Kategori: politik
-
Calon Wali Kota Bandung Arfi Rafnialdi Apresiasi Uji Publik KNPI dan Bandung TV
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung bekerja sama dengan Bandung TV mengadakan Uji Publik Calon Wali Kota Bandung, Rabu (16/10/2024) malam. Format acara itu mengingatkan debat pasangan calon pada tahapan pemilu maupun Pilkada.Edwin Khadafi, Ketua DPD KNPI Kota Bandung, menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk menebarkan semangat kontestasi berbasis gagasan. Ia menekankan pentingnya hal tersebut, mengingat generasi Z dan milenial mendominasi jumlah pemilih di Kota Bandung.“Gabungan generasi Z dan milenial di Kota Bandung hampir 60 persen. Salah satu karakteristik pemilih usia muda, yaknu melek informasi. Berlandaskan hal itu, kami perlu menyebarluaskan gagasan dari tiap-tiap pasangan calon,” ucap Edwin sesuai acara.Edwin Khadafi menyampaikan bahwa harapan utama pemuda kepada pemimpin Kota Bandung adalah mampu mewujudkan semangat partisipatif. Pemuda menginginkan pemimpin yang merangkul, mendengarkan, dan menghadirkan semangat kebersamaan dalam pembangunan Kota Bandung.“Energi pemuda kan luar biasa besar. Harapannya, siapa pun (paslon) yang terpilih nanti, merangkul pemuda dengan energi yang begitu besar itu untuk semakin memajukan dan memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Kota Bandung,” ucap Edwin.Arfi Rafnialdi, calon Wali Kota Bandung nomor urut 4, memuji KNPI Kota Bandung atas penyelenggaraan acara yang bekerja sama dengan Bandung TV. Menurutnya, acara ini berhasil membangun iklim kontestasi yang cerdas dengan mengundang para paslon.“Masyarakat beroleh kesempatan untuk bisa mendengar, mengetahui, bahkan mengupas gagasan dari para paslon ihwal langkah menuntaskan tiap-tiap persoalan di Kota Bandung. Memfasilitasi dan mengajak para pemuda dalam membangun maupun menyelesaikan persoalan di Kota Bandung menjadi poin penting dalam program pasangan Arfi-Yena,” ucap Kang Arfi.Kang Arfi menyampaikan bahwa pasangan nomor urut 4 di Pilkada Kota Bandung berkomitmen menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen di Kota Bandung, termasuk dalam hal gagasan, tidak hanya terbatas pada aksi nyata.*** -
Visi-Misi Haru-Dhani Jadi Sorotan Mahasiswa, Dinilai Kurang Menjawab Permasalahan Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Haru Suandharu dan Dhani Wirianata, yang menduduki nomor urut 2, telah menarik perhatian publik dengan kontroversi beberapa poin dari visi misi di dalam kampanye mereka.Hilaby menegaskan bahwa visi-misi yang terlalu fokus pada satu bidang atau kelompok tertentu dapat menimbulkan kesan bahwa pasangan calon tersebut tidak memperhatikan kepentingan seluruh masyarakat.“Tapi jika memang saya bisa menyampaikan kepada salah satu paslon menurut saya dari visi misi Haru dan Dhani, dalam poin nomor satu yaitu mewujudkan masyarakat beragama dan berbudaya luhur sebagai pilar kondusifitas daerah. Menurut saya hal ini terlalu sentimen karena masyarakat di kota bandung ini kan majemuk, memang benar harus beragama tetapi visi misi dibuat lebih general atau produk nya ada dan memfasilitasi khalayak luas”. Kata Hilaby pada Kamis (17/10/2024).“Lalu mengenai kondusifitas tidak hanya dapat di ukur melalui berbudaya luhur da menjaga lingkungan saja tapi fasilitas penunjang untuk bersosialisasi masyarakat yang berbudaya luhur nya juga harus di perhatikan” lanjutnya.Hilaby juga menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap calon wali kota dan wakil wali kota yang memiliki visi-misi yang tidak mencakup seluruh aspek. Menurutnya, seharusnya para calon dapat mempertimbangkan dan berpikir dari berbagai sudut pandang, bukan hanya fokus pada satu sisi saja. Hal ini penting agar visi-misi yang diusung dapat mencerminkan kebutuhan dan harapan seluruh masyarakat, serta mampu memberikan solusi yang komprehensif untuk berbagai tantangan yang dihadapi kota Bandung.“Bisa di bilang saya kurang menyetujui karena landasan saya visi misi nya terlalu sentimen terlebih di poin nomor satu dari paslon haru dan dani” ucapnya.Selanjutnya, ia menyoroti pentingnya penanganan masalah krusial di Kota Bandung, seperti kemacetan dan penyediaan ruang publik yang memadai. Ia berharap visi-misi para pasangan calon dapat menawarkan solusi untuk berbagai permasalahan yang ada di Bandung, sehingga kota ini menjadi lebih nyaman dan ramah bagi warganya.“Jika di bilang apa yang benar benar-benar make sense di kota Bandung tentu nya yaitu visi misi yang mengedepankan aspek transportasi dan juga ruang publik. Karena menurut saya transportasi di kota bandung ini tergolong urgent ya karna untuk menunjang mobilitas masyarakat yang bisa di bilang tinggi dan jalanan di kota bandung tingkat kemacetan nya sudah tinggi sekali. lalu jalan di Kota Bandung sangat kecil dan rawan mengalami kemacetan”. tutupnya.*** -
Visi-Misi Haru-Dhani Dikritik Mahasiswa, Soroti Kurangnya Solusi Inklusif untuk Kota Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2024, Haru Suandharu dan Dhani Wirianata, yang menduduki nomor urut 2, telah menarik perhatian publik dengan kontroversi beberapa poin dari visi misi di dalam kampanye mereka.Namun, ada sejumlah kesalahan dan kritik yang bisa menjadi batu sandungan dalam perjalanan mereka menuju kursi Wali Kota Bandung.Salah satu kritik datang dari Hilaby, seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Ilmu Komunikasi di salah satu kampus swasta di Kota Bandung. Ia menyampaikan bahwa visi-misi pasangan calon seharusnya lebih umum dan tidak hanya mencakup satu segmen saja. Menurutnya, visi-misi yang terlalu fokus pada satu bidang atau kelompok tertentu dapat menimbulkan kesan bahwa pasangan calon tersebut tidak memperhatikan kepentingan seluruh masyarakat.“Tapi jika memang saya bisa menyampaikan kepada salah satu paslon menurut saya dari visi misi Haru dan Dhani, dalam poin nomor satu yaitu mewujudkan masyarakat beragama dan berbudaya luhur sebagai pilar kondusifitas daerah. Menurut saya hal ini terlalu sentimen karena masyarakat di kota bandung ini kan majemuk, memang benar harus beragama tetapi visi misi dibuat lebih general atau produk nya ada dan memfasilitasi khalayak luas”. Kata Hilaby pada Kamis (17/10/2024).“Lalu mengenai kondusifitas tidak hanya dapat di ukur melalui berbudaya luhur da menjaga lingkungan saja tapi fasilitas penunjang untuk bersosialisasi masyarakat yang berbudaya luhur nya juga harus di perhatikan” lanjutnya.Hilaby juga menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap calon wali kota dan wakil wali kota yang memiliki visi-misi yang tidak mencakup seluruh aspek. Menurutnya, seharusnya para calon dapat mempertimbangkan dan berpikir dari berbagai sudut pandang, tidak hanya fokus pada satu sisi saja.“Bisa di bilang saya kurang menyetujui karena landasan saya visi misi nya terlalu sentimen terlebih di poin nomor satu dari paslon haru dan dani” ucapnya.Selanjutnya, ia menyoroti pentingnya penanganan masalah krusial di Kota Bandung, seperti kemacetan dan penyediaan ruang publik yang memadai. Ia berharap visi-misi para pasangan calon dapat menawarkan solusi untuk berbagai permasalahan yang ada di Bandung, sehingga kota ini menjadi lebih nyaman dan ramah bagi warganya.“Jika di bilang apa yang benar benar-benar make sense di kota Bandung tentu nya yaitu visi misi yang mengedepankan aspek transportasi dan juga ruang publik. Karena menurut saya transportasi di kota bandung ini tergolong urgent ya karna untuk menunjang mobilitas masyarakat yang bisa di bilang tinggi dan jalanan di kota bandung tingkat kemacetan nya sudah tinggi sekali. lalu jalan di Kota Bandung sangat kecil dan rawan mengalami kemacetan”. tutupnya.*** -
Apakah Tiga Paslon yang Hadir Lebih Siap Dari Paslon yang Absen?
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — KNPI Kota Bandung mengadakan Uji Publik Calon Wali Kota Bandung 2024 pada Rabu malam di studio Bandung TV. Acara ini bertujuan memperkenalkan visi, misi, dan gagasan para kandidat yang akan bertarung di Pilwalkot Bandung 2024.Dalam acara ini, hadir tiga pasangan calon, yaitu Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya, Haru Suandharu-Ridwan Dhani Wirianata, serta Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Masoem. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan ide-ide mereka kepada masyarakat Kota Bandung, khususnya generasi muda.
Ketua KNPI Kota Bandung, Edwin Khadafi, menjelaskan bahwa kegiatan uji publik ini merupakan upaya untuk menyediakan ruang bagi masyarakat dalam memahami program-program kandidat. “Kegiatan ini merupakan langkah kami untuk membantu masyarakat Kota Bandung memilih berdasarkan gagasan dan program, bukan sekadar popularitas atau kesukaan pada sosok kandidat,” ujar Edwin.
Namun, Edwin menyayangkan ketidakhadiran pasangan calon Muhammad Farhan dan Erwin. Dari empat pasangan calon yang diundang, hanya tiga pasangan yang hadir. “Kita sangat berharap Kang Farhan dan Kang Erwin hadir, sehingga kita sangat menyayangkan karena Kang Farhan dan Kang Erwin tidak hadir,” kata Edwin.
Kendati demikian, Edwin memberikan apresiasi kepada tiga pasangan calon lainnya yang memprioritaskan acara uji publik ini. “Kehadiran tiga paslon ini menjadi gambaran keseriusan mereka untuk mendengarkan dan menyampaikan gagasan kepada masyarakat Bandung,” tambahnya.
Edwin menekankan pentingnya bagi pemilih, terutama generasi muda, untuk mempertimbangkan pokok pikiran dan rekam jejak para calon. “Paling penting pokok pikiran para kandidat, track record, sejauh mana mereka mengaplikasikan ide gagasannya. Jangan cuma karena lihat di medsos aja,” tandasnya.
Acara uji publik ini diharapkan dapat membantu masyarakat Kota Bandung dalam memilih calon pemimpin yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi mereka, serta mendorong generasi muda untuk lebih kritis dalam menentukan pilihan politiknya.***
-
Pertemuan Penuh Keakraban, Arfi-Yena Silaturahmi Dengan Paguyuban Pasundan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mempererat silaturahmi dengan Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan. Beriringan dengan silaturahmi, Kang Arfi dan Teh Yena membincangkan peluang kerja sama di antara pemerintah dan PB Paguyuban Pasundan.Kang Arfi menyampaikan bahwa dirinya dan Teh Yena memiliki ikatan kuat dengan PB Paguyuban Pasundan. Kakeknya, Mahdar Prawiradilaga, pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan. Sementara itu, Teh Yena memiliki hubungan erat sebagai putri dari almarhum Nanang Iskandar Ma’soem, yang merupakan sahabat dari Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan saat ini, Prof. Didi Turmudzi. Teh Yena juga merupakan alumnus Universitas Pasundan, yang semakin mempererat keterkaitannya dengan organisasi tersebut.“Alhamdulillah, diterima oleh Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, lengkap beserta jajaran. Selayaknya reuni keluarga, pancakaki (silaturahmi keluarga) menjadi bagian obrolan. Selain itu, membahas potensi-potensi kolaborasi dengan PB Paguyuban Pasundan dalam rangka menghadirkan solusi persoalan di tengah masyarakat,” ucap Kang Arfi seusai bersilaturahmi dengan PB Paguyuban Pasundan, Rabu (16/10/2024).Kang Arfi menuturkan bahwa PB Paguyuban Pasundan terus berperan aktif, terutama di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa Kota Bandung sangat membutuhkan dukungan dari sektor swasta, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dan sejauh ini, PB Paguyuban Pasundan terus menunjukkan komitmennya dalam bidang tersebut.Selain itu, Kang Arfi menyampaikan bahwa PB Paguyuban Pasundan juga fokus pada pengembangan teknologi dan industri pangan. Menurutnya, penerapan teknologi dan pengembangan industri pangan sangat penting untuk Kota Bandung yang terus mengalami peningkatan populasi setiap tahunnya.“Penduduk Kota Bandung memerlukan produk turunan dari hasil olahan, bukan sebatas pangan yang segar. Barusan, Prof Didi menyampaikan, PB Paguyuban Pasundan memproduksi pangan dari olahan pepaya, kelapa, sorgum.Ketika beroleh kepercayaan masyarakat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih, pasangan Kang Arfi-Teh Yena akan mengolaborasikan banyak hal dengan PB Paguyuban Pasundan. “Saat ini, dalam rangka kampanye, kami mengaitkan kembali silaturahmi dengan PB Paguyuban Pasundan yang memang sudah menjadi kelurga besar pasangan Arfi-Yena,” tutur Kang Arfi.“Mendiang ayahanda (Nanang Iskandar Ma’soem) pernah berjuang bersama-sama dengan Prof Didi. Bukan hanya karena kedekatan orang tua, saya merupakan alumnus program Magister Manajemen Rumah Sakit di Unpas. Tentu, sangat bahagia, kini bersilaturahmi dengan Prof Didi,” ucap Teh Yena.Sementara itu, Prof. Didi Turmudzi menyampaikan hal serupa dan merasa sangat gembira dengan kunjungan pasangan Kang Arfi-Teh Yena. Seperti yang diungkapkan oleh Teh Yena, Prof. Didi juga mengenang persahabatannya dengan almarhum Nanang Iskandar Ma’soem.*** -
Mengenang Masa Lalu, Teh Yena Ungkap Kenangan Bersama Paguyuban Pasundan
BANDUNG, VISTA NUSANTARA — Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mempererat silaturahmi dengan Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan. Beriringan dengan silaturahmi, Kang Arfi dan Teh Yena membincangkan peluang kerja sama di antara pemerintah dan PB Paguyuban Pasundan.Kang Arfi menyampaikan bahwa dirinya dan Teh Yena memiliki ikatan kuat dengan PB Paguyuban Pasundan. Kakeknya, Mahdar Prawiradilaga, pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan. Sementara itu, Teh Yena memiliki hubungan erat sebagai putri dari almarhum Nanang Iskandar Ma’soem, yang merupakan sahabat dari Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan saat ini, Prof. Didi Turmudzi. Teh Yena juga merupakan alumnus Universitas Pasundan, yang semakin mempererat keterkaitannya dengan organisasi tersebut.“Alhamdulillah, diterima oleh Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, lengkap beserta jajaran. Selayaknya reuni keluarga, pancakaki (silaturahmi keluarga) menjadi bagian obrolan. Selain itu, membahas potensi-potensi kolaborasi dengan PB Paguyuban Pasundan dalam rangka menghadirkan solusi persoalan di tengah masyarakat,” ucap Kang Arfi seusai bersilaturahmi dengan PB Paguyuban Pasundan, Rabu (16/10/2024).Kang Arfi menuturkan bahwa PB Paguyuban Pasundan terus berperan aktif, terutama di bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa Kota Bandung sangat membutuhkan dukungan dari sektor swasta, termasuk dalam penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, dan sejauh ini, PB Paguyuban Pasundan terus menunjukkan komitmennya dalam bidang tersebut.Selain itu, Kang Arfi menyampaikan bahwa PB Paguyuban Pasundan juga fokus pada pengembangan teknologi dan industri pangan. Menurutnya, penerapan teknologi dan pengembangan industri pangan sangat penting untuk Kota Bandung yang terus mengalami peningkatan populasi setiap tahunnya.“Penduduk Kota Bandung memerlukan produk turunan dari hasil olahan, bukan sebatas pangan yang segar. Barusan, Prof Didi menyampaikan, PB Paguyuban Pasundan memproduksi pangan dari olahan pepaya, kelapa, sorgum.Ketika beroleh kepercayaan masyarakat menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih, pasangan Kang Arfi-Teh Yena akan mengolaborasikan banyak hal dengan PB Paguyuban Pasundan. “Saat ini, dalam rangka kampanye, kami mengaitkan kembali silaturahmi dengan PB Paguyuban Pasundan yang memang sudah menjadi kelurga besar pasangan Arfi-Yena,” tutur Kang Arfi.“Mendiang ayahanda (Nanang Iskandar Ma’soem) pernah berjuang bersama-sama dengan Prof Didi. Bukan hanya karena kedekatan orang tua, saya merupakan alumnus program Magister Manajemen Rumah Sakit di Unpas. Tentu, sangat bahagia, kini bersilaturahmi dengan Prof Didi,” ucap Teh Yena.Sementara itu, Prof. Didi Turmudzi menyampaikan hal serupa dan merasa sangat gembira dengan kunjungan pasangan Kang Arfi-Teh Yena. Seperti yang diungkapkan oleh Teh Yena, Prof. Didi juga mengenang persahabatannya dengan almarhum Nanang Iskandar Ma’soem.*** -
PIPPK Arfi-Yena, Mewujudkan Bandung Bersih
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh pada tahun pertama masa jabatannya, jika mendapat kepercayaan masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung merupakan kunci utama setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga berhasil dilaksanakan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, guna mengatasi masalah sampah secara komprehensif. Kang Arfi percaya bahwa dengan melibatkan masyarakat secara aktif, langkah-langkah pengelolaan sampah akan lebih mudah dijalankan dan memberikan hasil yang optimal, menjadikan Bandung kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).
Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi tantangan yang signifikan.
Dalam Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) dan berencana meningkatkan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.
Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama dalam pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah di tingkat kota diharapkan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.***
-
Dukungan Masyarakat Kunci Program Sampah Arfi-Yena
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh dalam tahun pertama masa jabatannya, jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menekankan bahwa setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terlaksana, kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung menjadi sangat penting.Tujuan dari kolaborasi ini adalah mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengatasi masalah sampah secara komprehensif. Kang Arfi meyakini bahwa dengan melibatkan masyarakat secara aktif, langkah-langkah pengelolaan sampah akan lebih mudah dijalankan dan hasilnya akan maksimal, menjadikan Bandung kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warganya.“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi tantangan yang signifikan.Dalam Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka berencana untuk meningkatkan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama dalam pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.*** -
Inovasi Sampah Arfi-Yena untuk Kota Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh dalam tahun pertama masa jabatannya, jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menekankan bahwa setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terlaksana, penting untuk membangun kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung.Tujuannya adalah untuk mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengatasi masalah sampah secara komprehensif. Kang Arfi percaya bahwa dengan melibatkan masyarakat secara aktif, langkah-langkah pengelolaan sampah akan lebih mudah dijalankan dan hasilnya akan lebih maksimal, menjadikan Bandung kota yang lebih bersih dan nyaman bagi warganya.“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi tantangan yang signifikan.Dalam konteks Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka merencanakan untuk meningkatkan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.*** -
Kang Arfi Tawarkan Solusi Sampah di Bandung
BANDUNG, VISTA NUSANTARA – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily yakin, pasangan calon Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Ma’soem mampu menyelesaikan persoalan-persoalan utama di Kota Bandung. Hal itu termasuk pengelolaan dan pengolahan sampah.Kang Arfi mengungkapkan kesiapannya untuk merealisasikan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga secara menyeluruh dalam tahun pertama masa jabatannya, jika mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai Wali Kota Bandung. Ia menekankan bahwa setelah program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga terlaksana, penting untuk membangun kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mengatasi masalah sampah secara komprehensif.“Kang Ace menyampaikan, pengelolaan maupun pengolahan sampah merupakan salah satu persoalan yang belum kunjung selesai. Banyak rumus dan teknologi untuk penanganan sampah. Kami meyakini, kunci penanganan sampah berada pada kepemimpinan. Kami siap turun tangan untuk memastikan program penyelesaian sampah berjalan baik, tak sebatas di tatanan perumusan,” tutur Kang Arfi, Senin (14/10/2024).Kang Arfi menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan sampah secara komprehensif sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, upaya ini akan menghadapi berbagai tantangan yang signifikan.Dalam konteks Pilkada Kota Bandung, pasangan calon nomor urut 4, Kang Arfi dan Teh Yena, mengusung program unggulan untuk mengaktifkan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK). Mereka merencanakan peningkatan anggaran PIPPK menjadi Rp 200 juta per tahun.Kang Arfi menjelaskan bahwa fokus PIPPK akan diarahkan untuk menangani masalah sampah, terutama dalam hal pemilahan di tingkat rumah tangga. Dengan pemilahan sampah yang berjalan optimal di tingkat rumah tangga, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat kota dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Bandung. Upaya ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan kota yang bersih dan nyaman bagi semua warga.“PIPPK menjadi penguat upaya mewujudkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga pada satu tahun pertama menjabat,” ucap Kang Arfi.***

.jpg)




.jpeg)


