?>

Kategori: Nasional

  • Casatopia Cipete Jadi Rumah Musik Alternatif, Main-Main Vol. 22 Suguhkan 5 Penampil Unik

    Casatopia Cipete Jadi Rumah Musik Alternatif, Main-Main Vol. 22 Suguhkan 5 Penampil Unik

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan Main-Main di Cipete kembali hadir dengan Volume ke-22 pada Senin malam, 28 Juli 2025, bertempat di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan. Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo, acara ini kembali menjadi ruang ekspresi bagi musisi independen lintas genre yang tengah berkembang di skena musik alternatif Indonesia.

    Volume kali ini menghadirkan lima penampil dengan karakter musikal yang unik dan beragam. Celupan Pertama membuka malam dengan gaya jenaka dan kritis yang menjadi ciri khas mereka. Proyek musik yang digagas oleh Soule Shuo ini dikenal lewat lagu-lagu seperti “Jet Pribadi” dan “Jakarta Bandung”, yang mengangkat keresahan sosial dengan pendekatan humor dan aransemen yang ringan namun tajam.

    Danes Rabani, penyanyi muda yang telah dikenal lewat berbagai karya orisinal seperti “Remember” dan “Siasat Jitu, tampil dengan nuansa nge-band yang menyala. Dalam kesempatan ini, ia juga membawakan single bertajuk “Sunny” yang baru dilepas pada 11 Juli 2025 kemarin.

    Six Sound Project, band pop asal Bandung yang terbentuk sejak 2014, turut meramaikan panggung dengan formasi lengkap, yakni Jos (vokal), Hiro (gitar), Rayan (bass), Ezra (keyboard), Fahmi (drum), dan Widi (saxophone).

    Mereka hadir membawakan lagu-lagu milik mereka seperti “Mungkin Cinta Datang Terlambat” dan “Salah Sangka”, yang menggabungkan aransemen elegan dengan lirik yang relatable bagi pendengar urban.

    Mirzatami, proyek kolaboratif antara Charita Utami dan Yudhistira Mirza, menghadirkan pengalaman musikal yang bersifat ritualistik dan kontemplatif. Dengan karya seperti “Sadar Sandar” dan “Usai Usia”, mereka menyuguhkan komposisi yang menggabungkan healing, memori, dan keindahan dalam ketidaksempurnaan.

    Sebagai penutup, Muthia Nadhira tampil dengan karakter jazz-pop yang kuat. Dikenal lewat lagu “Disclosure” dan versi terbaru dari “Simpan Saja”, solois berbakat ini membawa nuansa elegan dan emosional yang menjadi ciri khas album debutnya “Garden of Mimosa”. Dengan latar belakang teater dan musikal, penampilannya selalu sarat ekspresi dan kedalaman.

    Acara Main-Main di Cipete yang digagas oleh Reallist Management ini telah menjadi wadah penting bagi regenerasi musisi lokal. Digelar setiap Senin malam tanpa tiket masuk, program ini terus memperkuat jejaring komunitas musik independen di Jakarta Selatan.

    Volume ke-22 yang masih dihelat di Casatopia Cafe ini, kembali membuktikan bahwa musik bisa menjadi medium yang inklusif, reflektif, dan menyatukan lintas generasi.

    (Red)

  • Ali Mensan Tampil Memukau di Main-Main Cipete Vol. 21, Bawa Nuansa R&B Penuh Emosi

    Ali Mensan Tampil Memukau di Main-Main Cipete Vol. 21, Bawa Nuansa R&B Penuh Emosi

    VISTA NUSANTARA – Gelaran Main-Main di Cipete Volume 21 kembali menghadirkan malam penuh warna di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 21 Juli 2025. Acara musik mingguan yang digagas oleh Reallist Management ini dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno sebagai host.

    Dengan semangat inklusif dan tanpa tiket masuk, acara ini menjadi ruang ekspresi bagi musisi muda dan penonton yang haus akan karya segar.

    Volume ke-21 menghadirkan empat penampil dengan karakter musikal yang berbeda namun saling melengkapi. Kandiya, musisi pop alternatif asal Jakarta, membuka malam dengan lagu-lagu seperti “Run Run Boy” dan “Kiss and Tell” yang mengangkat tema persahabatan dan dinamika emosi.

    Dengan vokal lembut dan aransemen yang matang, Kandiya berhasil menciptakan suasana intim yang menyentuh hati penonton.

    Hadir menjadi penampil berikutnya, Majasty tampil dengan gaya yang lebih eksperimental dan teatrikal. Membawakan materi dari EP bertajuk “Asmaraloka”, penampilan mereka malam itu menunjukkan potensi besar dalam eksplorasi musik yang berani dan penuh kejutan.

    Jabing, penyanyi dan penulis lagu yang dikenal lewat rilisan seperti “Monopoly” dan “I Hope You Know (Memories, Pt. 2)”, tampil dengan gaya pop kontemporer yang penuh nuansa. Lagu-lagunya yang reflektif dan personal membawa penonton menyelami kisah-kisah cinta dan kehilangan dengan sentuhan melodi yang hangat.

    Sebagai penutup, Ali Mensan yang sebelumnya dikenal sebagai aktor dalam film seperti “My Idiot Brother” dan “Kampung Zombie”, hadir dan menjelma menjadi penyanyi R&B yang memikat.

    Lagu “I Can Be Your Man” dan “Fall In Love Again” menjadi highlight penampilannya malam itu, menghadirkan lirik penuh harapan dan aransemen yang soulful. Penonton larut dalam pesona vokal Ali yang kuat dan penuh emosi.

    Main-Main di Cipete bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan gerakan komunitas yang terus tumbuh. Sejak digagas, acara ini telah menjadi panggung penting bagi regenerasi musisi Indonesia. Dengan dukungan dari penonton yang setia dan atmosfer Casatopia yang hangat.

     

    (Red)

  • Hari Anak Nasional 2025: 1 dari 4 Anak Indonesia Masih Rentan, TNP Group Ajak Publik Peduli

    Hari Anak Nasional 2025: 1 dari 4 Anak Indonesia Masih Rentan, TNP Group Ajak Publik Peduli

    VISTA NUSANTARA – Peringatan Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli merupakan momen reflektif bagi semua pihak untuk memastikan bahwa hak-hak anak di Indonesia tidak hanya diakui, tetapi juga benar-benar terpenuhi. Salah satu hak yang kerap luput dari perhatian publik adalah hak bermain, padahal aktivitas ini memegang peran krusial dalam perkembangan fisik, emosional, sosial, hingga intelektual anak.

    Menurut data UNICEF dan BPS (2023), 1 dari 4 anak Indonesia masih hidup dalam kondisi rentan terhadap eksploitasi, kurang gizi, keterbatasan akses pendidikan, serta minimnya ruang aman untuk tumbuh dan berekspresi. Di sisi lain, data Kementerian Sosial RI memperkirakan terdapat lebih dari 16.000 anak jalanan di berbagai kota besar Indonesia. Mereka hidup dalam kondisi tidak menentu dan seringkali tak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk bermain.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, TNP Group melalui inisiatif sosial #TNPGroupUntukIndonesia, berkolaborasi dengan komunitas Sahabat Anak Cijantung dan brand MUGU, menggelar kegiatan bertajuk Karena Semua Anak Berhak Bermain dengan Bahagia. Acara ini dilangsungkan pada 14 Juli 2025 di PAUD Sahabat Anak Cijantung, Jakarta Timur, dan melibatkan 20 anak berusia 5–7 tahun yang berasal dari lingkungan marginal.

    Ruang Bermain yang Aman dan Bermakna

    Kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaktif dan aman bagi anak-anak untuk merasakan pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus edukatif. Anak-anak diajak mengikuti sesi bermain bersama, dilanjutkan dengan pertunjukan puppet show yang menggunakan mainan edukatif stuffed dolls dari MUGU. Setiap boneka membawa karakter dan nilai positif yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, serta imajinasi anak.

    “Di balik tawa anak-anak hari ini, ada pesan besar yang ingin kami suarakan: bahwa semua anak, tanpa terkecuali, berhak merasakan kebahagiaan dan masa kecil yang layak. CSR ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk berperan serta dalam mendukung hak-hak anak di Indonesia, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan,” ujar Mariana Farida, HRGA Manager TNP Group.

    Pentingnya Memuliakan Hak Bermain Anak

    Menurut Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989, ada 10 hak dasar anak yang perlu dijamin oleh negara dan masyarakat, salah satunya adalah hak untuk bermain dan berekreasi. Hak ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk pemenuhan kebutuhan psikososial yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.

    Sahabat Anak sendiri adalah organisasi berbasis relawan yang fokus pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak marginal, khususnya anak jalanan. Mereka bekerja untuk menyadarkan bahwa anak jalanan adalah anak yang memiliki martabat dan potensi yang sama. Dengan pendekatan persahabatan, kasih sayang, dan pembinaan, Sahabat Anak telah menjangkau ribuan anak sejak didirikan dan menjadi garda depan dalam perjuangan hak-hak anak marginal di kota-kota besar.

    “Salah satu hak anak yang paling mendasar namun paling sering diabaikan adalah hak untuk bermain. Banyak dari mereka tumbuh terlalu cepat karena harus bertahan hidup di jalanan. Kami bersyukur sekali, TNP Group dan MUGU hadir menemani mereka hari ini dengan tulus. Semoga ini bisa membuka lebih banyak mata dan hati untuk bergerak,” ungkap Aris Hilmawan, relawan Sahabat Anak Cijantung.

    Kolaborasi Lintas Sektor untuk Perubahan Nyata

    Dalam kegiatan ini, TNP Group dan MUGU juga menyerahkan donasi berupa berbagai mainan edukatif dan produk MUGU lainnya kepada PAUD Sahabat Anak Cijantung. Produk MUGU sendiri dikenal sebagai brand anak asal Australia yang menekankan nilai-nilai edukatif, desain ramah lingkungan, serta keamanan penggunaan.

    Melalui puppet show yang menghadirkan karakter boneka seperti Elio, Hiro, Snowie, MUGU ingin mengajak anak-anak menunjukkan rasa empati, keberanian, dan rasa ingin tahu anak sejak dini. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye #MUGUSahabatAnakIndonesia, yang bertujuan menjangkau lebih banyak anak-anak di seluruh Indonesia melalui dukungan nyata, bukan hanya produk.

    Dengan mengusung misi Made with Heart for Our Earth & Children Tomorrow, MUGU mendorong pentingnya belajar melalui bermain sejak usia dini.

    Langkah Kecil, Dampak Besar

    Melalui kegiatan ini, TNP Group berharap dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemenuhan hak-hak anak. Hari Anak Nasional bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga ajakan bagi seluruh masyarakat untuk melihat kembali kondisi nyata yang dihadapi banyak anak di luar sana.

    “Kami percaya bahwa perubahan dimulai dari aksi kecil namun konsisten. Semoga melalui kegiatan seperti ini, lebih banyak pihak terdorong untuk mengambil bagian—karena anak-anak ini bukan sekadar penerus bangsa, mereka adalah warga negara hari ini yang perlu dilindungi dan diberdayakan,” tutup Mariana Farida.

    Tentang TNP Group

    TNP Group adalah perusahaan retail perlengkapan ibu dan bayi yang memiliki beberapa lini merek di bawahnya seperti MOOIMOM, MUGU & MomCozy Indonesia. Beberapa produk MOOIMOM telah memenangkan berbagai penghargaan seperti Brand Choice Award untuk kategori gendongan hipseat terbaik, pompa ASI terbaik, dan kantong ASI terbaik.

    Sejak didirikan pada 2015, MOOIMOM telah mendistribusikan produknya di Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Taiwan baik secara offline maupun online. Pelanggan di Indonesia bisa mendapatkan produk MOOIMOM melalui berbagai gerai offline resmi di Grand Indonesia, Kota Kasablanka, Pondok Indah Mall 2, dan Mall Kelapa Gading. Gerai online resmi MOOIMOM dapat diakses melalui Marketplace dan situs resmi [www.mooimom.id](http://www.mooimom.id).

    Selain menjalankan bisnis komersial, TNP Group juga aktif dalam kegiatan sosial melalui program #TNPGroupUntukIndonesia yang fokus pada kesejahteraan perempuan, anak, dan keluarga Indonesia.

    Tentang MUGU Baby

    MUGU adalah brand asal Australia yang percaya bahwa kreativitas tanpa batas bisa dibentuk sejak dini. Setiap produknya dirancang dengan cermat untuk mendukung proses belajar anak melalui aktivitas sehari-hari; mulai dari makan hingga bermain. Dengan fokus pada kualitas, kenyamanan, dan desain yang ramah lingkungan, MUGU menjadi merek yang mendukung para ibu untuk menginspirasi imajinasi dan menjadi teman tumbuh anak yang menyenangkan dan penuh makna.

    (Red)

  • Prabawa Rilis ‘Ku Cemburu’, Lagu Patah Dengan Aransemen Elegan

    Prabawa Rilis ‘Ku Cemburu’, Lagu Patah Dengan Aransemen Elegan

    VISTA NUSANTARA – Tahun 2025 ini ditandai dengan banyaknya gebrakan baru dari musisi era 2000 awal, mereka kembali me-release lagu baru dengan image yang baru. Tersebutlah nama Umbu Prabawa, kini kembali ke industri musik dengan identitas baru dan lebih personal, Prabawa.

    Nama yang berarti “bercahaya” dalam bahasa Sanskerta ini bukan hanya simbol semangat baru, tetapi juga representasi akar identitas dan penghormatan terhadap sang ayah yang pertama kali menemukan bakat menyanyinya sejak usia sembilan tahun.

    Jumat 18 Juli 2025 menjadi momen kembalinya ini, Prabawa mempersembahkan single terbaru berjudul “Ku Cemburu”, sebuah karya yang menyoroti luka emosional akibat pengkhianatan dalam hubungan.

    Lagu ini lahir dari perenungan mendalam tentang kesetiaan dan kejujuran yang semakin langka di era hubungan modern, bahkan terinspirasi oleh kasus-kasus yang sempat menjadi viral belakangan ini.

    Single “Ku Cemburu” ditulis dan dikomposisi langsung oleh Prabawa, dengan penataan musik oleh Adi Wibowo. Proses kreatifnya melibatkan sejumlah workshop dan revisi untuk menghasilkan nuansa musik yang kuat namun tetap menyentuh.

    Prabawa dan Adi, yang sama-sama perfeksionis, meramu emosi lagu ini hingga mencapai bentuk akhir yang utuh dan autentik.

    Lagu ini juga menghadirkan sentuhan khas dari paduan suara kecil yang beranggotakan sahabat-sahabat penyanyi berbakat, yakni David Manalu, Beyon Destiano, Marisha Halauwet, dan Niken Asterina, yang dikenal lewat kolaborasi mereka di The Musical Troops dan Magnificanto Singers.

    Baris lirik-lirik seperti, “Jujurlah padaku, walaupun kau kata kita tetap satu” atau “Andai rasa itu tak pernah kau sentuh dulu, ku yakin dirimu masih bersamaku”, menjadi inti dari jiwa lagu ini—menyampaikan kepedihan yang jujur namun tetap elegan.

    Prabawa mempersembahkan lagu ini kepada keluarga dan sahabat-sahabat terdekatnya, yang telah menjadi penyemangat utama dalam perjalanan kembalinya ke dunia musik.

    “Saya kembali bukan sekadar melanjutkan, tetapi menyatu kembali dengan tempat asal saya, yaitu musik,” tutur Prabawa dalam keterangan tertulisnya.

    “Saya persembahkan single ini dan karya karya musik saya kepada keluarga tercinta. Merekalah yang selalu percaya akan kemampuan saya dan meyakinkan untuk saya kembali berkarya,” tuturnya.

    Saat ini, single “Ku Cemburu” milik Prabawa sudah tersedia di seluruh platform pemutar musik digital.
    Selamat menikmati lagu “Ku Cemburu”.

    (Red)

  • Main-Main Cipete #20 Hadirkan Kolaborasi Spektakuler: Dari Pop Melankolis Hingga Rock 90-an

    Main-Main Cipete #20 Hadirkan Kolaborasi Spektakuler: Dari Pop Melankolis Hingga Rock 90-an

    VISTA NUSANTARA – Lima musisi bertumbuh Indonesia, sukses menggebrak keriaan musik mingguan Main-Main di Cipete volume ke-20 pada Senin malam, 14 Juli 2025 kemarin. Tri Alxndr, Weekend By Evidence, Randa Oktovandy, Kidunghara dan grup band Wayang, hadir menghibur Casatopia Cafe, tempat acara berlangsung.

    Dipandu Eno Suratno Wongsodimedjo dan Nurgi Ceper, acara mingguan yang diprakarsai oleh Reallist Management ini kembali menjadi ruang kreatif bagi para musisi independen untuk mengekspresikan karya mereka secara langsung kepada publik.

    Solois pendatang baru, Tri Alxndr membuka penampilan dengan gaya pop melankolisnya yang sukses menghadirkan momen reflektif dan menghangatkan hati. Kehadirannya malam itu adalah untuk memperkenalkan single anyar bertajuk “Kamu Lupa”.

    Usai Tri turun panggung, giliran band rock alternatif asal Jakarta, Weekend By Evidence yang mengambil alih lampu sorot. Unit yang digawangi oleh Dean ini, tampil membawakan nomor-nomor dari album “Wanderlust” yang energik dan menggugah, membawa penonton ke era 90-an dengan sentuhan modern.

    Gitaris yang kini berkarier sebagai penyanyi solo, Randa Oktovandy mengisi pentas sebagai penampil berikutnya. Di sela aksi, musikus berambut gondrong ini mengundang rekan kolaborasinya, Frietsa Rianty ke atas panggung.

    Randa Oktovandy dan Frietsa Rianty memperdengarkan single baru berjudul “Labil”, satu tembang romantis yang menggabungkan pop folk dengan lirik yang menggambarkan dinamika hubungan yang kompleks.

    Penyanyi solo Kidunghara yang dikenal dengan gaya retronya yang khas, langsung mengisi panggung dengan nomor-nomor pop kreatifnya. Dalam penampilannya, ia menggandeng Gloria Jessica dan membawakan lagu “Kanvas Abadi”, sebuah persembahan nostalgia yang membangkitkan nuansa musik Indonesia era 1950-an dengan gaya yang puitis dan minimalis.

    Penampilan grup band pop veteran, Wayang menjadi titik klimaks program Main-Main di Cipete volume ke-20. Lagu-lagu nostalgia semisal “Dongeng” dan “Damai” dibawakan dengan pengubahan aransemen yang menawan. Unit yang digawangi oleh Wahyudi Ramdhan (vokal) dan Ahmad Fauzi (bass) ini, kemudian mengundang Lovely Bustamar, penyanyi muda berbakat yang menjadi rekan kolaboratornya ke atas pentas.

    Wayang featuring Lovely Bustamar kemudian membawakan lagu “Cinta Pertama”, tembang baru yang dirilis pada Mei 2025. Kolaborasi ini mempertemukan karakter klasik khas Wayang dengan sentuhan vokal lembut dan emosional dari Lovely Bustamar.

    Aksi mereka disambut antusias oleh penonton, mempertegas daya tarik lintas generasi dalam musik Indonesia.

    Program musik Main-Main di Cipete sendiri merupakan keriaan yang tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas dan apresiasi terhadap karya orisinal. Digelar tanpa tiket dan terbuka untuk umum, acara ini menegaskan bahwa musik dapat menjadi medium yang inklusif dan menyatukan.

    Dengan antusiasme yang terus tumbuh, publik bisa menantikan gelaran berikutnya yang diyakini akan terus menghadirkan kejutan menarik dari talenta-talenta baru dalam industri musik lokal, lewat media sosial resmi mereka di Instagram, @main.main.di.

     

    (Red)

  • RRI Mantapkan Komitmen Bina Talenta Musik Lewat Bintang Radio 2025

    RRI Mantapkan Komitmen Bina Talenta Musik Lewat Bintang Radio 2025

    VISTA NUSANTARA – Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menegaskan komitmennya dalam membina talenta musik Tanah Air dengan meluncurkan dua single dari pemenang Bintang Radio 2024, sekaligus membuka secara resmi Kick Off Bintang Radio 2025.

    Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Direktur LPU LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, menegaskan bahwa Bintang Radio bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembinaan berkelanjutan. Perilisan single dan Kick Off Bintang Radio 2025 berlangsung di Auditorium Abdulrahman Saleh, RRI Jakarta, Kamis, 3 Juli 2025.

    “Hari ini, kita me-launching single dari dua pemenang Bintang Radio 2024. Tapi, sekaligus me-launching Bintang Radio 2025,” kata Yonas Markus Tuhuleruw.

    “RRI konsisten mencetak bintang dari berbagai penjuru nusantara, tak hanya memfasilitasi karya tetapi juga mempromosikan hingga roadshow,” ucap dia.

    Ajang Bintang Radio pada tahun-tahun sebelumnya, telah melahirkan banyak nama besar di industri musik Indonesia, dari Titiek Puspa hingga Andmesh Kamaleng. Lantaran itu, kata Yonas, Bintang Radio bisa menjadi ruang bagi putra putri Indonesia dimanapun untuk dapat menyalurkan bakat menyanyinya.

    Dua pemenang utama tahun lalu, Davit Ingsani dari Semarang dan Nadia Titanya dari Denpasar, masing-masing merilis single perdana mereka.

    Single bertajuk “Cinta Tanpa Rencana” yang merupakan karya cipta Bemby Noor, dibawakan oleh Davit. Sementara Nadia membawakan lagu “Masih Cinta Dia” ciptaan Trakast.

    Kedua lagu ini diproduksi dengan kualitas tinggi oleh tim profesional, sebagai bagian dari kontrak eksklusif yang diberikan kepada para juara Bintang Radio 2024.

    Nadia, gadis asal Gianyar kelahiran 2008, mengaku tak menyangka bisa menjadi juara. “Rasanya seperti mimpi. Lagunya benar-benar relate sama kisah hidup aku,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

    Sementara Davit, penyanyi asal Pekalongan, menyebut ini sebagai buah dari perjuangan panjangnya di dunia musik. “Saya bersyukur bisa punya karya yang ditunggu-tunggu,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, RRI juga mengumumkan dimulainya Bintang Radio 2025, yang akan digelar mulai Agustus hingga November mendatang. Proses seleksi akan dimulai dari tingkat kota, berlanjut ke tingkat nasional, dan kembali digelar secara terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia berusia 16–25 tahun.

    Informasi mengenai pendaftaran dan seleksi ajang Bintang Radio 2025 bisa diakses melalui kanal resmi RRI, termasuk situs web dan media sosial.

    Grand Final Bintang Radio 2024 sebelumnya digelar di Balai Kota Surabaya dan dimeriahkan oleh penampilan band legendaris Padi Reborn, yang sukses membangkitkan nostalgia dan semangat para penonton.

    Dari total 3.956 peserta, hanya 10 grand finalis yang berhasil tampil di malam puncak, membuktikan ketatnya seleksi dan tingginya kualitas ajang ini.

     

    (Red)

  • Trio Puisi Orchidaria Curi Perhatian di Main-Main Cipete Lewat Penampilan Puitis dan Kontemplatif

    Trio Puisi Orchidaria Curi Perhatian di Main-Main Cipete Lewat Penampilan Puitis dan Kontemplatif

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan yang konsisten menjadi ruang ekspresi bagi musisi muda dan independen, Main-Main di Cipete kembali hadir di episode 18, pada Senin malam, 30 Juni 2025. Bertempat di Casatopia Cafe, acara ini dipandu oleh duo host Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno.

    Hadir sebagai penampi perdana, William Sihombing membuka malam dengan performa penuh perasaan. Solois asal Tangerang Selatan ini membawakan lagu-lagu ciptaannya seperti “Putih”, “Buana”, “Aksara”, “Potret”, dan single terbaru berjudul “Samudra”

    William Sihombing dikenal lewat pendekatan lirik personal dan produksi musik yang matang bersama FireFly Records dalam karya-karyanya.

    Penampilan dilanjutkan oleh Orchidaria, trio musikalisasi puisi yang tengah naik daun. Lewat EP mereka “Senarai”, grup ini menyuguhkan lagu-lagu seperti “Sama-sama Melupakan”, “Rumah, Tak Pulang”, dan “Tak Minta Banyak”.

    Setiap lagu yang dihadirkan Orchidaria, dibalut lirik puitis dan aransemen akustik yang intim. Salah satu personel bahkan menyisipkan pembacaan puisi di tengah set, memperkuat kesan kontemplatif yang menjadi ciri khas mereka.

    Meha, penyanyi muda berbakat, tampil memikat dengan membawakan lagu klasik “Kiss Me” dari Sixpence None the Richer. Ia kemudian memperkenalkan karya-karya dari album debutnya “Cinta Tak Pernah Salah”, termasuk “Daku Sekarat”, “Turun Dari Langit”, dan “Ada Rasa”.

    Lagu-lagu yang dibawakan Meha menampilkan warna vokalnya yang lembut namun kuat, serta lirik yang menggugah.

    Sebagai penutup, Daniel Abraham hadir membakar panggung dengan deretan lagu rap miliknya, termasuk “Pesta”, “Bucin”, “Jalan Sore”, dan “Jogetin”.

    Dikenal sebagai pejuang hip-hop muda dengan lirik positif dan beat cepat, Daniel sebelumnya juga tampil di Swag Event edisi ke-108 dan mendapat sambutan hangat dari komunitas musik urban.

    Program musik Main-Main di Cipete sendiri telah menjadi ajang mingguan yang rutin digelar setiap Senin malam di Casatopia Cafe.

    Diinisiasi oleh Reallist Management, acara ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk, dan menjadi wadah penting bagi regenerasi musisi alternatif di Jakarta.

    Dengan atmosfer hangat dan lineup yang selalu segar, acara ini dengan akun Instagram resmi @main.main.di ini, terus membuktikan bahwa musik lokal punya tempat istimewa di hati para penikmatnya.

    (Red)

  • Brand Kacamata Asal Jogja, ‘Unstoppable Culture’ Sasar Pasar Lari Wanita Lewat Runostalgic

    Brand Kacamata Asal Jogja, ‘Unstoppable Culture’ Sasar Pasar Lari Wanita Lewat Runostalgic

    VISTA NUSANTARA – Brand kacamata asal Yogyakarta, Unstoppable Culture (UC), ikut ambil bagian dalam gelaran event lari Runostalgic sebagai salah satu tenant yang menarik perhatian pengunjung. Kehadiran UC dalam ajang ini menjadi bukti nyata komitmen brand dalam mendekatkan diri kepada komunitas aktif dan lifestyle enthusiast di berbagai kota, Minggu (29 Juni 2025).

    Unstoppable Culture yang dikenal dengan desain kacamata ringan dan nyaman terutama untuk wanita aktif usia 25 hingga 45 tahun, membawa tiga artikel andalannya: Ignite, Burnt, dan Flash. Ketiganya dirancang khusus dengan fitur woman fit serta menjadi salah satu kacamata teringan di kelasnya, membuatnya ideal untuk pengguna yang aktif bergerak.

    Daffa, perwakilan dari Unstoppable Culture, menjelaskan alasan keikutsertaan UC dalam event ini. “Market Runostalgic didominasi oleh wanita usia 25–38 tahun, yang sangat sesuai dengan target konsumen kami. Oleh karena itu, kehadiran UC di sini sangat strategis,” ujarnya.

    Saat ditanya mengenai keikutsertaan UC dalam event lari selanjutnya, Daffa menegaskan komitmennya, “Ya tentu, karena UC memang aktif dalam event-event lari di berbagai kota besar maupun kecil. Kami melihat lari sebagai aktivitas positif yang memiliki komunitas unik di setiap daerah.”

    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan harapan besar untuk perkembangan brand ke depan. “Kami berharap UC bisa membangun komunitasnya sendiri di setiap kota, dan dapat hadir dalam berbagai event lari baik di dalam maupun luar Pulau Jawa,” ungkapnya.

    Meski aktif berpatisipasi dalam berbagai event, Daffa tak menampik adanya tantangan yang dihadapi brand. “Kami menerapkan prinsip small team, jadi kadang masih terkendala jumlah SDM untuk hadir langsung di venue. Namun, dengan adanya lebih dari 20 mitra toko offline di Jawa dan Bali, kami tetap bisa hadir melalui sistem consignment di beberapa event daerah,” jelasnya.

    Kehadiran Unstoppable Culture dalam event Runostalgic menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat brand positioning sebagai kacamata pilihan wanita aktif dan dinamis.

    (Red)

  • Musisi Indonesia Rilis Single Global ‘Move Dat Thing’, Tayang di Spinnin’ Records

    Musisi Indonesia Rilis Single Global ‘Move Dat Thing’, Tayang di Spinnin’ Records

    VISTA NUSANTARA – Tiga talenta Indonesia di kancah musik elektronik global, Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva, kembali mengguncang dunia lewat rilisan single terbaru mereka bertajuk “Move Dat Thing”. Lagu ini bukan hanya sekadar banger lantai dansa, tapi juga sindiran ringan untuk mereka yang hadir ke klub namun enggan menari.

    Dengan energi yang eksplosif, lagu ini diciptakan untuk membangkitkan suasana dan mengajak semua orang untuk melepaskan diri dan bergoyang.

    Terinspirasi dari pengalaman tur keliling kota dan interaksi dengan berbagai kultur klub, ketiganya menyaksikan fenomena yang sama: dance floor yang sunyi karena audiens yang diam membeku. Dari sinilah “Move Dat Thing” lahir menjadi sebuah seruan lantang untuk menggerakkan tubuh, melepaskan ragu, dan merayakan musik sebagai bahasa universal.

    Dibekali hook adiktif dan lirik lugas seperti “Jump up & move dat thing” dan “Let me see you on da floor,” lagu ini menjelma menjadi anthem yang sulit diabaikan.

    “Kami ingin lagu ini mencairkan suasana di setiap pesta, tanpa objektifikasi, agar laki-laki dan perempuan merasa nyaman untuk bersenang-senang bersama,” kata Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva lewat keterangan tertulisnya.

    Lirik lagu juga menyebut berbagai kota di dunia seperti Rio, London, Jakarta, dan Ibiza yang menegaskan pesan inklusivitas global dan perayaan terhadap budaya klub internasional.

    Diluncurkan oleh label ternama Spinnin’ Records yang dikenal sebagai rumah bagi nama-nama besar seperti Martin Garrix dan Don Diablo, rilisan ini memperkuat posisi ketiga musisi Indonesia di panggung dunia.

    Karya ini merupakan rilisan ketiga Adnan Veron dan kedua bagi Liquid Silva bersama Spinnin’. Sebelumnya, mereka mencatat kesuksesan lewat nomor berjudul “BAD BOYS” (bersama Bravy & Mister Aloy), dengan lebih dari 2,2 juta stream di Spotify, hampir 500 ribu penonton di YouTube, serta mewarnai 8.700 lebih konten di TikTok.

    Kemudian ada “LOWKEY” (bersama Erga & Liquid Silva), yang mencetak lebih dari 11 juta stream Spotify, 10 juta views di YouTube, dan viral di TikTok dengan lebih dari 600 ribu video.

    Sementara itu, kolaborator baru, Arsyih Idrak, turut menunjukkan daya ledak yang tidak kalah kuat dengan lagu sebelumnya “Takutu”, yang telah mengantongi lebih dari 9 juta stream.

    Saat ini, single “Move Dat Thing” milik Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

    (Red)

  • Suasana Hangat dan Intim di Main-Main Cipete #16, dari Alvin Wardiman Hingga El Michael

    Suasana Hangat dan Intim di Main-Main Cipete #16, dari Alvin Wardiman Hingga El Michael

    VISTA NUSANTARA – Program musik independen, Main-Main di Cipete kembali hadir dalam edisi ke-16 pada Senin, 16 Juni 2025 pukul 19.00 WIB di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan. Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, edisi kali ini menghadirkan deretan musisi berbakat yang siap membawa penonton dalam perjalanan musikal yang penuh emosi dan eksplorasi.

    Acara ini akan dibuka dengan penampilan Alvin Wardiman, yang akan membawakan sejumlah lagu ciptaannya. Penyanyi yang dikenal dengan karya yang menyentuh hati ini, menyanyikan nomor “They Don’t Mean a Thing”, “Grief”, “Love Paradox”, dan “Smile Again” miliknya yang telah dirilis.

    Kemudian, Adnan Nanda memperkenalkan materi dari EP miliknya bertajuk “Beraksi ke Galaksi”, dengan lagu-lagu berjudul “Beraksi ke Galaksi”, “Meregang Remang”, “Masa Bergala”, dan “Taklimat Fana”, serta single terdahulunya bertajuk “Tenang Senang”.

    Syauqi Destanika juga menghipnotis para penonton dengan karya-karyanya, seperti “Merindu Mesra”, serta dua lagu yang belum dirilis, “Algoritma Semesta” dan “Send Me Away”, ditambah lagu “It’s My Shoes”.

    Sebagai penutup, El Michael menghadirkan sajian musik yang memikat dengan lagu-lagu seperti “Always You”, “Comfort of My Home”, serta dua nomor cover spesial, “Slow Dancing In A Burning Room” milik John Mayer dan “Lemonade” milik Jeremy Passion.

    Tak ketinggalan, El Michael juga akan membawakan single terbarunya “Nothing I Can Do”, yang segera dirilis dalam waktu dekat.

    Dengan atmosfer yang hangat dan dekat, Main-Main di Cipete edisi 16 menjanjikan pengalaman musik yang lebih dari sekadar hiburan—ini adalah ruang berbagi karya, ekspresi, dan pertemuan antara musisi dan penikmatnya.

    Main-Main di Cipete yang digelar setiap Senin malam menjanjikan pengalaman musik yang lebih dari sekadar hiburan, yakni sebagai ruang berbagi karya, ekspresi, dan pertemuan antara musisi dan penikmatnya.

    Acara garapan Reallist Management ini telah menjadi wadah bagi berbagai musisi independen untuk tampil, menjemput pendengar baru dan berjejaring.

    (Red)

?>