?>

Kategori: Jawa Barat

  • Lepas Bandung bjb Tandamata Berkompetisi di Proliga 2024, Bey Machmudin: Jaga Kekompakan dan Sportivitas

        Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melepas Bandung bjb Tandamata untuk berkompetisi pada Proliga 2024 di Menara bjb Naripan, Kota Bandung, Minggu (21/4/2024).

    Dalam sambutannya, Bey menuturkan bahwa prestasi Bandung bjb Tandamata akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jabar.
    “Prestasi mereka luar biasa, dan semangat juang yang tidak kenal lelah telah membawa nama baik Provinsi Jawa Barat di kancah nasional,” kata Bey.
    Bandung bjb Tandamata sudah berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan dengan meraih gelar juara Proliga dua tahun berturut-turut yakni pada 2022 dan 2023. Bey berharap Bandung bjb Tandamata dapat mempertahankan gelar juara dan menorehkan hattrick.
    “Prestasi itu merupakan bukti kerja keras mereka, dedikasi, dan sportivitas dari pemain, pelatih dari tim bjb Tandamata,” ucap Bey.
    Bey menilai kompetisi Proliga sebagai ajang penting untuk Bandung bjb Tandamata memperkuat solidaritas, semangat berkompetisi, dan kesempatan untuk para atlet mengejar mimpi menjadi juara
    “Saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim, pelatih, dan staf pendukung yang telah bekerja keras untuk mencapai tingkat prestasi ini,” tuturnya.
    Bey optimistis, dengan menjaga kekompakan, berlatih sungguh-sungguh, dan menjaga kondisi tubuh, Bandung bjb Tandamata akan meraih hasil maksimal pada tahun ini.
    “Pesan saya jaga sportivitas, kehormatan dengan semangat pantang menyerah dan motivasi yang tinggi, semoga tim bola voli bjb Tandamata dapat meraih kemenangan dalam kejuaraan Proliga tahun ini,” ucapnya.
    “Olahraga bersama dan tentunya harus solid dan bersatu, jaga kekompakan yang kuat di lapangan lebih kompak lagi dan kekompakan ini harus tetap dijaga,” imbuhnya. (sumber:h.jbr)
  • Lantik Tiga Penjabat Kepala Daerah, Bey Machmudin Ingatkan Komitmen Melayani Masyarakat

        Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melantik Pj Wali Kota Bogor, Pj Bupati Ciamis, dan Pj Bupati Sumedang di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (20/4/2024).

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar Hery Antasari menjadi Pj Wali Kota Bogor, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemdaprov Jabar Engkus Sutisna menjadi Pj Bupati Ciamis, dan Plh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Yuda Ramli menjadi Pj Bupati Sumedang.
    Bey mengingatkan pentingnya integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Kepemimpinan harus didasarkan prinsip moral yang tinggi.
    “Kita harus berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan penuh dedikasi dan tanpa pamrih serta menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Bey.
    Selain itu, dalam menjalankan roda pemerintahan, ia mengingatkan efisiensi dan efektivitas menjadi pedoman utama dalam memimpin.
    “Tidak ada ruang untuk pemborosan dan administrasi yang lamban dalam mewujudkan visi pembangunan daerah. Setiap keputusan yang diambil pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
    Dalam sambutannya, Bey meminta kepada penjabat yang baru dilantik agar mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat selama 24 jam sehari.
    “Saya meminta kepada penjabat yang baru dilantik agar sering ke lapangan untuk mendengarkan keluhan dan masukan dari masyarakat serta membuka pintu komunikasi selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu untuk berkomunikasi dengan masyarakat,” sebut Bey.
    Ia mengingatkan untuk mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap keputusan yang dibuat.
    “Kita adalah pelayan masyarakat. Tugas kita memastikan suara dan kebutuhan masyarakat selalu didengar dan diprioritaskan,” tambahnya.
    Ia berharap amanah yang telah diberikan kepada penjabat yang dilantik akan membawa kemajuan dan kesejahteraan yang lebih baik untuk masyarakat.
    “Harapan besar masyarakat tentunya tertumpu kepada Saudara sebagai pemimpin daerah,” tutup Bey. *sumber:h.jbr)
  • Antisipasi Bencana, Dinas PUPR Garut Siapkan Langkah-Langkah Praktis dan Alat Berat

        Jawa Barat, VN – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, pada Sabtu (13/4/2024), mengungkapkan peran pihaknya dalam upaya penanganan daerah rawan bencana.

    “Tentu saja secara struktur kewenangan berada di BPBD, namun demikian PUPR selaku dinas teknis senantiasa memberikan dukungan terutama terkait potensi kerawanan bencana di sepanjang jalan maupun daerah aliran sungai dan irigasi,” ucap Agis – sapaan akrab Agus Ismail.
    Dalam upaya antisipatif, beberapa langkah antisipatif yang dilakukan diantaranya yaitu pihaknya memberikan peringatan kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati ketika akan melewati daerah rawan bencana khususnya bencana tanah longsor. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan personil di Unit Pelaksana Teknis (UPT) setiap wilayah serta menyiapkan alat berat.
    “Namun demikian karena keterbatasan alat kita hanya siapkan dititik tertentu dan di UPT alat,” katanya.
    Di masa mudik Lebaran 1445 H ini, imbuh Agis, pihaknya telah bisa menangani kejadian tanah longsor di ruas Jalan Banjarwangi – Singajaya yang terjadi Jum’at kemarin (12/4/2024), meski tetap diwaspadai kemungkinan longsor susulan.
    “Penanganan longsor di ruas ini membutuhkan kesabaran luar biasa, terutama dengan lalu lintas padat selama musim Lebaran,”ungkapnya.
    Agis menilai mobilisasi alat berat menjadi tantangan karena lebar jalan yang sempit, memakan waktu yang cukup lama untuk mengurai kemacetan yang berlangsung karena arus mudik atau arus balik Lebaran.
    “Adapun kalau kita stay di lokasi juga tidak memungkinkan terkait lokasi penempatan alat, daerah yang paling dekat ke wilayah selatan untuk penempatan alat adalah di Kecamatan Cikajang,” tuturnya.
    Meskipun hanya memiliki tiga unit alat berat, satu di antaranya telah diperbaiki dan siap digunakan setelah sebelumnya dipergunakan untuk mendukung kegiatan di perkotaan menjelang Lebaran.
    “Memang kemarin ada sedikit kendala karena alat berat kita tarik dulu untuk mendukung kegiatan yang ada diperkotaan menjelang Lebaran,” ucapnya. (sumber:h.jbr)
  • Sampah Bandung Raya di TPK Sarimukti Terkelola Baik Selama Ramadan

        Jawa Barat, VN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtyas menuturkan, sampah dari kawasan Bandung Raya yang ditampung TPK Sarimukti dapat terkelola dengan baik selama Ramadan. TPK Sarimukti menerima rata-rata 1.611,23 ton sampah atau sekitar 347 truk per hari dari Bandung Raya selama Ramadan 2024.

    Jumlah tersebut dengan pembagian volume, Kota Bandung total tonase sebesar 32.807,35 ton, Kota Cimahi total tonase sebesar 4.066,47 ton, Kabupaten Bandung total tonase sebesar 5.669,64 ton, dan Kabupaten Bandung Barat total tonase sebesar 4.182,61 ton.
    “Jadi keseluruhan selama Ramadan adalah total ritasi 10.065 truk, total tonase sebanyak 46.726,06 ton,” kata Prima di Kota Bandung, Jumat (12/4/2024).
    “Bisa dibilang selama Ramadan tahun ini, sampah dari wilayah Bandung Raya yang ditampung di TPK Sarimukti bisa terkelola dengan baik,” imbuhnya.
    Prima menjelaskan, dari data yang ada, Kota Bandung masih menempati urutan tertinggi volume sampah yang dibuang ke TPK Sarimukti. Hal itu karena Kota Bandung merupakan kota metropolitan yang berpotensi menghasilkan sampah lebih banyak.
    “Volume sampah dari Kota Bandung terbanyak, kedua dari Kabupaten Bandung, ketiga dari Kabupaten Bandung Barat, dan keempat dari Kota Cimahi,” ucapnya.
    Prima juga menegaskan, penanganan sampah di Sarimukti selama Ramadan 2024 cukup lancar, tidak ada kendala yang berarti, sehingga sampah terkelola dengan baik. (sumber:h.prov.jbr)
  • Layani Wisatawan dengan Optimal, Berwisata Ceria dan Nyaman di Kabupaten Bogor

        Jawa Barat, VN – Dalam memastikan layanan aman, nyaman dan prima kepada wisatawan, sejumlah wisata di kawasan Puncak di tinjau langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menkraf) RI Sandiaga Uno bersama Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu dan jajaran Pemdakab Bogor (8/4/2024).

    Sejumlah lokasi wisata yang diulas yakni, tempat wisata Minimania, tempat wisata Air Terjun Heha, tempat wisata Gunung Mas dan tempat wisata Bobo Cabin.
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno menerangkan, peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan dari sejumlah destinasi wisata di wilayah kawasan puncak Kabupaten Bogor. Mulai dari fasilitas sarana prasarana, parkirnya, kenyamanan, keamanan hingga SOP mitigasi dan penanganan bencananya.
    “Puncak baik dari segi fasilitasnya, parkirnya, kenyamanan, dan keamanannya. Mari, kita sama-sama menjaga keselamatan lalu lintas juga kenyamanan para wisatawan,” terang Sandiaga Uno.
    Menurutnya, terkait dengan mitigasi bencana tentunya semua SOP yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan harus disiapkan terlebih dahulu tempat wisata di kawasan Puncak ini, seperti curah hujan yang menyebabkan debit air tinggi maka mitigasi mengurangi tekanan air jug ​​harus dipertahankan sehingga tidak terjadi longsor.
    “Juga tentunya di jalan, tadi kita lihat di beberapa titik itu sudah ada kemacetan, walaupun masih tergolong mengalir-nya lancar, tapi ini harus diantisipasi dan mulai dilakukan kesiapan koordinasi,” tegasnya.
    Sandiaga Uno mengungkapkan beberapa tempat wisata yang dikunjungi semuanya sangat luar biasa karena dianugerahi keindahan alam yang sangat mempesona. Ada Minimania karena ada Miniatur bangunan dunia.
    “Tempatnya sangat instagramable, jadi buat ibu-ibu, ini bukan hanya wisata edukasi buat anak-anaknya, tapi ibu-ibunya bisa foto-foto ke Turki, ke Chili, juga ada destinasi-destinasi yang kelas dunia ada di sini,” tuturnya.
    Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto menambahkan Puncak tidak hanya menampung wisatawan yang berlebaran, tapi juga pasca lebaran akan semakin meningkat dengan hadirnya cuti bersama hingga pertengahan April.
    Tentunya semua mulai dari pemerintah hingga masyarakat setempat bisa menerima wisatawan itu dengan baik. Serta gerak cepat jika ada laporan kebencanaan sebagai upaya mitigasi bencana mengingat kondisi cuaca yang belum pasti atau yang masih belum menentu, tentunya harus segera temu cepat, lapor cepat.
    “Jadi kepada seluruh aparatur juga masyarakat, temu cepat, lapor cepat, manakala terjadi bencana atau musibah, supaya segera bisa ditanggulangi. Insya Allah minimal telpon ke 112, tanggap darurat insya Allah akan kita tanggapi dan ditindaklanjuti dengan cepat,” kata Bayu.
    Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Bogor tidak hanya Puncak tapi juga ada di wilayah Bogor Barat, Timur juga Utara. Ada destinasi wisata di Tamansari, ada di Pamijahan, lalu ada di daerah utara juga banyak.
    “Indah-indah pemandangannya, udaranya juga sejuk sama seperti Puncak. Itu bisa jadi alternatif liburan masyarakat selain ke Puncak, disana juga sama relatif lebih aman juga lebih enjoy,” imbuhnya. (sumber:h.prov.jbr)
  • Herman Suryatman Dilantik Jadi Sekda Jabar

        Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin melantik Herman Suryatman menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Jabar. Pelantikan berlangsung di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (1/4/2024).

    Herman dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 36/TPA Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
    “Pertama-tama saya atas nama Pemprov Jabar mengucapkan selamat datang kepada saudara Herman Suryatman, yang pada hari ini telah resmi menjabat sebagai Sekda Provinsi Jabar,” ujar Bey dalam sambutan.
    Sebelum dilantik menjadi Sekda Jabar, Herman Suryatman menjabat sebagai Pj Bupati Sumedang menggantikan Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Erwan Setiawan yang masa jabatannya berakhir pada 20 September 2023.
    Setelah pelantikan tersebut, Herman Suryatman resmi menggantikan Taufig Budi Santoso, yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Sekda Jabar sejak 3 Oktober 2023.
    Pada kesempatan tersebut, Bey mengucapkan terima kasih kepada Taufiq atas dedikasinya selama bertugas untuk kemajuan pembangunan Jabar yang signifikan.
    Seperti progres pembangunan TPPAS Legok Nangka, TPPAS Lulut Nambo, rencana pembangunan LRT Bandung Raya, dan yang terakhir adalah pembangunan Bandung Intra Urban Tol Road (BUTR) yang sempat tertunda selama 17 tahun.
    “Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Taufiq Budi Santoso, atas dedikasinya selama bertugas sebagai Pj Sekretaris Daerah Jawa Barat. Walaupun hanya bekerja dalam hitungan bulan, tapi kontribusi Saudara telah menjadi bagian dari kemajuan Provinsi Jabar yang sangat signifikan,” ungkapnya.
    Selama enam bulan mengabdi sebagai Penjabat Gubernur Jabar, Bey melihat kondisi Jabar ke depan harus lebih baik dibandingkan hari ini, maka ia meminta Herman agar lebih optimal dalam menjalankan tugasnya sebagai sekda yang baru.
    Kepada seluruh jajaran Pemdaprov Jabar, Bey juga mengajak untuk memberikan dukungan penuh kepada Herman.
    “Mari bersama-sama menghadapi tantangan yang ada dengan semangat kebersamaan, kejujuran, menjaga tata kelola pemerintah yang baik dengan integritas tinggi,” ujarnya.
    Bey juga mengingatkan Herman dalam menghadapi sejumlah tantangan di Jabar, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik, menurunkan prevalensi tengkes ( stunting ), tingkat kemiskinan, angka pengangguran, kemudian pengelolaan sampah, transportasi publik hingga mitigasi bencana alam.
    “Pengelolaan sampah harus lebih baik, pemanfaatan transportasi publik, menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi hingga mitigasi bencana alam,” ujar Bey.
    Menyikapi amanah dan dukungan yang diberikan kepadanya sebagai Sekda Jabar, Herman mengungkapkan akan segera bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang diatur undang-undang.
    “Yang pertama tentu bersyukur. Hakekatnya ini adalah izin dari Allah SWT. Kemudian apa yang akan saya lakukan, yang pertama merujuk ke tupoksi sebagaimana diatur dalam peraturan Gubernur Jabar,” ungkap Herman. (sumber:h.prov.jbr)
  • Penjabat Gubernur Bey Machmudin Sampaikan Dua Rancangan Perda kepada DPRD

    Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyampaikan nota pengantar dua rancangan perda dalam rapat paripurna di gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (28/3/2024).

    Dua raperda inisiatif eksekutif tersebut telah masuk dalam Program Pembentukan Legislasi Daerah tahun 2024.
    Raperda pertama tentang Penyelenggaraan Pertanian Organik di Daerah Provinsi Jawa Barat. Bey menyebut salah satu alternatif untuk mengembalikan kejayaan pertanian adalah dengan organik.
    “Pertanian organik menggabungkan tradisi, inovasi, dan ilmu pengetahuan untuk menguntungkan lingkungan bersama dan mempromosikan hubungan yang adil dan kualitas hidup yang baik untuk semua yang terlibat,” ujar Bey Machmudin.
    Melalui pertanian organik, kata Bey, penghasilan petani diharapkan dapat meningkat dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
    “Pertanian organik merupakan pertanian masa depan yang memberikan sejumlah keuntungan seperti pengurangan biaya input dan subsidi, pemanfaatan sumber daya lokal, kemandirian dari harga pupuk kimia yang mahal dan langka, peningkatan kualitas dan nutrisi produk pangan, serta dukungan terhadap sistem pertanian berkelanjutan,” jelas Bey.
    Sementara raperda kedua tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2025-2045.
    Bey mengungkapkan, berdasarkan Inmendagri Nomor 1 tahun 2024 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2025-2045, Perda RPJPD 2025-2045 harus sudah ditetapkan paling lambat minggu pertama Agustus 2024.
    “Untuk itu raperda tentang RPJPD ini segera dipersiapkan dan diusulkan untuk dilakukan pembahasan,” sebutnya.
    RPJPD 2025-2045 telah disusun dan dirumuskan oleh berbagai stakeholders melalui kajian yang mendalam dengan berdasarkan data empiris.
    “Penyusunan diawali dengan rancangan awal dengan menjaring masukan untuk menentukan permasalahan dan isu strategis Jawa Barat melalui _focus group discussion_ dengan berbagai stakeholders,” kata Bey.
    Bey berharap, dua raperda ini dapat berjalan dan jadi prioritas pembahasan Dewan dalam menjalankan fungsi legislasinya. (sumber:h.prov.jbr)
  • Kemenparekraf Gandeng Disparbud Jabar Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Jelang Libur Idulfitri

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar diwakili Sekretaris Dinas (Sekdis) Siti Nurhuda menerima kunjungan kerja Direktorat Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, di Kantor Disparbud Jabar, Kota Bandung, Selasa (26/3/2024)

    Kunjungan tersebut ditujukan untuk membahas persiapan mudik dan Idulfitri di Provinsi Jawa Barat.
    Menurut data Kemenparekraf RI, tahun 2024 diperkirakan terjadi lonjakan pemudik hingga 193,6 juta orang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 8 April 2024. Sedangkan arus balik pada 14 April 2024.
    Sebagai antisipasi lonjakan pengunjung di destinasi wisata yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai strategi.
    Salah satunya adalah mengirim surat imbauan pemantauan kepada kepala daerah, asosiasi usaha pariwisata, serta pelaku usaha pariwisata. Surat imbauan tersebut terkait keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan penerapan CHSE di setiap destinasi pariwisata.
    “Kita siapkan antisipasi terjadinya lonjakan wisatawan. Sebagaimana diprediksi oleh Kementrian Perhubungan, bahwa tahun ini akan terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Bahkan jauh dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf RI Fadjar Hutomo.
    “Pergerakan ini diprediksi sebagai konsekuensi dari semakin baiknya infrastruktur kita seperti jalan tol di Sumatera sampai Jawa. Sehingga pergerakan mudik akan terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Jabar menjadi salah satu provinsi yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di indonesia. Maka sangat diperlukan koordinasi, karena kemacetan lalu lintas harus diantisipasi. Ini juga menjadi arahan ke Kemenparekraf untuk mengantisipasi kerumunan serta lalu lintas di setiap destinasi di berbagai provinsi,” ucapnya.
    Selain membuat surat imbauan pemantauan, lanjut Fadjar, langkah lain yang dilakukan adalah mengidentifikasi potensi keselamatan dan keamanan wisatawan.
    Fadjar mengatakan, upaya yang dilakukan antara lain memastikan penerapan CHSE, memetakan wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban, mitigasi bencana alam dan non-alam, pelaksanaan SOP dan standar K3, serta memastikan kesiapan petugas dan pengelola dalam melakukan pelayanan.
    Sekretaris Disparbud Jabar Siti Nurhuda menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengantisipasi potensi lonjakan pengunjung di masa libur Idulfitri. Koordinasi akan dilakukan bersama dinas yang membidangi pariwisata dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.
    “Terima kasih kepada Kemenparekraf yang menjadikan Disparbud Jabar dalam melakukan pembahasan ini. Kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan kabupaten/kota di Jabar untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi,” ujarnya. (sumber:h.prov.jbr)
?>