Kategori: bandung

  • Dukungan PDK Kosgoro 1957 Perkuat Posisi Arfi-Yena di Pilkada Bandung

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADukungan Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Jawa Barat untuk pasangan calon nomor urut 4, Arfi Rafnialdi dan Yena Iskandar, menjadi langkah strategis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bandung 2024. Mobilisasi kader ke seluruh akar rumput dan tempat pemungutan suara (TPS) menjadi prioritas dalam upaya meraih suara terbanyak.


    Dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspimda) yang diadakan di Grand Hotel Preanger, Ketua PDK Kosgoro 1957 Jabar, Aria Girinaya, mengungkapkan komitmen untuk mencapai 60 persen suara di Pilkada kali ini. “Kami akan bergerak secara sistematis untuk memastikan kemenangan Kang Arfi dan Teh Yena,” ujarnya. Aria juga menyoroti pertambahan jumlah kader Kosgoro yang mendukung Kang Arfi, meningkatkan optimisme untuk meraih suara.

    Kang Arfi, dalam kesempatan tersebut, mengungkapkan rasa syukurnya atas penerimaan PDK Kosgoro dan mengajak semua kader untuk bersatu demi kesuksesan di Pilkada mendatang. ***
  • Dari Pasar Gegerkalong, Kang Arfi Dengarkan Keluhan Pedagang


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi blusukan dan menyapa warga di wilayah Gegerkalong Girang, Gegerkalong Tengah, Gegerkalong Hilir, Jumat (4/10/2024). Lantaran pernah tinggal di wilayah Gegerkalong Hilir, calon wali kota yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem itu menyapa warga sekaligus bernostalgia. 

    Kang Arfi menyampaikan, tinggal di rumah neneknya, Gegerkalong Hilir semasa SMA dan kuliah. Calon Wali Kota Bandung dengan nomor urut 4 itu familier dengan jalan dan wilayah Gegerkalong. 

    “Ketika masih SMA, kerap main (olahraga) basket di kompleks KPAD Gegerkalong, serta ikut pengajian di Daaurit Tauhiid. Lantaran belum punya kendaraan, saya berjalan kaki dari rumah nenek ke kompleks KPAD atau Daarut Tauhiid, lewat Jalan Gegerkalong Tengah. Tentu, begitu familier dengan jalan dan wilayah di sini,” tutur Kang Arfi pada sela-sela blusukan di wilayah Gegerkalong. 

    Selain menyapa warga, Kang Arfi mengadakan kegiatan Jumat berkah di wilayah setempat. Kang Arfi pun bersilaturahmi dan menengok seorang warga Gegerkalong yang mengalami sakit tumor otak, dan takziah ke keluarga tokoh. 

    Kang Arfi melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke para pedagang di Pasar Gegerkalong, Jalan Gegerkalong Tengah. Saat silaturahmi itu, Kang Arfi mendengar keluhan pedagang perihal kenaikan tarif. 

    Menurut pengakuan pedagang, tarif itu berkenaan dengan tempat berjualan. Menanggapi keluhan para pedagang, Kang Arfi menyampaikan, kualitas pelayanan dari Perumda Pasar Juara merupakan hal paling utama dalam hal pungutan tarif atau iuran tempat berdagang. 

    “Hal yang mesti menjadi bahan evaluasi, yakni kualitas layanan mesti sepadan dengan tarif pungutan. Ketika Perumda Pasar Juara mampu memberikan layanan prima, seperti kelengkapan sarana dan prasarana, kebersihan terpelihara, fasilitas lengkap, tampaknya pedagang tak akan keberatan membayar (tarif),” ucap Kang Arfi.

    Bagaimana pun, kata Kang Arfi, pedagang sangat memerlukan situasi berjualan aman dan nyaman, serta beroleh sarana dan prasarana yang menunjang untuk meraih penghasilan optimal. Renovasi pasar akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatan layanan bagi pedagang. 

    Pada sisi lain, menurut Kang Arfi, kebersihan yang terpelihara, serta sarana dan prasarana pasar memadai menjadi daya tarik masyarakat untuk berbelanja. “Pedagang maupun konsumen (masyarakat) sama-sama nyaman bertransaksi di pasar,” ucap Kang Arfi. 

    Salah seorang pedagang di Pasar Gegerkalong, Dani mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif tempat berjualan. Menurut dia, tarif yang akan berlaku nanti sangat memberatkan bagi pedagang. 

    “Bahkan, tempat berjualan yang sedang tak dipakai pun tetap ditarik pungutan. Kami keberatan dengan rencana pemberlakuan tarif itu,” ucap dia.*

  • Kunjungi Pasar Gegerkalong, Kang Arfi Serius Tampung Keluhan Pedagang


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi blusukan dan menyapa warga di wilayah Gegerkalong Girang, Gegerkalong Tengah, Gegerkalong Hilir, Jumat (4/10/2024). Lantaran pernah tinggal di wilayah Gegerkalong Hilir, calon wali kota yang berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem itu menyapa warga sekaligus bernostalgia. 

    Kang Arfi menyampaikan, tinggal di rumah neneknya, Gegerkalong Hilir semasa SMA dan kuliah. Calon Wali Kota Bandung dengan nomor urut 4 itu familier dengan jalan dan wilayah Gegerkalong. 

    “Ketika masih SMA, kerap main (olahraga) basket di kompleks KPAD Gegerkalong, serta ikut pengajian di Daaurit Tauhiid. Lantaran belum punya kendaraan, saya berjalan kaki dari rumah nenek ke kompleks KPAD atau Daarut Tauhiid, lewat Jalan Gegerkalong Tengah. Tentu, begitu familier dengan jalan dan wilayah di sini,” tutur Kang Arfi pada sela-sela blusukan di wilayah Gegerkalong. 

    Selain menyapa warga, Kang Arfi mengadakan kegiatan Jumat berkah di wilayah setempat. Kang Arfi pun bersilaturahmi dan menengok seorang warga Gegerkalong yang mengalami sakit tumor otak, dan takziah ke keluarga tokoh. 

    Kang Arfi melanjutkan agenda dengan bersilaturahmi ke para pedagang di Pasar Gegerkalong, Jalan Gegerkalong Tengah. Saat silaturahmi itu, Kang Arfi mendengar keluhan pedagang perihal kenaikan tarif. 

    Menurut pengakuan pedagang, tarif itu berkenaan dengan tempat berjualan. Menanggapi keluhan para pedagang, Kang Arfi menyampaikan, kualitas pelayanan dari Perumda Pasar Juara merupakan hal paling utama dalam hal pungutan tarif atau iuran tempat berdagang. 

    “Hal yang mesti menjadi bahan evaluasi, yakni kualitas layanan mesti sepadan dengan tarif pungutan. Ketika Perumda Pasar Juara mampu memberikan layanan prima, seperti kelengkapan sarana dan prasarana, kebersihan terpelihara, fasilitas lengkap, tampaknya pedagang tak akan keberatan membayar (tarif),” ucap Kang Arfi.

    Bagaimana pun, kata Kang Arfi, pedagang sangat memerlukan situasi berjualan aman dan nyaman, serta beroleh sarana dan prasarana yang menunjang untuk meraih penghasilan optimal. Renovasi pasar akan menjadi langkah yang baik untuk meningkatan layanan bagi pedagang. 

    Pada sisi lain, menurut Kang Arfi, kebersihan yang terpelihara, serta sarana dan prasarana pasar memadai menjadi daya tarik masyarakat untuk berbelanja. “Pedagang maupun konsumen (masyarakat) sama-sama nyaman bertransaksi di pasar,” ucap Kang Arfi. 

    Salah seorang pedagang di Pasar Gegerkalong, Dani mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif tempat berjualan. Menurut dia, tarif yang akan berlaku nanti sangat memberatkan bagi pedagang. 

    “Bahkan, tempat berjualan yang sedang tak dipakai pun tetap ditarik pungutan. Kami keberatan dengan rencana pemberlakuan tarif itu,” ucap dia.***

  • Dialog Bersama Pedagang Gegerkalong, Kang Arfi Tampung Aspirasi


    Bandung, Vista Nusantara – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, melakukan blusukan ke wilayah Gegerkalong pada Jumat, 4 Oktober 2024. Dalam kunjungannya, Kang Arfi menyapa warga dan berbagi kenangan masa kecilnya, ketika ia tinggal bersama neneknya di Gegerkalong Hilir. Ia mengingat pengalaman bermain basket dan mengikuti pengajian di Daarut Tauhiid, yang membuatnya sangat akrab dengan lingkungan tersebut.

    Selain bersilaturahmi, Kang Arfi juga melaksanakan kegiatan sosial **Jumat Berkah**, di mana ia mengunjungi seorang warga yang sedang berjuang melawan tumor otak dan menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga tokoh masyarakat setempat yang telah berpulang.

    Kunjungan berlanjut ke Pasar Gegerkalong, di mana Kang Arfi mendengarkan keluhan para pedagang terkait kenaikan tarif tempat berjualan. Mereka mengungkapkan bahwa tarif yang meningkat sangat memberatkan, terutama karena beberapa tempat yang tidak digunakan tetap dikenai pungutan.

    Menanggapi keluhan tersebut, Kang Arfi menekankan pentingnya evaluasi layanan dari Perumda Pasar Juara. Ia percaya bahwa tarif pungutan harus sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan. “Jika pasar dikelola dengan baik, seperti kebersihan dan fasilitas yang memadai, para pedagang pasti akan lebih menerima tarif yang berlaku,” ujarnya.

    Kang Arfi juga menekankan bahwa pasar yang bersih dan aman akan meningkatkan daya tarik bagi konsumen, yang pada akhirnya juga menguntungkan pedagang. Ia berkomitmen untuk menindaklanjuti keluhan para pedagang dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

    Salah satu pedagang, Dani, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai tarif baru yang dianggap memberatkan. Kang Arfi berjanji akan memperhatikan masalah ini dan berupaya mencari solusi yang tepat demi kesejahteraan para pedagang di Pasar Gegerkalong.

  • Rekomendasi Kuliner di Bandung yang Nikmat, Murah, Ramah di Kantong

    VISTA NUSANTARA – Bandung merupakan kota yang dikenal
    dengan sejuknya udara dan keindahan alamnya, serta menyimpan segudang kuliner
    lezat yang wajib dicoba. Bagi para pencinta kuliner, berburu makanan enak
    dengan harga terjangkau di Bandung adalah hal yang menyenangkan. Berikut
    beberapa rekomendasi tempat makan yang bisa kamu kunjungi:

    1. Warung Nasi Bu Eha


    Warung nasi legendaris ini selalu menjadi favorit banyak
    orang. Dengan menu rumahan yang sederhana namun kaya rasa, seperti nasi liwet,
    lauk pauk lengkap, dan sambal yang menggoyang lidah, Warung Nasi Bu Eha adalah
    pilihan tepat untuk mencicipi cita rasa asli Bandung.

    2. Mie Kocok Simpang Raya


    Mie kocok adalah salah satu ikon kuliner Bandung. Kuah kaldu
    yang gurih, mie kuning yang kenyal, dan taburan kikil serta tauge membuat mie
    kocok menjadi hidangan yang sangat menggugah selera. Mie Kocok Simpang Raya
    adalah salah satu tempat yang terkenal dengan kelezatan mie kocoknya.

    3. Batagor Haji Isan


    Batagor adalah camilan khas Bandung yang terbuat dari adonan
    tepung ikan yang digoreng dan disajikan dengan saus kacang. Batagor Haji Isan
    adalah salah satu penjual batagor tertua dan paling populer di Bandung.
    Teksturnya yang lembut dan saus kacangnya yang gurih membuat batagor ini selalu
    laris manis.

    4. Boemi Joglo


    Bagi Anda yang ingin menikmati suasana makan yang lebih
    santai dan nyaman, Boemi Joglo adalah pilihan yang tepat. Restoran ini
    menyajikan berbagai macam menu khas Sunda dengan harga yang terjangkau. Selain
    itu, suasana pedesaan yang kental akan membuat Anda merasa seperti sedang makan
    di rumah sendiri.

    5. Warung Nasi Bu Imas


    Warung nasi ini terkenal dengan menu nasi timbelnya yang
    lengkap. Nasi timbel disajikan dengan berbagai macam lauk pauk, seperti ayam
    goreng, ikan goreng, tempe goreng, dan sambal. Rasanya yang autentik dan
    harganya yang murah membuat Warung Nasi Bu Imas selalu ramai pengunjung.

     

  • Rekomendasi 5 Tempat Wisata Murah Meriah dengan Pemandangan Indah di Kota Bandung

    VISTA NUSANTARA – Bandung adalah kota dengan beragam wisata yang selalu memanjakan mata, selain itu Bandung juga terkenal dengan kulinernya yang sangat variatif yang memiliki cita rasa lezat. Oleh karena itu Bandung selalu memberikan kesan ngangenin bagi para pengunjungnya. 
    Selain itu dengan keramah tamahan perilaku orang Bandung yang membuat kota ini menjadi salah satu magnet wisata di Pulau Jawa. 
    Enggak heran juga, kalau tiap akhir pekan, ada ribuan bahkan puluhan ribu masyarakat luar kota yang memilih Kota Bandung sebagai destinasi liburan pendek mereka!
    Sebenernya ada hal yang menjadi keunggulan wisata di Bandung yaitu ‘harga tiket’ tempat wisata yang relatif murah. Oleh karena itu, berikut 10 rekomendasi tempat wisata murah di Bandung: 
    1. Kiara Artha Park


    Kiara artha Park terletak di Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40272. Buka dari Senin-Minggu dari jam 10.00-21.00 WIB
    Sesuai dengan namanya Kiara Artha Park adalah sebuah taman yang memiliki pemandangan yang sangat indah, menyejukkan mata, dan juga menenangkan pikiran. 
    Kegiatan yang bisa dilakukan disini adalah jalan jalan santai sambil keliling taman, menikmati pemandangan dengan sewa sepeda atau skuter. 
    Harga tiket masuk ke Kiara Artha Park ini adalah dengan cukup membayar Rp 10.000
    2. Babakan Siliwangi City Fores


    Babakan Siliwangi City Fores terletak di Jl. Tamansari No.90, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
    Taman Kota Babakan Siliwangi memiliki forest walk yang membuat kita serasa berada di dalam hutan. Forest walk menyajikan fasilitas bagi pejalan kaki untuk menikmati suasana hutan kota yang terbentang sepanjang dua kilometer.
    Di sini bisa menikmati suasana segar area hutan. Kemudian berjalan-jalan, olahraga maupun menjadi area swafoto tanpa harus menembus lebatnya hutan.
    Babakan Siliwangi City Fores  buka pada Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIB dan  Sabtu-Minggu pukul 08.30-17.00 WIB. Tidak dikenakan biaya sepeserpun. 
    3. Tepi Kota Healing


    Tepi kota Healing terletak di Jl. Padang Golf, Sukamiskin, Kec. Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293.
    Tiket masuknya pun sangat terjangkau, hanya Rp 10.000 yang bisa ditukar dengan air mineral atau minuman ringan.
    Tepi Kota Healing buka pada Senin-Jumat pukul 08.30-18.00 WIB, dan pada Sabtu-Minggu pukul 08.30-20.00 WIB. 
    Selain bisa jalan-jalan mengelilingi area taman seluas 5 hektar, pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas tambahan dengan harga terjangkau seperti berkeliling dengan sepeda listrik, naik kuda, memberi makan kelinci, ikan, angsa, dan domba.
    4. Museum Gedung Sate


    Museum Gedung Sate terletak di Jalan Diponegoro Nomor 22, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.
    Harga tiket masuk ke museum Gedung Sate relatif murah yaitu hanya Rp 5.000.
    Museum Gedung Sate beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.30 – 16.00 WIB. Namun uniknya di sini adalah  wisatawan yang ingin berkunjung wajib melakukan reservasi maksimal satu hari sebelum jadwal kunjungan.
    Penggunjung melakukan reservasi melalui Whatsapp/ Instagram. Pengunjung melakukan pembayaran di Lokasi Museum dan mendapatkan Tiket Masuk Museum. 
    Fasilitas yang di dapatkan dari Museum ini diantaranya Auditorium pemutaran film sejarah gedung sate, Interactive glass (menampilkan informasi melalui grafis), Virtual Reality 3D Gedung Sate, Augmented Reality Pembangunan Gedung Sate, Merchandise Shop, Edukator Bersertifikasi, Interactive Floor, dan Architarium.
    5. Taman Hutan Raya


    Taman Hutan Raya terletak di Kompleks Tahura, Jl. Ir. H. Juanda No.99, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198.
    Disini ada wisata sejarah, yaitu Goa Jepang, Goa Belanda, Patahan Lembang, prasasti kerajaan Thailand. Juga wisata agro, karena banyaknya jenis pepohonan yang ada disini dan juga diberi nama pada batangnya. Selain itu juga bisa menikmati keindahan beberapa air terjun yang ada disini.
    Tahura buka pada Senin – Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB. Untuk wisatawan yang berkunjung ke Taman Hutan Raya Ir H Djuanda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 15.000 (wisatawan nusantara) dan Rp 55.000 (wisatawan mancanegara).
    Itulah beberapa rekomendasi wisata murah di Kota Bandung. Untuk rekomendasi selanjutnya pantau terus ya jangan sampai terlewatkan.
  • Hardiknas 2024: Pemkot Optimis Antarkan Anak-anak Kota Bandung Raih Bonus Demografi 2045

        Bandung, VN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimis bisa mengantarkan para instan pendidikan khususnya anak-anak Kota Bandung mendapatkan bonus demografi tahun 2045.

    “Pemkot Bandung sangat peduli pada sistem pendidikan di Kota Bandung ini. Meskipun kewenangan itu sebuah regulasi yang tidak bisa kita tantangan lagi, sehingga hal itu sebagai referensi untuk dilaksanakan,” kata Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono pada kegiatan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Bandung tahun 2024, di Kantor Disdik Kota Bandung, Kamis 2 Mei 2024.
    Menurut Bambang, dengan program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di Kota Bandung sebagai upaya memberikan kepedulian serta hak bagi siswa siswi untuk mendapatkan pendidikan.
    “Dengan program Rawan Melanjutkan Pendidikan, semua warga Bandung mulai Paud, SD, SMP bahkan kita peduli SMA/SMK secara berkelanjutan,” tuturnya.
    Bambang menambahkan, tahun 2045 mendapatkan bonus demografi. Sehingga pendidikan menjadi salah satu tanggungjawab dalam membentuk SDM yang berkualitas.
    “Tahun 2045 kita akan mengalami bonus demografi. Pendidikan memiliki tanggung jawab mulia antaranya anak bisa mengisi pembangunan. Ini hal yang tidak mudah, tapi kita optimis melakukannya, sehingga anak bangsa bisa menguasai pembangunan untuk memajukan negeri,” bebernya.
    Sebelumnya, Bambang membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, saat ini sudah mulai merasakan perubahan terjadi. Hal ini digerakkan bersama dengan langkah yang serempak dan serentak.
    “Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar. Kita sudah mendengar lagi anak-anak Indonesia berani bermimpi karena mereka merasa merdeka saat belajar di kelas,” ujarnya.
    Ia menambahkan, sudah terlihat guru-guru yang berani mencoba hal-hal baru karena mereka mendapatkan kepercayaan untuk mengenal dan menilai murid-muridnya.
    “Kita sudah menyaksikan lagi para mahasiswa yang siap berkarya dan berkontribusi karena ruang untuk belajar tidak lagi terbatas di dalam kampus,” ungkapnya.
    Dengan penuh harapan, ia menitipkan Merdeka Belajar kepada semua pihak, para penggerak perubahan yang tidak mengenal kata menyerah untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan.
    “Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari terus bergotong royong menyemarakan dan melanjutkan gerakan Merdeka Belajar,” tuturnya. (dskoinfo.bdg)
  • Raperda Pelayanan Bidang Pangan, Pertanian dan Perikanan Disetujui DPRD Kota Bandung

        Kota Bandung, VN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung telah menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung tentang Pelayanan Bidang Pangan, Pertanian dan Perikanan pada Sidang Paripurna DPRD Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung, Selasa, 30 April 2024.

    Disetujuinya Raperda tersebut ditandai dengan penandatangan persetujuan bersama atas Raperda oleh Pj Wali Kota Bandung dan DPRD Kota Bandung.
    Dalam pandangan akhirnya, Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan pelayanan pangan, pertanian dan perikanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dalam pemenuhannya.
    “Atas nama Pemerintah Kota Bandung kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada DPRD yang telah menetapkan satu buah Raperda tentang pelayanan bidang pangan pertanian dan perikanan,” kata Bambang.
    Secara substansi, lanjut Bambang, Raperda tentang pelayanan bidang pangan, pertanian dan perikanan mengatur sejumlah hal, yakni:
    1. Pelayanan bidang pangan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian pangan dan ketahanan pangan, ketahanan kerawanan pangan, serta keamanan pangan. Untuk terselenggaranya bidang pangan pemerintah kota Bandung akan melaksanakan beberapa langkah kebijakan diantaranya menyediakan gudang cadangan pangan, pengalokasikan lahan sawah dilindungi dengan lahan pertanian pangan berkelanjutan sesuai kemampuan daerah kota serta melaksanakan program pertanian perkotaan atau urban farming secara berkelanjutan yang salah satunya dengan dikenal dengan Buruan SAE.
    2. Penyelenggaraan bidang pertanian pada pemerintah daerah dilaksanakan oleh dinas dan perangkat daerah terkait. Layanan bidang pertanian meliputi persawahan bidang pertanian, prasarana pertanian, perlindungan pertanian, dan penerbitan rekomendasi perizinan usaha. Selain itu Raperda ini mengatur pelayanan bidang peternakan di mana pemerintah daerah Kota Bandung menetapkan jenis pelayanan tertentu sebagai sub layanan pertanian daerah kota.
    3. Pelayanan bidang perikanan meliputi perikanan budidaya yang terdiri dari pembenihan dan pembesaran ikan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dan sarana prasarana perikanan.
    Bambang mengatakan, dalam upaya menunjang pelaksanaan bidang pangan pertanian dan perikanan juga, Pemkot Bandung akan melakukan kerja sama membangun informasi pangan dan meningkatkan peran serta masyarakat melalui pembentukan forum.
    Pada kesempatan tersebut pula, dilaksanakan Penyampaian Penjelasan Wali Kota Perihal Raperda tentang RPJPD Kota Bandung Tahun 2025-2045. (dskoinfo.bdg)
  • Braga Free Vehicle Jadi Momentum Penataan Ulang Kawasan Wisata Kota Bandung

        Kota Bandung,VN – Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan menyambut positif agenda Braga Free Vehicle yang mulai diterapkan akhir pekan ini, 4—5 Mei 2024. Ia mendorong agenda ini menjadi momentum penataan ulang kawasan wisata di Kota Bandung.

    Tiga aspek yang disoroti DPRD Kota Bandung dalam momentum penataan ulang dan perbaikan kawasan wisata Kota Bandung ini meliputi lalu lintas, sarana parkir, serta bangunan-bangunan bersejarah, khususnya di kawasan Jalan Braga.
    “Saat ini bisa dibilang eranya ‘selfie’. Sangat bagus kalau ini jadi momentum perbaikan, sehingga masyarakat ataupun wisatawan bisa lebih menikmati suasana di Jalan Braga,” ujar Tedy dalam Bandung Menjawab, Senin 29 April 2024.
    Ia mendorong kawasan Jalan Braga jadi magnet kembali untuk salah satu lokasi wisata Kota Bandung.
    “Masyarakat menantikan penataan di pusat-pusat Kota Bandung seperti ini. Ketika Braga ditata, Kota Bandung lebih nyaman, warganya lebih senang,” terangnya.
    Tedy memastikan, DPRD Kota Bandung akan terus mengawal berlangsungnya agenda Braga Free Vehicle. Selain itu, Tedy juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif memberi masukan saat agenda ini dijalankan.
    “Insyaallah tanggal 4—5 Mei kami akan memantau ke lapangan. Kami akan cek dampak-dampaknya, seperti misalnya dampak sosial yang mungkin terjadi. Kami tetap akan meminta teman-teman warganet memberikan komentar, supaya evaluasinya juga terpadu,” ucap Tedy.
    Sementara itu, Ketua RW 06 Braga, Istiti Suryani mendukung agenda Braga Free Vehicle yang akan diimplementasikan akhir pekan ini. Ia meyakini, agenda ini merupakan upaya Pemkot Bandung untuk mengembalikan rasa nyaman di kawasan Jalan Braga.
    “Kami mewakili warga di Jalan Braga sangat mendukung dan optimis dengan agenda Braga Free Vehicle. Ini waktunya warga dan wisatawan dapat menikmati suasana di Braga tanpa hingar bingar seperti saat ini,” tuturnya.
    Sebagai informasi, penerapan Braga Free Vehicle mulai dilakukan pada 4—5 Mei 2024 mendatang. Secara teknis, nantinya kawasan Jalan Braga akan bebas kendaraan mulai hari Sabtu pukul 00.00 WIB hingga Minggu malam pukul 23.59 WIB. (dskoinfo.bdg)
  • Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Ir. H. Agus Gunawan mengkritisi dan Beri Catatan Rencana Braga Bebas Kendaraan

        Kota Bandung, VN -Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Ir. H. Agus Gunawan mengkritisi rencana penerapan program Braga Bebas Kendaraan yang akan diterapkan Pemerintah Kota Bandung.

    Agus meminta Pemerintah Kota Bandung memberikan sosialisasi yang jelas dan detail kepada masyarakat sebelum benar-benar menerapkan program Braga Bebas Kendaraan.
    Menurut Agus, masyarakat yang terdiri dari unsur warga yang tinggal di Jalan Braga serta para pengusaha di Jalan Braga harus diajak musyawarah agar program Braga Bebas Kendaraan tidak menjadi program sesaat.
    “Masyarakat harus dilibatkan. Konsep harus jelas, jangan sampai asal-asalan yang nantinya pemerintah dicemooh oleh masyarakat,” ujarnya, saat menjadi narasumber talk show Obrolan Plus Solusi (OPSI), di Studio PRFM, Sabtu, 27 April 2024.
    Lebih lanjut Agus mengatakan, Pemerintah Kota Bandung harus menyiapkan skema arus lalu lintas yang jelas sebelum menerapkan program Braga Bebas Kendaraan.
    Sebab, kata Agus, tanpa skema arus lalu lintas yang baik termasuk kantong-kantong yang jelas, kemacetan akan timbul di area-area lain ketika Jalan Braga dibebaskan dari lalu-lalang kendaraan.
    “Jangan sampai Braga Bebas Kendaraan ini diterapkan hanya untuk memindahkan kemacetan. Jangan sampai Braga Bebas Kendaraan, tapi kemacetan timbul di mana-mana,” tuturnya.
    Selain itu, Agus pun meminta Pemerintah Kota Bandung untuk mengangkat para pelaku UMKM serta Seni Budaya ketika Jalan Braga Bebas Kendaraan diterapkan. Hal ini demi meningkatkan perekonomian di kawasan Braga.
    “Harus ada koordinasi, antar OPD, apakah itu dengan Disbudpar, Koperasi dan UMKM, ini harus ada koordinasi jangan sampai hanya untuk satu pihak saja, pikirkan juga masyarakat yang ada di Braga,” katanya.
    Menanggapi persoalan risiko kemacetan arus lalu lintas ketika Braga Bebas Kendaraan diterapkan, Plt Kepala Dishub Kota Bandung Asep Kuswara menyatakan, pihaknya telah menyiapkan kantong-kantong parkir resmi bagi warga.
    “Untuk parkir on-street, kita siapkan kantong parkir di lahan milik pemerintah, sebagai contoh Balai Kota Bandung, Kantor Dinas Pengairan, Bank Bandung, BJB, Gedung Keuangan, Bina Marga, Basement Alun-alun. Sedangkan untuk kantong parkir on-street, kita arahkan di sekitaran Cikapundung atau area-area parkir yang dikelola oleh BLUD Parkir Dishub Kota Bandung,” katanya.
    Selain itu, lanjut Asep, Dishub Kota Bandung juga menyiapkan konsep penjemputan wisatawan yang hendak menginap di kawasan Braga dengan menggunakan kendaraan khusus agar meminimalisir kemacetan.
    “Kalau Braga Bebas Kendaraan diterapkan, wisatawan (termasuk tamu hotel) tidak membawa kendaraan pribadi, tapi dijemput menggunakan shuttle,” ucapnya.
    Sementara Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan menyebutkan, pihaknya telah siap berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas wisata dan perekonomian ketika program Jalan Braga Bebas Kendaraan diterapkan.
    Kolaborasi yang telah disiapkan Disbudpar Kota Bandung ini untuk menonjolkan penampilan seni budaya, hotel dan penginapan, serta kafe dan restoran termasuk dari kalangan UMKM.
    “Dalam menyukseskan Braga Bebas Kendaraan, kami telah berkoordinasi untuk menyediakan talenta-talenta musik serta sarana pendukung seni budaya. Kami juga telah berkoordinasi dengan Asosiasi Hotel dan Penginapan serta Asosiasi Kafe dan Restoran,” tuturnya. (h.dprd)