus mengajar sampai tutup usia meski memiliki keterbatasan fisik.


    “Pendidikan berbasis kasih sayang adalah konsep pendidikan yang dikembangkan oleh Bu Een. Beliau percaya bahwa kasih sayang merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Walau memiliki keterbatasan, pembelajaran yang beliau berikan jauh lebih efektif. Itulah the power of love,” ungkapnya.

    Salah satu guru penerima penghargaan, Witri Erdiawati, guru SLBN Cicendo, Kota Bandung pun merasa bersyukur atas penghargaan yang ia raih.

    la berharap, semoga semakin banyak GTK yang semangat berinovasi, berprestasi, dan terus berdedikasi demi mencerdaskan anak bangsa. “Semoga, Indonesia khususnya Jawa Barat juga bisa makin inklusi bagi peserta didik disabilitas,” harapnya.***

  • SMPN 7 Cimahi Bentuk Tim Pencegahan Kekerasan demi Sekolah Aman dan Nyaman

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASMP Negeri 7 Cimahi menerapkan konsep sebagai Sekolah Ramah Anak dan Responsif Gender guna mengimplementasikan tujuan dari penerapan kurikulum merdeka yang berkonsep merdeka belajar guna membentuk satuan pendidikan yang aman, nyaman serta menyenangkan.


    Seperti yang disampaikan kepala SMP Negeri 7 Cimahi Dr. H. Dahi Juwandi, S.Pd., M.M., bahwa konsep yang dicanangkan di SMPN 7 Cimahi merupakan konsep tindak lanjut serta sebagai usaha guna menghindari 3 dosa dalam pendidikan yang disampaikan oleh Mas Menteri dulu, yaitu bullying, tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Dengan terpampang di sekolah saat masuk ke lingkungan sekolah, hal ini menjadi remainding kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di SMPN 7 Cimahi guna menjalankannya.

    Dengan konsep utama dalam kurikulum merdeka yang mengutamakan pembentukan perilaku dan karakter baik bagi siswa, maka peranan guru sebagai pihak yang memberikan sentuhan inspirasi bagi seluruh siswa dengan harapan tercapainya tujuan sekolah yang dituangkan dalam visi serta misi. Kurikulum merdeka dengan konsep merdeka belajar tentunya belum sempurna dan masih perlu untuk disempurnakan guna membentuk perilaku dan karakter yang sesuai dengan tujuan Generasi Emas di tahun 2045, tutur H. Dahi Juwandi.

    Salah satu usaha menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan, SMPN 7 Cimahi telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Tim ini dibentuk sebagai upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

    Konsep Responsif Gender sebagai penegasan bahwa di SMPN 7 Cimahi tidak ada kebijakan yang membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan, dimana semuanya memiliki hak yang sama. Meskipun responsif gender ini diberlakukan, tetap kaum wanita adalah kaum yang harus dihargai sebagaimana kita menghargai ibu kita atau adik perempuan kita, ujar H. Dahi Juwandi.


    H. Dahi Juwandi menambahkan bahwa pola pembiasaan menjadi media yang rutin dilaksanakan mulai hari Senin sampai Jumat. Dalam pembiasaan ini meskipun tema yang dilaksanakan berbeda-beda, tetapi tetap menyelipkan pesan mengenai konsep ramah anak, atau ditambah juga saat siswa mendapatkan prestasi di berbagai lomba maka sekolah memberikan apresiasi dan penghargaan sehingga siswa merasa dihargai atas prestasi yang diraihnya. Ke depannya SMPN 7 Cimahi akan melakukan survey kepuasan pada seluruh siswa, hal ini dilaksanakan guna mengukur tingkat kepuasan dari program yang telah dilaksanakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan, sehingga konsep sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan benar-benar terealisasi, pungkas H. Dahi Juwandi.***
  • Pemilihan Ketua OSIS, Wujud Demokrasi di SMAN 3 Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA —  Mempersiapkan calon pemimpin bangsa harus sungguh-sungguh dan penuh keyakinan yang kuat agar cita-cita bangsa ini dapat terwujud dalam mensejahterakan bangsa, kata Cicero, “Within the Character of The Citizen, Lies The Welfare of The Nation”.
    Kita membangun bangsa dengan membangun karakter bangsa yang hebat dan kuat serta berintegritas, bukan hanya mencerdaskan melalui pengetahuan saja tetapi memberikan seluas-luasnya anak kita berkembang dengan karakter mulia.
    Melalui Pemilihan Ketua OSIS, membangun demokrasi yang baik dan benar. Berkreatifitas dengan ide gagasan yang terbaik dan saling menghormati perbedaan adalah upaya memperkuat keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa.
    Demokrasi yang mendewasakan pola pikir yang sehat bukan saling menjatuhkan tetapi saling memperkuat dan saling melengkapi ide gagasan menjadi lebih baik, yang menjadikan kita tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Nalar berdemokrasi bukan untuk saling menjatuhkan lawan tetapi bagaimana kita merangkul untuk bersama-sama berperan mengisi pembangunan negeri tercinta.
    Bangsa ini membutuhkan orang-orang yang berakal sehat, yang mampu memberikan makna kehidupan demi kesejahteraan bangsa, bukan sekedar retorika tetapi bukti nyata dalam perilaku dan perbuatannya.
    Semoga Allah memberikan kesempatan lahirnya para pemimpin bangsa melalui Pemilihan Ketua OSIS SMAN 3 Bandung, yang penuh tanggung jawab membangun bangsa dan negara tercinta Indonesi. Aamiin.***
  • Dedikasi di Dunia Pendidikan, Toto Warsito Dapat Penghargaan Bergengsi

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADr. H.Toto Warsito, M.Ag., Kepala SMAN 1 Bantarujeg Majalengka KCD Pendidikan Wilayah IX Jawa Barat, mendapatkan penghargaan dari dinas pendidikan provinsi Jawa Barat pada kategori Pendidik Dedikatif atas dedikasi yang telah diberikan dalam dunia pendidikan.
    Penghargaan ini diberikan dalam acara Apresiasi Jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hebat dengan mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Maju” sebagai kegiatan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat di The Trans Luxury Hotel Bandung jalan Gatot Subroto No. 289 Cibangkong Kecamatan Batununggal Kota Bandung, 3 – 5 November 2024.
    Penghargaan diberikan sebagai apresiasi kepada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang berdedikasi dan inovatif, serta berkontribusi dalam kemajuan pendidikan di wilayah Jawa Barat. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi dan prestasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam meningkatkan mutu pendidikan.
    Acara kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) ini bertujuan guna memberikan apresiasi atas dedikasi GTK, memotivasi GTK, membangun jejaring GTK Hemat dan sekaligus merayakan Hari Guru Nasional sebagai bentuk apresiasi kepada profesi guru yang mulia.
    Toto, yang juga Juara 1 PNS Berprestasi Jawa Barat 2023, mengucapkan syukur Alhamdulillah atas penghargaan yang diterima, semoga pemberian penghargaan ini menjadi semangat dan motivasi bagi GTK lainnya untuk terus meningkatkan kinerja, serta bisa menjadi inspirasi lagi bagi pendidik untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.
    Toto menambahkan bahwa kegiatan pemberian penghargaan oleh Disdik dan BBGP Provinsi Jawa Barat merupakan langkah konkret pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang telah bekerja keras tanpa lelah dengan segala tantangan, terus berinovasi dengan penuh dedikasi guna mendidik generasi penerus bangsa, pungkasnya.
    Selain mendapatkan penghargaan dari Disdik dan BBGP Provinsi Jawa Barat, Toto, di hari yang sama mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dari Pembina Utama Muda Golongan IV/C menjadi Pembina Utama Madya golongan IV/D per 1 Oktober 2024 berdasarkan surat keputusan Presiden Nomor: 00424/KEP/AA/15001/24, diserahkan Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin di halaman Gedung Sate jalan Diponegoro No. 22 Kota Bandung, Senin 4 November 2024.***
  • SMKN 3 Bandung Fokus pada Visi Unggul dan Berdaya Saing Global

    BANDUNG, VISTA NUSANTARATata kelola manejemen satuan pendidikan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergitas seluruh warga sekolah menjadi hal penting dalam menentukan ketercapaian visi serta misi satuan pendidikan.
    Seperti yang disampaikan kepala SMKN 3 Bandung Drs. Agung Indaryatno, M.Pd., bahwa dasar pelaksanaan tata kelola manajemen satuan pendidikan yaitu 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang menjadi dasar secara umum. Dari 8 SNP yang ada baik standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar Pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan serta standar pembiayaan dan semuanya itu pijakan dalam menentukan konsep tata kelola manajemen di satuan pendidikan.
    Untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) tentunya standar tata kelola ini bisa bertambah saat sekolah menjadi sekolah Program Keunggulan (PK) maupun sekolah BLUD. Dalam aturan sebagai sekolah program keunggulan, dimana hal ini berdasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi. Dalam tata kelola sebagai SMK PK maka program pengembangan SMK untuk meningkatkan kualitas dan kinerja dengan kompetensi keahlian tertentu. Program ini diantaranya dilakukan melalui kemitraan dan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja, Teaching Factory, BJBL, pemagangan guru, guru tamu, PKL menjadi 6 bulan (semula 3 bulan) tutur Agung Indaryatno.
    Pengelolaan tata kelola manajemen satuan pendidikan saat ini didasarkan pula pada raport pendidikan, dengan perencanaan berbasis data (PBD) , dengan penerapan skala prioritas dari hasil penilaian komponen yang ada dalam raport pendidikan.
    Hasil evaluasi dalam tata kelola manajemen satuan pendidikan seperti yang diterapkan di SMKN 3 Bandung yaitu dengan menggabungkan hasil dari raport pendidikan, survey kepuasan pelanggan, audit internal, audit eksternal dan analisis konteks, yang terus dievaluasi sehingga tercapai sinkronisasi. Dari semuanya itu faktor keberhasilan adalah efektifitas ketercapaian visi dan misi sekolah. Visi saat ini yaitu Menciptakan Generasi Unggul, Berkarakter, Siap Kerja dan Berdaya Saing Global, sedangkan misi yang diemban saat ini yaitu meningkatkan kualitas sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, membentuk karakter dan kompetensi peserta didik yang berwawasan global, serta menciptakan ekosistem sekolah sehat serta Pembelajaran yang Efektif dan menyenangkan.
    Dari semua yang diimplementasikan ada waktu yang menjadi evaluasi, guna mengukur target dan ketercapaiannya. Konsep yang dipakai dalam mengukur ketercapaian ini bisa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi.
    Terakhir dari program yang telah direncanakan dan diimplementasikan, maka perlu kolaborasi seluruh warga sekolah diantaranya guru dan tenaga kependidikan, komite sekolah serta orang tua siswa yang berjalan dengan satu arah dalam pencapaian tujuan dari pelaksanaan tata kelola manajemen satuan pendidikan yang objektif, transparan serta akuntabel, yang semuanya bermuara pada peningkatan mutu pendidikan dalam menyambut Indonesia Emas, pungkas Agung Indaryatno.***
  • Sertifikasi TOEIC untuk Siswa SMK Jabar, Disdik Targetkan Lulusan Siap Kerja

    BANDUNG, VISTA NUSANTARABidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) menggelar Sosialisasi Pelatihan & Sertifikasi Komunikasi Siswa SMK melalui Test of English International Communication (TOEIC) di Grand Pasundan Kota Bandung, Jumat (1/11/2024). 

    Sosialisasi tersebut diikuti 52 SMK dari 27 kabupaten/kota di Jabar. Kepala Bidang PSMK Disdik Jabar, Edy Purwanto menjelaskan, sertifikasi ini bertujuan meningkatkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja.

    “Kemampuan bahasa ini harus dilindungi dan bukan hanya untuk anak yang akan bekerja di luar negeri, tapi juga untuk di dalam negeri agar bisa bersaing dari gempuran tenaga asing di Indonesia,” terangnya.


    Hal tersebut, lanjutnya adalah upaya Disdik Jabar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Nantinya, akan ada 2.800 siswa tahun terakhir (XII/XIII) yang bisa mengikuti sertifikasi tersebut.

    “Satuan pendidikan harus membuat strategi untuk menyiapkan siswa yang memang benar-benar membutuhkan, harus dipilah dan diseleksi dulu,” tambahnya.***

  • Job Fair SMKN 3 Baleendah 2024, Sinergi Sekolah dan Industri Ciptakan Tenaga Kerja Kompeten

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — SMKN 3 Baleendah Gelar Job Fair bertema “Menjelajahi Peluang Karir Menuju Sukses Dengan Memanfaatkan Job Fair SMKN 3 Baleendah ” guna memberikan informasi peluang kerja bagi para alumni dan masyarakat umum yang dilaksanakan di kampus SMKN 3 Baleendah, 29 – 30 Oktober 2024.

    Hadir dalam kegiatan Job Fair SMKN 3 Baleendah ini Kasie Disnaker Kabupaten Bandung Lilis Daroja, S.Sos., M.Si., Pengawas Pembina J.S. Budi, BKK SMKN 3 Baleendah, civitas akademika SMKN 3 Baleendah, serta alumni baik dari SMKN 3 Baleendah dan alumni dari luar SMKN 3 Baleendah.

    Kepala SMKN 3 Baleendah Hendra Hermansah, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa acara job fair yang pertama ini semoga menjadi kegiatan rutin, sebagai usaha mempertemukan generasi yang akan mencari kerja dengan perusahaan yang mencari pekerja. Hendra berharap dengan kegiatan job fair, mitra industri dapat memberikan masukan mengenai pengetahuan serta sikap yang harus disiapkan peserta didik SMKN 3 Baleendah, sehingga bisa dijadikan tools untuk perbaikan agar pembelajaran di SMKN 3 Baleendah sesuai dengan kompetensi dunia industri sesuai Teaching Factory (Tefa).
    Perusahan sebagai mitra industri diharapkan bisa menyerap dan merekrutmen tenaga kerja. Untuk kegiatan job fair kali ini diikuti oleh 20 perusahaan sebagai mitra industri, dengan peserta job fair lebih kurang 700 dan peluang yang tersedia kali ini ada 300 peluang kerja, tutur Hendra.

    Kasie Disnaker Kabupaten Bandung Lilis Daroja, S.Sos., M.Si., sekaligus membuka acara Job Fair SMKN 3 Baleendah, menyampaikan sambutan Kadisnaker Kabupaten Bandung bahwa berdasarkan data tahun 2023 jumlah pekerja meningkat yang dapat menurun angka pengangguran terbuka. Untuk saat ini permasalahan masih ada dalam komunikasi  baik pencari pekerjaan dan pengguna pekerja.
    Dengan job fair di SMKN 3 Baleendah, semoga bisa dimanfaatkan sebagai sarana peluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat serta kompetensi, selain itu dapat memperat hubungan antara pencari kerja dan pengguna pekerja dalam hal ini mitra industri atau perusahaan.
    Disnaker Kabupaten Bandung memberikan apresiasi kepada SMKN 3 Baleendah yang dapat menyelenggarakan kegiatan job fair.
    Kegiatan job fair SMKN 3 Baleendah dibuka dengan tarian tradisional berupa Tarian Geboy dan Rampak Kendang yang dibawakan oleh ekstrakurikuler siswa-siswi SMKN 3 Baleendah, Talkshow oleh mitra industri, Farm Expo serta Pesta Literasi Kenduri Bahasa.***
  • Film dan Diskusi di Kinemaksi Sukses Edukasi Isu Korupsi di UMB

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPagelaran Kinemaksi: Anti-Corruption Film Screening yang digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung pada 22-23 Oktober 2024, sukses besar dengan capaian peserta yang melebihi target awal.

    Dengan jumlah peserta sebanyak 513 orang pada hari pertama dan 345 orang pada hari kedua, total 858 orang turut memeriahkan acara yang mengedukasi masyarakat tentang isu korupsi ini.

    Kinemaksi hadir sebagai medium edukasi yang menyampaikan nilai anti-korupsi secara kreatif dan relevan bagi generasi muda.

    Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, komunitas film, aktivis anti-korupsi, hingga masyarakat umum. Menggunakan medium film sebagai alat penyampai pesan, Kinemaksi memutar berbagai film yang mengeksplorasi dampak korupsi di masyarakat dan bagaimana generasi muda dapat terlibat dalam pencegahan korupsi.


    Film-film tersebut tidak hanya menghibur tetapi juga membangkitkan kesadaran penonton tentang pentingnya integritas.

    Kinemaksi mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Salah satu narasumber, Bivitri Susanti, menyebutkan bahwa acara ini sangat “well-organized” dan memberikan ruang yang penting bagi publik untuk berdiskusi tentang isu-isu sosial. Sementara itu, Guru Gembul, yang hadir sebagai pembicara dalam sesi diskusi, mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap antusiasme para peserta


    Menurutnya, “Kehadiran generasi muda yang aktif dan sadar akan isu korupsi memberi harapan nyata bahwa visi Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.”

    Selain diskusi yang inspiratif, Kinemaksi juga mengukur pemahaman peserta terhadap isu korupsi melalui kuisioner yang diisi oleh 400 peserta melalui platform Quizizz. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai rata-rata kefahaman peserta mencapai skor 70. Angka ini menunjukkan bahwa acara Kinemaksi tidak hanya berhasil menarik perhatian, tetapi juga memberikan dampak edukatif yang signifikan bagi para pesertanya.

    Wakil Ketua Pelaksana Kinemaksi, Dzulfikar Maulana Rahadian, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas keberhasilan acara ini. “Alhamdulillah berjalan sangat lancar dan melampaui ekspektasi kami di awal, hingga mencapai total peserta hingga 858 yang ikut memeriahkan Kinemaksi, serta mendapakan apresiasi dari mba Bivitri Susanti dan Guru Gembul,” ujarnya.

    Dzulfikar berharap acara seperti Kinemaksi ini dapat terus dilaksanakan. “Semoga acara yang penuh manfaat seperti ini dapat terus terlaksana di Universitas Muhammadiyah Bandung, agar peran generasi muda semakin menampakkan dampak yang nyata kepada negara kita tercinta,” harapnya.

    Kinemaksi telah membuktikan bahwa film dan seni dapat menjadi medium yang kuat dalam menyampaikan pesan sosial, khususnya dalam konteks anti-korupsi. Kesuksesan acara ini menunjukkan bahwa masih ada semangat besar dari generasi muda untuk terlibat aktif dalam membangun bangsa yang lebih baik


    Dengan antusiasme yang tinggi dan dukungan dari berbagai pihak, Kinemaksi diharapkan dapat menjadi dampak nyata generasi muda mengenai nilai anti-korupsi dan pentingnya integritas.***
  • SMKN 1 Cihampelas Gelar Job Fair 2024, Jembatan Emas untuk Peluang Kerja Alumni

    INFO PARAHYANGANSMKN 1 Cihampelas Kabupaten Bandung Barat (KBB) gelar Job Fair 2024 yang diikuti oleh dunia usaha dan dunia industri (dudi) yang telah menjadi mitra SMKN 1 Cihampelas, 15 – 16 Oktober 2024.
    Kegiatan Job fair SMKN 1 Cihampelas yang dilaksanakan selama 2 hari, untuk hari pertama 15 Oktober 2024 ditujukan khusus bagi alumni SMKN 1 Cihampelas dan untuk hari kedua 16 Oktober 2024 ditujukan untuk umum.
    Seperti yang disampaikan Kepala SMKN 1 Cihampelas Sudirman, S.Pd., M.Si., bahwa kegiatan job fair kali ini diikuti oleh 20 perusahaan atau industri yang telah menjadi mitra SMKN 1 Cihampelas diantaranya Class ACE, Erafone, Adira, Gunung Agung, CV Citra Gemilang Teach, Kobus Smart Service, Esta, Solus, Agrodana Futures, Pharos, Apitu Indonesia, MUM, OHM, CV MTM, SIM Group, BKK SMKN 1 Cihampelas yang diketuai oleh Eka Saputra Ariananda, S.Pd. Job fair SMKN 1 Cihampelas dihadiri pula oleh Kabid Disnaker Kabupaten Bandung Barat Dewi Andani, AKS, M.Si., serta BP3MI Jawa Barat.
    Sudirman berharap dengan adanya job fair ini maka bisa memberikan informasi mengenai peluang kerja yang disediakan oleh industri baik peluang di dalam negeri maupun di luar negeri. Adapun job fair ini diikuti lebih kurang 250 alumni SMKN 1 Cihampelas dan untuk tanggal 16 Oktober atau hari kedua akan lebih banyak lagi karena dibuka untuk umum, yaitu alumni SMK di sekitar kecamatan Cihampelas maupun para alumni SMA.
    Kepada SMKN 1 Cihampelas Sudirman, S.Pd., M.Si., menambahkan bahwa job fair ini merupakan jembatan emas bagi para alumni guna menemukan peluang kerja yang sesuai minat, kemampuan serta kompetensi yang dimiliki. Semoga dengan kegiatan job fair yang merupakan kegiatan wajib bagi SMK PK (Program Keunggulan), bisa meredusir stigma bahwa SMK merupakan penyumbang pengangguran terbesar. Hari ini kita bisa lihat langsung ternyata peluang kerja itu masih terbuka lebar, tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk ikut dalam persaingan, terlebih menghadapi Indonesia Emas di tahun 2045 sebagai bonus pertumbuhan dari demografi.
    Kegiatan job fair selain diisi workshop oleh dunia industri serta ada wawancara langsung guna merekrut karyawan, diisi pula talkshow dengan nara sumber alumni dan pihak industri, pembuatan kartu kuning oleh Disnaker Kabupaten Bandung Barat serta penampilan hiburan akustik oleh siswa-siswi dan guru SMKN 1 Cihampelas.
    (Bagja Sobarna)
  • Pelatihan Tata Kelola Aset Budaya: Mempersiapkan Generasi Mendatang dalam Melestarikan Budaya Agraris


    VISTA NUSANTARA – Desa Delanggu, Klaten yang terkenal akan komoditas berasnya, ternyata juga menyimpan potensi wisata budaya agraris di dalamnya. Tidak hanya menghasilkan beras yang berkualitas tinggi, namun Rojolele juga memiliki sejarah panjang menarik yang dapat dikembangkan menjadi wisata agraris. Penamaan “Rojolele” misalnya, yang berasal dari kata Rojo dan Thole-thole yang berarti raja dan anak laki-laki yang menanam padi bersama. Menilik potensi yang ada, Tim Pelaksana PPK Ormawa KSP “Principium” 2024 yang diketuai oleh Rio Dwi Prasetiya beserta Mitra Pentahelix bekerja sama membuat Omah Rojolele yang diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan dan penyebarluasan budaya agraris yang telah dimiliki oleh Rojolele.

    Tim Pelaksana PPK Ormawa KSP Principium melakukan Pelatihan Tata Kelola Aset Budaya dan Website Omah Rojolele pada malam hari, 19 Agustus 2024 di Sanggar Rojolele, Desa Delanggu yang dihadiri oleh Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si. selaku Ketua Bina Desa Center UNS, Dr. Muhammad Rustamaji, S.H., M.H. selaku dosen pembimbing PPK Ormawa KSP Principium, Kepala Desa Delanggu, Kelompok Wanita Tani Desa Delanggu, Karang Taruna, Ketua Sanggar Rojolele, Masyarakat Petani Desa Delanggu, serta Supporting Team Ormawa KSP Principium. Pelatihan ini ditujukan kepada warga dengan tujuan agar nantinya warga dapat mengelola aset budaya dan website yang ada di Omah Rojolele sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Diharapkan nantinya warga mendapat insight yang bermanfaat mengenai pengelolaan aset budaya yang saat ini telah menjadi rintisan budaya serta digitalisasi pada website Omah Rojolele.

    Omah Rojolele diwujudkan dengan living museum yang berisi tentang keseharian warga agraris dengan disertai budaya terkait pertanian yang tersusun secara terstruktur dari proses penanaman padi hingga menjadi nasi di atas piring. Dengan adanya Omah Rojolele, diharapkan bahwa generasi yang akan datang bisa belajar mengenai budaya agraris Indonesia melalui Omah Rojolele. Selain itu, potensi budaya agraris juga dikombinasikan dengan wisata air serta wisata budaya lain yang berada di sekitar kawasan Omah Rojolele untuk kemudian dikembangkan menjadi paket budaya yang menarik. Paket budaya ini sebagai upaya untuk membuat budaya yang ada menjadi tetap lestari.

    Pelatihan Tata Kelola Aset Budaya dan Website Omah Rojolele menghadirkan 2 orang pembicara, yaitu Rosnendya Yudha Wiguna yang menjelaskan mengenai tata kelola aset budaya dan Igih Wigani yang menjelaskan mengenai tata kelola website.

    “Budaya merupakan hasil ngabektine manungsa maring gusti” ujar Rosnendya Yudha Wiguna yang memiliki arti bahwa budaya adalah hasil dari berbaktinya manusia kepada Tuhan. Contohnya adalah seperti tradisi wiwitan yang berupa pengungkapan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya dapat memberikan keselamatan pada petani agar padi dapat tumbuh subur di sawah mereka. 

    “Bapak ibu adalah pejuang tani yang hebat. Meneruskan perjuangan wali songo. Tidak gampang menjadi petani, harus memiliki mental yang besar. Kalau mentalnya tipis, lewat.” tegas Rosnendya Yudha Wiguna pada para petani di Desa Delanggu. Menjadi petani tidak hanya menanam serta memanen padi saja, namun banyak keringat, pemikiran, serta tenaga yang harus dikeluarkan agar tersedianya sepiring nasi di atas meja makan keluarga Indonesia. 

    Masih adanya petani di Indonesia membawa serta arti bahwa budaya agraris sejatinya masih hidup di jiwa bangsa Indonesia. Namun, budaya ini tentunya memerlukan tata kelola yang baik agar senantiasa lestari. Tata kelola dapat dilakukan dengan cara menemukan sejarah hingga menyiarkan sejarah. Heuristik atau menemukan sejarah dapat dilakukan dengan bertanya ke sepuh (orang yang dituakan). Hal ini tentunya dapat membuka literasi mengenai suatu filosofi. Seperti terbukanya filosofi Rojolele yang memberikan pelajaran luar biasa mengenai seorang pemimpin yang mau turun beserta masyarakatnya. 

    Setelah menemukan filosofi suatu sejarah, sejarah tersebut harus diverifikasi. Verifikasi di sini berarti memilah dan memilih muatan dari sumber yang ada (seperti tabayyun atau buku lama). Terakhir, budaya tersebut juga harus disiarkan atau disebarluaskan kepada masyarakat luas, terlebih anak muda agar budaya bisa tetap lestari. 

    “Jangan kalah dengan negara asing yang meneliti dan mempelajari bidang apa saja termasuk budaya. Hal ini agar terciptanya lestari budaya di Indonesia. Kita disebut memiliki tanah emas karena di bumi Indonesia ini tersedia apapun yang dibutuhkan.” tutup Rosnendya Yudha Wiguna dalam pemaparannya. 

    Pemaparan dilanjut oleh Igih Wigani mengenai tata kelola website Omah Rojolele. Website Omah Rojolele menjadi media untuk mengenalkan Omah Rojolele, Sanggar Rojolele, serta produk Beras Rojolele dengan cara yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

    “Itu sebenarnya keresahan kami pak. Kami bersama Bu Rysca mengecek hak paten Rojolele ternyata dimiliki orang Jakarta. Keresahan itu kami sampaikan ke pemerintah, kami yang menanam namun orang lain yang mempunyai hak paten. Bukan beras Rojolele namun dicap sebagai Beras Rojolele. Prinsipnya merugikan petani rojolele.” tutur warga mengenai keresahannya atas hak cipta Rojolele. Dengan adanya website, diharapkan bisa menjadi wadah edukasi dan sekaligus promosi mengenai Beras Rojolele yang asli yaitu berada di Desa Delanggu Klaten.

    “Diharapkan Rojolele semakin memiliki kredibilitas dengan adanya website Omah Rojolele. Tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, namun juga bisa mendunia. Dengan adanya website, semua lebih mudah untuk diakses.” harap Igih Wigani

    Website memiliki peran penting. Yaitu visibilitas dan aksesibilitasnya yang dapat dijangkau 24 jam oleh masyarakat global tanpa batasan geografis sehingga dapat menyebarkan informasi kapanpun dan kepada siapapun yang online. Selain itu, website yang dibuat dengan kredibilitas tentunya dapat menghasilkan income bagi pengelola Omah Rojolele dan warga sekitar.

    Website juga bisa menampilkan testimoni, produk, harga, serta menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan ini, masyarakat lebih mudah dalam memperoleh informasi terkait produk Rojolele. Website menjadi media pemasaran dan promosi digital yang paling efektif di era modern, juga paling murah apabila dibandingkan memasang iklan di tv maupun koran.

    “Untuk admin, Mas Eksan bisa menjadi super admin. Admin lain bisa berjumlah 3 orang atau lebih. Website bersifat fleksibel dan bisa digunakan untuk ratusan user.” papar Igih Wigani dalam penyampaian materinya. Selain mengenai admin, Igih juga menjelaskan segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan website. 

    Dengan adanya pelatihan tata kelola aset budaya dan website Omah Rojolele, diharapkan nantinya aset budaya yang terdapat di dalam Omah Rojolele dapat senantiasa lestari dan walaupun kegiatan PPK Ormawa nanti telah selesai, warga dapat mengelola website yang ada di Omah Rojolele secara mandiri dan mengembangkannya sendiri.