?>

Tag: Bandung

  • Jenderal (Purn) Dudung Abdurahman Diamanahkan Pimpin Dewan Pembina GMBI di Padepokan Al Fauzan

    Jenderal (Purn) Dudung Abdurahman Diamanahkan Pimpin Dewan Pembina GMBI di Padepokan Al Fauzan

     

    Bandung, VISTA NUSANTARA — Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) resmi menetapkan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurahman, SE., MM., MH., sebagai Ketua Dewan Pembina dalam sebuah prosesi pelantikan yang digelar di Padepokan Al Fauzan, Cimenyan, Kabupaten Bandung. Acara berlangsung pada suasana sore yang tenang, dengan dihadiri pimpinan pusat GMBI, tokoh masyarakat, serta anggota dari berbagai distrik.

    Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum GMBI, Moh. Fauzan Rachman, SE., yang menegaskan bahwa bergabungnya Jenderal Dudung akan memperkuat arah perjuangan organisasi di bidang sosial, moral, dan kebangsaan.

    Dalam sambutannya, Jenderal Dudung menyoroti pentingnya GMBI sebagai motor penggerak suara masyarakat. Ia mengatakan bahwa organisasi ini memiliki peran signifikan dalam memperjuangkan aspirasi publik di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

  • SND Empire Gaungkan Bahasa Sunda Lewat Lagu “Dikèkèak” Balutan Musik Koplo Modern

    SND Empire Gaungkan Bahasa Sunda Lewat Lagu “Dikèkèak” Balutan Musik Koplo Modern

    VISTA NUSANTARA – Suara Kreativitas dari Sabang sampai Merauke, Di tengah gempuran musik global, hadir sebuah upaya segar dari ranah lokal yang berani menyuarakan identitas budaya Indonesia. Grup musik baru bernama SND Empire hadir mempersembahkan single perdana mereka bertajuk “Dikèkèak”, lagu berbahasa Sunda yang dikemas dalam irama koplo modern dengan nuansa urban yang kekinian.

    SND Empire digagas oleh produser musik Yerry Meiryan alias Yerry T Five, yang melihat pentingnya menghadirkan kembali lagu-lagu berbahasa daerah ke tengah arus musik populer. Ia menggandeng tiga talenta muda — Pepi (Trefiadi Vitrada) dan Bugie (Bagja Muhammad) sebagai vokalis, serta Ale (Angga Lesmana) sebagai DJ dan backing vokal.

    “Dikèkèak”, yang dalam bahasa Indonesia berarti dicemooh, mengangkat cerita cinta yang pahit namun sangat nyata: seorang pria yang merasa sudah dekat dengan seorang wanita, justru harus merelakannya karena wanita tersebut lebih memilih pria lain yang lebih mapan secara ekonomi. Lirik lagu ini ditulis menggunakan bahasa Sunda sehari-hari, membuat pesan yang disampaikan terasa lebih hidup dan relatable.

    “Kami ingin memperlihatkan bahwa bahasa daerah bukan penghalang untuk berkarya, melainkan kekuatan yang membuat musik jadi lebih berwarna,” ujar Yerry.

    SND Empire hadir bukan hanya sebagai proyek musik, melainkan juga sebagai gerakan pelestarian budaya. Dengan memadukan bahasa daerah dan genre musik modern, grup ini mengajak generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa ibu mereka tanpa harus meninggalkan gaya hidup kontemporer.

    Dengan tagline “Koplo Beat, Urban Street!”, SND Empire menyatukan akar budaya lokal dan dinamika dunia kreatif modern — sebuah kombinasi yang diharapkan mampu menjangkau pendengar dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

    “Dikèkèak” menjadi pembuka dari sejumlah lagu yang akan dirilis SND Empire di tahun ini dan tahun depan, semuanya mengangkat cerita-cerita rakyat biasa, dalam bahasa yang akrab, dan irama yang mudah diterima.

    SND Empire adalah bukti nyata bahwa keberagaman budaya Indonesia bukan hanya bisa dirayakan, tapi juga dijadikan kekuatan untuk berkarya dan bersuara di panggung musik nasional.***

  • Album ‘SARIMBAGAN’ Jadi Titik Puncak Ekspresi Jujur Band SAR

    Album ‘SARIMBAGAN’ Jadi Titik Puncak Ekspresi Jujur Band SAR

    VISTA NUSANTARA – Setelah melalui proses panjang dan merilis enam single secara bertahap, band SAR akhirnya resmi merilis album perdana mereka bertajuk “SARIMBAGAN”, sebuah karya penuh makna yang memuat kisah, rasa, dan refleksi mendalam dari perjalanan musikal mereka.

    “SARIMBAGAN” terdiri dari 11 track pilihan yang menyuarakan beragam emosi: dari keluh kesah, kekesalan, hingga harapan. Album ini bukan hanya sebuah rangkaian lagu, tapi juga representasi kejujuran SAR dalam bermusik—sebuah medium untuk merayakan keberanian, kebahagiaan, dan ketulusan dalam menyampaikan pesan.

    “Sebagai musisi, kami merasa belum lengkap jika belum menyusun karya dalam bentuk album. SARIMBAGAN lahir dari proses yang panjang, penuh tantangan, tapi juga sangat memuaskan secara emosional,” ujar perwakilan SAR.

    Album ini merupakan bentuk konsistensi SAR dalam berkarya dan memperluas cakupan musikal mereka. Setelah mendapat sambutan hangat dari berbagai single sebelumnya, SAR ingin membawa para pendengar ke dimensi yang lebih utuh lewat full-length album yang digarap dengan totalitas.

    SAR mengajak para pendengar untuk menikmati “SARIMBAGAN” di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) serta channel YouTube resmi mereka, di mana musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang jujur untuk merasakan dan dipahami.

    “Kami percaya bahwa bermusik adalah tentang menyampaikan yang tidak bisa diucapkan. Dan album ini adalah sarana kami untuk berbagi, bukan sekadar bunyi, tetapi juga rasa,” tutupnya.

    (Red)

  • Kombes Pol Joseph Apresiasi Sikap Bijak Driver Online Jabar Tolak Aksi Massa

    Kombes Pol Joseph Apresiasi Sikap Bijak Driver Online Jabar Tolak Aksi Massa

    VISTA NUSANTARA – Dalam rangka memperkuat sinergitas antara masyarakat dan aparat kepolisian, Direktorat Intelijen Keamanan (Intelkam) Polda Jawa Barat kembali melanjutkan kegiatan silaturahmi dengan mengundang perwakilan driver online dari Gerakan Bersatu General (GEBRAG) Jabar pada Senin, 19 Mei 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Direktorat Intelkam Polda Jabar, Kota Bandung.

    Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang dilaksanakan pada 18 Mei 2025 bersama Kasubdit Ekonomi AKBP Drs. Muhamad Tatang, M.Si di Cafe Kenari. Kali ini, dialog berlangsung dalam suasana lebih formal dan langsung dipimpin oleh Direktur Intelkam Polda Jabar, Kombes Pol Dr. H. Joseph Ananta Pinora, S.I.K., M.Si.

    Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari GEBRAG Jabar, yakni Sdr. Abah Dendi, Sdr. Dani Kuncen, dan Sdr. Nico, yang mewakili aspirasi para driver online di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat secara umum.

    Dalam sambutannya, Kombes Pol Dr. Joseph Ananta Pinora menyampaikan apresiasi atas sikap dewasa dan bijaksana yang ditunjukkan oleh GEBRAG Jabar dalam merespons dinamika seruan aksi nasional. Langkah organisasi yang memilih untuk mengedepankan audiensi dan kegiatan sosialB ketimbang aksi turun ke jalan dinilai sebagai keputusan tepat yang mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di wilayah Jawa Barat.

    “Kami sangat menghargai komitmen rekan-rekan driver online yang lebih memilih jalur dialog dan kerja sama ketimbang aksi yang berpotensi menimbulkan keresahan publik. Ini merupakan contoh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah,” ujar Kombes Pol Joseph.

    Beliau juga berpesan agar para perwakilan GEBRAG Jabar senantiasa mengajak anggotanya untuk menahan diri dari provokasi, serta tetap percaya pada proses pemerintahan baik di tingkat daerah maupun pusat dalam merumuskan regulasi yang lebih berpihak dan solutif terhadap kebutuhan driver online.

    Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan perkembangan terkait rencana penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan dan Biro Hukum, yang akan diteruskan sebagai usulan kepada Kementerian Dalam Negeri. Regulasi tersebut diharapkan dapat mengakomodasi aspirasi komunitas driver online secara adil dan berkelanjutan.

    Kegiatan ini menandai komitmen Polda Jabar dalam membangun ruang komunikasi terbuka dan konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku ekonomi digital berbasis transportasi daring, demi menciptakan Jawa Barat yang aman, tertib, dan sejahtera.

     

    (Red)

  • Dit Intelkam Polda Jabar Gandeng Komunitas Ojek Online, Perkuat Komunikasi dan Keamanan Sosial

    Dit Intelkam Polda Jabar Gandeng Komunitas Ojek Online, Perkuat Komunikasi dan Keamanan Sosial

    VISTA NUSANTARA – Direktorat Intelijen Keamanan (Dit Intelkam) Polda Jawa Barat menggelar kegiatan silaturahmi bersama Komunitas Driver Online Bandung Raya, bertempat di Dapoernya Pabrik, Jl. Soekarno Hatta No. 571, Kota Bandung, Rabu (30/04/2025).

    Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 14.30 WIB ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergitas antara kepolisian dan komunitas ojek online dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Dalam kegiatan ini, Dir Intelkam Polda Jabar diwakili oleh Kasubdit 2 Ekonomi Dit Intelkam AKBP Drs. Mohamad Tatang, M.Si, serta didampingi oleh Kanit 3 Subdit 2 Ekonomi AKP Andriani Kusumo Ratih, S.H., beserta jajaran. Sementara dari pihak komunitas, hadir 13 perwakilan driver online dari berbagai wilayah Bandung Raya.

    Silaturahmi ini merupakan agenda rutin yang digagas Dit Intelkam sebagai jembatan komunikasi, koordinasi, sekaligus bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pekerja sektor transportasi daring.

    “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun dan menjaga komunikasi yang harmonis dengan para driver online, karena mereka memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing,” ujar AKBP Mohamad Tatang.

    Polda Jabar menilai, komunitas driver online memiliki potensi besar sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi awal terkait kondisi sosial masyarakat. Selain itu, kedekatan para driver dengan masyarakat sehari-hari menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban yang partisipatif.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, serta ditutup dengan sesi diskusi interaktif untuk mendengarkan aspirasi dan saran dari para driver online yang hadir.

    Dengan pertemuan ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang semakin solid antara kepolisian dan masyarakat, khususnya komunitas transportasi online, untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Bandung Raya dan Provinsi Jawa Barat secara umum.

     

    (Red)

  • Wen & the Wknders Panaskan Panggung Opus Musicalis: “Senang, Bahagia, dan Bangga!”

    Wen & the Wknders Panaskan Panggung Opus Musicalis: “Senang, Bahagia, dan Bangga!”

    VISTA NUSANTARA – Unit musik indie asal Bandung, Wen & the Wknders, kembali menyapa para penikmat musik lewat penampilan mereka di acara Opus Musicalis Bandung yang digelar oleh komunitas kreatif Titik Koempul (Tikpul), Rabu (16/042025). Acara ini menjadi ajang temu dan apresiasi bagi musisi lokal untuk tampil dan berbagi karya.

    Tak sendiri, Wen & the Wknders tampil satu panggung bersama band Trian, yang juga berasal dari kota yang sama. Suasana hangat dan intim menyelimuti acara yang digelar di Pendopo, tempat yang memiliki nilai historis dan kedekatan dengan skena kreatif Kota Bandung.

    Formasi Wen & the Wknders yang terdiri dari Wenang (vokal), Lupi (gitar), Isyan (bass), dan Demi (gitar) membawakan enam lagu dalam penampilan mereka malam itu, yaitu Jumpa Mentari, Aku Masih di Sini, Tak Mungkin Kembali, Rindu Sesaat, Mencari Penggantimu, dan Too Far Away.

    “Ini sebuah kehormatan dan kebanggaan luar biasa bisa tampil di event berkelas seperti ini. Senang, bahagia, dan bangga,” ungkap Wenang, sang vokalis, usai tampil.

    Lupi, gitaris pertama, menambahkan, “Acaranya bagus, sound-nya juga oke, dan yang paling penting bisa menampung musisi lokal. Semoga ke depannya Tikpul bisa jadi panggung besar.”

    Senada dengan rekan-rekannya, Isyan sang bassis mengaku senang bisa terlibat, “Tampil di sini asik, intinya kami senang sekali bisa diundang.”

    Sementara Demi, gitaris kedua, menyampaikan, “Merasa terhormat bisa ketemu para musisi Bandung, ini kesempatan yang berharga.”

    Wen & the Wknders hingga saat ini telah merilis enam single, dan tengah mempersiapkan debut album penuh yang dijadwalkan rilis pada tahun 2025.

    Penampilan mereka di Opus Musicalis menjadi bukti konsistensi dan semangat mereka dalam meramaikan industri musik tanah air, khususnya dari skena independen Bandung.

     

    (Red)

  • Penuh Kehangatan! Ilkom 23.2 Iftaria Vol. 2 Pererat Silaturahmi Mahasiswa UT Bandung

    Penuh Kehangatan! Ilkom 23.2 Iftaria Vol. 2 Pererat Silaturahmi Mahasiswa UT Bandung

    VISTA NUSANTARA – Dalam suasana penuh keberkahan bulan Ramadhan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Bandung angkatan 23.2 sukses menggelar acara buka bersama bertajuk Ilkom 23.2 Iftaria Vol. 2 di Graha Pos Indonesia, Bandung, Sabtu (22/03/2025).

    Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat kebersamaan di antara mahasiswa, sekaligus menghadirkan momen penuh kehangatan dalam kebersamaan Ramadhan.

    Acara dimulai sejak pukul 16.00 WIB dengan rangkaian kegiatan menarik, seperti sesi Silaturahmeet, berbuka bersama, hiburan, hingga pembagian doorprize. Para peserta yang hadir juga menikmati berbagai sajian takjil dan hidangan utama yang telah disediakan.

    Untuk menambah kesan spesial dalam acara ini, panitia membagikan merchandise eksklusif kepada seluruh peserta. Dengan dress code bertema earth tones, suasana kebersamaan terasa semakin akrab dan harmonis.

    Ketua pelaksana Ilkom 23.2 Iftaria Vol. 2, Rian Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar acara buka puasa bersama, tetapi juga menjadi momen refleksi untuk mempererat solidaritas di antara mahasiswa Ilkom 23.2.

    “Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin memperkuat hubungan antar anggota Ilkom 23.2,” ujarnya.

    Melalui acara ini, Ilkom 23.2 kembali membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan nilai kekeluargaan tetap terjaga, meskipun para mahasiswa memiliki kesibukan akademik dan profesional masing-masing.

    Ilkom 23.2 Iftaria Vol. 2 menjadi bukti bahwa momen berbuka puasa bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan di antara mahasiswa.

     

    (Red)

  • ‘Pekik Hening di Lantang Angan’, Album Penuh Rangkai Yang Kontemplatif dan Penuh Makna

    ‘Pekik Hening di Lantang Angan’, Album Penuh Rangkai Yang Kontemplatif dan Penuh Makna

    VISTA NUSANTARA – Sambutah Pekik Hening di Lantang Angan. Hadir menyusul tiga single yang telah ditetaskan sejak 2023, yaitu “Seperti Rindu”, “Mesra Tanpa Kata”, dan “Puan, Kau Beri Nyawa”, album penuh Rangkai rilis menjelang Ramadan 1446H, tepatnya 28 Februari 2025.

    Sebagai penyambutan bulan penuh renungan, introspeksi dan pengendalian diri, Pekik Hening di Lantang Angan merupakan gabungan hal tersebut. Judul album ini adalah resonansi atas mendiang Ade Firza Paloh, selaku produser album, setelah mengupas-menguras isi kepala dan sukma tiga personel Rangkai yang berkarib sejak Agustus 2022.

    Sejak itulah Ade Firza Paloh intens bersama Rangkai melalui diskusi-diskusi yang kian meluas, meninggi sekaligus mendalam. Dalam permenungannya, ia rangkum 11 nomor track album dengan kalimat “Kalian itu bak kumparan, seperti tak bergerak padahal laju rotasi tinggi. Cocoknya Pekik Hening di Lantang Angan” ujar Bang Ade, panggilan akrab semasa hayatnya.

    Bersama dengan Setengah Lima Records, Rangkai melanjutkan proyek album penuh ini walau tanpa bimbingan produser yang mereka junjung. Hidup harus terus berjalan, pikir mereka. 11 lagu yang mereka tuangkan dalam album ini adalah saripati perjalanan ke dalam diri yang pasti dialami setiap individu yang berpikir.

    “Ini proses produksi yang ternyata menguras banyak hal, dari tenaga sampai waktu tidur. Tapi dari proses yang lumayan panjang ini meyakinkan gue bahwa rezeki itu bisa datang dari mana aja dan gak harus berupa duit. Bahwa bisa kolaborasi sama musisi-musisi yang biasanya kita cuma bisa nonton mereka, itu hal yang wah banget buat gue pribadi.” tambah Mirza Elba Febrian, gitaris Rangkai.

    Bisa dibilang Pekik Hening di Lantang Angan kontemplatif, perlu kesadaran spiritual atau bahkan religius untuk menyesapkannya secara nikmat. Bukan lantas terbatasi akan nasehat apalagi syariat, album ini adalah biskuit pendamping kopi pahit yang bernama jalan hidup. Atau justru sebaliknya, inilah kopi pahit pendamping biskuit manis bernama kesenangan hidup. Menerima hidup apa adanya. Serba berkecukupan.

    Layaknya kebahagiaan, ketenangan jiwa pun harus diraih dan diupayakan dari dalam diri. Salah satunya lewat penerimaan jalan hidup. Maka, diputuskanlah pada bulan Ramadan 2025 Pekik Hening di Lantang Angan ditayangkan secara luas di semua gerai musik digital untuk seksama diperdengarkan. Satu nomor andalan yang ditawarkan saat peluncurannya yaitu “Selam Hati Sulam Diri”.

    Sebuah lagu hasil kolaborasi dengan Endah Widiastuti, vokalis Endah N Rhesa. Menurutnya “Ketika Rangkai mengajak saya untuk mengisi vokal untuk lagu Selam Hati Sulam Diri, tentu saja saya langsung menyanggupi karena sudah mendengar materi albumnya yang konseptual. Proses rekamannya juga menyenangkan karena saya diberi kebebasan untuk improvisasi mencari nada dalam merespon melodi vokal Bimo. Lagu ini memiliki kesan tersendiri di hati saya karena lirik dan bunyi Rangkai yang menarik.”

    Nomor-nomor track dalam album ini disusun berdasarkan 6 masa penciptaan di Al-Quran, yaitu 1. ledakan pertama dan munculnya cahaya (“Api”, “Kejora Cinta”), 2. Jagad mengembang (“Ruang”, “Seperti Rindu”, “Mesra Tanpa Kata”), 3. Unsur alam mulai menemukan bentuknya (“Isyarat Hawa”, “Puan Kau Beri Nyawa”), 4. Benturan alam raya (“Pertengkaran”, “Tabir”), 5. Alam mulai stabil (“Selam Hati Sulam Diri”), dan 6. Alam regenerasi (“Seberang Fana”).

    Formasi trio Rangkai, yaitu Mirza (Gitar Klasik) dan Rai (Kontrabas) dan Bimo (Vokal, Gender/gamelan Jawa). Selain Ade Firza Paloh sebagai produser album dan Setengah Lima Records sebagai produser eksekutif, Rangkai dibantu oleh banyak pihak dalam pengerjaannya. Dihiasi oleh artwork besutan Khalid Albakaziy, mixing-mastering oleh Ruang Waktu Music, Lokale Satin Studio, serta Earspace Studio.

     

    (Red)

?>