Kategori: Nasional

  • Single “Yang Masih Bisa Berdoa”, Karya Terbaru Lindee Cremona Sarat Pesan Doa dan Harapan

    Single “Yang Masih Bisa Berdoa”, Karya Terbaru Lindee Cremona Sarat Pesan Doa dan Harapan

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi muda berbakat Lindee Cremona kembali menegaskan eksistensinya di industri musik dengan merilis single terbaru berjudul “Yang Masih Bisa Berdoa”. Lagu ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan musikalnya, menghadirkan kualitas produksi yang lebih matang sekaligus memperlihatkan perkembangan vokal yang semakin kuat. Tidak hanya tampil sebagai karya solo, single ini juga melibatkan empat musisi berpengalaman yang memberi sentuhan khas sehingga menghasilkan warna musik yang lebih manis dan emosional.

    Lagu “Yang Masih Bisa Berdoa” diciptakan oleh Albert Kenchen, yang menulis lirik dengan pendekatan emosional dan penuh makna. Tema yang diangkat adalah doa dan harapan tulus, merepresentasikan kepolosan sekaligus ketulusan hati seorang anak dalam menyampaikan isi perasaan kepada Tuhan dan orang-orang tercinta. Albert menekankan bahwa doa adalah bentuk komunikasi paling jujur yang bisa dilakukan siapa pun, bahkan dalam kesederhanaan.

    Secara musikal, lagu ini diperkuat oleh permainan gitar klasik Jubing Kristianto. Sentuhan hangat dan elegan dari gitar klasiknya menghadirkan nuansa intim yang memperkaya aransemen. Permainan gitar tersebut membuat lagu terdengar lembut namun tetap berkarakter, memberikan kedalaman rasa yang menyentuh hati pendengar.

    Di balik produksi, Nissan Fortz dipercaya sebagai produser sekaligus arranger. Musisi dan komposer yang pernah masuk nominasi AMI Award ini menghadirkan aransemen yang terarah dan emosional, namun tetap sesuai dengan karakter vokal Lindee sebagai penyanyi muda. Sentuhan produksinya membuat “Yang Masih Bisa Berdoa” terdengar lembut tanpa kehilangan kesederhanaan yang menyentuh.

    Pengarahan vokal ditangani oleh Pace Kribo, yang dikenal melalui karya-karya bernuansa timur. Dengan pendekatan vokal yang detail dan penuh rasa, Pace berhasil membentuk karakter suara Lindee menjadi lebih manis, lembut, dan menyentuh. Vokal Lindee kini terdengar lebih matang, namun tetap mempertahankan kepolosan khas anak-anak.

    Proses engineering dan recording ditangani oleh Wendy Bagindas, memastikan kualitas audio yang bersih dan profesional. Kolaborasi lintas generasi dan pengalaman ini menjadikan “Yang Masih Bisa Berdoa” sebagai karya yang tidak hanya kuat dari sisi pesan, tetapi juga dari sisi musikalitas dan teknis produksi.

    Melalui single ini, Lindee Cremona menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan menghadirkan lagu dengan pesan positif. “Yang Masih Bisa Berdoa” diharapkan dapat menjadi teman bagi siapa pun yang ingin menyampaikan doa, harapan, dan cinta melalui musik yang hangat dan tulus.

     

    (Red)

  • Bangkit dengan Karya Personal, Nisa Farella Rilis “Legowo”

    Bangkit dengan Karya Personal, Nisa Farella Rilis “Legowo”

    VISTA NUSANTARA – Nisa Farella kembali menyapa industri musik Indonesia melalui single terbarunya berjudul “Legowo.” Lagu ini menjadi penanda comeback sang penyanyi dangdut dengan pendekatan yang lebih matang, tenang, dan penuh penghayatan.

    Nama Nisa Farella dikenal publik sejak mengikuti ajang pencarian bakat Dangdut Academy, yang menjadi pintu awal perjalanannya di industri musik. Seiring waktu, Nisa Farella terus mengembangkan karirnya, termasuk sempat berkolaborasi dan bekerja sama dalam proyek musik bersama Ahmad Dhani melalui manajemen dan karya cipta yang memperkaya pengalamannya sebagai seorang performer.

    Kini, melalui Legowo lagu ciptaan Yanda Bebeh, Nisa Farella kembali dengan warna yang lebih personal. Lagu ini mengangkat tema keikhlasan, penantian, dan keberanian untuk menerima kenyataan dalam sebuah hubungan. Disampaikan dengan lirik berbahasa Jawa yang sederhana namun dalam, Legowo terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.

    Pembawaan Nisa Farella dalam lagu ini menjadi sorotan utama. Ia menyanyikan Legowo dengan vokal yang lembut, stabil, dan penuh rasa, tanpa dramatisasi berlebih. Setiap bait terasa jujur dan mengalir, menggambarkan proses berdamai dengan perasaan, tentang rindu yang masih ada, namun harus diakhiri dengan lapang dada.

    Alih-alih menonjolkan kesedihan, Legowo justru menawarkan ketenangan. Lagu ini tidak berbicara tentang menyalahkan, melainkan tentang menerima, menguatkan diri, dan belajar merelakan dengan hati yang lebih luas. Pesan inilah yang menjadikan Legowo terasa relevan dan memberikan ruang refleksi bagi pendengarnya.

    Melalui comeback ini, Nisa Farella berharap Legowo dapat menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berada di fase mengikhlaskan dan melangkah maju. Ia ingin menghadirkan karya yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan dan sebagai pengingat bahwa setiap proses memiliki makna.

    Nisa Farella mengatakan, lagu Legowo menjadi ruang baginya untuk kembali bercerita dengan jujur melalui musik. “Legowo adalah tentang belajar menerima dan berdamai dengan perasaan. Lagu ini tidak bicara soal menyalahkan, tapi tentang keikhlasan dan keberanian untuk melangkah ke depan. Aku berharap lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang berada di fase merelakan, dan semoga kehadiranku kembali lewat lagu ini bisa membawa energi yang hangat dan positif bagi para pendengar.”

    Single “Legowo” telah dirilis dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Nisa Farella dan juga dapat didengarkan di Digital Streaming Platform. Ke depan, Nisa Farella berkomitmen untuk terus berkarya dengan menghadirkan lagu-lagu yang jujur dan dekat dengan realitas kehidupan pendengarnya.

     

    (Red)

  • Sambut Ramadan 2026, Risty Ang Gandeng Giant Jay Rilis Single Religi “Hidup Tanpa Kata”

    Sambut Ramadan 2026, Risty Ang Gandeng Giant Jay Rilis Single Religi “Hidup Tanpa Kata”

    VISTA NUSANTARA – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, grup duo besutan Risty Tagor dan Ang Sharly, Risty Ang kembali menghadirkan karya terbaru melalui single kolaborasi berjudul “Hidup Tanpa Kata” bersama penyanyi solo, Giant Jay.

    Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Risty Ang mengatakan bahwa lagu ini merupakan pengingat bagi mereka pribadi dan kepada pendengar tentang bagaimana mendekatkan diri kepada Sang Kuasa, dalam senyap.

    “Lagu ini saya persembahkan sebagai pengingat bahwa tidak semua rasa harus diungkapkan dengan kata-kata,” ucap Risty Tagor dan Ang Sharly.

    “Kadang diam dan pasrah justru menjadi cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” tutur mereka.

    Sebagai grup duo musik Islami, Risty Ang konsisten menghadirkan karya bernuansa dakwah dan religius. Setelah debut lewat “Sabar Tak Ada Batasnya” dan merilis “Baiti Jannati” pada Ramadan 2025, mereka kini berkolaborasi dengan Giant Jay, solois pendatang baru yang dikenal lewat lagu “Raksasa” dan “Serba Salah”.

    Dalam liriknya, single “Hidup Tanpa Kata” bercerita tentang seseorang yang tidak mampu mengungkapkan perasaannya. Ia memilih diam meski perlahan melukai dirinya sendiri. Luka tersebut tidak pernah diperlihatkan, semuanya ditutupi dengan senyuman seolah tak ada beban yang sedang dirasakan.

    Di sisi lain, lagu ini juga menggambarkan sikap pasrah dan keikhlasan, ketika kata-kata tak lagi mampu menjelaskan, ia memilih menyerahkan segalanya kepada Sang Pencipta.

    Dengan balutan aransemen pop sederhana dan easy listening, lagu ini terasa dekat dengan keseharian banyak orang. Perpaduan karakter vokal Risty Ang dan Giant Jay menghadirkan emosi yang jujur, lembut, dan menenangkan.

    Giant Jay berharap, karya kolaborasi ini mampu menjadi pengingat bahwa ketika kata-kata tak lagi mampu menjelaskan, diam dan keikhlasan bisa menjadi jalan untuk menemukan hikmah dan rasa syukur dalam kedamaian.

    “Saya berharap ‘Hidup Tanpa Kata’ bisa menjadi teman refleksi bagi pendengar. Semoga lagu ini mampu menguatkan hati dan memberi ketenangan, terutama di momen menjelang Ramadan,” tutur Giant Jay.

    Saat ini, single “Hidup Tanpa Kata” milik Risty Ang featuring Giant Jay sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai Jumat, 6 Februari 2026.

     

    (Red)

  • Lindee Cremona Angkat Sosok Ayah Lewat Single “Senyum Papa”

    Lindee Cremona Angkat Sosok Ayah Lewat Single “Senyum Papa”

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi cilik, Lindee Cremona kembali menghadirkan karya terbaru berupa single berjudul “Senyum Papa” dalam format digital, setelah sebelumnya menyentuh hati pendengar melalui single “Mama”.

    Lagu ini menjadi lanjutan cerita tentang cinta keluarga dari sudut pandang seorang anak, kali ini menyoroti sosok ayah yang kerap terlihat kuat dan penuh senyum, meski menyimpan banyak pengorbanan demi keluarga namun selalu disimpan dalam diam.

    Lagu “Senyum Papa” diciptakan oleh Albert Kenchen. Lewat karya ini, Lindee menyampaikan rasa cinta, kebanggaan, dan doa tulus agar sang papa selalu sehat dan bahagia menjalani hidup.

    Jika lagu “Mama” berbicara tentang kasih ibu yang tak tergantikan, maka single “Senyum Papa” hadir sebagai pelengkap yang mengangkat peran ayah dalam kehangatan keluarga.

    Lindee Cremona, yang akrab disapa Lindee, lahir di Jakarta pada 24 April 2014 dan kini berusia 11 tahun. Ia mulai menekuni dunia tarik suara sejak tahun 2023, saat pertama kali tampil di panggung sekolah dan menunjukkan ketertarikan yang kuat pada musik.

    Sejak saat itu, Lindee terus mengembangkan kemampuannya melalui latihan vokal dan mulai merilis karya-karya dengan pesan positif dan nilai keluarga.

    Dibawakan dengan vokal dan penghayatan yang natural, single Senyum Papa” terasa hangat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lagu ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga dapat dinikmati oleh orang tua dan keluarga secara luas.

    Kesederhanaan lirik dan penyampaian menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini mudah menyentuh perasaan pendengarnya.

    Melalui rangkaian lagu “Mama” dan “Senyum Papa”, Lindee Cremona membangun identitas musikal yang konsisten dengan tema cinta keluarga. Orang tua Lindee berharap musik dapat menjadi media positif bagi tumbuh kembang Lindee, sekaligus bekal untuk masa depannya.

    Ke depannya, Lindee direncanakan untuk terus berkarya dan merilis lagu-lagu baru sebagai bagian dari perjalanan musik jangka panjangnya. Lindee berharap lagu “Senyum Papa” dapat menghadirkan senyum dan kehangatan bagi siapa pun yang mendengarkannya, serta menjadi pengingat sederhana tentang arti kasih sayang seorang ayah.

    Single “Senyum Papa” milik Lindee Cremona resmi dirilis pada 25 Januari 2026 di YouTube serta seluruh platform pemutar musik digital.

     

    (Red)

  • Lewat “Bumi Menangis (Unplugged)”, Man Sinner Suarakan Kepedulian atas Bencana Alam

    Lewat “Bumi Menangis (Unplugged)”, Man Sinner Suarakan Kepedulian atas Bencana Alam

    VISTA NUSANTARA – Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner resmi merilis single terbaru berjudul “Bumi Menangis (Unplugged)” sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda Sumatra dan Aceh baru-baru ini.

    Single ini hadir dalam dua format, yaitu video klip yang tayang perdana pada 9 Januari 2026 di kanal YouTube resmi Man Sinner, serta versi audio yang akan tersedia di berbagai platform musik digital mulai 9 Februari 2026.

    Man Sinner yang digawangi oleh Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (gitar), Nero Riansyah (bass/vokal latar), dan Agung Bahtiar (drum) dikenal dengan musik berenergi tinggi. Namun dalam karya ini, mereka memilih pendekatan berbeda dengan tempo lebih tenang agar pendengar dapat lebih fokus pada kekuatan pesan lirik.

    “Kami ingin siapa pun yang mendengar lagu ini bisa ikut merenung dan mencipta perubahan. Perubahan tidak akan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri, lalu menyebar ke orang lain,” ujar Achmad Alwan Damanik dalam keterangan tertulisnya.

    Lagu “Bumi Menangis (Unplugged)” merupakan versi terbaru dari lagu utama dalam album “Bumi Menangis” yang dirilis pada 2020. Keputusan untuk mengemas ulang dengan aransemen berbeda diambil karena pesan liriknya dinilai relevan dengan kondisi Indonesia saat ini.

    “Lirik lagu ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghentikan eksploitasi berlebihan terhadap Bumi. Jika tidak, alam akan mencari keseimbangannya sendiri melalui bencana yang pasti memakan korban,” kata Agga Satria.

    Video klip lagu ini menampilkan rangkaian visual dari berbagai peristiwa banjir di Indonesia, dipadukan dengan dokumentasi eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit. Strategi ini dipilih agar pesan lagu lebih mudah ditangkap oleh publik yang kini cenderung lebih visual.

    “Di era media sosial dan gawai seperti sekarang, manusia lebih cenderung menjadi makhluk visual. Kami berharap pesan lagu ini lebih kuat tersampaikan lewat format video klip,” tutur Nero Riansyah.

    Setelah perilisan single ini, Man Sinner dijadwalkan tampil di sejumlah panggung musik di kawasan Jabodetabek sepanjang Januari hingga Februari 2026. Agenda rekaman dua lagu baru yang semula direncanakan pun ditunda demi fokus pada karya ini.

    “Karya ini digarap secara spontan setelah melihat peristiwa bencana kemarin. Jadwal rekaman dua lagu baru kami tunda dulu,” ucap Agung Bahtiar.

     

    (Red)

  • Rilis EP Perdana, Albert Tanabe Siapkan Showcase dan Tur Promosi ‘Pendar di Matamu’

    Rilis EP Perdana, Albert Tanabe Siapkan Showcase dan Tur Promosi ‘Pendar di Matamu’

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia, Albert Tanabe, resmi merilis EP perdananya yang bertajuk “Pendar di Matamu” pada 6 Desember 2025 dalam format digital. Mini album ini memuat tiga lagu utama, yaitu “Tak Lagi Menjadi”, “Pendar di Matamu”, dan “Walau Tuk Sementara”, serta satu versi tambahan dari lagu terakhir dalam format extended version.

    Dalam keterangannya, Albert menjelaskan bahwa EP ini mengusung tema besar mengenai perjalanan cinta. Setiap lagu dalam EP tersebut dirancang sebagai bagian dari satu rangkaian cerita yang saling berkesinambungan.

    “Materi lagu ini saya kumpulkan dalam setahun terakhir dan memang menjadi trilogi dengan satu cerita besar,” ucapnya.

    Lagu “Walau Tuk Sementara” dipilih sebagai fokus utama dari EP ini. Sementara lagu “Pendar di Matamu” sudah dbuatkan versi video klipnya dan dirilis pada 11 Desember melalui kanal YouTube resmi Albert Tanabe.

    Albert Tanabe menambahkan bahwa alur cerita dalam video klip juga dibuat berkesinambungan, sebagai bagian dari narasi visual yang mendampingi trilogi musik tersebut.

    “Kita akan lepas video klip ketiga lagu di EP ini secara berkala, mengikuti alur cerita dalam lagunya,” kata Albert Tanabe.

    Albert Tanabe dikenal sebagai musisi yang mengedepankan kejujuran emosional dalam karya-karyanya. Ia aktif merilis lagu-lagu berbahasa Indonesia dan Inggris yang mengangkat tema patah hati, kehilangan, dan pencarian jati diri.

    Beberapa karya sebelumnya yang mendapat perhatian publik antara lain “Tomorrow I’ll Be Gone”, “Not the Time to Say Goodbye”, dan “Meledak Ledak”.

    Selain karya solo, Albert juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah musisi ternama. Ia pernah merilis lagu “Aku Takut” bersama Denny Chasmala, serta “Meski Tak Lagi Kau Dengar” yang melibatkan Eross Candra dari Sheila on 7.

    Kolaborasi tersebut memperkaya warna musikalitas Albert yang dikenal dengan gaya pop emosional dan lirik yang reflektif.
    “Penggarapan EP Pendar di Matamu menjadi pengalaman pertama bagi saya untuk bereksplorasi secara bebas. Karena sebelumnya, ada banyak campur tangan musisi besar yang membantu saya,” ujar Albert, menandai fase baru dalam perjalanan kreatifnya sebagai musisi independen.

    Usai merilis EP “Pendar di Matamu” Albert Tanabe telah mengagendakan gelaran showcase khusus untuk memperkenalkan karya ini ke khalayak. Dalam waktu dekat, ia juga akan menyambangi sejumlah kota dalam rangkaian tur promosi.

    Langkah ini, kata Albert, diharapkan bisa mendekatkan dirinya sebagai penyanyi dengan para pendengarnya.

    “Tunggu saja informasi mengenai rencana showcase dan tur promosi ini di Instagram Albert Tanabe,” tuturnya.

    Saat ini, seluruh materi dalam EP “Pendar di Matamu” milik Albert Tanabe sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Sementara video klipnya akan dirilis secara berkala di kanal YouTube Albert Tanabe.

     

    (Red)

  • Mia Ismi Tampilkan “Main Cantik” dengan Nuansa Dark Pop di Main-Main Cipete Vol. 26

    Mia Ismi Tampilkan “Main Cantik” dengan Nuansa Dark Pop di Main-Main Cipete Vol. 26

    VISRA NUSANTARA – Gelaran musik mingguan Main-Main di Cipete kembali digelar pada Senin malam, 15 September 2025, di Casatopia Cafe, Cipete. Memasuki edisi ke-26, acara ini menghadirkan lima musisi dengan karakter musikal yang beragam, mulai dari pop alternatif hingga eksperimental.

    Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, dua figur yang telah menjadi host tetap sejak awal penyelenggaraan. Tanpa tiket masuk dan terbuka untuk umum, Main-Main di Cipete terus menjadi ruang ekspresi bagi musisi independen dan komunitas penikmat musik lokal.

    Penampilan dibuka oleh Reza Miranda, musisi asal Pontianak yang dikenal lewat lagu-lagu bertema relasi dan pencarian makna seperti “HTS” dan “Wajar” yang diambil dari EP terbaru berjudul “1994”.

    Keriaan makin semarak saat solois Sabarian kemudian tampil membawakan “Detik Menit”, sebuah lagu reflektif tentang waktu dan kebersamaan yang sempat viral di media sosial.

    Sujar Band, grup asal Ciledug, membawakan sejumlah lagu nostalgia seperti “Ku Akui”, “Malaikat Tak Bersayap”, serta karya orisinal mereka “Memilih Dimiliki”.

    Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari penonton yang sebagian besar mengenal lagu-lagu tersebut dari era awal 2000-an.

    Tirta Adilla, mantan vokalis Drive, hadir dalam format solo dan tampil dengan lagu “Reinkarnasi” yang mengangkat tema kehilangan dan harapan akan pertemuan kembali.

    Lagu tersebut menjadi penanda kembalinya Tirta ke dunia musik dengan pendekatan yang lebih personal dan kontemplatif.

    Penutup malam diisi oleh Mia Ismi, satu-satunya wakil Indonesia dalam proyek global The World Album. Ia membawakan “Main Cantik (Dangerous Game),” lagu bilingual yang mengangkat isu manipulasi dalam hubungan.

    Dengan aransemen dark pop dan penggunaan biola bambu, Mia menghadirkan nuansa eksperimental yang berbeda dari penampil lainnya.

    Main-Main di Cipete Vol. 26 kembali membuktikan eksistensinya sebagai wadah penting bagi musisi alternatif di Jakarta. Dengan atmosfer yang intim dan dukungan komunitas yang solid, acara ini terus menjadi ruang tumbuh bagi karya-karya yang jujur dan berani.

  • Jujur dan Personal, Saphira Adya Hadirkan Lagu Baru Berjudul “Lelah”

    Jujur dan Personal, Saphira Adya Hadirkan Lagu Baru Berjudul “Lelah”

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia, Saphira Adya, yang akrab disapa Saphira, resmi memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Lelah”. Lagu ini menjadi single keempat dalam perjalanan karier musiknya, setelah sebelumnya merilis “Remind Me of You”, “Letting You Go”, dan “Malam Melagu”.

    Dengan gaya penulisan lirik yang jujur, mentah, dan penuh nuansa personal, single Lelah lahir dari pengalaman pribadi Saphira yang dirasa relevan dengan banyak orang. Di tengah era yang menuntut individu untuk selalu tampak kuat dan mandiri, lagu ini hadir sebagai ruang aman—sebuah pengingat bahwa kebutuhan untuk ditemani adalah hal yang wajar dan valid.

    Proses produksi lagu “Lelah” melibatkan kolaborasi dengan Earspace, studio musik milik duo Endah N Rhesa. Mohammed Kamga (Kamga Mo) turut berperan sebagai vocal director, sementara Syady Abiyyu bertindak sebagai produser.

    Kolaborasi ini menghasilkan kualitas produksi yang hangat dan profesional, memperkuat karakter emosional lagu tersebut.

    Menilik perjalanan awal Saphira di dunia musik, kariernya bermula secara tidak terencana. Lagu pertamanya, “Remind Me of You”, ditulis sebagai hadiah personal untuk seseorang.

    Dari proses sederhana itu, terbuka jalan baginya untuk terus menulis, hingga catatan hariannya perlahan berubah menjadi karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang.

    Dengan karakter vokal yang tulus dan lirik yang apa adanya, Saphira membangun identitasnya sebagai singer-songwriter yang otentik dan dekat dengan realita sehari-hari.

    Sentuhan produksi yang khas membuat musiknya terdengar segar namun tetap relatable, menjadikannya sebagai portal nostalgia yang menghubungkan pendengar dengan sisi diri yang lebih jujur dan polos.

    “Harapan aku lagu ini menjadi pengingat untuk kita selalu merayakan dan menerima perasaan-perasaan yang kita alami saat ini,” ujar Saphira.

    “Kalau rasanya lagi ingin sendiri, tak apa. Merasa butuh orang pun juga tak apa. Yang terpenting kita jujur, menerima, dan meng-embrace apa yang sebenarnya kita rasakan,”

    Meski banyak bercerita tentang cinta dan emosi personal, karya-karya Saphira dikenal sederhana namun mendalam. Single “Lelah” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital, siap menemani siapa saja yang sedang merayakan rasa—baik saat ingin sendiri maupun ketika membutuhkan kehadiran orang lain.

    Tak berhenti di sini, Saphira tengah menyiapkan karya-karya baru dan sebuah album yang akan segera menyapa pendengar. Perjalanan musiknya masih terus berlanjut. Nantikan langkah berikutnya dari Saphira Adya.

  • Video Klip “Pesisir Hati” Resmi Dirilis, HANNYA Suguhkan Cinta dalam Balutan Jazz & Bossa Nova

    Video Klip “Pesisir Hati” Resmi Dirilis, HANNYA Suguhkan Cinta dalam Balutan Jazz & Bossa Nova

    VISTA NUSANTARA – Duo indie pendatang baru asal Indonesia, HANNYA resmi meluncurkan video klip perdana mereka untuk single “Pesisir Hati” pada 13 September 2025. Sebelumnya, versi audio lagu ini telah dirilis secara digital pada 31 Agustus.

    Video klip lagu “Pesisir Hati” digarap sutradara Anbo Onthoceno Wibowo yang tidak hanya berpengalaman menyutradarai iklan komersil, dan juga film pendek yang sudah terdengar hingga ke berbagai festival mancanegara.

    Anbo sebelumnya juga telah berpengalaman menyutradarai video klip musik untuk artis ternama nasional seperti Aurelie Hermansyah, Idgitaf, dan lainnya.

    Proses syuting video klip lagu “Pesisir Hati” dilakukan di sebuah ruang kecil di kantor perusahaan promotor di Komplek PUPR Pasar Jumat. Ruangan kecil kemudian diubah tata ruangnya oleh Anbo dengan dekorasi bernuansa renaisans, demi mendukung visualisasi lagu “Pesisir Hati”.

    Video klip single “Pesisir Hati” menggambarkan dinamika hubungan sepasang kekasih yang rela menghadapi pasang-surut lautan demi cinta yang mereka yakini. Hannya, menghadirkan visual yang memperkuat narasi romantis dan emosional dari karya debut mereka tersebut.

    Dengan visual bergaya Renaisans, Hannya menyajikan kisah cinta yang timeless, penuh harapan, dan keberanian. Setiap adegan dirancang untuk memperkuat pesan bahwa cinta sejati adalah harta paling berharga.

    “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang jujur, hangat, dan punya cerita yang bisa dirasakan banyak orang. Video ini adalah perpanjangan dari lagu kami, dan semoga bisa menyentuh hati penonton,” ujar personel Hannya.

    HANNYA sendiri adalah unit musik duo yang terbentuk pada awal Maret 2025. Nama “Hannya” merupakan gabungan dari nama depan dua personel, Hafiz Aga, seorang penulis lagu, komposer, sekaligus vokalis, dan Annya Phara, penulis lirik dan vokalis utama.

    Pertemuan mereka terjadi di sebuah festival musik, di mana Hafiz tampil sebagai bassist dan Annya sebagai vokalis. Dari kolaborasi spontan tersebut, lahirlah ide untuk membentuk proyek musik bersama.

    Hafiz kemudian mengambil peran sebagai komposer utama, sementara Annya aktif menulis lirik dan menjadi frontwoman dalam lagu debut mereka berjudul “Pesisir Hati”.

    Mengusung genre romantic bossa nova, Hannya menawarkan nuansa baru dalam lanskap musik jazz Indonesia

    Gaya musik mereka merupakan perpaduan antara bossa nova, jazz, dan pop, dengan pengaruh dari musik klasik, serta elemen modern yang memberi warna khas pada setiap komposisi.

    Sejak terbentuk, Hafiz dan Annya telah tampil di sejumlah panggung besar seperti Java Jazz Festival, The Papandayan Jazz, dan Ngayogjazz, menunjukkan eksistensi mereka di kancah musik nasional.

    Sementara single debut “Pesisir Hati” merupakan lagu yang mengusung nuansa indie-bossa nova dan dibawakan dengan lembut dan penuh kehangatan.

    Dalam liriknya, lagu ini bercerita tentang dua insan yang berlayar bersama dalam perahu impian, menghadapi badai demi meraih cinta sejati. Tema bajak laut yang unik dipadukan dengan lirik puitis menjadikan “Pesisir Hati” sebagai pelayaran musikal yang syahdu dan mengayun.

    Dengan peluncuran versi audio dan video klip lagu ini, Hannya berharap dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan penonton, baik di Indonesia maupun mancanegara.

    Saat ini, video klip single “Pesisir Hati” sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Hannya mulai 13 September 2025. Sementara versi audio dari lagu ini bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital

  • Dari Langit ke Panggung Musik, Jose Rizal Perkenalkan ‘Pelan Tapi Pasti

    Dari Langit ke Panggung Musik, Jose Rizal Perkenalkan ‘Pelan Tapi Pasti

    VISTA NUSANTARA – Apa jadinya jika seorang pramugara yang sudah belasan tahun melintasi langit, kini memutuskan mendarat di dunia musik dengan membawa kisah cinta yang lembut namun menggetarkan?

    Itulah yang dilakukan oleh Jose Rizal, sosok serba bisa yang dikenal sebagai mantan aktor sinetron, pramugara senior di maskapai BUMN, sekaligus influencer. Kini, ia melangkah ke babak baru: merilis single debutnya berjudul “Pelan Tapi Pasti”, yang akan hadir di seluruh platform digital pada 8 Agustus 2025.

    Lagu ini adalah ungkapan perasaan yang tumbuh tidak terburu-buru—cinta yang hadir tanpa drama, tapi justru karena kehadiran yang tulus. Lirik-liriknya menyentuh, musiknya menenangkan, dan kisahnya begitu dekat dengan kita semua.

    “Saya bukan penyanyi profesional, tapi saya ingin bercerita. Lagu ini adalah potongan hati saya— tentang bagaimana cinta bisa tumbuh di saat yang tak terduga, tanpa banyak kata-kata,” ujar Jose.

    Jose dikenal publik lewat perannya dalam sinetron seperti Guruku Jagoan dan Status Update. Namun sejak 2011, ia memilih fokus berkarier sebagai pramugara hingga saat ini. Dan kini, setelah bertahun-tahun terbang mengelilingi dunia, ia mencoba berkarya lewat musik dengan merilis single perdananya.

    Single “Pelan Tapi Pasti” ditulis oleh Darwin Saputra dan diproduksi oleh Rinaldy Vidianza, menghadirkan nuansa pop lembut yang cocok untuk menemani perjalanan, senja, atau malam- malam penuh perasaan.

    Potongan lirik seperti: “Cinta tak selalu ramai, kadang tenang lebih damai” menjadi benang merah lagu ini—bahwa kehadiran, perhatian, dan ketulusan bisa jadi lebih kuat dari seribu janji manis.

    Tak berhenti sampai di lagu, Jose Rizal juga menyiapkan kejutan visual lewat Music Video “Pelan Tapi Pasti” yang akan tayang di YouTube channel resminya pada 15 Agustus 2025.

    Menariknya, ide cerita MV ini berasal langsung dari Jose Rizal sendiri, dan Abie Akbar sebagai director di MV “Pelan Tapi Pasti”, menampilkan narasi yang penuh kejutan dan emosi. Mengambil pendekatan visual yang sinematik dan relatable, MV ini menyajikan kisah yang sederhana di awal namun berujung tak terduga. Sebuah twist ending yang akan membuat penonton terdiam…. atau mungkin bertanya – tanya.

    “Saya ingin MV-nya punya cerita. Ada kejutan di dalamnya, sesuatu yang bisa bikin orang bilang, ‘wah, gue nggak nyangka ending-nya begini.’ Karena dalam cinta dan hidup, kadang jalan ceritanya juga nggak tertebak,” tambah Jose.

    “Pelan Tapi Pasti” sudah rilis pada 8 Agustus 2025 di semua platform streaming digital.

    Lagu ini bukan sekadar karya debut. Tapi lembaran baru dari Jose Rizal—seorang lelaki yang membuktikan bahwa cinta, perjalanan, dan mimpi… bisa ditempuh pelan tapi pasti.

     

    (Red)