?>

Kategori: Vinus Hiburan

  • Rindu Musik? Dengarkan Single Baru Lambang, ‘Pergilah Dariku’

    VISTA NUSANTARA — Penyanyi solo, Lambang kembali menyapa pendengarnya dengan merilis karya terbaru berupa single yang diberi judul “Pergilah Dariku”. Mengangkat tema percintaan, lirik lagu ini berkisah tentang kekecewaan terhadap pasangan yang amat dicintai.


    Lewat keterangan tertulisnya, pemilik nama lengkap Herlambang Wicaksono ini mengatakan bahwa ide awal penggarapan single ini datang sewaktu seorang sahabatnya bercerita dan mencurahkan perasaan hatinya yang tengah kecewa.

    Dari curhatan tersebut, Lambang terinspirasi menulis lirik dan menjadi sebuah lagu yang demikian manis. Namun, ia sempat ragu untuk merekam karya ini. Belakangan, ia mulai berani menggarap lagu ini secara lebih serius dengan bantuan Rizal Andhika yang ia daulat sebagai arranger.

    “Setelah ketemu Rizal Andhika, dia yang menyakinkan bahwa lagu ini enak banget dan Rizal juga yang membantu mengisi aransemennya, maka lahirlah single ‘Pergilah Dariku’ ini,” ujar Lambang.

    Selain Rizal Andhika dari Devariz Record Jakarta, nama Jeje Guitaraddict juga turut dilibatkan Lambang dalam proses penggarapan single “Pergilah Dariku” untuk mengurusi proses mixing dan mastering.

    Lambang sendiri merupakan penyanyi yang telah berkarya di kancah permusikan Indonesia sejak tahun 2012 silam. Sebelum berkarier sebagai seorang solois, ia pernah tergabung dalam sebuah grup band bernama Bumi.

    Perjalanan hidup, sempat membawanya keluar dari industri musik dan menjalani bisnis di bidang transportasi. Lambang kemudian kembali memantapkan diri untuk kembali berkarier di kancah hiburan nasional sebagai penyanyi solo.

    Lambang tercatat pernah merilis sejumlah karya sebagai solois, di antaranya single bertajuk “Kejamnya Cintamu” pada 2012 silam, dan kemudian lagu “Untuk Indonesia”, serta beberapa tembang lainnya.

    Lambang berharap, single “Pergilah Dariku” bisa mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia. Ketika ditanya mengenai kemungkinan memasukkan lagu ini ke dalam album atau EP, ia mengaku belum memiliki rencana tersebut.


    “Aku masih mau fokus di single-single dulu. Semoga, lagu ‘Pergilah Dariku’ bisa mendapat respons positif dari pendengar,” tuturnya.

    Saat ini, single “Pergilah Dariku” milik Lambang sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital.***
  • Showcase Perdana Kaleb J, Lagu-Lagu Favorit dan Momen Personal untuk Fans

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Saat yang dinanti akhirnya tiba! Setelah penantian panjang selama ini, Kaleb J akhirnya akan mengadakan showcase secara intimate “Off Guard” yang sekaligus menjadi perayaan akan dirilisnya mini album “Off Guard” yang dirilis beberapa waktu lalu. “Aku seneng banget akhirnya bisa bikin intimate showcase ini!” ujar Kaleb J. “Dari dulu ingin banget bikin showcase sendiri dan akhirnya kesampaian juga di album ini,” tambahnya.


    Intimate showcase ini benar-benar dipersiapkan oleh Kaleb J dan team Passion Vibe secara matang dan mendetail bahkan sejak bulan Maret 2024. Bahkan sebenarnya, Kaleb J sudah siap untuk mengadakan mini konser, namun sebagai bentuk warming up, maka diadakanlah intimate showcase ini. Itulah mengapa, intimate showcase ini kemudian dapat diadakan di beberapa kota. Pada fase awal ini, Kaleb J memilih untuk menyapa para penikmat musiknya yang ada di Bogor pada tanggal 29 November 2024 dan Bandung pada tanggal 30 November 2024. “Rencananya Bogor dan Bandung adalah 2 kota pertama. Kota lainnya akan menyusul dan pastinya nanti aku dan Passion Vibe akan update lagi di social media untuk jadwal showcase di kota-kota lainnya,” ungkap Kaleb J.

    Tiket intimate showcase “Off Guard” dijual mulai dari Rp. 125.000 untuk harga Presale serta Rp. 250.000 untuk paket VIP. Pembeliannya dapa dilakukan melalui web passionvibe.id. Pada intimate showcase ini, Kaleb J menjanjikan sesuatu yang berbeda dari penampilan-penampilan sebelumnya. Dia bahkan menjanjikan moment intimate bersama para pendengar lagu-lagunya sehingga mereka dapat merasakan seolah Kaleb J sedang menyanyikan lagu-lagunya secara personal.

    Tentu, lagu yang dibawakan oleh Kaleb J di intimate showcase ini tidak hanya lagu-lagu yang ada di mini album “Off Guard” saja. Kaleb J juga akan membawakan lagu-lagu dia lainnya. “Aku berharap semua orang yang memang setiap hari dengerin lagu aku dan yang tiap kali aku post selalu like dan comment bisa hadir di intimate showcase ini, karena aku ingin banget kenal mereka secara langsung!” harap Kaleb J. Dapatkan tiket intimate showcase “Off Guard” dari Kaleb J dan sampai ketemu di Bogor dan Bandung akhir November ini!.***
  • Karya Terbaru Sheila on 7 ‘Memori Baik’ dan Harapan untuk Masa Depan

    VISTA NUSANTARAUsai enam tahun lalu merilis lagu ‘Film Favorit’, kini Sheila on 7 kembali mengeluarkan karya terbaru untuk menutup tahun 2024. Eross Candra, Akhdiyat Duta Modjo, dan Adam Muhammad Subarkah meluncurkan single anyar Sheila on 7 bertajuk ‘Memori Baik’, yang sudah mengudara di gerai-gerai musik digital pada Senin 25 November 2024. Untuk format video liriknya juga tersedia pada waktu yang sama di kanal YouTube Sheila on 7 Tv. Kemudian untuk video klipnya akan menyusul secepatnya.
    LAGU YANG DICIPTAKAN UNTUK ANAK
    Secara umum, ‘Memori Baik’ cukup berbeda dengan lagu-lagu Sheila on 7 lainnya. Jika sebelumnya tema lagu-lagu Sheila on 7 lebih didominasi tentang asmara, lagu ‘Memori Baik’ terasa lebih emosional karena menceritakan tentang rasa perhatian dan kasih sayang orang tua pada anaknya.
    “Kalau yang didengar sekarang memang itu spesifik ya. Bahwa orang tua pada saatnya nanti harus merelakan anaknya menjadi dewasa dan mempunyai jalan hidup sendiri. Intinya seperti itu,” ujar Eross mengawali.
    Ditambahkan oleh Duta, lirik ‘Memori Baik’ bisa ditafsirkan bahwa setiap orang, cepat atau lambat, harus mempersiapkan diri untuk legawa ketika suatu saat nanti orang-orang terdekat, apakah itu keluarga, sahabat, atau pun teman masa kecil, harus menjalani kehidupan ini dengan cerita dan cara mereka sendiri.
    “Kebetulan yang diceritakan di ‘Memori Baik’ adalah bagaimana orang tua berusaha untuk ikhlas menghadapi kenyataan bahwa anaknya telah tumbuh dan mulai merangkai perjuangan dan kisah hidupnya sendiri. Karena semuanya bisa saja berubah pada waktunya, dan pada akhirnya akan selalu bisa jadi memori, kan?” papar Duta.
    TERCIPTA SAAT SEMUANYA HARUS DI RUMAH
    Diceritakan oleh Eross, ‘Memori Baik’ dibuatnya sekitar empat tahun lalu, tepatnya saat pandemi melanda. Pada awal pembuatannya, liriknya justru bukan bercerita tentang memori orang tua pada anaknya, melainkan bercerita tentang hal lainnya.
    Kala itu, Eross yang kalut dengan situasi yang terjadi, secara pribadi juga mengkhawatirkan orang-orang terdekatnya, baik keluarganya sendiri maupun Sheila on 7.
    “Jadi memang sempat kepikiran, ‘Kalau band ini sudah nggak bisa lanjut lagi gimana?’. Memang kita sempat ada di fase itu. Besok nggak tahu kita akan seperti apa. Bukan cuma band ya, tapi semua lini. Nggak tahu, apakah masih ada hari esok atau nggak,” ujar Eross.
    “Jadi kepikirannya waktu itu adalah, apa pun yang terjadi Sheila on 7 akan tetap menjadi memori baik buat saya pribadi. Tentunya juga buat teman-teman yang lain,” tambah Eross.
    Namun belum sempat disempurnakan, materi lagu itu nyatanya tersimpan begitu saja sampai saat yang tepat tiba.
    Momentum Sheila on 7 dengan format baru seperti sekarang menjadi pemicu Eross untuk menawarkan ide lagu ‘Memori Baik’ kepada Duta dan Adam. Eross pun mulai mengubah liriknya dan menyempurnakannya bersama kedua temannya itu.
    “Saya berpikir, lagu ini mungkin akan relevan dengan kondisi sekarang kalau liriknya diubah. Akhirnya liriknya disesuaikan dengan kondisi kami saat ini, bahwa semua yang sudah kita lewati bisa jadi memori baik,” kata Eross.
    FEATURING AISHAMEGLIO
    Lagu ‘Memori Baik’ ini juga terasa spesial karena Sheila on 7 mengajak Aishameglio Duta Chiara, puteri sulung dari Duta. Sosok Aisha tentu tak asing, karena sejak awal tahun, ia hampir selalu ikut tampil bersama Sheila on 7 di panggung musik sebagai backing vocal (penyanyi latar).
    “Keikutsertaan Aisha itu jugalah yang membuat Eross ingat kalau dia punya materi lagu baru yang memang dipersiapkan untuk format featuring. Lagu itu tak lain dan tak bukan adalah ‘Memori Baik’,” ujar Adam menambahkan.
    Diakui Eross, sebenarnya ‘Memori Baik’ sejak awal memang ia siapkan untuk format featuring. Eross membayangkan, apa pun temanya, apa pun yang dibicarakan di situ, lagu itu nantinya tak dipresentasikan oleh satu orang saja.
    “Dan kenapa lagu ini sampai muncul ke permukaan dan diperdengarkan ke teman-teman lain, karena Aisha sudah ikut manggung bantuin Sheila on 7 jadi backing vocal. Dari situ saya mikir, ‘Oh iya, aku punya lagu yang konsepnya memang featuring, gitu’. Lalu, terjadilah apa yang kita dengarkan sekarang. Selamat menikmati. Semoga ‘Memori Baik’ bisa membuat hari-harimu menjadi lebih baik. Amin,” tutup Eross.
    FORMAT BARU SEKALIGUS MENCOBA PENGALAMAN MUSIKAL PERDANA DI JEPANG
    Terhitung sejak pertengahan tahun 2022, ada yang berbeda pada setiap penampilan panggung Sheila on 7. Wajah-wajah dan energi muda lebih mendominasi ketika Eross, Duta, dan Adam melakukan pertunjukan musik.
    Kini Sheila on 7 selalu dikawal Elang Nuraga (gitar akustik dan elektrik), Vicki Unggul (kibor), Bounty Ramdhan (drum), dan terakhir adalah Aishameglio Duta Chiara (penyanyi latar).
    Keempat musisi yang berstatus sebagai additional player tersebut bahkan turut andil menyukseskan konser besar Sheila on 7 ‘TUNGGU AKU DI’ yang berlokasi di enam kota besar Indonesia.
    Sejak selesainya rangkaian konser ‘TUNGGU AKU DI’, Sheila on 7 kemudian melanjutkan kegiatannya ke Jepang. Lawatan mereka ke Negeri Sakura itu untuk melakukan proses mixing-mastering lagu ‘Memori Baik’.
    Menurut Adam, pengalaman perdana mereka melakukan produksi karya di luar negeri adalah karena ide spontan dari Eross yang mengajak teman-temannya untuk rekaman dengan format yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.
    Kebetulan Eropa adalah salah satu tujuan awal mereka. Konsep yang ditawarkan Eross pun adalah rekaman live di Swiss atau Swedia, bukan rekaman multitrack seperti yang sudah-sudah.
    Eross ingin Sheila on 7 mencoba mengerjakan sesuatu yang di luar kebiasaan mereka. “Eross pernah nyeletuk, ‘Yuk, rekaman yuk. Tapi rekaman yang besok ganti suasana lah’. Adam juga sempat usul, ‘Gimana kalau rekamannya tetap di Indonesia aja, tapi nyewa villa di mana gitu’,” papar Duta.
    Namun ternyata opsi untuk rekaman di Eropa urung mereka realisasikan. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya mereka mantap memilih Jepang untuk destinasi finishing produksi karya-karya baru mereka.
    “Akhirnya kami memilih Sony Music Studios Japan. Pertimbangannya jelas karena biaya, jarak, dan effort lainnya. Dan untuk Eropa, saat itu kami rasa belum memungkinkan untuk Sheila on 7,” ujar Adam.
    “Awalnya idenya memang kami rekaman single baru di Jepang. Cuma di tengah jalan, Duta justru memberi ide untuk melakukan proses mixing-mastering saja, rekamannya tetap dilakukan di Jogja,” kata Adam.
    Alasan untuk merekam semua instrumen dan vocal di Jogja adalah untuk mempersingkat waktu produksi agar lebih efisien. Akhirnya proses mixing dikerjakan oleh Yuta Yoneyama dan mastering oleh Hidekazu Sakai di Sony Music Studios, Akasaka, Minato City, Tokyo.
    “Yang membedakan secara signifikan menurut kami adalah mixing mastering-nya, karena itu kan berkaitan dengan taste si engineer. Makanya kami ingin coba pengalaman baru di sana,” tambah Adam.
    Selain melakukan proses mixing-mastering, Sheila on 7 juga sekaligus melakukan rekaman live performance video dari beberapa lagu mereka di studio yang sama. Pengalaman itu diakui mereka sangat berkesan.
    “Berasa beda aja, karena kalau take live kan emosinya sudah pasti lebih greget, sedangkan kalau tracking multitrack biasanya kan penuh kehati-hatian. Tracking live itu istilahnya ada sedikit cerobohnya, dan terkadang justru itu yang bikin suasananya jadi lebih hidup,” papar Adam.
    “Satu hal lagi, suasana di Jepang yang menyenangkan adalah soal equipment-nya. Alat-alat di sana kan bener-bener jadi impian, dalam arti musisi kan selalu ingin melihat alat-alat studio di negara yang lebih maju. Nah, itu yang aku rasakan. Alat-alatnya sangat memungkinkan sekali buat kita melakukan tracking live yang nyaman dengan kualitas yang sudah pasti terjamin,” ujar Eross.
    Duta juga menegaskan bahwa rilisnya ‘Memori Baik’ ini secara tidak langsung juga menjawab adanya sedikit anggapan, bahwa Sheila on 7 cukup nyaman mengandalkan karya-karya yang lama saja.
    “Kenyataannya, selama ini terutama pada masa-masa di rumah kemarin itu, kita tetap menabung karya baru kok, dan proses kreatif kami akan selalu berjalan selama band ini masih ada. Semoga ‘Memori Baik’ ini akan jadi awal cerah bagi karya-karya baru Sheila on 7 lainnya di masa mendatang,” imbuh Duta menutup obrolan.***
  • Mini Album “Meraki”, Identitas Baru Aozora No Hime di Industri Musik

    VISTA NUSANTARADi Penghujung 2024 adalah tahun bagi Aozora No Hime untuk merilis sebuah Mini Album yang berjudul “Meraki”
    FILOSOFI ALBUM
    Mini Album ini diberi Judul “Meraki” yang diambil dalam l Yunani Modern sebagai simbol melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati, jiwa, dan raga.
    Filosofi dibalik “Mekari” mencerminkan perjalan mereka yang terus berkembang dan beradaptasi di Industri musik, seperti seseorang yang terus berkembang di setiap tahun. ini juga menggambarkan semangat dan energi baru yang mereka bawa dalam album ini.
    Apa yang membuat “Mekari” ini layak untuk disuguhkan ke para penikmat musik, khususnya musik keras? Album ini menawarkan warna yang berbeda, memadukan antara lagu keras seperti Power Metal dengan Idol grup yang membuat 3 lagu dalam mini album ini membuat tidak hanya enak didengar namun juga menarik untuk dilihat.
    Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan mini album ini? Album “Meraki” ini berkolaborasi dengan beberapa band indie jejepangan di bandung. Seperti; Roy, yang menulis lagi “Get Up or Let u Down”; dan Asep Tokyo Night membuat “O-Hime-Sama”;serta Aji Ameagari yang masih dirahasiakana. Produksi musik dikerjakan oleh Produser Be Own Beat Studios, memastikan kualitas aransemennya sesuai dengan ciri khas Aozora No Hime.
    Fokus Track “O-Hime-Sama”
    Mini album “Mekari” terdiri dari 3 lagu yang masih mempertahankan ciri khas yaitu exprimental metal di padukan dengan Idol grup yang menjadikannya Identitas Aozora No Hime. Adapun yang menjadi fokus Track di mini album ini adalah single “O-Hime-Sama”, ciptaan Asep dari Tokyo Night.
    Lagu “O-Hime-Sama” menjadi fokus track di mini album “Mekari” ini. Dipilih karena memiliki arti dan kesamaan yang diambil dari nama Aozora No Hime, menggambarkan tentang seorang Tuan Putri yang tidak suka dengan “status” Tuan Putrinya namun harus tetap menjalani takdirnya sebagai Tuan putri. Dengan irama Power Metal serta Exprimental Metal “O-Hime-Sama” diharapkan dapat menjadi lagu yang memberikan warna berbeda bagi para pendengar.
    Perjalanan Karir
    Aozora No Hime sendiri baru terjun dalam industri musik tanah air pada tanggal 29 Oktober 2023. Idol Grup yang terdiri dari 3 orang yaitu Binbin (Vocal, dance), Killu (Visual, dance), serta Bee (Scream, dance) memulai karir dari panggung – panggung komunitas jejepangan. Mini album yang rencana akan di publikasi tanggal 24 November 2024 ini diharapkan bisa diterima oleh minao sebagai karya pertama mereka.***
  • Konser Lost In Harmony, Merayakan Kejayaan Musik Isyana Sarasvati

    VISTA NUSANTARA — Isyana Sarasvati akan merayakan satu dekade perjalanan kariernya melalui konser istimewa bertajuk *”Isyana Sarasvati A Decade Live in Concert: Lost In Harmony,”* yang akan digelar pada 16 November mendatang di Istora Senayan, Jakarta. Dalam konser ini, Isyana mengajak para penggemar untuk tenggelam dalam harmoni dari lagu-lagunya yang merentang sejak album pertama hingga karya terbarunya.

    Acara ini tidak hanya menampilkan perjalanan musik Isyana, tetapi juga kolaborasi epik bersama sejumlah musisi dan seniman ternama. Ia akan berkolaborasi dengan konduktor terkemuka Avip Priatna, yang memimpin Jakarta Concert Orchestra, serta didukung oleh Batavia Madrigal Singers dan The Resonanz Children’s Choir untuk menambah sentuhan magis. Beberapa bintang tamu juga akan turut tampil, seperti Mahalini, GAC, Afgan, Rendy Pandugo, Deadsquad, dan Vidi Aldiano, memberikan warna tersendiri dalam membawakan lagu-lagu Isyana.
    Tiket konser masih tersedia melalui situs resmi www.isyanalostinharmony.com, dengan berbagai kategori mulai dari Festival dan Kategori 4 seharga Rp599.000. Pilihan lainnya termasuk Kategori 3 dan 2 yang dijual masing-masing seharga Rp899.000 dan Rp1.099.000. Tiket dengan sudut pandang yang lebih baik tersedia di harga Rp1.499.000.
    Isyana juga menyediakan kelas VIP, yakni kategori *Harmony* dengan harga Rp2.399.000 dan kelas *Redrose* seharga Rp2.799.000. Kelas VIP menawarkan berbagai fasilitas eksklusif seperti toilet khusus, paket merchandise eksklusif, dan akses menonton terbaik. Pengunjung dengan tiket kelas *Redrose* akan menikmati area khusus yang memungkinkan pengalaman lebih mendalam dalam perayaan ini.
    Konser *”Lost In Harmony”* menjanjikan malam penuh keajaiban dan keindahan musik, di mana para penggemar dapat ikut serta merayakan sepuluh tahun penuh pencapaian Isyana Sarasvati.***
  • Bangga! Siswa SMK Al Wafa Debut Film Layar Lebar Pertama di Februari 2025

    VISTA NUSANTARASabtu, 9 November 2024 dimana hari yang penuh antusiasme, SMK Al Wafa menggandeng PT Chlorine Digital Media sebagai industri dunia kerja telah membuat sejarah dengan peluncuran trailer film layar lebar karya siswa yang bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga buah manis dari kolaborasi luar biasa sekolah dengan industri! 


    Hal ini diapresiasi oleh Kepala Bidang PSMK Bapak Dr. Edy Purwanto, M.M yang turut hadir sekaligus meresmikan acara peluncuran poster & traliner film pelajar+62, dan kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil MKKS Jawa Barat Dr. Ida Yuniarti Surtika yang memberikan dukungan langsung pada produksi film Pelajar+62 sekaligus terlibat sebagai talent.

    Sejak awal, proses untuk menjalin kerja sama industri dengan SMK bukanlah perkara mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari membangun komunikasi yang baik, menyamakan visi, hingga mempersiapkan siswa dengan kemampuan teknis yang sesuai kebutuhan industri. 


    Bagaimana menyelaraskan harapan dan standar industri dengan keterampilan siswa yang masih dalam tahap belajar? Inilah tantangan yang dihadapi setiap langkah!
    Kerja keras tim guru dan para siswa pun diuji.

    Tantangan yang tak terhitung jumlahnya dihadapi dengan penuh semangat.  Momen paling mengharukan adalah ketika siswa melihat trailer untuk pertama kalinya. Tampak jelas kebanggaan dan rasa haru di wajah mereka. Ini bukan hanya soal karya, tetapi tentang proses yang mereka lalui—jatuh bangun, belajar, dan bersatu untuk membuat sesuatu yang membanggakan. Tak jarang, momen ini membuat mata mereka berkaca-kaca; mereka tahu, di balik film ini ada banyak cerita tentang usaha keras, kegagalan, dan bangkit kembali. Dengan acara ini, SMK AL Wafa telah menunjukkan bahwa di balik setiap karya, ada proses pembelajaran yang luar biasa, ada keringat, air mata, dan, tentunya, kebanggaan yang tidak ternilai.


    Kami sangat berterima kasih kepada para guru, orang tua, dan tim pendukung yang tanpa lelah terus memberikan semangat kepada para siswa, mendampingi di setiap proses, dan memberikan dorongan agar mereka tidak menyerah di tengah tantangan. 

    Sekali lagi, terima kasih dari lubuk hati kami yang paling dalam. Keberhasilan ini adalah milik kita bersama. Mari kita lanjutkan perjuangan dan inspirasi ini, bersama-sama menatap masa depan yang lebih gemilang.


    Siap-Siap untuk Momen Spektakuler!
    Jangan sampai ketinggalan! Saksikan film Layar Lebar mulai bulan Februari 2025, lihat bagaimana siswa-siswa SMK berkolaborasi dengan para profesional untuk menciptakan sebuah karya yang membanggakan. COMING SOON ON FEBRUARY 2025.***
  • HITBK, Karya Terbaru MVP Pictures Tayang November 2024

    VISTA NUSANTARA — Setelah sukses dengan film *Tuhan Izinkan Aku Berdosa*, MVP Pictures kembali menghadirkan karya drama terbaru berjudul *Hidup Ini Terlalu Banyak Kamu (HITBK)*. Film yang diadaptasi dari buku kumpulan kutipan Pidi Baiq ini akan tayang di bioskop mulai 21 November 2024. Raam Punjabi selaku produser mempercayakan Kuntz Agus untuk menyutradarai film ini, dengan naskah hasil kolaborasi Titien Wattimena dan Pidi Baiq.

    Film ini berkisah tentang Sadali, seorang pemuda yang memulai studinya di Yogyakarta, namun mendapati dirinya terikat dalam perjodohan dengan Arnaza, putri sahabat ayahnya. Kehidupan Sadali berubah saat ia bertemu Mera, pemilik galeri seni yang tengah berjuang dari pahitnya perceraian.

    Film ini menampilkan jajaran aktor berbakat seperti Adinia Wirasti, Ajil Ditto, Shania Gracia JKT48, Faiz Vishal, dan Ciara Nadine Brosnan.

    Kuntz Agus menyatakan ketertarikannya terhadap proyek ini karena cerita yang kuat dan berlatar di Yogyakarta tahun 1998, masa penuh pergolakan yang menjadi latar ideal untuk kisah pencarian jati diri dan cinta. “Ada elemen cinta yang menantang zaman, seni rupa, serta aspek sosial-politik yang berkelindan dengan kehidupan karakter-karakter utama,” ujarnya.

    Titien Wattimena menambahkan, tantangan mengadaptasi buku kumpulan kutipan menjadi cerita utuh membutuhkan penelusuran benang merah untuk menjadikannya fokus dan tajam. “Keuntungannya, cerita dasar sudah tersedia dari Pidi Baiq,” jelas Titien.

    Menurut Kuntz, pemilihan aktor mempertimbangkan kemampuan mereka mengeksplorasi emosi mendalam. Adinia Wirasti dipilih sebagai Mera berkat kedalaman emosional yang mampu ditampilkannya, sementara Ajil Ditto dipercaya memerankan Sadali yang penuh idealisme dan dinamika khas seniman muda.

    Ajil Ditto mengungkapkan antusiasmenya sejak pertama kali membaca sinopsis, terutama karena film ini berlatar di kampung halamannya. “Nggak ada pikir panjang, langsung gas!” ungkap Ajil.

    Adinia Wirasti mengungkapkan, tantangan memerankan Mera terletak pada kompleksitas emosional karakternya. “Mera adalah personifikasi mimpi Sadali, dan hubungannya dengan pemuda 15 tahun lebih muda memicu stigma pada masa itu,” jelasnya.

    Hanggini, pemeran Arnaza, merasa perannya istimewa karena ini pertama kalinya ia memerankan perempuan Minang. “Karakter Arnaza ini spesial banget,” ucap Hanggini.***

  • Membudidayakan Kekuatan Elemen Alam, Gelar Karya Pandawa Production 2024

    VISTA NUSANTARAPandawa Production dengan bangga mempersembahkan Gelar Karya tahun 2024 bertajuk “Menghidupkan dan Membudidayakan Elemen dan Unsur-unsur Kehidupan” dengan konsep “Element: A Power of Life”.


    Menghadirkan pertunjukan seni yang menyatukan berbagai elemen kehidupan seperti air, tanah, api, dan udara, acara ini menyoroti peran setiap elemen sebagai kekuatan kehidupan yang saling melengkapi dalam keseimbangan alam.

    Acara ini akan menghadirkan rangkaian penampilan yang memukau, mulai dari tarian pembuka hingga drama tari epik yang menceritakan kisah lima Pandawa. Gelar karya ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya menjaga dan membudidayakan alam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

    Highlight Acara:
    – Tari Pembuka: Mengawali acara dengan suguhan tari yang menggambarkan energi dan keharmonisan alam dalam kehidupan manusia.
    – Modern Dance: Menampilkan pertunjukan modern dance yang penuh semangat dan energi.
    – Fashion Show: Menampilkan koleksi busana yang terinspirasi dari elemen alam, dengan desain unik yang memadukan keindahan dan kekuatan elemen-elemen tersebut dalam karya seni fashion.
    -Drama Tari (Barata Yudha): Sebagai penutup, drama tari mengangkat kisah epik lima Pandawa dalam merepresentasikan perjuangan hidup dan keseimbangan antar elemen. Pertunjukan ini memberikan pesan tentang kekuatan elemen alam yang juga dimiliki setiap manusia.

    Tiket dan Informasi Penjualan:
    Acara Gelar Karya Pandawa Production ini menggunakan sistem tiket untuk memberikan pengalaman eksklusif bagi penonton. Tiket dapat dibeli secara presale atau on the spot.

    Dengan tiket masuk, penonton dapat menikmati seluruh rangkaian pertunjukan seni serta berpartisipasi dalam sesi interaktif yang akan menambah pemahaman tentang proses kreatif para seniman di balik setiap penampilan.

    Kategori Tiket: 
    – Sesi 1: Untuk 100 orang pertama 20k+voucher Emina
    – Sesi 2:15k
    – Sesi 3:15k
    – Sesi 4: 15k
    – On the spot:20k
    – Presale:15k

    Pandawa Production adalah organisasi seni sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan kreativitas siswa dalam berbagai bentuk seni.

    Melalui tema yang mendalam, Pandawa Production tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga berupaya menanamkan nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari, dan juga wadah seni yang berfokus pada isu lingkungan dan elemen kehidupan.

    Melalui konsep “Element: A Power of Life”, Pandawa Production ingin membawa audiens pada perjalanan visual dan emosional tentang bagaimana elemen-elemen alam memberi kehidupan dan menginspirasi karya seni.***
  • Debut Solo Ikhin Bassuki, ‘Jangan’ Ungkapan Cinta Seorang Ayah

    VISTA NUSANTARAIkhin Bassuki adalah pencipta lagu asal Kota Depok, Jawa Barat, yang telah melahirkan berbagai karya untuk talenta musik lainnya. Kini, ia mempersembahkan karya pertamanya yang berjudul “Jangan” sebagai penyanyi solo dengan harapan bisa menyentuh hati dan menginspirasi banyak orang.
    Single pertamanya yang berjudul “Jangan” ini bukan hanya sebuah karya, tetapi juga merupakan ungkapan cinta dan harapan seorang ayah kepada buah hatinya.
    “Jangan” terinspirasi oleh perjalanan hidup Ikhin sebagai orang tua. Ia ingin anak-anaknya kelak mengetahui betapa besar pengorbanan dan cinta yang diberikan oleh kedua orang tua mereka.
    Dengan lirik yang menyentuh hati, Ikhin berharap lagu ini dapat menjadi pengingat bagi generasi mendatang untuk selalu menghargai dan berbakti kepada orang tua.
    “Melalui lagu ini, saya ingin menyampaikan pesan bahwa cinta seorang ayah tidak terbatas, dan setiap pengorbanan yang dilakukan demi anak-anak adalah bentuk kasih sayang yang tulus,” ungkap Ikhin Bassuki.
    “Saya berharap ‘Jangan’ bisa diterima oleh para pecinta musik Indonesia dan menjadi inspirasi bagi semua.”.***
  • Setelah 10 Bulan, Fatin Shidqia Kembali dengan Single Terbaru ‘Kita Sama-Sama Tau’

    VISTA NUSANTARAFatin Shidqia, atau yang akrab disapa Fatin, tentunya bukanlah nama baru di dunia musik Indonesia. Berkat kemenangannya dalam salah satu ajang pencarian bakat, karier bernyanyi solois kelahiran 30 Juli 1996 ini terbentang luas. Kini, berselang setahun setelah single sebelumnya, “Jangan Tersesat, Sayang”, Fatin siap kembali menghibur penggemarnya melalui lagu terbaru yang ia buat bersama Clara Riva, “Kita Sama-Sama Tau”. “Ini kolaborasi pertama aku dengan Clara dalam menulis lagu dan aku bersyukur karena prosesnya berjalan dengan lancar. Jadi, aku yang dapat melodi reff-nya terlebih dulu, baru dibantu oleh Clara. Liriknya pun kami tulis berdua,” Fatin menjelaskan. Menariknya, melodi lagu ini didapat Fatin saat sedang mudik Lebaran tahun ini dan tidak ia sangka akhirnya menjadi satu lagu utuh yang siap diperdengarkan ke seluruh pencinta musik Indonesia.
    “Kita Sama-Sama Tau” sendiri masih mengangkat tema seputar cinta, yaitu tentang orang-orang yang tahu kalau ada benih-benih cinta yang tumbuh di antara mereka, namun karena beberapa faktor, akhirnya lebih memilih menunggu waktu yang tepat agar bisa bersama. Tentunya, kisah yang diangkat Fatin ini akan terasa dekat dengan banyak orang, terutama bagi mereka yang pernah ada di posisi tersebut. “Kalau diminta untuk menggambarkan lagu ini dengan satu kalimat, aku akan jawab “hubungan tanpa status”. Jadi, keduanya sudah sama-sama tahu kalau saling suka, tapi belum bisa bersatu. Semoga lagu ini bisa mewakili perasaan orang-orang yang sedang berada atau pernah mengalami situasi ini. Dan, semoga kesabaran menunggu kalian bisa membuahkan hasil yang terbaik.”  
    Fatin menyebutkan bahwa single barunya ini menawarkan hal yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya, terutama dari segi lirik. “Di sini, aku mencoba menulis lirik lagu yang to the point sehingga siapa pun yang mendengar akan langsung menangkap makna dan pesan yang ingin aku sampaikan melalui “Kita Sama-Sama Tau”. Sejujurnya, penulisan lirik yang gamblang banget ini ternyata tidak mudah. Ini justru menjadi tantangan bagiku yang awalnya ragu di awal-awal menulis. Tapi, berkat dukungan dan bantuan dari Clara, akhirnya aku bisa menulis lirik yang aku inginkan.”
    Jarak perilisan single “Jangan Tersesat, Sayang” dan “Kita Sama-Sama Tau” terhitung cukup jauh dan itu diakui Fatin sendiri. “Ya, jaraknya memang agak lama karena laguku sebelum ini rilis pada November 2023 dan aku baru menghadirkan single baru lagi di Oktober 2024. Itu karena aku butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan ide dan menulis lagu itu. Namun, dengan jarak sepuluh bulan ini, termasuk proses pengerjaannya, mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering, aku berharap lagu ini bisa mendapat respon positif dari para pendengarku. Dan, sekali lagi, orang-orang yang mendengar bisa merasa terhubung dengan lagu ini dan mendapatkan semangat di tengah-tengah situasi mereka yang sedang menunggu,” tutup Fatin. Single terbaru Fatin, “Kita Sama-Sama Tau”, bisa didengarkan di platform musik digital mulai 18 Oktober 2024.***
?>