?>

Kategori: Musik

  • Jujur dan Personal, Saphira Adya Hadirkan Lagu Baru Berjudul “Lelah”

    Jujur dan Personal, Saphira Adya Hadirkan Lagu Baru Berjudul “Lelah”

    VISTA NUSANTARA – Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia, Saphira Adya, yang akrab disapa Saphira, resmi memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Lelah”. Lagu ini menjadi single keempat dalam perjalanan karier musiknya, setelah sebelumnya merilis “Remind Me of You”, “Letting You Go”, dan “Malam Melagu”.

    Dengan gaya penulisan lirik yang jujur, mentah, dan penuh nuansa personal, single Lelah lahir dari pengalaman pribadi Saphira yang dirasa relevan dengan banyak orang. Di tengah era yang menuntut individu untuk selalu tampak kuat dan mandiri, lagu ini hadir sebagai ruang aman—sebuah pengingat bahwa kebutuhan untuk ditemani adalah hal yang wajar dan valid.

    Proses produksi lagu “Lelah” melibatkan kolaborasi dengan Earspace, studio musik milik duo Endah N Rhesa. Mohammed Kamga (Kamga Mo) turut berperan sebagai vocal director, sementara Syady Abiyyu bertindak sebagai produser.

    Kolaborasi ini menghasilkan kualitas produksi yang hangat dan profesional, memperkuat karakter emosional lagu tersebut.

    Menilik perjalanan awal Saphira di dunia musik, kariernya bermula secara tidak terencana. Lagu pertamanya, “Remind Me of You”, ditulis sebagai hadiah personal untuk seseorang.

    Dari proses sederhana itu, terbuka jalan baginya untuk terus menulis, hingga catatan hariannya perlahan berubah menjadi karya yang dapat dinikmati oleh banyak orang.

    Dengan karakter vokal yang tulus dan lirik yang apa adanya, Saphira membangun identitasnya sebagai singer-songwriter yang otentik dan dekat dengan realita sehari-hari.

    Sentuhan produksi yang khas membuat musiknya terdengar segar namun tetap relatable, menjadikannya sebagai portal nostalgia yang menghubungkan pendengar dengan sisi diri yang lebih jujur dan polos.

    “Harapan aku lagu ini menjadi pengingat untuk kita selalu merayakan dan menerima perasaan-perasaan yang kita alami saat ini,” ujar Saphira.

    “Kalau rasanya lagi ingin sendiri, tak apa. Merasa butuh orang pun juga tak apa. Yang terpenting kita jujur, menerima, dan meng-embrace apa yang sebenarnya kita rasakan,”

    Meski banyak bercerita tentang cinta dan emosi personal, karya-karya Saphira dikenal sederhana namun mendalam. Single “Lelah” kini telah tersedia di seluruh platform musik digital, siap menemani siapa saja yang sedang merayakan rasa—baik saat ingin sendiri maupun ketika membutuhkan kehadiran orang lain.

    Tak berhenti di sini, Saphira tengah menyiapkan karya-karya baru dan sebuah album yang akan segera menyapa pendengar. Perjalanan musiknya masih terus berlanjut. Nantikan langkah berikutnya dari Saphira Adya.

  • Video Klip “Pesisir Hati” Resmi Dirilis, HANNYA Suguhkan Cinta dalam Balutan Jazz & Bossa Nova

    Video Klip “Pesisir Hati” Resmi Dirilis, HANNYA Suguhkan Cinta dalam Balutan Jazz & Bossa Nova

    VISTA NUSANTARA – Duo indie pendatang baru asal Indonesia, HANNYA resmi meluncurkan video klip perdana mereka untuk single “Pesisir Hati” pada 13 September 2025. Sebelumnya, versi audio lagu ini telah dirilis secara digital pada 31 Agustus.

    Video klip lagu “Pesisir Hati” digarap sutradara Anbo Onthoceno Wibowo yang tidak hanya berpengalaman menyutradarai iklan komersil, dan juga film pendek yang sudah terdengar hingga ke berbagai festival mancanegara.

    Anbo sebelumnya juga telah berpengalaman menyutradarai video klip musik untuk artis ternama nasional seperti Aurelie Hermansyah, Idgitaf, dan lainnya.

    Proses syuting video klip lagu “Pesisir Hati” dilakukan di sebuah ruang kecil di kantor perusahaan promotor di Komplek PUPR Pasar Jumat. Ruangan kecil kemudian diubah tata ruangnya oleh Anbo dengan dekorasi bernuansa renaisans, demi mendukung visualisasi lagu “Pesisir Hati”.

    Video klip single “Pesisir Hati” menggambarkan dinamika hubungan sepasang kekasih yang rela menghadapi pasang-surut lautan demi cinta yang mereka yakini. Hannya, menghadirkan visual yang memperkuat narasi romantis dan emosional dari karya debut mereka tersebut.

    Dengan visual bergaya Renaisans, Hannya menyajikan kisah cinta yang timeless, penuh harapan, dan keberanian. Setiap adegan dirancang untuk memperkuat pesan bahwa cinta sejati adalah harta paling berharga.

    “Kami ingin menghadirkan sesuatu yang jujur, hangat, dan punya cerita yang bisa dirasakan banyak orang. Video ini adalah perpanjangan dari lagu kami, dan semoga bisa menyentuh hati penonton,” ujar personel Hannya.

    HANNYA sendiri adalah unit musik duo yang terbentuk pada awal Maret 2025. Nama “Hannya” merupakan gabungan dari nama depan dua personel, Hafiz Aga, seorang penulis lagu, komposer, sekaligus vokalis, dan Annya Phara, penulis lirik dan vokalis utama.

    Pertemuan mereka terjadi di sebuah festival musik, di mana Hafiz tampil sebagai bassist dan Annya sebagai vokalis. Dari kolaborasi spontan tersebut, lahirlah ide untuk membentuk proyek musik bersama.

    Hafiz kemudian mengambil peran sebagai komposer utama, sementara Annya aktif menulis lirik dan menjadi frontwoman dalam lagu debut mereka berjudul “Pesisir Hati”.

    Mengusung genre romantic bossa nova, Hannya menawarkan nuansa baru dalam lanskap musik jazz Indonesia

    Gaya musik mereka merupakan perpaduan antara bossa nova, jazz, dan pop, dengan pengaruh dari musik klasik, serta elemen modern yang memberi warna khas pada setiap komposisi.

    Sejak terbentuk, Hafiz dan Annya telah tampil di sejumlah panggung besar seperti Java Jazz Festival, The Papandayan Jazz, dan Ngayogjazz, menunjukkan eksistensi mereka di kancah musik nasional.

    Sementara single debut “Pesisir Hati” merupakan lagu yang mengusung nuansa indie-bossa nova dan dibawakan dengan lembut dan penuh kehangatan.

    Dalam liriknya, lagu ini bercerita tentang dua insan yang berlayar bersama dalam perahu impian, menghadapi badai demi meraih cinta sejati. Tema bajak laut yang unik dipadukan dengan lirik puitis menjadikan “Pesisir Hati” sebagai pelayaran musikal yang syahdu dan mengayun.

    Dengan peluncuran versi audio dan video klip lagu ini, Hannya berharap dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan penonton, baik di Indonesia maupun mancanegara.

    Saat ini, video klip single “Pesisir Hati” sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Hannya mulai 13 September 2025. Sementara versi audio dari lagu ini bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital

  • Cakra Music Production Rilis “Rezeki Jalur Langit”, Kolaborasi Derry Sulaiman dan Bonzor Sultan Jakarta

    Cakra Music Production Rilis “Rezeki Jalur Langit”, Kolaborasi Derry Sulaiman dan Bonzor Sultan Jakarta

    VISTA NUSANTARA – Musisi dan produser Cakra Barani kembali menegaskan eksistensinya di industri musik Tanah Air melalui karya terbarunya bersama Cakra Music Production. Lagu berjudul “Rezeki Jalur Langit” menjadi bukti komitmennya dalam menghadirkan musik yang tidak hanya berkualitas secara artistik, tetapi juga sarat makna spiritual.

    Lagu ciptaan Ustaz Derry Sulaiman dan Dodhy Kangen Band ini dibawakan oleh Derry bersama Bonzor Sultan Jakarta, dan diproduseri langsung oleh Cakra.

    “Memproduseri lagu islami adalah sebuah karunia. Lewat musik, kita bukan hanya sekadar berkarya, tetapi juga berdakwah,” ungkap Cakra.

    “Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian tersendiri bagi saya karena bisa mengerjakan karya dari dua musisi ternama,” katanya.

    Didirikan pada tahun 2021, Cakra Music Production telah berkembang menjadi laboratorium musik yang aktif melahirkan karya lintas genre. Studio yang berlokasi di Grand Galaxy City, Bekasi, ini telah menarik perhatian musisi lokal maupun internasional. Salah satunya adalah Adon ID, musisi asal Amerika yang mempercayakan proses kreatifnya kepada Cakra Music Production.

    “Tujuan saya sederhana, yakni memberi ruang bagi para musisi agar bisa memaksimalkan potensi mereka. Saya ingin Cakra Music Production menjadi rumah musik yang terbuka dan mendukung lahirnya karya-karya baru,” tambah Cakra.

    Dengan aransemen modern yang tetap mempertahankan nuansa religi, lagu “Rezeki Jalur Langit” dirancang secara cermat agar pesan dakwah yang dibawa tetap kuat tanpa mengurangi sisi musikalitas. Lagu ini sekaligus menjadi penanda bahwa Cakra Music Production tidak terpaku pada satu genre, melainkan terbuka terhadap berbagai warna musik.

    Cakra Music Production terus berkomitmen menjadi ruang kreatif yang mendukung lahirnya karya-karya bermakna dan berkelas. Studio ini kini menjadi salah satu titik penting dalam peta musik Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

    (Red)

  • Formasi Baru, Wen & the Wknders Sukses Hipnotis Penonton di Rancaekek

    Formasi Baru, Wen & the Wknders Sukses Hipnotis Penonton di Rancaekek

    VISTA NUSANTARA – Band pop-rock asal Bandung, Wen & the Wknders, sukses menghadirkan atmosfer meriah saat tampil di Twentyone Fest Vol.2 yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Cipasir Rancaekek RW 21, Minggu (17/08/2025).

    Penampilan ini menjadi semakin spesial karena sekaligus menandai formasi baru mereka dengan bergabungnya Hilman sebagai drummer. Dari semula beranggotakan empat orang, kini band ini tampil dengan kekuatan penuh lima personel di atas panggung.

    Membawakan lima lagu andalan — Rindu Sesaat, Jumpa Mentari, Too Far Away, Tak Mungkin Kembali — serta satu lagu terbaru yang rencananya akan dirilis pada September mendatang, Wen & the Wknders sukses membakar semangat penonton dalam malam penuh euforia tersebut.

    “Pani­tianya keren, meskipun ini acara Karang Taruna tapi LO-nya bisa meng­handle kami dengan baik,” ungkap Wenang, vokalis Wen & the Wknders, usai tampil di atas panggung.

    Sementara itu, Hilman yang tampil perdana sebagai drummer juga menyampaikan antusiasmenya. “Crowd-nya luar biasa, seru banget. Undang kami lagi tahun depan, ya!”

    Penampilan di Twentyone Fest Vol.2 sekaligus menjadi penanda babak baru Wen & the Wknders, yang kini tengah menyiapkan single terbaru serta peluncuran album perdana mereka dalam waktu dekat.

    (Red)

  • Dari Langit ke Panggung Musik, Jose Rizal Perkenalkan ‘Pelan Tapi Pasti

    Dari Langit ke Panggung Musik, Jose Rizal Perkenalkan ‘Pelan Tapi Pasti

    VISTA NUSANTARA – Apa jadinya jika seorang pramugara yang sudah belasan tahun melintasi langit, kini memutuskan mendarat di dunia musik dengan membawa kisah cinta yang lembut namun menggetarkan?

    Itulah yang dilakukan oleh Jose Rizal, sosok serba bisa yang dikenal sebagai mantan aktor sinetron, pramugara senior di maskapai BUMN, sekaligus influencer. Kini, ia melangkah ke babak baru: merilis single debutnya berjudul “Pelan Tapi Pasti”, yang akan hadir di seluruh platform digital pada 8 Agustus 2025.

    Lagu ini adalah ungkapan perasaan yang tumbuh tidak terburu-buru—cinta yang hadir tanpa drama, tapi justru karena kehadiran yang tulus. Lirik-liriknya menyentuh, musiknya menenangkan, dan kisahnya begitu dekat dengan kita semua.

    “Saya bukan penyanyi profesional, tapi saya ingin bercerita. Lagu ini adalah potongan hati saya— tentang bagaimana cinta bisa tumbuh di saat yang tak terduga, tanpa banyak kata-kata,” ujar Jose.

    Jose dikenal publik lewat perannya dalam sinetron seperti Guruku Jagoan dan Status Update. Namun sejak 2011, ia memilih fokus berkarier sebagai pramugara hingga saat ini. Dan kini, setelah bertahun-tahun terbang mengelilingi dunia, ia mencoba berkarya lewat musik dengan merilis single perdananya.

    Single “Pelan Tapi Pasti” ditulis oleh Darwin Saputra dan diproduksi oleh Rinaldy Vidianza, menghadirkan nuansa pop lembut yang cocok untuk menemani perjalanan, senja, atau malam- malam penuh perasaan.

    Potongan lirik seperti: “Cinta tak selalu ramai, kadang tenang lebih damai” menjadi benang merah lagu ini—bahwa kehadiran, perhatian, dan ketulusan bisa jadi lebih kuat dari seribu janji manis.

    Tak berhenti sampai di lagu, Jose Rizal juga menyiapkan kejutan visual lewat Music Video “Pelan Tapi Pasti” yang akan tayang di YouTube channel resminya pada 15 Agustus 2025.

    Menariknya, ide cerita MV ini berasal langsung dari Jose Rizal sendiri, dan Abie Akbar sebagai director di MV “Pelan Tapi Pasti”, menampilkan narasi yang penuh kejutan dan emosi. Mengambil pendekatan visual yang sinematik dan relatable, MV ini menyajikan kisah yang sederhana di awal namun berujung tak terduga. Sebuah twist ending yang akan membuat penonton terdiam…. atau mungkin bertanya – tanya.

    “Saya ingin MV-nya punya cerita. Ada kejutan di dalamnya, sesuatu yang bisa bikin orang bilang, ‘wah, gue nggak nyangka ending-nya begini.’ Karena dalam cinta dan hidup, kadang jalan ceritanya juga nggak tertebak,” tambah Jose.

    “Pelan Tapi Pasti” sudah rilis pada 8 Agustus 2025 di semua platform streaming digital.

    Lagu ini bukan sekadar karya debut. Tapi lembaran baru dari Jose Rizal—seorang lelaki yang membuktikan bahwa cinta, perjalanan, dan mimpi… bisa ditempuh pelan tapi pasti.

     

    (Red)

  • Main-Main di Cipete Kembali Hangatkan Komunitas Musik Jakarta Selatan

    Main-Main di Cipete Kembali Hangatkan Komunitas Musik Jakarta Selatan

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan, Main-Main di Cipete Volume 23 kembali digelar pada Senin malam, 4 Agustus 2025, pukul 19.00 WIB di Casatopia Cafe, Jakarta Selatan.

    Acara yang telah menjadi ruang ekspresi bagi musisi independen ini menghadirkan empat penampil dengan karakter musikal yang beragam, mereka adalah The Oldest, More Ink, Gen Brothers, dan LJF Band.

    Dipandu oleh dua host yang sudah akrab dengan dunia musik alternatif, Eno Suratno Wongsodimedjo dan Andree Stroo, Volume 23 berlangsung hangat dan penuh energi.

    LJF Band membuka malam dengan performa yang kuat, membawakan lagu-lagu dari album terbaru mereka, “Kehadiran”, termasuk “Tiada Berubah” dan “Kesan Pertama” yang berhasil menyentuh hati para penonton.

    Gen Brothers, trio yang terdiri dari Jazzy Yudhistira, Yovidiaz Syakti Tiptony, dan Abimanyu Vivaldi Kurniawan, hadir membawakan lagu-lagu seperti “Jika Bersama” dan “Hapus Rasa” dengan sentuhan pop modern yang berpadu dengan elemen jazz dan soul.

    Disusul oleh More Ink, band asal Tangerang Selatan yang tampil dengan gaya alternative rock melankolis. Lagu-lagu mereka seperti “Not Your Favorite Tale” dan “Amber” membawa suasana menjadi lebih intim dan emosional.

    The Oldest menutup malam dengan nuansa pop yang reflektif. Meski belum banyak dikenal secara luas, penampilan mereka membawakan lagu-lagu semisal “Stay”, menunjukkan kedalaman musikalitas yang menjanjikan.

    Main-Main di Cipete, yang digagas oleh Reallist Management, terus menjadi wadah penting bagi musisi lokal untuk menampilkan karya orisinal mereka. Tanpa tiket masuk dan dengan atmosfer yang inklusif, acara ini memperkuat komunitas musik independen di Jakarta Selatan, menjadikan Casatopia Cafe sebagai titik temu antara musisi dan penikmat musik yang mencari kejujuran dalam karya.

    (Red)

  • Komunitas Bandung Merapat! Karaoke Night Bareng Rooftop Coffee Hadir Tiap Rabu

    Komunitas Bandung Merapat! Karaoke Night Bareng Rooftop Coffee Hadir Tiap Rabu

    VISTA NUSANTARA – Rooftop Coffee siap menghidupkan kembali semangat komunitas dan kreativitas malam hari lewat event seru bertajuk Rooftop Karaoke Night Session. Acara ini akan digelar setiap hari Rabu, mulai 6 Agustus hingga 3 September 2025, di empat titik Rooftop Coffee: Dago, Uber, BTM, dan Padjajaran.

    Dengan total hadiah senilai Rp15.500.000, acara ini mengajak berbagai komunitas untuk saling beradu seru dalam rangkaian kompetisi karaoke, mulai dari tebak lirik, tebak judul lagu, hingga sambung lagu bareng tim! Tidak hanya kompetitif, acara ini dirancang untuk membangun kebersamaan, tawa, dan momen yang tak terlupakan.

    Format Kompetisi:

    1. Guess the Lyric
    Tebak lirik lagu yang hilang – seberapa hafal kamu dengan lagu hits zaman now?

    2. Guess the Title
    Dengarkan potongan lagu dan jawab secepatnya judul lagunya.

    3. Dare to Celebrate
    Tantangan sambung lagu berantai – uji kekompakan tim kamu!

    Syarat Partisipasi Komunitas:

    Minimal 20 anggota komunitas hadir di lokasi
    Mengikuti seluruh sesi kompetisi secara aktif
    Wajib membuat dokumentasi acara via Instagram Story (foto/video) oleh masing-masing peserta
    Tidak menyebutkan atau menampilkan brand kompetitor
    Dilarang menggunakan bahasa kasar atau unsur SARA

    Total Hadiah & Benefit:

    Total Hadiah Rp15.500.000
    ️ Voucher F\&B
    Merchandise eksklusif (kaos, lanyard, totebag)
    Bonus tambahan untuk komunitas paling aktif & interaktif

    Format Dokumentasi Instagram Story:

    Format video vertikal, durasi max 60 detik
    Gunakan lagu/sound viral, pencahayaan cukup
    Tag: @rooftopcoffee.event dan @nomadscollective
    Gunakan hashtag: #sampaimasukangin

    ️ GRATIS & TERBUKA UNTUK UMUM!

    Slot komunitas terbatas – segera daftarkan komunitasmu dan jadilah bagian dari malam Rabu paling heboh di Bandung!

    Info & Registrasi:
    Instagram: [@rooftopcoffee.event](https://instagram.com/rooftopcoffee.event)
    Kontak: Rohman – (+62) 856-5588-9616

    (Red)

  • Casatopia Cipete Jadi Rumah Musik Alternatif, Main-Main Vol. 22 Suguhkan 5 Penampil Unik

    Casatopia Cipete Jadi Rumah Musik Alternatif, Main-Main Vol. 22 Suguhkan 5 Penampil Unik

    VISTA NUSANTARA – Program musik mingguan Main-Main di Cipete kembali hadir dengan Volume ke-22 pada Senin malam, 28 Juli 2025, bertempat di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan. Dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo, acara ini kembali menjadi ruang ekspresi bagi musisi independen lintas genre yang tengah berkembang di skena musik alternatif Indonesia.

    Volume kali ini menghadirkan lima penampil dengan karakter musikal yang unik dan beragam. Celupan Pertama membuka malam dengan gaya jenaka dan kritis yang menjadi ciri khas mereka. Proyek musik yang digagas oleh Soule Shuo ini dikenal lewat lagu-lagu seperti “Jet Pribadi” dan “Jakarta Bandung”, yang mengangkat keresahan sosial dengan pendekatan humor dan aransemen yang ringan namun tajam.

    Danes Rabani, penyanyi muda yang telah dikenal lewat berbagai karya orisinal seperti “Remember” dan “Siasat Jitu, tampil dengan nuansa nge-band yang menyala. Dalam kesempatan ini, ia juga membawakan single bertajuk “Sunny” yang baru dilepas pada 11 Juli 2025 kemarin.

    Six Sound Project, band pop asal Bandung yang terbentuk sejak 2014, turut meramaikan panggung dengan formasi lengkap, yakni Jos (vokal), Hiro (gitar), Rayan (bass), Ezra (keyboard), Fahmi (drum), dan Widi (saxophone).

    Mereka hadir membawakan lagu-lagu milik mereka seperti “Mungkin Cinta Datang Terlambat” dan “Salah Sangka”, yang menggabungkan aransemen elegan dengan lirik yang relatable bagi pendengar urban.

    Mirzatami, proyek kolaboratif antara Charita Utami dan Yudhistira Mirza, menghadirkan pengalaman musikal yang bersifat ritualistik dan kontemplatif. Dengan karya seperti “Sadar Sandar” dan “Usai Usia”, mereka menyuguhkan komposisi yang menggabungkan healing, memori, dan keindahan dalam ketidaksempurnaan.

    Sebagai penutup, Muthia Nadhira tampil dengan karakter jazz-pop yang kuat. Dikenal lewat lagu “Disclosure” dan versi terbaru dari “Simpan Saja”, solois berbakat ini membawa nuansa elegan dan emosional yang menjadi ciri khas album debutnya “Garden of Mimosa”. Dengan latar belakang teater dan musikal, penampilannya selalu sarat ekspresi dan kedalaman.

    Acara Main-Main di Cipete yang digagas oleh Reallist Management ini telah menjadi wadah penting bagi regenerasi musisi lokal. Digelar setiap Senin malam tanpa tiket masuk, program ini terus memperkuat jejaring komunitas musik independen di Jakarta Selatan.

    Volume ke-22 yang masih dihelat di Casatopia Cafe ini, kembali membuktikan bahwa musik bisa menjadi medium yang inklusif, reflektif, dan menyatukan lintas generasi.

    (Red)

  • Iva Vina, Simfoni Talenta dari Bandung yang Tak Pernah Diam

    Iva Vina, Simfoni Talenta dari Bandung yang Tak Pernah Diam

    VISTA NUSANTARA – Di kota kreatif seperti Bandung, tidak sulit menemukan seniman. Tapi menemukan sosok seperti Iva Vina, itu cerita lain.

    Ia bukan hanya seorang vokalis dengan suara penuh rasa, tapi juga kreator visual, perias, stylist, pendiri rumah produksi, hingga mentor bagi bakat-bakat muda. Dalam satu tubuh, tersimpan banyak talenta yang tak ingin diam.

    Baru-baru ini, Iva kembali jadi pembicaraan ketika tampil sebagai stylist untuk band Phantom dalam sebuah gigs yang digelar di Taman Braga. Dengan penampilan yang matang dan penuh karakter, Iva menghadirkan konsep visual yang kuat, menyatu dengan musik Phantom yang penuh energi nostalgia.

    Yang menarik, salah satu personel Phantom adalah Lani Alfian, gitaris sekaligus penulis lagu kawakan yang telah bekerja sama dengan banyak artis nasional. Lani adalah salah satu orang pertama yang percaya pada kapasitas Iva, tak hanya di atas panggung, tapi juga di balik layar. “Dia punya insting. Punya rasa. Itu nggak bisa diajarin, itu tumbuh,” kata Lani tentang Iva.

    Perjalanan Iva sendiri dimulai sejak kecil—dari panggung lomba menyanyi, modeling, storytelling, hingga teater di Jakarta. Kini, lewat AI Production, Iva membuktikan dirinya sebagai penggerak: menciptakan ruang bagi sineas muda, videografer, MUA, dan talenta baru yang ingin bersinar.

    Di balik semua aktivitasnya, ada satu hal yang tetap jadi pusat semesta Iva: keluarganya. Putranya, Ahda Zunnur, adalah model cilik yang juga aktif di dunia film dan periklanan. Mereka bahkan sempat bermain bersama dalam film layar lebar “Sang Penjaga Hati” garapan sutradara muda Adrian Oktara.

    “Saya ingin anak saya tumbuh dengan melihat bahwa bekerja bisa penuh cinta, bukan hanya kewajiban,” ungkap Iva.

    Melihat sepak terjangnya, sulit untuk menyematkan satu label pada Iva Vina. Ia adalah creator, collaborator, mother, mentor—semuanya bersatu dalam harmoni. Seperti lagu yang tak pernah selesai, perjalanan Iva masih terus berlanjut.

    Dan dari Bandung, gema kreatifnya mulai menyebar.***

  • Ali Mensan Tampil Memukau di Main-Main Cipete Vol. 21, Bawa Nuansa R&B Penuh Emosi

    Ali Mensan Tampil Memukau di Main-Main Cipete Vol. 21, Bawa Nuansa R&B Penuh Emosi

    VISTA NUSANTARA – Gelaran Main-Main di Cipete Volume 21 kembali menghadirkan malam penuh warna di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan, pada Senin malam, 21 Juli 2025. Acara musik mingguan yang digagas oleh Reallist Management ini dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo dan Qenny Alyanno sebagai host.

    Dengan semangat inklusif dan tanpa tiket masuk, acara ini menjadi ruang ekspresi bagi musisi muda dan penonton yang haus akan karya segar.

    Volume ke-21 menghadirkan empat penampil dengan karakter musikal yang berbeda namun saling melengkapi. Kandiya, musisi pop alternatif asal Jakarta, membuka malam dengan lagu-lagu seperti “Run Run Boy” dan “Kiss and Tell” yang mengangkat tema persahabatan dan dinamika emosi.

    Dengan vokal lembut dan aransemen yang matang, Kandiya berhasil menciptakan suasana intim yang menyentuh hati penonton.

    Hadir menjadi penampil berikutnya, Majasty tampil dengan gaya yang lebih eksperimental dan teatrikal. Membawakan materi dari EP bertajuk “Asmaraloka”, penampilan mereka malam itu menunjukkan potensi besar dalam eksplorasi musik yang berani dan penuh kejutan.

    Jabing, penyanyi dan penulis lagu yang dikenal lewat rilisan seperti “Monopoly” dan “I Hope You Know (Memories, Pt. 2)”, tampil dengan gaya pop kontemporer yang penuh nuansa. Lagu-lagunya yang reflektif dan personal membawa penonton menyelami kisah-kisah cinta dan kehilangan dengan sentuhan melodi yang hangat.

    Sebagai penutup, Ali Mensan yang sebelumnya dikenal sebagai aktor dalam film seperti “My Idiot Brother” dan “Kampung Zombie”, hadir dan menjelma menjadi penyanyi R&B yang memikat.

    Lagu “I Can Be Your Man” dan “Fall In Love Again” menjadi highlight penampilannya malam itu, menghadirkan lirik penuh harapan dan aransemen yang soulful. Penonton larut dalam pesona vokal Ali yang kuat dan penuh emosi.

    Main-Main di Cipete bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan gerakan komunitas yang terus tumbuh. Sejak digagas, acara ini telah menjadi panggung penting bagi regenerasi musisi Indonesia. Dengan dukungan dari penonton yang setia dan atmosfer Casatopia yang hangat.

     

    (Red)

?>