Kategori: Musik

  • NaFF Hadir Dengan Vokalis Baru Dalam Single ‘Hipnotis’

    NaFF Hadir Dengan Vokalis Baru Dalam Single ‘Hipnotis’

    VISTA NUSANTARA – Setelah lima tahun vakum, band legendaris NaFF kembali menggebrak industri musik Indonesia dengan single terbaru berjudul Hipnotis. Lagu bergenre pop ini menjadi pembuktian eksistensi NaFF dalam format baru, yang kini diperkuat oleh Marvel Habibie atau biasa dipanggil El (vokal), bersama dua personel lama, Odeu Wijaya (bass) dan Hilal Hamzah (drum).

    Kehadiran El tentu membawa angin segar bagi NaFF, memperluas jangkauan pendengar mereka, sekaligus membuktikan bahwa band yang sudah berusia dua dekade ini tetap bisa bersaing dan relevan di industri musik Indonesia.

    Lagu Hipnotis merupakan karya orisinal Odeu Wijaya yang terinspirasi dari kisah pribadinya bersama sang istri. “Sebenarnya ini tidak jauh dari istri saya. Terinspirasi dari kesabaran istri saya dalam menghadapi kondisi ekonomi kami, terutama saat pandemi COVID-19 melanda dan membuat industri musik mati total. Meski mengalami naik-turun kehidupan, cintanya tetap sama—itulah yang saya sebut cinta tanpa syarat atau unconditional love,” ungkap Odeu.

    Sejak berkecimpung di industri musik, Odeu telah menciptakan delapan lagu untuk NaFF. Lagu Hipnotis adalah ciptaannya secara penuh, baik dalam lirik maupun aransemennya. NaFF sendiri telah berkarier selama 25 tahun dengan menghasilkan delapan album dan lebih dari 80 lagu.

    Perjalanan mereka dimulai dari label Prosound selama dua tahun, kemudian beralih ke Trinity Optima Production, dilanjutkan dengan Warner Music selama delapan tahun. Kini, NaFF berdiri secara independen dengan label mereka sendiri, SU.RE (Sumber Rejeki).

    Proses rekaman Hipnotis diproduseri oleh Yoriz Arba, yang sebelumnya juga menangani album terakhir NaFF. Proses produksi berlangsung selama dua minggu di Studio Yo Art hingga mencapai hasil mastering yang siap dirilis.

    Lagu Hipnotis menjadi tonggak baru bagi NaFF sebagai rilisan pertama mereka di bawah label independen sekaligus perayaan 25 tahun NaFF berkarya di industri musik. Single ini akan resmi diluncurkan pada 14 Februari 2025 dalam acara eksklusif di Goedsel88 Pool & Cafe, Jl. Gudang Selatan No.88, Bandung yang disponsori oleh MyPertamina dan Marlinda Craft Miniature Music

    Acara eksklusif ini dapat disaksikan secara langsung melalui siaran livestreaming di kanal YouTube NaFF Musik serta seluruh platform digital Pertamina.

    Dengan kembalinya NaFF ke panggung musik Tanah Air, para penggemar setia mereka tentu tidak sabar untuk menyaksikan evolusi terbaru dari band yang telah menemani perjalanan musik Indonesia selama lebih dari dua dekade ini.

     

    (Red)

  • Wen & the Wknders Buktikan Eksistensi Musik Rock Dengan Single ‘Rindu Sesaat’ Yang Makin Populer

    Wen & the Wknders Buktikan Eksistensi Musik Rock Dengan Single ‘Rindu Sesaat’ Yang Makin Populer

    VISTA NUSANTARA – “Musik rock ternyata belum mati, dan terbukti masih banyak penggemarnya,” ujar Wen, vocalis Wen & the Wknders. Ucapannya di buktikan dengan membanjirnya jumlah penonton video musik single kelima mereka yang bergenre rock bertajuk “Rindu Sesaat” di awal perilisannya tanggal 11 Januari kemarin.

    “Dua hari pertama di Youtube langsung tembus 5000 viewers, dan jumlah pendengar di platform musik digital juga naik cukup signifikan. Luar biasa, Alhamdulillah, terima kasih atas dukungannya,” Isyan sang bassis tak mampu membendung kebahagiaannya.

    “Tadinya jujur kami sempat khawatir karena musik single kelima ini jauh lebih kencang dan lebih keras dari lagu-lagu kami sebelumnya. Tapi kami sih pede aja. Lagipula ini juga membuktikan bahwa kami juga bisa membuat lagu bergenre rock murni, dan tidak melulu membuat lagu bertempo sedang atau lambat,” tambah Demi (gitar).

    Sementara itu gitaris lainnya, Lupi, berujar bahwa pemilihan sound yang tepat membuat single ini jadi jauh lebih istimewa. “Semua sound dari instrumen di lagu ini enak di dengarnya. Pas banget semuanya.”

    Keberhasilan ini tentunya didukung pula oleh struktur lagunya sendiri yang cukup unik. Tidak seperti lagu-lagu pada umumnya, “Rindu Sesaat” tidak memiliki bagan reffrain yang biasanya terdiri dari 4 bagian, namun hanya berisi satu kalimat saja.

    “Struktur yang berbeda, lirik yang intriguing, serta tentu saja gebukan drum dan bunyi gitar distorsi yang khas musik rock, membuat lagu ini standout dari pasar musik yang di dominasi lagu-lagu mellow manja saat ini,” pungkas Wen.

     

    (Red)

  • Cara Main-Main di Cipete Bantu Musisi Baru Jangkau Pendengar Lebih Luas

    Cara Main-Main di Cipete Bantu Musisi Baru Jangkau Pendengar Lebih Luas

    VISTA NUSANTARA – Wartawan musik sekaligus pegiat keriaan, Eno Suratno Wongsodimedjo atau yang akrab disapa Enodimedjo mendorong musisi pendatang baru untuk aktif mempromosikan karya-karyanya lewat program musik mingguan Main-Main di Cipete.

    Lewat keterangan tertulisnya, Eno mengatakan bahwa program Main-Main di Cipete digagas sebagai etalase bagi para musisi muda untuk menjajakan karya-karyanya. Panggungan, kata dia, merupakan salah satu elemen penting bagi promosi sebuah karya musik.

    “Bagi musisi pendatang baru, kesempatan manggung atau tampil di sebuah event menjadi hal sulit untuk mereka dapatkan. Padahal selain bisa menjemput pendengar baru, keriaan atau acara musik bisa menjadi ajang bagi mereka menambah jam terbang manggung, sekaligus menjadi simpul kreatif antar musisi untuk berjejaring satu sama lain,” ucap Enodimedjo.

    Digelar rutin setiap Senin malam di Casatopia Cafe, Jakarta Selatan, Main-Main di Cipete hadir di bawah payung Reallist Management, sebuah entitas kolektif yang didirikan oleh Eno. Hingga saat ini, 19 musisi dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia sudah tampil di program ini.

    Di antaranya ada Mahardias (Bekasi), Tape Argument (Pamulang), Fabian Putra (Depok), Moccatune (Surabaya), Davi Siumbing (Jakarta), Afternourway (Ciputat), Verryans (Samarinda), hingga Mr. Zaqilah (Kolaka) dan lain-lain.

    Lewat program Main-Main di Cipete, Eno seolah ingin membuktikan konsistensinya membangun ekosistem musik yang sehat. Salah satunya adalah sebagai ruang bertumbuh bagi mereka yang masih merintis jalan, sehingga regenerasi bisa berjalan dengan baik.

    “Beberapa waktu lalu, penikmat musik akrab dengan istilah ‘festival musik dengan line up yang itu-itu saja’. Keresahan yang seperti itu, seharusnya tidak perlu ada jika musisi-musisi baru diberi ruang untuk bertumbuh,” katanya.

    Eno bilang, acara yang ia inisiasi dihelat gratis tanpa tiket untuk memberi ruang yang lebih luas bagi para pembuat karya yang ingin menemukan pendengar baru.
    Konsep cuma-cuma juga membuka kesempatan bagi siapa pun untuk datang dan menemukan karya dari musisi-musisi baru Indonesia.

    “Acara ini amat sangat terbuka bagi siapa pun, baik pekarya musik maupun penikmat musik. Silakan datang, berkenalan, berjejaring, untuk kemudian bersama-sama membentuk ekosistem musik yang sehat dan saling dukung,” tutur Enodimedjo.

    “Informasi mengenai acara ini, tentang cara bisa ikutan tampil hingga jadwal penampil setiap minggunya, bisa diakses melalui akun Instagram @main.main.di,” ujar dia.

     

    (Red)

  • Kolaborasi Anov Blues One, Asora, dan Reza Arfandy Hadirkan Nuansa Blues Elegan

    Kolaborasi Anov Blues One, Asora, dan Reza Arfandy Hadirkan Nuansa Blues Elegan

    VISTA NUSANTARA – Blues One Records dengan bangga merilis EP terbaru berjudul Twisted Blues, hasil kolaborasi apik antara tiga musisi unik: Anov Blues One, Asora, dan Reza Arfandy. Sebagai pembuka EP ini, single Love In Blues telah lebih dulu dirilis pada 3 Januari 2025, membawa pendengar pada pengalaman musik yang sassy, soulful, dan elegan.

    “Love In Blues” adalah single yang memadukan sensualitas dan romansa dalam balutan gitar slide ala’ Anov Blues One, gitar soulful dan maskulin dari Reza Arfandy, serta vokal yang ekspresif dan emosional dari Asora. “Lagu ini lebih dari sekadar sensualitas atau fantasi hubungan intim; ini adalah perjalanan emosi yang jujur dan universal yang memberikan perasaan utuh. If you are a woman, you feel whole and complete. If you are a man – you see your partner feel complete, that makes you feel like a king. It’s magnetic and magical,” ujar Asora tentang makna lagu ini.

    Sebagai bagian dari Twisted Blues, Love In Blues menjadi pembuka yang kuat untuk tiga lagu dalam EP ini, yang semuanya mengeksplorasi genre blues dengan sentuhan sinematik, soul, dan nuansa elegan seperti Great Gatsby hingga James Bond. Berikut ulasan ketiga lagu dalam EP:

    1. Love In Blues – Lagu ini memadukan romansa dan sensualitas dengan aransemen yang terasa seperti soundtrack film. Lirik seperti “Awaken My Inner-Queen, Awaken Your Inner-King” menyampaikan pesan universal tentang cinta yang intim dan penuh jiwa. Di mixing dan mastering oleh Ibenk Marzuki, lagu Love In Blues memberikan sensasi intim yang bisa membuat sekujur bulu tubuh merinding ketika mendengarkan!
    2. Loneliest Blues (Om Om) – Lagu tentang rasa kehilangan yang mendalam dengan dinamika antara vokal Reza Arfandy dan Asora. Melodi blues klasik berpadu dengan ritme unik yang membuat lagu ini sangat berkesan. Ada makna tersendiri kenapa lagu ini diberi judul (Om Om), “ini lagu yang mewakili perasaan para Om-Om” ujar mereka tertawa. Sensasi yang didapat adalah penggabungan maskulin bertemu dengan feminin.
    3. In Love With You (Twisted Version) – Lagu personal dari Asora yang ditulis lebih dari 10 tahun lalu dan sempat dirilis dalam album band-nya. “Waktu itu, lagu ini adalah satu-satunya track di album saya yang beda dari 9 lagu lainnya. Saya ingin menunjukkan sisi karakter saya yang sebenarnya. Tapi tak lama setelah rilis, saya vakum dari dunia musik. Sayangnya, lagu ini tidak sempat diceritakan lebih jauh,” ungkap Asora. Namun,semesta seperti memberi jalan. Yang awalnya berkolaborasi hanya untuk single Love In Blues bersama Anov dan Reza, dan ketika Asora memperdengarkan In Love With You kepada mereka, reaksi mereka sangat spontan dan sinergi langsung terjalin.Dengan aransemen ulang bersama Anov dan Reza, lagu ini menyampaikan cerita tentang cinta yang tidak bisa dimiliki, penuh emosi dan kedalaman jiwa. “Lagu ini akhirnya mendapat kesempatan kedua untuk didengar dengan cara yang lebih pas. Saya senang sekali akhirnya lagu ini bisa hidup lagi dan menemukan benang merahnya. It was meant to be,” ucap Asora.

    Mengapa disebut Twisted Blues? EP ini adalah penggabungan elemen-elemen blues yang khas dengan interpretasi unik dari ketiga musisi. “Musik kami ini ‘blues-sukan,’ penuh jiwa blues, namun dipadukan dengan ciri khas karakter musik masing-masing,” ujar Anov. Dengan gitar slide Anov Blues One, pengaruh blues rock Reza Arfandy,dan sentuhan tematik dari Asora, EP ini menawarkan pengalaman musik yang segar dan berani.

    Tentang Kolaborator:

    • Anov Blues One – Maestro gitar blues dengan Delta DTV500 signature guitar yang baru diluncurkan. Sebagai penyanyi-pencipta lagu, Anov baru saja merilis single Elite Gembel bersama Gugun Blues Shelter di November 2024, dan juga single ‘Paradise is comin’ duet bersama sang istri Rose di 27 Desember lalu. Terdapat beberapa rilisan baru dari Anov yang terdekat di 25 Januari 2025.
    • Reza Arfandy – Gitaris dan vokalis dengan pengaruh blues rock dan alternative, baru saja merilis single Devil’s Road bersama keluarganya; Gitasasti A. Djais dan Regiandra A.Arfandy. Selain itu, pada 31 Desember 2024 ia telah merilis single ‘Setitik Cahaya’ bersama Anov Blues One.
    • Asora – Penyanyi dan penulis lagu dengan karakter elf queen dan suara ethereal. Setelah merilis EP Manusia ~ Dunia ~ Semesta pada Oktober 2024, Asora juga sedang mempersiapkan beberapa single kolaborasi, diantaranya merilis ‘Sore Ini (Romantic Version)’ Kolaborasi bersama Anov Blues One, Nia Aladin, Rivelino Ismaya, dan Bongky Marcel yang terjadwal di 14 Februari 2025 mendatang, lagu duet bersama Doddy Katamsi, serta single lagu featuring Ezra Simanjuntak untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.

    Rencana Promosi dan Perilisan:

    EP Twisted Blues dirilis pada 10 Januari 2025 di semua platform streaming digital. Single Love In Blues telah dirilis lebih dulu pada 3 Januari 2025, dengan video musik resminya akan menyusul pada Februari 2025. Selanjutnya, video musik resmi Loneliest Blues direncanakan rilis pada Maret, dan In Love With You (Twisted Version) akan dirilis pada April bertepatan dengan peluncuran fisik CD dan merchandise eksklusif.

     

    (Red)