?>

Kategori: Musik

  • SND Empire Gaungkan Bahasa Sunda Lewat Lagu “Dikèkèak” Balutan Musik Koplo Modern

    SND Empire Gaungkan Bahasa Sunda Lewat Lagu “Dikèkèak” Balutan Musik Koplo Modern

    VISTA NUSANTARA – Suara Kreativitas dari Sabang sampai Merauke, Di tengah gempuran musik global, hadir sebuah upaya segar dari ranah lokal yang berani menyuarakan identitas budaya Indonesia. Grup musik baru bernama SND Empire hadir mempersembahkan single perdana mereka bertajuk “Dikèkèak”, lagu berbahasa Sunda yang dikemas dalam irama koplo modern dengan nuansa urban yang kekinian.

    SND Empire digagas oleh produser musik Yerry Meiryan alias Yerry T Five, yang melihat pentingnya menghadirkan kembali lagu-lagu berbahasa daerah ke tengah arus musik populer. Ia menggandeng tiga talenta muda — Pepi (Trefiadi Vitrada) dan Bugie (Bagja Muhammad) sebagai vokalis, serta Ale (Angga Lesmana) sebagai DJ dan backing vokal.

    “Dikèkèak”, yang dalam bahasa Indonesia berarti dicemooh, mengangkat cerita cinta yang pahit namun sangat nyata: seorang pria yang merasa sudah dekat dengan seorang wanita, justru harus merelakannya karena wanita tersebut lebih memilih pria lain yang lebih mapan secara ekonomi. Lirik lagu ini ditulis menggunakan bahasa Sunda sehari-hari, membuat pesan yang disampaikan terasa lebih hidup dan relatable.

    “Kami ingin memperlihatkan bahwa bahasa daerah bukan penghalang untuk berkarya, melainkan kekuatan yang membuat musik jadi lebih berwarna,” ujar Yerry.

    SND Empire hadir bukan hanya sebagai proyek musik, melainkan juga sebagai gerakan pelestarian budaya. Dengan memadukan bahasa daerah dan genre musik modern, grup ini mengajak generasi muda untuk bangga menggunakan bahasa ibu mereka tanpa harus meninggalkan gaya hidup kontemporer.

    Dengan tagline “Koplo Beat, Urban Street!”, SND Empire menyatukan akar budaya lokal dan dinamika dunia kreatif modern — sebuah kombinasi yang diharapkan mampu menjangkau pendengar dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

    “Dikèkèak” menjadi pembuka dari sejumlah lagu yang akan dirilis SND Empire di tahun ini dan tahun depan, semuanya mengangkat cerita-cerita rakyat biasa, dalam bahasa yang akrab, dan irama yang mudah diterima.

    SND Empire adalah bukti nyata bahwa keberagaman budaya Indonesia bukan hanya bisa dirayakan, tapi juga dijadikan kekuatan untuk berkarya dan bersuara di panggung musik nasional.***

  • Prabawa Rilis ‘Ku Cemburu’, Lagu Patah Dengan Aransemen Elegan

    Prabawa Rilis ‘Ku Cemburu’, Lagu Patah Dengan Aransemen Elegan

    VISTA NUSANTARA – Tahun 2025 ini ditandai dengan banyaknya gebrakan baru dari musisi era 2000 awal, mereka kembali me-release lagu baru dengan image yang baru. Tersebutlah nama Umbu Prabawa, kini kembali ke industri musik dengan identitas baru dan lebih personal, Prabawa.

    Nama yang berarti “bercahaya” dalam bahasa Sanskerta ini bukan hanya simbol semangat baru, tetapi juga representasi akar identitas dan penghormatan terhadap sang ayah yang pertama kali menemukan bakat menyanyinya sejak usia sembilan tahun.

    Jumat 18 Juli 2025 menjadi momen kembalinya ini, Prabawa mempersembahkan single terbaru berjudul “Ku Cemburu”, sebuah karya yang menyoroti luka emosional akibat pengkhianatan dalam hubungan.

    Lagu ini lahir dari perenungan mendalam tentang kesetiaan dan kejujuran yang semakin langka di era hubungan modern, bahkan terinspirasi oleh kasus-kasus yang sempat menjadi viral belakangan ini.

    Single “Ku Cemburu” ditulis dan dikomposisi langsung oleh Prabawa, dengan penataan musik oleh Adi Wibowo. Proses kreatifnya melibatkan sejumlah workshop dan revisi untuk menghasilkan nuansa musik yang kuat namun tetap menyentuh.

    Prabawa dan Adi, yang sama-sama perfeksionis, meramu emosi lagu ini hingga mencapai bentuk akhir yang utuh dan autentik.

    Lagu ini juga menghadirkan sentuhan khas dari paduan suara kecil yang beranggotakan sahabat-sahabat penyanyi berbakat, yakni David Manalu, Beyon Destiano, Marisha Halauwet, dan Niken Asterina, yang dikenal lewat kolaborasi mereka di The Musical Troops dan Magnificanto Singers.

    Baris lirik-lirik seperti, “Jujurlah padaku, walaupun kau kata kita tetap satu” atau “Andai rasa itu tak pernah kau sentuh dulu, ku yakin dirimu masih bersamaku”, menjadi inti dari jiwa lagu ini—menyampaikan kepedihan yang jujur namun tetap elegan.

    Prabawa mempersembahkan lagu ini kepada keluarga dan sahabat-sahabat terdekatnya, yang telah menjadi penyemangat utama dalam perjalanan kembalinya ke dunia musik.

    “Saya kembali bukan sekadar melanjutkan, tetapi menyatu kembali dengan tempat asal saya, yaitu musik,” tutur Prabawa dalam keterangan tertulisnya.

    “Saya persembahkan single ini dan karya karya musik saya kepada keluarga tercinta. Merekalah yang selalu percaya akan kemampuan saya dan meyakinkan untuk saya kembali berkarya,” tuturnya.

    Saat ini, single “Ku Cemburu” milik Prabawa sudah tersedia di seluruh platform pemutar musik digital.
    Selamat menikmati lagu “Ku Cemburu”.

    (Red)

  • Main-Main Cipete #20 Hadirkan Kolaborasi Spektakuler: Dari Pop Melankolis Hingga Rock 90-an

    Main-Main Cipete #20 Hadirkan Kolaborasi Spektakuler: Dari Pop Melankolis Hingga Rock 90-an

    VISTA NUSANTARA – Lima musisi bertumbuh Indonesia, sukses menggebrak keriaan musik mingguan Main-Main di Cipete volume ke-20 pada Senin malam, 14 Juli 2025 kemarin. Tri Alxndr, Weekend By Evidence, Randa Oktovandy, Kidunghara dan grup band Wayang, hadir menghibur Casatopia Cafe, tempat acara berlangsung.

    Dipandu Eno Suratno Wongsodimedjo dan Nurgi Ceper, acara mingguan yang diprakarsai oleh Reallist Management ini kembali menjadi ruang kreatif bagi para musisi independen untuk mengekspresikan karya mereka secara langsung kepada publik.

    Solois pendatang baru, Tri Alxndr membuka penampilan dengan gaya pop melankolisnya yang sukses menghadirkan momen reflektif dan menghangatkan hati. Kehadirannya malam itu adalah untuk memperkenalkan single anyar bertajuk “Kamu Lupa”.

    Usai Tri turun panggung, giliran band rock alternatif asal Jakarta, Weekend By Evidence yang mengambil alih lampu sorot. Unit yang digawangi oleh Dean ini, tampil membawakan nomor-nomor dari album “Wanderlust” yang energik dan menggugah, membawa penonton ke era 90-an dengan sentuhan modern.

    Gitaris yang kini berkarier sebagai penyanyi solo, Randa Oktovandy mengisi pentas sebagai penampil berikutnya. Di sela aksi, musikus berambut gondrong ini mengundang rekan kolaborasinya, Frietsa Rianty ke atas panggung.

    Randa Oktovandy dan Frietsa Rianty memperdengarkan single baru berjudul “Labil”, satu tembang romantis yang menggabungkan pop folk dengan lirik yang menggambarkan dinamika hubungan yang kompleks.

    Penyanyi solo Kidunghara yang dikenal dengan gaya retronya yang khas, langsung mengisi panggung dengan nomor-nomor pop kreatifnya. Dalam penampilannya, ia menggandeng Gloria Jessica dan membawakan lagu “Kanvas Abadi”, sebuah persembahan nostalgia yang membangkitkan nuansa musik Indonesia era 1950-an dengan gaya yang puitis dan minimalis.

    Penampilan grup band pop veteran, Wayang menjadi titik klimaks program Main-Main di Cipete volume ke-20. Lagu-lagu nostalgia semisal “Dongeng” dan “Damai” dibawakan dengan pengubahan aransemen yang menawan. Unit yang digawangi oleh Wahyudi Ramdhan (vokal) dan Ahmad Fauzi (bass) ini, kemudian mengundang Lovely Bustamar, penyanyi muda berbakat yang menjadi rekan kolaboratornya ke atas pentas.

    Wayang featuring Lovely Bustamar kemudian membawakan lagu “Cinta Pertama”, tembang baru yang dirilis pada Mei 2025. Kolaborasi ini mempertemukan karakter klasik khas Wayang dengan sentuhan vokal lembut dan emosional dari Lovely Bustamar.

    Aksi mereka disambut antusias oleh penonton, mempertegas daya tarik lintas generasi dalam musik Indonesia.

    Program musik Main-Main di Cipete sendiri merupakan keriaan yang tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan musik, tetapi juga memperkuat jejaring komunitas dan apresiasi terhadap karya orisinal. Digelar tanpa tiket dan terbuka untuk umum, acara ini menegaskan bahwa musik dapat menjadi medium yang inklusif dan menyatukan.

    Dengan antusiasme yang terus tumbuh, publik bisa menantikan gelaran berikutnya yang diyakini akan terus menghadirkan kejutan menarik dari talenta-talenta baru dalam industri musik lokal, lewat media sosial resmi mereka di Instagram, @main.main.di.

     

    (Red)

  • RRI Mantapkan Komitmen Bina Talenta Musik Lewat Bintang Radio 2025

    RRI Mantapkan Komitmen Bina Talenta Musik Lewat Bintang Radio 2025

    VISTA NUSANTARA – Radio Republik Indonesia (RRI) kembali menegaskan komitmennya dalam membina talenta musik Tanah Air dengan meluncurkan dua single dari pemenang Bintang Radio 2024, sekaligus membuka secara resmi Kick Off Bintang Radio 2025.

    Berbicara dalam keterangan tertulisnya, Direktur LPU LPP RRI, Yonas Markus Tuhuleruw, menegaskan bahwa Bintang Radio bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembinaan berkelanjutan. Perilisan single dan Kick Off Bintang Radio 2025 berlangsung di Auditorium Abdulrahman Saleh, RRI Jakarta, Kamis, 3 Juli 2025.

    “Hari ini, kita me-launching single dari dua pemenang Bintang Radio 2024. Tapi, sekaligus me-launching Bintang Radio 2025,” kata Yonas Markus Tuhuleruw.

    “RRI konsisten mencetak bintang dari berbagai penjuru nusantara, tak hanya memfasilitasi karya tetapi juga mempromosikan hingga roadshow,” ucap dia.

    Ajang Bintang Radio pada tahun-tahun sebelumnya, telah melahirkan banyak nama besar di industri musik Indonesia, dari Titiek Puspa hingga Andmesh Kamaleng. Lantaran itu, kata Yonas, Bintang Radio bisa menjadi ruang bagi putra putri Indonesia dimanapun untuk dapat menyalurkan bakat menyanyinya.

    Dua pemenang utama tahun lalu, Davit Ingsani dari Semarang dan Nadia Titanya dari Denpasar, masing-masing merilis single perdana mereka.

    Single bertajuk “Cinta Tanpa Rencana” yang merupakan karya cipta Bemby Noor, dibawakan oleh Davit. Sementara Nadia membawakan lagu “Masih Cinta Dia” ciptaan Trakast.

    Kedua lagu ini diproduksi dengan kualitas tinggi oleh tim profesional, sebagai bagian dari kontrak eksklusif yang diberikan kepada para juara Bintang Radio 2024.

    Nadia, gadis asal Gianyar kelahiran 2008, mengaku tak menyangka bisa menjadi juara. “Rasanya seperti mimpi. Lagunya benar-benar relate sama kisah hidup aku,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

    Sementara Davit, penyanyi asal Pekalongan, menyebut ini sebagai buah dari perjuangan panjangnya di dunia musik. “Saya bersyukur bisa punya karya yang ditunggu-tunggu,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, RRI juga mengumumkan dimulainya Bintang Radio 2025, yang akan digelar mulai Agustus hingga November mendatang. Proses seleksi akan dimulai dari tingkat kota, berlanjut ke tingkat nasional, dan kembali digelar secara terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia berusia 16–25 tahun.

    Informasi mengenai pendaftaran dan seleksi ajang Bintang Radio 2025 bisa diakses melalui kanal resmi RRI, termasuk situs web dan media sosial.

    Grand Final Bintang Radio 2024 sebelumnya digelar di Balai Kota Surabaya dan dimeriahkan oleh penampilan band legendaris Padi Reborn, yang sukses membangkitkan nostalgia dan semangat para penonton.

    Dari total 3.956 peserta, hanya 10 grand finalis yang berhasil tampil di malam puncak, membuktikan ketatnya seleksi dan tingginya kualitas ajang ini.

     

    (Red)

  • Trio Puisi Orchidaria Curi Perhatian di Main-Main Cipete Lewat Penampilan Puitis dan Kontemplatif

    Trio Puisi Orchidaria Curi Perhatian di Main-Main Cipete Lewat Penampilan Puitis dan Kontemplatif

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan yang konsisten menjadi ruang ekspresi bagi musisi muda dan independen, Main-Main di Cipete kembali hadir di episode 18, pada Senin malam, 30 Juni 2025. Bertempat di Casatopia Cafe, acara ini dipandu oleh duo host Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno.

    Hadir sebagai penampi perdana, William Sihombing membuka malam dengan performa penuh perasaan. Solois asal Tangerang Selatan ini membawakan lagu-lagu ciptaannya seperti “Putih”, “Buana”, “Aksara”, “Potret”, dan single terbaru berjudul “Samudra”

    William Sihombing dikenal lewat pendekatan lirik personal dan produksi musik yang matang bersama FireFly Records dalam karya-karyanya.

    Penampilan dilanjutkan oleh Orchidaria, trio musikalisasi puisi yang tengah naik daun. Lewat EP mereka “Senarai”, grup ini menyuguhkan lagu-lagu seperti “Sama-sama Melupakan”, “Rumah, Tak Pulang”, dan “Tak Minta Banyak”.

    Setiap lagu yang dihadirkan Orchidaria, dibalut lirik puitis dan aransemen akustik yang intim. Salah satu personel bahkan menyisipkan pembacaan puisi di tengah set, memperkuat kesan kontemplatif yang menjadi ciri khas mereka.

    Meha, penyanyi muda berbakat, tampil memikat dengan membawakan lagu klasik “Kiss Me” dari Sixpence None the Richer. Ia kemudian memperkenalkan karya-karya dari album debutnya “Cinta Tak Pernah Salah”, termasuk “Daku Sekarat”, “Turun Dari Langit”, dan “Ada Rasa”.

    Lagu-lagu yang dibawakan Meha menampilkan warna vokalnya yang lembut namun kuat, serta lirik yang menggugah.

    Sebagai penutup, Daniel Abraham hadir membakar panggung dengan deretan lagu rap miliknya, termasuk “Pesta”, “Bucin”, “Jalan Sore”, dan “Jogetin”.

    Dikenal sebagai pejuang hip-hop muda dengan lirik positif dan beat cepat, Daniel sebelumnya juga tampil di Swag Event edisi ke-108 dan mendapat sambutan hangat dari komunitas musik urban.

    Program musik Main-Main di Cipete sendiri telah menjadi ajang mingguan yang rutin digelar setiap Senin malam di Casatopia Cafe.

    Diinisiasi oleh Reallist Management, acara ini terbuka untuk umum tanpa tiket masuk, dan menjadi wadah penting bagi regenerasi musisi alternatif di Jakarta.

    Dengan atmosfer hangat dan lineup yang selalu segar, acara ini dengan akun Instagram resmi @main.main.di ini, terus membuktikan bahwa musik lokal punya tempat istimewa di hati para penikmatnya.

    (Red)

  • Musisi Indonesia Rilis Single Global ‘Move Dat Thing’, Tayang di Spinnin’ Records

    Musisi Indonesia Rilis Single Global ‘Move Dat Thing’, Tayang di Spinnin’ Records

    VISTA NUSANTARA – Tiga talenta Indonesia di kancah musik elektronik global, Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva, kembali mengguncang dunia lewat rilisan single terbaru mereka bertajuk “Move Dat Thing”. Lagu ini bukan hanya sekadar banger lantai dansa, tapi juga sindiran ringan untuk mereka yang hadir ke klub namun enggan menari.

    Dengan energi yang eksplosif, lagu ini diciptakan untuk membangkitkan suasana dan mengajak semua orang untuk melepaskan diri dan bergoyang.

    Terinspirasi dari pengalaman tur keliling kota dan interaksi dengan berbagai kultur klub, ketiganya menyaksikan fenomena yang sama: dance floor yang sunyi karena audiens yang diam membeku. Dari sinilah “Move Dat Thing” lahir menjadi sebuah seruan lantang untuk menggerakkan tubuh, melepaskan ragu, dan merayakan musik sebagai bahasa universal.

    Dibekali hook adiktif dan lirik lugas seperti “Jump up & move dat thing” dan “Let me see you on da floor,” lagu ini menjelma menjadi anthem yang sulit diabaikan.

    “Kami ingin lagu ini mencairkan suasana di setiap pesta, tanpa objektifikasi, agar laki-laki dan perempuan merasa nyaman untuk bersenang-senang bersama,” kata Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva lewat keterangan tertulisnya.

    Lirik lagu juga menyebut berbagai kota di dunia seperti Rio, London, Jakarta, dan Ibiza yang menegaskan pesan inklusivitas global dan perayaan terhadap budaya klub internasional.

    Diluncurkan oleh label ternama Spinnin’ Records yang dikenal sebagai rumah bagi nama-nama besar seperti Martin Garrix dan Don Diablo, rilisan ini memperkuat posisi ketiga musisi Indonesia di panggung dunia.

    Karya ini merupakan rilisan ketiga Adnan Veron dan kedua bagi Liquid Silva bersama Spinnin’. Sebelumnya, mereka mencatat kesuksesan lewat nomor berjudul “BAD BOYS” (bersama Bravy & Mister Aloy), dengan lebih dari 2,2 juta stream di Spotify, hampir 500 ribu penonton di YouTube, serta mewarnai 8.700 lebih konten di TikTok.

    Kemudian ada “LOWKEY” (bersama Erga & Liquid Silva), yang mencetak lebih dari 11 juta stream Spotify, 10 juta views di YouTube, dan viral di TikTok dengan lebih dari 600 ribu video.

    Sementara itu, kolaborator baru, Arsyih Idrak, turut menunjukkan daya ledak yang tidak kalah kuat dengan lagu sebelumnya “Takutu”, yang telah mengantongi lebih dari 9 juta stream.

    Saat ini, single “Move Dat Thing” milik Adnan Veron, Arsyih Idrak, dan Liquid Silva telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

    (Red)

  • Album ‘SARIMBAGAN’ Jadi Titik Puncak Ekspresi Jujur Band SAR

    Album ‘SARIMBAGAN’ Jadi Titik Puncak Ekspresi Jujur Band SAR

    VISTA NUSANTARA – Setelah melalui proses panjang dan merilis enam single secara bertahap, band SAR akhirnya resmi merilis album perdana mereka bertajuk “SARIMBAGAN”, sebuah karya penuh makna yang memuat kisah, rasa, dan refleksi mendalam dari perjalanan musikal mereka.

    “SARIMBAGAN” terdiri dari 11 track pilihan yang menyuarakan beragam emosi: dari keluh kesah, kekesalan, hingga harapan. Album ini bukan hanya sebuah rangkaian lagu, tapi juga representasi kejujuran SAR dalam bermusik—sebuah medium untuk merayakan keberanian, kebahagiaan, dan ketulusan dalam menyampaikan pesan.

    “Sebagai musisi, kami merasa belum lengkap jika belum menyusun karya dalam bentuk album. SARIMBAGAN lahir dari proses yang panjang, penuh tantangan, tapi juga sangat memuaskan secara emosional,” ujar perwakilan SAR.

    Album ini merupakan bentuk konsistensi SAR dalam berkarya dan memperluas cakupan musikal mereka. Setelah mendapat sambutan hangat dari berbagai single sebelumnya, SAR ingin membawa para pendengar ke dimensi yang lebih utuh lewat full-length album yang digarap dengan totalitas.

    SAR mengajak para pendengar untuk menikmati “SARIMBAGAN” di berbagai Digital Streaming Platform (DSP) serta channel YouTube resmi mereka, di mana musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang jujur untuk merasakan dan dipahami.

    “Kami percaya bahwa bermusik adalah tentang menyampaikan yang tidak bisa diucapkan. Dan album ini adalah sarana kami untuk berbagi, bukan sekadar bunyi, tetapi juga rasa,” tutupnya.

    (Red)

  • Suasana Hangat dan Intim di Main-Main Cipete #16, dari Alvin Wardiman Hingga El Michael

    Suasana Hangat dan Intim di Main-Main Cipete #16, dari Alvin Wardiman Hingga El Michael

    VISTA NUSANTARA – Program musik independen, Main-Main di Cipete kembali hadir dalam edisi ke-16 pada Senin, 16 Juni 2025 pukul 19.00 WIB di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan. Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno, edisi kali ini menghadirkan deretan musisi berbakat yang siap membawa penonton dalam perjalanan musikal yang penuh emosi dan eksplorasi.

    Acara ini akan dibuka dengan penampilan Alvin Wardiman, yang akan membawakan sejumlah lagu ciptaannya. Penyanyi yang dikenal dengan karya yang menyentuh hati ini, menyanyikan nomor “They Don’t Mean a Thing”, “Grief”, “Love Paradox”, dan “Smile Again” miliknya yang telah dirilis.

    Kemudian, Adnan Nanda memperkenalkan materi dari EP miliknya bertajuk “Beraksi ke Galaksi”, dengan lagu-lagu berjudul “Beraksi ke Galaksi”, “Meregang Remang”, “Masa Bergala”, dan “Taklimat Fana”, serta single terdahulunya bertajuk “Tenang Senang”.

    Syauqi Destanika juga menghipnotis para penonton dengan karya-karyanya, seperti “Merindu Mesra”, serta dua lagu yang belum dirilis, “Algoritma Semesta” dan “Send Me Away”, ditambah lagu “It’s My Shoes”.

    Sebagai penutup, El Michael menghadirkan sajian musik yang memikat dengan lagu-lagu seperti “Always You”, “Comfort of My Home”, serta dua nomor cover spesial, “Slow Dancing In A Burning Room” milik John Mayer dan “Lemonade” milik Jeremy Passion.

    Tak ketinggalan, El Michael juga akan membawakan single terbarunya “Nothing I Can Do”, yang segera dirilis dalam waktu dekat.

    Dengan atmosfer yang hangat dan dekat, Main-Main di Cipete edisi 16 menjanjikan pengalaman musik yang lebih dari sekadar hiburan—ini adalah ruang berbagi karya, ekspresi, dan pertemuan antara musisi dan penikmatnya.

    Main-Main di Cipete yang digelar setiap Senin malam menjanjikan pengalaman musik yang lebih dari sekadar hiburan, yakni sebagai ruang berbagi karya, ekspresi, dan pertemuan antara musisi dan penikmatnya.

    Acara garapan Reallist Management ini telah menjadi wadah bagi berbagai musisi independen untuk tampil, menjemput pendengar baru dan berjejaring.

    (Red)

  • ‘Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih’, Lagu Debut Inocent Yang Langsung Jadi Soundtrack Film

    ‘Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih’, Lagu Debut Inocent Yang Langsung Jadi Soundtrack Film

    VISTA NUSANTARA – Dunia musik Indonesia kedatangan pendatang baru dengan karakter vokal yang kuat dan emosional. Penyanyi wanita Inocent Purwanto resmi merilis single debutnya yang berjudul “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih”, di bawah naungan label Soex Entertainment.

    Lagu ini menjadi lebih istimewa karena juga dijadikan Original Soundtrack (OST) untuk film berjudul sama, sebuah drama romantis psikologis yang mengangkat kisah hubungan rumit, luka batin, dan dilema cinta yang tak berujung.

    Lagu “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih” merupakan balada pop dengan nuansa sendu dan lirik yang jujur, menggambarkan perasaan seseorang yang terjebak dalam ketidakpastian cinta. Vokal emosional Inocent menghadirkan kedalaman tersendiri, membuat lagu ini mudah menyentuh hati pendengar.

    “Lagu ini benar-benar personal buat aku. Prosesnya emosional, karena banyak perempuan—termasuk aku—pernah berada di situasi kayak di lagu ini: mau lanjut sakit, mau berhenti juga tetap sakit,” ungkap Inocent.

    Sebagai bagian dari proyek lintas industri, Soex Entertainment berkolaborasi dengan tim produksi film untuk menghadirkan lagu ini sebagai bagian dari alur cerita. Film “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih” sendiri dibintangi oleh Mikha Tambayong, Ibrahim Risyad, Kevin Ardilova, dan Tissa Biani, serta disutradarai oleh Benni Setiawan.

    Single “Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih” milik Inocent Purwanto kini telah tersedia di seluruh platform streaming musik, sementara video liriknya dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Soex Entertainment.

    Kehadiran Inocent Purwanto dengan debutnya ini menjadi sorotan baru di dunia musik Indonesia, menampilkan suara yang unik dan lagu yang sarat makna.

    (Red)

  • Lagu Tahun 1999 Dihidupkan Ulang Oleh Meha Dalam Single Terbarunya ‘Ada Rasa’

    Lagu Tahun 1999 Dihidupkan Ulang Oleh Meha Dalam Single Terbarunya ‘Ada Rasa’

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi solo, Meha resmi memperkenalkan lagu bernuansa retro berjudul “Ada Rasa”. Karya ini dipersembahkan sebagai single kedua dari EP debut bertajuk “Cinta Tak Pernah Salah” yang telah dirilis sejak Oktober 2024 lalu.

    Single “Ada Rasa” bukan sekadar lagu baru, melainkan sebuah kisah yang telah lama ada. Ditulis sejak tahun 1999 oleh Ninna Kusumadewi, lagu ini kini mendapatkan nafas baru melalui interpretasi Meha yang personal dan menyentuh.

    Produksi lagu ini melibatkan sederet musisi berpengalaman, termasuk Herry Alesis, Dimas Pradipta, Chandra Rian, dan lain lain. Aransemen musik yang lembut menyatu dengan karakter vokal Meha yang jujur dan polos, menciptakan sebuah pengalaman mendengar yang emosional namun tetap ringan dan mudah dicerna.

    Dalam liriknya, lagu ini berkisah tentang perasaan seseorang yang ditinggalkan tanpa penjelasan— ghosting —namun kemudian sang pelaku kembali membawa rasa yang belum sepenuhnya hilang.

    “Aku yakin banyak banget orang yang relate. Kadang kita belum benar-benar move on, lalu tiba-tiba dia muncul lagi, dan semuanya jadi campur aduk,” tutur Meha dalam keterangan tertulisnya.

    Peluncuran single “Ada Rasa” ditandai dengan dirilisnya video lirik lagu tersebut di kanal YouTube Meha (@mehaanr). Ia berharap lagu ini dapat menjadi suara hati bagi mereka yang pernah disakiti, ditinggalkan, tetapi tetap memilih untuk kuat dan melangkah maju.

    Single ini dirilis sebagai bagian dari EP “Cinta Tak Pernah Salah”, yang memuat 6 lagu dan 1 bonus track duet. EP ini diproduseri oleh Harry Goro dari Geronimo Records yang juga menjadi label yang menaungi Meha.

    Meha, yang bernama lengkap Mehalepi NR merupakan penyanyi muda yang telah menunjukkan bakatnya sejak usia 11 tahun, ketika ia merilis single berjudul “Biarin”. Penyanyi muda ini merupakan putri dari Harry Goro, drummer band legendaris Kla Project, yang turut memberikan pengaruh besar dalam perjalanan musiknya.

    Pada tahun 2024, Meha semakin serius menapaki industri musik dengan merilis EP “Cinta Tak Pernah Salah”, yang berisi enam lagu solo dan satu lagu duet. Selain bermusik, ia juga masih menjalani pendidikan sebagai mahasiswi di STARKI (Tarakanita).

    Lewat karya-karyanya, Meha dikenal dengan gaya musik yang mengangkat tema cinta dan persahabatan, yang dekat dengan kehidupan anak muda. Salah satu lagu andalannya, “Daku Sekarat”, dipilih sebagai single utama karena memiliki pesan mendalam dan hook yang kuat.

    Dengan merilis EP “Cinta Tak Pernah Salah”, Meha berharap dapat memberikan warna baru bagi industri musik Indonesia dan diterima oleh para penikmat musik. Ia juga optimis bahwa karyanya bisa menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda, untuk terus berkarya dan mengekspresikan perasaan mereka melalui musik.

     

    (Red)

?>