?>

Kategori: politik

  • Program Nyata Arfi-Yena Tarik Dukungan dari Basis Farhan-Erwin

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASituasi politik menjelang Pilkada Kota Bandung 2024 semakin intens dengan pergeseran dukungan yang signifikan. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 4, Arfi-Yena, berhasil menarik minat warga, terutama dari basis pemilih Farhan-Erwin, yang merasa kecewa karena janji kampanye Pileg tidak terpenuhi.
    Perubahan dukungan ini terlihat di beberapa wilayah penting di Kota Bandung, seperti Kiara Condong, Batununggal, Astana Anyar, Sukajadi, dan Babakan Ciparay. Rasa kecewa warga terlihat jelas akibat janji-janji kampanye mengenai perbaikan infrastruktur dan bantuan sosial dari Farhan-Erwin yang dianggap tidak terealisasi.
    Rina, warga Kelurahan Margasuka, menyatakan kekecewaannya. Sebelumnya mendukung pasangan Farhan-Erwin, kini ia beralih ke pasangan Arfi-Yena. “Dulu saya dukung nomor tiga, tetapi janji mengenai infrastruktur dan bantuan sosial belum ada realisasinya. Mereka juga jarang turun ke wilayah kami,” tuturnya, Sabtu (26/10/2024).
    Di sisi lain, kehadiran Arfi-Yena dengan program sosial seperti ‘Ayeuna Bazar 4.444 Paket Sembako’ mendapat respon positif. “Kami merasa lebih didengarkan. Apa yang mereka sampaikan benar-benar berkaitan dengan masalah sehari-hari kami,” tambah Rina.
    Program bazar sembako murah dan kegiatan sosial lainnya membuat warga merasa lebih dekat dengan pasangan Arfi-Yena. Ahmad, seorang warga Babakan Ciparay, menyatakan kedekatan dan komitmen pasangan ini menjadi alasan utama ia beralih dukungan. “Bukan hanya soal harga minyak, tetapi cara mereka berinteraksi dengan warga membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya sambil menunjukkan stiker Arfi-Yena di gerobak jualannya.
    Bukan hanya pemilih dewasa, kalangan muda yang sebelumnya netral kini juga merapat ke Arfi-Yena. Nanda, seorang mahasiswa di Kiara Condong, mengungkapkan kehadiran pasangan calon di lapangan memberi perspektif baru. “Awalnya kami terpengaruh janji, tetapi setelah melihat program nyata mereka, saya dan teman-teman jadi yakin. Arfi-Yena lebih realistis dan dapat diandalkan,” katanya.
    Tim relawan PANDAWA (Pasukan Arfi-Yena dari Warga) yang aktif di masyarakat menemukan keresahan serupa di beberapa wilayah yang dulunya menjadi basis kuat Farhan-Erwin. 
    “Warga menagih janji Pileg dan khawatir jika mereka gagal lagi di Pilkada,” kata Ustaz Ruslan Abdul Ghani, Koordinator PANDAWA, akrab disapa Ust Uge. “Sekarang harapan warga berpindah ke Arfi-Yena. Inshaallah, pasangan nomor 4 ini akan menang.”ucapnya.
    Menjelang pemilihan, Arfi-Yena dianggap mampu membuktikan bahwa keterlibatan langsung dan program nyata lebih menarik daripada janji politik semata. 
    Warga kini berharap besar kepada pasangan ini untuk membawa perubahan bagi Kota Bandung. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang dekat dan peduli. Arfi-Yena tampaknya memiliki potensi besar untuk memenuhi harapan itu,” ucapnya dengan optimis.***
  • Janji Tak Terpenuhi, Warga Bandung Pindah Dukung Arfi-Yena

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASituasi politik menjelang Pilkada Kota Bandung 2024 semakin intens dengan pergeseran dukungan yang signifikan. Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 4, Arfi-Yena, berhasil menarik minat warga, terutama dari basis pemilih Farhan-Erwin, yang merasa kecewa karena janji kampanye Pileg tidak terpenuhi.
    Perubahan dukungan ini terlihat di beberapa wilayah penting di Kota Bandung, seperti Kiara Condong, Batununggal, Astana Anyar, Sukajadi, dan Babakan Ciparay. Rasa kecewa warga terlihat jelas akibat janji-janji kampanye mengenai perbaikan infrastruktur dan bantuan sosial dari Farhan-Erwin yang dianggap tidak terealisasi.
    Rina, warga Kelurahan Margasuka, menyatakan kekecewaannya. Sebelumnya mendukung pasangan Farhan-Erwin, kini ia beralih ke pasangan Arfi-Yena. “Dulu saya dukung nomor tiga, tetapi janji mengenai infrastruktur dan bantuan sosial belum ada realisasinya. Mereka juga jarang turun ke wilayah kami,” tuturnya, Sabtu (26/10/2024).
    Di sisi lain, kehadiran Arfi-Yena dengan program sosial seperti ‘Ayeuna Bazar 4.444 Paket Sembako’ mendapat respon positif. “Kami merasa lebih didengarkan. Apa yang mereka sampaikan benar-benar berkaitan dengan masalah sehari-hari kami,” tambah Rina.
    Program bazar sembako murah dan kegiatan sosial lainnya membuat warga merasa lebih dekat dengan pasangan Arfi-Yena. Ahmad, seorang warga Babakan Ciparay, menyatakan kedekatan dan komitmen pasangan ini menjadi alasan utama ia beralih dukungan. “Bukan hanya soal harga minyak, tetapi cara mereka berinteraksi dengan warga membuat kami merasa diperhatikan,” ujarnya sambil menunjukkan stiker Arfi-Yena di gerobak jualannya.
    Bukan hanya pemilih dewasa, kalangan muda yang sebelumnya netral kini juga merapat ke Arfi-Yena. Nanda, seorang mahasiswa di Kiara Condong, mengungkapkan kehadiran pasangan calon di lapangan memberi perspektif baru. “Awalnya kami terpengaruh janji, tetapi setelah melihat program nyata mereka, saya dan teman-teman jadi yakin. Arfi-Yena lebih realistis dan dapat diandalkan,” katanya.
    Tim relawan PANDAWA (Pasukan Arfi-Yena dari Warga) yang aktif di masyarakat menemukan keresahan serupa di beberapa wilayah yang dulunya menjadi basis kuat Farhan-Erwin. 
    “Warga menagih janji Pileg dan khawatir jika mereka gagal lagi di Pilkada,” kata Ustaz Ruslan Abdul Ghani, Koordinator PANDAWA, akrab disapa Ust Uge. “Sekarang harapan warga berpindah ke Arfi-Yena. Inshaallah, pasangan nomor 4 ini akan menang.”ucapnya.
    Menjelang pemilihan, Arfi-Yena dianggap mampu membuktikan bahwa keterlibatan langsung dan program nyata lebih menarik daripada janji politik semata. 
    Warga kini berharap besar kepada pasangan ini untuk membawa perubahan bagi Kota Bandung. “Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemimpin yang dekat dan peduli. Arfi-Yena tampaknya memiliki potensi besar untuk memenuhi harapan itu,” ucapnya dengan optimis.***
  • Perusakan APK Arfi-Yena, Demokrasi Bandung Tercoreng

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah. 
    Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang. 
    “Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024). 
    Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.
    Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya. 
    “Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
    Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak. 
    Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018. 
    “Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.
    Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar. 
    Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. 
    Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim. 
    “Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.
    Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.
    “Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.***
  • 20 Baliho Arfi-Yena Dirusak, Tim Imbau Saling Menghormati

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah. 
    Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang. 
    “Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024). 
    Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.
    Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya. 
    “Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
    Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak. 
    Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018. 
    “Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.
    Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar. 
    Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. 
    Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim. 
    “Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.
    Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.
    “Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.***
  • Partisipasi Pemilih Diutamakan, Meski Baliho Arfi-Yena Dirusak

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah. 
    Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang. 
    “Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024). 
    Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.
    Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya. 
    “Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
    Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak. 
    Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018. 
    “Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.
    Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar. 
    Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. 
    Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim. 
    “Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.
    Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.
    “Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.***
  • Baliho dan Spanduk Arfi-Yena Hilang, Tim Tetap Kedepankan Persuasif

    BANDUNG, VISTA NUSANTARASejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem dirusak. Naradamping atau liaison officer (LO) pasangan Arfi-Yena, Cucu Sukmana sangat menyayangkan perbuatan tersebut. Pihaknya mengajak kepada pelaku perusakan untuk saling menghormati, termasuk di tengah tahapan kampanye pemilihan kepala daerah. 
    Berdasarkan hasil monitoring lapangan, serta laporan masyarakat -termasuk relawan- dalam dua pekan ini, banyak baliho, serta T banner paslon Arfi-Yena yang disobek. Selain itu, sejumlah banner dan spanduk hilang. 
    “Tidak kurang dari 20 baliho yang disobek. Banyak juga T banner yang disobek, atau dipatahkan bambunya. Belum lagi spanduk dan banner hilang beberapa hari setelah pemasangan. Kami mencatat, titik baliho, spanduk, banner, atribut lain yang rusak maupun hilang. Dokumentasinya juga ada (disimpan),” tutur Cucu, Jumat (25/10/2024). 
    Baliho paslon nomor 4 yang dirusak, di antaranya di dekat gerbang kompleks Cempaka Arum, Gedebage. Kompleks itu merupakan kediaman Cucu. Sejauh pengalamannya sebagai pelaku politik, Cucu mengatakan, baru kali ini melihat perusakan alat peraga kampanye paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung di area setempat.
    Mengedepankan upaya persuasif, pihaknya belum melaporkan perbuatan itu ke Bawaslu Kota Bandung. Menurut aturan, berlaku sanski pidana bagi yang merusak atau menghilangkan alat peraga kampanya. 
    “Seusai arahan Kang Arfi dan Teh Yena, tak mesti langsung lapor, melainkan lebih dahulu menyampaikan imbauan dan menjalin komunikasi. Apalagi, kami tak menghendaki untuk mencari-cari kesalahan orang lain.
    Cucu turut menyampaikan, komunikasi dan koordinasi dengan LO paslon lain di Pilkada Kota Bandung terus berjalan baik. Berdasarkan informasi dari tiap-tiap LO, sejumlah APK paslon lain pun dirusak. 
    Cucu menyebutkan, salah satu tujuan pemasangan baliho, spanduk, banner, maupun atribut lainnya, yakni meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada. Harapannya, tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Wali Kota Bandung 2024 lebih tinggi ketimbang 2018. 
    “Angka partisipasi pemilih pada (pilwalkot) 2018, sekitar 76%. Kami berharap, partisipasi pemilih pada pilwalkot 2024, paling tidak 85%. Mari, sama-sama saling menghargai dan menghormati masa kampanye, bagian dari tahapan pilkada. Pesan yang tertera dalam spanduk, baliho, banner perlu sampai ke masyarakat,” ucap Cucu.
    Cucu optimistis, situasi demokrasi di Kota Bandung tetap indah, damai, riang gembira saat seluruh pihak saling menjaga dan menghormati. Dengan demikian, proses untuk mencari pemimpin lebih baik untuk Kota Bandung ke depan berjalan kondusif dan lancar. 
    Beriringan dengan hal itu, Cucu memohon kepada pengurus RT dan RW, lurah, camat, kepolisian, panwaslu tingkat kelurahan dan kecamatan agar ikut memerhartikan serta memonitor keutuhan APK. Hal itu dalam rangka mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. 
    Pada kesempatan terpisah, juru bicara paslon Arfi-Yena, Reza Arfah pun menyayangkan tindakan perusakan APK. Perbuatan itu turut mencederai semangat demokrasi, bukan hanya merugikan paslon Arfi-Yena beserta tim. 
    “Kami percaya, bahwa setiap calon berhak untuk berkampanye dengan cara yang positif dan damai. Tindakan seperti itu tidak membantu proses demokrasi yang sehat. Bersamaan dengan hal itu, kami ingin menekankan komitmen untuk menjalankan kampanye yang bersih dan saling menghormati. Kami menghargai setiap suara dan pendapat masyarakat,” ucap Reza.
    Atas nama paslon Arfi-Yena, Reza mengajak para pendukung agar tetap positif dan tidak terpengaruh oleh tindakan negatif. Pendukung perlu tetap fokus pada visi perubahan yang menjadi harapan bersama.
    “Kami berharap, masyarakat Kota Bandung dapat tetap bersatu dan mendukung proses demokrasi yang konstruktif. Setiap dukungan dan partisipasi sangat berarti bagi kami. Kita (elemen masyarakat Kota Bandung) ingin yang terbaik untuk Kota Bandung. Mari menjaga komunikasi yang baik dan saling menghormati. Hal itu yang akan membawa kita (Kota Bandung) ke arah yang lebih baik,” tutur Reza.***
  • Kritik Publik, Pemimpin Bandung Harus Berintegritas

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAMenjelang Pilkada Kota Bandung 2024, kekhawatiran publik mulai muncul terkait rekam jejak para bakal calon yang akan berlaga dalam pemilihan tersebut. Sejumlah elemen masyarakat merasa perlu mewaspadai latar belakang para kandidat yang diduga pernah terlibat kasus hukum. 

    Terdapat empat pasangan calon yang telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung. Pasangan calon tersebut adalah Farhan – Erwin (NasDem – PKB), Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya (PDIP – Demokrat), Haru Suandharu – Dhani Wiranata (PKS – Gerindra), dan Arfi Rafnialdi – Yena Iskandar (Golkar – PSI).

    Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung, melalui perwakilannya, Zaka, mengungkapkan adanya kekhawatiran mengenai track record beberapa kandidat yang dianggap memiliki catatan hukum. 

    “Kami melihat sejumlah nama yang mendaftarkan diri untuk maju di Pilwalkot Bandung ternyata memiliki track record yang kurang baik dalam arti tersandung kasus hukum sebelumnya,” ujar Zaka.

    Zaka menyoroti dua nama yang dianggap bermasalah, yakni Haru Suandharu dari PKS yang pernah terlibat kasus korupsi RTH Kota Bandung, dan Dandan Riza Wardana dari PDIP yang pernah divonis bersalah dalam kasus korupsi pada tahun 2017.

    “Kendati keduanya diperbolehkan oleh undang-undang, kami berharap masyarakat Kota Bandung bisa lebih cermat dalam memilih nanti,” tambah Zaka.

    Di samping isu hukum, Zaka juga menyoroti tantangan besar yang menanti pemimpin Kota Bandung. Persoalan seperti lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, kemacetan, kebersihan lingkungan, hingga konektivitas transportasi publik menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi.

    “Persoalan ini harus segera diselesaikan pemimpin yang memiliki integritas tinggi, bukan justru harus kembali terjerat kasus hukum ke depannya,” tutup Zaka.

    Pilkada Kota Bandung 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan kota. Kekhawatiran yang disampaikan Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung menjadi salah satu bentuk kepedulian publik terhadap integritas dan kompetensi calon pemimpin masa depan Kota Bandung.

    Selanjutnya kritikan datang dari salah satu mahasiswi di salah satu kampus swasta di Bandung ia mengatakan bahwa pasangan haru dhani tidak memberikan solusi yang kongkret untuk masyarakat kota Bandung. 

    “Mereka menggarris bawahi pada isu contoh nya seperti kemacetan dan pengelolaan sampah dan kemacetan nah dari hal tersebut seharusnya ada solusi yang kongkret dan tidak ngawang dan harus nya lebih memperhatikan tata kelola kota bandung.” ucap Sasa.***

  • Rekam Jejak Kandidat Pilkada Bandung Jadi Sorotan

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAMenjelang Pilkada Kota Bandung 2024, kekhawatiran publik mulai muncul terkait rekam jejak para bakal calon yang akan berlaga dalam pemilihan tersebut. Sejumlah elemen masyarakat merasa perlu mewaspadai latar belakang para kandidat yang diduga pernah terlibat kasus hukum. 

    Terdapat empat pasangan calon yang telah resmi mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung. Pasangan calon tersebut adalah Farhan – Erwin (NasDem – PKB), Dandan Riza Wardana – Arif Wijaya (PDIP – Demokrat), Haru Suandharu – Dhani Wiranata (PKS – Gerindra), dan Arfi Rafnialdi – Yena Iskandar (Golkar – PSI).

    Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung, melalui perwakilannya, Zaka, mengungkapkan adanya kekhawatiran mengenai track record beberapa kandidat yang dianggap memiliki catatan hukum. 

    “Kami melihat sejumlah nama yang mendaftarkan diri untuk maju di Pilwalkot Bandung ternyata memiliki track record yang kurang baik dalam arti tersandung kasus hukum sebelumnya,” ujar Zaka.

    Zaka menyoroti dua nama yang dianggap bermasalah, yakni Haru Suandharu dari PKS yang pernah terlibat kasus korupsi RTH Kota Bandung, dan Dandan Riza Wardana dari PDIP yang pernah divonis bersalah dalam kasus korupsi pada tahun 2017.

    “Kendati keduanya diperbolehkan oleh undang-undang, kami berharap masyarakat Kota Bandung bisa lebih cermat dalam memilih nanti,” tambah Zaka.

    Di samping isu hukum, Zaka juga menyoroti tantangan besar yang menanti pemimpin Kota Bandung. Persoalan seperti lapangan pekerjaan, harga kebutuhan pokok, kemacetan, kebersihan lingkungan, hingga konektivitas transportasi publik menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius dari calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi.

    “Persoalan ini harus segera diselesaikan pemimpin yang memiliki integritas tinggi, bukan justru harus kembali terjerat kasus hukum ke depannya,” tutup Zaka.

    Pilkada Kota Bandung 2024 menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan kota. Kekhawatiran yang disampaikan Forum Masyarakat Peduli Kota Bandung menjadi salah satu bentuk kepedulian publik terhadap integritas dan kompetensi calon pemimpin masa depan Kota Bandung.

    Selanjutnya kritikan datang dari salah satu mahasiswi di salah satu kampus swasta di Bandung ia mengatakan bahwa pasangan haru dhani tidak memberikan solusi yang kongkret untuk masyarakat kota Bandung. 

    “Mereka menggarris bawahi pada isu contoh nya seperti kemacetan dan pengelolaan sampah dan kemacetan nah dari hal tersebut seharusnya ada solusi yang kongkret dan tidak ngawang dan harus nya lebih memperhatikan tata kelola kota bandung.” ucap Sasa.***

  • Rekam Jejak Kontroversial, Dandan Maju Lagi di Pilkada Bandung 2024

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAMenjelang Pemilihan Walikota Bandung 2024, para calon pemimpin menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Isu-isu krusial seperti kemacetan dan pengolahan sampah menjadi sorotan utama masyarakat, terutama karena masalah ini belum teratasi dengan baik selama bertahun-tahun.
    Pasangan calon Farhan dan Erwin dinilai oleh masyarakat belum mampu menjelaskan visi dan misi mereka secara jelas, terutama pada aspek teknis. Ketidakjelasan ini menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan warga Bandung, yang berharap pada pemimpin yang dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan kota. Masyarakat menginginkan visi dan misi yang lebih terperinci dan realistis, serta mencerminkan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bandung.
    Sementara itu, pasangan Dandan dan Arif juga menghadapi kritik dari masyarakat. Hingga saat ini, mereka dinilai belum menyampaikan visi dan misi secara jelas, yang menambah keraguan di kalangan warga. Selain itu, rekam jejak Dandan yang pernah tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) di masa lalu menjadi sorotan tajam, merusak kredibilitasnya di mata publik. Isu ini membuat sebagian besar warga meragukan apakah Dandan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Bandung, mengingat pentingnya integritas dalam kepemimpinan.
    Cinta, seorang mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Bandung, menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Kota Bandung seharusnya semakin pintar dan dapat memilih pemimpin yang bersih dan teruji kejujurannya,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin terpilih nanti dapat lebih mengayomi masyarakat dan memiliki program kerja yang efektif.
    Dengan demikian, harapan besar diletakkan di pundak para calon pemimpin. Masyarakat Bandung mendambakan sosok yang mampu membawa perubahan, dengan integritas dan komitmen yang jelas untuk kemajuan kota tercinta ini.***
  • Kandidat Pilwalkot Bandung Dianggap Gagal Jawab Masalah Kota

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAMenjelang Pemilihan Walikota Bandung 2024, para calon pemimpin menghadapi berbagai tantangan dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Isu-isu krusial seperti kemacetan dan pengolahan sampah menjadi sorotan utama masyarakat, terutama karena masalah ini belum teratasi dengan baik selama bertahun-tahun.
    Pasangan calon Farhan dan Erwin dinilai oleh masyarakat belum mampu menjelaskan visi dan misi mereka secara jelas, terutama pada aspek teknis. Ketidakjelasan ini menyebabkan kebingungan dan kurangnya pemahaman di kalangan warga Bandung, yang berharap pada pemimpin yang dapat memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan kota. Masyarakat menginginkan visi dan misi yang lebih terperinci dan realistis, serta mencerminkan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi Kota Bandung.
    Sementara itu, pasangan Dandan dan Arif juga menghadapi kritik dari masyarakat. Hingga saat ini, mereka dinilai belum menyampaikan visi dan misi secara jelas, yang menambah keraguan di kalangan warga. Selain itu, rekam jejak Dandan yang pernah tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) di masa lalu menjadi sorotan tajam, merusak kredibilitasnya di mata publik. Isu ini membuat sebagian besar warga meragukan apakah Dandan adalah sosok yang tepat untuk memimpin Kota Bandung, mengingat pentingnya integritas dalam kepemimpinan.
    Cinta, seorang mahasiswi dari salah satu universitas swasta di Bandung, menyuarakan pendapatnya. “Masyarakat Kota Bandung seharusnya semakin pintar dan dapat memilih pemimpin yang bersih dan teruji kejujurannya,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin terpilih nanti dapat lebih mengayomi masyarakat dan memiliki program kerja yang efektif.
    Dengan demikian, harapan besar diletakkan di pundak para calon pemimpin. Masyarakat Bandung mendambakan sosok yang mampu membawa perubahan, dengan integritas dan komitmen yang jelas untuk kemajuan kota tercinta ini.***
?>