?>

Kategori: politik

  • Menjaga Keberlanjutan, Arfi Rafnialdi Tawarkan Inovasi Air Bersih di Blok Banjir

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAWilayah RT 6 dan 7 di RW 7, Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung bernama Blok Banjir. Nama itu merupakan cerminan dari kondisi wilayah yang rawan banjir setiap musim hujan. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi, melaksanakan silaturahmi dan menyapa warga Blok Banjir pada Sabtu (19/10/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kang Arfi Mapay Lembur selama 40 Jam Bersama Warga. 
    Kang Arfi didampingi oleh ahli Teknik Sumber Daya Air dan Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Indratmo. “Dalam rangkaian kegiatan Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga, kami menemukan wilayah yang disebut Blok Banjir. Saat bersilaturahmi, selain mendengarkan langsung keluhan masyarakat, saya juga banyak berdiskusi dengan Prof. Indratmo untuk mencari solusi teknik atas permasalahan yang ada di Blok Banjir,” ujar Kang Arfi saat berinteraksi dengan warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024).
    Kang Arfi menjelaskan bahwa Blok Banjir menghadapi dilema serius, di mana warga mengalami kekurangan air saat musim kemarau, tetapi justru terjebak dalam banjir ketika musim hujan. Keluhan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan mengatasi masalah banjir.
    “Ibu-ibu curhat, mengharapkan musim hujan agar sumurnya berisi air. Namun, pada sisi lain, warga kebanjiran setiap musim hujan,” tutur Kang Arfi. 
    Menginap di Sekretariat Karang Taruna Tunas Bhakti di Jalan Babakan Irigasi, Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kang Arfi mengamati langsung kehidupan sehari-hari warga yang sangat bergantung pada fasilitas penyediaan air untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dalam kesempatan tersebut, Kang Arfi juga meminta saran dari Prof. Indratmo mengenai solusi yang lebih baik dan memadai untuk penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat.
    “Bagi saya, untuk menjadi pemimpin mesti mau mendengar. Selain itu, menjadi kepala daerah tak melulu yang paling pintar. Akan tetapi, untuk menjadi kepala daerah, mesti mampu mengakses figur-figur pintar dari berbagai disiplin untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas persoalan di Kota Bandung,” tutur Kang Arfi. 
    Kang Arfi menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan saran Prof. Indratmo terkait penanggulangan banjir dan penyediaan air bersih di Blok Banjir serta wilayah lain di Kota Bandung jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin kota ini. Ia menegaskan bahwa saran tersebut akan menjadi panduan penting dalam upaya perbaikan infrastruktur dan layanan publik. Selain itu, Kang Arfi juga mengungkapkan kedekatannya dengan Prof. Indratmo, yang merupakan dosen saat ia menempuh pendidikan di ITB, menambah nilai kepercayaan masyarakat terhadap rencananya.
    “Bukan lagi sebatas bahan pertimbangan, tapi siap melaksanakan (saran teknis Prof Indratmo). Beliau juga berpesan, seumpama daya anggaran Kota Bandung tak memadai, wali kota mesti mampu mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Saya sangat sepakat akan hal itu, wali kota mesti proaktif untuk mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ucap Kang Arfi. 
    Setelah meninjau kondisi Blok Banjir, Prof. Indratmo mengusulkan beberapa solusi untuk mengurangi risiko banjir dan memperkuat penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa penyelesaian kedua masalah tersebut dapat dilakukan secara feasibly. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain pembangunan kolam retensi di hulu, penerapan teknik rekayasa pada sistem drainase, serta manajemen air yang lebih baik melalui penggunaan pompa. Solusi-solution ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan warga dan meningkatkan ketahanan kawasan terhadap masalah air.
    Untuk penanggulangan banjir, Prof Indratmo mengusulkan beberapa solusi, yaitu pembangunan kolam retensi di kawasan hulu, penerapan teknik rekayasa pada sistem drainase, dan manajemen air dengan menggunakan pompa.
    Prof Indratmo mencontohkan teknik rekayasa dalam penanggulangan banjir dengan memasang katup pada pipa-pipa di saluran. Katup tersebut akan tertutup saat permukaan air tinggi dan akan terbuka kembali saat saluran air surut.
    Mengenai penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat, Prof Indratmo menyarankan pemerintah untuk meningkatkan cakupan layanan Perumda Tirtawening. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih seharusnya didasarkan pada pemanfaatan sumber air permukaan. 
    “Tadi, sempat bertanya ke warga, sumber air bersih berasal dari air tanah. Warga beroleh air dari kedalaman 80 meter. Ketika hal itu terus terjadi, air di dalam tanah semakin dalam, terus turun 1 meter per tahun. Ada ibu yang sempat bilang, punya sumur air dangkal dengan kedalaman 8 meter. Saya jamin, saat ini sumur itu kering,” ujar Prof Indratmo.  
    Mengenai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Prof Indratmo menyatakan bahwa saat ini sedang dalam proses optimalisasi potensi air permukaan. Salah satu langkah yang diambil adalah menarik air dari Waduk Saguling.
    Telah ada studi ihwal penggunaan air pada Waduk Saguling untuk pemenuhan kebutuhan warga -termasuk di Kota Bandung-. “Kolam-kolam retensi pun termasuk potensi untuk menangani tantangan dalam pemenuhan air masyarakat,” ucap Prof Indratmo.***
  • Silaturahmi di Blok Banjir, Arfi Rafnialdi Siapkan Solusi Kolaboratif Atasi Masalah Air

    BANDUNG, VISTA NUSANTARA Wilayah RT 6 dan 7 di RW 7, Kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung bernama Blok Banjir. Nama itu merupakan cerminan dari kondisi wilayah yang rawan banjir setiap musim hujan. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi dan menyapa warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024). Titik silaturahmi itu merupakan rangkaian dari Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga. 
    Kang Arfi didampingi oleh ahli Teknik Sumber Daya Air dan Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Indratmo. “Dalam rangkaian kegiatan Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga, kami menemukan wilayah yang disebut Blok Banjir. Saat bersilaturahmi, selain mendengarkan langsung keluhan masyarakat, saya juga banyak berdiskusi dengan Prof. Indratmo untuk mencari solusi teknik atas permasalahan yang ada di Blok Banjir,” ujar Kang Arfi saat berinteraksi dengan warga Blok Banjir, Sabtu (19/10/2024).
    Berdasarkan keluhan sejumlah warga, Kang Arfi menjelaskan bahwa Blok Banjir mengalami kekurangan air saat musim kemarau, namun dilanda banjir ketika musim hujan. Kondisi ini menciptakan situasi dilematik bagi warga setempat.
    “Ibu-ibu curhat, mengharapkan musim hujan agar sumurnya berisi air. Namun, pada sisi lain, warga kebanjiran setiap musim hujan,” tutur Kang Arfi. 
    Menginap di Sekretariat Karang Taruna Tunas Bhakti, Jalan Babakan Irigasi, Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kang Arfi menyaksikan langsung keseharian warga yang bergantung pada fasilitas penyediaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kang Arfi juga meminta masukan dari Prof Indratmo mengenai solusi penyediaan air bersih yang lebih memadai bagi masyarakat setempat.
    “Bagi saya, untuk menjadi pemimpin mesti mau mendengar. Selain itu, menjadi kepala daerah tak melulu yang paling pintar. Akan tetapi, untuk menjadi kepala daerah, mesti mampu mengakses figur-figur pintar dari berbagai disiplin untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas persoalan di Kota Bandung,” tutur Kang Arfi. 
    Kang Arfi menyatakan kesiapannya untuk mengikuti saran Prof Indratmo terkait penanggulangan banjir dan penyediaan air bersih di Blok Banjir maupun wilayah lain di Kota Bandung jika diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memimpin Kota Bandung. Terlebih, Prof Indratmo adalah dosen Kang Arfi saat menempuh pendidikan di ITB.
    “Bukan lagi sebatas bahan pertimbangan, tapi siap melaksanakan (saran teknis Prof Indratmo). Beliau juga berpesan, seumpama daya anggaran Kota Bandung tak memadai, wali kota mesti mampu mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat. Saya sangat sepakat akan hal itu, wali kota mesti proaktif untuk mengupayakan peluang dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ucap Kang Arfi. 
    Setelah meninjau kondisi Blok Banjir, Prof Indratmo menyampaikan beberapa solusi untuk mengurangi banjir dan memperkuat penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat. Menurutnya, penyelesaian kedua masalah tersebut memungkinkan atau dapat dijalankan secara feasible.
    Untuk penanggulangan banjir, Prof Indratmo mengusulkan beberapa solusi, yaitu pembangunan kolam retensi di kawasan hulu, penerapan teknik rekayasa pada sistem drainase, dan manajemen air dengan menggunakan pompa.
    Prof Indratmo mencontohkan teknik rekayasa dalam penanggulangan banjir dengan memasang katup pada pipa-pipa di saluran. Katup tersebut akan tertutup saat permukaan air tinggi dan akan terbuka kembali saat saluran air surut.
    Mengenai penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat, Prof Indratmo menyarankan pemerintah untuk meningkatkan cakupan layanan Perumda Tirtawening. Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih seharusnya didasarkan pada pemanfaatan sumber air permukaan. 
    “Tadi, sempat bertanya ke warga, sumber air bersih berasal dari air tanah. Warga beroleh air dari kedalaman 80 meter. Ketika hal itu terus terjadi, air di dalam tanah semakin dalam, terus turun 1 meter per tahun. Ada ibu yang sempat bilang, punya sumur air dangkal dengan kedalaman 8 meter. Saya jamin, saat ini sumur itu kering,” ujar Prof Indratmo.  
    Mengenai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Prof Indratmo menyatakan bahwa saat ini sedang dalam proses optimalisasi potensi air permukaan. Salah satu langkah yang diambil adalah menarik air dari Waduk Saguling.
    Telah ada studi ihwal penggunaan air pada Waduk Saguling untuk pemenuhan kebutuhan warga -termasuk di Kota Bandung-. “Kolam-kolam retensi pun termasuk potensi untuk menangani tantangan dalam pemenuhan air masyarakat,” ucap Prof Indratmo.***
  • Perubahan Sikap Politik Dandan dan Arif, Menyusun Komitmen atau Menyesuaikan Diri?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADandan Riza Wardana dan Arif Wijaya mengalami perjalanan politik yang dinamis, dengan keterlibatan dalam berbagai koalisi sepanjang karir mereka.
    Perubahan sikap politik ini menimbulkan keraguan di kalangan pemilih mengenai konsistensi dan komitmen mereka terhadap visi dan misi saat ini. 
    Publik mulai mempertanyakan apakah mereka benar-benar memiliki pendirian yang kokoh, atau sekadar menyesuaikan diri dengan kepentingan politik sesaat.
    Konsistensi dalam visi dan tindakan sangat penting dalam politik. Dandan dan Arif harus mampu menunjukkan bahwa mereka memiliki komitmen yang kuat terhadap visi mereka untuk Bandung, agar dapat mendapatkan dukungan yang dibutuhkan dari masyarakat.***
  • Janji Kampanye Dandan dan Arif, Ambisius namun Realistis?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Dandan Riza Wardana dan Arif Wijaya mengusung visi Bandung yang agamis, sejahtera, inovatif, dan kolaboratif. 
    Namun, banyak yang mempertanyakan apakah janji-janji mereka dapat diwujudkan atau hanya sekadar retorika yang sulit dicapai. 
    Dalam menghadapi beragam permasalahan kompleks di kota ini, seperti kemacetan, pendidikan, dan kesehatan, masyarakat menunggu strategi konkret dari pasangan ini.
    Janji-janji yang tidak realistis dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap calon pemimpin. Oleh karena itu, penting bagi Dandan dan Arif untuk mempresentasikan rencana yang jelas, terukur, dan dapat dilaksanakan untuk menjawab tantangan yang ada, sehingga masyarakat yakin bahwa mereka adalah pilihan yang tepat untuk memimpin Bandung ke arah yang lebih baik.***
  • Komitmen Arfi Rafnialdi Bangun Kampung Bebas Sampah di Kampung Cibunut Berwarna

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPrasasti bertulisan “di sini, RT 4 RW 1 Blok Tempe, adalah awal perjuangan saya untuk rakyat dan kemanusiaan di pasang di salah satu sisi tembok Balai RK, Blok Tempe Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kerap beraktivitas, mengolah dan membahas berbagai gagasan bersama warga setempat maupun berbagai komunitas. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi, mendengar, dan membincangkan gagasan bersama masyarakat setempat. Silaturahmi ke Balai RK masih dalam rangkaian Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, 18-19 Oktober 2024. 
    “Balai RK berada di Bojongloa Kaler, masih di wilayah kegiatan 40 jam menyapa warga. Balai itu menjadi titik nol perjuangan Kang Emil untuk rakyat dan kemanusiaan. Alhamdulillah, saya sempat mampir, berdiskusi dengan ibu-ibu, ketua RT dan RW, tokoh pemuda Blok Tempe,” ucap Kang Arfi, Sabtu (19/10/2024). 
    Kang Arfi melihat Balai RK sebagai lokasi bersejarah bagi perjalanan Kang Emil dalam berkontribusi untuk masyarakat, dan bagi warga Blok Tempe sendiri. Ia terinspirasi oleh karya Ridwan Kamil yang mencakup Balai RK, sehingga memotivasi Kang Arfi untuk mengembangkan program serupa di Kampung Cibunut Berwarna. Bersama Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, komunitas GSSI, dan alumni SMA 3 Bandung angkatan ’89, Kang Arfi melaksanakan program pengembangan Kampung Cibunut Berwarna di Kelurahan Kebon Pisang sebagai kawasan bebas sampah berwawasan lingkungan.
    Kang Arfi melihat warga Blok Tempe aktif dalam menyampaikan prakarsa, gagasan, dan pergerakan, yang menciptakan banyak peluang untuk mengembangkan wilayah yang sejalan dengan aspirasi warga setempat.
    “Harapannya, semangat warga Blok Tempe terus bergulir, menghadirkan efek bola salju, kemudian eksis di wilayah-wilayah lain di Kota Bandung. Ketika itu terwujud, efek bola salju itu merangsang semangat warga di wilayah lain menjadi penggerak perubahan ke arah lebih baik di Kota Bandung,” ucap Kang Arfi. 
    Kang Arfi, yang hampir menyelesaikan kegiatan mapay lembur selama 40 jam, menyatakan bahwa jika dipercaya memimpin Kota Bandung, ia akan terus turun ke tengah permukiman masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mendengarkan harapan dan aspirasi warga secara langsung. 
    “Berinteraksi dengan warga sejauh melaksanakan kegiatan, banyak gagasan maupun solusi yang muncul dalam menangani persoalan-persoalan. Saya bersama Teh Yena, akan tetap turun ke masyarakat dengan bentuk yang serupa dengan kegiatan saat ini. Nanti, ketika dipercaya masyarakat menjadi pemimpin di Kota Bandung, kegiatan turun ke masyarakat akan membawa kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, atau kelurahan agar respons dari tiap-tiap persoalan menjadi lebih cepat,” tutur Kang Arfi. 
    Reggi Kayong Munggaran, tokoh masyarakat Blok Tempe, menyampaikan bahwa Balai RK saat ini menjadi laboratorium bagi gerakan sosial dan kemanusiaan Kang Emil. Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Bandung, Kang Emil sering menghabiskan waktu di sana untuk mempelajari isu-isu sosial dan menyusun program bersama masyarakat.
    Setelah berhasil di Blok Tempe, Kang Emil mengembangkan program tersebut ke seluruh Kota Bandung. Beberapa program yang diinisiasinya antara lain one village one playground dan urban farming.
    Reggi juga menyampaikan bahwa denyut nadi kehidupan warga kota terletak di gang-gang, seperti halnya di kota-kota besar dunia. Area dengan akses gang menjadi tempat tinggal bagi warga yang termarginalkan dari aspek sosial, ekonomi, maupun politik.
    Lantaran demikian, sangat penting bagi siapa pun yang menduduki kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baneunt untuk mengetahui saksama kehidupan masyarakat di gang-gang. “Kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat termarginal mesti berlandaskan realitas di masyarakat, termasuk di gang-gang,” ucap Reggi. 
    Ketua RW 1 Kelurahan Babakan Asih, Abah Iban, turut berdialog dengan Kang Arfi mengenai gagasan pembangunan Kota Bandung ke arah yang lebih baik. Ia menyambut baik salah satu komitmen pasangan Kang Arfi-Teh Yena untuk melanjutkan kembali program PIPPK. 
    “Hal utama, kembali berjalan PIPPK, entah nilainya sama seperti dengan sebelumnya, atau ada penyesuaian menjadi lebih tinggi,” ucap dia.***
  • Arfi Rafnialdi Bersilaturahmi di Balai RK Blok Tempe

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPrasasti bertulisan “di sini, RT 4 RW 1 Blok Tempe, adalah awal perjuangan saya untuk rakyat dan kemanusiaan di pasang di salah satu sisi tembok Balai RK, Blok Tempe Kelurahan Babakan Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. Sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kerap beraktivitas, mengolah dan membahas berbagai gagasan bersama warga setempat maupun berbagai komunitas. 
    Calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi bersilaturahmi, mendengar, dan membincangkan gagasan bersama masyarakat setempat. Silaturahmi ke Balai RK masih dalam rangkaian Kang Arfi Mapay Lembur 40 Jam Bersama Warga di Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, 18-19 Oktober 2024. 
    “Balai RK berada di Bojongloa Kaler, masih di wilayah kegiatan 40 jam menyapa warga. Balai itu menjadi titik nol perjuangan Kang Emil untuk rakyat dan kemanusiaan. Alhamdulillah, saya sempat mampir, berdiskusi dengan ibu-ibu, ketua RT dan RW, tokoh pemuda Blok Tempe,” ucap Kang Arfi, Sabtu (19/10/2024). 
    Sepengetahuan Kang Arfi, Balai RK menjadi lokasi bersejarah Kang Emil sepanjang kiprah mendedikasikan karya untuk masyarakat banyak. Pada saat bersamaan, Balai RK juga bersejarah bagi warga Blok Tempe. 
    Karya Ridwan Kamil yang di antaranya muncul Balai RK menginspirasi Kang Arfi mengambil langkah serupa di Kampung Cibunut Berwarna. Kang Arfi bersama jajaran Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, berkolaborasi dengan komunitas GSSI dan alummi SMA 3 Bandung angkatan 89 mengadakan program pengembangan Kampung Cibunut Berwarna, Kelurahan Kebon Pisang sebagai percontohan kawasan bebas sampah berwawasan lingkungan. 
    Kang Arfi memandang, warga Blok Tempe proaktif dalam mengemukakan prakarsa, gagasan, juga pergerakan. Dengan kekuatan itu, terus bermunculan peluang-peluang pengembangan wilayah yang selaras dengan apirasi warga setempat. 
    “Harapannya, semangat warga Blok Tempe terus bergulir, menghadirkan efek bola salju, kemudian eksis di wilayah-wilayah lain di Kota Bandung. Ketika itu terwujud, efek bola salju itu merangsang semangat warga di wilayah lain menjadi penggerak perubahan ke arah lebih baik di Kota Bandung,” ucap Kang Arfi. 
    Hampir menuntaskan mapay lembur selama 40 jam, Kang Arfi menyatakan, akan tetap turun ke tengah permukiman masyarakat ketika beroleh kepercayaan memimpin di Kota Bandung. Upaya tersebut dalam rangka mendengar harapan maupun aspirasi masyarakat. 
    “Berinteraksi dengan warga sejauh melaksanakan kegiatan, banyak gagasan maupun solusi yang muncul dalam menangani persoalan-persoalan. Saya bersama Teh Yena, akan tetap turun ke masyarakat dengan bentuk yang serupa dengan kegiatan saat ini. Nanti, ketika dipercaya masyarakat menjadi pemimpin di Kota Bandung, kegiatan turun ke masyarakat akan membawa kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, atau kelurahan agar respons dari tiap-tiap persoalan menjadi lebih cepat,” tutur Kang Arfi. 
    Tokoh masyarakat Blok Tempe, Reggi Kayong Munggaran menuturkan, lokasi yang saat ini menjadi Balai RK merupakan laboratorium gerakan Kang Emil dalam hal sosial dan kemanusiaan. Jauh sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Kang Emil acap menghabiskan waktu belajar urusan sosial, menyusun program secara bersama-sama dengan masyarakat. 
    Berhasil di Blok Tempe, Kang Emil membawa program untuk cakupan Kota Bandung. Sejumlah program itu, di antaranya one village one playground, serta urban farming. 
    Reggi turut menyampaikan, denyut nadi kehidupan warga kota berada di gang-gang, sebagaimana kota-kota besar di dunia. Area dengan akses berupa gang menjadi lokasi permukiman warga termarginal dari aspek sosial, ekonomi, maupu politik. 
    Lantaran demikian, sangat penting bagi siapa pun yang menduduki kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baneunt untuk mengetahui saksama kehidupan masyarakat di gang-gang. “Kebijakan-kebijakan yang berpihak pada masyarakat termarginal mesti berlandaskan realitas di masyarakat, termasuk di gang-gang,” ucap Reggi. 
    Ketua RW 1 Kelurahan Babakan Asih, Abah Iban ikut berdialog dengan Kang Arfi perihal gagasan membangun Kota Bandung ke arah lebih baik. Dia menyambut gembira salah satu komitmen pasangan Kang Arfi-Teh Yena yang menjalankan kembali program PIPPK. 
    “Hal utama, kembali berjalan PIPPK, entah nilainya sama seperti dengan sebelumnya, atau ada penyesuaian menjadi lebih tinggi,” ucap dia.***
  • Ambulans Tabrak Rumah Warga, Apakah Ini Tanda Kecerobohan Erwin Sebagai Pemimpin?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Muhammad Farhan dan Erwin, yang maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 3, tengah disorot atas sejumlah kontroversi yang mewarnai rekam jejak mereka. Meskipun menawarkan visi baru untuk Bandung, masa lalu pasangan ini tak lepas dari kritik yang bisa memengaruhi perjalanan mereka dalam pemilihan ini.
    Salah satu kontroversi yang membayangi adalah dugaan keterlibatan Farhan dalam sejumlah proyek media yang menuai kritik karena dianggap terlalu komersial dan kurang memperhatikan kepentingan publik. 
    Sebagai sosok yang memiliki pengalaman di dunia media, Farhan mendapat sorotan terkait program-programnya yang dinilai lebih mementingkan keuntungan finansial daripada memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat.
    Masyarakat pun mulai mempertanyakan, apakah latar belakang Farhan di media benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umum.
    Selanjutnya, calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, juga mendapat sorotan terkait sikap dan keputusannya di masa lalu. Widianto, seorang warga Kota Bandung, menyampaikan bahwa Erwin kurang memiliki kedisiplinan dan terlalu bebas, sehingga sering kali tidak tepat dalam menempatkan suatu hal pada tempat yang seharusnya. Pandangan ini menyoroti kekhawatiran masyarakat tentang kemampuan Erwin dalam menjalankan peran kepemimpinannya secara efektif dan bertanggung jawab. Widianto berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dapat membangun kepercayaan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Bandung.
    “Kebetulan saya pada saat pilwalkot hari ini itu netral namun saya ada beberapa hal yang kurang sreg terhadap ke salah satu calon diantaranya kepada pak erwin. Disatu sisi ia bagus memiliki visi misi pemimpin tanpa sekat yang membebaskan semua pihak namun kekukarangan nya adalah ia tidak bisa menempatkan suatu hal dengan yang semestinya atau seharusnya”. ucap Widianto ketika di wawancarai pada (Jumat (18/10/2024). 
    Ia mengungkapkan alasannya berpendapat demikian karena beberapa tahun lalu terjadi sebuah insiden yang merugikan orang lain akibat keteledoran dari pihak tertentu. Insiden tersebut menjadi contoh nyata bahwa kurangnya kedisiplinan dan perhatian terhadap detail dapat berakibat fatal. Widianto menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga mampu bertindak dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif memerlukan kombinasi antara visi yang jelas dan kemampuan untuk mengimplementasikan kebijakan dengan baik, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
    “Contohnya dulu ada kasus nya ambulans pak erwin yang mengalami kecelakaan sampai menabrak ke rumah warga, nah ketika di usut ternyata di kemudikan oleh pemuda yang belum cukup umur dari dan ia didapati merupakan anggota salah satu ormas”. katanya. 
    Selanjutnya, Widianto mengatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya lebih bijak dalam menempatkan suatu hal. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, kemampuan untuk mengelola situasi dengan baik dan membuat keputusan yang tepat sangat penting untuk menciptakan kepercayaan publik. Widianto berharap calon pemimpin Kota Bandung dapat menunjukkan sikap yang lebih bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa pemimpin yang mampu mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran warga akan lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan membawa perubahan yang positif bagi kota.
    “Menurut saya seharusnya sebagai pemimpin walaupun tanpa sekat tetapi harus pintar dalam memposisikan sesuatu dan tidak semena mena dalam menitikberatkan suatu hal”. pungkasnya.***
  • Visi Misi Tanpa Sekat Erwin, Apakah Itu Justru Melemahkan Kepemimpinannya?

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAPasangan Muhammad Farhan dan Erwin, yang maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 3, tengah disorot atas sejumlah kontroversi yang mewarnai rekam jejak mereka. Meskipun menawarkan visi baru untuk Bandung, masa lalu pasangan ini tak lepas dari kritik yang bisa memengaruhi perjalanan mereka dalam pemilihan ini.
    Salah satu kontroversi yang membayangi adalah dugaan keterlibatan Farhan dalam sejumlah proyek media yang menuai kritik karena dianggap terlalu komersial dan kurang memperhatikan kepentingan publik. 
    Sebagai sosok yang memiliki pengalaman di dunia media, Farhan mendapat sorotan terkait program-programnya yang dinilai lebih mementingkan keuntungan finansial daripada memberikan kontribusi berarti bagi masyarakat.
    Masyarakat pun mulai mempertanyakan, apakah latar belakang Farhan di media benar-benar mampu diterjemahkan menjadi kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan umum.
    Selanjutnya, calon Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, juga mendapat sorotan terkait sikap dan keputusannya di masa lalu. Widianto, seorang warga Kota Bandung, menyampaikan bahwa Erwin kurang memiliki kedisiplinan dan terlalu bebas, sehingga sering kali tidak tepat dalam menempatkan suatu hal pada tempat yang seharusnya. Pandangan ini menyoroti kekhawatiran masyarakat tentang kemampuan Erwin dalam menjalankan peran kepemimpinannya secara efektif dan bertanggung jawab. Widianto berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga dapat membangun kepercayaan publik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Bandung.
    “Kebetulan saya pada saat pilwalkot hari ini itu netral namun saya ada beberapa hal yang kurang sreg terhadap ke salah satu calon diantaranya kepada pak erwin. Disatu sisi ia bagus memiliki visi misi pemimpin tanpa sekat yang membebaskan semua pihak namun kekukarangan nya adalah ia tidak bisa menempatkan suatu hal dengan yang semestinya atau seharusnya”. ucap Widianto ketika di wawancarai pada (Jumat (18/10/2024). 
    Ia mengungkapkan alasannya berpendapat demikian karena beberapa tahun lalu terjadi sebuah insiden yang merugikan orang lain akibat keteledoran dari pihak tertentu. Insiden tersebut menjadi contoh nyata bahwa kurangnya kedisiplinan dan perhatian terhadap detail dapat berakibat fatal. Widianto menekankan pentingnya memiliki pemimpin yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga mampu bertindak dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif memerlukan kombinasi antara visi yang jelas dan kemampuan untuk mengimplementasikan kebijakan dengan baik, sehingga setiap keputusan yang diambil dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.
    “Contohnya dulu ada kasus nya ambulans pak erwin yang mengalami kecelakaan sampai menabrak ke rumah warga, nah ketika di usut ternyata di kemudikan oleh pemuda yang belum cukup umur dari dan ia didapati merupakan anggota salah satu ormas”. katanya. 
    Selanjutnya, Widianto mengatakan bahwa seorang pemimpin seharusnya lebih bijak dalam menempatkan suatu hal. Ia menegaskan bahwa keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, kemampuan untuk mengelola situasi dengan baik dan membuat keputusan yang tepat sangat penting untuk menciptakan kepercayaan publik. Widianto berharap calon pemimpin Kota Bandung dapat menunjukkan sikap yang lebih bijaksana dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa pemimpin yang mampu mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran warga akan lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan membawa perubahan yang positif bagi kota.
    “Menurut saya seharusnya sebagai pemimpin walaupun tanpa sekat tetapi harus pintar dalam memposisikan sesuatu dan tidak semena mena dalam menitikberatkan suatu hal”. pungkasnya.***
  • SMKN 15 Bandung Bagikan Makanan di Kegiatan Jum’at Berkah untuk Siswa dan Guru

    BANDUNG, VISTA NUSANTARAKeluarga besar SMKN 15 Bandung yang beralamat di jalan Gatot Subroto no 4 Burangrang Kecamatan Lengkong gelar kegiatan Jum’at Berkah dengan membagikan makanan dan minuman kepada siswa-siswi, guru serta tenaga kependidikan setelah pelaksanaan sholat Jum’at yang dilaksanakan di lapangan SMKN 15 Bandung, 18 Oktober 2024.
    Seperti yang disampaikan Sekretaris Komite SMKN 15 Bandung Rika Rosita, bahwa kegiatan Jum’at berkah ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, yang melibatkan seluruh orang tua siswa, korlas serta komite SMKN 15 Bandung.
    Pelaksanaan kegiatan Jum’at Berkah ini dilaksanakan dua kali dalam satu bulan yaitu minggu ke 2 dan minggu ke 4. Adapun sumber dana untuk pelaksanaan kegiatan Jum’at Berkah ini berasal dari sumbangan sukarela per kelas yang dikoordinir oleh korlas, selain itu komite pun berusaha mencari para donatur yang berasal dari luar dan dari dalam sekolah, ujar Rika.
    Rika menambahkan tema sajian makanan dalam kegiatan Jum’at Berkah dibuat beda berdasarkan kesepakatan dan untuk Minggu ini bertema nasi. Ke depannya kegiatan Jum’at Berkah ini Insya Allah akan diperluas manfaatnya selain untuk untuk siswa-siswi, guru dan tenaga kependidikan SMKN 15 Bandung, juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di sekitar sekolah. Dengan kegiatan Jum’at Berkah diharapkan bisa menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, meningkatkan kebersamaan, menguatkan tali silaturahmi, serta bisa menanamkan nilai moral positif, etika yang baik serta pembiasaan untuk selalu berbagi.
    Kepala SMKN 15 Bandung Dra. Lilis Yuyun, M.M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan Jum’at Berkah ini merupakan murni inisiasi dari orang tua siswa yang memiliki sikap peduli terhadap putra putrinya, meskipun sebelumnya kegiatan Jum’at Berkah telah dilaksanakan oleh guru dan tenaga kependidikan di lingkungan SMKN 15 Bandung dengan cara rereongan.
    Ternyata kegiatan Jum’at Berkah ini direspon positif dan antusias oleh orang tua siswa yang sama ingin memberikan manfaat bagi SMKN 15 Bandung dengan terlibat langsung pada kegiatan Jum’at Berkah. Dengan kegiatan Jum’at Berkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian sosial guna selalu berbagi minimal dengan teman sekelas yang membutuhkan, menguatkan kolaborasi dan sinergitas antara orang tua siswa dengan sekolah serta membina komunikasi yang baik antara orang tua siswa dengan sekolah sebagai satu keluarga besar, terang Lilis Yuyun.
    Kegiatan Jum’at Berkah ini bisa pula sebagai tanda rasa syukur atas segala yang telah diraih saat ini, serta menjadi motivasi positif bagi seluruh keluarga besar SMKN 15 Bandung untuk selalu berbagi, sehingga seluruh siswa-siswi SMKN 15 Bandung tidak hanya memiliki prestasi akademis saja tetapi berkorelasi positif dengan terbentuknya karakter baik yang memiliki Akhlakul Karimah, dan kedepannya manfaat Jum’at Berkah ini diharapkan bisa dirasakan pula oleh masyarakat di luar sekolah, pungkas Lilis Yuyun.***
  • KNPI Kota Bandung dan Bandung TV Hadirkan Uji Publik, Paslon Soroti Kolaborasi Pemuda

    BANDUNG, VISTA NUSANTARADewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung bekerja sama dengan Bandung TV mengadakan Uji Publik Calon Wali Kota Bandung, Rabu (16/10/2024) malam. Format acara itu mengingatkan debat pasangan calon pada tahapan pemilu maupun Pilkada.
    Edwin Khadafi, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, menekankan bahwa acara ini diselenggarakan untuk menebarkan semangat kontestasi berbasis gagasan. Ia menggarisbawahi pentingnya pendekatan ini, terutama mengingat bahwa generasi Z dan milenial merupakan kelompok pemilih yang mendominasi di Kota Bandung. Dengan menghadirkan diskusi yang cerdas dan berbasis ide, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemuda dalam proses demokrasi dan pembangunan kota.
    “Gabungan generasi Z dan milenial di Kota Bandung hampir 60 persen. Salah satu karakteristik pemilih usia muda, yaknu melek informasi. Berlandaskan hal itu, kami perlu menyebarluaskan gagasan dari tiap-tiap pasangan calon,” ucap Edwin sesuai acara. 
    Edwin Khadafi menyampaikan bahwa harapan utama pemuda kepada pemimpin Kota Bandung adalah kemampuan untuk mewujudkan semangat partisipatif. Ia menekankan bahwa pemuda menginginkan pemimpin yang tidak hanya mendengarkan aspirasi mereka, tetapi juga merangkul dan menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap langkah pembangunan di Kota Bandung. Hal ini menunjukkan pentingnya keterlibatan pemuda dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan yang berkelanjutan di kota.
    “Energi pemuda kan luar biasa besar. Harapannya, siapa pun (paslon) yang terpilih nanti, merangkul pemuda dengan energi yang begitu besar itu untuk semakin memajukan dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Bandung,” ucap Edwin. 
    Arfi Rafnialdi, calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, memberikan pujian kepada KNPI Kota Bandung atas keberhasilan penyelenggaraan acara yang bekerja sama dengan Bandung TV. Menurutnya, acara ini telah berhasil menciptakan iklim kontestasi yang cerdas dengan melibatkan para pasangan calon (paslon). Ia menilai bahwa forum seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran politik dan memberikan ruang bagi calon pemimpin untuk menyampaikan visi-misi mereka kepada masyarakat.
    “Masyarakat beroleh kesempatan untuk bisa mendengar, mengetahui, bahkan mengupas gagasan dari para paslon ihwal langkah menuntaskan tiap-tiap persoalan di Kota Bandung. Memfasilitasi dan mengajak para pemuda dalam membangun maupun menyelesaikan persoalan di Kota Bandung menjadi poin penting dalam program pasangan Arfi-Yena,” ucap Kang Arfi. 
    Kang Arfi menekankan bahwa pasangan nomor urut 4 di Pilkada Kota Bandung berkomitmen untuk membangun kolaborasi yang erat dengan berbagai elemen masyarakat di Kota Bandung. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan terbatas pada aksi nyata, tetapi juga akan mencakup pertukaran gagasan dan pemikiran yang konstruktif. Menurutnya, melibatkan berbagai pihak dalam diskusi dan pengembangan ide sangat penting untuk menciptakan solusi yang lebih efektif bagi permasalahan yang dihadapi oleh kota.***
?>