Vista Nusantara – Di tengah riuh rilisan baru, Juke Band memilih berjalan pelan namun pasti. Band pop rock alternatif yang lahir Januari 2026 ini kembali menandai langkahnya lewat single kedua berjudul Pergilah, dirilis pada 1 Maret 2026—sebuah karya yang lahir dari kelelahan, keberanian, dan keputusan untuk jujur pada diri sendiri.
Beranggotakan Jue Achmad (vokal), Wahyu (bass), Patar (drum), Yani (gitar), Rijal (gitar), dan Adipura (keyboard), Juke Band memaknai musik sebagai manuver hidup. Nama “Juke” sendiri menjadi simbol pergerakan: dari mimpi kecil yang terus didorong hingga menemukan bentuknya. Setelah melewati proses panjang di single pertama, mereka kini tampil lebih tenang dan matang.
“Pergilah” tidak mencoba memikat dengan letupan emosi berlebihan. Lagu ini justru berdiri di atas kesederhanaan aransemen dan ketegasan pesan. Ceritanya dekat: hubungan yang bertahan terlalu lama meski kenyamanan telah hilang. Ketika kesalahan selalu ditimpakan dan ruang bahagia menyempit, pergi menjadi pilihan paling sehat. Lagu ini menempatkan keberanian sebagai inti, bukan penyesalan.
Secara musikal, Juke Band sengaja menanggalkan melodi dominan dan memilih nuansa yang lebih santai serta modern. Pendekatan ini memberi ruang bagi pendengar untuk mencerna lirik tanpa distraksi. Proses rekaman dilakukan di Studio Tom Tam dengan Jue Achmad sebagai produser sekaligus penulis lagu, serta Tegi Mercuri sebagai komposer. Meski sempat terhenti karena kondisi darurat keluarga, proses tersebut justru memperkuat ikatan emosional di balik lagu.
Kini “Pergilah” telah tersedia di berbagai platform digital dan dilengkapi video klip sebagai visual pendukung. Juke Band menargetkan pendengar muda hingga masyarakat luas—mereka yang pernah berada di persimpangan antara bertahan atau melepaskan. Lebih dari sekadar single, “Pergilah” menjadi pembuka dari proyek besar yang tengah mereka siapkan, sekaligus penanda bahwa perjalanan Juke Band baru saja dimulai.

Tinggalkan Balasan