VISTA NUSANTARA – Obesitas masih menjadi masalah kesehatan di dunia, merujuk pada data World Health Organizing (WHO) terdapat lebih dari 1,9 miliar orang dewasa berusia di atas 18 tahun mengalami kelebihan berat badan, dan lebih dari 650 juta orang dewasa mengalami obesitas pada tahun 2016. Di Indonesia menurut Riskesdas 2018, terjadi peningkatan prevalensi obesitas dewasa selama tiga periode, pada tahun 2007 sekitar 10,5%, tahun 2013 sekitar 14,8%, dan tahun 2018 sekitar 21,8%.
Lalu apa itu obesitas? Menurut WHO obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan dalam jangka panjang antara asupan energi dengan energi yang digunakan. Faktor risiko penyebab obesitas diantaranya genetik, penyakit sistem endokrin, penyakit sistem saraf pusat, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, pada kasus obesitas ini butuh penanganan lebih lanjut. Hal ini bisa dilakukan dengan diet rendah lemak dan diet rendah karbohidrat. Pada saat ini sedang menjadi ramai perbincangan terkait diet rendah lemak dan diet rendah karbohidrat.
Namun, masih banyak yang penasaran, diet mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Nah, dalam artikel ini akan dibahas secara tuntas diet mana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan. Setelah melakukan riset dalam beberapa Jurnal di bawah ini:
1. ”Effect of Low-Fat vs Low-Carbohydrate Diet on 12-Month Weight Loss in Overweight Adults and the Association With Genotype Pattern or Insulin Secretion The DIETFITS Randomized Clinical Trial,” 2018 (Christopher D. Gardner, dkk). Dari penelitian dalam jurnal ini didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penurunan berat badan antara diet rendah lemak yang sehat dengan diet rendah karbohidrat yang sehat.
2. “Effects of Low Carbohydrate and Low-Fat Diets: A Randomized Trial” 2014 (Bazzano Lydia, dkk). Dari penelitian yang dilakukan dalam jurnal ini didapatkan bahwa diet rendah karbohidrat lebih efektif untuk menurunkan berat badan dan mengurangi faktor risiko kardiovaskular daripada diet rendah lemak. Membatasi asupan karbohidrat dapat menjadi pilihan bagi yang ingin menurunkan berat badan dan mengurangi faktor risiko kardiovaskular.
Dari 2 jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa jurnal pertama menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara diet rendah lemak dan diet rendah karbohidrat, karena perbedaan pola genotipik dan uji interaksi 12 bulan. Jurnal kedua menunjukkan hasil yang signifikan bahwa diet rendah karbohidrat lebih efektif dalam menurunkan berat badan daripada diet rendah lemak. Untuk mengetahui mana yang lebih efektif perlu dilakukan penelitian lanjutan.
Oleh karena itu jika kamu ingin menurunkan berat badan serta ingin mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular, maka kamu bisa melakukan diet rendah karbohidrat. Adapun tips terkait diet rendah karbohidrat yang sehat itu seperti apa? Nantikan dalam artikel lainnya, semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan