?>

Tag: Musik

  • Chrisalia Rilis Single “Akhir Cerita”: Penutup Manis dari Sebuah Perjalanan Emosional

    Chrisalia Rilis Single “Akhir Cerita”: Penutup Manis dari Sebuah Perjalanan Emosional

    Lagu baru ini jadi refleksi tentang keberanian untuk melepaskan dan mengikhlaskan

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi muda berbakat Chrisalia, yang akrab disapa Cici Fei atau dikenal lewat kanal Cici Suka Nyanyi, kembali menyapa para pendengarnya lewat karya terbaru berjudul “Akhir Cerita.” Setelah sukses dengan dua single sebelumnya, “Hari Bersamamu” dan “Rindu,” kini Chrisalia menghadirkan sesuatu yang lebih dalam dan menyentuh.

    Lagu Tentang Keputusan untuk Mengakhiri dengan Damai

    Lewat “Akhir Cerita,” Chrisalia menggambarkan fase ketika seseorang akhirnya memilih untuk berhenti memaksakan perasaan yang tak lagi sejalan. Bukan karena menyerah, tetapi karena sudah saatnya berdamai dengan kenyataan. “Kadang mengakhiri justru bentuk cinta yang paling tulus,” ujar Chrisalia tentang makna di balik lagunya.

    Lagu ini diproduseri oleh Racka Fandiana dan Beraldy Dean, menghadirkan genre cinematic pop ballad dengan aransemen orkestra dan percussion megah yang menambah kesan dramatis. Hasilnya, lagu ini terdengar seperti soundtrack film yang penuh makna — menggugah hati sekaligus menenangkan.

    Proses Produksi Singkat dengan Sentuhan Personal

    Menariknya, proses pengerjaan “Akhir Cerita” terbilang cepat. Dari workshop, rekaman, hingga sesi foto dan pembuatan video musik, semua berjalan efisien tanpa mengurangi kedalaman pesan yang ingin disampaikan. Chrisalia mengaku banyak menyalurkan emosi pribadinya dalam lagu ini, sehingga terasa jujur dan dekat dengan realitas kehidupan banyak orang.

    Pesan yang Menyentuh: Tidak Semua Akhir Itu Sedih

    Lewat lagu ini, Chrisalia berharap para pendengarnya dapat belajar menerima akhir dengan hati yang lapang. “Tidak semua akhir itu menyedihkan. Kadang, itu cara semesta memberi ruang untuk cerita baru,” tuturnya.

    Single “Akhir Cerita” sudah tersedia di berbagai platform digital sejak 24 Oktober 2025, sementara video musiknya akan tayang perdana pada 31 Oktober 2025 di kanal YouTube Ruang Dimensi Records.

    Dengan “Akhir Cerita,” Chrisalia menunjukkan kematangan musikal dan emosionalnya sebagai penyanyi muda yang tak hanya bernyanyi, tapi juga bercerita — dengan cara yang tulus dan penuh rasa.***

  • Iva Vina, Simfoni Talenta dari Bandung yang Tak Pernah Diam

    Iva Vina, Simfoni Talenta dari Bandung yang Tak Pernah Diam

    VISTA NUSANTARA – Di kota kreatif seperti Bandung, tidak sulit menemukan seniman. Tapi menemukan sosok seperti Iva Vina, itu cerita lain.

    Ia bukan hanya seorang vokalis dengan suara penuh rasa, tapi juga kreator visual, perias, stylist, pendiri rumah produksi, hingga mentor bagi bakat-bakat muda. Dalam satu tubuh, tersimpan banyak talenta yang tak ingin diam.

    Baru-baru ini, Iva kembali jadi pembicaraan ketika tampil sebagai stylist untuk band Phantom dalam sebuah gigs yang digelar di Taman Braga. Dengan penampilan yang matang dan penuh karakter, Iva menghadirkan konsep visual yang kuat, menyatu dengan musik Phantom yang penuh energi nostalgia.

    Yang menarik, salah satu personel Phantom adalah Lani Alfian, gitaris sekaligus penulis lagu kawakan yang telah bekerja sama dengan banyak artis nasional. Lani adalah salah satu orang pertama yang percaya pada kapasitas Iva, tak hanya di atas panggung, tapi juga di balik layar. “Dia punya insting. Punya rasa. Itu nggak bisa diajarin, itu tumbuh,” kata Lani tentang Iva.

    Perjalanan Iva sendiri dimulai sejak kecil—dari panggung lomba menyanyi, modeling, storytelling, hingga teater di Jakarta. Kini, lewat AI Production, Iva membuktikan dirinya sebagai penggerak: menciptakan ruang bagi sineas muda, videografer, MUA, dan talenta baru yang ingin bersinar.

    Di balik semua aktivitasnya, ada satu hal yang tetap jadi pusat semesta Iva: keluarganya. Putranya, Ahda Zunnur, adalah model cilik yang juga aktif di dunia film dan periklanan. Mereka bahkan sempat bermain bersama dalam film layar lebar “Sang Penjaga Hati” garapan sutradara muda Adrian Oktara.

    “Saya ingin anak saya tumbuh dengan melihat bahwa bekerja bisa penuh cinta, bukan hanya kewajiban,” ungkap Iva.

    Melihat sepak terjangnya, sulit untuk menyematkan satu label pada Iva Vina. Ia adalah creator, collaborator, mother, mentor—semuanya bersatu dalam harmoni. Seperti lagu yang tak pernah selesai, perjalanan Iva masih terus berlanjut.

    Dan dari Bandung, gema kreatifnya mulai menyebar.***

  • Ali Mensan Tampil Memukau di Main-Main Cipete Vol. 21, Bawa Nuansa R&B Penuh Emosi

    Ali Mensan Tampil Memukau di Main-Main Cipete Vol. 21, Bawa Nuansa R&B Penuh Emosi

    VISTA NUSANTARA – Gelaran Main-Main di Cipete Volume 21 kembali menghadirkan malam penuh warna di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 21 Juli 2025. Acara musik mingguan yang digagas oleh Reallist Management ini dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno sebagai host.

    Dengan semangat inklusif dan tanpa tiket masuk, acara ini menjadi ruang ekspresi bagi musisi muda dan penonton yang haus akan karya segar.

    Volume ke-21 menghadirkan empat penampil dengan karakter musikal yang berbeda namun saling melengkapi. Kandiya, musisi pop alternatif asal Jakarta, membuka malam dengan lagu-lagu seperti “Run Run Boy” dan “Kiss and Tell” yang mengangkat tema persahabatan dan dinamika emosi.

    Dengan vokal lembut dan aransemen yang matang, Kandiya berhasil menciptakan suasana intim yang menyentuh hati penonton.

    Hadir menjadi penampil berikutnya, Majasty tampil dengan gaya yang lebih eksperimental dan teatrikal. Membawakan materi dari EP bertajuk “Asmaraloka”, penampilan mereka malam itu menunjukkan potensi besar dalam eksplorasi musik yang berani dan penuh kejutan.

    Jabing, penyanyi dan penulis lagu yang dikenal lewat rilisan seperti “Monopoly” dan “I Hope You Know (Memories, Pt. 2)”, tampil dengan gaya pop kontemporer yang penuh nuansa. Lagu-lagunya yang reflektif dan personal membawa penonton menyelami kisah-kisah cinta dan kehilangan dengan sentuhan melodi yang hangat.

    Sebagai penutup, Ali Mensan yang sebelumnya dikenal sebagai aktor dalam film seperti “My Idiot Brother” dan “Kampung Zombie”, hadir dan menjelma menjadi penyanyi R&B yang memikat.

    Lagu “I Can Be Your Man” dan “Fall In Love Again” menjadi highlight penampilannya malam itu, menghadirkan lirik penuh harapan dan aransemen yang soulful. Penonton larut dalam pesona vokal Ali yang kuat dan penuh emosi.

    Main-Main di Cipete bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan gerakan komunitas yang terus tumbuh. Sejak digagas, acara ini telah menjadi panggung penting bagi regenerasi musisi Indonesia. Dengan dukungan dari penonton yang setia dan atmosfer Casatopia yang hangat.

     

    (Red)

  • Prabawa Rilis ‘Ku Cemburu’, Lagu Patah Dengan Aransemen Elegan

    Prabawa Rilis ‘Ku Cemburu’, Lagu Patah Dengan Aransemen Elegan

    VISTA NUSANTARA – Tahun 2025 ini ditandai dengan banyaknya gebrakan baru dari musisi era 2000 awal, mereka kembali me-release lagu baru dengan image yang baru. Tersebutlah nama Umbu Prabawa, kini kembali ke industri musik dengan identitas baru dan lebih personal, Prabawa.

    Nama yang berarti “bercahaya” dalam bahasa Sanskerta ini bukan hanya simbol semangat baru, tetapi juga representasi akar identitas dan penghormatan terhadap sang ayah yang pertama kali menemukan bakat menyanyinya sejak usia sembilan tahun.

    Jumat 18 Juli 2025 menjadi momen kembalinya ini, Prabawa mempersembahkan single terbaru berjudul “Ku Cemburu”, sebuah karya yang menyoroti luka emosional akibat pengkhianatan dalam hubungan.

    Lagu ini lahir dari perenungan mendalam tentang kesetiaan dan kejujuran yang semakin langka di era hubungan modern, bahkan terinspirasi oleh kasus-kasus yang sempat menjadi viral belakangan ini.

    Single “Ku Cemburu” ditulis dan dikomposisi langsung oleh Prabawa, dengan penataan musik oleh Adi Wibowo. Proses kreatifnya melibatkan sejumlah workshop dan revisi untuk menghasilkan nuansa musik yang kuat namun tetap menyentuh.

    Prabawa dan Adi, yang sama-sama perfeksionis, meramu emosi lagu ini hingga mencapai bentuk akhir yang utuh dan autentik.

    Lagu ini juga menghadirkan sentuhan khas dari paduan suara kecil yang beranggotakan sahabat-sahabat penyanyi berbakat, yakni David Manalu, Beyon Destiano, Marisha Halauwet, dan Niken Asterina, yang dikenal lewat kolaborasi mereka di The Musical Troops dan Magnificanto Singers.

    Baris lirik-lirik seperti, “Jujurlah padaku, walaupun kau kata kita tetap satu” atau “Andai rasa itu tak pernah kau sentuh dulu, ku yakin dirimu masih bersamaku”, menjadi inti dari jiwa lagu ini—menyampaikan kepedihan yang jujur namun tetap elegan.

    Prabawa mempersembahkan lagu ini kepada keluarga dan sahabat-sahabat terdekatnya, yang telah menjadi penyemangat utama dalam perjalanan kembalinya ke dunia musik.

    “Saya kembali bukan sekadar melanjutkan, tetapi menyatu kembali dengan tempat asal saya, yaitu musik,” tutur Prabawa dalam keterangan tertulisnya.

    “Saya persembahkan single ini dan karya karya musik saya kepada keluarga tercinta. Merekalah yang selalu percaya akan kemampuan saya dan meyakinkan untuk saya kembali berkarya,” tuturnya.

    Saat ini, single “Ku Cemburu” milik Prabawa sudah tersedia di seluruh platform pemutar musik digital.
    Selamat menikmati lagu “Ku Cemburu”.

    (Red)

  • Main-Main Cipete #20 Hadirkan Kolaborasi Spektakuler: Dari Pop Melankolis Hingga Rock 90-an

    Main-Main Cipete #20 Hadirkan Kolaborasi Spektakuler: Dari Pop Melankolis Hingga Rock 90-an

    VISTA NUSANTARA – Lima musisi bertumbuh Indonesia, sukses menggebrak keriaan musik mingguan Main-Main di Cipete volume ke-20 pada Senin malam, 14 Juli 2025 kemarin. Tri Alxndr, Weekend By Evidence, Randa Oktovandy, Kidunghara dan grup band Wayang, hadir menghibur Casatopia Cafe, tempat acara berlangsung.

    Dipandu Eno Suratno Wongsodimedjo dan Nurgi Ceper, acara mingguan yang diprakarsai oleh Reallist Management ini kembali menjadi ruang kreatif bagi para musisi independen untuk mengekspresikan karya mereka secara langsung kepada publik.

    Solois pendatang baru, Tri Alxndr membuka penampilan dengan gaya pop melankolisnya yang sukses menghadirkan momen reflektif dan menghangatkan hati. Kehadirannya malam itu adalah untuk memperkenalkan single anyar bertajuk “Kamu Lupa”.

    Usai Tri turun panggung, giliran band rock alternatif asal Jakarta, Weekend By Evidence yang mengambil alih lampu sorot. Unit yang digawangi oleh Dean ini, tampil membawakan nomor-nomor dari album “Wanderlust” yang energik dan menggugah, membawa penonton ke era 90-an dengan sentuhan modern.

    Gitaris yang kini berkarier sebagai penyanyi solo, Randa Oktovandy mengisi pentas sebagai penampil berikutnya. Di sela aksi, musikus berambut gondrong ini mengundang rekan kolaborasinya, Frietsa Rianty ke atas panggung.

    Randa Oktovandy dan Frietsa Rianty memperdengarkan single baru berjudul “Labil”, satu tembang romantis yang menggabungkan pop folk dengan lirik yang menggambarkan dinamika hubungan yang kompleks.

    Penyanyi solo Kidunghara yang dikenal dengan gaya retronya yang khas, langsung mengisi panggung dengan nomor-nomor pop kreatifnya. Dalam penampilannya, ia menggandeng Gloria Jessica dan membawakan lagu “Kanvas Abadi”, sebuah persembahan nostalgia yang membangkitkan nuansa musik Indonesia era 1950-an dengan gaya yang puitis dan minimalis.

    Penampilan grup band pop veteran, Wayang menjadi titik klimaks program Main-Main di Cipete volume ke-20. Lagu-lagu nostalgia semisal “Dongeng” dan “Damai” dibawakan dengan pengubahan aransemen yang menawan. Unit yang digawangi oleh Wahyudi Ramdhan (vokal) dan Ahmad Fauzi (bass) ini, kemudian mengundang Lovely Bustamar, penyanyi muda berbakat yang menjadi rekan kolaboratornya ke atas pentas.

    Wayang featuring Lovely Bustamar kemudian membawakan lagu “Cinta Pertama”, tembang baru yang dirilis pada Mei 2025. Kolaborasi ini mempertemukan karakter klasik khas Wayang dengan sentuhan vokal lembut dan emosional dari Lovely Bustamar.

    Aksi mereka disambut antusias oleh penonton, mempertegas daya tarik lintas generasi dalam musik Indonesia.

    Program musik Main-Main di Cipete sendiri merupakan keriaan yang tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas dan apresiasi terhadap karya orisinal. Digelar tanpa tiket dan terbuka untuk umum, acara ini menegaskan bahwa musik dapat menjadi medium yang inklusif dan menyatukan.

    Dengan antusiasme yang terus tumbuh, publik bisa menantikan gelaran berikutnya yang diyakini akan terus menghadirkan kejutan menarik dari talenta-talenta baru dalam industri musik lokal, lewat media sosial resmi mereka di Instagram, @main.main.di.

     

    (Red)

  • Trio Puisi Orchidaria Curi Perhatian di Main-Main Cipete Lewat Penampilan Puitis dan Kontemplatif

    Trio Puisi Orchidaria Curi Perhatian di Main-Main Cipete Lewat Penampilan Puitis dan Kontemplatif

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan yang konsisten menjadi ruang ekspresi bagi musisi muda dan independen, Main-Main di Cipete kembali hadir di episode 18, pada Senin malam, 30 Juni 2025. Bertempat di Casatopia Cafe, acara ini dipandu oleh duo host Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno.

    Hadir sebagai penampi perdana, William Sihombing membuka malam dengan performa penuh perasaan. Solois asal Tangerang Selatan ini membawakan lagu-lagu ciptaannya seperti “Putih”, “Buana”, “Aksara”, “Potret”, dan single terbaru berjudul “Samudra”

    William Sihombing dikenal lewat pendekatan lirik personal dan produksi musik yang matang bersama FireFly Records dalam karya-karyanya.

    Penampilan dilanjutkan oleh Orchidaria, trio musikalisasi puisi yang tengah naik daun. Lewat EP mereka “Senarai”, grup ini menyuguhkan lagu-lagu seperti “Sama-sama Melupakan”, “Rumah, Tak Pulang”, dan “Tak Minta Banyak”.

    Setiap lagu yang dihadirkan Orchidaria, dibalut lirik puitis dan aransemen akustik yang intim. Salah satu personel bahkan menyisipkan pembacaan puisi di tengah set, memperkuat kesan kontemplatif yang menjadi ciri khas mereka.

    Meha, penyanyi muda berbakat, tampil memikat dengan membawakan lagu klasik “Kiss Me” dari Sixpence None the Richer. Ia kemudian memperkenalkan karya-karya dari album debutnya “Cinta Tak Pernah Salah”, termasuk “Daku Sekarat”, “Turun Dari Langit”, dan “Ada Rasa”.

    Lagu-lagu yang dibawakan Meha menampilkan warna vokalnya yang lembut namun kuat, serta lirik yang menggugah.

    Sebagai penutup, Daniel Abraham hadir membakar panggung dengan deretan lagu rap miliknya, termasuk “Pesta”, “Bucin”, “Jalan Sore”, dan “Jogetin”.

    Dikenal sebagai pejuang hip-hop muda dengan lirik positif dan beat cepat, Daniel sebelumnya juga tampil di Swag Event edisi ke-108 dan mendapat sambutan hangat dari komunitas musik urban.

    Program musik Main-Main di Cipete sendiri telah menjadi ajang mingguan yang rutin digelar setiap Senin malam di Casatopia Cafe.

    Diinisiasi oleh Reallist Management, acara ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk, dan menjadi wadah penting bagi regenerasi musisi alternatif di Jakarta.

    Dengan atmosfer hangat dan lineup yang selalu segar, acara ini dengan akun Instagram resmi @main.main.di ini, terus membuktikan bahwa musik lokal punya tempat istimewa di hati para penikmatnya.

    (Red)

  • Musisi Indonesia Rilis Single Global ‘Move Dat Thing’, Tayang di Spinnin’ Records

    Musisi Indonesia Rilis Single Global ‘Move Dat Thing’, Tayang di Spinnin’ Records

    VISTA NUSANTARA – Tiga talenta Indonesia di kancah musik elektronik global, Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva, kembali mengguncang dunia lewat rilisan single terbaru mereka bertajuk “Move Dat Thing”. Lagu ini bukan hanya sekadar banger lantai dansa, tapi juga sindiran ringan untuk mereka yang hadir ke klub namun enggan menari.

    Dengan energi yang eksplosif, lagu ini diciptakan untuk membangkitkan suasana dan mengajak semua orang untuk melepaskan diri dan bergoyang.

    Terinspirasi dari pengalaman tur keliling kota dan interaksi dengan berbagai kultur klub, ketiganya menyaksikan fenomena yang sama: dance floor yang sunyi karena audiens yang diam membeku. Dari sinilah “Move Dat Thing” lahir menjadi sebuah seruan lantang untuk menggerakkan tubuh, melepaskan ragu, dan merayakan musik sebagai bahasa universal.

    Dibekali hook adiktif dan lirik lugas seperti “Jump up & move dat thing” dan “Let me see you on da floor,” lagu ini menjelma menjadi anthem yang sulit diabaikan.

    “Kami ingin lagu ini mencairkan suasana di setiap pesta, tanpa objektifikasi, agar laki-laki dan perempuan merasa nyaman untuk bersenang-senang bersama,” kata Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva lewat keterangan tertulisnya.

    Lirik lagu juga menyebut berbagai kota di dunia seperti Rio, London, Jakarta, dan Ibiza yang menegaskan pesan inklusivitas global dan perayaan terhadap budaya klub internasional.

    Diluncurkan oleh label ternama Spinnin’ Records yang dikenal sebagai rumah bagi nama-nama besar seperti Martin Garrix dan Don Diablo, rilisan ini memperkuat posisi ketiga musisi Indonesia di panggung dunia.

    Karya ini merupakan rilisan ketiga Adnan Veron dan kedua bagi Liquid Silva bersama Spinnin’. Sebelumnya, mereka mencatat kesuksesan lewat nomor berjudul “BAD BOYS” (bersama Bravy & Mister Aloy), dengan lebih dari 2,2 juta stream di Spotify, hampir 500 ribu penonton di YouTube, serta mewarnai 8.700 lebih konten di TikTok.

    Kemudian ada “LOWKEY” (bersama Erga & Liquid Silva), yang mencetak lebih dari 11 juta stream Spotify, 10 juta views di YouTube, dan viral di TikTok dengan lebih dari 600 ribu video.

    Sementara itu, kolaborator baru, Arsyih Idrak, turut menunjukkan daya ledak yang tidak kalah kuat dengan lagu sebelumnya “Takutu”, yang telah mengantongi lebih dari 9 juta stream.

    Saat ini, single “Move Dat Thing” milik Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

    (Red)

  • Album ‘SARIMBAGAN’ Jadi Titik Puncak Ekspresi Jujur Band SAR

    Album ‘SARIMBAGAN’ Jadi Titik Puncak Ekspresi Jujur Band SAR

    VISTA NUSANTARA – Setelah melalui proses panjang dan merilis enam single secara bertahap, band SAR akhirnya resmi merilis album perdana mereka bertajuk “SARIMBAGAN”, sebuah karya penuh makna yang memuat kisah, rasa, dan refleksi mendalam dari perjalanan musikal mereka.

    “SARIMBAGAN” terdiri dari 11 track pilihan yang menyuarakan beragam emosi: dari keluh kesah, kekesalan, hingga harapan. Album ini bukan hanya sebuah rangkaian lagu, tapi juga representasi kejujuran SAR dalam bermusik—sebuah medium untuk merayakan keberanian, kebahagiaan, dan ketulusan dalam menyampaikan pesan.

    “Sebagai musisi, kami merasa belum lengkap jika belum menyusun karya dalam bentuk album. SARIMBAGAN lahir dari proses yang panjang, penuh tantangan, tapi juga sangat memuaskan secara emosional,” ujar perwakilan SAR.

    Album ini merupakan bentuk konsistensi SAR dalam berkarya dan memperluas cakupan musikal mereka. Setelah mendapat sambutan hangat dari berbagai single sebelumnya, SAR ingin membawa para pendengar ke dimensi yang lebih utuh lewat full-length album yang digarap dengan totalitas.

    SAR mengajak para pendengar untuk menikmati “SARIMBAGAN” di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) serta channel YouTube resmi mereka, di mana musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang jujur untuk merasakan dan dipahami.

    “Kami percaya bahwa bermusik adalah tentang menyampaikan yang tidak bisa diucapkan. Dan album ini adalah sarana kami untuk berbagi, bukan sekadar bunyi, tetapi juga rasa,” tutupnya.

    (Red)

  • ‘Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih’, Lagu Debut Inocent Yang Langsung Jadi Soundtrack Film

    ‘Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih’, Lagu Debut Inocent Yang Langsung Jadi Soundtrack Film

    VISTA NUSANTARA – Dunia musik Indonesia kedatangan pendatang baru dengan karakter vokal yang kuat dan emosional. Penyanyi wanita Inocent Purwanto resmi merilis single debutnya yang berjudul “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih”, di bawah naungan label Soex Entertainment.

    Lagu ini menjadi lebih istimewa karena juga dijadikan Original Soundtrack (OST) untuk film berjudul sama, sebuah drama romantis psikologis yang mengangkat kisah hubungan rumit, luka batin, dan dilema cinta yang tak berujung.

    Lagu “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih” merupakan balada pop dengan nuansa sendu dan lirik yang jujur, menggambarkan perasaan seseorang yang terjebak dalam ketidakpastian cinta. Vokal emosional Inocent menghadirkan kedalaman tersendiri, membuat lagu ini mudah menyentuh hati pendengar.

    “Lagu ini benar-benar personal buat aku. Prosesnya emosional, karena banyak perempuan—termasuk aku—pernah berada di situasi kayak di lagu ini: mau lanjut sakit, mau berhenti juga tetap sakit,” ungkap Inocent.

    Sebagai bagian dari proyek lintas industri, Soex Entertainment berkolaborasi dengan tim produksi film untuk menghadirkan lagu ini sebagai bagian dari alur cerita. Film “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih” sendiri dibintangi oleh Mikha Tambayong, Ibrahim Risyad, Kevin Ardilova, dan Tissa Biani, serta disutradarai oleh Benni Setiawan.

    Single “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih” milik Inocent Purwanto kini telah tersedia di seluruh platform streaming musik, sementara video liriknya dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Soex Entertainment.

    Kehadiran Inocent Purwanto dengan debutnya ini menjadi sorotan baru di dunia musik Indonesia, menampilkan suara yang unik dan lagu yang sarat makna.

    (Red)

  • Lagu Tahun 1999 Dihidupkan Ulang Oleh Meha Dalam Single Terbarunya ‘Ada Rasa’

    Lagu Tahun 1999 Dihidupkan Ulang Oleh Meha Dalam Single Terbarunya ‘Ada Rasa’

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi solo, Meha resmi memperkenalkan lagu bernuansa retro berjudul “Ada Rasa”. Karya ini dipersembahkan sebagai single kedua dari EP debut bertajuk “Cinta Tak Pernah Salah” yang telah dirilis sejak Oktober 2024 lalu.

    Single “Ada Rasa” bukan sekadar lagu baru, melainkan sebuah kisah yang telah lama ada. Ditulis sejak tahun 1999 oleh Ninna Kusumadewi, lagu ini kini mendapatkan nafas baru melalui interpretasi Meha yang personal dan menyentuh.

    Produksi lagu ini melibatkan sederet musisi berpengalaman, termasuk Herry Alesis, Dimas Pradipta, Chandra Rian, dan lain lain. Aransemen musik yang lembut menyatu dengan karakter vokal Meha yang jujur dan polos, menciptakan sebuah pengalaman mendengar yang emosional namun tetap ringan dan mudah dicerna.

    Dalam liriknya, lagu ini berkisah tentang perasaan seseorang yang ditinggalkan tanpa penjelasan— ghosting —namun kemudian sang pelaku kembali membawa rasa yang belum sepenuhnya hilang.

    “Aku yakin banyak banget orang yang relate. Kadang kita belum benar-benar move on, lalu tiba-tiba dia muncul lagi, dan semuanya jadi campur aduk,” tutur Meha dalam keterangan tertulisnya.

    Peluncuran single “Ada Rasa” ditandai dengan dirilisnya video lirik lagu tersebut di kanal YouTube Meha (@mehaanr). Ia berharap lagu ini dapat menjadi suara hati bagi mereka yang pernah disakiti, ditinggalkan, tetapi tetap memilih untuk kuat dan melangkah maju.

    Single ini dirilis sebagai bagian dari EP “Cinta Tak Pernah Salah”, yang memuat 6 lagu dan 1 bonus track duet. EP ini diproduseri oleh Harry Goro dari Geronimo Records yang juga menjadi label yang menaungi Meha.

    Meha, yang bernama lengkap Mehalepi NR merupakan penyanyi muda yang telah menunjukkan bakatnya sejak usia 11 tahun, ketika ia merilis single berjudul “Biarin”. Penyanyi muda ini merupakan putri dari Harry Goro, drummer band legendaris Kla Project, yang turut memberikan pengaruh besar dalam perjalanan musiknya.

    Pada tahun 2024, Meha semakin serius menapaki industri musik dengan merilis EP “Cinta Tak Pernah Salah”, yang berisi enam lagu solo dan satu lagu duet. Selain bermusik, ia juga masih menjalani pendidikan sebagai mahasiswi di STARKI (Tarakanita).

    Lewat karya-karyanya, Meha dikenal dengan gaya musik yang mengangkat tema cinta dan persahabatan, yang dekat dengan kehidupan anak muda. Salah satu lagu andalannya, “Daku Sekarat”, dipilih sebagai single utama karena memiliki pesan mendalam dan hook yang kuat.

    Dengan merilis EP “Cinta Tak Pernah Salah”, Meha berharap dapat memberikan warna baru bagi industri musik Indonesia dan diterima oleh para penikmat musik. Ia juga optimis bahwa karyanya bisa menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda, untuk terus berkarya dan mengekspresikan perasaan mereka melalui musik.

     

    (Red)

?>